4897 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA TEKANAN DARAH PADA IBU HAMIL DENGAN BERAT BADAN LAHIR BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAMBORO TAHUN 2024
ABSTRAK
HUBUNGAN ANTARA TEKANAN DARAH PADA IBU HAMIL DENGAN
BERAT BADAN LAHIR BAYI DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS MAMBORO TAHUN 2024
Lulu Tsania*, Sumarni**, Ketut Suarayasa***, Ayu Sekarani Damana Putri****
*Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
** Dapartemen Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
*** Dapertemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**** Dapartemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Hipertensi Dalam Kehamilan (HDK) didefinisikan sebagai tekanan darah >140/90mmHg dalam dua kali pengukuran atau lebih. Jika pengukuran Tekanan darah pada ibu hamil > 140/90mmHg dapat memiliki risiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Tekanan darah pada ibu hamil dengan berat badan lahir bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Mamboro Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 62 orang yang dipilih dengan Teknik probability sampling yaitu Propotional sampling. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan buku KIA. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara Tekanan darah dan berat badan lahir bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tekanan darah pada ibu hamil dengan berat badan lahir bayi dengan p-value = 0,000 (
HUBUNGAN RASIO NEUTROFIL-LIMFOSIT DENGAN DERAJAT KEPARAHAN PADA PASIEN INFEKSI DEMAM BERDARAH DENGUE DI RSUD UNDATA KOTA PALU TAHUN 2024
HUBUNGAN RASIO NEUTROFIL-LIMFOSIT DENGAN DERAJAT KEPARAHAN PADA PASIEN INFEKSI DEMAM BERDARAH DENGUE DI RSUD UNDATA, KOTA PALU TAHUN 2024
Greciana Margarethe Br. Sinaga1, Devi Oktafiani2, Haerani Harun3, Rahma4,5
1Mahasiswa Program Studi S-1 Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Bagian Biokimia, Program Studi S-1 Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3Bagian Patologi Klinik, Program Studi S-1 Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
4Bagian Gizi, Program Studi S-1 Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
5Bagian Departemen Anak, Program Studi Profesi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
Email: [email protected]
ABSTRAK
Latar Belakang : Demam berdarah dengue (DBD) adalah infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk dan cepat menyebar di wilayah tropis serta subtropis. Infeksi ini memengaruhi profil leukosit, khususnya neutrofil dan limfosit, yang dapat dinilai melalui rasio neutrofil-limfosit (RNL). RNL merupakan penanda inflamasi yang sederhana dan ekonomis, dengan potensi digunakan sebagai indikator prognostik untuk menilai derajat keparahan DBD.
Metode : Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan rancangan cross sectional yang memanfaatkan data sekunder rekam medis pasien DBD di RSUD Undata, Sulawesi Tengah, periode Januari-Desember 2024. Sebanyak 89 pasien dipilih melalui teknik purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Hubungan antara RNL dan derajat DBD dianalisis dengan uji Spearman. Hasil dianggap bermakna secara statistik apabila nilai p < 0,05.
Hasil : Distribusi RNL yang didapatkan dengan jumlah RNL rendah yaitu 9 orang (10,1%), jumlah pasien dengan jumlah RNL normal yaitu 37 orang (41,6%), jumlah pasien dengan jumlah RNL tinggi yaitu 43 orang (48,3%). Uji Spearman menunjukkan nilai koefisien korelasi 0,015 dengan p = 0,891 yang menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna secara statistik antara nilai RNL dan derajat keparahan DBD.
Kesimpulan : Pada populasi ini, RNL tidak berasosiasi signifikan dengan tingkat keparahan DBD (p = 0,891; p ≥ 0,05). Dengan demikian, RNL lebih tepat digunakan sebagai indikator pendukung untuk menilai status inflamasi umum, bukan prediktor tunggal derajat keparahan DBD.
Kata Kunci : DBD, RNL, Infeksi, Virus, Derajat keparahan
HUBUNGAN KADAR ASAM URAT DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS TALISE KOTA PALU TAHUN 2025
HUBUNGAN KADAR ASAM URAT DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS TALISE KOTA PALU TAHUN 2025
Muhammad Rizqi Muslimin1, Tri Setyawati2, Sumarni3, Intania Riska Putrie2
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2 Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3 Departemen Gizi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Diabetes Melitus merupakan suatu masalah kesehatan besar pada masyarakat yang juga menjadi penyebab utama kerusakan ginjal hingga menyebabkan kegagalan fungsi ginjal. Kadar asam urat meningkat dalam kondisi gangguan ginjal sehingga memahami hubungan kadar asam urat dengan penyakit diabetes melitus sangat penting untuk penegakkan diagnosis dan pencegahan komplikasi
Tujuan: Penelitian ini bertujuan memahami hubungan kadar asam urat dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Talise Kota Palu Tahun 2025.
Metode: Penelitian bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan pada Mei–Juni 2025 dengan jumlah responden 51 orang, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan kadar glukosa darah serta kadar asam urat. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi.
Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif lemah yang tidak signifikan secara statistik antara kadar asam urat dengan kadar glukosa darah (r=0.062; p=0.667).
Kesimpulan: Hubungan kedua variabel bersifat tidak linear. Terdapat berbagai faktor lain yang kemungkinan lebih mempengaruhi kedua variabel tersebut. Kadar asam urat tetap dapat menjadi penanda penting glukosa darah yang tidak terkontrol
Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Asam Urat, Glukosa darah, Penyakit Degenerati
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN MINT ( Mentha Piperita L.) SEBAGAI BIOINSEKTISIDA SEDIAAN ELEKTRIK TERHADAP MORTALITAS NYAMUK Aedes aegypti
ABSTRAK
Latar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia. Penggunaan insektisida sintetis dalam pengendalian vektor memiliki risiko terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, sehingga diperlukan alternatif yang lebih aman.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas ekstrak daun mint (Mentha piperita L.) sebagai bioinsektisida elektrik terhadap mortalitas nyamuk Aedes aegypti.
Metode: True Experimental Posttest-Only Control Design dengan variasi konsentrasi ekstrak 5%, 10%, 15%, dan 20%, serta kontrol positif dan negatif.
Hasil: Mortalitas nyamuk setelah 30 menit paparan berturut-turut sebesar 16,7% (konsentrasi 5%), 25% (konsentrasi 10%), 38,3% (konsentrasi 15%), 51,7% (konsentrasi 20%), 100% (kontrol positif), dan 0% (kontrol negatif). Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok (p < 0,001). Uji post hoc menunjukkan perbedaan signifikan antara kontrol negatif dengan konsentrasi 20% (Adj. Sig = 0,031) dan kontrol positif (Adj. Sig = 0,001), serta antara konsentrasi 5% dengan kontrol positif (Adj. Sig = 0,022). Analisis probit menghasilkan nilai LC₅₀ sebesar 18,508% (IK95%: 16,342– 21,804%) dan LC₉₀ sebesar 32,763% (IK95%: 27,897–41,384%).
Kesimpulan: Hasil ini mengindikasikan bahwa ekstrak daun mint (Mentha piperita L.) berpotensi digunakan sebagai bioinsektisida elektrik yang ramah lingkungan dan aman sebagai alternatif insektisida sintetis.
Kata kunci: Demam Berdarah Dengue, Aedes aegypti, bioinsektisida, Mentha piperita L., mortalitas, LC₅
EFEKTIVITAS EDUKASI MELALUI VIDEO ANIMASI BENCANA GEMPA BUMI DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN KESIAPSIAGAAN SISWA SDN TANAMODINDI KOTA PALU
ABSTRAK
Efektivitas Edukasi Melalui Video Animasi Bencana Gempa Bumi Dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesiapsiagaan Siswa SDN Tanamodindi Kota Palu
Firyal Nailah Andini Enteding (2025)
Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
Ns. Hasnidar, M.Kep
Indonesia merupakan negara yang sangat rentan terhadap bencana alam, termasuk gempa bumi, karena letak geografisnya yang berada di antara lempeng tektonik utama dan cincin api. Anak-anak menjadi kelompok yang sangat rentan saat terjadi bencana karena keterbatasan keterampilan dan sumber daya untuk mempersiapkan diri. Kurangnya pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana gempa bumi di kalangan siswa menjadi salah satu faktor tinggi nya korban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi melalui video animasi gempa bumi dalam meningkatkan pengetahuan kesiapsiagaan siswa SDN Tanamodindi Kota Palu. Penelitian ini menggunakan desain Pre-Eksperimental dengan rancangan One Group Pre Test-Post Test. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V dan VI SDN Tanamodindi yang berjumlah 102 orang. Sampel penelitian berjumlah 50 siswa, ditentukan menggunakan rumus Slovin dan diambil dengan teknik Stratified Random Sampling. Pegumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan kesiapsiagaan. Analisis data dilakukan secara univariat untuk distribusi karakteristik responden dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi (pretest) sebagian besar siswa 76% memiliki tingkat pengetahuan kesiapsiagaan yang kurang, dan 24% memiliki pengetahuan cukup. Setelah diberikan edukasi melalui video animasi (posttest, terjadi peningkatan signifikan dalam pengetahuan siswa, dimana 88% siswa memiliki pengetahuann baik dan 12% memiliki pengetahuan cukup. Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p-value = 0.000 (< 0.05), yang mengindikasikan adanya perbedaan pengetahuan kesiapsiagaan siswa yang signifikan sebelum dan setelah diberikan edukasi. Edukasi melalui video animasi bencana gempa bumi efektif dalam meningkatkan pengetahuan kesiapsiagaan siswa SDN Tanamodindi Kota Palu. Penelitian ini merekomendasikan pihak sekolah untuk terus memberikan edukasi dan simulasi bencana guna meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan siswa.
Kata Kunci : Edukasi, Video Animasi, Gempa Bumi, Pengetahuan, Kesiapsiagaan, Siswa
PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG CARA MENGGOSOK GIGI YANG BAIK DAN BENAR DI SDN 6 BANAWA KABUPATEN DONGGALA
Abstrak
PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG CARA MENGGOSOK GIGI
YANG BAIK DAN BENAR DI SDN 6 BANAWA
KABUPATEN DONGGALA
IFTITAH EKA PUTRI (2025)
Latar belakang: Kebersihan gigi adalah komponen penting dalam menjaga kesehatan, tetapi seringkali tidak diprioritaskan. Ini karena gigi dan mulut adalah bagian pertama dari sistem pencernaan, tempat kuman dan bakteri dapat masuk dan menyebabkan masalah bagi kesehatan. Selain itu, tidak terjaganya kebersihan gigi dan mulut dapat berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari, seperti menurunkan kepercayaan diri, mengganggu performa. (Kemenkes RI, 2019). Tujuan: tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemberian edukasi cara menggosok gigi yang benar bisa menambah penegtahuan anak sekolah dasar.Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimental dengan desain pra post Singel grub dan bersifat kuantitatif. Sampel penelitian ini berjumlah 69 anak. Penelitian ini menggunakan tehnik sampling dengan rumus Slovin (〖0,1〗^2).dan alat ukur yang di gunakan adalah kuesioner. Analisa data menggunakan uji paired sample t-test Dengan α 0,05 Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan bahwa nilai P Value=0,000 (P< α 0,05) ada pengaruh yang signifikan dalam pemberian edukasi sebelum dan sesudah dengan hasil yang didapatkan bahwa Nilai P value sebesar 0,000 < 0,05 Kesimpulan ada pengaruh yang signifikan dalam pemberian edukasi sebelum dan sesudah dengan hasil yang didapatkan bahwa Nilai P value sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima.sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara sebelum (Pre-test) dan sesudah (Post-test) dilakukan pengaruh pemberian edukasi terhadap tingkat pengetahuan cara menggosok gigi yang baik dan benar Di SDN 6 Banawa Kabupaten Donggala. Saran Diharapkan kepada Anak-anak agar dapat menjaga dan menyadari pentingnya kebersihan gigi bagi kesehatan
Kata Kunci : Edukasi, Pengetahuan, Anak sekolah dasa
HUBUNGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALISE KOTA PALU
ABSTRAK
Hubungan Antara Bayi Berat Lahir Rendah Dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Talise Kota Palu
Jessica Anastasya Patowo*, Junjun Fitriani**, Miranti**, I Kadek Rupawan**
*Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
***Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya stunting pada balita dan faktor-faktor tersebut saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Salah satu faktor risiko yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak balita adalah riwayat berat badan lahir rendah (BBLR). Akibatnya pertumbuhan bayi BBLR akan terganggu, bila keadaan ini berlanjut dengan pemberian makanan yang tidak mencukupi, sering mengalami infeksi, dan perawatan kesehatan yang tidak baik dapat menyebabkan anak stunting.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian observasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak balita yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Talise Kota Palu.Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 79 responden. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner. Analisis statistik menggunakan uji chi-square yang akan dianalisis menggunakan program komputer SPSS.
Hasil: Pada penelitian ini menunjukkan hubungan secara statistik antara bayi berat lahir rendah dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Talise Kota Palu dengan nilai ρ-value = 0,000 (α < 0,05).
Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan secara statistik antara bayi berat lahir rendah dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Talise Kota Palu.
Kata Kunci: Bayi Berat Lahir Rendah, Stuntin
GAMBARAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI KELURAHAN LASOANI KOTA PALU
Gambaran Dukungan keluarga Dengan Kualitas Hidup Lansia Penderita Hipertensi Di Kelurahan Lasoani Kota Palu
Miftahul Jannah (2025)
Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
Dr. Fauzan, SKM., M.Kes
ABSTRAK
Dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia hipertensi. Dampak dari hipertensi akan mempengaruhi kualitas hidup lansia. Lansia membutuhkan dukungan keluarga untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Tinggal bersama keluarga adalah salah satu cara mendapatkan dukungan berupa rasa aman, perhatian dan jaminan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dukungan keluarga dan kualitas hidup lansia. Pada penelitian ini terdapat 66 pupulasi dan 52 responden sebagai sampel. Cara pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan Teknik non probability sampling dengan tipe Consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 94,2% lansia yang memiliki dukungan keluarga yang baik, dan lansia yang memiliki kualitas hidup yang baik sebanyak 96,2%. Bagi pelayanan kesehatan, diharapkan agar kelibatan keluarga dalam bentuk dukungan keluarga yaitu dukungan emosional, dukungan informasional, dukungan intrumental dan dukungan penghargaan terhadap perawatan lansia yang mengalami hipertensi terus dianjurkan dan dilakukan. Berdasarkan perkiraan pasien hipertensi pada tahun 2023 adalah 6.380 orang dan tercatat penyakit hipertensi di UPTD puskesmas kawatuna 4.263 pasien. Dan lansia yang berobat sebanyak 287 dan dikelurahan lasoani berjumlah 66 lansia yang mengalami hipertensi
Kata kunci: Dukungan Keluarga, Kualitas Hidup, Lansia, Hipertensi
Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pada Siswi SMA Labschool Untad Palu
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA SISWI SMA LABSCHOOL UNTAD PALU
Komang Asmini*, Junjun Fitriani**, Ketut Suarayasa***, I Kadek Rupawan****
*Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
***Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universits Tadulako
****Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Kanker payudara merupakan penyakit tidak menular yang paling umum di dunia, Pada tahun 2024 data menyatakan bahwa kasus kanker baru di dunia mencapai angka 20 juta kasus, dengan jumlah kematian sebesar 9,7 juta kasus. Dari angka ini, kanker paru memiliki kasus terbanyak (12,4%), diikuti kanker payudara (11,6%), kanker kolorektal (9,6%), kanker prostat (7,3%), dan kanker perut (4,9%). Sebanyak 2,3 juta kasus baru dan 685.000 kematian pada tahun 2020. Insidensi kanker terus meningkat, termasuk di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 1,8 per 1000 penduduk. Deteksi dini, seperti pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), penting untuk meningkatkan kesadaran dan mencegah keterlambatan diagnosis. Namun, rendahnya edukasi kesehatan menyebabkan minimnya praktik SADARI pada remaja putri.
Tujuan: Untuk mengetahui Hubungan pengetahuan dengan perilaku pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada siswi SMA Labschool Untad Palu.
Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada area SMA Labschool UNTAD Palu. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuisioner dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Proporsional Random Sampling. Analisis bivariat dilakukan untuk menguji hubungan antara variabel bebas dan terikat menggunakan uji spearman.
Hasil: Penelitian ini menujukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dengan perilaku SADARI pada siswi SMA Labschool Untad Palu. Berdasarkan hasil analisis uji statistik Spearman diperoleh nilai p-value > 0,05 dengan nilai sig 0,149.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku SADARI pada siswi SMA Labschool Untad Palu.
Kata Kunci: Pengetahuan, Perilaku, Deteksi Dini, Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI
PENGARUH EDUKASI MELALUI MEDIA POSTER TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN & PERILAKU PENCEGAHAN FILARIASIS PADA SISWA SMP NEGERI 4 SIGI, KECAMATAN DOLO KABUPATEN SIGI SULAWESI TENGAH
PENGARUH EDUKASI MELALUI MEDIA POSTER TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN & PERILAKU PENCEGAHAN FILARIASIS PADA SISWA SMP NEGERI 4 SIGI, KECAMATAN DOLO, KABUPATEN SIGI, SULAWESI TENGAH
Muh Algifari Rachmad1, Vera Diana Towidjojo2, Nur Syamsi3, Devi Oktafiani4
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
4Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako e-mail: [email protected]
ABSTRAK
Latar Belakang: Filariasis adalah infeksi menular kronis akibat cacing filaria dan menyerang kelenjar getah bening yang ditularkan nyamuk. Penyakit ini endemis di 72 negara, termasuk Indonesia, dengan 236 kabupaten/kota terdampak. Di Kabupaten Sigi, Kecamatan Dolo Barat mencatat 11 kasus terbanyak di Puskesmas Kaleke. Pengetahuan dan perilaku masyarakat berperan dalam penularan, sehingga edukasi melalui media seperti poster sangat penting.
Tujuan: Adapun tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh edukasi melalui media poster terhadap tingkat pengetahuan & perilaku pencegahan Filariasis pada siswa SMP Negeri 4 Sigi, Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimental dengan desain pre-post control dan melibatkan 172 sampel. Terdapat dua kelompok, yaitu perlakuan dan kontrol, dengan sampel dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon pada SPSS.
Hasil: Uji statistik bivariat dengan Wilcoxon Signed Rank Test pada kelompok perlakuan menunjukkan bahwa indikator pengetahuan dan perilaku memiliki nilai Asymp. Sig. (p-value = 0,000) lebih kecil dari α = 0,05 (