Tadulako University

SLiMS Senayan Library Management System Repository
Not a member yet
    4897 research outputs found

    PERBANDINGAN RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT (RNL) PADA PASIEN COVID -19 PASCA PANDEMI DENGAN PASIEN COVID -19 PANDEMI

    No full text
    PERBANDINGAN RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT (RNL) PADA PASIEN COVID-19 PASCA PANDEMI DENGAN PASIEN COVID-19 PANDEMI Moh Nauval1 , Haerani Harun2 , Nur Syamsi3 ,Junjun Fitriani3 1Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Tadulako 2Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 3Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Email : [email protected] ABSTRAK Latar Belakang : Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus corona yang mana virus ini menyerang sistem penafasan dan telah menjadi pandemi sejak tahun 2019. RNL adalah indikator inflamasi yang banyak digunakan pada evaluasi pasien Covid-19. Respon imun terhadap SARS-CoV-2 memiliki peran krusial dalam perkembangan dan gejala Covid-19. Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan RNL pada pasien Covid-19 pasca pandemi dengan pasien Covid-19 pandemi. Metode : Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan Cross sectional. Teknik pengambilan sampel secara total sampling pada kelompok pasca pandemi dan teknik sampling ratio adjustment pada kelompok pandemi sehingga didapatkan 46 sampel yang memenuhi kriteria. Hasil : RNL pada kelompok pasca pandemi (5,91 ± 3,40) tidak memiliki perbedaan bermakna dengan kelompok pandemi (6,82 ± 3,66) dengan nilai p = 0,440 Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan bermakna RNL antara pasien COVID-19 pasca pandemi dengan pasien COVID-19 pandemi. Kata Kunci : RNL; COVID-19 ; Pasca Pandemi; pandemi

    HUBUNGAN KONDISI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN FILARIASIS PADA WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALEKE, KECAMATAN DOLO BARAT, KABUPATEN SIGI, SULAWESI TENGAH

    No full text
    HUBUNGAN KONDISI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN FILARIASIS PADA WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALEKE, KECAMATAN DOLO BARAT, KABUPATEN SIGI, SULAWESI TENGAH Carina Devi Safitri*Vera Diana Towidjojo**Ketut Suarayasa***Miranti**** Mahasiswa Kedokteran , Fakultas Kedokteran,Universitas Tadulako* Dosen Bagian Parasitologi, Fakultas Kedokteran,Universitas Tadulako** Dosen Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran,Universitas Tadulako*** Dosen Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran,Universitas Tadulako**** ABSTRAK Pendahuluan : Filariasis adalah infeksi parasit yang ditularkan nyamuk secara kronis dan disebabkan oleh faktor lingkungan. Penyakit ini menyebabkan kecacatan permanen terbesar kedua setelah kusta di seluruh dunia. Salah satu daerah endemis filariasis di Sulawesi Tengah adalah Kabupaten Sigi. Tujuan : Untuk Mengetahui kondisi lingkungan yang berhubungan dengan kejadian filariasis di wilayah kerja puskesmas kaleke, kecamatan dolo barat, kabupaten sigi. Sulawesi tengah. Metode : Metode penelitian ini yaitu observasional analitik dengan rancangan penelitian kasus kontrol (case control study). Sampel terdiri dari kelompok kasuk 8 orang dan kelompok kontrol 24 orang (1:3). Metode pengambilan sampel pada kelompok k asus adalah total sampling dan pada kelompok kontrol adalah purposive sampling. Analisis bivariat menggunakan Fisher’s exact test dan Odds Ratio. Hasil : Analisis bivariat dari 6 variabel lingkungan menunjukkan hasil bahwa hubungan antara keberadaan semak-semak (OR 1,500; p-value 1,000), keberadaan genangan air (OR 2,778; p-value 0,252), Keberadaan kondisi saluran pembuangan air limbah (SPAL) (OR 1,667; p-value 0,625), keberadaan sawah/rawa/empang (OR 1,267; p-value 1,000), keberadaan tanaman air (OR 1,667; p-value 0,625), peran serta masyarakat (OR 7,776; p-value 0,147) dengan kejadian filriasis. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kondisi lingkungan berhubungan dengan kejadian filariasis di wilayah kerja puskesmas kaleke, kecamatan dolo barat, kabupaten sigi. Sulawesi tengah. Kata Kunci: Filariasis, Faktor Lingkungan, Kabupaten Sig

    PERBANDINGAN RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT PADA KEHAMILAN NORMAL, PASIEN PREEKLAMPSIA, DAN PASIEN PREEKLAMPSIA POSTPARTUM DI RSUD TORA BELO

    No full text
    PERBANDINGAN RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT PADA KEHAMILAN NORMAL, PASIEN PREEKLAMPSIA, DAN PASIEN PREEKLAMPSIA POSTPARTUM DI RSUD TORA BELO Diva Dzakirah1, IPFI White2, Haerani Harun3, Budi Dharmono Tulaka3,4 1Mahasiswa Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 4Departemen Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Preeklampsia adalah salah satu komplikasi kehamilan yang hanya terjadi selama masa kehamilan dan pascapersalinan. Penyakit ini menjadi penyebab utama kematian ibu dan janin di dunia, termasuk di Indonesia. Rasio Neutrofil Limfosit (RNL) telah diusulkan sebagai biomarker sederhana dan murah untuk mengevaluasi inflamasi yang terjadi pada preeklampsia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai RNL pada kehamilan normal, pasien preeklampsia, dan pasien preeklampsia postpartum di RSUD Tora Belo. Metode: Penelitian yang akan dilakukan menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan retrospektif yang desain penelitiannya menggunakan cross sectional. Data diperoleh dari rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat untuk menentukan perbedaan nilai RNL antar kelompok kehamilan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai RNL pada kelompok preeklampsia signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan kehamilan normal (p < 0,001). Sementara itu, tidak ditemukan perbedaan signifikan antara nilai RNL kelompok kehamilan normal dan preeklampsia postpartum (p = 0,074). Namun, terdapat perbedaan signifikan antara kelompok preeklampsia dan preeklampsia postpartum (p = 0,002). Kesimpulan: Terdapat perbedaan bermakna pada RNL terhadap kehamilan normal, pasien preeklampsia, dan pasien preeklampsia postpartum Kata Kunci: Preeklampsia, RNL, Kehamilan Normal, Preeklampsia Postpartu

    HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN MP-ASI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 36-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BIROMARU KABUPATEN SIGI

    No full text
    HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN MP-ASI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 36-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BIROMARU KABUPATEN SIGI Dayu Dinda Pratiwi*, Elli Yane Bangkele** *Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Stunting adalah kondisi gagal tumbuh anak balita (bagi bayi dibawah umur lima tahun) yang diakibatkan kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.. Di Kabupaten Sigi prevalensi stunting Balita usia 0-23 bulan dari 20,2% pada tahun 2019 mengalami penurunan menjadi 16,59% pada tahun 2020, dan pada tahun 2021 menjadi 14,40%, dalam kurun waktu dua tahun terjadi penurunan sebesar 2,19%. MP-ASI adalah makanan dan minuman yang diberikan kepada anak usia 6–24 bulan untuk pemenuhan kebutuhan gizinya. Makanan tambahan penting sekali bagi tumbuh kembang anak, dan tentunya kami harapkan para orang tua dapat memperhatikan terkait kebutuhan gizi anak sehingga tumbuh kembangnya semakin baik. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain case control. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak berusia 36-59 bulan dengan jumlah sampel sebanyak 68 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil: Analisis bivariat menggunakan chi square test. Didapatkan hasil nilai p 0.05 pada pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI (p=0,024) yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI kejadian stunting. Kesimpulan: Terdapat hubungan pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting. Kata kunci: stunting, MP-ASI, pengetahua

    HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BIROBULI

    No full text
    HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BIROBULI KOTA PALU Nur Fitra Sari*,Miranti** *Mahasiswa Kedokteran ,Fakultas Kedokteran,Universitas Tadulako *Departemen Ikatan Kesehatan Masyarakat,Fakultas Kedokteran,Universitas Tadulako ABSTRAK Pendahuluan : Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2020, prevalensi balita pendek menjadi masalah kesehatan masyarakat jika prevalensinya 20% atau lebih. Indonesia adalah negara dengan prevalensi stunting kelima terbesar. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2021, angka kejadian stunting di Sulawesi Tengah berada di 10 besar stunting tertinggi di Indonesia sebanyak 32,2%. Stunting menjadi salah satu faktor risiko meningkatnya angka kematian, kemampuan kognitif, dan rendahnya perkembangan motorik serta ketidakseimbangan fungsi-fungsi tubuh. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah suatu strategi gizi yang bertujuan memberikan tambahan nutrisi kepada kelompok rentan, terutama pada balita. Tujuan : Mengetahui hubungan pemberian makanan tambahan dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Birobuli Kota Palu. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan case control. Penelitian ini menggunakan metode total sampling dan didapatkan besar sampel sebanyak 53 balita stunting dan 53 balita normal. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner. Analisis statistik menggunakan uji statistic chi square. Hasil : Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pemberian makanan tambahan dengan kejadian stunting pada balita dengan P value yaitu 0,00 dan nilai OR yaitu 5,47. Kesimpulan : Terdapat hubungan signifikan antara pemberian makanan tambahan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Birobuli. Balita yang mendapatkan pemberian makanan tambahan yang tidak tepat, 5,47 kali lebih beresiko untuk mengalami stunting. Kata Kunci: Pemberian Makanan Tambahan, Stunting, Balit

    HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) TERHADAP WAKTU PEMULIHAN BLOK MOTORIK PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DENGAN ANESTESI SPINAL

    No full text
    HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) TERHADAP WAKTU PEMULIHAN BLOK MOTORIK PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DENGAN ANESTESI SPINAL Muhammad Revanza Husain*,Imtihanah Amri** *Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako *Departemen Anestesi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Pendahuluan : Menurut data dari World Health Organization (WHO), jumlah ibu yang melahirkan melalui operasi caesar telah meningkat dari 21% menjadi 28,5% dalam rentang hampir 30 tahun. Menurut data dari Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018, prevalensi operasi caesar dalam proses persalinan adalah sebesar 17,6%. Angka tertinggi tercatat di wilayah DKI Jakarta sebesar 31,3%, sementara di wilayah Papua mencapai 6,7%. (Rahmadyanti and Nani, 2024). Tujuan : Untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh terhadap waktu pemulihan blok motorik pada pasien sectio caesarea dengan anestesi spinal. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan metode consecutive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 31 sampel di RS Bhayangkara dan RSIA Tinatapura. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi. Analisis statistik menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil : Pada penelitian ini responden terdiri dari 31 orang dengan kriteria IMT normal sebanyak 3 orang (9,7%), dan IMT overweight sebanyak 28 orang (90,3%). Untuk kriteria waktu pemulihan blok motorik yaitu kriteria waktu pemulihan blok motorik cepat sebanyak 3 orang (9,7%) , dan kriteria waktu pemulihan blok motorik lambat sebanyak 28 orang (90,3%). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan (p=0,000) antara hubungan IMT terhadap waktu pemulihan blok motorik pada pasien sectio caesarea, dimana semakin tinggi IMT seseorang maka semakin lambat waktu pemulihan motorik dengan anestesi spinal. Kata Kunci : Indeks Massa Tubuh, Waktu Pemulihan Blok motorik, Sectio Caesarea, Anestesi Spinal

    HUBUNGAN NILAI HBA1C DENGAN KADAR TRIGLISERIDA PADA PASIEN DIABETES MELITUS GERIATRI

    No full text
    HUBUNGAN NILAI HbA1C DENGAN KADAR TRIGLISERIDA PADA PASIEN DIABETES MELITUS GERIATRI Vitti Metta Samitha¹, Haerani Harun², Christin Rony Nayoan³, Ary Anggara⁴ ¹Mahasiswa Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ²Bagian Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ³Bagian Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ⁴Bagian Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako Email: [email protected] ABSTRAK Latar Belakang: Peningkatan penderita diabetes melitus pada geriatri di seluruh dunia dikaitkan dengan penurunan fungsi organ, penurunan aktivitas fisik serta paparan jangka panjang terhadap risiko kardio-metabolik. Pemeriksaan laboratorium seperti HbA1c dan trigliserida berfungsi sebagai penanda aterosklerosis dan merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kadar HbA1c dengan nilai trigliserida pada pasien diabetes melitus geriatri. Metode: Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan desain pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling di RSUD Anutapura pada rentang 2023-2024. Hasil: Hasil analisis korelasi Spearman antara HbA1c dan kadar trigliserida menunjukkan hasil p=0,007 dan r=0,267, maka dapat dinyatakan terdapat korelasi antara HbA1c dengan kadar trigliserida pada pasien diabetes melitus geriatri dengan kekuatan korelasi sedang. Kesimpulan: Terdapat korelasi positif antara kadar HbA1c dengan kadar trigliserida pada pasien diabetes melitus geriatri. Kata Kunci: HbA1c, Trigliserida, Diabetes melitus, Geriatr

    PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN MANIS TERHADAP KADAR GULA DARAH MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO

    No full text
    PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN MANIS TERHADAP KADAR GULA DARAH MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO Fauziah Rahmah1, Nur Syamsi2, Sumarni3, Haerani Harun4 1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Departemen Gizi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 4Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Minuman berpemanis (sugar-sweetened beverages) merupakan jenis minuman padat kalori dan tinggi gula namun rendah zat gizi. SSBs adalah kontributor terbesar penggunaan gula tambahan pada sebagian besar konsumsi di berbagai negara. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018 menunjukkan bahwa sebanyak 56,4% remaja sampai dewasa di Indonesia mengonsumsi minuman berpemanis ≥1 kali per hari. Asupan glukosa yang berlebih akan mengakibatkan peningkatan kadar gula darah sehingga sel β pankreas akan melepaskan insulin dalam jumlah banyak yang dapat menyebabkan kerusakan sel β. Disfungsi dari sel β akan mengakibatkan terjadinya hiperglikemia dan hiperinsulinemia. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian minuman manis terhadap kadar gula darah pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako. Metode: Penelitian ini yaitu penelitian eksperimental menggunakan metode penelitian pra eksperimental dengan one group pretest-posttest. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako dengan jumlah sampel sebanyak 64 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Analisis data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan nilai sig>0.05 yang artinya data terdistribusi normal kemudian dilanjutkan uji One-Way Anova dan uji Post Hoc Tukey HSD dengan hasil (p=0,000) yang menunjukkan terdapat pengaruh signifikan pemberian minuman manis tiap kelompok terhadap perbedaan kadar gula darah mahasiswa. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian minuman manis terhadap kadar gula darah mahasiswa, serta terdapat perbedaan kadar gula darah tiap grade yang menunjukkan kandungan gula yang berbeda memiliki pengaruh yang berbeda terhadap kadar gula darah. Kata Kunci: Minuman manis, glukosa, kadar gula darah

    PERBANDINGAN TINGKAT STRES PEREMPUAN DAN LAKI-LAKI PADA MAHASISWA TINGKAT AWAL ANGKATAN 2023 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO

    No full text
    Perbandingan Tingkat Stres Perempuan dan Laki-laki pada Mahasiswa Tingkat Awal Angkatan 2023 Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Miftahul Khasanah B. Saidia*, Rahma** * Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ** Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Stres merupakan suatu kondisi ketika suatu individu merasa terbebani karena adanya tuntutan dari lingkungannya yang dianggap melebihi kapasitas yang dimilikinya, sehingga dapat mengganggu kondisi psikologisnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan tingkat stres perempuan dan laki-laki pada mahasiswa tingkat awal angkatan 2023 Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional dengan penentuan sampel menggunakan metode Total Sampling dengan total sample 150 orang dari 151 populasi dengan menggunakan rumus slovin untuk minimum sample penelitian adalah total 114 orang. dan penelitianmemiliki dua variabel yaitu independent (bebas) dan dependent (terikat). Sample penelitian ini antara lain 96 Mahasiswa perempuan dan 54 Mahasiswa laki-laki yang telah mengisi angket untuk mengukur tingkat stres siswa dengan menggunakan Kuisioner Depression Anxiety Stress Scales (DASS 21). Analisis data untuk menentukan hasil Perbedaan Tingkat Stres Perempuan dan Laki-laki Mahasiswa Tingkat Awal Angkatan 2023 Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako adalah menggunakan Uji Mann Whitney-U. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa perempuan memiliki tingkat stres yang lebih tinggi daripada mahasiswa laki-laki. Uji Mann Whitney-U penelitian ini menunjukkan signifikansi p=0,007 lebih kecil dari nilai signifikansi atau (

    IDENTIFIKASI VARIASI BAKTERI PADA ALAT SIRKUMSISI YANG TELAH DILAKUKAN STERILISASI

    No full text
    IDENTIFIKASI VARIASI BAKTERI PADA ALAT SIRKUMSISI YANG TELAH DILAKUKAN STERILISASI Alya Marda Riski1, Andi Nur Asrinawaty2, M. Sabir3, Ary Anggara4 ¹Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ²Departement Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang : Sirkumsisi merupakan tindakan bedah minor untuk membuang preputium guna mengurangi risiko infeksi, termasuk HIV, HPV, sifilis, dan chancroid. Secara global, angka sirkumsisi bervariasi, dengan Indonesia mencapai 85% pada anak usia 6–12 tahun. Meski memiliki manfaat kesehatan, sirkumsisi dapat menimbulkan komplikasi seperti perdarahan dan infeksi, terutama akibat kontaminasi alat medis. Proses sterilisasi yang tepat menjadi langkah penting untuk mencegah infeksi dengan memastikan eliminasi mikroorganisme. Tujuan : Untuk mengetahui variasi bakteri yang terdapat pada alat sirkumsisi yang telah di lakukan sterilisasi. Metode : Jenis penelitian yang dipakai yakni kualitatif dengan studi observasional deskriptif. Sampel terdiri dari 6 alat sirkumsisi yang telah disterilkan dengan alat sterilisasi kering. Sampel diswab kemudian dikultur pada media kultur bakteri. Hasil : Pada penelitian yang telah dilakukan dengan 6 alat sirkumsisi tidak didapatkan adanya pertumbuhan bakteri pada alat set sirkumsisi. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan tidak didapatkan adanya pertumbuhan bakteri pada alat sirkumsisi yang telah dilakukan sterilisasi. Kata Kunci : Sterilisasi, alat bedah minor, bakteri

    0

    full texts

    4,897

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SLiMS Senayan Library Management System Repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇