Tadulako University

SLiMS Senayan Library Management System Repository
Not a member yet
    4897 research outputs found

    EFEKTIVITAS WOUND DRESSING GEL EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA L.) TERHADAP PEMBENTUKAN KOLAGEN DALAM PENYEMBUHAN LUKA BAKAR TIKUS WISTAR JANTAN (RATTUS NORVEGICUS)

    No full text
    EFEKTIVITAS WOUND DRESSING GEL EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) TERHADAP PEMBENTUKAN KOLAGEN DALAM PENYEMBUHAN LUKA BAKAR TIKUS WISTAR JANTAN (Rattus norvegicus) Muhammad Mumtazmahal Al-fathonah1, William A. Sutanto2, Ryka Marina Walanda3 , Asrawati Sofyan4 , Junjun Fitriani5 1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2 Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 4Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 5Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Luka bakar adalah kondisi rusakya jaringan organik kulit akibat paparan termal. Menurut Riskesdas (2018), angka kejadian luka bakar pada tahun 2018 sebanyak 1.701 kasus. Lamanya waktu penyembuhan dan metode penanganan yang kurang tepat menjadi penyebab tingginya angka mortalitas kejadian luka bakar. Penggunaan Bioplacenton sebagai obat konvensional luka bakar menimbulkan masalah karena harga relatif mahal, keterbatasan kesediaan, serta menuai pro-kontra terkait kehalalannya. Daun kelor dapat menjadi salah satu alternatif dalam pengobatan luka bakar karena mengandung metabolisme sekunder seperti flavonoid, saponin, tannin, dan alkaloid yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Besarnya potensial alam yang dimiliki juga menjadi salah satu unggulan dalam pemanfaatan daun kelor. Tujuan: Mengetahui efektivitas wound dressing gel ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) terhadap pembentukan kolagen dalam penyembuhan luka bakar tikus wistar jantan (Rattus Norvegicus). Metode: Penelitian menggunakan desain quasi eksperimental secara in vivo kategori post control group design dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 15 tikus yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi terbagi dalam 5 kelompok, yakni kelompok kontrol positif (Bioplacenton), kelompok kontrol negatif (Basis gel), Kelompok perlakuan esktrak kelor 10%, 20%. Dan 40%. Hasil: Analisis data didapatkan hasil uji Saphiro-Wilk menunjukkan nilai sig>0.05 yang artinya data terdistribusi normal, kemudian dilanjutkan uji Oneway Anova didapatkan nilai sig>0,05 dengan hasil menunjukkan tidak terdapat nilai signifikansi antarkelompok sehingga uji post hoc tidak perlu dilakukan. Kesimpulan: Pemberian gel ekstrak daun kelor tidak memberikan efektivitas yang signifikan terhadap pembentukan kepadatan kolagen dalam penyembuhan luka bakar pada hewan coba. Kata Kunci: Daun Kelor, Luka Bakar, Gel Ekstrak Kelor

    HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN KONDISI FISIK RUMAH MASYARAKAT DENGAN KEJADIAN FILARIASIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALEKE, KECAMATAN DOLO BARAT, KABUPATEN SIGI, SULAWESI TENGAH

    No full text
    HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN KONDISI FISIK RUMAH MASYARAKAT DENGAN KEJADIAN FILARIASIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALEKE, KECAMATAN DOLO BARAT, KABUPATEN SIGI, SULAWESI TENGAH *Arwini Latif**Vera Diana Towidjojo***Ketut Suarayasa****Junjun Fitriani *Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **Dosen Bagian Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ***Dosen Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ****Dosen Bagian Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Filariasis atau kaki gajah adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh parasit berupa cacing filaria, dan merupakan penyakit tropis yang terabaikan (Negleted Tropical Diseases atau NTD). Pada dasarnya individu dapat tertular filariasis disebabkan oleh faktor usia, jenis kelamin, perkerjaan, pendidikan dan kondisi fisik rumah masyarakat. Tujuan: Untuk mengetahui distribusi serta hubungan usia, jenis kelamin, Pendidikan, pekerjaan dan kondisi fisik rumah masyarakat dengan kejadian filariasis di wilayah kerja Puskesmas Kaleke, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Metode: Penelitian analitik observasional dengan rancangan case control. Sampel terdiri dari kelompok kasus 8 orang dan kontrol 24 orang, dengan perbandingan 1:3 yang dipilih berdasarkan umur, jenis kelamin, dan alamat sebagai matching. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling untuk kelompok kasus dan purposive sampling untuk kelompok kontrol. Analisis menggunakan fisher's exact test untuk mengetahui hubungan antar variabel, dengan nilai Odds Ratio (OR) untuk mengukur kekuatan hubungan. Hasil: Distribusi responden menunjukkan mayoritas kelompok kasus berada pada usia berisiko (87,5%), berjenis kelamin perempuan (75%), berpendidikan rendah (100%), dan bekerja sebagai petani (75%). Sebagian besar rumah kelompok kasus memiliki ventilasi tanpa kawat kasa (75%), plafon rumah yang buruk (100%), serta dinding rumah yang baik (75%). Analisis menunjukkan tidak ada hubungan antara antara usia (OR 0,709; p-value 1,000), jenis kelamin (OR 1,000; p-value 1,000), pendidikan (OR 2,767; p-value 0,555), pekerjaan (OR 5,000; p-value 0,106), ventilasi kawat kasa (OR 0,062; p-value 0,056), plafon rumah (OR 7,286; p-value 0,150), dan dinding rumah (OR 0,394; p-value 0,420) dengan kejadian filariasis. Kesimpulan: Distribusi karakteristik menunjukkan kelompok kasus lebih banyak berada pada usia berisiko, berjenis kelamin perempuan, berpendidikan rendah, dan bekerja sebagai petani, dengan kondisi rumah yang buruk pada ventilasi, plafon, dan baik pada dinding. Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, penggunaan kawat kasa pada ventilasi rumah, kondisi plafon rumah, dan kondisi dinding rumah dengan kejadian filariasis. Kata Kunci: Filariasis, faktor risiko, karakteristik, kondisi fisik ruma

    HUBUNGAN PENGETAHUAN TEKNIK MENYUSUI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA BEKA KECAMATAN MARAWOLA KABUPATEN SIGI

    No full text
    HUBUNGAN PENGETAHUAN TEKNIK MENYUSUI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BAYI USIA 24-59 BULAN DI DESA BEKA KECAMATAN MARAWOLA KABUPATEN SIGI Alfi Syahriana D.*, Elly Yane Bangkele**, I Putu Fery Immanuel White***, Andi Nur Asrinawaty**** *Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ***Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ****Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Menurut Kemenkes, stunting adalah bayi di bawah lima tahun (Balita) yang memiliki nilai Z-score yang kurang dari -2.00 standar deviasi (SD) dan kurang dari -3.00 SD, yang didasarkan pada penilaian indeks panjang badan (PB) atau tinggi badan (TB)/ Umur (U). Stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 HPK (Hari Pertama Kehidupan), sehingga setelah bayi lahir pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama dan cara menyusui yang benar sangat penting dalam mencegah kekurangan gizi kronis. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang teknik menyusui dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Beka. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case-control dengan total 60 responden (30 kasus dan 30 kontrol). Data diperoleh melalui kuesioner mengenai pengetahuan teknik menyusui dan pengukuran tinggi badan balita menggunakan microtoise. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat (uji chi-square), dan multivariat (regresi logistik). Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan Ibu dengan tingkat pengetahuan rendah lebih banyak didapatkan pada kelompok Stunting yaitu 63,3% sedangkan tingkat pengetahuan tinggi lebih banyak didapatkan pada kelompok tidak stunting yaitu 76,7%. Hasil uji bivariat menggunakan Chi-Square didapatkan P-Value 0,004 (OR= 5.675, CI= 1.841-17.494). Pada uji multivariat menggunakan uji regresi logistik model faktor risiko didapatkan P-value 0.001 (OR= 7.572, CI= 2.210- 25.945), dan terdapat variabel konfounder yaitu Pendidikan ibu. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan teknik menyusui dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Beka, Kec Marawola, Kab. Sigi. Kata Kunci: Stunting dan Teknik menyusui

    EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura L) DENGAN METODE INFUSA SEBAGAI TERAPI HIPERGLIKEMI TERHADAP TIKUS PUTIH GALUR WISTAR (Rattus norvegicus)

    No full text
    EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura L) DENGAN METODE INFUSA SEBAGAI TERAPI HIPERGLIKEMI TERHADAP TIKUS PUTIH GALUR WISTAR (Rattus Norvegicus) Aulia Sri Arfiyanti Utami1, Nur Syamsi2, Asrawati Sofyan3, Christin Rony Nayoan4 1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 4Departemen THT-KL, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa 150 juta orang di seluruh dunia diperkirakan menderita diabetes melitus. Pada terapi hiperglikemia dapat dilakukan dengan cara meresepkan obat antihiperglikemi oral atau kombinasi obat antihiperglikemi oral dan suntikan hormon insulin. Penerapan alternatif seperti penggunaan obat herbal juga masih sering digunakan oleh masyarakat. Salah satunya adalah tanaman daun kersen yang mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid yang bermanfaat menurunkan kondisi hiperglikemi. Tujuan: Mengetahui efektivitas antihiperglikemi serta dosis yang paling efektif pada ekstrak daun kersen pada tikus putih jantan galur wistar yang di induksi dextrose 10%. Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian eksperimen murni dengan pre test dan post test control group design. Dalam penelitian ini sampel yang diperoleh sebanyak 18 tikus yang dibagi dalam 6 kelompok yang diambil dengan teknik non-probability sampling jenis purposive sampling. Hasil: Analisis data didapatkan hasil uji Saphiro-Wilk menunjukkan nilai sig>0.05 yang artinya data terdistribusi normal kemudian dilanjutkan uji Repeated Anova dan uji Post Hoc LSD menunjukkan kelompok dosis 1 (ekstrak 20%) daun kersen memiliki efek antihiperglikemi yang sama dengan kontrol positif yang diberi glibenklamid dan secara klinis kelompok dosis 1 (ekstrak 20%) mengalami penurunan kadar gula darah yang paling signifikan dibandingkan kelompok konsentrasi ekstrak lainnya. Kesimpulan: Ekstrak daun kersen terbukti efektif sebagai antihiperglikemi dengan dosis yang paling efektif yaitu pemberian dosis ekstrak 20%. Kata Kunci: Muntingia calabura L, antihiperglikemi, rattus norvegicu

    HUBUNGAN KONSUMSI KOPI DENGAN KEJADIAN MIGRAIN PADA MAHASISWA PREKLINIK ANGKATAN 2023 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO

    No full text
    HUBUNGAN KONSUMSI KOPI DENGAN KEJADIAN MIGRAIN PADA MAHASISWA PREKLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO Nezba Yoah Bagariang*, M Sabir**, Rahma Badaruddin**, Muhammad Zainul Ramadhan** * Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ** Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ** Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako e-mail: [email protected] ABSTRAK Latar Belakang : Migrain adalah satu nyeri kepala primer yang bersifat multifaktor, unilateral, herediter, berlangsung 4-72 jam, dan mengalami gejala berulang, seperti, fotofobia, fonofobia, mual, muntah. Secara global, prevalensi kejadian migrain di seluruh dunia mencapai 10-14%. Indonesia berada diperingkat keempat negara dengan kejadian migrain terbanyak di dunia berjumlah 3,5 juta jiwa. Kopi merupakan minuman yang mempunyai kandungan kafein. Kafein merupakan psikostimulan yang paling banyak digunakan diseluruh dunia. Kafein sebagai antagonis reseptor adenosin yang dapat mempengaruh sistem saraf dan menimbulkan sakit kepala, khususnya sindrom migrain. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional menggunakan cross sectional. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini dilakukan secara langsung kepada responden menggunakan kuisioner. Teknik pengampilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling sebanyak 89 responden pada mahasiswa angkatan 2023 Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Hasil : Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 83 orang (93,3%) tidak mengalami migrain dan 6 orang (6,7%) mengalami migrain. Analisis data penelitian ini menggunakan uji Chi Square namun tidak memenuhi syarat sehingga dilanjutkan dengan analisis alternatif. Analisis alternatif tersebut menggunakan uji Fisher’s Exact sehingga diperoleh hasil p value = 0,191 (p > 0,05) menandakan tidak terdapat hubungan konsumsi kopi dengan kejadian migrain Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan konsumsi kopi dengan kejadian migrain pada mahasiswa preklinik angkatan 2023 Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako. Kata Kunci : Migrain, Kopi, Kafei

    PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) BERBAHAN LOKAL DENGAN PENINGKATAN STATUS GIZI PADA IBU HAMIL KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) DI PUSKESMAS MAMBORO TAHUN 2023

    No full text
    PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) BERBAHAN LOKAL DENGAN PENINGKATAN STATUS GIZI PADA IBU HAMIL KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) DI PUSKESMAS MAMBORO TAHUN 2023 Dhiya Ulhaq Setianingrum* , Ketut Suarayasa** *Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako *Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako ABSTRAK Pendahuluan: Pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal adalah makanan tambahan pangan lokal yang diberikan untuk meningkatkan status gizi sesuai standar yang telah ditetapkan. Sasaran dalam penerima makanan yaitu ibu hamil kekurangan energi kronis (KEK) dan ibu hamil risiko KEK. Kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil adalah kondisi kekurangan gizi yang telah menahun dan ditandai dengan ukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) pada ibu hamil < 23,5 cm. Tujuan: Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan lokal dengan peningkatan status gizi pada ibu hamil kekurangan energi kronis (KEK) di Puskesmas Mamboro tahun 2023. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan rancangan penelitian pretest-posttest design. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan Jumlah sampel sebanyak 34 sampel. Analisis bivariat menggunakan uji statistik Uji Wilcoxon. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 34 sampel memiliki pengaruh peningkatan status gizi (LiLA) setelah PMT berbahan lokal (100%) (p value = 0.000). Adapun rata-rata LiLA ibu hamil sebelum mendapatkan PMT berbahan lokal adalah 22.021 dengan standard deviasi 0.7714. Rata-rata LiLA ibu hamil sesudah mendapatkan PMT berbahan lokal adalah 23.853 dengan standard deviasi 0.2620. Berdasarkan lama PMT berbahan lokal, pemberian selama 60 – 120 hari merupakan lama efektifitas PMT berbahan lokal (n = 28) (p value : 0.000). Sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh PMT berbahan lokal terhadap peningkatan status gizi ibu hamil KEK di Puskesmas Mamboro Tahun 2023 dan efektifitas lama PMT berbahan lokal ialah selama 60 – 120 hari. Kata Kunci : Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbahan Lokal, Lingkar Lengan Atas, Kekurangan Energi Kronis (KEK

    PENGARUH KADAR HEMOGLOBIN PREOPERATIF TERHADAP DERAJAT PERDARAHAN INTRAOPERATIF PADA PERSALINAN SECTIO CAESAREA

    No full text
    PENGARUH KADAR HEMOGLOBIN PREOPERATIF TERHADAP DERAJAT PERDARAHAN INTRAOPERATIF PADA PERSALINAN SECTIO CAESAREA Dimas Muria1, Imtihanah Amri2, Haerani Harun3, Junjun Fitriani4 1Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Bagian Anestesiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Bagian Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 4Bagian Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Wanita hamil sangat rentan mengalami anemia akibat perubahan fisiologi yang terjadi selama kehamilan. Kondisi anemia menyebabkan persalinan menjadi lebih berisiko terutama pada persalinan sectio caesarea. Sectio caesarea semakin diminati tidak hanya karena alasan klinis tetapi juga karena alasan kenyamanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar hemoglobin preoperatif terhadap derajat perdarahan intraoperatif pada persalinan sectio caesarea. Metode: Metode yang digunakan adalah analitik observasional secara cross sectional, melibatkan 85 wanita hamil yang melahirkan menggunakan metode sectio caesarea di RSUD Anutapura pada tahun 2023 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Uji Spearman rank digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel bebas (Kadar hemoglobin preoperatif) dengan variabel terikat (Derajat perdarahan intraoperatif). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi yaitu p=0,000 (p< 0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan (bermakna), dengan nilai koefisien korelasi yaitu r=0,565 yang menunjukkan korelasi positif yang kuat. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara kedua variabel, di mana semakin rendah kadar hemoglobin preoperatif, maka derajat perdarahan intraoperatif pada persalinan sectio caesarea akan semakin meningkat. Kata Kunci: Anemia dalam kehamilan, kadar hemoglobin preoperatif, derajat perdarahan intraoperatif, sectio caesare

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN FILARIASIS DI DESA PESAKU, KECAMATAN DOLO BARAT, KABUPATEN SIGI, SULAWESI TENGAH

    No full text
    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN FILARIASIS DI DESA PESAKU, KECAMATAN DOLO BARAT, KABUPATEN SIGI, SULAWESI TENGAH Oldies Hadasa Sebayang1, Vera Diana Towidjojo2, 3Ketut Suarayasa, 4Nur Syamsi 1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Dosen Bagian Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Dosen Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 4Dosen Bagian Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako e-mail: [email protected] ABSTRAK Pendahuluan: Filariasis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh cacing filaria dan dikenal sebagai penyakit kaki gajah karena pembengkakan signifikan pada tungkai. Menurut Dinas Kesehatan Sigi, kasus filariasis tertinggi terdapat di wilayah kerja Puskesmas Kaleke, Kecamatan Dolo Barat. Data Puskesmas Kaleke tahun 2019-2021 menunjukkan Desa Pesaku memiliki kasus tertinggi. Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat perlu didorong dengan meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang filariasis untuk mengubah kebiasaan yang mendukung penularannya. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap perilaku pencegahan filariasis di Desa Pesaku, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan proportional random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 92 responden. Prosedur pengambilan data dilakukan dengan instrumen berupa kuesioner. Uji statistik yang dilakukan yaitu uji chi-square. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 92 sampel, tingkat pengetahuan tentang filariasis tertinggi pada kategori cukup sebanyak 59 orang (64,1%). Sikap tentang filariasis tertinggi pada kategori baik sebanyak 88 orang (95,7%). Perilaku tentang filariasis tertinggi pada kategori kurang sebanyak 46 orang (50,0%). Hasil analisis menggunakan uji chi-square, untuk hubungan pengetahuan dan perilaku pencegahan filariasis yaitu p-value = 0,068. Sedangkan hubungan sikap dan perilaku pencegahan filariasis yaitu p-value = 0,682. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan filariasis dan tidak terdapat hubungan antara sikap dengan perilaku pencegahan filariasis pada masyarakat di Desa Pesaku, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Kata Kunci: Filariasis, Pengetahuan, Sikap, Perilaku Pencegaha

    UJI CEMARAN BAKTERI COLIFORM PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG (DAMIU) DI KELURAHAN TONDO KOTA PALU SULAWESI TENGAH

    No full text
    IDENTIFIKASI BAKTERI COLIFORM PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG (DAMIU) DI KELURAHAN TONDO KOTA PALU, SULAWESI TENGAH Nadiyah Salsabila Humris*, Tri Setyawati**, M. Sabir***, A. Nur Asrinawaty*** *Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako ***Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako e-mail: [email protected] ABSTRAK Latar Belakang: Air merupakan kebutuhan utama setiap makhluk hidup, terutama manusia. Manusia tidak dapat hidup apabila tidak mengkonsumsi air Air minum yang dikonsumsi harus memiliki kualitas yang baik. Depot air minum isi ulang sebagai salah satu sumber penyedia air minum, saat ini banyak diminati oleh masyarakat karena lebih murah, praktis dan mudah didapatkan. Tujuan: Mengetahui cemaran bakteri coliform dalam sampel air dari berbagai depot air minum isi ulang di Kelurahan Tondo Kota Palu. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Sampel berjumlah 16 dan pemeriksaan sampe dilakukan dengan uji MPN menggunakan media Lactosa Broth dan apabila terkonfirmasi positif dilanjutkan menggunakan media Brillian Green Lactose Bile Broth. Hasil: Hasil kultur ke – 16 sampel tidak didapatkan adanya pertumbuhan bakteri pada media Lactosa Broth atau total coliform 0 CFU/100 ml ditandai dengan tidak terbentuknya gas pada tabung durham. Kesimpulan: Uji cemaran bakteri coliform pada sampel air minum isi ulang di Kelurahan Tondo Kota Palu Sulawesi Tengah yang berjumlah 16 sampel pada media Lactosa Broth tidak terdapat adanya bakteri coliform pada ke – 16 sampel air minum isi ulang yang telah diteliti sehingga sampel air minum dikatakan baik dan layak konsumsi sesuai dengan Permenkes No. 2 tahun 2023

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN TERHADAP KEBERHASILAN PENGOBATAN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NOSARARA KOTA PALU

    No full text
    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN TERHADAP KEBERHASILAN PENGOBATAN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NOSARARA KOTA PALU Khaerunnisa* Nur Syamsi** *Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **Departeman Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Pendahuluan : Berdasarkan data dari WHO, menunjukkan prevalensi TB di dunia mengalami peningkatan dan Indonesia berada pada peringkat ketiga tertinggi kasus TB setelah India dan Cina. Banyak Faktor yang berpengaruh dalam keberhasilan pengobatan TB Paru berdasarakan data WHO keberhasilan pengobatan pasien TB selama 10 tahun dengan data tertinggi pada tahun 2010 sebesar 89,2% sedangkan pada tahun 2020 keberhasilan pengobatan berada pada angka 82,7% dan mengalami peningkatan di tahun 2021 sebesar 83%. Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan terhadap keberhasilan pengobatan TB Paru di wilayah kerja puskesmas Nosarara Kota Palu. Metode : Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian observasional yang dilakukan dengan metode survey analytic. Penelitian dengan pendekatan cross sectional adalah salah satu desain penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan terhadap keberhasilan pengobatan TB Paru di Puskesmas Nosarara. Hasil : Hasil yang didapatkan adalah adanya hubungan signifikan antara Tingkat Pendidikan, Efek Samping OAT, Sikap Petugas Kesehatan, Dukungan Keluarga dan Pekerjaan terhadap Keberhasilan Pengobatan TB Paru dengan P-Value 0,000; 0,004; 0,029; 0,012; 0,043. Tidak adanya hubungan yang signifikan antara Wilayah Tempat Tinggal, Akses Pelayanan dan Penghasilan terhadap Keberhasilan Pengobatan TB Paru dengan P-Value 0,439; 1,000; 1,000. Kesimpulan : Adanya faktor yang hubungan terhadap Keberhasilan Pengobatan TB Paru yaitu Tingkat Pendidikan, Efek Samping OAT, Sikap Petugas Kesehatan, Dukungan Keluarga dan Pekerjaan. Adanya faktor yang tidak hubungan terhadap Keberhasilan Pengobatan TB Paru yaitu Wilayah Tempat Tinggal, Akses Pelayanan dan Penghasilan. Kata Kunci : Faktor, Keberhasilan Pengobatan, TB Paru

    0

    full texts

    4,897

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SLiMS Senayan Library Management System Repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇