4897 research outputs found
Sort by
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Tenaga Kesehatan tentang Konsep Pelayanan Kesehatan Primer terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Bulili.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENAGA KESEHATAN TENTANG KONSEP PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS BULILI
Arin Arumdhani1, Elli Yane Bangkele2, Miranti2, Amirah Basry3
1 Mahasiswa Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2 Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
3 Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Layanan primer merupakan kontak pertama pasien untuk dapat merasakan pelayanan kesehatan dari seorang profesional. Puskesmas sebagai penyedia jasa layanan primer berperan sebagai unit pelayanan kesehatan tingkat pertama dan terdepan dalam sistem pelayanan kesehatan. Puskesmas harus mampu memaksimalkan kualitas sumber daya manusia untuk dapat menjalankan tugas tersebut. Tenaga kesehatan berperan penting dalam perencanaan, implementasi, kontrol hingga evaluasi pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan primer yang bermutu ditentukan oleh profesionalisme dan kompetensi tenaga kesehatan. Pengetahuan dan sikap dari tenaga kesehatan memberikan pengaruh terhadap kepuasan pasien sebagai pengguna jasa pelayanan kesehatan. Kepuasan pasien merupakan perasaan senang dan puas karena terpenuhinya harapan dalam menerima jasa pelayanan kesehatan. Kepuasan pasien digunakan sebagai parameter dalam mengukur kualitas sebuah layanan.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap tenaga kesehatan tentang konsep pelayanan kesehatan primer terhadap tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Bulili
Metode: Penelitian ini berupa observasional analitik dengan desain study cross sectional. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik accidental sampling. Jumlah sampel sebanyak 96 pengunjung yang berobat ke Puskesmas Bulili selama bulan Agustus tahun 2023. Data penelitian dianalisis menggunakan uji Rank Spearman.
Hasil: Uji Rank Spearman menunjukkan hubungan pengetahuan dan sikap tenaga kesehatan tentang konsep layanan kesehatan primer terhadap kepuasan pasien memiliki nilai p-value sebesar 0,001 yang bermakna secara statistik.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap tenaga kesehatan tentang konsep layanan kesehatan terhadap tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Bulili.
Kata Kunci: Layanan kesehatan primer, puskesmas, tenaga kesehatan, kepuasan pasie
Kepatuhan Berobat Pasien Diabetes Melitus Diwilayah Kerja Puskesmas Kawatuna Dikelurahan Lasoani.
PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO
Karya Tulis Ilmiah, Mei 2024 Risnawati R. Noho
KEPATUHAN BEROBAT PASIEN DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KAWATUNA DI KELURAHAN LASOANI
ABSTRAK
Diabetes Melitus adalah kondisi kronis yang terjadi ketika kadar glukosa darah meningkat karena tubuh tidak dapat menghasilkan dengan cukup atau karena tidak ada insulin atau insulin yang dihasilkan tidak dapat berfungsi dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran Kepatuhan Berobat Pasien Diabetes Melitus Di wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kawatuna Di kelurahan Lasoani. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian deskriptif untuk mengetahui Kepatuhan Berobat Pasien Diabetes Melitus Diwilayah Kerja UPTD Puskesmas Kawatuna Dikelurahan Lasoani. Jumlah sampel 62 menggunakan rumus slovin. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa Sebagian besar responden patuh adalah sebanyak 41 responden (66,12%), kurang patuh 15 responden (24,19%) dan tidak patuh 6 responden (9,67%). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa Gambaran Kepatuhan Berobat Pasien Diabetes Melitus Di wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kawatuna Di kelurahan Lasoani Sebagian besar patuh.
Kata Kunci: Kepatuhan, Berobat, Diabetes Melitus
Pengaruh Self-Control Terhadap Kecenderungan Nomophobia (No Mobile Phone Phobia) Pada Mahasiswa Angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako.
PENGARUH SELF-CONTROL TERHADAP KECENDERUNGAN NOMOPHOBIA (NO MOBILE PHONE PHOBIA) PADA MAHASISWA ANGKATAN 2021 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO
Resmi*., Muhammad Ardi Munir **., Christin Rony Nayoan***., Ryka Marina Walanda ****
*Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
***Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
****Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Penggunaan ponsel tidak hanya memberikan dampak positif, tetapi juga dapat memberikan dampak yang negatif. Ketika penggunaan ponsel digunakan secara berlebihan maka dapat menimbulkan ketergantungan, karena penggunanya akan merasa cemas ketika berada jauh dari ponselnya. Nomophobia berkaitan dengan perilaku seseorang dalam menggunakan ponsel secara berlebihan. Self control memiliki peran penting dalam membina dan mengordinasi tingkah laku untuk mengcapai tujuan yang positif. kontrol diri yang baik dapat mengatur perilakunya dengan baik, begitupun sebaliknya.
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh Self Control terhadap kecenderungan Nomophobia (No Mobile Phone Phobia) pada mahasiswa angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako.
Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain analisis penelitian observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif cross sectional. Penentuan sampel berdasarkan kriteria inklusi dari peneliti kemudian menggunakan rumus slovin sehingga sampel yang didapatkan yaitu 62 mahasiswa. Data yang diperoleh berdasarkan hasil penyebaran kuesioner.
Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, tingkat self control pada mahasiswa angakatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako berada pada kategori negatif yaitu (54,8%). Untuk tingkat nomophobia terbanyak berada pada kategori sedang yaitu (54,8%). Perempuan lebih banyak mengalami nomophobia dibandingkan dengan laki-laki. Berdasarkan hasil uji spearman rho didapatkan nilai p sebesar 0,037 (
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Di Puskesmas Birobuli Pada Tahun 2022.
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Di Puskesmas Birobuli Pada Tahun 2022
Moh. Ibnu Azhar*, Junjun Fitriani**, Elli Yane Bangkele***, Miranti****
*Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
***Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
e-mail: [email protected]
ABSTRAK
Latar Belakang : Stunting merupakan masalah gizi yang dapat menghambat perkembangan fisik dan mental anak. Faktor yang dapat menjadi risiko kejadian stunting pada balita adalah kurangnya asupan gizi pada bayi, terutama asupan gizi terbaik untuk bayi atau ASI. WHO mengumpulkan data prevalensi stunting, menemukan bahwa Indonesia dianggap sebagai negara ke-3 dengan prevalensi tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Prevalensi stunting pada baduta di Sulawesi Tengah pada tahun 2007, 2011 dan 2016 berturut-turut 32,3%, 31,5% dan 26,0%. Dalam 9 tahun terakhir terjadi penurunan 6,2% atau rata-rata 0,6% per tahun. ASI eksklusif telah dilaporkan efektif untuk menjaga pertumbuhan optimal anak usia dini, oleh karena itu tujuan dari penelitian ini untuk meneliti hubungan pemberian asi eksklusif dengan kejadian stunting di puskesmas Birobuli pada tahun 2022.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasi analitik menggunakan pendekatan cross sectional untuk melihat analisis hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting di puskesmas Birobuli. Sampel dari penelitian ini merupakan sebagian dari seluruh objek yang diteliti dan dianggap mewakili populasi. Sampel dalam penelitian ini adalah anak yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel akan diambil menggunakan Teknik Non-Random Consecutive. Untuk menentukan jumlah sampel minimal yang akan diambil menggunakan rumus Slovin, sehingga jumlah sampel adalah 44 balita.
Hasil: Hasil analisis menggunakan chi square dan pengujian statistik menggunakan SPSS yang dilakukan terhadap pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Birobuli, didapatkan hasil p = 0,009 sehingga
Tingkat Pengetahuan Penderita Hipertensi Tentang Kepatuhan Minum Obat Di Wilayah Kerja Puskesmas Kawatuna Kelurahan Lasoani.
ABSTRAK
TINGKAT PENGETAHUAN PENDERITA HIPERTENSI TENTANG KEPATUHAN MINUM OBAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAWATUNA KELURAHAN LASOANI TAHUN 2024
Yulianingsih Tariwi
Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
Ns. Windu Unggun Cahya Jalu Putra, M. Kep
Latar Belakang : Hipertensi merupakan penyebab utama kematian dini di seluruh dunia. Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik rata-rata ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg. Tujuan : Mengidentifikasi tingkat pengetahuan Penderita Hipertensi Tentang kepatuhan minum obat di Wilayah Kerja Puskesmas Kawatuna Kelurahan Lasoani. Metode : Metode penelitian yang di gunakan oleh peneliiti adalah kuantitatif, dengan pendekatan deskriptif. Hasil : Hasil penelitian terhadap 96 responden didapatkan bahwah responden terbanyak adalah pengetahuan kurang mengenai Tingkat Pengetahuan Penderita Hipertensi Tentang kepatuhan minum obat yaitu 63 responden (65,6%), sedangkan responden paling sedikit adalah pengetahuan baik yaitu 6 responden (6,3%). Kesimpulan : Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan penderita hipertensi dalam mengenal penyakit hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kawatuna Kelurahan Lasoani memiliki pengetahuan kurang. Saran : Penelitian ini hanya gambaran tingkat pengetahuan tentang kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi, sehingga belum dapat membuktikan secara signifikan dari hubungan atau pengeruh pengetahuan tersebut terhadap kondisi hipertensi pasien.
Kata Kunci : Pengetahuan, Hipertensi, Kepatuha
Implementasi Terapi Okupasi : Menggambar Untuk Mengatasi Halusinasi Pada Pasien Dirumah Sakit Umu Daerah Madani Provinsi Sulawesi Tengah.
ABSTRAK
Implementasi Terapi Okupasi : Menggambar Untuk Mengatasi Halusinasi Pada Pasien Di Rumah Sakit Umum Daerah Madani Provinsi Sulawesi Tengah
STEBY PATRISIA MOGELEA (2024)
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO
Ns. SUKRANG. S.Kep, M.Kep
Masalah kesehatan yang serius adalah gangguan jiwa karena jumlah kasusnya yang terus meningkat, termasuk penyakit kronis seperti skizofrenia yang dapat mempengaruhi kemampuan berpikir individu yang terkena dampaknya. Sebagai hasilnya, penderita skizofrenia mengalami kesulitan dalam berpikir secara jelas, mengatur emosi, dan berinteraksi sosial dengan orang lain. Skizofrenia merupakan suatu penyakit yang mempengaruhi otak dan menyebabkan timbulnya pikiran, emosi, persepsi, gerakan dan perilaku yang aneh. Karya tulis ilmiah ini difokuskan pada studi kasus secara deskriptif. Studi kasus ini menggunakan proses keperawatan secara komprehensif meliputi pengkajian keperawatan, diagnosis keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan, evaluasi keperawatan, dokumentasi keperawatan, dan analisis intervensi. Desain studi kasus ini melaporkan perbandingan dari hasil asuhan keperawatan antara pasien yang mengalami halusinasi dengan pemberian Terapi Okupasi : Menggambar di Rumah Sakit Umum Daerah Madani Provinsi Sulawesi Tengah. Hasil studi kasus pada penelitian ini menunjukkan bahwa dengan Terapi Okupasi : Menggambar pada kedua pasien selama 7 hari dengan 21 interaksi untuk mengurangi halusinasi dengan pemberian terapi Okupasi : menggambar. Kedua pasien sangat termotivasi untuk segera sembuh dan semangat untuk melakukan terapi Okupasi : Menggambar sehingga halusinasi yang dialami oleh kedua pasien dalam berkurang secara bertahap. Setelah penulisan melakukan implementasi keperawatan jiwa selama 7 hari dengan 21 kali interaksi penulis menyimpulkan pemberian terapi okupasi menggambar ini dapat mencegah bisikan pendengaran pada pasien yang mengalami gangguan jiwa dengan masalah Gangguan Persepsi Sensori Halusinasi Pendengaran. Terapi Okupasi : Menggambar dapat mengubah perilaku pasien dari perilaku maladaptive yaitu mendengar suara bisikan menjadi adaptif yaitu tidak mendengar suara bisikan lagi.
Kata kunci : Implementasi keperawatan, Terapi Okupasi ; Menggambar, Halusinasi
Hubungan Pengetahahuan Ibu Tentang Pemberian MPASI Pada Balita 6-24 Bulan Dengan Status Gizi Balita di Kelurahan Kawatuna.
ABSTRAK
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN MPASI PADA BALITA 6-24 BULAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI KELURAHAN KAWATUNA
NOPRIYANTI OLII
Makanan Pendamping Air susu ibu (MPASI) adalah makanan atau minuman mengandung gizi yang diberikan kepada bayi atau anak usia 6 sampai 24 bulan untuk memenuhi kebutuhan gizi selain Air susu ibu (ASI) Makanan pengganti ASI (MPASI) merupakan peralihan dari konsumsi produk susu ke makanan semi padat.Tujuan penelitian ini adalah diketahuinnya hubungan pengetahuan ibu tentang pemberian MPASI pada balita dengan Status Gizi balita di kelurahan Kawatuna. tumbuh kembang bayi akan terganggu jika tubuhnya tidak mendapat asupan makanan pendamping ASI atau MPASI yang tidak mencukupi pada usia 6 bulan. Sejak usia enam bulan, kebutuhan energi dan nutrisi bayi mulai melebihi kebutuhan ASI. dan makanan pendamping harus mampu memenuhi kebutuhan ini.Antara usia 6 dan 24 bulan, bayi yang sedang berkembang sudah siap menerima makanan lain
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross secetional study untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang pemberian MPASI dengan Status Gizi jumlah sampel 25 menggunakan rumus slovin dan ditambah 10% untuk mengantisipasi kesalahan (buffer). jumlah sampel yang di ambil adalah 27 sampel. Pengumpulan data menggunakan kusioner dengan Analisa uji chi-square menggunakan program SPSS.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Sebagian besar responden mengetahui Status gizi Baik 22 (81,5%) sedangkan ibu yang kurang mengetahui status gizi ada 5 (18,5) kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan pengetahuan ibu tentang pemberian MPASI dengan nilai p- value sebesar,0,000. dengan status gizi balita di kelurahan kawatuna
Memberikan gambaran secara objektif kepada Puskesmas kawatuna tentang tingkat pengetahuan ibu dengan pemberian makanan pendamping ASI terlalu sehingga dapat menurunkan pemberian makanan pendamping ASI terlalu dini dan meningkatkan keberhasilan pelaksanaan ASI Eksklusif
Kata kunci : Pengetahuan ibu tentang pemberian MPASI, Status Gizi Balita
Hubungan Karakteristik Ibu Balita Terhadap Pemilihan Tenaga Penolong Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Tinggede Kabupaten Sigi.
Hubungan Karakteristik Ibu Balita Terhadap Pemilihan Tenaga Penolong Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Tinggede
Amira Mutia Nadhila (2024)
Program Studi DIII Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
Badariati, SST., M. Kes.
ABSRTAK
Angka kematian Ibu (AKI) merupakan indikator penting derajat kesehatan masyarakat suatu negara. Strategi Pelayanan Kesehatan selama sepuluh tahun terakhir telah menegaskan bahwa pada setiap kelahiran seorang tenaga kesehatan memberikan bantuan dengan permintaan untuk mengurangi kematian ibu dan bayi. energi di kantor kesehatan. Perilaku ibu balita dalam memilih tenaga penolong persalinan di pengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang langsung dalam diri ibu maupun dari luar. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan karakteristik ibu balita terhadap pemilihan tenaga penolong persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Tinggede. Jenis penelitian dengan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian adalah ibu bersalin di Puskesmas Tinggede tahun 2022 berjumlah 223. Jumlah sampel 69 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Tidak ada hubungan pekerjaan ibu balita terhadap pemilihan persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Tinggede. Ada hubungan pendidikan ibu balita terhadap pemilihan persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Tinggede. Ada hubungan budaya ibu balita terhadap pemilihan persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Tinggede. Tidak ada hubungan usia ibu balita terhadap pemilihan persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Tinggede. Tidak ada hubungan paritas ibu balita terhadap pemilihan persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Tinggede. Disarankan Puskesmas Tinggede aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pemerikasaan kesehatan dan pertolongan kesehatan oleh ibu bersalin ke tenaga medis
Kata Kunci : Persalinan, Pekerjaan, Pendidikan, Budaya, Usia, Parita
HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN MALARIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS BULILI
HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN MALARIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS BULILI
Risti Rahmatunnisa Lasadi 1, Nur Indang 2, Ketut Suarayasa3, Devi Oktafiani 4
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2 Departemen Parasit, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
4Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
e-mail: [email protected]
ABSTRAK
Latar Belakang: Malaria merupakan penyakit berbahaya yang disebabkan oleh Plasmodium dan ditularkan melalui nyamuk Anopheles sp. Penyakit ini dapat menginfeksi semua kelompok manusia, termasuk ibu hamil, dan berdampak buruk pada mortalitas dan morbiditas. Indonesia merupakan salah satu negara dengan wilayah endemis malaria terbesar di dunia. Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu, merupakan daerah endemis malaria dengan kasus yang signifikan. Pengetahuan dan perilaku masyarakat, terutama ibu hamil, dalam mencegah malaria sangat penting untuk menurunkan angka kematian.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan terhadap perilaku pencegahan malaria pada ibu hamil di Puskesmas Bulili.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian yang bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Populasi dari penelitian ini sebesar 110 ibu hamil dengan sampel penelitian 87 ibu hamil. Data ini diambil di Poli KIA Puskesmas Bulili dan pengambilan data pada ibu hamil dengan mengisi instrumen penelitian yaitu kuesioner (data primer) . Uji statistik yang digunakan yaitu uji non parametrik menggunakan uji korelasi Spearman.
Hasil: Hasil didapatkan pengetahuan yang baik (60,9%), perilaku pencegahan malaria dengan kategori sedang (71,3%). Uji korelasi Spearman nilai p = 0,001 (p > 0,05) yang berarti adanya hubungan pengetahuan terhadap perilaku pencegahan malaria pada ibu hamil di Puskesmas Bulili.
Kesimpulan:Terdapat hubungan pengetahuan terhadap perilaku pencegahan malaria pada ibu hamil di Puskesmas Bulili
Kata Kunci: Pengatahuan, Perilaku Pencegahan Malari
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TORA BELO KABUPATEN SIGI TAHUN 2023
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TORA BELO KABUPATEN SIGI TAHUN 2023
Moh. Rivaldo Tantu*, I Putu Fery Immanuel White**, Junjun Fitriani P***, Mohmammad Zainul Ramadhan****
*Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
***Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
****Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
E-mail: [email protected]
ABSTRAK
Latar Belakang: Angka kematian ibu di dunia sangat tinggi sekitar 287.000 pada tahun 2020. Preeklampsia menjadi salah satu penyebab kematian ibu di dunia. Preeklampsia didefinisikan sebagai hipertensi onset baru dengan proteinuria yang signifikan setelah usia 20 minggu kehamilan.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan usia, riwayat hipertensi, status gravida, tingkat pendidikan, dan obesitas dengan kejadian preeklampsia di RSUD Tora Belo tahun 2023.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain case control. Penelitian dilakukan di RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi pada ibu hamil dari Januari 2023 sampai Desember 2023. Sampel penelitian ini berjumlah 138 untuk kelompok kasus dan kontrol menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan univariat dan bivariat.
Hasil: Faktor-faktor yang signifikan secara statistik berhubungan dengan preeklampsia adalah riwayat hipertensi (P value 0,038 OR 3,772 95%CI 1,164-12,231), status gravida (P value 0,040 OR 2,168 95%CI 1,039-4,301), dan obesitas (P value 0,002 OR 3,036 95%CI 1,461-6,313). Faktor-faktor yang tidak berhubungan dengan preeklampsia adalah usia (P value 0,574 OR 0,754 95%CI 0,360-1,279), dan tingkat pendidikan (P value 0,372 OR 1,469 95%CI 0,726-2,973).
Kesimpulan: Riwayat hipertensi, status gravida, dan obesitas memiliki hubungan signifikan dengan kejadian preeklampsia.
Kata Kunci: Faktor risiko, preeklampsia, obesita