4897 research outputs found
Sort by
Gambaran tingkat pengetahuan lansia tentang posyandu di kelurahan lasoani kota palu.
PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS TADULAKO
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2024
MOH. DIMAS FAWAZZI
Gambaran tingkat pengetahuan lansia tentang posyandu di kelurahan lasoani kota palu
ABSTRAK
Posyandu Lanjut Usia merupakan pos pelayanan terpadu berbasis masyarakat yang memberikan pelayanan kesehatan kepada lanjut usia di wilayah tertentu. Sementara presentasi lansia yang berada di provinsi Sulawesi tengah tercatat di angka 9,63%, dan presentasi lansia yang berada di kota palu pada tahun 2023 tercatat di angka 71,3% mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya di angka 57,8%. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan lansia tentang psoyandu lansia di RT 02 RW 07 Kelurahan Lasoan. Dalam penelitian ini menggunakan desain descriptive Adapun desain ini merupakan desain penelitian dengan metode mengobservasi fenomena yang terdapat dalam suatu populasi. Penelitian menggunakan metode analisis deskriptif yang bertujuan untuk memberikan deskripsi atau gambarab mengenai subjek penelitian berdasarkan data variable yang diperoleh dari kelompok subjek tertentu Tingkat pengetahuan lansia tentang posyandu di RT 02 RW 07 Kelurahan Lasoani sebagian besar berada dalam kategori baik dengan frekuensi 27 lansia atau sebesar 67,5%. Dari hasil penelitian ketidakaktivan lansia disebabkan oleh ketidaktahuan lansia mengenai lokasi dilakukannya posyandu, dan pada daerah tersebut belum pernah diadakannya posyandu
PERBANDINGAN PENGARUH EDUKASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN MENGENAI TABLET TAMBAH DARAH ANTARA SISWI SMA LABSCHOOLUNTAD DENGAN SMA NEGERI 1 SINDUE
PERBANDINGAN PENGARUH EDUKASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN MENGENAI TABLET TAMBAH DARAH ANTARA SISWI SMA LABSCHOOL UNTAD DENGAN SMA NEGERI 1 SINDUE
Nurul Azizah Rusdin1, Nur Syamsi2, Puspita Sari3, Junjun Fitriani4
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2,4Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang : Anemia Defisiensi Besi (ADB) merupakan anemia yang paling sering terjadi di Indonesia. Pada umumnya, anemia dijumpai pada golongan rawan gizi salah satunya adalah anak-anak sekolah khususnya remaja putri (Rematri). Secara tidak langsung, ada berbagai faktor yang mempengaruhi kejadian anemia defisiensi besi pada remaja yaitu pola makan, pengetahuan mengenai anemia dan Tablet Tambah Darah (TTD). Kurangnya pengetahuan mengenai TTD mengakibatkan ketidakpatuhan remaja putri (rematri) untuk mengonsumsi TTD.
Tujuan : Untuk mengetahui perbandingan pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan mengenai tablet tambah darah antara siswi SMA Labschool Untad dan SMA Negeri 1 Sindue.
Metode : Penelitian ini bersifat observasional dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah siswi SMA Labschool Untad dengan SMA Negeri 1 Sindue. Sampel penelitian berjumlah 65 reponden dari SMA Labschool Untad dan 113 responden dari SMA Negeri 1 Sindue yang diambil dengan cara simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner.
Hasil : Dari hasil uji bivariat menggunakan uji Mann Whitney didaptkan tidak tedapat perbandingan pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan mengenai tablet tambah darah antara siswi SMA Labschool Untad dengan SMA Negeri 1 Sindue dengan nilai P = 0,543 (P>0,05) pada pretest dan P = 0,592 (P>0,05) pada posttest.
Kesimpulan : Tidak tedapat perbandingan pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan mengenai tablet tambah darah antara siswi SMA Labschool Untad dengan SMA Negeri 1 Sindue.
Kata Kunci : Anemia Defisiensi Besi, Edukasi Tablet Tambah Darah (TTD), Remaja putri
HUBUNGAN JUMLAH TROMBOSIT DENGAN INDEKS TROMBOSIT (MEAN PLATELET VOLUME DAN PLATELET DISTRIBUTION WIDTH) PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE DI RSUD UNDATA PALU TAHUN 2022 â 2023
HUBUNGAN JUMLAH TROMBOSIT DENGAN INDEKS TROMBOSIT (MEAN PLATELET VOLUME DAN PLATELET DISTRIBUTION WIDTH) PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE DI RSUD UNDATA PALU TAHUN 2022 – 2023
Celine Louisa Jeannette Tirza Tobing1, Rosa Dwi Wahyuni2, Vera Diana Towidjojo3, Nur Syamsi4
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
4Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan infeksi virus yang disebabkan oleh Virus Dengue (DENV). Dalam mendiagnosis DBD, pasien akan dilakukan berbagai pemeriksaan salah satunya pemeriksaan trombosit, pemeriksaan ini mencakup jumlah trombosit dan indeks trombosit. Pada pasien dengan infeksi dengue, akan terjadi penurunan produksi platelet yang berujung pada penurunan jumlah trombosit. Sebagai kompensasi, sumsum tulang akan menghasilkan trombosit yang lebih besar dan bervariasi sehingga hal tersebut menyebabkan peningkatan pada nilai Mean Platelet Volume dan Platelet Distribution Width.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jumlah trombosit dengan indeks trombosit (Mean Platelet Volume dan Platelet Distribution Width) pada pasien demam berdarah dengue di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu pada tahun 2022-2023
Metode: Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian observasional dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu total sampling. Analisis korelasi bivariat dilakukan menggunakan aplikasi SPSS.
Hasil: Hasil analisis menggunakan uji spearman pada jumlah trombosit dengan nilai Mean Platelet Volume menunjukkan nilai signifikansi p=0,006 dan nilai koefisien korelasi r=-0,293. Uji pada jumlah trombosit dengan nilai Platelet Distribution Width menunjukkan nilai signifikansi p=0,020 dan nilai koefisien korelasi r=0,250
Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara jumlah trombosit dengan nilai Mean Platelet Volume dan terdapat hubungan antara jumlah trombosit dengan Platelet Distribution Width pada pasien Demam Berdarah Dengue
Kata kunci : Demam berdarah dengue, jumlah trombosit, MPV, PD
PENGARUH AKTIVITAS FISIK (TES BALKE) TERHADAP PERBEDAAN KADAR GULA DARAH PUASA DAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO TAHUN 2024
PENGARUH AKTIVITAS FISIK (TES BALKE) TERHADAP PERBEDAAN KADAR GULA DARAH PUASA DAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO TAHUN 2024
Nabilah Dawriyah**, Rahma Badaruddin**, Budi Dharmono Tulaka***, Mohammad Zainul Ramadhan**
* Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
** Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
***Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
e-mail: [email protected]
ABSTRAK
Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit akibat hiperglikemia kronik. Untuk mencegah DM diperlukan kontrol gula darah dengan meningkatkan aktivitas fisik dan pemantauan GDS dan GDP secara berkala. Aktivitas fisik yang teratur dapat meningkatkan VOMax dan kebugaran jasmani serta dapat mengontrol gula darah. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas fisik (Tes Balke) terhadap perbedaan kadar GDP
dan GDS pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Tadulako.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode Quasi-Experimental dengan One Group Pre-Test Post-Test. Sampel berjumlah 37 orang yang diambil dengan teknik andom sampling. Intervensi berupa test Balke (lari 15 menit) dengan frekuensi 3 kali seminggu selama 4 minggu. Hasil penelitian diuji menggunakan Uji Wilcoxon dan Uji Mann Whitney pada aplikasi SPSS.
Hasil: Nilai rerata pretest GDP 91,32 dan rerata posttest 86,81. Sedangkan rerata pretest GDS 118,49 dan rerata posttest 112,16. Hal ini menunjukkan penurunan gula darah setelah diberi intervensi tes Balke. Pada uji Wilcoxon diperoleh nilai p=0,000 (
PENGEMBANGAN MODEL MANEKIN VESICA BILIARIS POTONGAN CORONAL BERBAHAN DASAR SEDERHANA UNTUK PEMBELAJARAN PRAKTIKUM ANATOMI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO
PENGEMBANGAN MODEL MANEKIN VESICA BILIARIS POTONGAN CORONAL BERBAHAN DASAR SEDERHANA UNTUK PEMBELAJARAN PRAKTIKUM ANATOMI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO
Nur Salsabila*, Muh. Ardi Munir**, Imtihanah Amri***, Amirah Basry****
*Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
***Departemen Clinical Skill, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
****Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang : Anatomi adalah mata pelajaran dasar untuk mahasiswa kedokteran. Dalam prakteknya, pembelajaran dengan menggunakan model manekin anatomi memungkinkan mahasiswa untuk secara berulang mempelajari spesimen dengan risiko kerusakan yang minimal, sehingga diperlukan inovasi dalam kemandirian pembuatan manekin, terutama menggunakan bahan berharga murah dan mudah didapatkan.
Tujuan : Untuk merancang dan mengembangkan manekin Vesica Biliaris potongan coronal berbahan dasar sederhana sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu pembelajaran dalam praktikum anatomi bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
Metode : Penelitian ini menggunakan metode Research and Development. Jenis data kuantitatif. Pengumpulan data dengan memberikan lembar validasi kepada para ahli yang terdiri dari ahli materi yaitu Dokter Spesialis Bedah Digestive, Dosen Anatomi, dan Medical Education. Instrumen penelitian menggunakan lembar validasi. Analisis data yang dilakukan dengan menghitung nilai validitas berdasarkan lembar validasi yang diisi oleh validator dengan persentase. Nilai Validitas diatas 70% dapat diterima dan menunjukkan validitas tinggi.
Hasil : Model manekin Vesica Biliaris potongan coronal yang dibuat sesuai literatur dan telah tervalidasi melalui hasil analisis uji dari validator memperoleh nilai validitas diatas 70% dapat diterima dan menunjukkan validitas tinggi.
Kesimpulan : Model manekin berbahan dasar sederhana yang telah dikembangkan memiliki nilai validitas tinggi berdasarkan validasi oleh beberapa ahli sehingga layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran
Kata Kunci : Media Pembelajaran, Model Manekin, Vesica Biliaris, Bahan Dasar Sederhan
HUBUNGAN PERILAKU IBU TENTANG PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK BALITA USIA 7-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANGURARA
HUBUNGAN PERILAKU IBU TENTANG PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK BALITA USIA 7-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANGURARA
Wahida¹, Sumarni2,3, Elli Yane Bangkele³, Rahma4
1Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
2Bagian Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
3Bagian IKM-KK Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
4Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Perkembangan motorik adalah terjadinya perubahan struktur dan fungsi tubuh menjadi lebih kompleks. Salah satu tujuan pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi bayi yang semakin bertambah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku ibu tentang pemberian makanan pendamping ASI terhadap perkembangan motorik balita usia 7-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sangurara.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling dengan total 92 sampel anak yang dilaksanakan dari bulan Juni-Juli 2024 di wilayah kerja Puskesmas Sangurara.
Hasil Penelitian: Perilaku pemberian MP-ASI kategori baik sebanyak 90 sampel (90%), kategori cukup sebanyak 9 sampel (9%) dan kategori kurang sebanyak 1 sampel (1%), perkembangan motorik sesuai umur sebanyak 85 sampel (85%), meragukan sebanyak 12 sampel (12%) dan penyimpangan sebanyak 3 sampel (3%). Berdasarkan uji korelasi terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku pemberian MP-ASI terhadap perkembangan motorik anak dengan nilai (p=0,010).
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku pemberian MP-ASI terhadap perkembangan motorik anak di wilayah kerja Puskesmas Sangurara dengan nilai (p=0,010).
Kata Kunci: MP-ASI, ASI, Perkembangan Motorik, Ana
PEMBUATAN DAN VALIDASI VIDEO ANIMASI SEBAGAI MEDIA EDUKASI DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN
Pembuatan Dan Validasi Video Animasi Sebagai Media Edukasi Dalam Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang
Pendewasaan Usia Perkawinan
Rafil1, I Putu Fery Immanuel White2, Christin Rony Nayoan3, Jane Mariem Monepa4
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
4Dosen Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Pendahuluan: Indonesia menghadapi tantangan tingginya angka pernikahan dini yang berdampak buruk pada kesehatan, sosial, dan ekonomi, terutama bagi remaja perempuan. Pernikahan dini meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, kematian ibu muda, dan melanggengkan siklus kemiskinan antar generasi. Upaya edukasi melalui media audiovisual, seperti video animasi, terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang dampak negatif pernikahan dini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membuat dan memvalidasi video animasi sebagai media edukasi bagi remaja untuk mendukung edukasi mengenai pendewasaan usia perkawinan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan memvalidasi video animasi sebagai media edukasi dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang pendewasaan usia perkawinan.
Metode: Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan pengumpulan data melalui in-depth interview pada ahli bidang Obgyn, Kesehatan masyarakat dan Design Komunikasi Audio Visual. Analisis data dilakukan dengan cara menyatukan pendapat para ahli dan menyatukannya ke video animasi sebagai media edukasi pendewasaan usia perkawinan.
Hasil: Penelitian ini menghasilkan video animasi pendewasaan usia perkawinan dengan durasi 9 menit 1 detik dan telah melalui tahap evaluasi dan validasi.
Kesimpulan: Video animasi telah dibuat melalui tahapan pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi dengan durasi 9 menit 1 detik, serta validasi dilakukan oleh ahli di bidang obstetri dan ginekologi, kesehatan masyarakat, serta desain komunikasi visual sehingga menghasilkan sebuah video animasi pendewasaan usia perkawinan.
Kata kunci: Pernikahan dini, Pendewasaan usia perkawinan, Animasi, Media edukasi
PENGARUH INTERVENSI EDUKASI TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) ORANG AWAM TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA SISWI DI SMKN 7 PALU
PENGARUH INTERVENSI EDUKASI TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) ORANG AWAM TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA SISWI
DI SMKN 7 PALU
ABSTRAK
Latar Belakang : Kondisi gawat darurat merupakan kondisi yang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, mengancam nyawa serta dapat menimbulkan ancaman kecatatan. Sehingga sudah menjadi kewajaran bagi setiap pribadi manusia baik sebagai orang awam ataupun tenaga dengan keahlian khusus untuk mampu memberikan pertolongan pada kondisi gawat darurat. Pertolongan pada kondisi gawat darurat dapat berupa bantuan hidup dasar. Bantuan hidup dasar adalah pertolongan pertama yang dilakukan pada pasien/korban dengan henti jantung atau henti nafas.Tujuan dalam penelitian ini adalah: mengetahui tingkat pengetahuan Siswa siswi setelah diberikan intervensi edukasi Tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) di SMKN 7 Palu.Metode : penelitian ini menggunakan Pra Experimental Design dengan menggunakan jenis penelitian pretest posstest design without control group untuk melihat adakah pengaruh sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada siswa siswi SMKN 7 Palu.Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 62 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan analisa data menggunakan uji statistik wilcoxon menggunakan program SPSS.Hasil : hasil penelitian terdapat pengaruh intervensi edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD)orang awam terhadap tingkat pengetahuan dengan nilai nilai p-Value 0,000 (p < 0,05). Pada tingkat pengetahuan meningkat setelah diberikan intervensi edukasi. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan terhadap intervensi edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) orang awam terhadap tingkat pengetahuan siswa siswi di SMKN 7 Palu.
Kata Kunci : Bantuan Hidup Dasar,Tingkat pengetahuan
Uji Kandungan Protein Dalam Ampas Tahu Yang Diperoleh Dari Limbah Industri Tahu Di Kota Palu.
Uji Kandungan Protein Dalam Ampas Tahu Yang Diperoleh Dari Limbah Industri Tahu Di Kota Pal
Pengaruh Latihan Fisik Lari dengan Metode Uphill Running Terhadap Kadar Glukosa Darah Sewaktu Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako.
PENGARUH LATIHAN FISIK LARI DENGAN METODE UPHILL RUNNING TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO
Anugerah Mulia Pratama Ngi’u*, Rahma Badaruddin**, I Kadek Rupawan***, Mohammad Zainul Ramadhan**
*Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
***Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
e-mail: [email protected]
ABSTRAK
Latar Belakang: Glukosa adalah bahan bakar karbohidrat utama yang di temukan dalam darah. Tubuh membuat glukosa dari protein, lemak dan terutama karbohidrat. Glukosa dihantarkan ke setiap sel melalui aliran darah untuk menghasilkan energi ke semua sel di dalam tubuh dan akan disimpan di dalam hati dan otot sebagai cadangan energi. Aktivitas fisik adalah salah satu yang mempengaruhi kadar glukosa dalam darah. Menurut WHO 99% ketidakstabilan kadar glukosa darah disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat sehingga menyebabkan kondisi kadar glukosa di dalam darah tidak terkendali. Pola makan yang tidak teratur dan sering makan makanan yang instan menjadi salah satu faktor resiko terjadinya kenaikan kadar glukosa darah. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latihan fisik lari dengan metode uphill running terhadap kadar glukosa darah sewaktu pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako.
Metode: Metode penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan pra-eksperimental dengan one group pretest-posttest. Sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling dengan teknik purposive sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 25 orang yang terdiri atas laki-laki dan perempuan. Intervensi latihan fisik yang diberikan berupa tes Cooper dengan metode uphill running selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu. Pretest dilakukan sebelum intervensi dan posttest dilakukan setelah intervensi.
Hasil: Nilai rata-rata pretest kadar glukosa darah adalah 99,64 dan posttest adalah 88,08.dengan uji komparatif Paired T-tes diperoleh p=0,000 dengan nilai (