Tadulako University

SLiMS Senayan Library Management System Repository
Not a member yet
    4897 research outputs found

    Hubungan Perilaku Picky Eater dengan Status Gizi Anak Prasekolah Usia 3-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kaleke Kabupaten Sigi.

    No full text
    Hubungan Perilaku Picky Eater Dengan Status Gizi Anak Prasekolah Usia 3-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Kaleke Kabupaten Sigi Dinda Sakina Tu’zuhriyah1, Miranti2, Ketut Suarayasa2, Muthia Aryuni3 1Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Tadulako 2Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 3Prodi Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako e-mail : [email protected] ABSTRAK Latar Belakang: Picky eater merupakan salah satu masalah yang paling banyak terjadi pada anak usia prasekolah. Perilaku picky eater biasanya tidak bersifat menetap, tetapi akibat perilaku tersebut, anak picky eater cenderung akan memiliki asupan nutrisi yang lebih sedikit. Selama masa prasekolah, berat badan anak sering menimbulkan permasalahan seperti penurunan berat badan karena perilaku yang mengarah pada kemampuan menolak makanan. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 melaporkan prevalensi stunting, wasting dan underweight masih cukup tinggi. Hasil SSGI menunjukkan bahwa selama tahun 2022 terjadi peningkatan pada wasting sebesar 0,7% dan peningkatan underweight sebesar 0,1%. Data Provinsi Sulawesi Tengah menurut SSGI menunjukkan prevalensi stunting 28,2%, wasting 11,3%, underweight 25,0% dan overweight 1,8%. Tujuan: Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan perilaku picky eater dengan status gizi anak prasekolah usia 3-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Kaleke Kabupaten Sigi. Metode: Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Proportionate Stratified Random Sampling dengan jumlah sampel minimal berjumlah 83 sampel. Uji statistik dalam penelitian ini adalah uji Spearman Rho yang diinterpretasikan memiliki hubungan yang signifikan apabila nilai p0,05) artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara picky eater dengan status gizi anak. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku picky eater dengan status gizi anak prasekolah usia 3-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Kaleke Kabupaten Sigi. Kata Kunci : Picky Eater, Status Gizi, Anak Prasekola

    Gambaran Penyakit Hepatitis B di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2021-2022.

    No full text
    GAMBARAN PENYAKIT HEPATITIS B DI RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH TAHUN 2021-2022 Alya Maharni Puspanegara1., Sumarni2., Ketut Suarayasa3., Budi Dharmono Tulaka4., Muh Nur Ikhsan Liwang5 1Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 2Departemen Ilmu Kesehatan Gizi, Fakultas Kedokteran,Universitas Tadulako 3Departmen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran , Universitas Tadulako 4Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran , Universitas Tadulako 5Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Hepatitis B merupakan suatu penyakit hati yang bersifat akut maupun kronis yang bisa di sebabkan karena adanya infeksi virus yang dapat menular secara horisontal seperti pengunaan jarum suntik dan secara vertikal seperti penularan dari ibu hamil ke anak dikandungnya. Penelitian ini di lakukan untuk mengetahui gambaran penyakit Hepatitis B di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2021-2022. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan metode pengambilan sampel yang di lakukan dengan cara total sampling. Sampel dalam penelitian adalah seluruh pasien yang rekatif HBsAg di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2021-2022 yaitu sebanyak 41 pasien. Penelitian ini dilakukan bulan Desember 2024 di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Hasil: Dari 41 pasien (100%) rawat inap dan rawat jalan di RSUD undata tahun 2021-2022 dengan hasil pemeriksaan HBsAg reaktif ditemukan terbanyak berjenis kelamin laki-laki yaitu 11 orang (68,8%) pada tahun 2021 dan 15 orang (60%) pada tahun 2022, berdasarkan karakteristik usia paling banyak terdapat pada usia 19-59 tahun dengan jumlah 14 orang (87,5%) pada tahun 2021 dan 21 orang (84%) pada tahun 2022, berdasarkan gejala yang terjadi pasien paling sering mengeluhkan mual dengan jumlah keluhan sebanyak 11 (24,4%) dan Berdasarkan komplikasi yang terjadi pasien paling sering terjadi komplikasi berupa sirosis hati sebanyak 7 pasien (41,2%), acites 7 pasien (24,1%), dan hipoalbuminia 7 pasien (24,1%). Kesimpulan: Pasien Hepatitis B di RSUD Undata tahun 2021-2022 terbanyak berjenis kelamin laki-laki, kelompok usia 19-59 tahun, gejala mual, komplikasi sirosis hati, ascites, hipoalbuminemia. Kata Kunci: Hepatitis B, HBsAg Reakti

    Faktor Risiko Jarak Rumah Dengan Lokasi Fokus Keong Terhadap Kejadian Schistosomiasis Di Lembah Napu.

    No full text
    FAKTOR RISIKO JARAK RUMAH DENGAN LOKASI FOKUS KEONG TERHADAP KEJADIAN SCHISTOSOMIASIS DI LEMBAH NAPU Fikri Al Akbar Warsito Putra⁎, Vera Diana Towidjojo⁎⁎, Devi Oktaviani⁎⁎⁎, Nur Syamsi ⁎⁎⁎⁎ ⁎Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako ⁎⁎Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako ⁎⁎⁎Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako ⁎⁎⁎⁎Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako e-mail : [email protected] ABSTRAK Latar Belakang: Schistosomiasis merupakan suatu penyakit yang bersifat akut dan kronis yang diakibatkan oleh parasit darah (Trematoda) yang berasal dari genus Schistosoma. Schistosomiasis di Indonesia disebabkan oleh jenis cacing Schistosoma japonicum, yang memiliki hospes perantara yaitu keong Oncomelania hupensis lindoensis. Prevalensi penyakit ini terbatas hanya di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya di dataran tinggi Napu. Keong Oncomelania hupensis lindoensis ditemukan di tempat yang disebut fokus (focus). Fokus adalah daerah yang lembab dan tidak kering yang berada di daerah endemis. Semakin dekat jarak suatu tempat tinggal khususnya yang tinggal di daerah endemis menyebabkan seseorang mudah terinfeksi, Tujuan: Untuk mengetahui faktor risiko jarak rumah dengan lokasi fokus keong terhadap kejadian Schistosomiasis di Lembah Napu. Metode: Jenis penelitian studi case control dengan cara membandingkan kelompok kasus dan kontrol berdasarkan status paparannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh warga di Desa Alitupu, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Sampel didapatkan menggunakan teknik random sampling yang diambil secara acak dari total populasi. Berdasarkan rumus penentuan besar sampel, maka besar sampel secara keseluruhan adalah 50 orang. Analisis data yang digunakan adalah uji Chi-Square. Hasil: Hubungan jarak rumah dengan kejadian Schistosomiasis memiliki nilai p sebesar 0,024 dan odd ratio sebesar 0,2, hubungan pekerjaan dengan kejadian Schistosomiasis memiliki nilai p sebesar 0,01 dan odd ratio sebesar 2,7, serta hubungan jenis kelamin dengan kejadian Schistosomiasis memiliki nilai p sebesar 0,25 dan odd ratio sebesar 1,9. Kesimpulan: Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian Schistosomiasis yaitu jarak rumah dan pekerjaan sedangkan jenis kelamin tidak memiliki hubungan dengan kejadian Schistosomiasis. Kata Kunci: jarak rumah, fokus keong, Schistosomiasis, Lembah Nap

    Pengaruh Status Kekurangan Energi Kronik (KEK) Pada Ibu Hamil Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Usia 0-59 Bulan Di Puskesmas Talise.

    No full text
    PENGARUH STATUS KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 0-59 BULAN DI PUSKESMAS TALISE Andi Nabilah Syazwani*, Miranti**, Sumarni**, Elli Yane Bangkele**, Puspita Sari*** *Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ***Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Kekurangan energi kronik (KEK) merupakan masalah gizi yang terjadi ketika asupan energi dan protein pada ibu hamil tidak terpenuhi. Diagnosis KEK ditegakkan dengan pemeriksaan LiLA 0,05) yang berarti tidak ada hubungan antara riwayat kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Talise dengan OR = 0,568 yang berarti tingkat resiko ibu yang mengalami riwayat kekurangan energi kronik (KEK) sebesar 0,568 kali memiliki balita yang mengalami stunting dibandingkan ibu yang tidak mengalami kekurangan energi kronik (Non KEK). Kesimpulan: Tidak terdapat pengaruh status kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil terhadap kejadian stunting pada balita usia 0-59 bulan di Puskesmas Talise. Kata Kunci: Kekurangan Energi Kronik (KEK), Stunting

    Karakteristik Odha Yang Menjalani Terapi Pencegahan Tuberculosis Di Puskesmas Birobuli.

    No full text
    KARAKTERISTIK ODHA YANG MENJALANI TERAPI PENCEGAHAN TUBERCULOSIS DI PUSKESMAS BIROBULI Anisa Rahma Triana1, Sarifuddin2, Vera Diana Towidjojo3, Nur Syamsi4 1. Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2. Dapertemen Anotomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3. Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 4. Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang : Dinas kesehatan Kota Palu menemukan kurang lebih 151 kasus HIV/AIDS di kota palu periode Januari hingga Oktober 2022. Pasien ODHA rentan untuk terkena tuberculosis laten yang dapat berkembang menjadi tuberculosis aktif. Di perlukan upaya pencegahan infeksi tuberculosis dengan terapi pencegahan tuberculosis (TPT) pada penderita ODHA. Dan harus melibatkan petugas kesehatan di masing-masing puskesmas yang berada di kota palu untuk penyuluhan kesehatan (Promkes) kepada masyarakat. Tujuan : Untuk mengetahui karakteristik pasien ODHA yang menjalani terapi pencegahan TB di puskesmas birobuli di kota palu. Metode Penelitian : Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan pendekatan Deskriptif. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pasien ODHA yang menjalani terapi pencegahan Tuberculosis di Puskesmas Birobuli berdasarkan usia 17-25 Tahun 47,5% (38 orang), Jenis kelamin laki-laki 96% (77 orang), pekerjaan yang bekerja 45%(56 orang) , faktor resiko LSL 87,5% (70 orang), dan INH dengan presentase 100% (80 orang) Kesimpulan : ODHA yang menjalani terapi pencegahan tuberculosis berusia 17-25 tahun dan jenis kelamin terbanyak ialah laki-laki dengan faktor resiko HIV terbanyak ialah lelaki seks lelaki. Kata Kunci : ODHA, Terapi Pencegahan Tuberculosis, Faktor Resik

    Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) di Desa Kulingkinari Kec. Batudaka Kab. Tojo Una-Una Provinsi Sulawesi Tengah.

    No full text
    ABSTRAK Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) Di Desa Kulingkinari Kec. Batudaka Kab. Tojo Una-Una Provinsi Sulawesi Tengah Nurul Mutiyah (2024) Program Studi DIII Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Ns. Sukrang, S. Kep.,M.Kep Bantuan Hidup Dasar (BHD) adalah langkah awal dalam penyelamatan nyawa pasien setelah terjadi henti jantung, mengenali terlebih dahulu korban henti jantung selanjutnya secara prinsip pemberian Bantuan Hidup Dasar (BHD) meliputi mengkaji secara cepat pada henti jantung mendadak, pengaktifan Emergency Medical System (EMS) atau Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) pemberian Resusitasi Jantung Paru (RJP) dan defibrilasi secara cepat dengan penggunaan Automated External Defibrillator (AED). Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) di Desa Kulingkinari Kec. Batudaka Kab. Tojo Una-Una Provinsi Sulawesi Tengah. Desain yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan survei deskriptif. Survei deskriptif adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan suatu fenomena yang terjadi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 92 responden terbanyak memiliki pengetahuan kurang mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) yaitu 43 responden (46,74%). Dan responden paling sedikit memiliki pengetahuan baik yaitu 11 responden (11,96%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan masyarakat mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) di Desa Kulingkinari Kec. Batudaka Kab. Tojo Una-Una Provinsi Sulawesi Tengah berada dalam kategori kurang. Peneliti mengharapkan kepada masyarakat awam dapat memperoleh informasi tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk mencegah korban henti jantung di luar rumah sakit. Kata Kunci : Pengetahuan, Masyarakat, Bantuan Hidup Dasar (BHD

    Efektivitas Kompres Aloe Vera (Lidah Buaya) Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Anak Demam Di Wilayah Puskesmas Kawatuna.

    No full text
    ABSTRAK Judul : Efektivitas Kompres Aloe Vera (Lidah Buaya) Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Anak Demam Di Wilayah Puskesmas Kawatuna Oleh : Putri Wijayanti_N21021030 Pembimbing : Ns. Hasnidar, S.Kep.,M.Kep Program Studi DIII Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Demam merupakan gejala penyakit sebagai reaksi melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan jamur atau sebagai bentuk proses alami tubuh. Anak yang mudah terkena infeksi yang akhirnya menimbulkan demam adalah anak yang berusia 5-11 tahun, Faktor yang mempengaruhi demam adalah lingkungan, Usia, dan Hormon. Metode ini dapat dilakukan dengan kompres lidah buaya dan juga di lakukan pada tanaman tradisional seperti lidah buaya. Tujuan dari penulisan ini yaitu menganalisis intervensi untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres lidah buaya terhadap penurunan suhu tubuh pada anak demam pada usia sekolah. Metode penelitian ini merupakan metode kuantitatif dengan desain penelitian adalah studi kasus, subjek penelitian sebanyak empat anak usia sekolah. Subjek adalah anak berusia 5-11 tahun. Instrumen yang digunakan adalah termometer digital, lidah buaya dan lembar observasi. Hasil penelitian studi kasus dengan kompres lidah buaya memberikan pengaruh yang dapat menurunkan suhu tubuh anak usia sekolah, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang bermakna antara pemberian kompres lidah buaya terhadap penurunan suhu tubuh anak usia sekolah. Kata kunci : Anak Usia 5-11 tahun; Demam; Kompres Lidah buaya; Penurunan suhu tubuh; Termometer Digital

    Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Mengenai Gizi Seimbang Terhadap Status Gizi Pelajar Kelas XI Di SMA Negeri 3 Palu.

    No full text
    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MENGENAI GIZI SEIMBANG TERHADAP STATUS GIZI PELAJAR KELAS XI DI SMA NEGERI 3 PALU Ni Luh Radha Aryandhita*., Ryka Marina Walanda **., Sumarni ***., Devi Oktafiani **** *Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ***Departemen Gizi-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ****Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Pengetahuan remaja tentang pengetahuan gizi adalah pemahaman seseorang tentang ilmu gizi, zat gizi, serta interaksi antara zat gizi terhadap status gizi dan kesehatan. Usia sekolah atau remaja adalah masa yang paling mudah mengalami masalah gizi karena pada masa tersebut merupakan masa peralihan dari anak-anak kedewasa, karena faktor waktu makan yang tidak teratur, frekuensi makanan dan banyaknya jenis makanan yang dikonsumsi itu dapat mengakibatkan adanya gangguan gizi pada remaja. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap mengenai gizi seimbang terhadap status gizi pelajar kelas XI di SMA Negeri 3 Palu. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analisis observasional dengan pendekatan kuantitatif cross-sectional. Penentuan sampel berdasarkan kriteria inklusi dari peneliti kemudian menggunakan rumus slovin sehingga sampel yang didapatkan yaitu 84 responden. Data yang diperoleh berdasarkan hasil penyebaran kuesioner. Analisis data yang digunakan uji spearman. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 100% dengan status gizi pada kategori normal sebanyak 52,4%. Responden yang memiliki sikap dengan kategori cukup sebanyak 66,7% dengan status gizi dalam kategori normal sebanyak 52,4%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tidak berhubungan secara signifikan terhadap status gizi pelajar kelas XI di SMA Negeri 3 Palu (p=0,827) dan sikap tidak berhubungan secara signifikan terhadap status gizi pelajar kelas XI di SMA Negeri 3 Palu (p=0,548). Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap mengenai gizi seimbang terhadap status gizi pelajar kelas XI di SMA Negerin 3 Palu Kata Kunci: Pengetahuan, sikap, gizi seimbang, status giz

    Intervensi Terapi Kompres Hangat Pada Anak Demam Tifoid Yang Mengalami Hipertermi Diruangan Rambutan RSUD Madani Palu.

    No full text
    Intervensi Terapi Kompres Hangat Pada Anak Demam Tifoid Yang Mengalami Hipertermi Di Ruangan Rambutan RSUD Madani Palu Romy Busia (2024) Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Badariati, S.ST., M.Kes Kata Kunci : Kompres Hangat, Hipertermi, Tifoid ABSTRAK Tifoid adalah penyakit infeksi yang terdapat pada saluaran pencernaan yang disebab bakteri salmonella thypi. Kompres hangat adalah intervensi keperawatan nonfarmakologi yang dapat mengatasi hipertermi. Tujuan studi kasus adalah mendeskripsikan asuhan keperawatan pada klien tifoid yang mengalami hipertermi dengan pemberian terapi kompres hangat. Desain penelitian ini adalah studi kasus menggunakan dua subyek (2 klien) yang mengalami masalah yang sama yaitu hipertermi dengan pendekatan proses asuhan keperawatan dengan langkah-langkah seperti pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Hasil asuhan keperawatan pada kedua klien mengacu pada judul penelitian maka fokus permasalahan adalah hipertermi dengan intervensi kompres hangat. Implementasi pasien 1 selama 3 hari mulai tanggal 28 s/d 30 Maret 2024, sedangkan klien II implementasi selama 3 hari mulai tanggal 29 s/d 31 Maret 2024. Dengan hasil evaluasi masalah hipertermi teratasi yang ditandai suhu menurun. Kesimpulan dari asuhan keperawatan adalah kompres hangat adalah suatu tindakan yang dapat menurunkan suhu tubuh. Saran agar pasien dapat memahami tentang pemberian terapi kompres hangat pada bagian dahi, aksila dan selangkangan (5 titik)

    Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Antenatal Care (ANC) Di wilayah Kerja Puskesmas Kawatuna.

    No full text
    Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Antenaral Care (ANC) Di Wilayah Puskesmas Kawatuna Putri Rahayu Ningsih (2024) Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Dr. Fauzan, SKM., M.Kes ABSTRAK Antenatal Care (ANC) adalah pelayanan kesehatan oleh tenaga profesional untuk ibu selama masa kehamilannya yang dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan antenatal yang di tetapkan. Kunjungan antenatal care yang ideal bagi ibu hamil yaitu minimal 6 kali kunjungan, 2 kunjungan di trimester I, 1 kunjungan di trimester II, dan 3 kunjungan di trimester III, dan sebaiknya terdapat 2 kunjungan yang diperiksa oleh dokter, yaitu saat kunjungan pertama di trimester 1 dan saat kunjungan ke 5 di trimester III. Berdasarkan pengambilan data awal, pada tahun 2023 dari bulan Januari sampai bulan juni tercatat ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya berjumlah 90,7%, tujuan penelitian adalah Diketahuinya hubungan “Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Antenatal Care (ANC)” di Wilayah Puskesmas Kawatuna. Metode penelitian ini merupakan analitik observasional. Hasil penelitian menunjukkan responden pengetahuan ibu hamil tentang Antenatal Care (ANC) yaitu (63,3%). Analisa data yang dilakukan pada penelitian ini adalah SPSS, dengan hasil tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan umur ibu dengan hasil p value = 0,865, tidak terdapat juga hubungan antara pengetahuan dan pendidikan ibu dengan hasil p value = 0,265, dan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan pekerjaan ibu dengan hasil p value = 0,265, dan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan paritas ibu dengan hasil p value = 0,724. pada penelitian ini adalah tidak terdapat Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Antenatal Care (ANC) di tinjau dari usia,pendidikan,pekerjaan, dan paritas. Saran ditujukan kepada ibu hamil, pelayanan kesehatan, dan bagi peneliti selanjutnya untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam mengenai pengetahuan ANC pada ibu hamil dalam mendorong kesehatan ibu dan anak dengan melakukan edukasi. Kata Kunci : Pengetahuan,Ibu Hamil,Antenatal Car

    0

    full texts

    4,897

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SLiMS Senayan Library Management System Repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇