4897 research outputs found
Sort by
Uji Efektivitas Masker Wajah Peel-off Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lam) Konsentrasi 15% Terhadap Pigmentasi Kulit Wajah.
UJI EFEKTIVITAS MASKER WAJAH PEEL-OFF EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam) KONSENTRASI 15% TERHADAP PIGMENTASI KULIT WAJAH
Aldina Safira*., Asrawati Sofyan**.
* Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang : Warna kulit yang tidak merata disebabkan oleh jumlah pigmen melanin yang tidak terkontrol pada kulit. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor internal seperti ketidakstabilan hormon, penyakit penyerta dan usia, sedangkan faktor eksternal dapat terjadi karena paparan sinar ultraviolet (UV) yang meningkat sehingga warna kulit tampak lebih gelap bahkan muncul bercak kecoklatan di area kulit sekitarnya atau biasa disebut dengan hiperpigmentasi, maka dalam menghadapi masalah tersebut diperlukan perawatan kulit wajah misalnya dengan menggunakan masker wajah. Produk masker wajah berbahan alami memiliki sifat organis dan dengan baik dapat diterima oleh tubuh, sehingga efek samping yang muncul relatif lebih kecil. Daun kelor (Moringa Oleiferam Lam) mengandung antioksidan yang cukup tinggi khususnya senyawa flavonoid dan vitamin C yang dapat membantu merawat kulit wajah dengan mengendalikan radikal bebas dan memperbaiki kadar pigmentasi kulit wajah.
Tujuan : Mengetahui efektivitas masker wajah peel-off ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam) konsentrasi 15% terhadap pigmentasi kulit wajah.
Metode : Penelitian ini adalah penelitian Quasi-Eksperimental rancangan penelitian pre-post test design dengan metode double blind. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 42 responden yang dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok kontrol positif, kelompok kontrol negatif, dan kelompok perlakuan. Instrument yang digunakan yaitu Skin Analyzer dan aplikasi statistik dengan analisis statistik yang digunakan adalah uji Repeated Measures ANOVA.
Hasil : Hasil uji Repeated measure ANOVA didapatkan p value sebesar 0,948 (p>0,05) yang menunjukan tidak adanya pengaruh signifikan, sedangkan berdasarkan perbandingan tiap minggu nilai p value didapatkan pada minggu 0 ke minggu 2 senilai 0,725 minggu 2 ke minggu 4 senilai 0,766 dan minggu 0 ke minggu 4 senilai 1,000. Hasil dari uji statistika tersebut ditemukan tidak terdapat pengaruh yang signifikan pada minggu 0 ke minggu 2, minggu 2 ke minggu 4, dan minggu 0 ke minggu 4.
Kesimpulan : Masker wajah peel-off ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam) konsenstrasi 15% secara analisis statistika, menunjukkan tidak adanya perubahan signifikan ataupun efektivitas yang bermakna terhadap pigmentasi kulit wajah dari minggu 0 ke minggu 2, minggu 2 ke minggu 4, dan minggu 0 ke minggu 4.
Kata Kunci: Daun Kelor, Masker Wajah Peel Off, Pigmentasi Kulit Wajah, Skin Analyze
Uji Efektivitas Masker Wajah Peel-Off Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lam) Konsentrasi 20% Terhadap Pigmentasi Kulit Wajah.
UJI EFEKTIVITAS MASKER WAJAH PEEL-OFF EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam) KONSENTRASI 20% TERHADAP PIGMENTASI KULIT WAJAH
Farihah Mulyani Patriot*., Asrawati Sofyan**.
*Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang : Paparan sinar matahari terus-menerus dan berkelanjutan dapat menyebabkan berbagai masalah kulit. Hiperpigmentasi merupakan kondisi kulit yang bertambah gelap atau warna alamiah kulit yang meningkat. Saat ini banyak beredar kosmetik yang mengandung bahan kimia berbahaya, sehingga produk herbal mulai diminati oleh masyarakat. Moringa oleifera Lam lebih dikenal dengan nama kelor merupakan tanaman yang berperan sebagai tanaman obat di dalam dunia medis berkat kandungan nutrisinya. Kandungan vitamin C akan mengendalikan radikal bebas dan kandungan flavonoid sebagai antioksidan memperbaiki kadar pigmentasi kulit.
Tujuan : Mengetahui efektivitas masker wajah peel-off ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam) konsentrasi 20% terhadap pigmentasi kulit wajah.
Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental dengan rancangan penelitian pre-post test design metode double blind. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 42 responden yang dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok kontrol positif, kelompok kontrol negatif, dan kelompok perlakuan.
Hasil : Hasil dari uji Friedman menunjukkan p value sebesar 0,826 menandakan p>0,05 dan hasil p value dari uji Wilcoxon pada minggu 0 ke minggu 2 senilai 0,969 lalu minggu 2 ke minggu 4 senilai 0,624 dan terkahir minggu 0 ke minggu 4 senilai 0,638. Hasil uji statistik tersebut menunjukkan tidak adanya pengaruh signifikan dari penggunaan masker ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam) konsentrasi 20%.
Kesimpulan : Masker wajah peel-off ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam) konsentrasi 20% tidak menunjukkan adanya perubahan signifikan ataupun efektivitas terhadap pigmentasi kulit wajah.
Kata Kunci : Daun Kelor, Masker Wajah Peel-Off, Pigmentasi, Skin Analyze
PERBEDAAN KADAR KREATININ SERUM PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN DAN TANPA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RSUD ANUTAPURA TAHUN 2020-2023
PERBEDAAN KADAR KREATININ SERUM PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN DAN TANPA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RSUD ANUTAPURA TAHUN 2020-2023
Siti Rabi’ah Zahid1, Tri Setyawati**, Rosa Dwi Wahyuni***, Ryka Marina Walanda**
*Mahasiswa Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
**Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
***Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang : Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan kondisi yang ditandai dengan penurunan laju filtrasi glomerulus (GFR
HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI FAST FOOD TERHADAP VISCERAL FAT DENGAN METODE PENGUKURAN ABDOMINAL CIRCUMFERENCE DAN BIOELECTRICAL IMPENDANCE ANALYSIS PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO ANGKATAN 2021
HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI FAST FOOD TERHADAP VISCERAL FAT DENGAN METODE PENGUKURAN ABDOMINAL CIRCUMFERENCE DAN BIOELECTRICAL IMPENDANCE ANALYSIS PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO ANGKATAN 2021
Adeliana Balqis1, Nur Syamsi2 , Vera Diana Towidjojo3 Christin Rony Nayoan4
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
4Departemen THT-KL, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Pendahuluan: Pendistribusian lemak tubuh terdiri dari lemak viseral dan lemak subkutan. Pengukur distribusi lemak mempunyai hubungan erat dengan indeks massa tubuh. Bioelectrical Impendance Analysis (BIA) merupakan alat ukur untuk mengukur indeks massa tubuh, estimasi lemak tubuh dan estimati lemak visceral.
Tujuan : Untuk Mengetahui Hubungan Tingkat Konsumsi Fast Food terhadap Visceral Fat pada Mahasiswaa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako angkatan 2021.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan menggunakan pendekatan “cross sectional”. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 78 mahasiswa/i yang memenuhi standar kriteria inklusi.
Hasil : Penelitian ini menggunakan 78 responden dengan hasil hubungan tingkat konsumsi fast food terhadap viseceral fat metode pengukuran Abdominal Circumference, dengan uji korelasi spearman tidak ditemukan hubungan yang bermakna (p value= 0,282) serta hasil hubungan tingkat konsumsi fast food terhadap visceral fat metode pengukuran Bioelectrical Impendance Analysis dengan uji korelasi spearman tidak ditemukan hubungan yang bermakna (p value = 0,129).
Kesimpulan : Tingkat konsumsi fast food tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan visceral fat pada metode pengukuran abdominal cicrcumference. Tingkat konsumsi fast food tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan visceral fat pada metode pengukuran bioelectrical impendance analysis.
Kata Kunci : Visceral Fat, Fast Food, Abdominal Cicumference, Bioelectrical Impendance Analysi
HUBUNGAN SARAPAN PAGI DAN KUALITAS TIDUR TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR MAHASISWA PREKLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO
HUBUNGAN SARAPAN PAGI DAN KUALITAS TIDUR TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR MAHASISWA PREKLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO
Qorina Wardani*, Jane Mariem Monepa**, Muthia Aryuni**, Budi Dharmono Tulaka***
*Mahasiswa Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
**Dosen Psikologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
***Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
e-mail: [email protected]
ABSTRAK
Latar Belakang : Sarapan pagi dan kualitas tidur merupakan faktor yang dapat memengaruhi konsentrasi belajar. Saat ini, sarapan pagi dan kualitas tidur seringkali diabaikan terutama pada kalangan remaja. Konsentrasi belajar merupakan kemampuan seseorang untuk tetap fokus terhadap sesuatu dengan mengabaikan hal lain yang tidak perlu. Konsentrasi belajar penting dimiliki oleh mahasiswa dalam kegiatan proses pembelajaran yang kompleks.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan sarapan pagi dan kualitas tidur terhadap konsentrasi belajar mahasiswa preklinik fakultas kedokteran Universitas Tadulako
Metode : Penelitian ini menggunakan metode observasional kuantitatif dengan pendekatan secara cross sectional yang menghubungkan variabel terikat dengan variabel bebas dengan pengambilan data dilakukan di satu waktu. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa preklinik fakultas kedokteran Universitas Tadulako yang berjumlah 482 mahasiswa. Jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak 219 sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian ini diuji secara statistik dengan uji regresi linier berganda pada derajat kemaknaan α = 0,05 menggunakan aplikasi SPSS.
Hasil : Berdasarkan uji analisis yang telah dilakukan dari total 219 sampel diperoleh terdapat sebanyak 132 (60,3%) orang memiliki konsentrasi sedang dan 76 (34,7%) orang memiliki konsentrasi yang buruk. Kemudian dari hasil analisis regresi linier berganda diperoleh hasil terdapat hubungan yang signifikan antara sarapan pagi dan kualitas tidur secara parsial maupun simultan terhadap konsentrasi belajar mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Tadulako dengan nilai signifikasi sebesar 0,001.
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara sarapan pagi dan kualitas tidur terhadap konsentrasi belajar mahasiswa preklinik fakultas kedokteran Universitas Tadulako.
Kata Kunci : Sarapan Pagi, Kualitas Tidur, Konsentrasi Belaja
HUBUNGAN PERNIKAHAN USIA DINI DAN PEMBERIAN SUSU FORMULA TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAWAELI
HUBUNGAN PERNIKAHAN USIA DINI DAN PEMBERIAN SUSU FORMULA TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAWAELI
Aldy Mohammad1, Junjun Fitriani2, Asrawati Sofyan3, I Kadek Rupawan4
1 Mahasiswa Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2 Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3 Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
4 Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Prevalensi stunting di Sulawesi Tengah menurut Riskesdas tahun 2018, terjadi penurunan angka stunting dari 41% menjadi 32,3%, diikuti data yang yang tercatat bahwa Sulawesi Tengah berada diperingkat kelima pernikahan usia dini, dan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2018, sekitar 57% dari bayi baru lahir di seluruh dunia menerima susu formula dalam satu jam pertama kelahirannya, dan 62% dari anak di bawah usia 6 bulan menerima susu formula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara pernikahan usia dini dan pemberian susu formula dengan kejadian stunting, serta faktor yang paling kuat dalam menimbulkan resiko kejadian stunting, dengan desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional study yang berlokasi di wilayah kerja puskesmas Tawaeli, dengan teknik simple random sampling, didapatkan 86 responden ibu beserta balita usia 2-5 tahun sebagai sampel penelitian. Penelitian ini mendapatkan hasil uji chi square yang signifikan untuk variabel pernikahan usia dini (p=0,002), begitu juga dengan variabel pemberian susu formula (p=0,003), kemudian nilai multivariat regresi logistic pernikahan usia dini < nilai multivariat regresi logistic pemberian susu formula (0,02
HUBUNGAN KETEPATAN PERESEPAN DOKTER BERDASARKAN INDIKATOR WHO DENGAN LAMA SAKIT PASIEN PADA KLINIK THT-KL RSUD MADANI
HUBUNGAN KETEPATAN PERESEPAN DOKTER BERDASARKAN INDIKATOR WHO DENGAN LAMA SAKIT PASIEN PADA KLINIK THT-KL RSUD MADANI
Mishail Rayyan1, Christin Rony Nayoan2, Vera Diana Towidjojo3, Nur Syamsi4
1Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Departemen THT-KL, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
4Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Peresepan obat oleh dokter harus sesuai dengan anjuran obat WHO untuk penggunaan obat yang rasional dalam proses pemilihan obat. Menurut World Health Organization (WHO), peresepan obat yang baik harus memenuhi syarat sebagai berikut: pasien menerima obat berdasarkan kebutuhan klinis, dosis tepat, obat diberikan dengan cara yang benar, dan dengan harga yang terjangkau. Ketepatan peresepan obat sangat mempengaruhi kesembuhan pasien dan menentukan lamanya penyakit karena obat merupakan komponen utama dalam penanganan penyakit.
TUJUAN: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara ketepatan peresepan dokter berdasarkan indikator WHO dengan lamanya sakit pasien di Klinik THT RSUD Madani Palu.
METODE: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien penyakit akut di Klinik THT RSUD Madani Palu. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan menetapkan kriteria tertentu. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 60 orang dengan menggunakan rumus Slovin. Penelitian ini menggunakan uji chi-square untuk menganalisis hubungan antara variabel bebas (ketepatan resep dokter berdasarkan indikator WHO) dengan variabel terikat (lamanya sakit pasien THT).
HASIL: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga indikator tidak memiliki hubungan dengan lamanya sakit pasien di Poli THT RSUD Madani Palu (p > 0,05). Dua indikator menunjukkan angka yang konstan, sehingga tidak dapat diukur secara keseluruhan.
KESIMPULAN: Tidak terdapat hubungan antara ketepatan resep dokter berdasarkan indikator WHO dengan lamanya sakit pasien di Poli THT RSUD Madani Palu.
Kata Kunci: Resep dokter, Indikator WHO, Lamanya saki
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAT DENGAN PERILAKU SWAMEDIKASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK DI KAWASAN HUNIAN TETAP (HUNTAP) TONDO KECAMATAN MANTIKULORE KOTA PALU
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT DENGAN PERILAKU SWAMEDIKASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK DI KAWASAN HUNIAN TETAP (HUNTAP) TONDO KECAMATAN MANTIKULORE KOTA PALU
Mujahidah1, Nur Syamsi2, Asrawati Sofyan3, Junjun Fitriani4
1Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar belakang : Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk menghambat atau membunuh bakteri. Pengetahuan tentang informasi antibiotik khususnya aturan pakai dan mekanisme kerja dari obat antibiotik sangat penting diketahui oleh masyarakat sehingga perilaku penggunaan obat lebih efektif. Swamedikasi adalah upaya yang dilakukan masyarakat dalam mengobati, memilih dan menggunakan obat-obatan pada penyakit atau gejala yang dikenali sendiri.
Tujuan : untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan perilaku swamedikasi penggunaan obat antibiotik di kawasan hunian tetap (Huntap) Tondo kecamatan Mantikulore Kota Palu
Metode : Jenis penelitian observasional menggunakan desain cross-sectional. Banyak sampel pada penelitian ini adalah 112 responden berasal dari masyarakat di kawasan hunian tetap (Huntap) Tondo Kecamatan Mantikulore Kota Palu berusia 17-55 tahun. Analisis data yang digunakan uji spearman.
Hasil : penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat pengetahuan kurang sebanyak 50,0% dan yang cukup sebanyak 37,5% dan yang baik sebanyak 12,5%. Responden yang memiliki tingkat perilaku cukup 53,6% dan yang kurang 38,4% dan yang baik 8,0% responden dengan obat yang paling sering digunakan amoksisilin. Hasil uji statistik diperoleh p-value yaitu 0.000 (p value < 0,05).
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi penggunaan obat antibiotik pada masyarakat dikawasan Hunian tetap (Huntap) Tondo Kecamatan Mantikulore Kota Palu
Kata kunci : Antibiotik, Swamedikasi, pengetahuan, perilaku
HUBUNGAN RNL (RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT) TERHADAP KANKER OVARIUM
HUBUNGAN RNL (RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT) TERHADAP KANKER OVARIUM
Istiqamah1, Puspita Sari2, Rosa Dwi Wahyuni3, I Putu Fery White4, Arlin Rinni Tutu2
1 Mahasiswa Pendidikan dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
2 Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 3Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 4Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Kanker ovarium juga mempunyai prognosis terburuk serta tingkat kematian dari kasus ini cukup tinggi. Kanker ovarium sendiri berada pada urutan ketiga pada kejadian kanker ginekologi yang sangat sering setelah kanker serviks dan kanker uterus.
Tujuan: Mengetahui Hubungan RNL terhadap kanker ovarium.
Metode: Penelitian menggunakan observasional retrospektif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian mencakup data rekam medik pasien kanker ovarium dari tahun 2018-2022 di RSUD Undata Palu sebanyak 30 orang. Sampel penelitian menggunakan total sampling dan pengambilan data menggunakan case form record (CFR).
Hasil: Analisis bivariat menggunakan uji statistik Spearman Correlation menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara RNL dan kanker ovarium diperoleh nilai p > 0,05 (p = 0,265) . Berdasarkan analisis univariat didapatkan hasil bahwa adanya hubungan neutrofil dan limfosit terhadap kanker ovarium.
Kesimpulan: RNL yang rendah dapat memiliki prognostik yang baik sehingga pada kasus kanker ovarium jarang ditemukan pasien dengan kadar RNL yang rendah. Pada penelitian didapatkan signifikasi uji korelasi spearmen yaitu 0,265 yang mendandakan hasil yang tidak signifikan
Kata Kunci: kanker ovarium, Neutrofil, stadium prognostig, Limfosit, Rasio Neutrofil Limfosi
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Sikap tentang Personal Hygiene Gigi dan Mulut Anak Usia Sekolah di SDN Inpres 3 Tondo Kota Palu.
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Sikap tentang Personal Hygiene Gigi dan Mulut Anak Usia Sekolah di SDN Inpres 3 Tondo Kota Palu
Nurhalisa (2024)
Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
Dr. Ratna Devi, SKM., M.Kes
ABSTRAK
Latar belakang :Penyuluhan kesehatan adalah dimana suatu kegiatan atau usaha untuk menyampaikan pesan kesehatan untuk masyarakat, kelompok, atau individu dengan harapan, adanya pesan dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik. Anak usia sekolah memerlukan pengawasan terhadap kesehatannya, karena pada masa mereka memiliki beberapa aktivitas yang biasanya berhubungan langsung dengan lingkungan yang kotor. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (ovent behavior). Sikap menjaga kebersihan gigi dan mulut merupakan salah satu upaya meningkatkan kesehatan karena hal tersebut dapat mencegah terjadinya berbagai penyakit mulut. Berdasarkan hasil survey pendahuluan tanggal 08 Maret 2024 menurut data awal yang di dapat dari SDN Inpres 3 Tondo dengan melakukan wawancara secara langsung menyakan 35 orang anak siswa SD kelas IV, V dan kelas VI. Yang mana 12 siswa mengatakan bahwa mereka memahami cara menjaga kebersihan mulut dengan baik dan benar,sedangkan 23 siswa lainnya belum memahami serta mengetahui cara menjaga kebersihan mulut dan gigi yang baik dan benar. Tujuan Untuk Mengetahui Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Sikap dan Pengetahuan Personal Hygiene Gigi dan Mulut Anak Usia Sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian Quasi Expreimental dengan menggunakan rancangan penelitian one group Pre-test post-test design).Hasil penelitian diperoleh pengetahuan dan sikap tentang personal hygiene gigi dan mulut siswa kelas IV,V dan VI di SDN Inpres 3 Tondo sebelum diberikan penyuluhan kesehatan sebagian besar berperilaku cukup baik berjumlah 25 responden (59,5%) dan kategori kurang 5 responden (11,9%), kategori baik 12 responden (28,6%). Dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan sebagian besar berperilaku baik sebanyak 38 responden (90,5%). Kesimpulan ada pengaruh yang signifikan dalam pemberian penyuluhan kesehatan sebelum dan sesudah dengan hasil yang didapatkan bahwa Nilai P value sebesar 0,001 0,05 menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima.sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara sebelum (Pre-test) dan sesudah (Post-test) dilakukan Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Sikap tentang Personal Hygiene Gigi dan Mulut Anak Usia Sekolah di SDN 3 Inpres Tondo.
Kata Kunci : Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut, Pengetahuan dan Sikap, Anak Usia Sekolah Dasa