4897 research outputs found
Sort by
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA BUMI DI RW 005 RT 006 KELURAHAN TALISE KECAMATAN MANTIKULORE
ABSTRAK
Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi Di RW 005 RT 006 Kelurahan Talise
Kecamatan Mantikulore
Ananda Safitri (2025)
Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Warihan Unok, S.Kep., Ns., M.Kep.
Latar belakang: Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia, khususnya di wilayah rawan seperti Kelurahan Talise, Kota Palu. Tingginya risiko bencana di daerah ini menuntut kesiapsiagaan masyarakat sebagai langkah mitigasi yang penting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan masyarakat mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi di RW 005 RT 006 Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore. Metode penelitian: Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 69 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori sedang (47,8%) dan tinggi (46,4%), sedangkan hanya sebagian kecil yang berada pada kategori rendah (5,8%). Kesimpulan: Temuan ini mengindikasikan bahwa masyarakat umumnya telah memiliki pemahaman yang baik mengenai kesiapsiagaan gempa bumi. Saran: penguatan edukasi kebencanaan secara berkelanjutan masih diperlukan agar seluruh lapisan masyarakat dapat bertindak cepat dan tepat saat menghadapi bencana.
Kata kunci: Pengetahuan, Kesiapsiagaan, Gempa bumi, Bencana alam, Kelurahan Talise
PENGARUH PENYULUHAN TABLET FE TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI KELAS VII DI SMP NEGERI 2 BANAWA KABUPATEN DONGGALA
ABSTRAK
Pengaruh Penyuluhan Tablet Fe Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Kelas Vii
Di Smp Negeri 2 Banawa Kabupaten Donggala
Ni Putu Artiasih (2025)
Program Studi DIII Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
Andi Mariani, S.Kep., Ns., MKM
Latar Belakang: Anemia merupakan masalah kesehatan yang banyak menyerang remaja putri, terutama akibat kekurangan zat besi selama masa pertumbuhan dan menstruasi. Kurangnya pengetahuan mengenai manfaat konsumsi tablet Fe menjadi salah satu penyebab terjadinya anemia pada remaja putri kelas VII Di SMP Negeri 2 Banawa Kabupaten Donggala. Tujuan: Teridentifikasinya pengaruh penyuluhan tentang tablet Fe terhadap tingkat pengetahuan remaja putri kelas VII di SMP Negeri 2 Banawa Kabupaten Donggala. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pre-test and post-test design pada 31 responden remaja putri kelas VII. Teknik pengambilan sample yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan, kemudian dianalisis menggunakan uji T-test dengan bantuan pengolahan data melalui SPSS 2025. Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup 58,1%, dan hanya 29% yang memiliki pengetahuan baik. Setelah dilakukan penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan, dengan 90,3% responden memiliki pengetahuan baik. Hasil uji T-tast menunjukkan nilai p = 0,001
GAMBARAN PENGETAHUAN SISWI SMP KELAS 9 TENTANG MANFAAT TABLET TAMBAH DARAH DI SMPN 6 KOTA PALU
PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS TADULAKO
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2025
Yoan Christina
GAMBARAN PENGETAHUAN SISWI SMP KELAS 9
TENTANG MANFAAT TABLET TAMBAH DARAH
DI SMPN 6 KOTA PALU
ABSTRAK
Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami remaja putri, terutama akibat kekurangan zat besi. Pemerintah telah mengintervensi dengan program pemberian Tablet Tambah Darah di sekolah, namun tingkat keberhasilan program ini sangat dipengaruhi oleh pengetahuan siswi mengenai manfaat dan cara konsumsi tablet tambah darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan siswi kelas 9 di SMPN 6 Kota Palu tentang manfaat tablet tambah darah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah populasi sebanyak 143 orang dan sampel diambil sebanyak 60 responden dengan teknik proporsional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12 siswi (20%) memiliki pengetahuan baik, 43 siswi (71,7%) memiliki pengetahuan cukup, dan 5 siswi (8,3%) memiliki pengetahuan kurang. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswi memiliki pengetahuan cukup tentang manfaat tablet tambah darah, sehingga perlu dilakukan edukasi yang lebih intensif oleh pihak sekolah dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan siswi terhadap konsumsi tablet tambah darah.
Kata Kunci: Pengetahuan, Remaja Putri, Tablet Tambah Darah
Tingkat Pengetahuan lanjut usia (lansia) Tentang Diet Diabetes Melitus Tipe 1 Diruangan RSUD Madani Palu
Tingkat Pengetahuan lanjut usia (lansia) Tentang Diet Diabetes Melitus Tipe 1 Diruangan RSUD Madani Palu
Nurul Ainun Haq (2024)
Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
Dr. Fauzan,.SKM, M.Kes
ABSTRAK
Latar Belakang: Lansia merupakan penduduk dengan jumlah perkembangan yang cukup besar. Secara umum, populasi penduduk usia 60 tahun ke atas di negara maju pada tahun 2020 adalah 20% dari total jumlah penduduk dan diperkirakan1 meningkat menjadi 32% serta penyakit yang terbanyak pada lansia adalah untuk penyakit tidak menular. Tujuan: Untuk mengidentifikasi pengetahuan lansia tentang diet diabetes melitus DM di Rumah Sakit Madani. Metode: Salah satu metode yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel adalah consecutive sampling yaitu pemilihan sampel dengan menetapkan subjek yang memenuhi kriteria penelitian dimasukkan dalam penelitian sampai kurun waktu tertentu yang dimana sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 23 responden. Hasil: Dari hasil penelitian diperoleh Dari hasil penelitian didapatkan data distribusi frekuensi terhadap tingkat pengetahuan tentang diet diabetes melitus tipe 1 diruangan poli RSUD madani palu yang dimana dari hasi didaptakan bahwa tingkat pengetahuan yang baik sebanyak 10 responden (43.5%), dan tingkat pengetahuan cukup sebanyak 7 responden (30.4%) sedangkan tingkat pengetahuan yang kurang sebanyak 6 responden (26.1%).Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik, karena mayoritas responden sudah lama terkena diabetes melitus sehingga sudah lebih banyak informasi yang didapatkan mengenai penatalaksanaan diet diabetes melitus.
Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Diet Diabetes Melitu
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN DERAJAT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PADA ANAK DI RSUD ANUTAPURA PALU TAHUN 2023
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN DERAJAT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PADA ANAK DI RSUD ANUTAPURA PALU TAHUN 2023
Katharina Rara Ismunova Bhatara Randa1, Nur Indang2, Ary Anggara3, Junjun Fitriani4
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Bagian Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3Bagian Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
4Bagian Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
e-mail: [email protected]
ABSTRAK
Latar Belakang : Demam berdarah dengue (DBD) adalah suatu penyakit infeksi virus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes sp. dan telah menjadi masalah yang serius di dalam dunia kesehatan. Timbulnya penyakit DBD karena adanya ketidakseimbangan antara faktor agent (virus), host (manusia), dan environment (lingkungan). Faktor yang mempengaruhi jika ditinjau dari faktor host salah satunya adalah status gizi. Status gizi adalah keadaaan tubuh sebagai hasil dari konsumsi makanan dan penggunaan zat gizi yang dikonsumsi. Status gizi pada anak saat ini juga masih menjadi masalah kesehatan global dengan banyaknya anak yang mengalami status gizi.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan derajat demam berdarah dengue pada pasien anak di RSUD Anutapura Palu tahun 2023.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian yang bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian ini bertempat di RSUD Anutapura Palu dengan populasi sampel yang digunakan sebesar 70 sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 66 sampel. Data diambil dari rekam medis pasien anak DBD (data sekunder). Uji statistik yang digunakan yaitu uji non parametrik menggunakan uji korelasi Spearman.
Hasil : Karakteristik pasien berdasarkan usia didapati paling banyak dengan usia 5-6 tahun sebanyak 27 pasien, berdasarkan jenis kelamin didapati paling banyak dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 36 pasien, berdasarkan status gizi pasien didapati paling banyak pasien dengan status gizi baik sebanyak 32 pasien, dan berdasarkan derajat keparahan DBD didapati paling banyak pasien dengan derajat 2 sebanyak 33 pasien. Hasil uji korelasi Spearman didapatkan nilai p = 0,461 (p > 0,05) yang artinya tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan derajat demam berdarah dengue pada pasien anak di RSUD Anutapura Palu.
Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan derajat DBD pada pasien anak di RSUD Anutapura Palu tahun 2023.
Kata kunci : Demam Berdarah Dengue, Status gizi, Anak
GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN CT-SCAN KEPALA PADA PASIEN STROKE DI RSUD UNDATA KOTA PALU
GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN CT-SCAN KEPALA PADA PASIEN STROKE DI RSUD UNDATA KOTA PALU
Miftahul Jannah1, Christin Rony Nayoan2
1Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Department of Pharmacology of the Faculty of Medicine, Tadulako University
ABSTRAK
Latar Belakang : Penyakit stroke adalah gangguan fungsional otak fokal maupun global akut yang berlangsung lebih dari 24 jam, berasal dari gangguan aliran darah otak dan bukan diakibatkan oleh gangguan peredaran darah otak sepintas, tumor otak, stroke sekunder karena trauma maupun infeksi. Perubahan perilaku hidup tradisional ke perilaku hidup modern yang cenderung merupakan pola hidup tidak sehat mengakibatkan peningkatan angka kejadian penyakit yang berkaitan dengan gaya hidup, salah satunya adalah risiko penyakit stroke
Tujuan : Untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan CT-Scan kepala pada pasien stroke di RSUD Undata Kota Palu.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan melihat rekam medik.
Hasil : dari hasil penelitian menurut kategori pasien stroke hemoragik dan stroke iskemik, dimana diketahui bahwa sebanyak 44 pasien (44,4%) stroke hemoragik dan 55 pasien (55,6%) stroke iskemik, sehingga di dapatkan bahwa pasien stroke iskemik lebih banyak dari pada pasien stroke hemoragik.
Kesimpulan : Pada kasus stroke, pembedaan antara stroke hemoragik dan stroke iskemik yang dilakukan sedini mungkin secara tepat dapat menentukan tingkat keberhasilan penatalaksanaan pada kasus stroke sehingga dapat menurunkan tingkat kematian. Dengan menggunakan CT-Scan juga dapat membantu menentukan kriteria pengobatan yang tepat pada masing-masing bentuk stroke.
Kata kunci : CT-Scan, Stroke hemoragik, Stroke iskemi
GAMBARAN KARAKTERISTIK DAN DISTRIBUSI PENDERITA FILARIASIS DI WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN SIGI SULAWESI TENGAH
GAMBARAN KARAKTERISTIK DAN DISTRIBUSI PENDERITA FILARIASIS DI WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN SIGI SULAWESI TENGAH
Nurrahmi Miftahul Jannah*, Vera Diana Towidjojo**, Ketut Suarayasa***, Miranti****
*Mahasiswa Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Dosen Bagian Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
***Dosen Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
****Dosen Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
e-mail : [email protected]
ABSTRAK
Latar Belakang : Filariasis adalah infeksi kronis yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk dan menetap di saluran limfe manusia. Kabupaten Sigi merupakan salah satu kabupaten endemis filariasis yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan Indonesia dengan karakteristik dan distribusi penderita yang tersebar dibeberapa tempat yang berada dalam naungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi.
Tujuan : Mengetahui karakteristik usia, jenis kelamin dan distribusi penderita filariasis berdasarkan puskesmas, manifestasi klinis, lokasi pembengkakan dan tahun mulai pembengkakan di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Metode : Analitik observasional deskriftif menggunakan pendekatan survey analitik dengan pengambilan sampel secara total sampling dan didapatkan sebanyak 37 sampel.
Hasil : Usia penderita filariasis tertinggi pada lansia akhir (56-65 tahun) sebanyak 17 kasus dan 0 kasus pada usia (17-25 tahun dan 36-45 tahun). Penderita filariasis perempuan sebanyak 19 orang (51,4%) dan laki-laki 18 orang (48,6%). Puskesmas Kaleke memiliki 11 kasus (29,7%) dan 6 puskesmas lainnya masing-masing memiliki 1 kasus (2,7%). Pembengkakan dimulai terbanyak pada tahun 1966-1976 sebanyak 10 kasus (27,0%) dan terendah tahun di rentan tahun 2022-2024 (0%). Distribusi berdasarkan manifestasi klinis terbanyak yaitu stadium kronis sebanyak 37 orang (100%), distribusi lokasi pembengkakan terbanyak yaitu pada 1 lokasi pembengkakan 22 orang (59%) dan terendah >4 lokasi Pembengkakan 0 termuan kasus (0%).
Kesimpulan : Usia terbanyak adalah 56-65 tahun, jenis kelamin terbanyak jenis kelamin perempuan, puskesmas terbanyak puskesmas kaleke, mulai pembengkakan terbanyak rentan tahun 1966-1976, manifestasi klinis terbanyak stadium kronis, Lokasi pembengkakan terbanyak pada 1 lokasi pembengkakan.
Kata kunci : Filariasis, Karakteristik, Distribus
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO ANGKATAN 2023
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS TADULAKO ANGKATAN 2023
Ayyasy Abiyyu Tamir1, Ria Sulistiana2, Sumarni3, Jane Mariem Monepa4
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Radiology, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 4Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Pendahuluan: Status gizi merupakan faktor risiko penting yang dapat dimodifikasi dalam perkembangan penyakit mental. Mahasiswa sering mengalami tekanan akademik dan perubahan gaya hidup yang menyebabkan pola makan tidak teratur dan gizi kurang baik. Data menunjukkan prevalensi gangguan mental lebih tinggi pada mahasiswa dibandingkan populasi umum, terutama di Sulawesi Tengah, dengan angka gangguan mental emosional tertinggi di Indonesia (19,8%).
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara status gizi dan kesehatan mental pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako angkatan 2023.
Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 161 mahasiswa yang dipilih secara purposive sampling. Status gizi diukur dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan kesehatan mental dinilai menggunakan kuesioner Self Reporting Questionnaire (SRQ-20). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman.
Hasil: Mayoritas responden memiliki status gizi normal (65,2%), dengan 14,9% kurus, 14,2% berlebih, dan 5,7% obesitas. Sebanyak 63,3% mahasiswa mengalami gangguan mental emosional, dengan gejala kecemasan paling sering dilaporkan (66,4%). Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara IMT dan skor SRQ-20 (p=0,566). Namun, gangguan mental lebih sering ditemukan pada mahasiswa obesitas (100%) dan kurus (66,6%).
Kesimpulan: Meskipun tidak ditemukan hubungan signifikan secara statistik, mahasiswa dengan obesitas dan gizi kurang lebih rentan mengalami gangguan mental. Pola makan sehat dan asupan nutrisi yang cukup penting untuk menjaga kesehatan mental mahasiswa.
Kata Kunci: Status Gizi, Kesehatan Mental, IMT, SRQ-20, Mahasisw
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP REMAJA TERHADAP PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NAPZA DI SMA NEGERI 3 PALU
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP REMAJA TERHADAP PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NAPZA DI SMA NEGERI 3 PALU
Brigita Tiara Devina1, Nur Syamsi2, Christin Rony Nayoan3, Andi Nur Asrinawaty3
1Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Tadulako
2Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Univertas Tadulako
3Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
4Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
Email : [email protected]
ABSTRAK
Latar Belakang : NAPZA merupakan persoalan yang sangat kompleks dan masih menjadi perhatian dunia dan Indonesia pada khususnya.Peyalahgunaan narkoba saat ini semakin hari semakin meningkat terutama dalam kalangan remaja saat ini. Rentang usia 17-19 tahun adalah kelompok pertama kali menggunakan narkoba dan target pasar utama peredaran narkoba dalam rentang umur 11-24 tahun. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional Sulawesi Tengah pada tahun 2023 menunjukkan bahwa terdapat 282 orang yang telah positif sebagai penyalahguna narkoba di Kota Palu. Oleh karena itu, pemberdayaan remaja perlu didorong dengan meningkatkan pengetahuan dengan sikap terhadap pencegahaan NAPZA.
Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap remaja terhadap pencegahan penyalahgunaan NAPZA di SMA Negeri 3 Palu.
Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan total sampel 110 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Spearmen pada aplikasi SPSS.
Hasil : Pada hasil penelitian yang diuji dengan menggunakan teknik uji spearman Rho, menunjukan bahwa terdapat adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap remaja terhadap pencegahaan penyalahgunaan NAPZA di SMA Negeri 3 Palu. Hal ini ditunjukan dengan hasil nilai signifikan sebesar 0,000 (p valu
MODEL VIDEO PEMBELAJARAN KETERAMPILAN USIA DEWASA DAN LANSIA UNTUK KOMPETENSI KADER POSYANDU DI KELURAHAN MAMBORO
MODEL VIDEO PEMBELAJARAN KETERAMPILAN USIA DEWASA DAN LANSIA UNTUK KOMPETENSI KADER
POSYANDU DI KELURAHAN MAMBORO
Rahmi Amalia1, Ketut Suarayasa2, Elly Yane Bangkele2, Muthia Aryuni3
1 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako Email : [email protected]
ABSTRAK
Latar belakang : Kader posyandu memiliki peran penting dalam peningkatan kesehatan masyarakat, namun masih banyak yang memerlukan pelatihan peningkatan kompetensi terutama dalam pelayanan usia dewasa dan lansia. Kemajuan teknologi informasi membuka peluang baru dalam pengembangan media pembelajaran, termasuk bagi kader posyandu. Pemanfaatan media digital seperti video pembelajaran menjadi alternatif yang efektif untuk kompetensi dan keterampilan kader.
Tujuan : Untuk membuat model video pembelajaran keterampilan usia dewasa dan lansia untuk kompetensi kader posyandu di kelurahan mamboro.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation) serta pendekatan mixed methods (kuantitatif dan kualitatif). Data kuantitatif diperoleh melalui lembar validasi ahli dengan skala Likert, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD) dengan kader dan petugas kesehatan. Analisis dilakukan secara deskriptif.
Hasil: Berdasarkan hasil penilaian validator, model video pembelajaran dikategorikan sangat layak. Video dianggap efektif, mudah dipahami, dan menarik. Kader menyatakan video membantu dalam keterampilan kader saat pelayanan usia dewasa dan lansia, meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan akses handphone dan jaringan internet.
Kesimpulan: Video keterampilan usia dewasa dan lansia layak dikembangkan sebagai salah satu model pembelajaran keterampilan kader posyandu.
Kata Kunci : video pembelajaran, keterampilan kader, usia dewasa, lansia, posyandu, ADDIE