Tadulako University

SLiMS Senayan Library Management System Repository
Not a member yet
    4897 research outputs found

    UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BIJI Nigella sativa TERHADAP FRAKSI AREA JARINGAN FIBROSIS HATI TIKUS MODEL TERINFEKSI Schistosoma japonicum

    No full text
    UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BIJI Nigella sativa TERHADAP FRAKSI AREA JARINGAN FIBROSIS HATI TIKUS MODEL TERINFEKSI Schistosoma japonicum Dzar Ghifari Muh. Rizal1, David Pakaya2 1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 2Departemen Histologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako ABSTRAK Latar belakang: Infeksi kronis Schistosoma japonicum (S. japonicum) menyebabkan deposisi telur di hati sehingga memicu inflamasi dan akumulasi kolagen yang berujung pada fibrosis hati. Ekstrak biji Nigella sativa (N. sativa) diketahui mengandung berbagai fitokimia dengan potensi sebagai agen hepatoprotektor. Tujuan: Mengetahui efektivitas dan dosis efektif ekstrak biji N. sativa pada fraksi area fibrosis hati tikus terinfeksi S. japonicum. Metode: Penelitian eksperimental dengan rancangan post-test only controlled group design. Penelitian ini menggunakan 18 ekor tikus putih jantan galur Wistar. Tikus dibagi dalam 6 kelompok perlakuan; K1: Kontrol normal; K2: Model terinfeksi S. japonicum (tikus model); K3: Tikus model + Praziquantel 310 mg/kgBB; K4: Tikus model + ekstrak biji N. sativa dosis 80 mg/kgBB; K5: Tikus model + ekstrak biji N. sativa dosis 160 mg/kgBB; K6: Tikus model + ekstrak biji N. sativa dosis 320 mg/kgBB. Gambaran fraksi area fibrosis hati tikus didapatkan dari pewarnaan sirius red pada 5 lapang pandang yang dipilih secara acak dan tidak tumpang tindih menggunakan mikroskop cahaya Olympus CX23 perbesaran 400×. Hasil gambar dikuantifikasi menggunakan perangkat lunak ImageJ. Data dianalisis dengan GraphPad Prism® version 10.3.1 menggunakan uji nonparametrik Kruskal-Wallis. Hasil: Terapi ekstrak biji N. sativa tikus model terinfeksi S. japonicum menunjukkan fraksi area jaringan fibrosis hati memiliki perbedaan bermakna (p=0,001). Kesimpulan: Ekstrak biji N. sativa memiliki aktivitas hepatoprotektor dengan perbaikan fraksi area fibrosis hati dengan dosis efektif adalah 80 mg/kgBB. Kata kunci: bahan alam, N. sativa, S. japonicum, inflamasi, fibrosi

    ANGKA KEJADIAN PENYAKIT PERLEMAKAN HATI NON ALKOHOL (NON ALCOHOLIC FATTY LIVER DISEASE) BERDASARKAN PEMERIKSAAN ULTRASONOGRAFI ABDOMEN PADA PASIEN DI KOTA PALU TAHUN 2023

    No full text
    ANGKA KEJADIAN PENYAKIT PERLEMAKAN HATI NON ALKOHOL (NON ALCOHOLIC FATTY LIVER DISEASE) BERDASARKAN PEMERIKSAAN ULTRASONOGRAFI ABDOMEN PADA PASIEN DI KOTA PALU TAHUN 2023 Fadila Dhafarani*,Ria Sulistiana** *Mahasiswa Kedokteran ,Fakultas Kedokteran,Universitas Tadulako **Departemen Radiologi,Fakultas Kedokteran,Universitas Tadulako ABSTRAK Pendahuluan : Non-alkoholik fatty liver disease menjadi isu kesehatan global yang semakin diperhatikan, terutama karena prevalensinya yang terus meningkat di berbagai dunia (Teng et al., 2023). NAFLD lebih sering terjadi pada laki-laki dibandingkan dengan Perempuan sebelum monopause, Namun, setelah memasuki usia monopouse ditemukan prevalensi lebih meningkat pada Perempuan. Kejadian NAFLD lebih sering terjadi pada usia pertengahan hingga lanjut usia, dan prevalensinya semakin meningkat dengan bertambahnya usia. Angka kejadian penyakit hati berlemak dan fibrosis hati bisa terdeteksi dan dipantau melalui pemeriksaan laboratorium, pencitraan, dan biopsi. Di antara metode pencitraan, ultrasonografi menonjol sebagai cara yang efektif untuk mendiagnosis dan memonitori pasien dengan gangguan penyakit hati (Sulaiman, 2023; da Silva et al., 2020) Tujuan : Mengetahui angka kejadian perlemakan hati Non Alkohol ( Non Alcoholic Fatty Liver Disease) pada pasien di Kota Palu tahun 2023. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan secara cross-sectional dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu non probability sampling dengan pemilihan sampel purposive sampling dengan sampel sebanyak 91 sampel. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu dari rekam medik pasien NAFLD yang telah melakukan USG abdomen di RSU Sis Aljufri Palu tahun 2023. Hasil : Pada penelitian ini terdiri dari 91 pasien didapatkan perlemakan hati non alkohol paling banyak berada pada kelompok usia lansia awal ( 46-55 tahun) dengan angka kejadian 31,9% dan berjemis kelamin Perempuan ( 53,9%) , pada pemeriksaan ultrasonografi abdomen paling banyak ditemukan berada di derajat 2 sebanyak 42,9%. Kesimpulan : Angka kejadian mayoritas pada penelitian ini paling banyak terjadi pada usia lansia awal (46-55 tahun) dengan berjenis kelamin perempuan dan terdiagnosis derajat 2 pada pemeriksaan ultrasonografi abdomen di RSU Sis Aljufri tahun 2023. Kata kunci : Pasien NAFLD, Usia, Jenis kelamin, Derajat US

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BIROBULI

    No full text
    ABSTRAK Latar Belakang : Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan kondisi tubuh dengan kekurangan kalori dan protein yang berlangsung menahun (kronis) yang mengakibatkan terganggunya Kesehatan pada Wanita subur dan ibu hamil. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan kejadian Kekurangan Energi Kronik pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Birobuli. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan kejadian Kekurangan Energi Kronik. Jumlah populasi di ambil berdasarkan kunjungan 3 bulan terakhir, jadi jumlah sampel yang di ambil adalah 30 sampel. Penggunaan data menggunakan kuesioner dengan analisa uji chi–square menggunakan program SPSS. Hasil : nilai p - value sebesar 0,002 karena nilai p ≤ 0,05 maka Ha di terima dan H0 di tolak, artinya ada hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan Kekurangan Energi Kronik. Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan pengetahuan dan sikap dengan kejadian Kekurangan Energi Kronik pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Birobuli dengan nilai p – value sebesar 0,002. Kata Kunci : Pengetahuan dan Sikap Kejadian KE

    PENGARUH PEMBERIAN TERAPI ABDOMINAL STRETCHING EXERCISE UNTUK MENGATASI DISMONORE PADA REMAJA PUTRI DI SMK NEGERI 5 PALU

    No full text
    Pengaruh pemberian terapi Abdominal streathing exercise untuk mengatasi dismenore pada remaja putri di SMK NEGRI 5 Palu Yulia fitri (2025) Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Andi Mariani, S.Kep, M.Kes ABSTRAK Dismenore atau nyeri haid adalah keluhan ginekologis yang terjadi akibat adanya ketidakseimbangan hormon progesterone sehingga mengakibatkan timbulnya rasa nyeri yang sering dialami wanita terutama pada remaja. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi dismenore adalah abdominal stretching exercise. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh abdominal stretching exercise terhadap penurunan dismenore pada remaja putri di Kelurahan Maloku. Metode penelitian ini adalah preeksperimental dengan design one group pre test - post test melibatkan 40 remaja putri yang mengalami dismenore. Pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling dengan pengumpulan data menggunakan SOP abdominal stretching exercise dan numeric rating scale untuk mengetahui skala dismenore. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon didapatkan p=0.000 dengan tingkat kemaknaan α=0.05. Hal ini menunjukkan ada pengaruh abdominal stretching exercise terhadap penurunan dismenore pada remaja putri di SMK NEGRI PALU. Abdominal stretching exercise merupakan salah satu latihan yang efektif untuk menurunkan skala dismenore pada remaja putri dan dapat dilakukan secara mandiri pada saat remaja mengalami dismenore. Kata Kunci : Remaja, dismenore, abdominal stretching exercis

    GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PENYAKIT HIPERTENSI PADA KLIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAWATUNA

    No full text
    PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO Karya Tulis Ilmiah, Agustus 2024 Nurfadilah GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG HIPERTENSI PADA KLIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAWATUNA ABSTRAK Latar belakang: Hipertensi adalah keadaan seseorang yang mengalami peningkat an tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih, sehingga mengakibatkan peningkatan angka morbiditas maupun mortalitas, tekanan darah fase sistolik 140 mmHg menunjukkan fase darah yang sedang dipompa oleh jantung dan fase diastolik 90 mmHg menunjukkan fase darah yang kembali ke jantung. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Penyakit Pada Klien Hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kawantuna. Metode: Penelitian yang digunakan adalah deskriptif untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang hipertensi pada penderita hipertensi. Jumlah sampel 41 menggunakan rumus slovin. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil: penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar yang berpengetahuan baik 22 responden (53,7%) dan yang berpengetahuan cukup 14 responden (34,1%) dan sebagian kecil berpengatahuan kurang 5 responden (12,2%). Kesimpulan: Didapatkan kesimpulan yaitu pengetahuan yang dimiliki responden berdampak besar terhadap menjaga kesehatan dan mencegah terjadinya penyakit hipertensi terhadap responden. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan Hipertens

    HUBUNGAN ASUPAN VITAMIN A DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS KAMONJI KOTA PALU

    No full text
    HUBUNGAN ASUPAN VITAMIN A TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS KAMONJI KOTA PALU Ahmad Sairofi Taftazani¹, Rahma², Ressy Dwiyanti³, Rahma Badaruddin⁴ ¹Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ²Departemen Pediatri, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ³Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ⁴Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Diare merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak usia di bawah lima tahun, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Kekurangan asupan vitamin A diketahui berperan terhadap menurunnya integritas mukosa usus serta imunitas tubuh, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap infeksi saluran cerna. Tujuan : Memahami hubungan asupan vitamin A dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Kamonji Kota Palu. Metode: Rancangan penelitian menggunakan pendekatan observasional analitik dengan desain potong lintang (Cross Sectional). Sampel yang dipilih dari data rekam medis serta catatan pemberian vitamin A program pemerintah pada bulan Februari 2025 dan Agustus 2024. Data dianalisis secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengidentifikasi adanya hubungan antara variabel independent dan dependen. Hasil: Total sampel penelitian berjumlah 105. Ditemukan bahwa 58 balita (55,2%) mengalami diare, sedangkan 47 balita (44,8%) tidak mengalami diare. Balita yang menerima suplementasi vitamin A satu kali berjumlah 12 orang (11,4%), sementara yang memperoleh dua kali sebanyak 93 orang (88,6%). Analisis korelasi uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara asupan vitamin A dan kejadian diare dengan nilai P = 0,038 (p < 0,05), Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara frekuensi asupan vitamin A dan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kamonji. Kata kunci: Vitamin A, Diare, Balita, Puskesmas Kamonji, Cross Sectiona

    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN GIZI, AKTIVITAS FISIK, DAN SCREEN TIME TERHADAP STATUS GIZI PADA REMAJA DI SMAN 5 PALU

    No full text
    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN GIZI, AKTIVITAS FISIK, DAN SCREEN TIME TERHADAP STATUS GIZI PADA REMAJA DI SMAN 5 PALU Hajjar Ustawana1, Junjun Fitriani2, Ria Sulistiana3, Rahma Badaruddin4 1 Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Departemen Radiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 4Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Gizi mencakup komponen esensial dalam makanan dan minuman. Status gizi dapat diukur melalui pengukuran berat dan tinggi badan. Remaja Kota Palu umumnya mengonsumsi makanan tinggi energi dan lemak dibandingkan makanan bergizi. Faktor pengetahuan gizi, aktivitas fisik, dan screen time berpengaruh terhadap status gizi remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi, aktivitas fisik, dan screen time terhadap status gizi pada remaja di SMAN 5 Palu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data primer diperoleh melalui kuesioner dan pengukuran indeks massa tubuh (berat dan tinggi badan). Sampel sebanyak 87 responden dipilih secara random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Uji Spearman Rho. Hasil: Mayoritas responden memiliki pengetahuan gizi cukup (47,1%), aktivitas fisik ringan (62,1%), dan screen time tinggi (88,5%). Status gizi responden underweight dan normal berjumlah (40,2%). Uji Spearman Rho menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi (p=0,586; r=0,059), aktivitas fisik (p=0,857; r=0,020), dan screen time (p=0,681; r=0,045) terhadap status gizi remaja. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan gizi, aktivitas fisik, dan screen time terhadap status gizi

    PERBANDINGAN KADAR GLUKOSA DARAH POSTPRANDIAL PADA MAHASISWA OVERWEIGHT DAN OBESITAS SETELAH KONSUMSI NASI BARU MATANG DAN NASI DINGIN DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO

    No full text
    PERBANDINGAN KADAR GLUKOSA DARAH POSTPRANDIAL PADA MAHASISWA OVERWEIGHT DAN OBESITAS SETELAH KONSUMSI NASI BARU MATANG DAN NASI DINGIN DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO Tri Astutik1, Devi Oktafiani2, Tri Setyawati3, Sumarni4 1Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Tadulako 2,3Bagian Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 4Bagian Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Email: [email protected] ABSTRAK Latar Belakang: Mahasiswa kedokteran berisiko overweight dan obesitas karena gaya hidup tidak teratur dan aktivitas fisik rendah, yang meningkatkan glukosa darah akibat resistensi insulin. Nasi dingin mengandung pati resisten lebih tinggi dan indeks glikemik lebih rendah dibandingkan nasi baru matang, sehingga berpotensi mempengaruhi kadar glukosa darah postprandial. Tujuan: untuk mengidentifikasi perbandingan kadar glukosa darah postprandial pada mahasiswa overweight dan obesitas setelah konsumsi nasi dingin dan nasi baru matang di Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design yang melibatkan 34 mahasiswa Kedokteran Universitas Tadulako angkatan 2024 dengan IMT ≥23 kg/m². Sampel dibagi menjadi dua grup secara acak: Grup A (17 orang) mengonsumsi nasi dingin (4°C, 24 jam) dan Grup B (17 orang) mengonsumsi nasi baru matang. Kadar glukosa darah diukur pada kondisi puasa dan 2 jam postprandial. Data dianalisis menggunakan paired t-test dan independent t-test. Hasil: Rata-rata kadar GDP seluruh sampel adalah 88,35 mg/dL. Kelompok nasi dingin memiliki rata-rata kadar GD2PP adalah 93,94 mg/dL dengan peningkatan 3,29 mg/dL dari GDP. Pada kelompok nasi baru matang, rata-rata kadar GD2PP adalah 105,12 mg/dL dengan kenaikan sebesar 19,05 mg/dL dari GDP. Perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p=0,001). Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan kadar glukosa darah postprandial pada mahasiswa overweight dan obesitas setelah konsumsi nasi dingin dan nasi baru matang. Nasi dingin menyebabkan peningkatan glukosa darah yang lebih rendah dengan selisih rata-rata 15,79 mg/dL, sehingga berpotensi menjadi alternatif pilihan makanan untuk mengontrol kadar glukosa darah. Kata Kunci: overweight, glukosa, nas

    GAMBARAN PENERAPAN PERILAKU CERDIK PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAWATUNA

    No full text
    ABSTRAK Gambaran Penerapan Perilaku CERDIK pada Lansia Hipertemnsi di Wiayah Kerja Puskesmas Kawatuna Siti Wahdini (2025) Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Raden Bagus Edy S, S.Kep, Ns., ,.Kep Latar Belakang:Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian di dunia, terutama pada kelompok lansia. Penerapan perilaku hidup sehat seperti perilaku CERDIK (Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dan seimbang, Istirahat cukup, besesrta Kelola stres) dapat membantu mengendalikan tekanan darah pada penderita hipertensi. Tujuan Penelitian inintük mengetahui gambaran penerapan perilaku CERDIK pada lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kawatuna. Desain penelitian: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 86 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian: menunjukkan bahwa mayoritas responden, yaitu 51 orang (59,3%), memiliki perilaku CERDIK yang baik, sedangkan 35 orang (40,7%) menunjukkan perilaku CERDIK yang kurang. Kesimpulan: ini mengindikasikan bahwa sebagian besar lansia hipertensi telah mulai menerapkan perilaku hidup sehat, namun masih diperlukan upaya edukasi lanjutan dan dukungan dari keluarga untuk meningkatkan kepatuhan terhadap perilaku CERDIK secara menyeluruh. Kata Kunci: CERDIK, Gaya Hidup Sehat, Hipertensi, Lansi

    HUBUNGAN PENGGUNAAN GADGET BERLEBIH TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV DAN V SEKOLAH DASAR NEGERI 26 PALU

    No full text
    ABSTRAK Hubungan Penggunaan Gadget Berlebih Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas IV dan V Sekolah Dasar Negeri 26 Palu Nur Azizah Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Mursyidah Khairiyah, S.Kep., MPH Latar belakang: Gadget adalah perangkat elektronik berukuran kecil yang memiliki beragam fitur canggih, termasuk berbagai merek ponsel dan notebook, terutama dalam mendukung akses internet. Kehadiran gadget membawa berbagai inovasi terbaru yang mempermudah komunikasi serta membantu individu dalam mengakses dan memperoleh informasi dengan lebih cepat dan efisien. Salah satu fenomena baru yang muncul selama anak menggunakan gadget adalah munculnya kasus gadget addicted. Jumlah kasus kecanduan gadget mengalami peningkatan yang cukup siginifikan selama anak belajar dari rumah. Tidak dapat dipungkiri bahwa kasus kecanduan gadget merupakan salah satu dampak negatif dari perkembangan teknologi. Penggunan gadget dapat mempengaruhi pada prestasi belajar pada anak sekolah dasar karena pertumbuhan dan peerkembangan mulai dari bayi sampai lanjut usia memiliki pemahaman yang berbeda. Pada zaman sekarang anak sekolah dasar sering main gadget dan orang tua kurang memberikan perhatian kepada anaknya sehingga prestasi belajar menurun.Tujuan: Teridentifikasi apakah terdapat Hubungan antara Penggunaan Gadget Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas IV dan V Sekolah Dasar Negeri 26 Palu. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Uji statistik chi square, derajat kemaknaan p

    0

    full texts

    4,897

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SLiMS Senayan Library Management System Repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇