Tadulako University

SLiMS Senayan Library Management System Repository
Not a member yet
    4897 research outputs found

    GAMBARAN KOMPLIKASI INTRANATAL CARE PADA IBU HAMIL YANG MELAKUKAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS MARAWOLA

    No full text
    Gambaran Komplikasi Intranatal Care Pada Ibu Hamil Yang Melakukan Antenatal Care Di Puskesmas Marawola Sarfina Kartika Sari (2025) Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Badariati., SST.,M.Kes ABSTRAK Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi. Data Kemenkes (2021) mencatat 7.389 kematian ibu pada tahun tersebut, meningkat tiap tahun. Penyebab utama AKI adalah perdarahan (28%), eklampsia (13%), komplikasi aborsi (11%), sepsis (10%), dan partus lama (9%) yang sebenarnya bisa dicegah dengan pemeriksaan kehamilan (ANC) rutin. Penelitian ini bertujuan menggambarkan komplikasi Intranatal Care pada ibu hamil yang melakukan ANC di Puskesmas Marawola. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan 10 responden. Hasilnya menunjukkan Sebanyak 73,3% tidak rutin melakukan ANC. Komplikasi yang ditemukan meliputi preeklamsia, perdarahan postpartum, fetal distress, partus macet, infeksi, dan lainnya masing-masing dialami oleh 10% responden. Rendahnya kunjungan ANC disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, kesibukan, faktor ekonomi, dan minimnya dukungan keluarga. Kesimpulannya, pemeriksaan ANC rutin sangat penting untuk mencegah komplikasi dan menurunkan AKI. Edukasi serta pendekatan aktif seperti kunjungan rumah perlu ditingkatkan. Kata Kunci: Antenatalcare, Ibu Hamil, Komplikasi Intranatalcar

    ASUHAN KEPERAWATAN JIWA DENGAN INTERVENSI DISCHARGE PLANNING PADA KELUARGA DI RUMAH SAKIT MADANI UNTUK MENCEGAH KEKAMBUHAN PASIEN HALUSINASI DI RUMAH

    No full text
    ABSTRAK ASUHAN KEPERAWATAN JIWA DENGAN INTERVENSI DISCHARGE PALNNING PADA KELUARGA DI RUMAH SAKIT MADANI UNTUK MENCEGAH KEKAMBUHAN PASIEN HALUSINASI DI RUMAH NOVIYANTI NTOI Program StudiD-III Keperawtan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Dr. Ns. Andi Saifah, S. Kep. M.Kep,Sp.Kep,Kom Halusinasi merupakan gangguan jiwa yang paling banyak di rumah sakit Madani dan sering mengalami kekambuhan karena kurangnya pengetahuan keluarga dalam merawat pasien ketika di rumah. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan intervensi discharge planning kepada keluarga di rumah sakit untuk mencegah kekambuhan pasien halusinasi di rumah. Desain penelitian adalah penelitian deskriftif pendekatan studi kasus masalah asuhan keperawatan jiwa dalam pemberian discharge planning pada dua subjek keluarga yang mempunyai anggota keluarga riwayat halusinasi persiapan pulang, selanjutnya dilakukan kunjungan di rumah untuk mengobservasi cara perawatan dan gejala halusinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga Ny H dan Ny R dapat memberikan motivasi dan memantau aktivitas yang terjadwal dari rumah sakit kepada pasien, namun keluarga Ny R lebih baik dalam pendampingan karena berada di rumah sepanjang hari. Selama observasi di rumah, kedua pasien tidak mengalami halusinasi lagi. Kesimpulan penelitian adalah intervensi discharge planning di rumah sakit meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat pasien di rumah sehingga kekambuhan halusinasi tidak terjadi. Saran penelitian adalah pemberian discharge planning selalunya rutin dilakukan Ketika pasien akan pulang dan dilakukan kunjungan untuk memastikan kemampuan keluarga dalam merawat pasien halusinasi Kata kunci: discharge planning, halusinasi, keluarg

    HUBUNGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH PERIODE JANUARIâDESEMBER 2020

    No full text
    HUBUNGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH PERIODE JANUARI–DESEMBER 2020 Andi Muhammad Nur Ali akbar*, Rosa Dwi Wahyuni** Mahasiswa Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako. Bagian Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang : Anemia adalah keadaan ketika dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin kurang dari jumlah yang seharusnya dibutuhkan untuk tubuh. Ibu hamil dapat dikatakan mengalami anemia bila kadar hemoglobin kurang dari 11 gr/dl.Salah satu penyebab BBLR adalah ibu hamil dengan anemia. Persentase Bayi BBLR di Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2019 yaitu 2,4%. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara Anemia Pada Ibu Hamil dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah Metode Penelitian : Penelitan ini menggunakan metode penelitian cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Purposive sampling yaitu dengan jumlah 69 pasien. Instrumen yang digunakan dalam penelitan adalah rekam medik persalinan antara bulan januari sampai dengan bulan Desember 2020 dianalisis dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil Penelitian : Pada perhitungan Hubungan Anemia Pada Ibu Hamil Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah untuk didapatkan nilai p adalah 0,001 yang artinya terdapat hubungan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian bayi berat lahir rendah di RSUD Undata, berkaitan dengan hal ini maka hipotesis penelitian diterima. Kata kunci : Anemia, Hemoglobin, BBL

    EFEK PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR(Moringa oleifera Lam) TERHADAP JUMLAH LEUKOSIT TOTAL Rattus Norvegicus TERINDUKSI FORMALIN

    No full text
    Efek Pemberian Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam) Terhadap Kadar Leukosit Pada Rattus Norvegicus Terinduksi Formalin Rizqatul Fitri1, Rizqi Adnad Dzaky1, Nur Syamsi2, Haerani Harun3, Junjun Fitriani2 1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 2Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 3Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako ABSTRAK Paparan formaldehida dapat menyebabkan terjadinya stres oksidatif dan respon inflamasi. Respon inflamasi dan stres oksidatif ditandai dengan peningkatan total jumlah leukosit total. Ekstrak daun kelor memiliki efek antiinflamasi dan antioksidan yang berpotensi menurunkan jumlah leukosit total. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek eksrak daun kelor terhadap leukosit total pada tikus terinduksi formalin. Metode penelitian berupa penelitian eksperimental dengan rancangan posttest only controlled group design. Penelitian ini menggunakan tikus putih galur Wistar jantan, berusia 7-8 minggu, berat badan (BB) 180-220 gram, berjumlah 18 ekor. Tikus diininduksi dengan formalin melalui intraperitoneal selama 14 hari. Tikus dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan; K1: kontrol positif (tikus model terinduksi formalin + terapi vitamin C dosis 100mg/KgBB); K2: kontrol negatif (tikus model teriinduksi formalin + akuades); K3: tikus model + ekstrak daun kelor dosis 400mg/kgBB. Pengambilan darah melalui retroorbital kemudian dianalisis menggunakan hematology analyzer untuk mendapatkan jumlah leukosit total. Data dianalisis dengan program analisis data menggunakan uji non-parametrik Kruskal-Wallis. Hasil penelitian didapatkan median jumlah leukosit total kelompok terapi (K3=11.2) lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol positif (K1=12.3) maupun negatif (K2 =16.6). Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna (p=0.295). Ekstrak daun kelor memiliki kecenderungan dalam menurunkan jumlah leukosit total yang perlu diteliti lebih lanjut. Kata kunci: Formaldehida, ekstrak daun kelor, leukosit total, Stres oksidati

    HUBUNGAN PERSEPSI EFEK SAMPING OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI RSUD ANUTAPURA PALU

    No full text
    HUBUNGAN PERSEPSI EFEK SAMPING OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI RSUD ANUTAPURA PALU Putri Aura Aulia1, Nur Syamsi2, Ketut Suarayasa3, Miranti4 1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3,4Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global. Keberhasilan pengobatan sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat secara teratur. Namun, efek samping obat sering kali memengaruhi persepsi pasien terhadap pengobatan, yang pada akhirnya dapat berdampak pada kepatuhan. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi efek samping Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis di RSUD Anutapura Palu. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang dilaksanakan di RSUD Anutapura Palu, pada bulan Mei hingga Juni 2025. Populasi penelitian terdiri dari pasien tuberkulosis paru yang sedang menjalani rawat jalan di RSUD Anutapura Palu. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil: Dari 75 responden, sebanyak 68 responden (90,7%) memiliki persepsi positif terhadap efek samping Obat Anti Tuberkulosis (OAT), dan 54 responden (72,0%) menunjukkan tingkat kepatuhan tinggi dalam mengonsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi terhadap efek samping Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis dengan nilai p = 0,016 (

    HUBUNGAN KADAR ALBUMIN DENGAN KADAR GLUKOSA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS TALISE TAHUN 2025

    No full text
    HUBUNGAN KADAR ALBUMIN DENGAN KADAR GLUKOSA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS TALISE TAHUN 2025 Melianita Nurkhalifah Rasidin1, Tri Setyawati2, Haerani Harun3, Intania Riska Putrie2 1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako e-mail : [email protected] ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit tidak menular kronis yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah atau hiperglikemia. Hiperglikemia kronis pada DM tipe 2 meningkatkan produksi Reactive Oxygen Species (ROS) sehingga menyebabkan penurunan sintesis albumin, diperburuk dengan peningkatan ekskresi albumin melalui ginjal. Kadar albumin yang rendah sering dikaitkan dengan kontrol glukosa darah yang buruk serta peningkatan risiko komplikasi metabolik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kadar albumin dengan kadar glukosa pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Talise tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah pasien DM tipe 2 di Puskesmas Talise tahun 2025. Teknik pengambilan sampel purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel sebanyak 51 orang menjadi responden. Data kadar glukosa darah puasa (GDP) diperoleh dengan pemeriksaan Point Care of Testing (PCOT) dan pemeriksaan kadar albumin dilakukan menggunakan metode Bromocresol Green (BCG). Analisis data dilakukan uji korelasi Pearson dengan menggunakan program SPSS 27. Hasil: Rata-rata kadar albumin responden adalah 4,62 g/dL dan rata-rata kadar GDP adalah 195 mg/dL. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang tidak signifikan antara kadar albumin dengan kadar glukosa darah pada pasien DM tipe 2 (p-value = 0,523, r = - 0,092). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang tidak signifikan antara kadar albumin dengan kadar glukosa pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Talise tahun 2025. Arah korelasi negatif menandakan semakin tinggi kadar glukosa, semakin rendah kadar albumin. Kata kunci: Diabetes melitus tipe 2, albumin, glukosa darah puasa, komplikasi metaboli

    INTERVENSI AKUPRESUR OLEH ANGGOTA KELUARGA UNTUK MENGATASI NYERI AKUT PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MABELOPURA

    No full text
    Intervensi Akupresur Oleh Anggota Keluarga Untuk Mengatasi Nyeri Akut Pada Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Mabelopura Suci Ramadhanti (2025) Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Abstrak Akupresur merupakan salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah dan juga nyeri kepala pada pasien hipertensi dan dapat dimasukkan dalam rencana asuhan keperawatan. Prevalensi Hipertensi di Indonesia adalah 34,1%, penyakit ini termasuk dalam 10 penyebab utama kematian dan masih menjadi masalah yang signifikan di seluruh dunia saat ini. Keluhan yang sering dirasakan oleh penderita Hipertensi adalah nyeri kepala. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Terapi Akupresur untuk mengatasi Nyeri kepala pada pasien Hipertensi. Desain penelitian ini adalah studi kasus pada dua keluarga yang mengalami nyeri kepala akut akibat Hipertensi. Fokus Intervensi adalah pemberian terapi akupresur dengan memberdayakan anggota keluarga sebagai care giver. Hasil dari terapi akupresur pada titik LI 4, LV 3, GB 20 dan HT 7 dari kedua care giver (Ny.M dan Ny.N) selama 6 hari yaitu dapat mengatasi nyeri kepala, menurunkan tekanan darah serta meningkatkan kualitas tidur. Penelitan ini direkomendasikan untuk dilakukannya tindakan promosi kesehatan pada keluarga dan pasien agar dapat melakukan pengukuran tekanan darah secara rutin serta melakukan pengobatan alternatif dengan terapi akupresur untuk mengurangi keluhan nyeri akibat Hipertensi. Kata Kunci: Akupresur, nyeri akut, hipertensi

    GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN LUKA PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI DESA LANGALESO KEC. DOLO KABUPATEN SIGI

    No full text
    ABSTRAK Gambaran pengetahuan pencegahan luka pada pasien Diabetes Mellitus di Desa Langaleso Kecamatan Dolo Kabupaten sigi. LIS SUGIARTI (2025) ProgramStudi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Windu Unggun CJP,S.Kep,Ns.,M.Kep Latar belakang Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya adalah luka kaki diabetik yang berisiko tinggi menyebabkan amputasi. Pengetahuan yang baik mengenai pencegahan luka sangat penting untuk mencegah komplikasi tersebut, terutama pada pasien DM. Diabetes Mellitus penyakit yang tidak menular dan banyak diderita oleh Masyarakat luas. Tujuan : Untuk mengetahui Gambaran pengetahuan tentang pencegahan luka pada pasein Diabetes Mellitus di Desa Langaleso Kec. Dolo Kabupaten Sigi. Metode : yang di gunakan dalam penelitian ini Adalah deskriftif dengan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel 49 responden Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang terdiri dari 39 pernyataan dan dianalisis secara univariat. Hasil : penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori “kurang” (53,1%), kategori “cukup” sebesar 36,7%, dan hanya 10,2% yang berada pada kategori “baik”. Karakteristik responden didominasi oleh lansia, berpendidikan terakhir SD, dan sebagian besar bekerja sebagai petani. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian mengenai Gambaran pengetahuan pencegahan luka pada pasien Diabetes Mellitus (DM), menunjukkan bahwa Sebagian besar pengetahuan responden dalam kategori kurang (53,1%). Kata kunci: Pengetahuan, Diabetes Mellitus, Pencegahan Luka, Desa Langales

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU SEKS REMAJA SISWA XI MIPA SMA NEGERI 2 PALU

    No full text
    Hubungan Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi dengan Perilaku Seks pada Remaja Siswa XI Mipa SMA Negeri 2 Palu Mohammad RainKurnia (2025) Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Andi Mariani. S. Kep. M. Kes Kata Kunci: Kesehatan reproduksi, perilaku seks, remaja, pengetahuan, SMA Negeri 2 Palu. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seks pada remaja siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 2 Palu. Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam perkembangan remaja, di mana pengetahuan yang memadai dapat memengaruhi perilaku seksual mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 97 siswa kelas XI MIPA yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dan perilaku seksual remaja. Hasil analisis data menggunakan uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seks pada remaja (p < 0,05). Semakin tinggi tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi, semakin rendah kecenderungan remaja untuk terlibat dalam perilaku seks berisiko. Temuan ini mengindikasikan pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi yang komprehensif di sekolah untuk mencegah perilaku seksual yang tidak aman di kalangan remaja. Oleh karena itu, disarankan agar sekolah dan pihak terkait meningkatkan program edukasi kesehatan reproduksi guna membekali remaja dengan pengetahuan yang memadai dan mendorong perilaku seksual yang bertanggung jawab

    HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DITINJAU DARI SANITASI LINGKUNGAN SD ALKHAIRAAT MAMBORO TERHADAP KEJADIAN DIARE

    No full text
    HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DITINJAU DARI SANITASI LINGKUNGAN SD ALKHAIRAAT MAMBORO TERHADAP KEJADIAN DIARE Difa Marinda1, Nur Indang2, Intania Riska Putrie³, Ary Anggara4 1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Bagian Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Bagian Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 4Bagian Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Diare adalah salah satu gangguan sistem pencernaan yang terjadi akibat adanya suatu infeksi bakteri escherichia coli. Seseorang bisa dikatakan diare apabila ditandai dengan perubahan peningkatan volume, ke-enceran dan frekuensi seperti lebih dari 3 kali/hari. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) ditinjau dari sanitasi lingkungan SD Alkhairaat Mamboro terhadap kejadian diare. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik, dengan desain penelitian cross sectional. Populasi yang digunakan yaitu siswa SD Alkhairaat Mamboro sebanyak 70 siswa, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling diperoleh jumlah 63 sampel, kemudian dengan uji statistik chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 indikator perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yaitu mencuci tangan nilai p = 0,042, konsumsi jajanan nilai p = 0,627, penggunaan jamban nilai p = 0,511, membuang sampah pada tempatnya nilai p = 0,395 dan memberantas jentik nyamuk nilai p = 0,596. Kesimpulan: Dari 5 indikator perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) hanya 1 indikator yang menunjukkan ada hubungan dengan kejadian diare yaitu mencuci tangan dengan nilai p = 0,042

    0

    full texts

    4,897

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SLiMS Senayan Library Management System Repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇