4897 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI TERAPI BERMAIN ORIGAMI TERHADAP KEMAMPUAN PASIEN MENGONTROL HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG RAWAT INAP MANGGIS RSUD MADANI KOTA PALU
ABSTRAK
Implementasi Terapi Bermain Origami Terhadap Kemampuan Pasien Mengontrol Halusinasi Pendengaran Diruang Rawat Inap Manggis RSUD MADANI PALU
Bela Paramitha Porotuo (2025)
Program Studi D-Iii Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
Dina Palayukan Singkali, S.Kep.Ns.M.Kep
Kata Kunci : Halusinasi Pendengaran, Terapi Bermain Origami, Skizonfrenia
Latar belakang : Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gejala utama pada pasien skizofrenia yang sering menggangu fungsi sosial, emosi, dan perilaku pasien. Terapi bermain origami yaitu aktivitas melipat kertas yang dapat meningkatkan konsentrasi, mengalihkan perhatian, dan mengurangi respons terhadap stimulus halusinasi.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi bermain origami terhadap kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi pendengaran.
Metode : Penelitian ini menggunakan studi kasus pada dua pasien. Dengan strategi SP1-SP4, diajukan terapi origami selama 7 hari.
Hasil : Hasil menunjukkan adanya penurunan frekuensi halusinasi dan peningkatan kontrol diri pasien.
Kesimpulan : Pemberian terapi origami efektif sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis
GAMBARAN TINGKAT STRESS PADA LANSIA YANG MENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS BULILI KOTA PALU
Karya Tulis Ilmia, Juli 2025
Riska Apriani
Gambaran Tingkat Stress Pada Lansia Yang Menderita Hipertensi
Di Puskesmas Bulili Kota Palu
ABSTRAK
Later Belakang : Stres merupakan bentuk respon tubuh terhadap perubahan, tuntutan atau beban yang dialami. Stres juga dapat menjadi faktor pemicu, penyebab maupun akibat dari gangguan atau penyakit yang salah satunya adalah hipertensi. Tujuan : Untuk mengetahui Gambaran Tingkat stres pada lansia yang menderita hipertensi di Puskesmas Bulili Kota Palu. Metode : jenis penelitian ini adalah menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian adalah lansia yang hipertensi sebanyak 40 orang. Penelitian ini dilakukan bulan juli tahun 2025 dengan cara mengisi kuesioner. Pengolahan data menggunakan program SPSS. Hasil : diketehui bahwa mayoritas responden berada pada kategori Tingkat stress ringan yaitu sebanyak 33 responden (82,5%), paling banyak berusia 60-69 tahun yaitu 21 responden (52,5%), Pekerjan yang dominan URT sebanyak 21 responden (52,5%), tingkat pendidikannya SD sebanyak 20 responden (50,0%), paling dominan yaitu tekanan darah 140-159 sebanyak 14 responden. Kesimpulan : Tingkat Stress Pada Lansia yang Menderita Hipertensi mayoritas lansia mengalami stress ringan, Berdasarkan karakteristik responden dalam penelitian ini diketahui yang terbanyak usia 60-69 tahun, jenis kelamin Perempuan, pekerjaan URT, Tingkat Pendidikan SD, tekanan darah 140-159 mmHg. Peneliti berasumsi bahwa keadaan tersebut dapat dipahami karena hipertensi yang mereka derita dapat menyebabkan stress, begitu pula sebaliknya stress dapat menyebabkan tekanan darah menjadi naik atau hipertensi. Ketika dilakukan pengisian kuesioner terhadap lansia terlihat tanda dan gejala gejala stress antara lain, cepat marah, mudah cemas, gelisa, sulit tidur pada malam hari dan sakit kepala. Mereka juga menyatakan takut akan komplikasi yang timbul akibat hipertensi mengingat usia mereka yang semakin tua. Setelah dilihat dari distribusi frekuensi didapatkan paling banyak lansia mengalami stress ringan. Seorang yang sedang mengalami stress akan menyebabkan pelepasan hormon adrenalin sehingga dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah melalui kontraksi arteria tau vasodilatasi dan peningkatan denyut jantung, apabila stress tersebut berlangsung lama maka tekanan darah akan tetap tinggi yang dapat menyebabkan hipertensi (South,2019).
Kata Kunci : Tingkat Stress, Lansia, Hipertens
IMPLEMENTASI TERAPI SOSIAL SKILL TRAINING DALAM BERINTERAKSI SOSIAL PADA PASIEN ISOLASI SOSIAL DIRUANGAN RAWAT INAP JIWA DI RSUD MADANI
ABSTRAK
IMPLEMENTASI TERAPI SOSIAL SKILL TRAINING DALAM BERINTERAKSI SOSIAL PADA PASIEN ISOLASI SOSIAL DIRUANGAN RAWAT INAP JIWA
DI RSUD MADANI
Lutfia Sukma J. (2025)
Program Studi D- III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Dina Palayukan Singkali S.Kep.Ns., M. Kep.
Latar belakang: isolasi sosial merupakan keadaan kesepian yang dianggap berbahaya dan tidak menyenangkan oleh orang lain, hal ini ditandai dengan ketidakmampuan untuk berkomunikasi, terapi sosial skill training merupakan merupakan salah satu intervensi yang dilakukan untuk meningkatkan komunikasi kedua pasien dengan orang lain.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi sosial skill training dalam berinteraksi sosial dengan pasien yang lainnya untuk meningkatkan kemampuan pasien bersosialisasi dengan orang lain.
Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan Implementasi terapi sosial skill training dalam berinteraksi sosial pada pasien isolasi sosial diruangan rawat inap jiwa di RSUD Madani.
Hasil: Hasil menunjukkan bahwa setelah dilakukan Implementasi terapi sosial skill training terjadi peningkatan kemampuan pasien bersosialisasi dengan pasien lainnya walaupun menjawab dengan lambat.
Kesimpulan: Pemberian Implementasi Asuhan keperawatan terapi sosial skill training dapat meningkatkan kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan orang lain.
Saran: Peneliti selanjutnya dapat menjadi referensi, mengembangkan, dan memperbaiki metode yang digunakan, dengan mempertimbangkan hambatan yang ditemukan dalam penelitian ini, seperti penyesuaian waktu dan teknik pelaksanaan terapi sosial skil training.
Kata Kunci: Isolasi sosial, Terapi Sosial Skill Training dalam berinteraksi sosia
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN MEDIA LEAFLET TENTANG BAHAYA DARI ZAT ADIKTIF (LEM FOX) TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 9 PALU
ABSTARK
Latar Belakang: Pada masa remaja, penyalahgunaan zat adiktif Lem Fox yang menjadi isu semakin mendesak yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk kerusakan otak, gangguan perilaku dan resiko kecanduan. Tujuan: Untuk mengidentifikasi pengaruh pendidikan kesehatan tentang bahaya zat adiktif Lem Fox terhadap pengetahuan dan sikap Siswa di SMP Negeri 9 Palu. Metode: Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desai penelitian Pre-Experimental Design dengan menggunakan jenis penelitian pretest posstest design without control group. Menggunakan Teknik sampel dengan total sampling sebanyak 50 responden. Pengambilan Data dengan kuesioner dan dianalis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil : Dari hasi penelitian diperoleh persentase pengetahuan responden (Pretest) yang paling banyak adalah kategori kurang yaitu sebanyak 49 orang (98%) dan persentase pengetahuan responden (Posttest) yang paling banyak adalah kategori baik yaitu sebanyak 43 orang (86%). Sedangkan persentase sikap responden (Pretest) yang paling banyak adalah kategori kurang yaitu sebanyak 45 orang (90%) dan persentase sikap responden (Posttest) yang paling banyak adalah kategori baik yaitu sebanyak 47 orang (94%). Kesimpulan : Ada pengaruh yang signifikan dalam pemberian Pendidikan Kesehatan sebelum dan sesudah di SMP Negeri 9 Palu dengan hasil yang didapatkan bahwa nilai P Value 0,000 < 0,05 yang menunjukan H0 ditolak dan H1 diterima, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh sebelum (pre test) dan sesudah (post test) diberikan Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Leaflet.
Kata Kunci : Pengaruh Pendidikan Kesehatan, Media Leaflet, Bahaya Zat Adikti
GAMBARAN PENGETAHUAN LANSIA TENTANG PENYAKIT ASAM URAT DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS BIROBULI
ABSTRAK
Latar Belakang : Asam urat dalam tubuh manusia merupakan hal yang normal bagi setiap orang yang memiliki asam urat yang mengalir dalam pembuluh darah,karena asam urat merupakan hasil akhir metabolisme tubuh secara alami.
Tujuan :penelitian ini bertujuan adalah Untuk mengetahui gambaran pengetahuan lansia tentang penyakit asam urat di wilayah puskesmas Birobuli
Metode : Jenis Penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan Untuk mengetahui gambaran pengetahuan asam urat. Populasi penelitian ini sebanyak 357 dengan sampel berjumlah 54 orang dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan rumus slovin.
Hasil : Didapatkan bahwa dari 54 responden karakteristik berdasarkan pengetahuan lansia asam urat kurang baik 12 (22,2).Karakteristik pengetahuan berdasarkan umur (66,7), Karakteristik pengetahuan berdasarkan jenis kelamin (66,7), Karakteristik pengetahuan berdasarkan SMA (7,5), Karakteristik pengetahuan berdasarkan ibu rumah tangga (66,7). Kesimpulan: pada penelitian ini disimpulkan bahwa pengetahuan lansia tentang penyakit asam urat memiliki pengetahuan yang kurang.Saran : Di harapkan kepada pasien asam urat, lebih meningkatkan berolahraga agar persendihan stabil dan terkontrol tidak membahayakan diri kita sendiri.
Kata Kunci : Pengetahuan, lansia, Asam ura
GAMBARAN PENGETAHUAN RESIKO TERJADINYA CKD (CHRONIC KIDNEY DISEASE) PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALISE
ABSTRAK
Gambaran pengetahuan resiko terjadinya CKD (Chronik Kindey Disease) pada pasien diabetes mellitus di wilayah kerja puskesmas Talise
Nadya safitra (2025)
Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
Windu Unggun CJP, S.Kep, Ns.,M.Kep
Penyakit gagal ginjal kronik (PGGK) atau biasa disebut CKD merupakan komplikasi serius dari diabetes mellitus yang dapat berujung pada gagal ginjal terminal. Pengetahuan yang rendah dapat mempercepat progres penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan resiko CKD pada pasien diabetes mellitus di puskesmas Talise, kota Palu. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan 69 responden dari total 219 orang, dipilih secara cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa 47,8% responden memiliki pengetahuan cukup, 37,7% baik, dan 14,5% kurang. Kesimpulannya, sebagian besar besar pasien memiliki pengetahuan cukup mengenai resiko CKD, namun masih perlu peningkatan edukasi. Saran untuk peneliti selanjutnya agar mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan serta menyusun program intervensi berbasis komunitas guna mendorong pencegahan CKD.
Kata kunci: pengetahuan, CKD, diabetes mellitus, risik
HUBUNGAN KADAR KREATININ DAN UREUM DENGAN DERAJAT ANEMIA PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK RAWAT INAP DI RSUD UNDATA TAHUN 2022-2023
HUBUNGAN KADAR KREATININ DAN UREUM DENGAN DERAJAT ANEMIA PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK RAWAT INAP DI RSUD UNDATA TAHUN 2022-2023
I Wayan Stefanus Palamba* Miranti** Ketut Suarayasa*** Junjun Fitriani****
*Mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
*Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
ABSTRAK
Pendahuluan: Penyakit ginjal kronik atau chronic kidney disease (CKD) merupakan kerusakan ginjal. Pada pasien gagal ginjal kadar ureum dan kreatinin pada air seni meningkat, mengakibatkan penurunan laju filtrasi glomerolus (fungsi penyaringan ginjal). Penurunan laju filtrasiglomerolustersebut yang membuat ureumdankreatinin akan meningkat di dalam darah. Kadar ureum dan kreatinin yang tinggi dapat menyebabkan komplikasi. Disisi lain kerusakan ginjal menyebabkan ginjal tidak dapat memproduksi hormon eritropoietin dengan baik yang ditandai dengan kadar hemoglobin rendah.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar kreatinin dan ureumdenganderajat anemia pada pasienpenyakit ginjal kronik rawat inap di RSUD Undata tahun 2022-2023.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian Cross Setional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasiengagalginjal kronik di RSUD Undata tahun 2022-2023 berjumlah 237 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Sampel dihitung menggunakan rumus slovin dengan jumlah sampel 100 orang. Menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat.
Hasil: Berdasarkan hasil uji Fisher's Exact Test didapatkan nilai p=0,048 kadar kreatinin dan kadar ureum (p Valu
HUBUNGAN HBA1C DENGAN RASIO PLATELET LIMFOSIT PADA PASIEN DIABETES MELITUS GERIATRI
HUBUNGAN HBA1C DENGAN RASIO PLATELET LIMFOSIT
PADA PASIEN DIABETES MELITUS GERIATRI
Muhammad Fahrez Untu* Haerani Harun** Christin Rony Nayoan*** Ary Anggara****
*Mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
**Departemen Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
***Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
****Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang : Diabetes melitus merupakan panyakit tertinggi dengan urutan ke tujuh di dunia, sekitar seperempat orang berusia di atas 65 tahun mengidap diabetes. HbA1c adalah tes untuk mengevaluasi kadar glukosa darah sedangkan PLR ialah penanda inflamasi kronik pada pasien diabetes. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan HbA1c dengan PLR.
Metode : Desain penelitian observasional analitik menggunakan Cross-Sectional. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik Purposive Sampling didapatkan sebanyak 60 data. Data dianalisis menggunakan Uji Pearson.
Hasil : Dari 60 sampel di dapatkan nilai HbA1c yang rendah sebanyak 0 (0%), Normal sebanyak 7 (11,7%) dan tinggi sebanyak 53 (88,3%). Nilai PLR yang rendah sebanyak
0 (0%), normal sebanyak 27 (45%) dan tinggi sebanyak 33 (55%).
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara HbA1c dengan PLR (p=0,001) pada pasien diabetes melitus geriatri.
Kata Kunci: Diabetes Melitus, Geriatri, HbA1c, PL
Hubungan Antara Paparan Asap Rokok Dalam Kehamilan Dengan Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara
Hubungan Antara Paparan Asap Rokok Dalam Kehamilan Dengan Kejadian Stunting Di Puskesmas Sangurara
Kurniawan*, Sumarni**
* Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
** Departemen Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar belakang: Stunting (balita pendek) di Indonesia merupakan masalah gizi yang masih menjadi prioritas, hal ini karena permasalahan gizi berdampak pada kualitas sumber daya manusia (SDM). Berdasarkan data WHO (World Health Organization) pada tahun 2020 149,2 juta anak dibawah usia 5 tahun stunting. Pada fase prenatal dan masa anak-anak paparan asap rokok telah terbukti memiliki efek yang dapat merusak proses pertumbuhan. Hal ini berisiko besar terhadap perkembangan janin dan meningkatkan kejadian stunting.
Tujuan: untuk menganalisis hubungan antara paparan asap rokok dalam kehamilan dengan kejadian stunting di Puskesmas Sangurara tahun 2024
Metode: Desain penelitian ini bersifat Observasional Analitik dengan rancangan penelitian Case Control Study. Penetilian ini menganalisis adanya hubungan antara paparan asap rokok dalam kehamilan dengan kejadian stunting melalui observasi yang dilakukan pada dua kelompok yakni kelompok anak dengan stunting dan kelompok anak tanpa stunting sebagai kelompok kontrol. Analisis data dilakukan dengan uji Fisher test
Hasil: Dari 50 balita stunting, terdapat 18 balita stunting (36%) yang terpapar asap rokok selama dalam kandungan dan 32 balita stunting (64%) yang tidak terpapar asap rokok. Dari 100 responden, terdapat 38 balita yang terpapar asap rokok (38%) selama masa kehamilan ibunya dan terdapat 62 balita yang tidak terpapar asap rokok (62%) selama masa dalam kandungan. Uji fisher test menunjukan tidak terdapat hubungan antara paparan asap rokok dalam kehamilan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sangurara 9p = 0,418)
Kesimpulan: Paparan asap rokok dalam masa kehamilan tidak memiliki efek yang bermakna terhadap kejadian stuntin pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sangurara
Kata kunci: Paparan asap rokok, stunting, kehamila
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MASKER MADU TERHADAP GAMBARAN KLINIS AKNE VULGARIS PADAMAHASISWA/I PREKLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO
Efektivitas Penggunaan Masker Madu Terhadap Gambaran Klinis Akne Vulgaris Pada Mahasiswa/I Preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
Dewi Fatma*, Asrawati Sofyan**
*Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar belakang : Akne vulgaris merupakan salah satu dari berbagai jenis penyakit kulit yang banyak ditemukan. Umumnya ditemukan pada remaja dan dewasa muda. Insidens terjadinya akne vulgaris biasanya akan mulai timbul pada saat seseorang mengalami masa pubertas. Pada perempuan, akne vulgaris akan mucul pada usia 14-17 tahun, sedangkan pada laki-laki muncul pada usia sekitar 16 tahun
Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan masker madu terhadap gambaran klinis akne vulgaris pada mahasiswa/i preklinik fakultas kedokteran universitas tadulako.
Metode : Penelitian yang dilakukan adalah penelitian quasi-eksperimental. Penelitian menggunakan rancangan pre-post tes design.. Subjek pada penelitian ini ialah Mahasiswa/i aktif yang mengalami akne vulgaris dan dibagi dalam 3 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif dan kelompok tes. Dengan jumlah responden 14 orang dalam 1 kelompok yang dilakukan pemeriksaan pada minggu 0, 2 dan 4 menggunakan skin analyzer.
Hasil : Hasil penelitian didapatkan adanya penurunan bermakna pustul (