4897 research outputs found
Sort by
FAKTOR PENYEBAB KECEMASAN TERHADAP UJIAN BLOK Computer Based Test (CBT) PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN PROGRAM STUDI KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO ANGKATAN 2023
FAKTOR PENYEBAB KECEMASAN TERHADAP UJIAN BLOK Computer Based Test (CBT) PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN PROGRAM STUDI KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO ANGKATAN 2023
Muhammad Arafah Majid1, Jane Mariem Monepa2, Muthia Aryuni2, Rahma Badaruddin3
1 Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar belakang: Kecemasan terhadap ujian blok Computer-Based Test (CBT) merupakan tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Program Studi Kedokteran Universitas Tadulako, khususnya angkatan 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor penyebab kecemasan mahasiswa dalam menghadapi ujian blok CBT.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako angkatan 2023 dalam menghadapi ujian blok CBT.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan non-eksperimental bersifat observasional dengan metode korelasional. Desain penelitian berupa survey research design dengan teknik total sampling, dan data dikumpulkan melalui kuesioner yang berisi daftar pertanyaan untuk dijawab oleh responden.
Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa tiga faktor utama, yaitu jumlah materi, waktu belajar, dan regulasi diri, secara signifikan memengaruhi tingkat kecemasan mahasiswa (p < 0,001). Analisis hubungan menunjukkan bahwa jumlah materi yang tinggi dan waktu belajar yang terbatas berkorelasi positif dengan peningkatan kecemasan, sedangkan regulasi diri yang baik dapat menurunkan tingkat kecemasan. Mayoritas responden (42,3%) mengalami kecemasan sedang, sementara 26,4% berada pada tingkat kecemasan sedang.
Kesimpulan: Penelitian ini mengindikasikan pentingnya pengelolaan waktu belajar yang efektif, pengurangan beban materi, serta pengembangan regulasi diri dalam upaya menurunkan tingkat kecemasan mahasiswa dalam menghadapi ujian blok CBT
Kata kunci: kecemasan, ujian blok, Computer Based Test (CBT), jumlah materi, regulasi diri, waktu belaja
HUBUNGAN DURASI DAN POSISI PENGGUNAAN GAWAI TERHADAP KEJADIAN MIOPIA PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO ANGKATAN 2023
HUBUNGAN DURASI DAN POSISI PENGGUNAAN GAWAI TERHADAP KEJADIAN MIOPIA PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO ANGKATAN 2023
I Putu Vikram Gandhi1, M. Sabir2, Amirah Basry3, Moh. Zainul Ramadhan4
1 Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
2 Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
3 Departemen Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
4 Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
Email : [email protected]
ABSTRAK
Latar Belakang : Penggunaan gawai telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan mahasiswa. Dalam penggunaannya gawai memiliki dampak positif dan negatif. Salah satu dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan gawai yang kurang bijak yaitu gangguan pada penglihatan seperti miopia. Miopia merupakan gangguan refraksi mata, cahaya yang masuk akan jatuh di depan retina mengakibatkan bayangan yang terlihat buram. Miopia dapat disebabkan oleh pemanjangan sumbu bola mata dan bertambahnya indeks bias media penglihatan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan durasi dan posisi penggunaan gawai terhadap kejadian miopia.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan metode total sampling dan didapatkan sampel sebanyak 161 responden yang merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako angkatan 2023. Instrumen yang digunakan adalah snellen chart untuk menentukan kejadian miopia serta kuesioner durasi dan posisi penggunaan gawai yang telah divalidasi. Analisis statistik menggunakan uji chi square.
Hasil : Pada penelitian ini tidak ada hubungan secara statistik antara durasi penggunaan gawai dengan kejadian miopia dengan nilai p = 0,650 (>0,05) dan posisi penggunaan gawai dengan kejadian miopia didapatkan nilai p = 0,276 (>0,05).
Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara durasi dan posisi penggunaan gawai terhadap kejadian miopia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako angkatan 2023.
Kata Kunci : Miopia, durasi penggunaan gawai, posisi penggunaan gawai, kelainan refraks
HUBUNGAN TINGKAT STRES AKADEMIK TERHADAP SUICIDAL IDEATION MAHASISWA PREKLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN
HUBUNGAN TINGKAT STRES AKADEMIK TERHADAP SUICIDAL IDEATION MAHASISWA PREKLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN
Eko Ardiva Setiawan1, Jane Mariem Monepa2, Amirah Basry3, Muthia Aryuni4
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
4Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar belakang: Stres akademik yang dialami mahasiswa dapat berpotensi menjadi penyebab masalah kesehatan mental seperti munculnya suicidal ideation. Ketidakmampuan dalam menghadapi stresor serta mengelola stres dapat memicu timbulnya suicidal ideation dalam pemikiran orang tersebut.
Tujuan: Untuk memahami hubungan tingkat stres akademik terhadap timbulnya suicidal ideation mahasiswa preklinik fakultas kedokteran.
Metode Penelitian: Penelitian bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel yakni purposive sampling sebanyak 157 responden. Pengumpulan data menggunakan dua skala ukur yakni PAS Scale (Perceived Academic Stres Scale) dan R-SIS (Revised Suicidal Ideation Scale).
Hasil: Pada hasil uji spearman antara hubungan stres akademik terhadap suicidal ideation mahasiswa preklinik fakultas kedokteran diperoleh nilai P Value 0,022
HUBUNGAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI TERHADAP STATUS GIZI BALITA SIA 7-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANGURARA
HUBUNGAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI TERHADAP STATUS GIZI BALITA USIA 7-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANGURARA
Faiqah Fikriyyah Ahmad* Sumarni**
*Mahasiswa Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran,
Universitas Tadulako
**Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang : Aktivitas bayi setelah usia 6 bulan semakin banyak seperti merangkak, belajar duduk dan belajar berjalan sehingga membutuhkan energi lebih banyak yang berasal dari asupan makanannya, Tujuan pemberian MP-ASI adalah sebagai pelengkap zat gizi yang di peroleh dari ASI. Beberapa penelitian menunjukkan terdapat hubungan pemberian MP-ASI terhadap status gizi balita.
Metode : Desain penelitian observasional analitik menggunakan Cross-Sectional. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan Simple Random Sampling didapatkan sebanyak 100 balita di Puskesmas Sangurara. Perilaku pemberian MP-ASI diukur menggunakan Kuesioner dan status gizi menggunakan table antropometri z-score. Data dianalisis menggunakan Uji Chi-Square
Hasil : Mayoritas perilaku pemberian MP-ASI di wilayah kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu tergolong baik sebanyak 90 orang (90%), cukup sebanyak 9 orang (9%) serta kurang sebanyak 1 orang (1%). Mayoritas status gizi pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu tergolong baik sebanyak 88 anak (88%), status gizi kurang 11 anak (11%) serta status gizi buruk 1 anak (1%).
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku pemberian MP-ASI terhadap status gizi (p=0,01) pada balita usia 7-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu.
Kata Kunci: Perilaku pemberian MP-ASI, Status Gizi, Balita 7-24 bulan
EVALUASI PENYELENGGARAAN PMT BERBAHAN LOKAL PADA IBU HAMIL KEK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAMBORO
EVALUASI PENYELENGGARAAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BERBAHAN LOKAL PADA IBU HAMIL KEK DI WILAYAH KERJA PUSEKESMAS MAMBORO
Muhammad Qalbussalam Padang*, Ketut Suarayasa**
*Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
*Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
ABSTRAK
Pendahuluan: Pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal merupakan salah satu cara dari pemerintah dalam penanganan permasalahan gizi pada ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) di Indonesia. KEK merupakan keadaan ketika ibu hamil menderita kekurangan makanan yang berlangsung lama dengan timbulnya berbagai gangguan kesehatan pada ibu hamil. Kejadian ini akan berdampak bagi ibu hamil sendiri serta bayi yang dikandungnya. Ibu hamil yang beresiko mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) dapat dilihat dari pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) yang kurang dari 23,5 cm.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penyelenggaraan program pemberian makanan tambahan berbahan lokal pada ibu hamil KEK di wilayah kerja puskesmas Mamboro.
Metode: Jenis penelitian ini menggunakan mix method, melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif dilakukan untuk mengevaluasi indikator input (perencanaan), proses (persiapan & pelaksanaan) serta output (pencatatan & pelaporan), sedangkan penelitian kualitatif dilakukan untuk memperoleh informasi lebih mendalam terkait pelaksanaan program PMT di wilayah kerja puskesmas Mamboro.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator input (mempersiapkan sarana dan prasarana, tenaga, juknis hingga pendanaan), indikator proses (pengadaan bahan, penentuan tenaga pelaksana, pembuatan makanan tambahan, pendistribusian makanan tambahan, dokumentasi dan evaluasi), serta indikator output (pencatatan dan pelaporan ) sudah terlaksana sesuai petunjuk teknis yang ditetapkan oleh kementrian kesehatan. Hasil wawancara juga menunjukkan bahwa pelaksanaan program PMT berbahan local untuk ibu hamil KEK telah berjalan sesuai standar di buku petunjuk teknis.
Kesimpulan : Pelaksanaan program pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan local bagi ibu hamil KEK telah berjalan dengan baik.
Kata kunci: Evaluasi Program, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan lokal, ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK
ANALISIS PERBANDINGAN KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 BERDASARKAN C-REACTIVE PROTEIN (CRP) KATEGORI TINGGI DAN RENDAH DI PUSKESMAS TALISE KOTA PALU TAHUN 2025
ANALISIS PERBANDINGAN KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 BERDASARKAN C-REACTIVE PROTEIN (CRP) KATEGORI TINGGI DAN RENDAH DI PUSKESMAS TALISE KOTA PALU TAHUN 2025
Muba’its Baldan Esa1, Tri Setyawati2, Haerani Harun3, Intania Riska Putrie2
1Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) dapat menimbulkan komplikasi sistemik akibat proses inflamasi kronis. Hiperglikemia pada DMT2 memicu stres oksidatif yang menyebabkan disfungsi endotel melalui aktivasi faktor NF-κB dan kompleks-1, sehingga memediasi respon inflamasi seperti peningkatan TNF-α, IL-2, IL-6, dan C-Reactive Protein (CRP).
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kadar glukosa darah puasa pada pasien DMT2 berdasarkan kategori CRP tinggi dan rendah di Puskesmas Talise Kota Palu Tahun 2025.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 51 pasien DMT2 yang dipilih secara purposive sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner, pemeriksaan glukosa darah puasa dengan metode POCT, serta pemeriksaan CRP menggunakan metode lateks aglutinasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Independent T-Test.
Hasil: Rata-rata kadar glukosa darah puasa pada pasien dengan CRP kategori tinggi adalah 244,7 mg/dl dan rata-rata kadar glukosa darah puasa pada pasien dengan CRP kategori rendah adalah 170.13 mg/dl. Hasil uji komparasi menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok CRP (p-value < 0,001).
Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar glukosa darah puasa berdasarkan CRP kategori tinggi dan rendah pada pasien DMT2. Pada CRP tinggi didapatkan peningkatan kadar glukosa darah puasa.
Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, C-Reactive Protein, Glukosa Darah Puasa, Inflamasi
PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN ISOTONIK TERHADAP STATUS HIDRASI PADA ATLET SMA NEGERI OLAHRAGA (SMANOR) TADULAKO KOTA PALU
PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN ISOTONIK TERHADAP STATUS HIDRASI PADA ATLET SMA NEGERI OLAHRAGA (SMANOR) TADULAKO KOTA PALU
Virgino G.F. Labaro1, Rahma Badaruddin2, Mayabi Pratika3, Mohammad Zainul Ramadhan2
1 Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako\ud
2 Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3 Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
e-mail: [email protected]
ABSTRAK
Latar Belakang: Kota Palu memiliki suhu tinggi yang meningkatkan risiko dehidrasi pada atlet, terutama siswa SMA Negeri Olahraga (SMANOR) Tadulako yang berlatih di ruang terbuka. Kehilangan cairan saat aktivitas fisik menurunkan performa. Minuman isotonik membantu menggantikan cairan dan elektrolit, sehingga perlu dievaluasi efektivitasnya dalam menjaga hidrasi atlet. Selain itu, karakteristik atlet remaja yang sedang berada pada fase perkembangan fisiologis juga menjadikan mereka kelompok yang lebih rentan terhadap fluktuasi keseimbangan cairan selama aktivitas fisik, sehingga strategi hidrasi yang tepat menjadi semakin penting.
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian minuman isotonik terhadap status hidrasi pada atlet SMA Negeri Olahraga Tadulako Palu Tahun 2025.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan one group pretest–posttest design dan melibatkan 25 sampel. Status hidrasi diukur melalui berat jenis urin dan warna urin sebelum dan sesudah pemberian 250 ml minuman isotonik. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon.
Hasil: Hasil menunjukkan nilai p < 0,05 yang menandakan adanya pengaruh bermakna pemberian minuman isotonik terhadap peningkatan status hidrasi atlet. Perubahan signifikan pada berat jenis urin dan warna urin menunjukkan terjadinya perbaikan status hidrasi, sehingga menegaskan bahwa minuman isotonik memberikan respons rehidrasi yang efektif.
Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian minuman isotonik terhadap status hidrasi pada atlet SMA Negeri Olahraga Tadulako Kota Palu. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi hidrasi yang tepat bagi atlet yang berlatih pada kondisi suhu lingkungan tinggi.
Kata Kunci: Minuman Isotonik, Status Hidrasi, Atlet, Berat Jenis Uri
MODEL VIDEO PEMBELAJARAN KETERAMPILAN USIA SEKOLAH DAN REMAJA DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI KADER POSYANDU DI KELURAHAN MAMBORO
MODEL VIDEO PEMBELAJARAN KETERAMPILAN USIA SEKOLAH DAN REMAJA DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI KADER POSYANDU DI KELURAHAN MAMBORO
Siti Annisa Azzahra1, Ketut Suarayasa2, Elli Yane Bangkele2, Miranti2
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
Email: [email protected]
ABSTRAK
Latar Belakang: Posyandu sebagai salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM), berperan penting dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan dasar, terutama untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Di Kota Palu, meskipun jumlah Posyandu terus meningkat, tantangan kualitas seperti kelengkapan sarana dan keterampilan kader masih ada. Dari 227 Posyandu di Kota Palu pada tahun 2024, sebagian besar berada di strata Madya (73) dan Pratama (25), dengan hanya 21 yang mencapai strata Mandiri. Transformasi layanan primer oleh Kementerian Kesehatan menekankan penguatan peran Posyandu dan kapasitas kader, khususnya dalam menangani masalah kesehatan remaja yang rentan terhadap perilaku berisiko.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengembangkan model video pembelajaran keterampilan kesehatan usia sekolah dan remaja bagi kader Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Mamboro, Palu.
Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Proses pengembangan melibatkan analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan video pembelajaran, serta uji kelayakan awal yang dilakukan dengan mengumpulkan persepsi dari petugas kesehatan dan kader posyandu terhadap video pembelajaran tersebut.
Hasil: Video pembelajaran yang dikembangkan mendapat respon positif dari kader posyandu. Persepsi kader dan petugas kesehatan menunjukkan bahwa video pembelajaran ini dapat meningkatkan pemahaman kader terhadap keterampilan usia sekolah dan remaja, dengan fleksibilitas akses dan pengulangan yang mudah.
Kesimpulan: Model video pembelajaran keterampilan usia sekolah dan remaja yang dikembangkan dengan model ADDIE layak digunakan dan berpotensi untuk meningkatkan kompetensi kader Posyandu. Potensi penggunaan yang lebih luas memerlukan penelitian lanjutan untuk tahapan Evaluation.
Kata Kunci: Posyandu, video pembelajaran, Research and Development, kader posyand
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT), AKTIVITAS FISIK DAN PENGETAHUAN GIZI DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWI PROGRAM STUDI KEDOKTERAN ANGKATAN 2024 UNIVERSITAS TADULAKO
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT), AKTIVITAS FISIK DAN PENGETAHUAN GIZI DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWI PROGRAM STUDI KEDOKTERAN ANGKATAN 2024 UNIVERSITAS TADULAKO
Khalisha Insyela Putri Syadifa1, Intania Riska Putrie2, I Putu Fery Immanuel White3, Nilawati4
1Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
4Departemen Histologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
e-mail: [email protected]
ABSTRAK
Latar Belakang: Siklus menstruasi merupakan indikator kesehatan reproduksi yang dipengaruhi oleh keseimbangan hormon. Ketidakteraturan siklus dapat terjadi akibat faktor seperti Indeks Massa Tubuh (IMT), aktivitas fisik dan pengetahuan gizi. IMT tidak normal, aktivitas fisik tidak seimbang, serta pengetahuan gizi rendah dapat mengganggu fungsi hormonal. Mahasiswi kedokteran berisiko mengalami gangguan siklus akibat stres akademik dan gaya hidup kurang sehat, sehingga penelitian mengenai hubungan faktor-faktor tersebut perlu dilakukan.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT), aktivitas fisik dan pengetahuan gizi terhadap siklus menstruasi mahasiswi Kedokteran Angkatan 2024 Universitas Tadulako.
Metode: Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif dan desain cross sectional. Sampel ialah seluruh mahasiswi kedokteran angkatan 2024 Universitas Tadulako yang memenuhi kriteria inklusi melalui teknik total sampling. Data diperoleh dari pengukuran IMT dan kuesioner aktivitas fisik, pengetahuan gizi, serta siklus menstruasi. Analisis univariat dan bivariat dilakukan dengan uji Chi-Square (χ²) untuk menilai hubungan antara IMT, aktivitas fisik dan pengetahuan gizi dengan siklus menstruasi.
Hasil: Ditemukan hubungan yang tidak signifikan antara IMT (p=0,328), aktivitas fisik (p=0,660) dan pengetahuan gizi (p=0,420) dengan siklus menstruasi. Ketiga variabel menunjukkan arah hubungan namun tidak bermakna secara statistik pada mahasiswi Kedokteran Angkatan 2024 Universitas Tadulako.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang tidak signifikan antara IMT, aktivitas fisik, dan pengetahuan gizi dengan siklus menstruasi pada mahasiswi Kedokteran Angkatan 2024 Universitas Tadulako.
Kata Kunci: Indeks Massa Tubuh, Aktivitas Fisik, Pengetahuan Gizi, Siklus Menstruas
ANALISIS PROFIL LEUKOSIT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD ANUTAPURA PALU
ANALISIS PROFIL LEUKOSIT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD ANUTAPURA PALU
Agnes Maria Limpo1, Haerani Harun2, Christin Rony Nayoan3, Ayu Sekarani Damana Putri4
1Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Tadulako 2Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 3Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 4Bagian Penyakit Dalam RSUD Undata Palu
Email : [email protected]
ABSTRAK
Latar Belakang : Proses peradangan sering diabaikan, padahal merupakan respons pertahanan tubuh terhadap cedera, infeksi, atau rangsangan berbahaya. Peradangan berperan sebagai tanda awal penting dalam mendeteksi komplikasi pada pasien diabetes melitus tipe 2 (DMT2). Deteksi peradangan dapat dilakukan melalui pemeriksaan darah rutin dengan nilai leukosit sebagai salah satu indikatornya. Penelitian ini bertujuan menilai profil leukosit pada pasien DMT2.
Metode : Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan di RSUD Anutapura Palu pada rentang Januari 2024 hingga Maret 2025. Sampel sebanyak 136 pasien dibagi dalam dua kelompok, yaitu DM tidak terkendali dan kontrol, yang diambil dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Data profil leukosit diperoleh dari rekam medis pasien yang melakukan medical check up. Perbandingan profil leukosit antara kedua kelompok dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney dan uji T Independen. Perbedaan dinyatakan signifikan secara statistik jika nilai p < 0,05.
Hasil : Penelitian ini menunjukkan mayoritas responden, baik kontrol maupun pasien DMT2 tidak terkendali adalah perempuan dengan dominasi usia pra-lansia. Perbandingan antara kelompok kontrol dan DM Tipe 2 tidak terkendali menunjukkan bahwa rata-rata limfosit pada kontrol adalah 34,24 ± 5,81 dan pada DM tidak terkendali 35,47 ± 7,19 (p=0,305). Neutrofil pada kontrol 62,13 ± 5,64 dan DM tidak terkendali 56,14 ± 9,79 (