4897 research outputs found
Sort by
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN LANSIA TENTANG PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS KAWATUNA
Gambaran Tingkat Pengetahuan Lansia Tentang Penyakit Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Kawatuna
Muammar Ilyas (2025)
Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
Hayati Palesa, S.KM.,M.P.H
ABSTRAK
Latar Belakang: Diabetes mellitus (DM) didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Diabetes Melitus tipe II terjadi ketika tubuh tidak lagi dapat memproduksi insulin yang cukup untuk mengimbangi terganggunya kemampuan untuk memproduksi insulin. Tujuan: untuk memperoleh Gambaran Tingkat Pengetahuan Lansia Tentang Penyakit Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Kawatuna. Metode: penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mengkaji Gambaran Tingkat Pengetahuan Lansia Tentang Penyakit Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Kawatuna. Jumlah sampel 53 responden menggunakan rumus slovin. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil: penelitian menunjukan bahwa pengetahuan responden sebagian besar adalah baik yaitu sejumlah 33 responden 62%, sedangkan untuk jumlah responden dengan pengetahuan cukup adalah 11 orang 20% dan responden dengan pengetahuan kurang 9 orang 16%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa Gambaran Pengetahuan Lansia Tentang Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Kawatuna sebagian besar memiliki pengetahuan yang baik.
Kata kunci: Gambaran, Pengetahuan, Diabetes Melitus
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TABLET TAMBAH DARAH DI PUSKESMAS KAWATUNA KOTA PALU
PROGRAM STUDI DIII-KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS TADULAKO
Karya Tulis Ilmiah, Mei 2025
Muawiyah
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL MENGENAI
TABLET TAMBAH DARAH DI WILAYAH UPTD
PUSKESMAS KAWATUNA
ABSTRAK
Latar belakang: World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa lebih dari setengah wanita hamil di seluruh dunia memiliki kadar hemoglobin dengan indikasi anemia rendah (kurang dari 11.0 mg/dl), yang merupakan salah satu masalah kesehatan utama di seluruh dunia. Karena kebutuhan zat besi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan, ibu hamil harus mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. (Muchtar & Anggraeni, 2021). Tujuan : Untuk Diketahuinya Gambaran pengetahuan ibu tentang pentingnya mengonsumsi Tablet Tambah Darah ( TTD ) selama masa kehamilan. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif, Teknik pengambilan sampel yaitu Accidental sampling, Jumlah sampel yang digunakan adalah 67 responden dengan menggunaka metode Total Sampel . Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan lebih banyak ibu hamil berpengetahuan kurang yaitu sebanyak 38 ( 56,7 %), dan Sebagian kecil berpengetahuan baik 29 ( 43,3) responden. Kesimpulan: dari penelitian ini diketahui bahwa masih ada banyak ibu hamil di wilayah UPTD Puskemas Kawatuna yang bepengetahuan kurang mengenai Tablet Tambah Darah
Kata Kunci : Pengetahuan, Ibu Hamil, Tablet Tambah Dara
HUBUNGAN GANGGUAN PENGLIHATAN DENGAN TINGKAT PRESTASI PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 KOTA PALU TAHUN 2025
HUBUNGAN GANGGUAN PENGLIHATAN DENGAN TINGKAT PRESTASI PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 KOTA PALU TAHUN 2025
Dhia Fakhirah Adistya*, Rosa Dwi Wahyuni**, Elli Yane Bangkele ***, Miranti****
* Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
***Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako,
**** Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Gangguan penglihatan merupakan isu kesehatan global yang mendapat perhatian serius, termasuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara ketajaman penglihatan yang diukur dengan bagan Snellen dan prestasi akademik pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Palu. Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif dan desain cross-sectional yang melibatkan 189 responden. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Mayoritas siswa (180 orang) tidak mengalami gangguan penglihatan, sedangkan 9 siswa mengalami gangguan penglihatan; (2) Sebagian besar siswa (166 orang) memiliki prestasi akademik yang tergolong baik, sementara 23 siswa tergolong tidak berprestasi; (3) Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara gangguan penglihatan dengan prestasi akademik (p=0,002), meskipun kekuatan hubungan tersebut sangat lemah (koefisien korelasi=0,016). Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun hubungan statistik terdeteksi, kontribusi gangguan penglihatan terhadap variasi prestasi akademik dalam sampel ini sangat kecil. Hasil yang tampak kontradiktif ini diduga disebabkan oleh ukuran sampel yang besar dan adanya variabel perancu lainnya.
Kata Kunci: Ketajaman Penglihatan, Prestasi Akademik, Bagan Snellen, Siswa SM
PENGEMBANGAN EVALUASI KOMPETENSI KADER DENGAN OSCE BERBASIS APLIKASI DI WILAYAH KERJA POSYANDU KELURAHAN MAMBORO
ABSTRAK
PENGEMBANGAN EVALUASI KOMPETENSI KADER DENGAN OSCE BERBASIS APLIKASI DI WILAYAH KERJA POSYANDU KELURAHAN MAMBORO
Rhaditya Rizka Febriarini*, Ketut Suarayasa**, Miranti**, Elli Yane Bangkele**
* Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
e-mail : [email protected]
ABSTRAK
Latar Belakang: Posyandu sebagai layanan kesehatan berbasis masyarakat membutuhkan kader yang terampil agar pelayanan berjalan optimal. Di berbagai Puskesmas di Kota Palu, khususnya Puskesmas Mamboro, banyak kader belum mendapatkan pelatihan keterampilan dasar sehingga proses pelayanan belum sepenuhnya sesuai standar. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan model evaluasi kompetensi kader menggunakan metode OSCE (Objective Structured Clinical Examination) dalam bentuk aplikasi berbasis ponsel.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan evaluasi kompetensi kader dengan OSCE berbasis aplikasi ponsel di PKM Mamboro.
Metode: Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) yang dilaksanakan pada Mei–Juli 2025 di UPTD Puskesmas Mamboro. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu Kepala Puskesmas dan Penanggung Jawab Posyandu. Produk yang dikembangkan berupa aplikasi checklist digital untuk menilai keterampilan kader berdasarkan sistem OSCE.
Hasil: Validasi menunjukkan bahwa seluruh indikator pada aplikasi dinilai sesuai oleh validator sehingga aplikasi dikategorikan sangat layak. Persepsi petugas Puskesmas menunjukkan bahwa aplikasi mudah digunakan dan membantu proses penilaian karena lebih efisien, praktis, dan objektif dibandingkan checklist manual.
Kesimpulan: Model evaluasi OSCE berbasis aplikasi ponsel berhasil dikembangkan dan dinilai layak digunakan sebagai alat bantu penilaian kompetensi kader Posyandu. Aplikasi ini dapat menjadi alternatif yang lebih cepat, terstruktur, dan praktis serta dapat mendukung peningkatan kualitas evaluasi kader.
Kata Kunci: Evaluasi Kompetensi, Kader Posyandu, OSCE, Aplikasi Ponsel, Research and Developmen
PENGARUH KONSUMSI MADU (Genus Apis) TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN JASMANI PADA MAHASISWA PRODI S1 PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO
PENGARUH KONSUMSI MADU (Genus Apis) TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN JASMANI PADA MAHASISWA PRODI S1 PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO
Yuristo Pakabu Ambabunga*, Rahma Badaruddin**, Muhammad Ihsan Akib**, Mohammad Zainul Ramadhan**
*Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
e-mail: [email protected]
ABSTRAK
Latar Belakang: Kebugaran jasmani merupakan kapasitas tubuh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari secara efisien tanpa mengalami kelelahan berarti. Tingkat kebugaran jasmani global terus menurun, dengan dominasi kategori buruk pada mahasiswa, terutama mahasiswa kedokteran yang memiliki jadwal padat dan aktivitas fisik rendah. Madu yang tinggi karbohidrat, terutama glukosa dan fruktosa, berpotensi meningkatkan kebugaran jasmani melalui penyediaan energi cepat untuk metabolisme otot dan pencegahan kelelahan selama aktivitas fisik.
Tujuan: Mengetahui pengaruh konsumsi madu terhadap tingkat kebugaran jasmani pada mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain Pre Eksperimental one group Pre Test-Post Test. Sampel terdiri dari 33 mahasiswa dipilih melalui teknik purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi, eksklusi dan drop out. Intervensi berupa konsumsi madu murni dengan dosis BB/2Kg × 0,5 mL sebelum melakukan Harvard Step Up Test, dilakukan tiga kali seminggu selama enam minggu.
Hasil: Nilai rata-rata tingkat kebugaran jasmani Pre Test sebesar 25,279 meningkat menjadi 60,470 saat Post Test. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,001 (p < 0,01), menandakan terdapat pengaruh sangat signifikan antara konsumsi madu dan peningkatan kebugaran jasmani.
Kesimpulan: Terdapat pengaruh konsumsi madu terhadap tingkat kebugaran jasmani pada mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako.
Kata Kunci: Madu, kebugaran jasmani, Harvard Step Up Tes
PENGARUH EDUKASI PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN LANSIA TENTANG HIPERTENSI DI POSYANDU WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KAWATUNA
ABSTRAK
Pengaruh Edukasi Penyuluhan Terhadap Tingkat Pengetahuan Lansia Tentang Hipertensi Di Posyandu Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kawatuna
Nur Safita_N21022006
Program Studi D-III Keperawatan Universitas Tadulako
Ns. Raden Bagus Edy Santoso. S. Kep, M. Kep
Latar Belakang:Tingkat Pengetahuan tentang hipertensi pada lansia memainkan peran amat penting pada kehidupan lanjut usia, hal ini dikarenakan lanjut usia yang mengalami tingkat pengetahuan yang kurang akan sulit untuk mencegah terjadinya hipertensi. Tujuan:Untuk melihat gambaran pengetahuan lansia sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan desai penelitian yang digunakan adalah Pra-Eksperimen dengan pendekatan “One Group Pretest-PostestHasil Penelitian: Dari hasil penelitian diperoleh adanya pengaruh pada pengetahuan sesudah diberikan edukasi didapatkan 69 responden (71.9%) yang memiliki pengetahuan yang baik sehingga didapatkan pengaruh yang terjadi dengan hasil 0.000< 0.05. Kesimpulan: Sebelum diberikan edukai lansia masih banyak yang mempunyai pengetahuan yang cukup dalam memahami tetang Hipertensi, terdapat 59 responden (61.5%). Sesudah diberika edukasi terjadi perubahan yang signifikan , lansia sudah memiliki pengetahuan yang baik tentang Hipertensi, ada 69 responden (71.9%) yang sudah memahami dan mengerti tentang Hipertensi. Saran: Diharapkan penelitian ini dilakukan secara lebih baik lagi dengan selalu memperhatikan masalah-masalah yang dirasakan oleh lansia
Kata kunci: Pengetahuan, Lansia, Hipertensi, Edukasi Kesehatan, Pretest-Posttes
HUBUNGAN RASIO MONOSIT LIMFOSIT DENGAN ESTIMASI LAJU FILTRASI GLOMERULUS PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN GAGAL GINJAL KRONIS DI RSUD UNDATA
HUBUNGAN RASIO MONOSIT LIMFOSIT
DENGAN ESTIMASI LAJU FILTRASI GLOMERULUS
PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2
DENGAN GAGAL GINJAL KRONIS DI RSUD UNDATA
Afifah Hasna Dhianti1, Tri Setyawati2, Ayu Sekarani Damana Putri3, Devi Oktafiani4
1 Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan sindrom metabolik yang ditandai oleh hiperglikemia kronis dan menjadi penyebab utama gagal ginjal kronis (GGK). Hiperglikemia memicu inflamasi sistemik yang mempercepat kerusakan ginjal dan memperburuk fungsi ginjal. Aktivitas inflamasi dapat dinilai melalui berbagai biomarker seperti TNF, CRP, dan interleukin, tetapi pemeriksaannya dinilai tidak praktis. Rasio Monosit Limfosit (RML) muncul sebagai alternatif biomarker inflamasi yang sederhana dan mudah diperoleh dari pemeriksaan darah rutin. Nilai RML mencerminkan keseimbangan antara respon imun proinflamasi dan antiinflamasi sehingga peningkatannya menandakan adanya inflamasi kronis yang berhubungan dengan penurunan fungsi ginjal.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara RML dan estimasi laju filtrasi glomerulus (eLFG) pada pasien DMT2 dengan GGK di RSUD Undata.
Metode: Penelitian ini berdesain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data sekunder diperoleh dari RSUD Undata tahun 2020–2025. Sampel penelitian berjumlah 59 pasien dan diperoleh melalui teknik total sampling. Hubungan antara RML dan eLFG dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson
Hasil: Rata-rata nilai RML pada sampel adalah 1,072, sedangkan rata-rata eLFG sebesar 18,34 mL/menit/1,73 m². Mayoritas sampel (54,2%) berada pada stadium V GGK. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan yang signifikan antara RML dan eLFG (p-value < 0,001 dan r = –0,477). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai RML, semakin rendah eLFG pada pasien DMT2 dengan GGK.
Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara RML dan eLFG pada pasien DMT2 dengan GGK.
Kata Kunci: Gagal Ginjal Kronis, Diabetes Melitus Tipe 2, Rasio Monosit Limfosit, Estimasi Laju Filtrasi Glomerulus
GAMBARAN SELF CARE MANAJEMEN PADA ANGGOTA KELUARGA DENGAN HIPERTENSI DI RW 01 RT 01 KELURAHAN LASOANI PALU
PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS TADULAKO
Karya Tulis Ilmiah, Agustus- 2025
Mirasutantri
GAMBARAN SELF CARE MANAGEMENT PADA ANGGOTA
KELUARGA DENGAN HIPERTENSI DI RW 01 RT 01
KELURAHAN LASOANI PALU
ABSTRAK
Latar belakang : Hipertensi adalah salah satu penyakit yang banyak dijumpai di Indonesia. Tidak sedikit yang menderita penyakit ini dengan atau tanpa gejala dan menimbulkan komplikasi bahkan sampai terjadi kematian. Self care management adalah kemampuan individu dalam melakukan aktivitas perawatan diri untuk mempertahankan hidup dan memelihara kesehatan serta kesejahteraan individu. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran Self care management Pada anggota keluarga dengan Hipertensi Di Rw 01 Rt 01 Kelurahan Lasoani Palu .Metode : yang digunakan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jumlah sampel yang diambil 68 responden, Teknik pengambilan sampel yaitu Accidental sampling. Pengumpulan data ini menggunakan kuesioner Hypertension self Management Behavior Questionnaire (HSMBQ), dengan analisa uji validasi dan reliabilitas menggunakan program SPSS. Hasil : Penelitian yang didapatkan yaitu Berdasarkan Usia mayoritas dari responden yakni Dewasa Tengah sebanyak 31 ( 45,6%), dan Dewasa Akhir sebanyak 37 (54,4%). Berdasarkan jenis kelamin yang mana sebanyak 37 (54,4%) adalah mayoritas berjenis kelamin perempuan dan 31 (45,6%) berjenis kelamin laki-laki. Berdasarkan Pendidikan di dapatkan sebagian besar responden yakni berpendidikan SMP sebanyak 25 (36,8%). Berdasarkan Pekerjaan yang paling banyak yaitu IRT sebanyak 29 (42,6%). Berdasarkan persentase self care manajemen responden yang paling banyak adalah kategori buruk yaitu sebanyak 38 orang (55.%) responden. Kesimpulan : Self care management pada keluarga terhadap penyakit Hipertensi masih kurang.
Kata Kunci : Self Care Management, Hipertensi
GAMBARAN STRES DAN POLA MAKAN PENDERITA DISPEPSIA PADA MAHASISWA DIII KEPERAWATAN UNIVERSITAS TADULAKO
Gambaran Stres dan Pola Makan Penderita Dispepsia Pada Mahasiswa DIII Keperawatan Universitas Tadulako
Novitasari
Program Studi DIII Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Dispepsia merupakan sindrom atau sekumpulan gejala/keluhan seperti nyeri atau rasa tidak nyaman pada dasar lambung, mual, muntah, bersendawa, rasa cepat kenyang, serta perut kembung/membesar. Dispepsia menyerang semua kelompok umur namun lebih sering terjadi pada usia 15-25 tahun, yaitu pada remaja awal dan akhir dimana pada usia tersebut remaja telah memasuki perguruan tinggi dan menjadi seorang mahasiswa. Mahasiswa seringkali menunda waktu makan untuk menyelesaikan tugas kuliah, sehingga waktu yang dihabiskan untuk makan tidak lagi menjadi prioritas penting. Tujuan: Untuk mendapatkan gambaran stres dan pola makan penderita dispepsia pada Mahasiswa DIII Keperawatan Universitas Tadulako. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaf dengan metode penelitian Deskriptif. sampel pada penelitian ini adalah 45 orang Mahasiswa yang menderita dispepsia. Instrumen yang digunakan adalah Kuisioner. Hasil: Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa terdapat 24 (53.3%) responden mengalami stres pada penderita dispepsia, dan terdapat 28 (62.2%) responden memiliki pola makan tidak baik. Kesimpulan: Dari hasil penelitian diketahui bahwa Mahasiswa DIII Keperawatan Universitas Tadulako yang menderita dispepsia sebagian besar mengalami stres 24 (53.3%), dan sebagian besar lagi memiliki pola makan yang tidak baik 28 (62.2%). Saran: Diharapkan institusi dapat mengadakan seminar atau penyuluhan mengenai manajemen stres, pentingnya pola makan sehat, dan pencegahan serta penanganan dini gejala dispepsia.
Kata Kunci: Stres, Pola Makan, Dispepsi
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DASAR DAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAMBORO TAHUN 2024
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DASAR DAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAMBORO TAHUN 2024
Inggrid Toheba1, Rahma2, Elli Yane Bangkele3, Sumarni3, Miranti3
1Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Imunisasi merupakan usaha memberikan kekebalan pada balita dengan memasukkan vaksin kedalam tubuh agar tubuh membuat zat antibodiuntuk mencegah terhadap penyakit tertentu. Imunisasi anak merupakan fondasi kokoh dalam menekan angka morbiditas dan mortalitas dalam kesehatan masyarakat. Kekebalan tubuh yang rendah dapat menyebabkan anak mudah terkena penyakit sehingga dapat menyebabkan anak malnutrisi hingga stunting. Stunting telah menjadi masalah kesehatan utama dan sudah menjadi prioritas utama di Indonesia. Selain imunisasi, tingkat pengetahuan ibu juga merupakan salah satu aspek penting dalam mengasuh anak agar terhindar dari penyakit.
TUJUAN: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar dan kelengkapan imunisasi dasar dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Mamboro tahun 2024.
METODE: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain case-control. Populasi penelitian ini adalah seluruh balita yang mengalami stunting di wilayah kerja Puskesmas Mamboro yakni sebanyak 47 balita Sehingga sampel yang digunakan sebanyak 47 balita stunting sebagai kelompok kasus dan 47 balita normal sebagai kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan uji chi-square untuk menganalisis hubungan antara variabel bebas (tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar dan kelengkapan imunisasi dasar) dengan variabel terikat (kejadian stunting).
HASIL: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian (p < 0,05). Sedangkan kelengkapan imunisasi dasar tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Mamboro tahun 2024.
KESIMPULAN: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar dengan kejadian stunting dan tidak terdapat hubungan kelengkapan imunisasi dasar dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Mamboro tahun 2024.
Kata Kunci: Imunisasi, Pengetahuan, Stunting, Puskesmas Mambor