Tadulako University

SLiMS Senayan Library Management System Repository
Not a member yet
    4897 research outputs found

    PENGEMBANGAN EVALUASI KOMPETENSI KADER DENGAN OSCE BERBASIS APLIKASI DI WILAYAH KERJA POSYANDU KELURAHAN MAMBORO

    No full text
    ABSTRAK PENGEMBANGAN EVALUASI KOMPETENSI KADER DENGAN OSCE BERBASIS APLIKASI DI WILAYAH KERJA POSYANDU KELURAHAN MAMBORO Rhaditya Rizka Febriarini*, Ketut Suarayasa**, Miranti**, Elli Yane Bangkele** * Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako e-mail : [email protected] ABSTRAK Latar Belakang: Posyandu sebagai layanan kesehatan berbasis masyarakat membutuhkan kader yang terampil agar pelayanan berjalan optimal. Di berbagai Puskesmas di Kota Palu, khususnya Puskesmas Mamboro, banyak kader belum mendapatkan pelatihan keterampilan dasar sehingga proses pelayanan belum sepenuhnya sesuai standar. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan model evaluasi kompetensi kader menggunakan metode OSCE (Objective Structured Clinical Examination) dalam bentuk aplikasi berbasis ponsel. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan evaluasi kompetensi kader dengan OSCE berbasis aplikasi ponsel di PKM Mamboro. Metode: Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) yang dilaksanakan pada Mei–Juli 2025 di UPTD Puskesmas Mamboro. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu Kepala Puskesmas dan Penanggung Jawab Posyandu. Produk yang dikembangkan berupa aplikasi checklist digital untuk menilai keterampilan kader berdasarkan sistem OSCE. Hasil: Validasi menunjukkan bahwa seluruh indikator pada aplikasi dinilai sesuai oleh validator sehingga aplikasi dikategorikan sangat layak. Persepsi petugas Puskesmas menunjukkan bahwa aplikasi mudah digunakan dan membantu proses penilaian karena lebih efisien, praktis, dan objektif dibandingkan checklist manual. Kesimpulan: Model evaluasi OSCE berbasis aplikasi ponsel berhasil dikembangkan dan dinilai layak digunakan sebagai alat bantu penilaian kompetensi kader Posyandu. Aplikasi ini dapat menjadi alternatif yang lebih cepat, terstruktur, dan praktis serta dapat mendukung peningkatan kualitas evaluasi kader. Kata Kunci: Evaluasi Kompetensi, Kader Posyandu, OSCE, Aplikasi Ponsel, Research and Developmen

    PENGARUH KONSUMSI MADU (Genus Apis) TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN JASMANI PADA MAHASISWA PRODI S1 PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO

    No full text
    PENGARUH KONSUMSI MADU (Genus Apis) TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN JASMANI PADA MAHASISWA PRODI S1 PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO Yuristo Pakabu Ambabunga*, Rahma Badaruddin**, Muhammad Ihsan Akib**, Mohammad Zainul Ramadhan** *Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako e-mail: [email protected] ABSTRAK Latar Belakang: Kebugaran jasmani merupakan kapasitas tubuh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari secara efisien tanpa mengalami kelelahan berarti. Tingkat kebugaran jasmani global terus menurun, dengan dominasi kategori buruk pada mahasiswa, terutama mahasiswa kedokteran yang memiliki jadwal padat dan aktivitas fisik rendah. Madu yang tinggi karbohidrat, terutama glukosa dan fruktosa, berpotensi meningkatkan kebugaran jasmani melalui penyediaan energi cepat untuk metabolisme otot dan pencegahan kelelahan selama aktivitas fisik. Tujuan: Mengetahui pengaruh konsumsi madu terhadap tingkat kebugaran jasmani pada mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Pre Eksperimental one group Pre Test-Post Test. Sampel terdiri dari 33 mahasiswa dipilih melalui teknik purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi, eksklusi dan drop out. Intervensi berupa konsumsi madu murni dengan dosis BB/2Kg × 0,5 mL sebelum melakukan Harvard Step Up Test, dilakukan tiga kali seminggu selama enam minggu. Hasil: Nilai rata-rata tingkat kebugaran jasmani Pre Test sebesar 25,279 meningkat menjadi 60,470 saat Post Test. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,001 (p < 0,01), menandakan terdapat pengaruh sangat signifikan antara konsumsi madu dan peningkatan kebugaran jasmani. Kesimpulan: Terdapat pengaruh konsumsi madu terhadap tingkat kebugaran jasmani pada mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako. Kata Kunci: Madu, kebugaran jasmani, Harvard Step Up Tes

    PENGARUH EDUKASI PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN LANSIA TENTANG HIPERTENSI DI POSYANDU WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KAWATUNA

    No full text
    ABSTRAK Pengaruh Edukasi Penyuluhan Terhadap Tingkat Pengetahuan Lansia Tentang Hipertensi Di Posyandu Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kawatuna Nur Safita_N21022006 Program Studi D-III Keperawatan Universitas Tadulako Ns. Raden Bagus Edy Santoso. S. Kep, M. Kep Latar Belakang:Tingkat Pengetahuan tentang hipertensi pada lansia memainkan peran amat penting pada kehidupan lanjut usia, hal ini dikarenakan lanjut usia yang mengalami tingkat pengetahuan yang kurang akan sulit untuk mencegah terjadinya hipertensi. Tujuan:Untuk melihat gambaran pengetahuan lansia sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan desai penelitian yang digunakan adalah Pra-Eksperimen dengan pendekatan “One Group Pretest-PostestHasil Penelitian: Dari hasil penelitian diperoleh adanya pengaruh pada pengetahuan sesudah diberikan edukasi didapatkan 69 responden (71.9%) yang memiliki pengetahuan yang baik sehingga didapatkan pengaruh yang terjadi dengan hasil 0.000< 0.05. Kesimpulan: Sebelum diberikan edukai lansia masih banyak yang mempunyai pengetahuan yang cukup dalam memahami tetang Hipertensi, terdapat 59 responden (61.5%). Sesudah diberika edukasi terjadi perubahan yang signifikan , lansia sudah memiliki pengetahuan yang baik tentang Hipertensi, ada 69 responden (71.9%) yang sudah memahami dan mengerti tentang Hipertensi. Saran: Diharapkan penelitian ini dilakukan secara lebih baik lagi dengan selalu memperhatikan masalah-masalah yang dirasakan oleh lansia Kata kunci: Pengetahuan, Lansia, Hipertensi, Edukasi Kesehatan, Pretest-Posttes

    HUBUNGAN RASIO MONOSIT LIMFOSIT DENGAN ESTIMASI LAJU FILTRASI GLOMERULUS PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN GAGAL GINJAL KRONIS DI RSUD UNDATA

    No full text
    HUBUNGAN RASIO MONOSIT LIMFOSIT DENGAN ESTIMASI LAJU FILTRASI GLOMERULUS PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN GAGAL GINJAL KRONIS DI RSUD UNDATA Afifah Hasna Dhianti1, Tri Setyawati2, Ayu Sekarani Damana Putri3, Devi Oktafiani4 1 Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan sindrom metabolik yang ditandai oleh hiperglikemia kronis dan menjadi penyebab utama gagal ginjal kronis (GGK). Hiperglikemia memicu inflamasi sistemik yang mempercepat kerusakan ginjal dan memperburuk fungsi ginjal. Aktivitas inflamasi dapat dinilai melalui berbagai biomarker seperti TNF, CRP, dan interleukin, tetapi pemeriksaannya dinilai tidak praktis. Rasio Monosit Limfosit (RML) muncul sebagai alternatif biomarker inflamasi yang sederhana dan mudah diperoleh dari pemeriksaan darah rutin. Nilai RML mencerminkan keseimbangan antara respon imun proinflamasi dan antiinflamasi sehingga peningkatannya menandakan adanya inflamasi kronis yang berhubungan dengan penurunan fungsi ginjal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara RML dan estimasi laju filtrasi glomerulus (eLFG) pada pasien DMT2 dengan GGK di RSUD Undata. Metode: Penelitian ini berdesain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data sekunder diperoleh dari RSUD Undata tahun 2020–2025. Sampel penelitian berjumlah 59 pasien dan diperoleh melalui teknik total sampling. Hubungan antara RML dan eLFG dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Hasil: Rata-rata nilai RML pada sampel adalah 1,072, sedangkan rata-rata eLFG sebesar 18,34 mL/menit/1,73 m². Mayoritas sampel (54,2%) berada pada stadium V GGK. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan yang signifikan antara RML dan eLFG (p-value < 0,001 dan r = –0,477). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai RML, semakin rendah eLFG pada pasien DMT2 dengan GGK. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara RML dan eLFG pada pasien DMT2 dengan GGK. Kata Kunci: Gagal Ginjal Kronis, Diabetes Melitus Tipe 2, Rasio Monosit Limfosit, Estimasi Laju Filtrasi Glomerulus

    GAMBARAN SELF CARE MANAJEMEN PADA ANGGOTA KELUARGA DENGAN HIPERTENSI DI RW 01 RT 01 KELURAHAN LASOANI PALU

    No full text
    PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO Karya Tulis Ilmiah, Agustus- 2025 Mirasutantri GAMBARAN SELF CARE MANAGEMENT PADA ANGGOTA KELUARGA DENGAN HIPERTENSI DI RW 01 RT 01 KELURAHAN LASOANI PALU ABSTRAK Latar belakang : Hipertensi adalah salah satu penyakit yang banyak dijumpai di Indonesia. Tidak sedikit yang menderita penyakit ini dengan atau tanpa gejala dan menimbulkan komplikasi bahkan sampai terjadi kematian. Self care management adalah kemampuan individu dalam melakukan aktivitas perawatan diri untuk mempertahankan hidup dan memelihara kesehatan serta kesejahteraan individu. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran Self care management Pada anggota keluarga dengan Hipertensi Di Rw 01 Rt 01 Kelurahan Lasoani Palu .Metode : yang digunakan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jumlah sampel yang diambil 68 responden, Teknik pengambilan sampel yaitu Accidental sampling. Pengumpulan data ini menggunakan kuesioner Hypertension self Management Behavior Questionnaire (HSMBQ), dengan analisa uji validasi dan reliabilitas menggunakan program SPSS. Hasil : Penelitian yang didapatkan yaitu Berdasarkan Usia mayoritas dari responden yakni Dewasa Tengah sebanyak 31 ( 45,6%), dan Dewasa Akhir sebanyak 37 (54,4%). Berdasarkan jenis kelamin yang mana sebanyak 37 (54,4%) adalah mayoritas berjenis kelamin perempuan dan 31 (45,6%) berjenis kelamin laki-laki. Berdasarkan Pendidikan di dapatkan sebagian besar responden yakni berpendidikan SMP sebanyak 25 (36,8%). Berdasarkan Pekerjaan yang paling banyak yaitu IRT sebanyak 29 (42,6%). Berdasarkan persentase self care manajemen responden yang paling banyak adalah kategori buruk yaitu sebanyak 38 orang (55.%) responden. Kesimpulan : Self care management pada keluarga terhadap penyakit Hipertensi masih kurang. Kata Kunci : Self Care Management, Hipertensi

    GAMBARAN STRES DAN POLA MAKAN PENDERITA DISPEPSIA PADA MAHASISWA DIII KEPERAWATAN UNIVERSITAS TADULAKO

    No full text
    Gambaran Stres dan Pola Makan Penderita Dispepsia Pada Mahasiswa DIII Keperawatan Universitas Tadulako Novitasari Program Studi DIII Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Dispepsia merupakan sindrom atau sekumpulan gejala/keluhan seperti nyeri atau rasa tidak nyaman pada dasar lambung, mual, muntah, bersendawa, rasa cepat kenyang, serta perut kembung/membesar. Dispepsia menyerang semua kelompok umur namun lebih sering terjadi pada usia 15-25 tahun, yaitu pada remaja awal dan akhir dimana pada usia tersebut remaja telah memasuki perguruan tinggi dan menjadi seorang mahasiswa. Mahasiswa seringkali menunda waktu makan untuk menyelesaikan tugas kuliah, sehingga waktu yang dihabiskan untuk makan tidak lagi menjadi prioritas penting. Tujuan: Untuk mendapatkan gambaran stres dan pola makan penderita dispepsia pada Mahasiswa DIII Keperawatan Universitas Tadulako. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaf dengan metode penelitian Deskriptif. sampel pada penelitian ini adalah 45 orang Mahasiswa yang menderita dispepsia. Instrumen yang digunakan adalah Kuisioner. Hasil: Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa terdapat 24 (53.3%) responden mengalami stres pada penderita dispepsia, dan terdapat 28 (62.2%) responden memiliki pola makan tidak baik. Kesimpulan: Dari hasil penelitian diketahui bahwa Mahasiswa DIII Keperawatan Universitas Tadulako yang menderita dispepsia sebagian besar mengalami stres 24 (53.3%), dan sebagian besar lagi memiliki pola makan yang tidak baik 28 (62.2%). Saran: Diharapkan institusi dapat mengadakan seminar atau penyuluhan mengenai manajemen stres, pentingnya pola makan sehat, dan pencegahan serta penanganan dini gejala dispepsia. Kata Kunci: Stres, Pola Makan, Dispepsi

    HUBUNGAN FAKTOR SOSIAL EKONOMI KELUARGA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI PUSKESMAS BIROBULI KOTA PALU

    No full text
    HUBUNGAN FAKTOR SOSIAL EKONOMI KELUARGA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI PUSKESMAS BIROBULI KOTA PALU Andi Sausan1 , Elli Yane Bangkele2 , Rahma3 , Sumarni4 1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang : Stunting adalah kondisi terhambatnya pertumbuhan pada balita yang memiliki tinggi badan dibawah normal jika dibandingkan dengan anak seusianya. Pendapatan keluarga sebagai faktor sosial ekonomi, jumlah anggota keluarga, serta pendidikan orang tua sangatlah berpengaruh pada kejadian stunting yang merujuk pada buruk kualitas dan kuantitasnya asupan gizi serta meningkatnya insiden penyakit. Balita stunting mempunyai tingkatan risiko gangguan kognitif, gangguan perilaku, morbiditas dan mortalitas hingga menyebabkan kerugian ekonomi jangka Panjang bagi negara. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) untuk nasional prevalensi stunting sebesar 30,8 %. Prevalensi stunting di Sulawesi Tengah berada di 10 besar data stunting tertinggi di Indonesia sebanyak 32,2 %. Tujuan : Mengetahui hubungan faktor sosial ekonomi keluarga dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Puskesmas Birobuli Kota Palu Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain case control. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 57 balita normal dan 57 balita stunting. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil : Analisis bivariat menggunakan chi square test. Dari hasil uji didapatkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan terakhir ayah (p=0,574) dengan kejadian stunting, dan tidak terdapat pula hubungan yang signifikan antara pendapatan orang tua (p=0,349) dengan kejadian stunting. Sedangkan pada pendidikan terakhir ibu terdapat hubungan yang bermakna yaitu (p=0,000) dengan kejadian stunting serta terdapat juga hubungan yang bermakna antara jumlah anggota keluarga dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Puskesmas Birobuli Kota Palu. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan terakhir ibu dan jumlah anggota keluarga dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di puskesmas Birobuli Kota Palu, sedangkan pada tingkat pendidikan terakhir ayah dan pendapatan keluarga tidak terdapat hubungan yang signifikan pada kejadian stunting balita usia 24-59 bulan di puskesmas Birobuli Kota Palu. Kata Kunci : Stunting, Balita, Faktor Sosial Ekonom

    Sistem Informasi Geografis Pemetaan Penyakit Schistosomiasis Berbasis Situs Web Di Provinsi Sulawesi Tengah

    No full text
    SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMETAAN PENYAKIT SCHISTOSOMIASIS BERBASIS SITUS WEB DI PROVINSI SULAWESI TENGAH I Gede Christopher Kusuma Jaya1 Elly Yane Bangkele2 Miranti3 Junjun Fitriani4` 1 Mahasiswa Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2 Departemen Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 3 Departemen Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako 4 Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako ABSTRAK Pendahuluan: Schistosomiasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing darah dari genus Schistosoma. Dalam penyebarannya S. japonicum membutuhkan keong oncomelania hupensis lindoensis sebagai hospes perantara. Provinsi Sulawesi Tengah dibayangi oleh masih tingginya angka kejadian schistosomiasis di daerah endemiknya. Penggunaan sistem informasi geografis (SIG) dilakukan dengan situs web yang dirancang menggunakan menggunakan bahasa pemrograman PHP serta implementasi visual peta menggunakan Google Maps API. Situs web merupakan program komputer yang menjalankan peladen yang menyediakan akses serta data. Media informasi berbentuk digital memiliki keunggulan dibandingkan media informasi bentuk lainnya, karena media informasi digital dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat. Oleh karenanya perlu sebuah perancangan SIG penyakit schistosomiasis di Provinsi Sulawesi Tengah berbasis digital dalam bentuk situs web. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan memvalidasi situs web sebagai media sistem informasi geografis dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit schistosomiasis. Metode: Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan pengumpulan data melalui in-depth interview pada ahli bidang Parasitologi, Kesehatan masyarakat dan Teknik informatika. Analisis data dilakukan dengan cara menyatukan pendapat para ahli dan menyatukannya ke situs web sebagai sistem informasi geografis. Hasil: Penelitian ini menghasilkan sistem informasi geografis berbasis situs web dan telah melalui tahap evaluasi dan validasi. Kesimpulan: Sistem informasi geografis berbasis situs web telah dibuat melalui tahapan pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi, serta validasi dilakukan oleh ahli di bidang parasitologi, kesehatan masyarakat, serta teknik informatika sehingga menghasilkan sebuah situs web sistem informasi geografis. Kata kunci: Sistem Informasi Geografis, Schistosomiasis, Situs we

    HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN KONTROL TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAWATUNA

    No full text
    Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Kontrol Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kawatuna Nurul Salsabila (2024) Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Dr. Ratna Devi,. S.KM,.M.Kes ABSTRAK Latar Belakang: Penyakit darah tinggi atau hipertensi (Hypertension) adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka systolic (bagian atas) dan angka bawah (diastolic). Pada pemeriksaan tensi darah menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa (sphygmomanometer) ataupun alat digital lainnya. Kepatuhan pengobatan akan meningkat ketika penderita mendapat bantuan dari keluarga. Disamping itu, penderita yang tidak memiliki keluarga atau tidak ada dukungan dari keluarga akan mempengaruhi terminasi pengobatan lebih awal dan hasil tidak memuaskan. Keluarga merupakan orang terdekat yang berperan aktif dalam tercapainya tingkat kepatuhan dan keberhasilan pengobatan pada penderita hipertensi. Tujuan: Untuk mengetahui dukungan keluarga terhadap kepatuhan kontrol tekanan darah penderita Hipertensi di wilayah kerja puskesmas kawatuna. Metode: Uji statistik yang dugunakan yaitu uji chi-square dengan kemaknaan d (0,05). chi-square digunakan untuk menganalisis variabel independen (yaitu mengkaji apakah ada dukungan keluarga), dan variabel dependen (kepatuhan kontrol tekanan darah). Hasil: Diketahui dari 82 responden didapatkan responden yang menerima dukungan tinggi sebanyak 40 responden (48,8%) sedangkan responden yang menerima dukungan rendah yaitu berjumlah 42 responden (51,2%). Serta responden yang mendapatkan tingkat kepatuhan yang tidak patuh yaitu sebanyak 45 responden (54,9%) dari total 82 responden. Kesimpulan: dari hasil analisa data menunjukan nilai p-value = 0,024

    ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DASAR DAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAMBORO TAHUN 2024

    No full text
    ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DASAR DAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAMBORO TAHUN 2024 Inggrid Toheba1, Rahma2, Elli Yane Bangkele3, Sumarni3, Miranti3 1Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Imunisasi merupakan usaha memberikan kekebalan pada balita dengan memasukkan vaksin kedalam tubuh agar tubuh membuat zat antibodiuntuk mencegah terhadap penyakit tertentu. Imunisasi anak merupakan fondasi kokoh dalam menekan angka morbiditas dan mortalitas dalam kesehatan masyarakat. Kekebalan tubuh yang rendah dapat menyebabkan anak mudah terkena penyakit sehingga dapat menyebabkan anak malnutrisi hingga stunting. Stunting telah menjadi masalah kesehatan utama dan sudah menjadi prioritas utama di Indonesia. Selain imunisasi, tingkat pengetahuan ibu juga merupakan salah satu aspek penting dalam mengasuh anak agar terhindar dari penyakit. TUJUAN: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar dan kelengkapan imunisasi dasar dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Mamboro tahun 2024. METODE: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain case-control. Populasi penelitian ini adalah seluruh balita yang mengalami stunting di wilayah kerja Puskesmas Mamboro yakni sebanyak 47 balita Sehingga sampel yang digunakan sebanyak 47 balita stunting sebagai kelompok kasus dan 47 balita normal sebagai kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan uji chi-square untuk menganalisis hubungan antara variabel bebas (tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar dan kelengkapan imunisasi dasar) dengan variabel terikat (kejadian stunting). HASIL: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian (p < 0,05). Sedangkan kelengkapan imunisasi dasar tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Mamboro tahun 2024. KESIMPULAN: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar dengan kejadian stunting dan tidak terdapat hubungan kelengkapan imunisasi dasar dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Mamboro tahun 2024. Kata Kunci: Imunisasi, Pengetahuan, Stunting, Puskesmas Mambor

    0

    full texts

    4,897

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SLiMS Senayan Library Management System Repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇