Tadulako University

SLiMS Senayan Library Management System Repository
Not a member yet
    4897 research outputs found

    âGAMBARAN PELAYANAN KESEHATAN IBU DI SULAWESI TENGAH PADA TAHUN 2022 â 2023â

    No full text
    “GAMBARAN PELAYANAN KESEHATAN IBU DI SULAWESI TENGAH PADA TAHUN 2022 – 2023” Yosua Rava*, Ketut Suarayasa** *Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Pendahuluan : Kesehatan ibu merupakan indikator penting dalam menilai mutu sistem kesehatan suatu daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelayanan kesehatan ibu di Provinsi Sulawesi Tengah selama tahun 2022 hingga 2023, mencakup cakupan kunjungan antenatal (ANC), persalinan di fasilitas kesehatan, pelayanan masa nifas, penanganan komplikasi kebidanan, serta angka kematian ibu. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan total sampling berdasarkan data sekunder dari Dinas Kesehatan setempat, melibatkan 123.077 ibu hamil. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran Pelayanan Kesehatan Ibu di Provinsi Sulawesi Tengah Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pelayanan kesehatan ibu dengan menyajikan data terkait Pelayanan Kesehatan Ibu di Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2022 hingga 2023. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan peningkatan cakupan kunjungan ANC K1 dari 91,5% (2022) menjadi 97,0% (2023), meskipun cakupan K4 dan K6 masih lebih rendah dan bervariasi antar daerah. Cakupan persalinan di fasilitas kesehatan meningkat dari 81,6% menjadi 86,9%, dengan capaian tertinggi di Kota Palu dan Kabupaten Morowali. Pelayanan ibu nifas juga mengalami peningkatan, namun belum mencapai pemerataan yang optimal, dengan masa nifas menjadi periode dengan proporsi kematian ibu tertinggi. Penanganan komplikasi kebidanan meningkat dari 81,3% (2022) menjadi 87,3% (2023), namun kendala sistem rujukan masih menjadi faktor utama kematian ibu. Angka kematian ibu tertinggi tercatat di Kabupaten Donggala, sedangkan Kota Palu dan Kabupaten Sigi menunjukkan hasil terbaik tanpa kematian ibu pada 2023. Kesimpulan : Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat kemajuan dalam cakupan pelayanan, tantangan besar masih ada dalam pemerataan, kesinambungan, dan kualitas layanan maternal. Intervensi strategis berbasis komunitas, penguatan sistem rujukan, dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan diperlukan guna menurunkan angka kematian ibu di Sulawesi Tengah. Kata kunci: kesehatan ibu, antenatal care, pelayanan nifas, komplikasi kebidanan, kematian ibu, Sulawesi Tenga

    HUBUNGAN PEMBERIAN SUSU FORMULA TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA 0 â 5 TAHUN DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS LABUAN

    No full text
    HUBUNGAN PEMBERIAN SUSU FORMULA TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA 0 – 5 TAHUN DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS LABUAN Langgai Naroso*Elli Yane Bangkele** * Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran,Universitas Tadulako ** Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang : Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengestimasikan prevalensi balita kerdil (stunting) di seluruh dunia pada tahun 2020 sebesar 22% atau 149,2% kasus, dan berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia tahun 2022, angka kejadian stunting di Provinsi Sulawesi Tengah mencapai 28,2% dimana angka ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 29,7% dimana mengalami penurunan sebanyak 1,5%. Stunting sendiri adalah gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial. Tujuan : Mengetahui Hubungan pemberian susu formula terhadap kejadian stunting Pada Balita di puskesmas Labuan. Metode : Penelitian ini menggunakan Desain Survey Analitik Observasional dengan pendekatan cross-sectional, dan teknik pengambilan sampel purposive sampling yang bertempat di Posyandu Desa Toposo wilayah kerja Puskesmas Labuan. Jumlah responden yang digunakan pada penelitian adalah 72 balita. Pada hasil penelitian uji yang digunakan yaitu Uji Chi-Square. Hasil : Hasil yang didapati yakni terdapat 26 balita yang mengalami stunting dengan 13 balita (35,1%) yang diberikan susu formula dan 13 balita (38,2%) yang tidak diberikan susu formula, kemudian Terdapat 45 balita yang tidak mengalami stunting dimana dengan 24 balita (64,9%) yang diberikan susu formula dan 21 balita (61,8) yang tidak diberikan susu formula. Sehingga, didapatkan hasil hubungan pemberian susu formula terhadap kejadian stunting Pada Balita di puskesmas Labuan dengan nilai p-value = 0,981 atau p-value > 0,05. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi susu formula dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Labuan. Kata Kunci : Stunting, pemberian susu formula, balit

    ANALISIS FAKTOR DETERMINAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI RSUD TORA BELO TAHUN 2022-2023

    No full text
    ANALISIS FAKTOR DETERMINAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI RSUD TORA BELO TAHUN 2022-2023 Riquel Aditya Tanan1, Miranti2, Ketut Suarayasa3, Junjun Fitriani4 1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Dosen bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Dosen bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 4Dosen bagian Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako e-mail: [email protected] ABSTRAK Latar Belakang: Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang sering menyebabkan morbiditas dan mortalitas ibu serta bayi. Menurut data dari Profil Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah, penyebab utama yang mengakibatkan kematian ibu adalah perdarahan (40,78%), oleh faktor lainnya (34,7%), dan preeklampsia di urutan ketiga (12,89%). Faktor determinan seperti hipertensi, usia, dan paritas memiliki kontribusi signifikan terhadap kejadian preeklampsia, terutama di wilayah Kabupaten Sigi. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis faktor determinan preeklampsia untuk mengetahui tingkat risiko, agar dapat diberikan penanganan yang tepat dan efisien untuk mengurangi jumlah kasus preeklampsia di daerah Kabupaten Sigi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara determinan hipertensi, usia ibu, dan paritas dengan kejadian preeklampsia di RSUD Tora Belo tahun 2022-2023. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 80 ibu hamil yang diambil dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil: Setelah dilakukan uji chi-square, diperoleh nilai prevalensi preeklampsia sebesar 41,2%. Hipertensi berhubungan dengan kejadian preeklampsia (p = 0,001; OR = 6,948). Usia ≥ 35 tahun juga menunjukkan hubungan (p = 0,000; OR = 6,616), begitu juga dengan paritas ≥ 3 yang menunjukkan hubungan signifikan (p = 0,000; OR = 8,791). Kesimpulan: Hipertensi, usia ibu ≥ 35 tahun, dan paritas ≥ 3 merupakan faktor risiko signifikan yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia. Deteksi dini melalui pemeriksaan rutin dan peningkatan layanan antenatal care sangat penting untuk mengurangi kejadian preeklampsia di RSUD Tora Belo. Kata Kunci: Preeklampsia, Hipertensi, Usia, Paritas, Antenatal Car

    PENGARUH LATIHAN FISIK (Balke Test) TERHADAP KADAR ASAM URAT DAN KOLESTEROL PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO

    No full text
    PENGARUH LATIHAN FISIK (Balke Test) TERHADAP KADAR ASAM URAT DAN KOLESTEROL PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO Muhammad Iradat Sakti, Rahma Badaruddin2, Junjun Fitriani3, Andi Nur Asrinawaty4 1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 4Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Asam urat merupakan senyawa dari metabolism purin dalam darah. Kolesterol adalah salah satu bentuk dari lipid yang diproduksi oleh tubuh melalui organ hati. Kadar asam urat dan kolesterol dapat dikontrol dengan melakukan gaya hidup sehat seperti konsumsi makanan dan olahraga atau latihan fisik. Latihan fisik (balke test) merupakan salah satu jenis olahraga yang membantu optimalisasi kerja organ jantung dan paru. Latihan fisik berupa balke test dapat bermanfaat menurunkan tingginya angka penderita penyakit tidak menular dengan faktor risiko seperti tingginya asam urat dan kolesterol dalam darah. Tujuan: Mengetahui pengaruh latihan fisik terhadap kadar asam urat dan kolesterol mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako. Metode: Penelitian ini yaitu penelitian eksperimental menggunakan metode penelitian pra eksperimental dengan one group pretest-posttest. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako dengan jumlah sampel sebanyak 33 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Analisis data menggunakan uji Shapiro-wilk menunjukkan nilai sig>0.05 yang artinya data terdistribusi normal kemudian dilanjutkan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney dengan hasil (p=0,000) yang menunjukkan terdapat pengaruh signifikan latihan fisik terhadap kadar asam urat dan kolesterol dalam darah. Kesimpulan: Terdapat pengaruh latihan fisik (balke test) terhadap kadar asam urat dan kolesterol Kata Kunci: Latihan fisik, asam urat, kolestero

    SKRINING GANGGUAN PENGLIHATAN PADA SISWA KELAS XI SMAN 1 SIGI TAHUN 2024

    No full text
    SKRINING GANGGUAN PENGLIHATAN PADA SISWA KELAS XI SMAN 1 SIGI TAHUN 2024 Amelia Wulan Ningrum1, Rosa Dwi Wahyuni2, Rahma Badaruddin3, Amira Basry4 1Program Studi kedokteran, fakultas kedokteran, universitas tadulako 2Dapartemen patologi klinik, fakultas kedokteran, universitas tadulako 3Dapertemen fisiologi, fakultas kedokteran, universitas tadulako 4Dapartemen anatomi, fakultas kedokteran, universitas tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Gangguan penglihatan menjadi perhatian secara global dan juga di Indonesia. Menurut WHO Gangguan penglihatan didefinisikan suatu kondisi penglihatan seseorang secara fungsional atau sistem penglihaan mengalami gangguan. Gangguan penglihatan pada remaja paling sering adalah kelainan refraksi , computer vision syndrome, dan asthenopia. Sebagai upaya pencegahan gangguan penglihatan pada anak usia sekolah WHO merekomendasikan program vision screening rutin yang dilakukan setidaknya setahun sekali di sekolah. Gangguan penglihatan dapat dipengaruhi berbagai faktor diantaranya usia, genetic, dan faktor perilaku seperti penggunaan gadget. Tujuan: Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran gangguan penglihatan pada murid kelas XI SMAN 1 Sigi dengan pemeriksaan menggunakan Snellen chart. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan observasional deskriptif, populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas XI SMAN 1 Sigi. Pengambilan sample menggunakan simple random sampling. Hasil: Karakteristik responden berdasarkan gangguan penglihatan terdapat 38 siswa tidak mengalami gangguan penglihatan dan terdapat 22 siswa mengalami gangguan penglihatan yang di tandai dengan penurunan visus. Karakteristik responden berdasarkan gangguan penglihatan dengan perilaku penggunaan gadget > 2 jam/hari terdapat 18 siswa. Karakteristik responden berdasarkan gangguan penglihatan dengan perilaku penggunaan gadget pada jarak < 30 cm terdapat 17 siswa. Karakteristik responden berdasarkan gangguan penglihatan dengan perilaku penggunaan gadget pada posisi berbaring terdapat 20 siswa. Karakteristik responden berdasarkan gangguan penglihatan dengan perilaku penggunaan gadget dirungan pencahayaan redup terdapat 10 siswa. Kesimpulan: Hasil skrining 60 siswa didapatkan mayoritas siswa tidak mengalami gangguan penglihatan yaitu sebanyak sebanyak 38 siswa dan terdapat 22 siswa mengalami gangguan penglihatan yang ditandai dengan penurunan visus. Kata kunci: Gangguan penglihatan, skrining, perilaku

    GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LUWUK

    No full text
    ABSTRAK GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LUWUK Afriliyanti Muada Program Studi DIII-Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako ( Ns. Windu Unggun Cahya Jalu Putra, M.kep, Raden Bagus Edy S, S.Kep, Ns., M.Kep, Warihan, S.Kep, Ns., M.Kep ) Latar belakang: Chronic kidney disease (CKD) adalah penyakit yang mana ginjal mengalami penurunan fungsi. Hemodialisis merupakan tindakan yang dilakukan pada seseorang yang mengalami Chronic Kidney Disease atau gagal ginjal kronik. Hal inilah yang dapat memicu timbulnya kecemasan tentang proses penyakit serta proses pengobatan yang akan dilakukan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Gambaran Tingkat Kecemasan Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani Hemodialisa Di RSUD Luwuk. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kuantitatif, penelitian ini akan mengukur tingkat kecemasan pasien menggunakan alat ukur yang dikenal dengan skala kecemasan hemilton (HARS) yang berjumlah 47 responden. Hasil: Analisa data menggunakan analisa univariat dan didapatkan hasil bahwa tingkat kecemasan pasien hemodialisa tingkat kecemasan ringan sebanyak 21 responden (44,7 %), dan yang memiliki kecemasan berat sekali sebanyak 1 responden (2,1 %). Kesimpulan: Data hasil penelitian yang peneliti lakukan terhadap 47 responden di Rumah Sakit Umum Daerah Luwuk Tahun 2025 tentang Tingkat Kecemasan pada Pasien Hemodialisa Tahun 2025 menunjukkan dominan responden mengalami kecemasan ringan sebanyak 21 responden (44,7 %). Kata kunci: Tingkat kecemasan, CKD, Hemodialisa

    GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KEGAWAT DARURATAN KEJANG DEMAM PADA BALITA DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS PALOLO

    No full text
    Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Kegawat Daruratan Kejang Demam Pada Balita Di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Palolo FAHRA A SE’GA N21022071 ABSTRAK Latar Belakang : Kejang demam adalah kondisi yang sering dialami oleh anak-anak, terutama yang berusia 6 bulan hingga 5 tahun, dengan prevelensi sekitar 2%-4% 1,2. Salah satu dampak kejang demam adalah peningkatan resiko terjadinya epilepsi di kemudian hari. Setiap faktor resiko dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya epilepsi sebesar 4%-6%, dan kombinasi beberapa faktor tersebut dapat meningkatkan peluang menjadi epilepsi hingga 10%-49%. Pertolongan pertama untuk mencegah kejang demam sangatlah penting, namun masalah yang muncul adalah banyak ibu maupun anggota keluarga yang kurang memahami cara melakukan pertolongan pertama tersebut. Tujuan : Untuk mengidentifikasi gambaran pengetahuan ibu tentang kegawat daruratan kejang demam pada balita di posyandu wilayah kerja Puskesmas Palolo. Matode : Desain penelitian jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan total sampel 42 Ibu. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Teknik analisa data menggunakan analisa univariat. Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa menurut pengetahuan di posyandu wilayah kerja puskesmas palolo dari 42 Ibu berpengetahuan kurang sebanyak 8 (19,0%) responden, pengetahuan cukup sebanyak 30 (71,4%) responden, dan berpengetahuan baik sebanyak 4 (9,5%) responden. Kesimpulan dari penelitian ini adalah masih banyak Ibu yang berpengetahuan cukup mengenai kegawat daruratan kejang demam pada balita sehingga perlu Pendidikan Kesehatan bagi Ibu. Kesimpulan : Disimpulkan bahwa pengetahuan Ibu tentang kegawat daruratan kejang demam pada balita berpengetahuan cukup yaitu sebanyak 30 (71,4%) responden. Saran : Dapat meningkatkan pengetahuan Ibu tentang kegawat daruratan kejang demam pada balita. Kata Kunci : Pengetahuan Ibu; Kegawat Daruratan; Kejang Dema

    GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN LANSIA TENTANG PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS KAWATUNA

    No full text
    Gambaran Tingkat Pengetahuan Lansia Tentang Penyakit Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Kawatuna Muammar Ilyas (2025) Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Hayati Palesa, S.KM.,M.P.H ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes mellitus (DM) didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Diabetes Melitus tipe II terjadi ketika tubuh tidak lagi dapat memproduksi insulin yang cukup untuk mengimbangi terganggunya kemampuan untuk memproduksi insulin. Tujuan: untuk memperoleh Gambaran Tingkat Pengetahuan Lansia Tentang Penyakit Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Kawatuna. Metode: penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mengkaji Gambaran Tingkat Pengetahuan Lansia Tentang Penyakit Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Kawatuna. Jumlah sampel 53 responden menggunakan rumus slovin. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil: penelitian menunjukan bahwa pengetahuan responden sebagian besar adalah baik yaitu sejumlah 33 responden 62%, sedangkan untuk jumlah responden dengan pengetahuan cukup adalah 11 orang 20% dan responden dengan pengetahuan kurang 9 orang 16%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa Gambaran Pengetahuan Lansia Tentang Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Kawatuna sebagian besar memiliki pengetahuan yang baik. Kata kunci: Gambaran, Pengetahuan, Diabetes Melitus

    GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TABLET TAMBAH DARAH DI PUSKESMAS KAWATUNA KOTA PALU

    No full text
    PROGRAM STUDI DIII-KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO Karya Tulis Ilmiah, Mei 2025 Muawiyah GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL MENGENAI TABLET TAMBAH DARAH DI WILAYAH UPTD PUSKESMAS KAWATUNA ABSTRAK Latar belakang: World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa lebih dari setengah wanita hamil di seluruh dunia memiliki kadar hemoglobin dengan indikasi anemia rendah (kurang dari 11.0 mg/dl), yang merupakan salah satu masalah kesehatan utama di seluruh dunia. Karena kebutuhan zat besi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan, ibu hamil harus mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. (Muchtar & Anggraeni, 2021). Tujuan : Untuk Diketahuinya Gambaran pengetahuan ibu tentang pentingnya mengonsumsi Tablet Tambah Darah ( TTD ) selama masa kehamilan. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif, Teknik pengambilan sampel yaitu Accidental sampling, Jumlah sampel yang digunakan adalah 67 responden dengan menggunaka metode Total Sampel . Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan lebih banyak ibu hamil berpengetahuan kurang yaitu sebanyak 38 ( 56,7 %), dan Sebagian kecil berpengetahuan baik 29 ( 43,3) responden. Kesimpulan: dari penelitian ini diketahui bahwa masih ada banyak ibu hamil di wilayah UPTD Puskemas Kawatuna yang bepengetahuan kurang mengenai Tablet Tambah Darah Kata Kunci : Pengetahuan, Ibu Hamil, Tablet Tambah Dara

    HUBUNGAN GANGGUAN PENGLIHATAN DENGAN TINGKAT PRESTASI PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 KOTA PALU TAHUN 2025

    No full text
    HUBUNGAN GANGGUAN PENGLIHATAN DENGAN TINGKAT PRESTASI PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 KOTA PALU TAHUN 2025 Dhia Fakhirah Adistya*, Rosa Dwi Wahyuni**, Elli Yane Bangkele ***, Miranti**** * Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ***Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako, **** Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Gangguan penglihatan merupakan isu kesehatan global yang mendapat perhatian serius, termasuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara ketajaman penglihatan yang diukur dengan bagan Snellen dan prestasi akademik pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Palu. Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif dan desain cross-sectional yang melibatkan 189 responden. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Mayoritas siswa (180 orang) tidak mengalami gangguan penglihatan, sedangkan 9 siswa mengalami gangguan penglihatan; (2) Sebagian besar siswa (166 orang) memiliki prestasi akademik yang tergolong baik, sementara 23 siswa tergolong tidak berprestasi; (3) Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara gangguan penglihatan dengan prestasi akademik (p=0,002), meskipun kekuatan hubungan tersebut sangat lemah (koefisien korelasi=0,016). Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun hubungan statistik terdeteksi, kontribusi gangguan penglihatan terhadap variasi prestasi akademik dalam sampel ini sangat kecil. Hasil yang tampak kontradiktif ini diduga disebabkan oleh ukuran sampel yang besar dan adanya variabel perancu lainnya. Kata Kunci: Ketajaman Penglihatan, Prestasi Akademik, Bagan Snellen, Siswa SM

    0

    full texts

    4,897

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SLiMS Senayan Library Management System Repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇