Tadulako University

SLiMS Senayan Library Management System Repository
Not a member yet
    4897 research outputs found

    PERBANDINGAN RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT ANTARA KEJADIAN DENGUE HAEMORRHAGIC FEVER DENGAN DENGUE SHOCK SYNDROME PADA PASIEN ANAK DI RSUD ANUTAPURA PROVINSI SULAWESI TENGAH

    No full text
    PERBANDINGAN RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT ANTARA KEJADIAN DENGUE HAEMORRHAGIC FEVER DENGAN DENGUE SHOCK SYNDROME PADA PASIEN ANAK DI RSUD ANUTAPURA PROVINSI SULAWESI TENGAH Riyadh Rasyid*, Imtihanah Amri**, Haerani Harun***, Rahma**** *Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako **Departemen Anestesiologi dan intensive care, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako *** Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ****Departemen Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako E-mail: [email protected] ABSTRAK Latar Belakang: Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) atau Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi virus akut yang menyerang tubuh. DBD terbagi menjadi 4 derajat (I,II,III,IV) di mana untuk derajat 3 dan 4 disebut sebagai Dengue Shock Syndrome (DSS). Ketika keparahan penyakit terlambat terdeteksi menyebabkan terjadi hal yang fatal. Sehingga dibutuhkan suatu prediktor atau marker inflamasi untuk mendeteksi hal tersebut dalam hal ini nilai RNL. Tujuan: Mengetahui perbandingan rasio neutrofil limfosit antara kejadian Dengue Haemorrhagic Fever dengan Dengue Shock Syndrome pada pasien anak di RSUD Anutapura Provinsi Sulawesi Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross-sectional menggunakan data sekunder berupa rekam medis di RSUD Anutapura Palu tahun 2021-2023. Sampel adalah pasien dengan diagnosis DBD sebanyak 100 sampel. Teknik pengambilan sampel yaitu random sampling. Hasil: Berdasarkan uji Mann-Whitney didapatkan perbedaan signifikan (p=0,001) pada nilai RNL antara DHF dengan DSS. Rerata RNL pada DHF (1,28 (±0,98 SD)) dan pada DSS (2,07 (±1,59 SD)). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara umur (p=0,217) dan jenis kelamin (p=0,597) terhadap kelompok DHF dan DSS. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai RNL antara DHF dengan DSS, di mana nilai RNL ditemukan lebih rendah pada DHF dan lebih tinggi pada DSS Kata Kunci: DHF, DSS, RN

    â Model Video Pembelajaran Keterampilan Pengelolaan Posyandu Dalam Meningkatkan Kompetensi Kader Posyandu di Kelurahan Mamboroâ

    No full text
    MODEL VIDEO PEMBELAJARAN KETERAMPILAN PENGELOLAAN POSYANDU DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI KADER POSYANDU DI KELURAHAN MAMBORO Mutiara Zahra Ramadanti 1 , Ketut Suarayasa 2 , Elli Yane Bangkele 2 , Miranti 2 1 Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2 Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) berperan penting dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan dasar, khususnya dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Di Kota Palu , meskipun jumlah posyandu terbilang banyak tetapi terdapat tantangan kualitas seperti kecukupan fasilitas dan keterampilan kader. Untuk itu diperlukan pelatihan yang efektiv, efesien serta mudah dipahami oleh kader posyandu. Salah satunya pembelajaran melalui model video keterampilan pengelolaan posyandu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran berbasis video untuk keterampilan pengelolaan posyandu bagi kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Mamboro , Kota Palu . Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi). Proses pengembangan meliputi analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan video edukasi, dan uji kelayakan awal yang dilakukan dengan mengumpulkan umpan balik dari tenaga kesehatan dan kader posyandu terhadap video edukasi tersebut. Hasil: Hasil video yang dikembangkan mendapat tanggapan positif dari kader. Persepsi kader dan tenaga kesehatan menunjukkan bahwa video edukasi ini dapat meningkatkan keterampilan manajemen pusat layanan terpadu kader , dengan cara belajar yang mudah dan pengulangan yang mudah. Kesimpulan: Model video edukasi keterampilan pengelolaan posyandu yang dikembangkan menggunakan model ADDIE layak digunakan dan berpotensi meningkatkan kompetensi kader Posyandu. Potensi penggunaan yang lebih luas memerlukan penelitian lebih lanjut untuk tahap Evaluasi. Kata Kunci: Posyandu , keterampilan pengelolaan, video edukasi, Research and Development, Kader

    ANALISIS DETERMINAN SOSIAL TERHADAP KEJADIAN UNDERWEIGHT PADA BALITA DI PUSKESMAS MAMBORO

    No full text
    ANALISIS DETERMINAN SOSIAL TERHADAP KEJADIAN UNDERWEIGHT PADA BALITA DI PUSKESMAS MAMBORO A.Nurul Febyanti*Miranti** * Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran,Universitas Tadulako ** Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang : Underweight merupakan kondisi gabungan pada masalah gizi yang menitik beratkan pada hasil penimbangan berat badan berdasarkan umur (BB/

    PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENDAPATAN ORANG TUA TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LABUAN KABUPATEN DONGGALA

    No full text
    PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENDAPATAN ORANG TUA TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LABUAN KABUPATEN DONGGALA Fajar Thariq MH Thamrin Agus1, Nur Syamsi2, Rahma3, Sumarni4 1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Departemen Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 4Departemen Gizi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Stunting merupakan kondisi terhambatnya pertumbuhan akibat malnutrisi dalam jangka panjang. Studi Status Gizi Balita Indonesia Tahun 2019 melaporkan prevalensi stunting di Indonesia yaitu sebesar 27,67% dan Sulawesi Tengah termasuk dalam 10 besar data stunting tertinggi yaitu sebesar 31,26%. Kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Labuan, Kabupaten Donggala menjadi wilayah dengan persentase yang cukup tinggi yaitu sebesar 47,9%. Stunting dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor seperti pendidikan, pendapatan, dan jumlah anak. Faktor risiko tersebut dapat memengaruhi pengetahuan, perekonomian dan pola asuh terhadap perkembangan anak. Tujuan: Mengetahui pengaruh tingkat pendidikan dan pendapatan orang tua serta jumlah anak terhadap kejadian stunting. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan desain case control. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak berusia 24-59 bulan dengan jumlah sampel sebanyak 68 orang. Instrumen yang digunakan adalah angket wawancara. Hasil: Analisis bivariat menggunakan chi square test. Didapatkan hasil nilai p>0,05 pada pendidikan ayah (p=0,888), pendidikan ibu (p=0,144), jumlah anak (p=0,222) yang menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara tingkat pendidikan ayah, pendidikan ibu, dan jumlah anak terhadap kejadian stunting, sedangkan didapatkan nilai

    KORELASI DERAJAT NON â ALCOHOLIC FATTY LIVER DISEASE (NAFLD) BERDASARKAN DENGAN KADAR TRIGLISERIDA ULTRASONOGRAFI ABDOMEN DI KOTA PALU

    No full text
    KORELASI DERAJAT NON – ALCOHOLIC FATTY LIVER DISEASE (NAFLD) BERDASARKAN ULTRASONOGRAFI ABDOMEN DENGAN KADAR TRIGLISERIDA DI KOTA PALU Aisyah Amanda Putri*, Ria Sulistiana** 1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Radiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Non-alcoholic Fatty Liver Disease atau biasa disingkat dengan NAFLD merupakan penyebab umum penyakit hati kronis di seluruh dunia. NAFLD merupakan spektrum penyakit yang dapat ditandai dengan steatosis hati ketika tidak ada penyebab lain dari akumulasi lemak hati sekunder (misalnya konsumsi alkohol berlebihan) yang dapat diidentifikasi. NAFLD juga dapat berkembang menjadi fibrosis dan sirosis. Pada NAFLD, steatosis hepatik dapat muncul tanpa bukti inflamasi. Tujuan: Mengetahui korelasi derajat Non-alcoholic fatty liver disease dengan kadar Trigliserida berdasarkan pemeriksaan ultrasonografi abdomen. Metode: Metode dalam penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan secara cross-sectional dengan menggunakan teknik total sampling. Sampel terdiri dari 61 sampel. Penelitian ini menggunakan data sekunder, yaitu data yang diambil dari rekam medik pasien NAFLD yang telah melakukan pemeriksaan USG abdomen di RSU Sis-Aljufri Palu. Hasil: Penelitian ini terdiri dari 61 Pasien dan didapatkan perlemakan hati non alkohol paling banyak didapatkan pada kelompok usia lansia awal (46-55 tahun) dengan angka kejadian 31,1%, dan paling sedikit didapatkan pada usia manula (>65 tahun) dengan angka kejadian 11,5%, dan paling sering didapatkan pada Perempuan dengan angka kejadian 57,4%. Kesimpulan: Sebagian besar pasien, yaitu 47 orang (77,0%), memiliki kadar Trigliserida dalam kategori normal, 5 orang (8,2%) dalam kategori sedang, dan 9 orang (14,8%) dalam kategori derajat tinggi Kata kunci: Pasien NAFLD, Trigliserida, US

    UJI EFEKTIVITAS MASKER WAJAH PEEL-OFF EKSTRAK KOPI ROBUSTA Coffea canephora KONSENTRASI 2,5% TERHADAP KERUTAN KULIT WAJAH

    No full text
    UJI EFEKTIVITAS MASKER WAJAH PEEL-OFF EKSTRAK KOPI ROBUSTA Coffea canephora KONSENTRASI 2,5% TERHADAP KERUTAN KULIT WAJAH Hamonangan Kalvin Abednego Siagian1, Asrawati Sofyan2, Andi Nur Asrinawaty3, Junjun Fitriani2 1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako E-mail: [email protected] ABSTRAK Latar Belakang: Kerutan dapat disebabkan oleh penuaan dan paparan sinar matahari berlebih. Masker wajah peel-off dengan bahan biji kopi robusta Coffea canephora bermanfaat sebagai antioksidan dengan kandungan asam klorogenat yang dapat mencegah dan mengurangi kerutan kulit wajah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas masker wajah peel-off ekstrak kopi robusta Coffea canephora konsentrasi 2,5% terhadap kerutan kulit wajah. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian quasi-eksperimental menggunakan rancangan pre-post design dengan metode double blind. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 39 sampel yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok kontrol positif, kelompok kontrol negatif dan kelompok perlakuan. Instrumen yang digunakan yaitu skin analyzer dan aplikasi statistic SPSS dengan menggunakan uji repeated measures ANOVA dan uji paired sample t test. Hasil: Hasil dari uji repeated measures ANOVA menunjukkan Sig sebesar 0,154 (Sig>0.05) yang menunjukkan tidak adanya pengaruh signifikan, sedangkan berdasarkan perbandingan tiap minggu menggunakan uji paired sample t test nilai Sig yang didapatkan pada minggu 0 ke minggu 2 sebesar 0,165 (Sig>0.05) dan minggu 2 ke minggu 4 sebesar 0,702 (Sig>0.05) yang menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan pada minggu 0 ke minggu 2 dan minggu 2 ke minggu 4. Kesimpulan: Masker wajah peel-off ekstrak biji kopi robusta Coffea canephora konsentrasi 2,5% secara analisis statistik, menunjukkan tidak adanya perubahan yang signifikan ataupun efektivitas yang bermakna terhadap tingkat kerutan kulit wajah dari minggu 0 ke minggu 2 dan minggu 2 ke minggu 4. Keywords: Biji Kopi Robusta, Kerutan, Peel-Off, Skin Analyze

    EFEKTIVITAS BAHAN PEMBELAJARAN âPENYALAHGUNAAN NARKOBAâ OLEH BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA KELAS IX SMP NEGERI 3 SIGI KECAMATAN KULAWI

    No full text
    EFEKTIVITAS BAHAN PEMBELAJARAN “PENYALAHGUNAAN NARKOBA” OLEH BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA KELAS IX SMP NEGERI 3 SIGI KECAMATAN KULAWI Harianto Tandiayu1, Elli Yane Bangkele2 Christin Rony Nayoan3, Andi Nur Asrinawaty4 1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Narkoba atau yang biasa juga dikenal dengan NAPZA adalah senyawa kimia untuk mengubah suasana psikologi manusia, baik itu perasaan, suasana hati, pemikiran, maupun perilaku manusia. Penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh remaja tidak lepas dari tingkat pengetahuan mereka tentang bahaya narkoba. Pengetahuan yang baik tentang narkoba akan menunjukan sikap positif remaja terhadap penyalahgunaan narkoba. Narkoba sampai saat ini menjadi ancaman terbesar untuk generasi muda, jumlah penyalahgunaan narkoba setiap tahunnya meningkat. Oleh karena itu, pengetahuan yang baik tentang narkoba sangat diperlukan dalam pencegahannya, agar seseorang terdorong untuk tidak menggunakannya. Tujuan: Mengetahui efektivitas bahan pembelajaran “penyalahgunaan narkoba” oleh badan narkotika nasional (BNN) terhadap tingkat pengetahuan Metode: Metode Pre-eksperimental (pre-post test design). Sampel terdiri dari 79 orang yang terbagi atas 3 kelompok (kelas). Pengukuran tingkat pengetahuan menggunakan kuesioner yang sudah tervalidasi. Analisis data yang digunakan adalah uji Mann-Whitney untuk melihat pengaruh bahan pembelajaran terhadap tingkat pegetahuan sebelum dan sesudah diberikan Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji Willcoxon diperoleh nilai signifika

    HUBUNGAN JUMLAH TROMBOSIT DENGAN INDEKS TROMBOSIT (MEAN PLATELET VOLUME DAN PLATELET DISTRIBUTION WIDTH) PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE DI RSUD ANUNTALOKO PARIGI TAHUN 2022-2024

    No full text
    HUBUNGAN JUMLAH TROMBOSIT DENGAN INDEKS TROMBOSIT (MEAN PLATELET VOLUME DAN PLATELET DISTRIBUTION WIDTH) PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE DI RSUD ANUNTALOKO PARIGI TAHUN 2022 – 2024 Muhamma Ridwan1, Rosa Dwi Wahyuni2, Vera Diana Towidjojo3, Nur Syamsi4 1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 3Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 4Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Virus Dengue (DENV). Untuk memastikan diagnosis DBD, dokter akan melakukan berbagai tes, termasuk pemeriksaan trombosit. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menghitung jumlah trombosit dalam darah dan mengukur ukuran serta variasi ukuran trombosit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jumlah trombosit dengan indeks trombosit (Mean Platelet Volume dan Platelet Distribution Width) pada pasien demam berdarah dengue di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anuntaloko Parigi pada tahun 2022-2024. Metode: Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian observasional dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu total sampling. Analisis korelasi bivariat dilakukan menggunakan aplikasi SPSS. Hasil: Hasil analisis menggunakan uji Pearson pada jumlah trombosit dengan nilai Mean Platelet Volume menunjukkan nilai signifikansi p=0,003 dan nilai koefisien korelasi r=-0,480. Uji pada jumlah trombosit dengan nilai Platelet Distribution Width menunjukkan nilai signifikansi p=0,001 dan nilai koefisien korelasi r=-0,500. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara jumlah trombosit dengan nilai Mean Platelet Volume dan terdapat hubungan antara jumlah trombosit dengan Platelet Distribution Width pada pasien Demam Berdarah Dengue. Kata kunci : Demam Berdarah Dengue, Jumlah Trombosit, MPV, PD

    GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT PUSKESMAS TIPO TERHADAP OBAT ANTIHISTAMIN PADA SWAMEDIKASI UNTUK MENGATASI ALERGI

    No full text
    GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT PUSKESMAS TIPO TERHADAP OBAT ANTIHISTAMIN PADA SWAMEDIKASI UNTUK MENGATASI ALERGI Kemal Abdulah*, Nur Syamsi** * Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ** Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako ABSTRAK Latar belakang: Alergi merupakan bentuk reaksi hipersensitivitas yang cukup umum terjadi dan sering diatasi melalui penggunaan obat antihistamin. Namun, praktik swamedikasi oleh masyarakat tanpa pengetahuan yang memadai mengenai jenis, dosis, dan efek samping antihistamin masih menjadi isu penting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Tipo terhadap penggunaan obat antihistamin dalam swamedikasi untuk mengatasi alergi. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tersebut dengan karakteristik demografis seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 172 responden. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan persentase tiap variabel. Hasil: Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan rendah terkait penggunaan obat antihistamin untuk swamedikasi. Hanya 17,44% responden yang memberikan jawaban benar pada pertanyaan-pertanyaan kunci. Pengetahuan tertinggi ditemukan pada aspek gejala alergi (93,02%), sementara pemahaman terkait klasifikasi obat, cara penggunaan, dan efek samping masih tergolong rendah. Kesimpulan: Pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan antihistamin dalam swamedikasi masih rendah. Kata kunci: Alergi, Antihistamin, Swamedikasi, Pengetahuan, Masyaraka

    HUBUNGAN REGULASI EMOSI DENGAN DYSMENOREA PADA SISWI KELAS 9 DI SMPN 3 PALU BARAT PROVINSI SULAWESI TENGAH

    No full text
    ABSTRAK Pada masa remaja merupakan masa dimana puncak peralihan emosi seorang remaja, Emosi dan psikis remaja juga mengikuti perubahan fisik yang terjadi selama periode pubertas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan regulasi emosi dengan dysmenorea pada siswi SMPN 3 Palu Barat Provinsi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian penulisan asusatif dengan pendekatan Cross-sectional untuk menentukan hubungan antara variabel Independen dan Dependen dengan pengumpulan data melalui kuesioner. Sampel pada penelitian ini berjumblah 45 responden. Tehnik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode cluster random sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang digunakan untuk menentukan objek yang akan diteliti sangat luas. Analisa data menggunakan uji Chi Square. Adapun hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu dari 45 responden yang mengalami dymenorea sebanyak 30 responden dengan presentase 66,6%, dan tidak mengalami dysmenorea sebanyak 15 responden dengan presentase 33,2% , adapun dari 30 responden yang mengalami regulasi emosi tinggi sebanyak 23 responden dengan presentase 44,4% dan mengalami reguasi emosi rendah sebanyak 22 responden dengan presentase 22,2% adapun responden yang mengalami regulasi emosi tinggi tapi tidak dysmenorea sebanyak 3 responden dengan presentase 6,6%, dan adapun responden yang tidak mengalami dysmenorea dan mempunyai regulasi emosi rendah sebanyak 12 responden dengan presentase 22,2%. didapatkan nilai P-Value signifikan yakni 0,003 (< α = 0,05). Hal ini menyatakan bahwa ada hubungan signifikan regulasi emosi dengan dysmenorea yang Dimana berarti H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti adanya hubungan antar regulasi emosi dengan dysmenore. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan bahwa siswi yang mengalami dysmenorea dengan kategori emosi sebanyak 20 orang degan presentase 44,4% dan siswi yang mengalami dysemnorea tapi tidak emosi sebanyak 10 orang dengan presentase 22,2% . Kata Kunci : Hubungan, regulasi emos

    0

    full texts

    4,897

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SLiMS Senayan Library Management System Repository is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇