4897 research outputs found
Sort by
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TABLET TAMBAH DARAH FERRUM (Fe) DI PUSKESMAS BULILI KOTA PALU
PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS TADULAKO
Karya Tulis Ilmiah, Juli 2025
Ni Made Rika Enjellin Winata
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PENTINGNYA TABLET TAMBAH DARAH (Fe)
DI PUSKESMAS BULILI
KOTA PALU
ABSTRAK
Latar belakang : Kekurangan zat besi dapat menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk kehilangan darah atau perdarahan kronik, gizi yang buruk misalnya pada gangguan penyerapan protein dan zat besi oleh usus, risiko persalinan prematur,berat badan lahir rendah, keguguran, kelahiran premature dan kematian pada ibu dan bayi baru lahir. Tujuan : Diketahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang tablet tambah darah(Fe), mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil berdasarkan umur ibu hamil, Pekerjaan ibu hamil, Pendidikan ibu hamil. Metode : Penelitian deskriptif dengan rancangan crossectional. Subjek penelitian adalah ibu hamil sebanyak 42 orang. Penelitian dilakukan pada bulan Juni tahun 2025 dengan cara menyebarkan kuesioner. Pengolahan data dilakukan dengan program computer dengan analisis univariat. Hasil : Tingkat pengetahuan ibu hamil lebih banyak responden berpengetahuan baik sebanyak 16 ibu hamil (38,1%). Hampir sebagian responden berumur 20-35 tahun sebanyak 37 orang (88,1%), lalu Sebagian besar responden tidak bekerja sebanyak 29 ibu hamil (69,0%), sebagian besar responden berpendidikan tamatan SMA sebanyak 27 ibu hamil (64,3%). Kesimpulan: Tingkat pengetahuan ibu hamil lebih banyak responden berpengetahuan baik. Pada karakteristik dan Tingkat pengetahuan berdasarkan karakteristik sebagian besar ibu hamil berusia 20-35 tahun, mayoritas ibu tidak bekerja, dan dengan pendidikan tamat SMA.
Kata Kunci: Pengetahuan, Ibu Hamil, Tablet F
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA 6 â 59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANGURARA KOTA PALU 2023
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA 6 – 59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANGURARA KOTA PALU 2023
Faiga Nur Febriani1, Sumarni2,
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
2Departemen Ilmu Kesehatan Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Di Indonesia, diare merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada bayi dan anak-anak, terutama pada usia 6–59 bulan. Diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering (biasanya 3 kali atau lebih) dalam satu hari. Salah satu faktor yang berperan dalam terjadinya diare pada anak adalah kondisi personal hygiene ibu, termasuk kebiasaan mencuci tangan, pengolahan makanan, dan sanitasi lingkungan rumah. penyakit diare termasuk dalam 10 penyakit terbanyak diwilayah kerja puskesmas tersebut, dan salah satu faktor terjadinya diare pada balita yaitu personal hygiene dari ibu balita.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara personal hygiene ibu dengan kejadian diare pada bayi usia 6–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu pada tahun 2023.
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel yang digunakan adalah ibu yang memiliki anak berusia 6–59 bulan yang mengalami diare di wilayah Puskesmas Sangurara. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner yang mencakup aspek personal hygiene ibu, serta rekam medis anak terkait kejadian diare. Data dianalisis menggunakan uji chi-square.
Hasil: Dari 75 ibu yang menjadi responden, Pengetahuan personal hygiene ibu, sebanyak 59 responden (78,7%) memiliki tingkat personal hygiene yang baik, sebanyak 16 responden (21,3%) memiliki tingkat cukup, dan tidak ada seorangpun responden yang memiliki tingkat personal hygiene yang kurang. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara personal hygiene ibu dengan kejadian diare pada bayi usia 6–59 bulan (p-value < 0,05).
Kesimpulan: Personal hygiene ibu berhubungan erat dengan kejadian diare pada bayi usia 6–59 bulan. Terdapat sebanyak 75 balita yang mengalami kejadian diare pada usia 6 – 59 bulan di Puskesmas Sangurara kota Palu.
Kata Kunci: personal hygiene ibu, diare, bayi, usia 6–59 bulan, Puskesmas Sangurara
THE RELATIONSHIP BETWEEN ANXIETY LEVEL AND SLEEP QUALITY AMONG STUDENTS AT AL-AZHAR MANDIRI PALU HIGH SCHOOL
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KUALITAS TIDUR PADA SISWA SMA AL-AZHAR MANDIRI PALU
Rulianti Jannatul Adelia*, Miranti**, Muthia Aryuni***, Jane Mariem Monepa***
*Mahasiswa Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
***Departemen Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
E-mail : [email protected]
ABSTRAK
Latar Belakang : Gangguan kecemasan adalah masalah mental umum pada remaja yang dapat memengaruhi kualitas tidur. Berdasarkan survei Kementerian Kesehatan Indonesia tahun 2021, prevalensi kecemasan pada remaja mencapai 47,7%, dengan 8,3% di antaranya mengalami kecemasan berat yang sering disertai gangguan tidur.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada siswa SMA Al-Azhar Mandiri Palu.
Metode : Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 82 responden dari kelas XI dan XII, yang dipilih menggunakan metode simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) untuk mengukur tingkat kecemasan dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur. Data dianalisis menggunakan Uji Spearman’s rho.
Hasil : Mayoritas responden (72,0%) mengalami kecemasan ringan, sementara 28,0% lainnya mengalami kecemasan sedang. Dari sisi kualitas tidur, 59,8% siswa mengalami kualitas tidur buruk, dan hanya 40,2% yang memiliki kualitas tidur baik. Analisis bivariat menggunakan uji Spearman’s rho menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur (p=0,001). Siswa dengan tingkat kecemasan yang lebih tinggi cenderung memiliki kualitas tidur yang lebih buruk.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dan kualitas tidur (p=0,001) pada siswa di SMA Al-Azhar Mandiri Palu.
Kata Kunci: Tingkat Kecemasan, Kualitas Tidur, Remaj
HUBUNGAN BERMAIN GAME ONLINE DENGAN POLA TIDUR PADA ANAK USIA SEKOLAH 13-15 TAHUN DI SMPN 9 PALU
ABSTRAK
Hubungan bermain game online dengan pola tidur pada anak usia sekolah usia 13-15 tahun di SMPN 9 Palu
Elprisdat Raja Sitorus *, Tri Setyawati**, Vera Diana Towidjojo***, Nur Syamsi***
*Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
***Departemen Parasitologi , Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
***Departemen farmakologi , Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Game online adalah permainan yang dimainkan melalui jaringan internet, memungkinkan pemain untuk terhubung dan berinteraksi secara daring, cenderung membuat pemainya tertarik untuk menetap lama didepan gadget sehingga anak melupakan segala aktivitas seperti belajar, makan, tidur dan lupa berinteraksi dengan lingkungan luar. Semakin lama bermain game akan menyebabkan kecanduan berisiko mengalami stres, kerusakan mata.ganggua Perkembangan kepribadiannya dan gangguan pola tidur, tidak fokus belajar Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian metode analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMPN 9 Palu.Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 100 responden. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner. Analisis statistik menggunakan uji chi-square yang akan dianalisis menggunakan program komputer SPSS.
Hasil: Pada penelitian ini menunjukkan ada hubungan secara statistik bahwa ada hubungan antara game online dengan pola tidur pada anak usia Sekolah 13-15 tahun di SMPN 9 Palu dengan nilai ρ-value = 0,002 (α < 0,05).
Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan secara statistik antara game online dengan pola tidur pada anak usia Sekolah 13-15 tahun di SMPN 9 Palu.
Kata Kunci: Game Online, gangguan pola tidur, adiksi, anak usia sekolah
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BIJI Nigella sativa TERHADAP AKTIVASI NF-á´B TIKUS MODEL TERINFEKSI Schistosoma japonicum
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BIJI Nigella sativa TERHADAP AKTIVASI NF-κB TIKUS MODEL TERINFEKSI Schistosoma japonicum
Reina Azmi Sadira1, David Pakaya2
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
2Departemen Histologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar belakang: Infeksi Schistosoma japonicum menyebabkan peradangan dengan mengaktifkan jalur NF-κB. Ekstrak biji Nigella sativa (N. sativa) mengandung metabolit sekunder yang memiliki sifat antiinflamasi yang berpotensi menekan aktivasi NF-κB.
Tujuan: Mengetahui efektivitas dan dosis efektif ekstrak biji N. sativa terhadap aktivasi NF-κB pada tikus model terinfeksi S. japonicum.
Metode: Penelitian ini menggunakan 17 blok parafin hati tikus terinfeksi S. japonicum yang telah diberi terapi ekstrak biji N. sativa dan dibagi dalam 6 kelompok perlakuan; K1: Kontrol normal; K2: kontrol negatif (tikus model terinfeksi S. japonicum); K3: Tikus model + Praziquantel 310 mg/KgBB; K4: Tikus model + ekstrak biji N. sativa dosis 80 mg/KgBB; K5: Tikus model + ekstrak biji N. sativa dosis 160 mg/KgBB; K6: Tikus model + ekstrak biji N. sativa dosis 320 mg/KgBB. Ekspresi NF-κB hati tikus didapatkan dari pewarnaan imunohistokimia dengan antibodi anti NF-κB (Abcam® ab16502, Abcam, MA. USA) pada 5 lapang pandang yang dipilih secara acak dan tidak tumpang tindih menggunakan mikroskop cahaya Olympus CX23 perbesaran 400×. Gambar dikuantifikasi menggunakan perangkat lunak ImageJ. Data dianalisis dengan GraphPad Prism® version 10.4.1 menggunakan uji nonparametrik Kruskal-Wallis.
Hasil: Terapi ekstrak biji N. sativa menunjukkan perbedaan bermakna pada persentase aktivasi NF-κB hati tikus model terinfeksi S. japonicum (p=0,001).
Kesimpulan: Ekstrak biji N. sativa memiliki aktivitas anti-inflamasi dengan menekan aktivasi NF-κB pada dosis efektif 160 mg/KgBB.
Kata kunci: bahan alam, N. sativa, S. japonicum, inflamasi, NF-κB
âHUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBUATAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) TERHADAP STATUS GIZI BAYI USIA 6-12 BULAN DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANUNTODEA TIPO KECAMATAN ULUJADI KOTA PALUâ
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Pembuatan Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) Terhadap Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Anuntodea Tipo Kecamatan Ulujadi Kota Palu
Nening Trianingsi Aluman1, Christin Rony Nayoan2, Vera Diana Towidjojo3, dan Nur Syamsi4
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako, Palu, Indonesia
2Departemen THT-KL, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako, Palu, Indonesia
3Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako, Palu, Indonesia
4Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako, Palu, Indonesia
e-mail: [email protected]
ABSTRAK
Latar Belakang: Makanan Pendamping Asi (MPASI) ialah sebuah makanan yang memiliki banyak sekali zat gizi untuk anak berusia 6 hingga 24 bulan yang bermanfaat sebagai pemenuhan apa yang dibutuhkan bayi di luar Air Susu Ibu. World Health Organization memutuskan agar pemberian ASI pada anak dilakukan selama 6 bulan dan setelahnya diberikan MPASI dengan komposisi yang kaya akan nutrisi serta gizi bayi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan tingkat pengetahuan ibu mengenai pembuatan MP-ASI terhadap status gizi anak usia 6-12 bulan di di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Anuntodea Tipo Kecamatan Ulujadi Kota Palu.
Metode: Pada penelitian ini, peneliti menggunakan desain cross sectional dengan jenis korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah bayi sebanyak 192 responden dengan sampel penelitian sejumlah 66 responden. Data ini diambil dari beberapa posyandu wilayah kerja puskesmas Anuntodea Tipo dan pengambilan data dilakukan dengan mengisi instrument penelitian yaitu kuisioner (data primer). Uji statistik yang digunakan yaitu uji korelasi spearmann.
Hasil: Hasil analisis hubungan tingkat pengetahuan dengan status gizi menggunakan uji statistik Spearman didapatkan nilai p = 0,467 (p>0,05), sehingga disimpulkan tidak ada hubungan antara Tingkat Pengetahuan Ibu tentang pembuatan makanan pendamping asi (MP-ASI) terhadap status gizi bayi usia 6-12 bulan.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara Tingkat Pengetahuan Ibu tentang pembuatan makanan pendamping asi (MP-ASI) terhadap status gizi bayi usia 6-12 bulan.
Kata kunci: Makanan pendamping Asi, Status gizi, Pengetahuan ib
KORELASI DERAJAT NAFLD (NON-ALCOHOLIC FATTY LIVER DISEASE) BERDASARKAN PEMERIKSAAN ULTRASONOGRAFI ABDOMEN DENGAN KADAR LDL-HDL DI KOTA PALU
KORELASI DERAJAT NAFLD (NON-ALCOHOLIC FATTY LIVER DISEASE) BERDASARKAN ULTRASONOGRAFI ABDOMEN DENGAN KADAR LDL-HDL DI KOTA PALU
Agny Karangan1, Ria Sulistiana2
1Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
2Departemen Radiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Kondisi NAFLD tidak hanya dipandang sebagai penyakit hati primer, tetapi juga merupakan bagian dari sindrom metabolik, resistensi insulin, serta penyakit terkait gaya hidup seperti diabetes, hipertensi, dan dislipidemia. Di Indonesia, prevalensi NAFLD berdasarkan faktor resikonya diketahui displidemia yang paling tertinggi dengan 56%. Semakin tinggi derajat NAFLD, kadar LDL kolesterol juga meningkat dan kadar HDL koleterol menurun. Sehingga, penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara variabel tersebut (Setiawan, 2021; Navale et al, 2019).
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara derajat NAFLD berdasarkan ultrasonografi abdomen dengan kadar LDL dan HDL pada pasien di Kota Palu.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan menggunakan purposive sampling dengan total sampel sebanyak 70 pasien. Data yang digunakan diambil dari sumber sekunder yaitu catatan rekam medik di RSU Sis Aljufri tahun 2023.
Hasil: Pada penelitian dari 70 pasien mayoritas berjenis kelamin perempuan yaitu 45 orang. Untuk kriteria usia terbanyak terdapat pada kategori dewasa akhir (36-45 tahun) sebanyak 20 orang. Kemudian untuk derajat NAFLD berdasarkan hasil ultrasonografi abdomen terbanyak pada derajat 1 (ringan) sejumlah 38 orang. Nilai HDL normal dan borderline seimbang yaitu masing-masing sebanyak 30 orang. Sedangkan untuk nilai LDL mayoritas berada pada kategori normal yaitu 59 orang.
Kesimpulan: Terdapat korelasi yang signifikan dan searah dengam kekuatan cukup antara kadar kolesterol LDL dengan tingkat keparahan NAFLD dengan nilai koefisien korelasi (rho) yaitu 0,264 dan p-value sebesar 0,027 dan tidak terdapat korelasi yang signifikan antara HDL dan tingkat NAFLD dengan nilai p-value sebesar 0,571 pada pasien di RSU Sis Aljufri Palu.
Kata kunci: derajat NAFLD, LDL, HDL, ultrasonografi Abdome
PERSEPSI MASYARAKAT DAN PETUGAS KESEHATAN TERHADAP PROGRAM PMT BERBAHAN LOKAL DI PUSKESMAS MAMBORO KOTA PALU
PERSEPSI MASYARAKAT DAN PETUGAS KESEHATAN TERHADAP PROGRAM PMT BERBAHAN LOKAL DI PUSKESMAS MAMBORO KOTA PALU
Abner Gabriel Sugandhi *Ketut Suarayasa **
*Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran,Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Indonesia menghadapi masalah gizi yang serius, dengan prevalensi balita gizi kurang mencapai 16,29% pada tahun 2019 dan ibu hamil mengalami Kurang Energi Kronis (KEK) sebesar 17,3% Riskesdas 2018. Di Puskesmas Mamboro, angka gizi kurang pada balita tercatat 4,35%, sedangkan kasus ibu hamil KEK meningkat menjadi 9,4% pada tahun 2020. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah meluncurkan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbah Lokal di Puskesmas Mamboro.
Tujuan: Mengetahui Persepsi Masyarakat Terhadap Program Pemberian Makanan Tambahan Berbahan Lokal di Puskesmas Mamboro.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif untuk mendalami perencanaan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbahan Lokal melalui wawancara mendalam. Sampel penelitian terdiri dari 2 orang tua balita, 2 ibu hamil KEK, 2 kader Posyandu sebagai informan utama, 1 Ibu PKK sebagai informasi kunci, dan 1 Pemegang Program sebagai informasi tambahan.
Hasil: Persepsi masyarakat tentang program PMT berbahan lokal melalui perencanaan yang mencakup penyediaan sarana, tenaga kerja, dan pendanaan. Setiap kelurahan diwajibkan membangun dapur dengan tim pendamping dan pelaksana sesuai SK. Penentuan program sasaran menggunakan data dari Puskesmas untuk mengidentifikasi balita kurang gizi dan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK). Pelaksanaan melibatkan pengadaan bahan makanan yang memenuhi syarat dan didistribusikan oleh Puskesmas. Sosialisasi program penting karena masyarakat belum sepenuhnya memahami tujuan dan manfaatnya, namun ada keterbatasan teknologi dan keterlambatan pengadaan barang.
Kesimpulan: Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan lokal melalui proses terstruktur yang melibatkan Puskesmas. Meskipun efektif dalam memperbaiki status gizi, program ini menghadapi hambatan seperti keterlambatan pembuatan makanan dan kesulitan pencatatan. Masyarakat berharap program ini dapat berlanjut untuk menurunkan angka gizi buruk.
Kata Kunci: Persepsi Masyarakat,Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan lokal. Ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK), Balita gizi kurang
HUBUNGAN RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT (RNL) DENGAN LAJU FILTRASI GLOMERULUS (LFG) PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN DIABETES MELITUS
HUBUNGAN RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT (RNL) DENGAN LAJU FILTRASI GLOMERULUS (LFG) PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN DIABETES MELITUS
Bintang Hasanuddin1, Imtihanah Amri2, Haerani Harun3, Budi Dharmono Tulaka4
1Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako 2Bagian Anestesiologi, Perawatan Intensif dan Manajemen Nyeri, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
3Bagian Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
4Bagian Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
ABSTRAK
Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) dan Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah penyakit tidak menular yang menjadi masalah global dengan prevalensi yang terus meningkat. DM dan GGK menyebabkan inflamasi yang merusak fungsi fisiologi ginjal yang dinilai dengan Laju Filtrasi Glomerulus (LFG). Rasio Neutrofil Limfosit (RNL) diketahui memiliki nilai prognostik dalam berbagai kondisi, seperti penyakit kardiovaskular, infeksi, penyakit inflamasi, dan keganasan. Sehingga, RNL berpotensi menjadi penanda inflamasi yang terjangkau dan mudah diukur untuk memantau perkembangan DM dengan GGK.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan RNL dengan LFG pada pasien GGK dengan DM
Metode: Desain penelitian ini adalah observasional analitik secara cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non-probability purposive sampling di RSUD Undata dan RSUD Anutapura Kota Palu. Uji Spearman dan Uji Chi- Square digunakan untuk menganalisis variabel bebas (RNL) dengan variabel terikat (LFG)
Hasil: Hasil penelitian dengan analisis Spearman menunjukkan nilai signifikansi yaitu p = 0.000 dan r = - 0.385. Selanjutnya, dengan analisis Chi-Square menunjukan nilai signifikasni p = 0.000. Dari hasil ini menunjukan terdapat hubungan antara RNL LFG pada pasien GGK dengan DM
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan (p = 0.000) antara RNL dengan LFG pada pasien GGK dengan DM, dimana semakin tinggi nilai RNL maka semakin rendah nilai LFG.
Kata Kunci: Gagal Ginjal Kronik, Diabetes Melitus, Rasio Neutrofil Limfosit, Laju Filtrasi Glomerulus
PERBANDINGAN GAMBARAN STATUS GIZI PADA BALITA DI PUSKESMAS BIROMARU KABUPATEN SIGI PROVINSI SULAWESI TENGAH TAHUN 2023 DAN 2024
PERBANDINGAN GAMBARAN STATUS GIZI PADA BALITA DI PUSKESMAS BIROMARU KABUPATEN SIGI PROVINSI SULAWESI TENGAH TAHUN 2023 DAN 2024
Musdalifah Firah Asisyah Musri*, Imtihanah Amri**,
Rahma***, Haerani Harun****
*Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
**Departemen Anestesiologi dan intensive care, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
*** Departemen Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
****Departemen Patologi Klinikk, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako
E-mail: [email protected]
ABSTRAK
Latar Belakang: Status gizi merupakan indikator penting yang mencerminkan keseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi dalam tubuh. Ketidakseimbangan status gizi dapat berdampak pada pertumbuhan, perkembangan, serta peningkatan risiko kesakitan dan kematian, terutama pada anak balita. Sehingga diperlukan pemantauan status gizi secara berkala penting dilakukan sebagai dasar intervensi kesehatan.
Tujuan: Mengetahui perbandingan gambaran status gizi balita di Puskesmas Biromaru Kabupaten Sigi tahun 2023 dan 2024
Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif menggunakan data sekunder di Puskesmas Biromaru Kabupaten Sigi tahun 2023-2024. Sampel adalah balita usia 0-59 bulan yang memenuhi kriteria sebanyak 2542 sampel. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Data dianalisis secara univariat dengan distribusi frekuensi dan persentase.
Hasil: Pada tahun 2023, mayoritas balita memiliki status gizi normal berdasarkan BB/U (77,4%), TB/U (74,6%), dan BB/TB (74,7%). Pada tahun 2024, proporsi balita dengan status gizi normal tetap tinggi namun terdapat peningkatan kasus balita dengan status gizi kurang dan stunting.
Kesimpulan: Terdapat perubahan pada status gizi balita antara tahun 2023 dan 2024. Meskipun mayoritas balita tergolong gizi baik, masih ditemukan kasus gizi kurang
Kata Kunci: Status gizi, balita, BB/U, TB/U, BB/T