Jurnal Peluang
Not a member yet
163 research outputs found
Sort by
GENERALIZED INVERSE
Tulisan ini bertujuan untuk menhgetahui pengertian dari generalized inverse. Teorema-teorema dan sifat-sifat yang terkandung di dalamnya. Generalized inverse merupakan perluasan dari inverssuatu matriks yang telah dikenal sehari-hari. Di dalam generalized inverse ukuran matriks tidak harus persegi dan juga tidak ha
PENINGKATAN PEMAHAMAN MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS DENGAN STRATEGI MATHEMATICAL HABITS OF MIND
This research to aim to study differenced understanding of mathematics and disposition mathematics between student can learning using strategy of MHM and student can learning of conventional. This research as study of experiment quasi with design planning Pre-tes post-test control group design. Subject of population is all student class XI Senior High School 2 Sigli with sampel two class (experiment and control class) to pass technical random sampling of seven class parallel have its. Collecting data with using instrument is test. Test include test understanding of mathematics, scale of disposition, and LKK understanding of mathematics. To see differenced understanding mathematics student between strategy of MHM with conventional group using t-test in significancy 0,05 after fulfilled condition. Base on data of test statistic after that using programme SPSS 17 for Windows and Microsoft Excell 2007 to interpretation understanding and disposition student for learning with strategy MHM. Using strategy MHM in learning really can impact understanding and disposition mathematics student is better, in quality can differenced significancy between student learning using strategy of MHM and approximation conventional
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL
Understanding and problem solving of mathematical ability junior high school students is still low, it is one of the main issues in mathematics education. Therefore need approaches that can improve the ability of understanding and problem solving mathematical students', one of the learning approaches that can improve this ability is a contextual approach. This study aims to examine the differences in upgrades mathematical understanding and problem solving among students receiving contextual learning approach and students who received conventional teaching. In addition revealed the attitude of students towards learning with contextual approach. This study is a quasi-experimental research design pre-test post-test control group design. The population is all eighth grade students MTsN Beureunuen by taking samples of the two classes (class experiment with contextual approaches and control class with conventional learning) through purposive sampling of six parallel classes available.Data collecting using a test instrument of understanding and problem solving abilities as well as a questionnaire scale student attitudes to learning with contextual approach. To see the differences between experimental group students with the control group used the t-test with a significance level of 0.05 after testing prerequisites are met. The results showed that an increase in the ability of understanding and solving mathematical problems students obtain contextual learning approach is better than the students who obtain conventional teaching. Based on the analysis of student attitude scale showed a positive attitude towards learning with contextual approach
PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENENTUKAN RATA-RATA HITUNG DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TPS (THINK PAIR SHARE) DI KELAS XII AKOMODASI PERHOTELAN 1 SMK NEGERI 8 MEDAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa dalam menentukan rata-rata hitung dengan menggunakan model pembelajaran TPS (Think Pair Share) pada di kelas XII Akomodasi Perhotelan1. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Objek penelitian dalam PTK adalah antusias siswa dalam kegiatan pembelajaran operasi bilangan riil (penjumlahan,perkalian dan pembagian). Subjek penelitian sebanyak 32 orang siswa.Alat pengumpulan data yang digunakan adalah observasi yang dilakukan pada siswa. Berdasarkan observasi hasil penelitian persentase tingkat kemampuan menentukan barisan aritmetika meningkat dari 32 orang siswa terdapat 0% siswa yang memiliki kemampuan menghitung sangat baik, 59,4% siswa yang memiliki kemampuan menghitung baik, 25,0% siswa tingkat kemampuan menghitung cukup. Dan 59,4% siswa yang memiliki kemampuan menentukan rata-rata hitung nilai kurang.Persentase hasil tingkat ketuntasan kemampuan menghitung siswa dari 32 orang siswa pada siklus I pertemuan I mencapai 40,6% siswa yang tuntas dan 59,4% siswa tidak tuntas.Siklus I pertemuan II terdapat 46,9% siswa tuntas dan 53,1% siswa yang tidak tuntas sedangkan pada siklus II pertemuan I terdapat 71,9% siswa yang tuntas dan 28,1% siswa yang tidak tuntas sedangkan pada siklus II pertemuan II meningkat menjadi 100% atau 32 orang siswa yang tuntas. Dengan demikian menggunakan model pembelajaran TPS dapat meningkatkan kemampuan menentukan rata-rata hitung
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI PEMBAGIAN BILANGAN CACAH DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA VISUAL DI KELAS II SD NEGERI 2 KOTA BANDA ACEH
Peningkatan Prestasi belajar siswa sangat tergantung pada metode pembelajaran dan alat peraga. Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi pokok Pembagian Bilangan Cacah peneliti menggunakan Media Visual. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah. Apakah dengan menggunakan Media Visual dapat meningkatkan prestasi belajar siswa di kelas II SDNegeri. 02 pada materi pokok Pembagian Bilangan Cacah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pretasi belajar siswa pada materi pokok Pembagian Bilangan Cacah dengan menggunakan Media Visual. Untuk menjawab permasalahan tersebut digunakan metode pengumpulan data, analisis data, diskusi, ceramah, tanya jawab, serta Media Visual. Berdasarkan analisis data dengan menggunakan prosentase dan uji benda diperoleh kesimpulan sebagai berikut ternyata prestasi belajar siswa dalam materi pokok Pembagian Bilangan Cacah meningkat dengan menggunakan Media Visual.Pembelajaran dengan menggunakan media visual memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa secara klasikal dalam setiap siklus, yaitu siklus I 64,29%, siklus II 75,00%, dan siklus III 92,86%
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DALAM PEMBELAJARAN INTEGRAL DI KELAS XII IPA-2 SMA NEGERI 8 BANDA ACEH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan ketuntasan belajar melalui penerapan model Team Assisted Individualization (TAI) pada materi integral secara klasikal serta mengetahui aktivitas siswa dan aktivitas guru saat penerapan pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA/2 sebanyak 32 orang dan objeknya adalah materi integral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitiannya adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terbagi dalam dua siklus, tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan tes awal, tes akhir, observasi aktivitas siswa, observasi aktivitas guru, dan didukung dengan angket respon siswa. Pengolahan data menggunakan statistik deskriptif yang menggunakan persentase. Setiap siklus dikatakan berhasil jika mendapat rata-rata nilai 65 dan ketuntasan belajar klasikal 85%. Berdasarkan hasil pengolahan data tes didapatkan nilai rata-rata siklus I yaitu 77,903 dan siklus II yaitu 87,032, nilai rata-rata yang didapatkan sudah 65 dan mengalami peningkatan sebesar 9,129. Untuk ketuntasan klasikal pada siklus I yaitu 77,42% dan siklus II yaitu 93,55%, siklus I belum mencapai ketuntasan belajar klasikal sedangkan siklus II sudah mencapai ketuntasan belajar klasikal (85%) dan mengalami peningkatan sebesar 16,13%. Aktivitas belajar siswa sudah efektif dan aktivitas guru juga berada pada kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Penerapan Model Kooperatif TipeTeam Assisted Individualization (TAI) dalam Materi integral di SMA Negeri 8 Banda Aceh kelas XII IPA-2 sudah berhasil mencapai indikator kinerja pada siklus II
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TRIGONOMETRI DENGAN MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DI KELAS XA MAN KUTA BARO ACEH BESAR
Trigonometri merupakan salah suatu materi yang harus dikuasai dalam pelajaran matematika, penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam bidang mencari luas segitiga, mencari perbandingan sudut, dalam bidang fisika, kalkulus, dan lain sebagainya. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti ketika mengajar dan hasil wawancara peneliti dengan siswa MAN Kuta Baro, terungkap bahwa materi trigonometri merupakan salah satu materi yang sulit untuk dipahami siswa. Hal ini tampak terlihat dari rendahnya hasil belajar siswa pada materi trigonometri.dari tahun ke tahun. Supaya materi trigonometri dapat dipelajari lebih terkesan mudah dipahami oleh siswa maka sangat diperlukan penerapan suatu model pembelajaran yang bisa membuat siswa dapat berpikir lebih baik dan kreatif sehingga pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran di atas adalah pembelajaran kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division). Penelitian ini dilakukan di kelas X MAN Kuta Baro Aceh Besar tahun pelajaran 2010/2011 pada semester genap dengan tujuan penggunaan pembelajaran kooperatif Tipe STAD pada materi trigonometri dapat: 1) mencapai ketuntasan belajar, 2) mengaktifkan siswa, 3) meningkatkan respon siswa, dan 4) meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan kelas (PTK) yang bersifat kolaboratif antara guru MAN Kuta baro. Hasil penelitian setelah 2 siklus menunjukkan bahwa penggunaan pembelajaran kooperatif Tipe STAD dapat: 1) mencapai tingkat ketuntasan belajar siswa,2) aktifitas siswa dalam pembelajaran adalah baik, 3) respon siswa dalam mempelajari materi trigonometri dengan menggunakan pembelajaran kooperatif Tipe STAD adalah positif, dan 4) Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran pada materi trigonometri dengan menggunakan pembelajaran kooperatif Tipe STAD adalah baik
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI KELILING DAN LUAS LINGKARAN DI KELAS VI SD NEGERI 53 BANDA ACEH
Hasil pengamatan di SD Negeri 53 Banda Aceh menunjukkan bahwa siswa belum mampu mencapai hasil yang maksimal pada mata pelajaran matematika. Nilai rata-rata kelas yang dicapai oleh siswa pada pelajaran matematika hanya mencapai 64,34 sedangkan nilai KKM yang telah ditetapkan sebesar 65,00. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui aktivitas guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran melalui model Two Stay Two Stray pada materi keliling dan luas lingkaran siswa kelas VI SD Negeri 53 Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI di SD Negeri 53 Banda Aceh yang berjumlah 31 orang. Peneliti menggunakan tes dan lembar obserasi dalam mengumpulkan data. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru mengalami peningkatan dari siklus I sampai ke siklus III. Hal ini dapat dilihat dari skor rata-rata pada siklus I yang diperoleh sebesar 3,73 (74,52%), siklus II sebesar 4,33 (86,66%) sedangkan pada siklus III sebesar 4,67 (93,53%). Aktivitas siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai ke siklus II. Hal ini dapat dilihat dari skor rata-rata pada siklus I yang diperoleh sebesar 3,4 (68%) siklus II 4,0 (80%) dan siklus III 4,5 (90%). Hasil belajar siswa mengalami peningkatan seara klasikal dan individual. Hal ini dikarenakan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray telah melibatkan siswa belajar secara aktif dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang diajarkan. Pada Siklus I, siswa yang tuntas sebesar 67,74%, siklus II sebesar 77,42% dan siklus III sebesar 96,78%
PENGALOKASIAN BBM DI INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS DISKRIMINAN METODE FISHER
Penelitian ini bertujuan untuk membuat fungsi diskriminan dalam pengalokasian distribusi BBM sesuai kebutuhan wilayah di Indonesia. Penelitian ini menguji dan menganalisis pengaruh rata-rata nilai pemakaian BBM dari tiap wilayah berdasarkan jumlah penduduk. Pengujian ini dilakukan melalui metode analisis diskriminan yang menghasilkan suatu fungsi, yaitu fungsi diskriminan yang bisa dijadikan indikator untuk menentukan penempatan atau pengalokasian BBM sesuai jumlah pemakaian maksimun pendudukan wilayah tersebut. Data diperoleh dari kantor Badan Pusat Statistik dan BPH Migas di Banda Aceh, yang terdiri nilai rata-rata (jumlah) pemakaian Gas, Premium, Solar, Minyak Tanah, Kapasitas tangki, kenderaan roda 2 dan 4-6, jumlah penduduk dari tiap-tiap wilayah di Indonesia. Hasil dari pengolahan data siswa yang diproses dengan menggunakan software SPSS (V.11.5) diperoleh fungsi diskriminan Y (f(X)), iaitu Y1 (Sumatera), Y2 (Jawa), Y3 (Kalimantan), Y4 (Sulawesi) dan Y5 (Papua). Dalam hasil SPSS (V.11.5) setiap wilayah pada tabel terdiri dari nilai (estimasi) koefesien untuk satu fungsi klasifikasi dari satu kelompok (wilayah). Koefesien ini juga dikenal sebagai koefesien fungsi diskriminan linear Fisher dan bisa digunakan secara langsung untuk pengklasifikasian. Koefesien-koefesien tersebut diperoleh dari setiap kelompok (wilayah), dan dari setiap wilayah dikelompokan ke dalam kelompok (wilayah) yang nilai diskriminannya lebih besar. Dari proses pengklasifikasian data baru terhadap fungsi diskriminan diperoleh nilai Y1 , Y2 , Y3 , Y4 dan Y5 yang berbeda. Jika nilai dari salah satu fungsi tersebut lebih tinggi, maka jumlah pengalokasian BBM dapat ditempatkan ke wilayah tersebut
PENGARUH KEMAMPUAN MENGAJAR DOSEN PROGRAM STUDI MATEMATIKA FKIP UNSYIAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA DALAM MATA KULIAH TRIGONOMETRI
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui :1) Kemampuan mengajar dosen pendidikan Matematika khususnya dosen yang mengajar Trigonometri. 2) Prestasi belajar mahasiswa program studi pendidikan Matematika khususnya prestasi mahasiswa yang mengambil mata kuliah Trigonometri. 3) Kaitan antara kemampuan mengajar dosen program studi pendidikan Matematika Unsyiah dengan prestasi belajar mahasiswa. Populasi penelitian adalah mahasiswa program studi Pendidikan Matematika FKIP Unsyiah . Sedangkan sampelnya adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah Trigonometri tahun ajaran 2012/2013 pada program studi Pendidikan Matematika FKIP Unsyiah. Intrumen penelitian adalah angket dan tes. Angket diedarkan kepada mahasiswa untuk mengetahui kemampuan mengajar dosen yang mengajar Trigonometri . Kepada mahasiswa tersebut juga diberikan tes materi Trigonometri yang digunakan untuk mengetahui prestasi belajar mahasiswa dalam mata kuliah tersebut. Tes dibuat dalam bentuk essay. Selanjutnya untuk mengetahui pengaruh kemampuan mengajar dosen terhadap prestasi belajar mahasiswa digunakan rumus korelasi product Moment Pearson yang dilanjutkan dengan uji t pata taraf signifikan 5%