Jurnal Peluang
Not a member yet
163 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENERAPAN METODE INQUIRI TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA
One of the method than can is used in math toward geometry of space material is inquiri method. Inquiri method gives wide experience to students through the process of finding self with cartain steps a get a solution, therefore students can analyze and develop perceptibility. Based on this case, a problem arise that does inquiri mathod can increase students thinking ability toward geometri of space material to the students of SMAN 12 Banda Aceh. This study aims to find out the impact by using inquiri method toward the students achievement geometri of space material for grade X SMAN 12 Banda Aceh. The population of research is all of the students of grade X of SMAN 12 Banda Aceh which has students in total 150 persons consist of of 5 paralel class. The sample is chosen randomly one sample is class X2 which 32 students as control class and the other sample is class X4 which 32 students as experiment class. To get the data is this study, the researcher use test as the instrument. The collected data is processed by using statistic formula t-test and n-gain. Based on the results of analysis showd that the students who were taught by using inquiri method are better than the students who were taught without this method toward geometry of space material in grade X of SMAN 12 Banda Aceh.KeyWords: Inquiri method, thinking ability, geometry of spac
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA SMA KOTA BANDA ACEH MELALUI PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN AUTENTIK PADA MATERI TURUNAN
Penilaian autentik (Performance Assessment) meliputi presentasi, proyek atau investigasi, observasi, wawancara dan melihat hasil (product), yang tujuannya adalah untuk menilai kemampuan unjuk kerja siswa dalam pembelajaran materi turunan di SMA. Kinerja dalam matematika di antaranya: menjawab soal essay, mengurutkan bilangan desimal, peta konsep, membuat prediksi, membuat kesimpulan, journal response, homework reflection, self assessment, self and other evaluation, evaluating work of others, figural representation, menjelaskan solusi permasalahan, mengukur objek, dan konferensi. Penilaian kinerja melalui pemberian tugas yang dapat berupa membuat essay, cerita, puisi, laporan penelitian, projek, analisis geometri, studi kasus, book review, article review, pemodelan, mengkonstruksi objek, design, membuat perencanaan, eksperimen, survei, data recording, graphing of data, analisis data, analisis penggunaan statistik pada media, menyelesaikan real world problem, logical sequences, proposal, pembuatan peta, menentukan budget, membuat paper, poster, video, game, komik, buku dan sebagainya. Jadi, performance assessment dengan tugas yang berkaitan dengan kehidupan nyata cocok diterapkan untuk menilai dan mengembangkan komunikasi matematika siswa. Penilaian kinerja (performance assessment) merupakan solusi yang dapat ditempuh dalam meningkatkan hasil belajar matematika dan membentuk karakter siswa. Penilaian kinerja dalam penelitian ini yaitu menilai kemampuan komunikasi matematika siswa pada materi turunan di SMA Negeri Kota Banda Aceh. Penerapan performance assessment ini, ada tiga tugas yang digunakan untuk menilai kemampuan komunikasi matematika siswa, di antaranya paper, presentasi dan tes tertulis. Tugas paper dan tes tertulis digunakan untuk menilai kemampuan komunikasi tertulis dan presentasi digunakan untuk menilai kemampuan komunikasi lisan dimana setiap tugas memiliki kriteria penilaian kemampuan komunikasi matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematika siswa melalui ketiga tugas tersebut umumnya baik.Kata kunci: Performance assessment dan Komunikasi Matematik
EFEKTIFITAS PENDEKATAN REALISTIK DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA DI SMA NEGERI 1 TEMBILAHAN INHIL RIAU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pendekatan realistik dalam meningkatkan kemampuan penalaran Matematik (penalaran analogi dan generalisasi Matematik). Subjek penelitian ini melibatkan sebanyak 69 siswa kelas 10 di SMA Negeri 1 Tembilahan, Inhil, Riau. Sebanyak 35 siswa (19 laki-laki dan 16 perempuan) sebagai kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan pendekatan realistic sedangkan 34 siswa (19 laki-laki dan 15 perempuan) sebagai kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan tanpa realistik. Pengumpulan data dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada ujian pretes dan postes. Kemampuan penalaran Matematik diukur dengan menggunakan ujian tertulis yang terdiri dari 16 item yaitu 8 item penalaran analogi Matematik dan 8 item penalaran generalisasi Matematik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan penalaran analogi dan generalisasi Matematik dengan menggunakan pendekatan realistik. Kemampuan penalaran Matematik lebih tinggi apabila menggunakan pendekatan realistik dibandingkan dengan tanpa realistik. Pendekatan realistik memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjadi lebih aktif dalam pengajaran dan pembelajaran Matematika. Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan realistik memberikan kesan yang baik terhadap diri siswa. Siswa menjadi lebih positif dalam pembelajaran dan mencari sendiri konsep Matematika dan bukan lagi merupakan pemberitahuan dari guru. Siswa itu sendiri yang aktif mengkonstruksi pengetahuannya. Siswa merasa diberi kesempatan untuk mengeksplor pemikirannya. Pendekatan realistik menjadikan pembelajaran berpusatkan siswa sehingga siswa merasa senang dalam pembelajaran Matematika dan ini secara tidak langsung dapat meningkatkan kemampuan Matematika kepada tahap yang lebih tinggi.Kata Kunci: Analogi, Generalisasi, Kemampuan Matematika, Pendekatan realisti
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MODEL KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PERTIDAKSAMAAN LINEAR DI KELAS XI-IS-2 SMA NEGERI 7 BANDA ACEH
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektifitas penggunaan model kooperatif tipe snowball throwing pada materi sistem pertidaksamaan linear di kelas XI-IS-2 SMA Negeri 7 Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas 2 siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI-IS-2 SMA Negeri 7 Banda Aceh pada semester satu tahun 2013/2014 sebanyak 30 siswa. Analisis data menggunakan teknik analisis diskriptif komparatif dengan membandingkan kondisi awal dengan hasil-hasil yang dicapai pada setiap siklus, dan analisis deskriptif kualitatif hasil observasi dengan membandingkan hasil observasi dan refleksi pada siklus I, dan siklus II. Untuk mengetahui efektifitas penggunaan model kooperatif Tipe Snowball Throwing pada materi sistem pertidaksamaan linear dilakukan observasi terhadap keaktifaan siswa, kemampuan guru dan tanggapan siswa dari angket. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan terhadap keaktifan guru dan siswa mencapai katagori baik dan sangat baik berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil post test siswa yang tuntas pada siklus I sebanyak 12 siswa (40%) danterjadi peningkatan pada siklus ke II yaitu sebanyak 28 siswa (93%). Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan sebanyak 53%. Rata-rata hasil belajar siswa pada post tes siklus I adalah 74sedangkan pada post test siklus ke II adalah 83.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpukan bahwa penggunaan model kooperatif Tipe Snowball Throwing pada materi sistem pertidaksaan linear sangat efektitif dan bagus digunakan di kelas XI-IS-2 SMA Negeri 7 Banda Aceh dapat hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan hasil belajar dan antusianme siswa dalam belajar
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI PADA MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN DI KELAS I SD NEGERI 53 BANDA ACEH
Fenomena yang terjadi pada Siswa kelas I SD Negeri 53 Banda Aceh adalah sebagian besar dari siswa di sekolah tersebut mengalami kendala dalam menguasai materi operasi hitung bilangan yang mengakibatkan hasil belajar mereka rendah. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah hasil belajar siswa, aktivitas siswa, dan aktivitas guru dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri pada materi operasi hitung bilangan siswa kelas I SD Negeri 53 Banda Aceh? Penelitian ini bertujuan untuk hasil belajar siswa, aktivitas siswa, dan aktivitas guru dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri pada materi operasi hitung bilangan siswa kelas I SD Negeri 53 Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dan analisis data menggunakan rumus persentase. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi SD Negeri 53 Banda Aceh kelas I yang berjumlah27 siswa. Hasi analisis data menunjukkan bahwa Aktivitas guru mengalami peningkatan dari siklus I sampai ke siklus II. Hal ini dapat dilihat dari skor rata-rata pada siklus I yang diperoleh sebesar 3,69 (73,80%) pada siklus II sebesar 4,31(86,20%) dan pada siklus II sebesar 4,69 (93,0%). Aktivitas siswa juga mengalami peningkatan dari siklus I sampai ke siklus II. Hal ini dapat dilihat dari skor rata-rata pada siklus I yang diperoleh sebesar 3,25 (65%), pada siklus II sebesar 4,13 (80,26%) dan pada siklus II sebesar 4,63 (92,60%). Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan yang signifikan dari siklus ke siklus. Pada Siklus I siswa mendapatkan nilai rata-rata kelas sebesar 66,74, Siklus II, sebesar 72,96 dan siklus II, nilai rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 83,3
PENERAPAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK TERHADAP HASIL BELAJAR DAN SIKAP SISWA SMP NEGERI 2 LHOKSEUMAWE
This study aims to assess the difference in learning outcomes of students who receive realistic mathematics learning approach with those who obtain the conventional one. The study is conducted using pre-test post-test control group design with the entire population of eighth grade students of SMP N 2 Lhokseumawe as sample. In this study, purposive sampling technique is used for sampling. Data collection is conducted by giving test and non- test. The test includes cognitive testing on circle after the treatment is given , and the non testis given using questionnaire to measure students attitude and response towards the realistic mathematics learning. Furthermore, the statistical test used in this study is the t-test. The data also illustrates that it follows the normal curve and it is homogenous. In order to test the hypothesis using the t-test, df (degree of freedom)= n1 + n2 - 2 = 30 + 31-2 = 59. As a result, it is obtained that t t table is 3.502 1.671 . In conclusion, the study finds that 1 ) the students who receive realistic mathematics learning approach perform better on the test compare to those who do not receive the treatment (2 ) Students response towards realistic mathematic approach is positiv
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN LOGIS MATEMATIKA SISWA MELALUI PEMBELAJARAN DISCOVERY METHODS DI KELAS X SMA NEGERI 2 SIGLI
Masalah yang terjadi di SMA N 2 Sigli adalah banyak siswa hanya mampu menghafal materi ajar tetapi tidak memahaminya, tidak mampu menghubungkan antara pengetahuan yang mereka pelajari dengan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari, dan mendapatkan kesulitan saat memahami konsep yang diajarkan. Pelaksanaan pembelajaran dengan penerapan discovery methods diduga dapat menyebabkan peningkatan pemahaman dan penalaran logis matematis siswa secara signifikan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pengolahan data secara kuantitatif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran peningkatan kemampuan pemahaman dan penalaran logis matematis siswa dengan menggunakan pendekatan discovery methods ditinjau berdasarkan keseluruhan dan pengelompokan siswa. Desain eksperimen yang digunakan adalah desain kelompok pretes-postes (pretest-postest control group design). Penelitian dilaksanakan di SMA N 2 Sigli. Populasi penelitian adalah siswa SMA N 2 Sigli dan siswa kelas X-5 dan X-6 sebagai sampel. Instrumen penelitian berbentuk soal uraian dan pengumpulan data menggunakan tes. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan pemahaman matematis dan penalaran logis matematis siswa yang diajarkan di kelas eksperimen lebih baik dari peningkatan kemampuan pemahaman dan penalaran logis matematis siswa yang diajarkan di kelas kontrol baik ditinjau berdasarkan keseluruhan siswa maupun berdasarkan pengelompokan. Hasil analisis diketahui bahwa terdapat interaksi antara faktor pembelajaran dan pengelompokan siswa terhadap peningkatan kemampuan pemahaman matematis. Metode pembelajaran memberikan efek terhadap peningkatan pemahaman matematis siswa. Dan penglompokan (tinggi, sedang, rendah) tidak memberikan efek pada peningkatan pemahaman matematis siswa. Tidak terdapat interaksi antara faktor pembelajaran dan pengelompokan siswa terhadap peningkatan penalaran logis matematis siswa. Selanjutnya, metode pembelajaran dan penglompokan siswa, masing-masing memberikan efek terhadap peningkatan penalaran logis matematis siswa
PENINGKATAN HASIL BELAJAR DALAM MENGENAL MATERI BANGUN RUANG MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas V SD Negeri No.02 Banda Aceh)
Minat belajar siswa terhadap pelajaran matematika di SD selama ini dirasakan kurang. Hal ini disebabkan kebanyakan proses belajar masih berpusat pada guru dan proses penanaman konsep pelajaran bersifat procedural dan hanya berupa rumus-rumus.Penemuan rumus-rumus dilakukan secara penurunan yang sangat konseptual.Hal ini sangat membosankan siswa dan menyebabkan siswa sukar mengingat konsep yang sudah dipelajari.Materi bangun ruang merupakan salah satu materi di kelas V SD pada semester dua.Salah satu konsep yang harus diajarkan kepada siswa adalah banyaknya sisi pada bangun ruang. Siswa kesulitan mengingat konsep tersebut.Salah satu jalan keluar untuk mengatasi kesulitan tersebut,peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran koopetarif tipe jigsaw yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa.Selanjutnya diharapkan bahwa dengan meningkatnyaminat belajar dapat berpengaruh langsung padaperolehan nilai siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Nomor 02 Banda Aceh pada materi mengenal bangun ruang ?Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika khususnya materi Mengenal Bangun Ruang dan secara langsung dapat meningkatkan perolehan nilai siswa
HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN MATEMATIKA DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA
Kecemasan matematika (mathematics anciety) merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi prestasi belajar siswa. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka penulis melakukan penelitian terhadap siswa kelas X SMA Laboratorium Unsyiah dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan matematika dengan prestasi belajar matematika siswa. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif antara kecemasan matematika dengan prestasi belajar matematika siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui angket kecemasan dan tes prestasi belajar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Laboratorium Unsyiah tahun ajaran 2013/2014. Sedangkan sampelnya diambil empat kelas secara acak. Pengolahan data kecemasan matematika menunjukkan bahwa rata-rata siswa berada pada level kecemasan ringan. Dari hasil analisis data diperoleh nilai koefisien korelasi Rank Spearman r = 0,013. Pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kecemasan matematika dengan prestasi belajar matematika siswa
PEMAHAMAN MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH KETAKSAMAAN NILAI MUTLAK
Menyelesaikan ketaksamaan nilai mutlak wajib dipahami mahasiswa calon matematika karena sebagai bekal mahasiswa melaksanaan tugas pembelajaran di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pemahaman mahasiswa calon guru matematika dalam menyelesaikan masalah ketaksamaan nilai mutlak. Subjek penelitian adalah mahasiswa pendidikan matematika FKIP Unsyiah tahun akademik 2011/2012 sebagai mahasiswa calon guru matematika yang telah menempuh perkulaiahan Kalkulus I semester ganjil. Metode pengambilan data dalam penelitian ini adalah dengan tes pemahaman dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Dari hasil dan pembahasan dapat disimpulkan pemahaman mahasiswa calon guru matematika dalam menyelesaikan masalah ketaksamaan nilai mutlak adalah kemampuan memahami konsep, sifat nilai mutlak, dan prosedur dalam menyelesaikan masalah ketaksamaan nilai mutlak