Jurnal Peluang
Not a member yet
163 research outputs found
Sort by
PENGGUNAAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA PEMBELAJARAN INTEGRAL DI KELAS XII MAN DARUSSALAM ACEH BESAR TAHUN PELAJARAN 2014/2015
Keberhasilan suatu proses pembelajaran dapat diketahui dari tingkat penguasaan siswa terhadap materi yang diajarkan. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa adalah dengan menggunakan media pembelajaran multimedia interaktif berbantuan komputer. Pembelajaran multimedia berguna untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan belajar sehingga secara sengaja proses belajar terjadi, bertujuan, dan terkendali. Integral merupakan salah satu materi penting yang harus dikuasai siswa, namun kenyataannya masih ada masalah dalam memahami materi ini. Penanggulangan masalah tersebut dilakukan dengan menggunakan multimedia interaktif dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam materi integral tak tentu dengan menggunakan multimedia interaktif berbantuan komputer di MAN Darussalam Aceh Besar. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen semu dengan model rancangan the one group pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XII MAN Darussalam Aceh Besar, sampel yang diambil berdasarkan asas pertimbangan adalah kelas XII IPA-3 yang berjumlah 23 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes tertulis yang terdiri dari tes awal dan tes akhir. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik uji-t (uji kesamaan dua rata-rata pihak kanan) diproleh thitung = 12,78 dan titik kritis pada taraf signifikan = 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = 22, diperoleh ttabel = 1,72. Karena thitung ttabel yaitu 12,78 1,72, maka terjadi penolakan Ho. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan multimedia interaktif dapat meningkatkan hasil belajar pada materi integral di kelas XII MAN Darussalam Aceh Besar.Kata Kunci: media pembelajaran, multimedia interaktif, integra
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN PROBLEM POSING
Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu aspek penting yang sangat diperlukan siswa dalam proses pembelajaran matematika terutama untuk membantu siswa menyelesaikan masalah-masalah matematika yang sulit (non-rutin). Hal ini dikarenakan penggunaan kemampuan berpikir kritis yang tepat akan sangat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Salah satu pendekatan pembelajaran yang diduga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis adalah pendekatan problem posing. Pendekatan problem posing yang mengharuskan siswa untuk mengajukan soal serta membuat penyelesaiannya, diasumsikan akan mampu mengembangkan kemampuan berpikir siswa terutama kemampuan berpikir kritis matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diajarkan dengan pendekatan problem posing dan siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan desain pre-test post-test control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 9 Banda Aceh. Sampel diambil dua kelas yaitu kelas VII3 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII4 sebagai kelas kontrol melalui teknik random sampling. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis matematis matematis. Uji statistik yang digunakan untuk mengalisis data peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis adalah uji anava dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diajarkan dengan pendekatan problem posing lebih baik daripada siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional. Kata kunci: Pendekatan Problem Posing, Kemampuan Berpikir Kritis Matematis
THE DEVELOPMENT OF E-LEARNING SYSTEM ON LANGUAGE LEARNING FOR ENGLISH DEPARTEMENT STUDENT OF TEACHER TRAINING AND EDUCATION FACULTY OF SYIAH KUALA UNIVERSITY
AbstractThe development of education toward e-learning is an alternative to improve the quality of education as e-learning uses internet technology in learning activity with a wide range access. There are three criteria that lies on the principle of education develoment toward e-learning model according to (Rosenberg, 2001): (1) e-learning is a network with the ability to renew, to store, to distribute, and to share learning material or information, (2) the transfering of information to the user through computer using a standard internet technology, (3) focusing on the broadest view concerning learning behind the traditional learning paradigm. E-learning research on distance education, is a concept that has changed teaching and learning method in higher education institutions in Indonesia that was conducted by (Darmayanti et al, 2007). The implementation of e-learning in Universitas Terbuka toward online tutorial that combined with web-based supplement or web-supplemen. The research shows that learning is not ought to be done in certain time and place. But learning process can be done anytime and anywhere by utilizingng internet in e-Learning model, which is a learning that free bound to space and time, accessible anytime and anywhere. The research gives result that e-Learning can improve the effectiveness of students learning, expand the coverage, and improve the quality of teaching and learnigKeyword: e-learning system, language learnin
HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI BENTUK ALJABAR DI KELAS VII SMP NEGERI 1 BANDA ACEH TAHUN PELAJARAN 2013/2014
Aljabar merupakan materi yang diajarkan di kelas VII SMP dan sangat penting untuk dipelajari karena memiliki banyak kontribusi baik dalam materi matematika lanjutan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Namun kenyataannya banyak siswa yang memounyai kesulitan dalam mengaplikasikan materi aljabar tersebut pada materi matematika lanjutan. Oleh karena itu peneliti melakukan penelitian dengan tujuan untuk 1) mendeskripsikan hasil belajar siswa pada materi bentuk aljabar, 2) mengetahui kesulitan siswa dalam mempelajari materi bentuk aljabar, dan 3) mengidentifikasi penyebab kesulitan yang dialami siswa di kelas VII SMP Negeri 1 Banda Aceh tahun pelajaran 2013/2014. Data untuk penelitian ini diperoleh dari sampel yang diambil secara acak, yaitu siswa VII-8 sebanyak 27 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa SMP Negeri 1 Banda Aceh dalam materi bentuk aljabar masih sangat rendah. Hal ini didukung karena dari data hasil penelitian diperoleh bahwa hanya 1 siswa (3,7%) yang dapat menguasai materi bentuk aljabar dari 27 siswa sehingga peneliti berkeyakinan bahwa siswa pada umumnya mengalami kesulitan belajar dalam mempelajari materi ini. Kesulitan belajar tersebut dikarenakan 1) pemahaman konsep dasar aljabar yang rendah; 2) kurangnya minat/kemauan; 3) kurangnya latihan untuk mengerjakan soal-soal bentuk aljabar; 4) kesulitan menganalisis soal cerita; 5) persepsi yang buruk tentang aljabar; dan 6) pembelajaran aljabar yang kurang bermakna.Kata kunci: Hasil belajar siswa, kesulitan siswa, aljaba
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATERI RELASI DAN FUNGSI DI KELAS X MAN 3 BANDA ACEH
Pelaksanaan kurikulum 2013 menggiring pembelajaran di sekolah untuk menerapkan pendekatan saintifik pada setiap mata pelajaran. Demikian juga dengan pelajaran matematika. Dengan kelebihan yang dimiliki pendekatan saintifik melalui tahapan-tahapan ilmiahnya, diharapkan dapat mewujudkan proses pembelajaran yang berorientasi pada siswa, sehingga siswa mendapat pengalaman yang bermakna selama proses perolehan pengetahuan. Oleh karena itu, dilakukan penelitian tentang penerapaan pendekataan saintifik padaa maateri Relasi daan Fungsi, dengan mengambil lokasi MAN 3 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan hal-hal berikut: (1) Keberhasilan belajar siswa melalui pendekatan saintifik pada materi relasi dan fungsi dikelas X MAN 3 Banda Aceh, (2) Aktivitas siswa selama pembelajaran melalui pendekatan saintifik pada materi relasi dan fungsi dikelas X MAN 3 Banda Aceh, (3) respon siswa terhadap pembelajaran melalui pendekatan saintifik pada materi relasi dan fungsi dikelas X MAN 3 Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah eksprimen siswa, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Melalui pendekatan saintifik hasil belajar siswa dapat mencapai kategori baik pada materi relasi dan fungsi di kelas X MAN 3 Banda Aceh, 2) Siswa aktif selama pembelajaran melalui pendekatan saintifik pada materi relasi dan fungsi, (3) Siswa memberi respon positif terhadap pembelajaran Relasi dan Fungsi melalui pendekatan saintifik. Kata Kunci : pendekatan saintifik, hasil belajar, relasi dan fungs
KETUNTASAN BELAJAR BILANGAN BULAT MELALUI MODEL LEARNING START WITH A QUESTION SISWA KELAS VII MTSN TANGSE TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Pengunaan model pembelajaran dalam pembelajaran menjadi faktor penting untuk mencapai ketuntasan belajar siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika adalah model pembelajaran Learning Start With a Question (LSQ). Siswa dituntut untuk lebih aktif dalam bertanya dengan model pembelajaran ini, sehingga diharapkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran matematika mengalami peningkatan. Bilangan bulat merupakan salah satu materi yang dipelajari di MTsN. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Apakah siswa dapat mencapai ketuntasan belajar pada materi bilangan bulat melalui model Learning Start With a Question (LSQ) di kelas VII MTsN Tangse?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa pada materi bilangan bulat melalui model Learning Start With a Question. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dan pre-eksperimen design dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTsN Tangse, sedangkan sampel diambil satu kelas secara acak dari 4 kelas yang ada dan terpilih yaitu kelas VIIc. Perlakuan yang diberikan adalah menerapkan model pembelajaran Learning Start With a Question. Data dikumpulkan dari sampel melalui tes hasil belajar 30 siswa. Berdasarkan pengujian, sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Selajutnya digunakan uji t pihak kanan dengan taraf signifikan 5% dan dk = 29, dan diperoleh , yaitu 2.31 1.70. berarti tolak HoSimpulannya adalah siswa mencapai ketuntasan belajar materi bilangan bulat melalui model Learning Start With a Question di kelas VIIc MTsN Tangse Kata Kunci: Learning Start With a Question, hasil Belajar, bilangan bula
KEMAMPUAN SISWA MEMECAHKAN MASALAH MELALUI STRATEGI MEANS ENDS ANALYSIS PADA MATERI DIFFERENSIAL DI KELAS XI IPA MAN MODEL BANDA ACEH
Materi differensial merupakan salah satu materi yang sulit di pahami siswa. Diperlukan satu strategi untuk mengatasinya yaitu dengan penggunaan strategi Means Ends Analysis. Strategi ini memungkinkan siswa memecahkan masalah yang ada pada materi differensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah oleh siswa kelas XI MAN Model melalui strategi Means End Analysis pada materi differensial. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MAN MODEL Banda Aceh, sedangkan sampelnya diambil secara random yaitu kelas XI IPA 3 MAN MODEL Banda Aceh yang berjumlah 30 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes hasil belajar sesudah pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan strategi Means EndsAnalysis, dan pengolahan data awalnya menggunakan uji-t, karena tidak berdistribusi normal, maka menggunakan uji non-parametrik, yaitu ujiWilcoxon. Dari hasil analisis data diperoleh simpulan bahwa siswa mampu memecahkan masalah pada materi differensial melalui strategi Means Ends Analysis dikelas XI IPA 3 MAN MODEL Banda Aceh.Kata Kunci: strategi pembelajaran Means Ends Analysis, kemampuan belajar, differensia
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) PADA MATERI BILANGAN BULAT DI KELAS VII SMP NEGERI 8 BANDA ACEH
Salah satu tipe model pembelajaran kooperatif yaitu tipe group investigation (GI) yang dapat diterapkan dalam pembelajaran Materi Bilangan Bulat di Kelas VII SMP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa pada materi bilangan bulat di kelas VII SMP Negeri 8 Banda Aceh dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe GI. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre Exprimental dengan desain one-shot case study dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 8 Banda Aceh, sedangkan sampel diambil satu kelas yaitu kelas VII-1 yang diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe GI. Pengumpulan data dilakukan dengan tes hasil belajar dan lembar observasi aktivitas siswa. Data diolah dan dianalisis dengan menggunakan statistik uji-t satu pihak yaitu uji pihak kanan dan taraf siqnifikan =0,05. Hasil analisis data dan uji hipotesis diperoleh thitung = 4,38 dan ttabel = 1,71 berarti thitung ttabel sehingga H0 ditolak. Dengan demikian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe GI pada materi bilangan bulat di kelas VII SMP Negeri 8 Banda Aceh dapat mencapai ketuntasan belajar. Siswa di kelas VII-1 SMP Negeri 8 Banda Aceh menunjukkan aktivitas yang baik selama pembelajaran materi bilangan bulat dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe GIKata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation, Hasil Belajar, Materi Bilangan Bulat
PENERAPAN PENDEKATAN PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA PADA MATERI OPERASI HITUNG KELAS IV SD KARTIKA BANDA ACEH
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar, aktivitas siswa, dan aktivitas guru, dalam proses pembelajaran melalui penggunaan model pembelajaran problem solving dalam pembelajaran matematika materi operasi hitung bilangan. Subjek penelitian adalah siswa IV SD Kartika Banda Aceh sebanyak 19 orang, terdiri atas 9 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan serta 1 orang guru sebagai pengamat, sedangkan objek penelitian adalah penerapan problem solving untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi aktivitas guru, aktivitas siswa dan tes. Dari hasil analisis didapatkan bahwa Pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 70,53 dan siswa yang tuntas dalam proses pembelajaran sebanyak 13 siswa (68,42%) dan siswa yang tidak tuntas 6 orang (31,58%). Pada siklus II nilai rata-rata siswa tercapai sebesar 78,42 siswa yang tuntas mengikuti proses pembelajaran sebanyak 18 orang siswa (94,74%). Sedangkan siswa yang tidak tuntas hanya 1 orang (5,26%). Aktivitas guru mengalami peningkatan dari siklus I sampai ke siklus II. Hal ini dapat dilihat dari skor rata-rata pada siklus I yang diperoleh sebesar 3,92 dan pada siklus II mencapai skor rata-rata sebesar 4,63. Aktivitas siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai ke siklus II. Hal ini dapat dilihat dari skor rata-rata pada siklus I yang diperoleh sebesar 3,3 sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 4,2.Kata Kunci: Pembelajaran Problem Solving, Operasi Hitun
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA MADRASAH ALIYAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT
Kemampuan penalaran matematis salah satu tujuan dari pembelajaran matematika. Penalaran matematis merupakan suatu kebiasaan otak yang apabila dikembangkan dengan baik dan konsisten akan memudahkan dalam mengkomunikasikan matematis baik secara tertulis maupun lisan. Oleh karena itu, diperlukan suatu model pembelajaran yang relevan untuk mengoptimalkan, meningkatkan, dan menumbuhkembangkan kemampuan penalaran matematis siswa. Salah satu model pembelajaran tersebut adalah model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih baik dari siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian pretest-posttest control grup desaign. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MAN Darussalam Aceh Besar. Sedangkan sampel terdiri dari dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang diambil secara random sampling. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data penelitian berupa tes kemampuan penalaran matematis. Uji statistik yang digunakan untuk mengalisis data peningkatan kemampuan penalaran matematis adalah uji anava dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament lebih baik dari siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan konvensional. Kata Kunci: Pembelajaran TGT, Penalara