Research Report - Engineering Science

Research Report - Engineering Science
Not a member yet
    269 research outputs found

    PERANCANGAN PABRIK PENGOLAHAN BIJI KOPI DAN ANALISIS KELAYAKANNYA (STUDI KASUS DI KABUPATEN BANDUNG)

    Get PDF
    Salah satu hasil bumi utama di Indonesia adalah produk pertanian. Dengan kondisi geografis dan cuaca yang sangat mendukung, hasil pertanian Indonesia bisa menyaingi hasil pertanian negara lain. Salah satu hasil pertanian yang termasuk produk unggulan Indonesia adalah kopi. Saat ini, kopi Indonesia menduduki peringkat ke 4 di dunia dari sisi tingkat output produksinya. Sayangnya, kelebihan ini tidak sampai dirasakan oleh para petani kopi. Jalur rantai pemasaran saat ini masih dikuasai oleh perusahaan besar ataupun tengkulak yang menyebabkan petani mendapatkan harga jual yang rendah. Selain itu, konsumen ataupun perusahaan penerima biji kopi memiliki standar kriteria tertentu yang tidak dapat dipenuhi oleh petani. Jika petani ingin mengelola sendiri biji kopi hasil panen mereka, dibutuhkan modal yang cukup besar.Penelitian ini ingin mememetakan jalur pemasaran kopi di Jawa Barat untuk bisa mengidentifikasi kelompok-kelompok (cluster) penghasil kopi. Dari kelompok tersebut, akan dirancang suatu jalur pemasaran yang berbasis kelompok dan menghubungkan antara kelompok tani langsung dengan konsumen. Untuk dapat memenuhi standar kriteria yang diinginkan, akan dirancangan pabrik pengolahan biji kopi untuk masing-masing kelompok tani. Rancangan pabrik tersebut akan dianalisis kelayakannya dari sisi teknik, keuangan, dan legal.

    KAJIAN PERKEMBANGAN DESAIN ARSITEKTUR BANGUNAN SAKRAL HINDU-BUDHA DI JAWA TRANSFORMASI DAN ADAPTASI DALAM ARSITEKTUR PADA MASA ISLAM DI JAWA (TRADISIONAL JAWA)

    Get PDF
    Potensi yang berasal dari arsitektur candi (arsitektur sakral Hindu-Budha) telah diupayakan untuk diadaptasikan pada masa pasca Hindu-Budha. Desain Arsitektur candi menunjukkan adanya konsep yang dinamis-adaptif, visioner (kebaruan-modern), sinkritisme (akomodatif), dualitas, pro-historis-regionalisme, seperti pendekatan yang dikembangkan dalam posmodernis 1000 tahun kemudian. Candi dapat dipahami sebagai sebuah ‘Place’ atau mempunyai nilai ‘place’ yang mereperesentasikan arsitektur purbakala masa lampau dan dianggap telah menjadi collective memory secara unself -conscious/ alamiah pada masa pasca Hindu-Budha. Candi dianggap merupakan salah satu hasil dari local genius-nya Nusantara dan dapat merupakan reference yang berakar pada ‘local historical prototypes’. Melalui historic precedent dapat dikaji peranannya dalam membentuk salah satu‘karakter’ dan ‘spirit of place’ (genius loci) ke-Indonesia-an.Pengadaptasian arsitektur candi pada jaman Islam adalah mengarah pada adanya semangat pelestarian/pengagungan yang ‘memusakakan’ budaya masa lalu. ‘Islam’ mendayagunakan apa yang telah ada dan melakukan penggubahan pemaknaannya secara evolutif menjadi lebih Islami. Seni arsitektur percandian pada era Majapahit lebih berpengaruh terhadap arsitektur Masjid Awal berikut cungkup makam dan komponen arsitektural di sekitarnya Hal ini dapat dilihat dari morfologi tampak bangunan masjid, makam, gapura, dsb pada masa Islam. Fenomena tersebut menunjukkan adanya penggunaan nilai-nilai yang berlandaskan pada bangunan sakral pada masa lampau yang kemudian digunakan sebagai konsep untuk bangunan tempat tinggal, terbukti adanya penggunaan yang nyata dari bangunan-bangunan sakral pada masa sebelumnya yang dimodifikasi menjadi susunan dalam rumah tradisional Jawa pada masa Mataram Islam, termasuk pula modifikasi dalam tata ruang perkotaannya, dalam konsep Moncopat.. Hubungan dengan masa lalu adalah keharusan bagi munculnya tradisi yang baru dan penuh kepercayaan diri (ke-optimisan). Berdasarkan pembahasan di atas maka nyatalah bahwa arsitektur candi merupakan unsur terpenting dalam perkembangan arsitektur di Indonesia

    JALAN DAN SUNGAI, KANAL SEBAGAI ELEMEN PEMBENTUK STRUKTUR KOTA SUNGAI BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN

    No full text
    Penelitian ini mengkaji jalan dan sungai, kanal sebagai elemen utama pembentuk struktur kota sungai Banjarmasin - Kalimantan Selatan. Secara geografis kota Banjarmasin terbentuk dari sedikitnya 25 buah“pulau” kecil yang dipisahkan oleh banyak sekali sungai sehingga “kota seribu sungai” menjadi sebutan bagi kota yang telah berusia 486 tahun ini. Kota ini tumbuh dan berkembang di tepi sungai besar Barito dan terbelah menjadi dua bagian oleh sungai Martapura serta sejumlah anak sungai lainnya yang bermuara pada kedua sungai ini. Kondisi fisik kota berada 0,16 m di bawah muka air laut, dan rutin tergenang akibat pengaruhi pasang surut (pasut), oleh gaya hidrodinamik sungai Barito. Konteks alam ini secara fisik-spasial mempengaruhi pembentukan lingkungan binaan baik arsitektur maupun perkembangan arsitektur kota sungai ini. Bentuk struktur kota Banjarmasin, tidak terlepas dari kehadiran sungai dan jalan sebagai elemen utama pembentuknya. Namun kini kota Banjarmasin telah menunjukkan gejala perubahan orientasi dalam perkembangan struktur kotanya dari karakter “kota sungai” menjadi “kota darat” seperti pada umumnya kotakotadi Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk (1).Menemukenali unsur, bentuk dan pola dasar (generic) struktur kota Banjarmasin yang ditentukan oleh jalan dan sungai sebagai unsur utama pembentuknya, (2).Faktor-faktor apa yang mempengaruhi terjadinya perubahan orientasi perkembangan struktur kota serta (3).Bagaimana pengaruh jalan dan sungai sebagai elemen pembentuk struktur kota terhadap arsitektur kota Banjarmasinpada umumnya. Penelitian tentang struktur kota Banjarmasin ini dilakukan melalui pendekatan urban morfologi dengan metoda kualitatif-interpretatif. Kajian struktur kota Banjarmasin ini dilakukan melalui tinjauan historis, morfologis dan tipologis. Temuan dari penelitian ini adalah: (1).Pola dasar (generic) struktur kota, dapat diidentifikasikan dengan mengenali ”konstitusi” dari ”elemen dasarpembentuknya” (basic type). (2).Sekurangnya ada 4 faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan orientasi struktur kota, (3).Jalan dan sungai menentukan perbedaan dan kompleksitas struktur kota, dan ruang bagi arsitektur kota, Temuan dari hasil penelitian ini akan sangat bermanfaat bagi dunia akademik yaitu memberikan kontribusi untuk memperluas wawasan arsitektur kota sungai (urban riverside) maupun dunia praktek yaitu sebagai informasi dan tool untuk penyusunan konsepsi pengembangan perencanaan / perancangan arsitektur maupun arsitektur kota sungai yang mengkondisikan citra sinergis antara urban path space dan urban place. Keyword: Jalan dan sungai, Struktur kota, Banjarmasin

    VALIDASI HEDPERF DAN PENERAPANNYA PADA PENGUKURAN MUTU LAYANAN DI TEKNIK INDUSTRI UNPAR

    Get PDF
    Setiap institusi pendidikan dituntut untuk melakukan perbaikan mutu secaraberkesinambungan. Isu-isu yang harus diperhatikan dalam perbaikan mutumeliputi faktor apa yang harus diperbaiki, cara mengukur mutu, identifikasialternatif perbaikan, dan implementasi perbaikan. Pendidikan tinggi mempunyaiseluruh karakteristik industri jasa yaitu intangible, heterogeneous, variability,perishable, dan customer participates. Pengukuran mutu di perguruan tinggimasih menjadi isu yang sulit dan sebagian besar evaluasi di perguruan tinggimasih berfokus pada aspek tangible. Oleh karena itu dalam penelitian ini akandifokuskan pada pengukuran mutu pendidikan tinggi khususnya di TeknikIndustri Unpar. Pengukuran mutu pendidikan yang akurat sangat penting untukmendapatkan gambaran yang lebih baik dari anteseden dan menjadi pedomandalam melakukan perbaikan mutu. Pengukuran mutu layanan di TI-Unpar akanmenggunakan instrumen HEdPERF. Meskipun HEdPERF mempunyai tingkatvaliditas yang baik, namun pengujiannya baru melibatkan institusi pendidikan diMalaysia sehingga tingkat generalisasinya belum teruji. Oleh karena itu, dalampenelitian ini sebelum HEdPERF digunakan untuk mengukur mutu layananpengujian terhadap alat ukur tersebut akan diuji terlebih dahulu. Dari hasil analisisdiperoleh bahwa HEdPERF dapat dibagi ke dalam 7 faktor yaitu non-akademik,akademik, reputasi institusi, perhatian, kemahasiswaan, fasilitas, dan lokasi.Tingkat reliabilitas masing-masing faktor memiliki nilai cronbach’s alpha di atas0,7 yang menandakan HEdPERF mempunyai tingkat reliabilitas yang tinggi,serta tingkat validitas sebesar 0,69. Berdasarkan pengukuran tingkat mutu layananTI-Unpar dengan HEdPERF diperoleh tingkat mutu layanan sebesar 150,70 dibawah nilai tengah sebesar 156 di mana nilai tersebut dapat diartikan tingkat mutulayanan TI-Unpar masih kurang baik.Kata Kunci: analisis faktor, mutu, mutu pendidikan tinggi

    PERENCANAAN SISTEM INFORMASI TEKNIK INDUSTRI UNPAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE INFORMATION ENGINEERING

    Get PDF
    Institusi pendidikan tinggi merupakan salah satu organisasi yang kompleksdengan melibatkan banyak stakeholder, proses, ataupun data. Kompleksitas yangtinggi ini dapat menyulitkan penyelenggara pendidikan tinggi dalam menjalankanlayanan pendidikan tinggi kepada stakeholder-nya. Sistem informasi mempunyaiperanan yang vital dalam sebuah lembaga pendidikan tinggi. Unpar sudahmengembangkan banyak sistem informasi tetapi sistem yang sudah dikembangkantersebut belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan tiap program studi yangtentunya mempunyai kebutuhan yang spesifik antara satu program studi denganprogram studi lainnya. Banyak fungsi di Teknik Industri belum didukung olehsistem informasi yang baik. Belum baiknya sistem informasi di Teknik IndustriUnpar karena tidak ada perencanaan dalam pengembangan sistem informasi.Pengembangan sistem informasi harus melibatkan pengguna untuk menjaminbahwa kebutuhan dari pengguna dapat terpenuhi. Dalam penelitian inipengembangan sistem informasi menggunakan pendekatan InformationEngineering. Pegembangan baru dilakukan sebatas perencanaan sistem informasi.Hasil dari perencanaan adalah area bisnis yang terbentuk yang meliputipenerimaan mahasiswa baru, pengajaran, kerja praktek, skripsi, penelitian danpengabdian masyarakat, manajemen organisasi, personel, promosi,kemahasiswaan, penyelenggaraan pertemuan ilmiah, keikutsertaan kompetisi,perpustakaan, dan hubungan masyarakat

    PENGEMBANGAN ALGORITMA SETTING DAN SUB-­‐ ROUTINE PEMROGRAMAN MESIN CNC (MILLING)

    Get PDF
    Pemrograman mesin perkakas CNC merupakan keahliah khusus yang harus dimiliki olehpengguna mesin CNC dimana hal ini bukan merupakan hal yang mudah untuk dikuasai. Fasilitaspemograman yang tersedia saat ini umumnya merupakan satu paket yang terintegrasi denganjenis mesin perkakas yang digunakan dan mahal harganya. Untuk membantu industri kecilmenyiapkan tenaga pemrogram CNC, maka perlu dirancang suatu media/fasilitas yang dapatmendukung kegiatan pemrograman CNC tersebut. Beberapa penelitian sebelumnya telahmembahas kajian awal tentang uji dan ekstraksi suatu program NC yang dibuat oleh seorangprogrammer. Disamping itu formulasi lintasan yang dihasilkan program NC tersebut juga telahdijabarkan, walaupun belum seluruh aspek lintasan secara rinci dibahas.Pelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian tersebut, dimana fungsi-fungsi khusus sepertipenentuan setting benda kerja dan pahat terhadap titik referensi mesin belum diperhitungkandalam rangka mensimulasi gerakan mesin saat beroperasi. Disamping itu, berbagai fungsi khususpada mesin Milling, seperti fungsi koordinasi untuk perubahan bidang interpolasi, fungsi copyingyang berperan penting dalam pembuatan fitur pemesinan sejenis, formulasi lintasan yangberpotongan antara berbagai macam gerak seperti lingkaran dengan lingkaran, garis lurussembarang dengan lingkaran sembarang dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untukmenghasilkan suatu langkah-langkah atau algortima dasar yang sangat diperlukan pada saatperangkat lunak simulasi gerak akan dibuat

    PELESTARIAN ARSITEKTUR BANGUNAN KERTHA GOSA DI KLUNGKUNG - BALI

    Get PDF
    Bale Kertha Gosa (pengadilan terbuka) dan Bale Kambang (tempat pencerahan,dikelilingi kolam), berdiri tahun 1700. Keunikan warisan arsitektur Bali ini karena bangunandikelilingi kolam dan plafonnya berupa lukisan-lukisan wayang khas daerah Klungkung. Saatini keduanya masih padat dikunjungi wisatawan domestik dan manca negara. Disayangkankondisinya kurang terawat dan ada kerusakan, mengganggu keindahan dan daya tahannya.Perbaikan telah dilakukan, namun agak mengganggu keutuhan/ keasliannya. Karena itu studipelestarian ini menjadi urgen untuk dilakukan.Studi pelestarian ini menggunakan paduan pendekatan arsitektural (mengungkapelemen-elemen arsitektur fungsi-bentuk-makna) dan pendekatan nilai (mengungkap NilainilaiBudaya). Tindakan pelestarian mengatasi masalah fisik elemen arsitektur di atas dantuntutan masa kini, sambil nilai-nilai budayanya dipertahankan.Aspek fungsi terkait kegunaan bangunan asal untuk pengadilan-pencerahan terbukadan kegunaan saat ini sebagai objek wisata. Perbaikan lantai, tiang-balok berukir, plafonlukisan, alas kolom perlu diupayakan mendekati aslinya, demi keutuhan-keaslian buktisejarah. Aspek bentuk mengacu pada bangunan (selubung, ruang dalam, struktur, ornamen)yang relatif masih utuh, dan ruang luarnya (kolam, patung-patung, pedestrian, ornamen) yangperlu dirawat lebih baik. Makna bangunan asal berupa pengadilan dan pencerahan terbukamelalui bentuk bangunan terbuka-posisi tinggi dan bangunan terbuka-dikelilingi kolam.Sebagai objek wisata, ke dua bangunan ini dapat dimaknai sebagai keterbukaan (strukturtiang), suasana tenang (di atas kolam) dan karya seni unik (lukisan plafon).Berdasar uraian elemen arsitektur dan nilai-nilai budaya, serta pemahaman penyebabpenurunan mutu bangunan maka cara pelestarian untuk Kertha Gosa ialah paduan Preservasi(didukung pengendalian lingkungan dan penguatan sistem bangunan), Adaptasi danRehabilitasi. Tindakan pelestarian di atas harus disertai dengan perawatan rutin, agar efektif.Kata Kunci: bentuk, fungsi, makna, preservasi, rehabilitas

    PENENTUAN KEBIJAKAN PEMESANAN BARANG UNTUK MODEL PERSEDIAAN MULTI ITEM DENGAN MEMPERTIMBANGKAN FAKTOR KADALUARSA DAN FAKTOR ALL UNIT DISCOUNT

    Get PDF
    Penelitian ini membahas mengenai penentuan kebijakan pemesanan barang untuk barangbarangyang memiliki faktor masa pakai, yaitu dengan kebijakan joint order atau kebijakanindividual order. Faktor masa pakai barang merupakan faktor yang perlu dipertimbangkandalam model persediaan barang bagi perusahaan yang bergerak dalam industri kimia atauindustri makanan. Masalah akan menjadi semakin kompleks ketika perusahaan memilikibanyak jenis barang dengan waktu kadaluarsa yang berbeda-beda. Selain faktor kadaluarsa,faktor lain yang mempengaruhi model persediaan adalah faktor diskon yang diberikansupplier kepada perusahaan. Perusahaan dapat memanfaatkan faktor diskon ini untukmenurunkan biaya total persediaan. Dalam penelitian ini, kriteria performansi darikebijakan yang dipilih adalah kebijakan pemesanan barang dengan mempertimbangkanfaktor kadaluarsa barang dan faktor all unit discount yang meminimumkan biaya totalpersediaan barang.Kata kunci : persediaan, kebijakan pemesanan, waktu kadaluarsa, all unit discount

    Aspek analisis debit aliran terhadap efisiensi dan efektivitas penampang hidraulik Bendung

    Get PDF
    Rancangan bangunan air untuk pemenuhan kebutuhan air tanaman, selalu melibatkan periodeulang yang dibutuhkan dalam menetapkan besaran beban aliran yang akan digunakan sebagailangkah untuk menentukan dimensi bangunan air. Setiap rancangan bangunan air dalam hal inibendung memerlukan besaran debit berdasarkan periode ulang yang digunakan tersebut sebagaivariabel untuk menetapkan parameter debit, tinggi dan kecepatan aliran, tetapan lebar bendung sertaukuran dari sadap utama(intake).Debit aliran sebagai parameter dianalisis menggunakan metode yang sesuai untuk keperluantersebut menurut buku acuan. Dalam penelitian ini, debit rencana merupakan besaran yang dianalisisberdasarkan teori Exponential Ganda Gumbel, periode ulang 25, 50, dan 100 tahun dari 3 data debitaliran Serayu Banyumas tahun 1991-1998, Serayu Rawalo tahun 1991-1999, Bengawan Solo Jurugtahun 1992-1999, komponen muka air dan dasar lantai muka ditetapkan dengan catatan bahwa elevasisawah tertinggi cocok dengan elevasi mercu hasil analisis. Variabel lebar bendung merupakan suatubesaran yang ditetapkan dalam berbagai ukuran, untuk Serayu Banyumas dan Serayu Rawalo,ditetapkan L bendung berturut-turut adalah sebagai berikut: 55, 57, 59, 61, dan 63 m; sedangkanBengawan Solo-Curug, L= 25, 27, 29, 31, dan 33 m; beda elevasi muka air di atas mercu tubuhbendung, ditetapkan sedemikian rupa dan berhubungan dengan elevasi sawah tertinggi yang dapatdiberi air. Analisis aliran di atas mercu bendung ditetapkan merupakan suatu pelimpah tinggidengan kriteria P/h1 ≥ 1,33 untuk semua debit dan lebar bendung yang dirancang.Berdasarkan hasil analisis hubungan antara debit aliran Serayu Banyumas, Q25= 351 m3/s;Q50= 389,50 m3/s , dan Q100= 427,60 m3/s, lebar bendung, 55, 57, 59, 61, dan 63 m diperoleh tinggimercu bendung 2,4 m - 2,6 m; 2,5 m-2,8 m; 2,70 m-3,0 m. Serayu Rawalo, Q25= 508 m3/s; Q50= 566m3/s , dan Q100= 624 m3/s, diperoleh tinggi mercu bendung 3,0 m-3,35 m; 3,40 m - 3,80 m; 3,50 m-3,85 m; Bengawan Solo-Jurug, Q25= 147,60 m3/s; Q50= 162,5 m3/s , dan Q100= 177 m3/s, lebarbendung, 25, 27, 29, 31, dan 33 m diperoleh tinggi mercu bendung 2,0 m-2,5 m;2,20 m - 2,60 m; 2,30m-2,80 m;Kata kunci: DAS, periode ulang, lebar dan tinggi air, efisien dan efektif, elevasi sawah tertinggi

    Dialog Ilmu dan Iman: Suatu Pendekatan dan Cara Realisasinya

    Get PDF
    Konstitusi Apostolik Ex Corde Ecclesiae menyatakan bahwa di universitas katolik perlu dihidupkan dialog antara ilmu dan iman, agar cara pencarian kebenaran menjadi utuh. Untuk mendalami alasannya, masalahnya, dan bagaimana cara merealisasi hal itu secara lebih efektif, telah dimulai penelitian ini. Tujuan jangka panjangnya adalah untuk mendukung pencarian kebenaran secara utuh tersebut. Tujuan khususnya adalah untuk menghidupkan partisipasi dalam dialog antara ilmu dan iman ini. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatan berupa mengajak mengungkapkan pandangan dan pengalaman, dengan cara mengirimkannya ke sebuah mailinglist elektronik untuk menjembatani kendala ruang dan waktu. Beberapa dosen Unpar diajak mengawali dialog ini, kemudian jumlah anggota mailinglist berangsur ditambah, sehingga pada saat ini berjumlah 20 orang. Ungkapan-ungkapan tersebut disusun menjadi laporan penelitian semester ini, yang akan juga dikirim ke mailinglist itu, sebagai suatu kesimpulan sementara. Sebagian laporan ini juga telah diterima untuk dipresentasikan di Jogjakarta International Conference on Physics pada bulan September 2012, sebagai kontribusi untuk memperluas kawasan diskusi di lingkungan ilmuwan yang menghadirinya, di samping juga untuk memperoleh masukan dari kalangan ilmuwan yang lebih luas. Iktisar laporan ini adalah sbb: Kesadaran akan perkembangan dalam ilmu dan cara ilmiahnya, serta pengaruhnya yang makin merasuk ke masyarakat, menarik perhatian dan pemikiran tentang satu pengaruh besar lain pada masyarakat, yaitu agama dan kepercayaan atau iman yang mendasarinya. Justru universitas katolik diharapkan mempertemukan dua pengaruh besar ini. Dua pengaruh ini sewaktu-waktu menimbulkan benturan dalam mayarakat, misalnya antara beberapa hasil ilmu dan cara ilmiah, dengan bentuk kepercayaan-harfiah tentang penciptaan jagad ini dan kepercayaan adanya suatu kekuasaan-cerdas yang secara langsung campur tangan dalam pengembangan jagad ini. Dipandang penting untuk mendalami dasar-dasar ilmu maupun iman, yang perlu dibedakan dari teknologi dan agama. Melalui dialog ini, diharapkan lambat laun ditemukan beberapa prinsip yang khas dan hakiki dalam ilmu dan iman, dan cara-cara berinteraksi antara ilmu dan iman yang konstruktif, untuk menemukan pola pendidikan yang konsisten bagi angkatan muda. Hal ini penting agar diperoleh suatu pandangan hidup yang konsisten dan terpadu, seperti juga telah dipandang perlu mendidikkan ilmu secara terpadu di abad ke 21 ini. Dengan laporan sementara ini, diharapkan juga untuk memperoleh masukan lebih lanjut bagi kelanjutan penelitian ini. Salah satu hasil sementara penelitian ini adalah, bahwa asumsi-asumsi dasar ilmu dan iman itu memang berbeda, walaupun penalaran yang didasarkan pada asumsi yang berbeda itu bersifat serupa, yaitu rasional, konsisten, dan sesuai dengan hal-hal yang dapat diamati. Selain itu telah mulai ditemukan indikasi adanya beberapa batas keberlakuan bagi ilmu maupun iman, dan perlu didalami sifatnya dan sejauh apa batas-batas itu memang ada dan berlaku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dialog, dengan pernyataan dari setiap pihak dipandang secara positif dan konstruktif, agar dapat lebih mudah menerawang kebenaran yang tersirat dalam kata-kata dan gaya bahasa yang digunakan

    261

    full texts

    269

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Research Report - Engineering Science
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇