Research Report - Engineering Science

Research Report - Engineering Science
Not a member yet
    269 research outputs found

    IDENTIFICATION OF HERZBERG’S MOTIVATOR-HYGIENE FACTORS FOR SME’S WORKERS (Case Study of SME in West Java Province, Indonesia)

    Get PDF
    In general, an organization’s life cycle consists of 4 phases. Those phases are birth, growth, mature, and decline. In order to optimize an organization’s income, it should retain its growth and mature phases as long as possible. There have been quite a number of growing SME in West Java, however merely a fraction of them who is able to survive the growth phase. In order to survive, one of the main issues is to keep the workers motivated to achieve a good performance.There have been several theories explaining motivation, including the one offered by Herzberg. According to Herzberg, there are two groups of factors that contribute to motivation. They are motivator and hygiene factors. A person’s dissatisfaction may be eliminated by providing the hygiene factors, while a person’s satisfaction may be enhanced by providing the motivator factors. In this research, those factors are grouped further into 6 categories based on Kano model. Based on the categorization, it is clear which factors affect a person’s job satisfaction. In the context of SME, they would be able to prioritize the factors that they need to motivate the workers, keep the workers satisfied, and furthermore survive the growth phase

    PENGARUH RASIO MASSA DAUN SUJI / PELARUT, TEMPERATUR DAN JENIS PELARUT PADA EKSTRAKSI KLOROFIL DAUN SUJI SECARA BATCH DENGAN PENGONTAKAN DISPERSI

    Get PDF
    Baru-baru ini penggunaan zat warna alami tergusur seiring maraknya zat warnasintetis yang relatif lebih mudah diperoleh dengan beragam pilihan warna. Namuntidak dapat dipungkiri bahwa penggunaan zat warna sintetis secara berlebihan dandalam jangka waktu yang panjang dapat bersifat karsinogenik dan bahkanmutagenik. Oleh karena itu penelitian yang berfokus pada pengembangan danpenggalakan kembali penggunaan zat warna alami sangat potensial untukdikembangkan. Daun suji merupakan salah satu sumber terbesar zat warna alamihijau yang telah lama dikenal masyarakat. Zat warna hijau daun suji merupakansenyawa klorofil yang jugabermanfaat sebagai zat antioksidan, antiseptik, agendetoks, dan penyerap kolesterol. Kandungan klorofil daun suji lebih besar biladibandingkan dengan daun jenis lain seperti daun katuk, poh-pohan, kangkung,bayam,caisin, dan daun ilir, sekitar 1% berat basis kering bermiripan dengankandungan di daun singkong yang tercatat sebagai sumber klorofil terbesar.Penelitian ini difokuskan pada isolasi klorofil daun suji menggunakan metodepemisahan non destruktif. Metode yang dipilih adalah ekstraksi padat cair secarabatch dengan pengontakan secara dispersi menggunakan pelarut yang relatif amanuntuk pangan, meliputi alkhohol, etanol dan air. Hasil isolasi yang didapatdiharapkan memiliki intensitas warna yang baik, tidak terdegradasi dan memilikikestabilan yang baik terhadap lemak, panas, cahaya, pH, dll. sehingga dapatdiaplikasikan secara meluas pada bidang pangan, farmasi maupun bidang lainnya.Penelitian ini akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan nilai tambah daun sujisebagai salah satu tanaman yang tumbuh baik dan tersebar di seluruh wilayahIndonesia yang berorientasi pada kebutuhan pasar yang semakin cenderungtertarik pada bahan – bahan alami, terutama terkait dengan kesehatan dankeamaanan pangan.Kondisi ekstraksi yang diamati pada penelitian ini yaitu rasio massa daunsuji/pelarut aseton 80 % (1:5 - 1:20) dan temperatur ekstraksi (28 – 50 oC)menggunakan rancangan percobaan pentagonal design response surface untukvioptimasi kondisi ekstraksinya. Respon yang diamati berupa yield klorofil, kadarproduk klorofil, dan nilai kLa ekstraksi, di mana analisis penentuan yield, kadarklorofil, dan nilai kLa didasarkan pada metode spektrofotometri pada panjanggelombang 663 nm. Kondisi optimum ekstraksi klorofil daun suji diperoleh padatemperatur 36,2oC dengan rasio pelarut/daun suji sebesar 1:17.1 menggunakanpelarut aseton teknis 80% dengan yield sebesar 90,78% dan kadar (kemurnian)klorofil sebesar 60,03%

    LAPORAN PENELITIAN FOKUS PELESTARIAN DAN MAKNA KULTURAL PELESTARIAN ARSITEKTUR BANGUNAN ARSITEKTUR INDIS DI KOTA BANDUNG DAN YOGYAKARTA (Kasus Aula Barat ITB. dan RS. Panti Rapih)

    Get PDF
    Politik Etis (Balas Budi) ikut menginspirasi gaya arsitektur baru (arsitektur Indis) yangmengapresiasi budaya dan alam lokal. Arsitektur Indis merupakan sintesa unsur arsitekturtradisional Nusantara dengan arsitektur Eropa, dan saat ini masih banyak di kota-kota besarIndonesia, termasuk Kota Bandung dan Yogyakarta. Objek studi Arsitektur Indis Kota Bandungialah Aula Barat ITB. dan Kota Yogyakarta ialah bangunan lama RS. Panti Rapih.Isu sentral studi ini ialah Pelestarian bangunan Arsitektur Indis yang berfokus padaaspek Arsitektur (fungsi, bentuk) dan aspek Pelestarian (Makna Kultural) untuk masa kini danmasa datang. Pertanyaan penelitian “Apa Fokus Pelestarian?” terkait “Apa yang dilestarikan”,dan “Apa Makna Kultural?” terkait “Mengapa dilestarikan” dari objek studi ini.Fokus Pelestarian ialah aspek Fungsi (kegiatan) dan aspek Bentuk (bangunan, ruangluar). Makna Kultural dari aspek Fungsi terkait Nilai Sejarah dan Sosial, dari aspek Bentukterkait Nilai Arsitektural dan Kelangkaan.Fokus Pelestarian Aula Barat: fungsi semula Fakultas Teknik - kini Ruang Serba-gunaKampus; aspek bentuk ialah Bangunan (atap, struktur, selasar) dan Ruang luar. Bangunanlama RS. Panti Rapih: fungsi tetap sebagai tempat pengobatan masyarakat; aspek bentuk ialahBangunan (atap, struktur, selasar) dan ruang luar (taman).Makna Kultural Aula Barat: Sekolah Tinggi Teknik pertama Hindia Belanda, tempatkuliah presiden pertama Indonesia, tempat masyarakat kampus/umum. Bangunan lama RS.Panti Rapih: diresmikan oleh Sultan Hamengku Buwono VIII tahun 1929, pasiennya termasukpejabat Belanda, kerabat Keraton, Jendral Sudirman, Sultan Hamengku Buwono VII; Tempatpengobatan/pemulihan kesehatan masyarakat Yogyakarta dan sekitarnyaKata kunci: Fungsi, bentuk, fokus pelestarian, makna kultural

    ISOLASI DAN KARAKTERISASI SILIKA DARI SEKAM PADI

    Get PDF
    Indonesia sebagai negara penghasil padi terbesar ketiga didunia menghasilkan limbahagrikultural yang melimpah. Sekitar 20% dari limbah agrikultural yang diperoleh pada prosespenggilingan padi merupakan sekam padi yang potensinya belum dimanfaatkan secaramaksimal. Sekam padi memiliki kandungan silika yang cukup besar yaitu sekitar 16-18%.Oleh sebab itu sekam padi dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif sumber bio-silikayang dapat dimanfaatkan dalam industri kaca, semen, adsorben, dan bahan keramik.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi silika dari sekam padi dengan melakukanperlakuan awal menggunakan larutan asam dan diikuti dengan perlakuan thermal. Kemudiandikaji lebih lanjut pengaruh perlakuan asam terhadap kemurnian dan karakteristik silika sertapengaruh kondisi perlakuan thermal terhadap karakteristik silika yang dihasilkan.Metode penelitian dibagi atas dua tahap yaitu tahap penyiapan sampel dan tahappenelitian utama. Pada tahap penyiapan sampel, sekam padi dicuci, dikeringkan dankemudian dilakukan penentuan kadar abu serta silika. Sedangkan pada tahap penelitianutama, proses isolasi silika diawali dengan perlakuan awal menggunakan asam klorida atauasam sitrat untuk penghilangan senyawa pengotor inorganik yang dilanjutkan dengan prosesthermal untuk penghilangan senyawa organik. Pembakaran dilakukan pada temperatur 350oC,550oC, dan 750oC selama 1, 5, dan 10 jam. Silika yang dihasilkan kemudian dianalisismorfologinya dengan Scanning Electron Microscopy (SEM), komposisi dan strukturnyadengan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) dan X-ray Diffraction (XRD), sertaluas permukaan spesifiknya dengan Brunauer, Emmett, Teller –Surface Area Analyzer (BETSAA).Yield abu dan silika yang diperoleh dari sekam padi pada penelitian ini berturut-turut~22% dan ~19%. Berdasarkan hasil SEM, silika paling banyak terdapat pada bagianepidermis luar sekam padi selain trikoma (rambut-rambut halus). Perlakuan awal denganasam klorida dan asam sitrat mampu mempertahankan struktur silika amorf walaupun dibakarpada temperatur 750oC serta silika murni berdasarkan uji XRD dan FTIR. Perlakuan awaldengan asam klorida dan asam sitrat dapat membantu melarutkan ion-ion pengotor dalamsekam padi sehingga dapat membantu meningkatkan luas permukaan spesifik abu sekampadi. Silika yang dihasilkan berwarna putih yang menunjukkan tingkat kemurnian yangcukup tinggi serta memiliki luas permukaan spesifik ~250-300 m2/g, sehingga memilikipotensi yang menjanjikan untuk dapat digunakan sebagai penyangga katalis atau adsorben

    KAJIAN SOUNDSCAPE KOMPLEKS GEREJA KATEDRAL BANDUNG

    Get PDF
    Dalam mengalami, disamping dapat melihat bentuk dan mendengar bunyi, kita dapat juga mendengarbentuk dan melihat bunyi. Ketika kita mendengar bunyi (auditory) kita pun dapat melihat ruang(spatiality).Meskipun bahasa bunyi dan bahasa arsitektur berbeda, namun keduanya memiliki motif yang sama, yaitusama-sama membutuhkan pengayaan panca indera yang lengkap sehingga menghadirkan tingkatkeestetisan yang tinggi. . Arsitektur bisa menjadi sesuatu yang sangat indah, dan bagi setiap orangkeindahannya berbeda-beda karena ada ‘bunyi’ dalam setiap komposisi arsitektur yang dinikmati secaravisual dan berdasarkan sensasi persepsi subjektif. Melalui pendekatan soundscape penelitian berusahamembentang bunyi dan untuk menghadirkan pemandangan akustik lingkungan yang berkualitas. Makinberkualitas soundscape yang dibentuk maka arsitektur yang diciptakan akan baik secara pengalamannya(visual maupun audial). Kompleks Gereja Katedral yang telah memiliki ekspresi visual yang sangat baikternyata “gaduh”, melalui penelitian ini yang dilakukan melalui studi literatur, observasi audial dan visuallapangan, analisis pendekatan soundscape maka didapat beberapa kondisi fakta yang terungkap.Elemen-elemen soundscape yang didapat dapat memperkuat dan menhidupakan konstruksi ruangarsitektural. Tujuan utama dari penelitian ini membuka jendela untuk peneliti bidang arsitektur untukmenggali keterkaitan antara soundscape dan arsitektur, sehingga diharapkan ditemukan kegunaan yangbermanfaat bagi pendekatan perancangan yang efektif dengan mengkonsentrasikan pada sosok audiallingkungan. Dan dapat diyakini bahwa tidak ada ruang arsitektur yang dirusak oleh keberadaan suaralingkungan, dan telinga kita tidak akan dibutakan.Kata kunci: soundscape, ruang audial, ruang arsitektura

    Pembuatan Biodiesel Menggunakan Katalis Basa Heterogen Berbahan Dasar Kulit Telur

    Get PDF
    Katalis yang paling umum digunakan dalam pembuatan biodoesel adalah katalis basa homogen seperti NaOH dan KOH karena memiliki kemampuan katalisator yang lebih tinggi dibandingkan dengan katalis lainnya. Akan tetapi, penggunaan katalis ini memiliki kelemahan yaitu sulit dipisahkan dari campuran reaksi sehingga tidak dapat digunakan kembali dan pada akhirnya akan ikut terbuang sebagai limbah yang dapat mencemarkan lingkungan. Untuk mengatasi hal ini, pembuatan biodiesel dapat dilakukan dengan menggunakan katalis basa heterogen seperti CaO. Katalis CaO dapat dibuat melalui proses kalsinasi CaCO3. Salah satu sumber CaCO3 yang mudah diperoleh disekitar kita adalah kulit telur.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan proses pembuatan biodiesel dengan menggunakan katalis basa heterogen berbahan dasar kulit telur. Secara khusus, hal ini meliputi: (1) mempelajari cara pembuatan katalis basa heterogen menggunakan bahan dasar kulit telur, (2) melakukan uji karakterisasi untuk mengetahui sifat fisik dan kimia katalis basa heterogen yang dihasilkan, (3) mempelajari dan mengoptimasi proses pembuatan biodiesel menggunakan katalis yang dihasilkan.Dalam penelitian ini katalis CaO dibuat dengan melakukan kalsinasi terhadap kulit telur yang telah dibersihkan dan dihaluskan pada temperatur 1000oC selama 2 jam. Katalis kulit telur yang dihasilkan memiliki kandungan CaO 98.52%-b, luas permukaan katalis 62,04 m2/g, total volume pori 0,1596 cc/g, dan radius pori rata-rata 51,44 Å. Katalis kulit telur ini kemudian dipakai dalam pembuatan biodiesel dengan bahan baku minyak goreng dan metanol. Didapatkan bahwa kondisi operasi optimum untuk pembuatan biodiesel adalah pada rasio molar metanol terhadap minyak goreng 9:1, jumlah katalis 3%-b terhadap minyak goreng, dan waktu reaksi 2 jam, dengan perolehan rendemen biodiesel di atas 90%

    SUATU STUDI : SOLUSI MASALAH NILAI AWAL DENGAN METODE PEMBAGI BEDA

    Get PDF
    Persamaan diferensial linear adalah salah satu alat utama yang digunakan untuk aplikasidalam pemodelan matematika dan analisis di banyak macam sistem dinamik. Olehkarena itu, banyak ditemukan solusi dengan berbagai macam metode. Dalam laporanini akan diperkenalkan metode baru untuk solusi persamaan diferensial linear koefisienkonstan dan sistem persamaan diferensialnya. Metode yang digunakan adalah fungsionalpembagi beda. Solusi persamaan diferensial linear koefisien konstan homogen yangberbentuk sederhana juga dapat dilakukan dengan menggunakan program Matlab.Kata-kata kunci: persamaan diferensial linear, koefisien konstan, fungsional pembagibed

    PENGARUH MEDIA SUB- DAN SUPERKRITIK CO2 DALAM PROSES HIDROLISIS SECARA ENZYMATIC TERHADAP PEROLEHAN GLUKOSA

    Get PDF
    Tingginya pemanfaatan minyak bumi sebagai sumber bahan bakar utama di dunia memicu munculnya dua permasalahan besar yaitu semakin menipisnya persediaan minyak bumi (non renewable) dan terkait dengan hal tersebut, harga minyak bumi yang semakin tinggi. Oleh karena itu perlu dicari sumber alternatif energi lainnya yang berasal dari bahan baku yang dapat diperbaharui. Salah satunya adalah pembuatan bioetanol sebagai energi alternatif dari kertas bekas. Saat ini beberapa kendala yang dihadapai di dalam proses pembuatan bioetanol dari kertas bekas ini adalah masih rendahnya perolehan glukosa dan tingkat kemurnian glukosa yang masih rendah. Dari proses konvensional yang ada saat ini, produk hidrolisis glukosa tercampur dengan komponen furfural, hydroxymethyl furfural (HMF) dan asam-asam organik yang akan mengganggu proses fermentasi glukosa menjadi etanol. Sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi kendala-kendala tersebut adalah dengan melakukan proses perlakukan awal dan proses hidrolisis enzymatis di dalam media super- dan subkritik CO2.Tujuan khusus yang ingin dicapai di dalam penelitian ini adalah meliputi : i) mempelajari potensi pemanfaatan kertas bekas dan media CO2 di dalam proses perlakuan awal dan proses hidrolisis secara enzymatis dengan terlebih dahulu mempelajari sistem reaksi yang lebih sederhana yaitu dengan menggunakan microcrystalline selulosa (derajat polimerisasi, DP = 230) dan kertas HVS baru (ukuran A4), ii) mempelajari dan melakukan optimasi proses fermentasi glukosa yang diperoleh dari hasil hidrolisis kertas bekas secara enzimatis di dalam media sub- dan superkritik CO2 menjadi bioetanolPenelitian pada tahun pertama ini memiliki fokus untuk mempelajari pengaruh tekanan dan temperatur medium superkrtik CO2 pada proses perlakuan awal terhadap perolehan glukosa. Perlakuan awal dilakukan dengan variasi temperatur pada 50o C, 75o C, dan 100o C serta variasi tekanan pada 80 bar, 120 bar, dan 150 bar. Produk hidrolisis dengan kadar glukosa sebesar 10,9 % - 26,7 % berat/berat dapat diperoleh dengan kondisi percobaan tersebut. Penelitian pada tahun pertama ini menunjukkan potensi penggunaan media superkritik di dalam proses enzimatis kertas dan membuka peluang untuk pemanfaatan lebih lanjut pada berbagai materi lignoselulosa lainnya

    KUAT LENTUR DAN RIGIDITAS BALOK DAN LANTAI PAPAN KAYU LAMINASI SILANG DENGAN PEREKAT

    Get PDF
    Indonesia adalah negara dengan hutan yang sangat potensial sumber bahan kayu yangmenjadi salah satu pilihan material untuk bangunan. Berkurangnya luas hutan karenapenebangan hutan liar menyebabkan pada beberapa saat menjadikan pasokan kayuberkurang. Saat ini telah dikembangkan hutan tanaman industri dengan tanaman pohonkayu cepat tumbuh, seperti albasia, sengon, akasia dan pohon cepat tumbuh lainnya.Kelemahan dari kayu cepat tumbuh adalah berat jenis dan kekuatan yang relatif cukuprendah. Karena dipanen pada saat berumur relatif muda, yaitu 6-10 tahun sehingga kayucepat tumbuh ini mempunyai dimensi yang tidak terlalu besar. Kayu albasia pada umumnyadiperoleh berupa papan kayu. Perkembangan kayu rekayasa saat ini sangat pesat untukmendapatkan dimensi maupun kekuatan yang lebih besar. Telah banyak dikenal kayurekayasa seperti glulam, laminated veneer lumber dan perkembangan terkini, crosslaminated lumber. Dalam penelitian in terdiri dari dua elemen struktur yaitu balok dan pelatlantai. Balok dan lantai kayu pabrikasi yang terbuat dari papan kayu laminasi silang diujikuat lenturnya dengan third point static loading. Benda uji dibuat dari papan-papan kayuAlbasia yang termasuk jenis kayu cepat tumbuh, yang disusun secara bersilangan tegaklurusseratnya dan direkatkan antara lapisan dengan menggunakan perekat PvAc.Sejumlah tiga buah benda uji balok kayu terdiri dari lima lapis papan-papan kayu yangdisusun secara bersilangan tegaklurus seratnya. Tebal dan lebar papan adalah 18 mm x 170mm. Dimensi total benda uji lebar x tinggi x panjang adalah 90 mm x 340 mm x 1800 mm.Dari hasil uji kekakuan dan kuat lentur, balok tersebut dianalisis rigiditasnya dan hasilnyadipresentasikan dalam makalah ini.Enam buah papan lantai kayu laminasi silang terdiri dari 3 lapis papan-papan kayu yangdisusun secara bersilangan tegaklurus seratnya. Variasi benda uji terdiri dari pelat lantaidengan lapisan tengah penuh dan tidak kontinu. Dimensi total benda uji adalah 54 mm x540 mm x 1260 mm. Faktor rijiditas dianalisis dan dipresentasikan dalam laporan ini.Keruntuhan yang terjadi bersifat daktail dan beban batasnya jauh lebih besar dari bebanproporsional, hal ini menunjukkan adanya faktor keamanan yang cukup. Prediksi untukbeban hidup merata untuk berbagai panjang bentang juga diberikan

    Studi Experimental Pengaruh Pengaku Miring Pada Tekuk Torsi Lateral Balok I

    Get PDF
    Kemampuan baja memikul beban biasa ditentukan berdasarkan kekuatan dan stabilitas. Kekuatan artinya material baja mencapai kekuatan, yaitu tercapainya tegangan leleh sepenuhnya pada seluruh penampang, yaitu tercapainya momen plastis penampang. Masalah stabilitas pada balok baja adalah masalah tekuk torsi lateral. Adanya masalah stabilitas, membuat kemampuan baja memikul beban menjadi lebih kecil dari kekuatan materialnya, yaitu momen plastis tidak dapat tercapai. Balok hanya dapat memikul momen sebesar momen kritis. Maka orang selalu mengupayakan agar masalah stabilitas dikurangki pengaruhnya, yaitu momen kritis sebesar mungkin. Biasanya hal ini dilakukan dengan memasang tumpuan lateral pada balok. Tetapi bila memasang tumpuan lateral ini tidak dimungkinkan perlu diupayakan cara lain meningkatkan momen kritis. Dalam penelitian ini, dipelajari pengaruh pengaku yang dipasang miring terhadap besarnya momen kritis. Penelitian dilakukan dengan metode experimental. Dari pengujian ini dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan beban kritis akibat adanya pengaku miring dan peningkatan hasil eksperimental kurang lebih adalah lima puluh persen dari hasil analisis dengan metode elemen hingga

    261

    full texts

    269

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Research Report - Engineering Science
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇