Research Report - Engineering Science

Research Report - Engineering Science
Not a member yet
    269 research outputs found

    SINTESIS LANGGAM ARSITEKTUR KOLONIAL PADA GEDUNG RESTAURAN ‘HALLO SURABAYA’ DI SURABAYA

    Get PDF
    Pada kurun waktu setelah tahun 1900-an, perkembangan arsitektur kolonial Belanda yang dikembangkan merupakan bentuk dengan ciri bentuk modern yang berkembang pada saat itu di Eropa dan telah disesuaikan dengan iklim tropis di Indonesia. Terjadi penyesuaian antara bentuk arsitektur modern dengan kondisi iklim tropis Indonesia dengan kondisi budaya masyarakat setempat (Handinoto, 1996).Penelitian ini berkenaan dengan Sintesis Langgam Arsitektur Kolonial Pada Gedung Restauran „Hallo Surabaya‟ di Surabaya ini yang akan berpumpun pada penelitian yang bersifat deskriptif-analitis dan interpretatif, berlandas pada bukti empiris lapangan yang ditemukan dalam kasus studi, yang ditentukan berdasarkan tingkat paparan (exposure) terhadap pengaruh budaya dan arsitektur lokal dan non lokal (pendatang).Hasil dari penelitian ini dapat diketahui sejauh mana ekspresi langgam arsitektur yang dipengaruhi oleh unsur-unsur budaya dan arsitektur Kolonial berdasarkan konsep yang melandasinya, disamping itu dapat mengungkap seluruh hubungan yang terjadi antara sosok bentuk arsitektur dan elemen serta ornamen yang melekat pada bangunan serta dapat mengetahui ciri, karakteristik dan identitas arsitektur pada bangunan kasus studi.Kata Kunci : Sintesis, langgam, arsitektur kolonial, hallo surabaya

    PENERAPAN PERATURAN PEMERINTAH NO. 50 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA UNTUK MENINGKATKAN KINERJA INDUSTRI TEKSTIL : STUDI KASUS PADA INDUSTRI TEKSTIL DI BANDUNG

    Get PDF
    Pada penelitian ini dipelajari kepedulian terhadap implementasi keselamatan di tempat kerja pada empat industri tekstil di Bandung. Untuk itu dilakukan kunjungan agar dapat mengetahui kondisi tempat kerja dan tindakan para karyawan saat melaksanakan tugas serta diskusi mengenai aspek keselamatan dengan berbagai pihak yang terkait. Persepsi mengenai keselamatan di tempat kerja juga dipelajari dari jawaban atas kuesioner yang dibagikan kepada para karyawan. Diamati bahwa aspek keselamatan di tempat kerja pada keempat industri tekstil perlu ditingkatkan. Pada tiga industri tekstil pertama dapat disimpulkan hal-hal berikut: Tingkat penerangan di tempat kerja untuk semua industri perlu ditingkatkan. Tingkat kebisingan pada dua dari tiga industri harus diturunkan. Jawaban kuesioner dari para karyawan mencerminkan bahwa mereka telah merasakan dampak di tempat kerja yang merugikan kesehatan. Sebagai tersirat dari hasil diskusi dan kuesioner, persepsi dan kepedulian para karyawan terhadap keselamatan juga perlu ditingkatkan. Data mengenai jumlah kecelakaan dan keparahan cidera akibat kecelakaan yang terjadi pada tahun 2011 dan 2012 hanya dimiliki oleh satu industri. Data tersebut menunjukkan bahwa tingkat kecelakaan yang terjadi pada tahun 2011 tidak berbeda dengan yang terjadi pada tahun 2012. Satu kecelakaan tahun 2012 mengakibatkan cacat permanen. Disarankan agar solusi atas masalah keselamatan dilakukan berdasarkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang menganut pendekatan sistem berdasarkan ergonomi makro.Pada industri tekstil keempat dicoba untuk mengintroduksikan desain sistem keselamatan kerja karyawan di Departemen Weaving pada saat memasang beam tying. Dari hasil pengamatan di lapangan diperoleh data bahwa secara keseluruhan pada tahun 2012 terjadi 15 kecelakaan, dan sampai dengan bulan Agustus 2013 terjadi 59 kecelakaan kerja. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa potensi kececelakaan kerja dengan cidera berat adalah pada saat memasang beam tying di Departemen Weaving. Untuk mengurangi jumlah kecelakaan kerja yang ada maka perlu dibuat suatu konsep disain yang melibatkan kontribusi pihak karyawan dan manajemen, atau dengan pendekatan participatory ergonomics. Proses desain ini menggunakan metode job hazard analysis yaitu suatu metode yang mengidentifikasi dan menganalisis bahaya yang terjadi di tempat kerja. Konsep desain yang diusulkan adalah sistem K3 di Departemen Weaving dan dibentuk organisasi K3 yang terintegrasi dengan organisasi manajemen perusahaan sehingga terbentuk Sistem Manajemen K3 sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 50 tahun 2012.Kata kunci: keselamatan kerja, ergonomi makro, sistem manajemen K3 kecelakaan kerja, job hazard analysis, participatory ergonomics

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR UNTUK PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PROGRAM IbM KOMUNITAS IBU BELAJAR MATEMATIKA

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan salah satu tahapan dari program pengabdian masyarakat yangdilaksanakan oleh kelompok dosen dan mahasiswa jurusan Matematika UNPAR.Program ini berupa pelatihan dan pendampingan bagi komunitas ibu untuk belajarMatematika. Merujuk pada hasil PISA (Programme for International Student Assessment)tahun 2009 bahwa kemampuan siswa Indonesia pada umumnya buruk dalammenyelesaikan masalah Matematika. Kebanyakan siswa berpandangan bahwaMatematika sulit untuk dipelajari dan kurangnya dukungan orang tua untuk membantusiswa belajar. Berdasarkan kondisi tersebut, kami merancang program untuk membantupihak sekolah untuk memberdayakan para Ibu siswa supaya mereka dapat membantuputra-putrinya untuk belajar Matematika. Tujuan tersebut dapat dicapai bila terjalinkerjasama yang harmonis dan berkesinambungan antara tiga pihak yaitu: sekolah-­‐orangtua-­‐siswa. Bentuk program adalah pendampingan dan pelatihan kepada para ibu sambilmenunggu putra-putri mereka mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Tujuan penelitian iniadalah menyiapkan buku ajar Matematika untuk pelatihan dan pendampingan. Langkahpenelitian yang telah dilaksanakan adalah survei kebutuhan, menyusun kerangka danmembuat draf modul, uji validitas dari pakar, revisi, dan modul final. Hasil penelitianberupa bahan ajar yang terdiri dari 40 topik-topik esensial dalam Kurikulum Matematikasekolah dasar. Struktur bahan ajar untuk setiap topik dimulai dengan konsep, contoh soal,latihan, pembahasan, dan kunci jawaban. Buku ajar tersebut siap digunakan untukprogram tersebut

    Kajian Arsitektural Percandian Batujaya dan Cibuaya Kerawang (Identifikasi)

    Get PDF
     Penelitian terhadap desain arsitektur percandian pada umumnya ditekankan pada candi-candi yang didirikan di Jawa Tengah dan Jawa Timur, sementatra penelitian terhadap desain arsitektural candi-candi di Jawa Barat masih terbatas dilakukan. Jawa Barat dikenal sebagai daerah yang memiliki peninggalan percandiannya dengan jumlah yang sangat sedikit, dibandingkan dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Penelitian terhadap kawasan ini dapat membuka pemikiran bahwa di Jawa Barat sebenarnya juga memiliki produk candi yang memadai dan merupakan potensi lokal yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Di sisi lain penelitian candi-candi tersebut pada umumnya didasarkan pada pendekatan ilmu kesejarahan dan arkeologi. Oleh karena itu penelitian ini mencoba untuk mengenali percandian di Jawa Barat tersebut dalam perspektif ilmu arsitektur. Pendekatan Tipo-morfologi arsitektural dapat digunakan sebagai landasan analisis di dalam penelitian ini.Penelitian ini mengambil lokasi di Kawasan Kerawang Batujaya dan Cibuaya. Kawasan ini diperkirakan relatif masih banyak memiliki temuan-temuan yang mengandung unsur-unsur percandian. Selain itu kawasan ini diusulkan menjadi salah satu kawasan strategi nasional untuk dikembangkan dalam kaitannya dengan pendidikan, pariwisata, pengembangan budaya, dsb oleh Pemerintah. Percandian di kawasan ini memiliki artefak reruntuhan candi dan sisa-sisa permukiman kuno yang dibangun kurang lebih dari abad 2 sampai 7 Masehi. Situs purbakala Batujaya diyakini merupakan representasi dari Kejayaan Kerajaan Tarumangera dan telah digunakan pada masanya sebagai salah satu pusat pengembangan agama Buda di pesisi Utara Jawa Batat, sementara di Cibuaya diperkirakan menjadi pusat pengembangan Hindu.Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola-pola bangunan yang dibangun dalam kawasan ini, baik berupa candi maupun kaitannya dengan arsitektur lainnya. Melalui penelitian ini diharapkan akan diketahui pula korelasi bentuk arsitekturalnya dengan arsitektur candi lainnya di Jawa dan di Sumatra, khususnya percandian Buda. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan wawasan dan masukan kepada pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya yang berkaitan dengan ‘desain arsitektur percandian di Nusantara’ Temuan temuan yang diperoleh diharapkan nantinya dapat digunakan sebagai pengembangan dan rekontekstualisasi nilai-nilai seni arsitektur percandian di masa kini

    PERANCANGAN DAN UJI COBA ALAT EVAPORATOR NIRA AREN

    Get PDF
    Gula aren adalah salah satu jenis produk pangan yang telah dikenal sebagai bahanpelengkap pada berbagai produk pangan dan bahan campuran pada obat tradisionalatau healthy sugar. Gula aren merupakan produk hasil evaporasi nira aren yangdiperoleh dari penyadapan bunga dari pohon aren yang banyak tumbuh di Indonesia.Sayangnya potensi yang besar dari gula aren ini terbentur oleh kendala kualitas yangberada di bawah standar mutu dan berujung penolakan dari industri terhadap gulaaren lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan menguji coba alatevaporator silinder horizontal dan mempelajari pengaruh faktor kecepatanpengadukan dan bahan pengawet natrium bisulfit terhadap kualitas gula aren yangdihasilkan. Manfaat penelitian adalah untuk meningkatkan kualitas gula aren yangdihasilkan sehingga memenuhi standar mutu nasional atau SNI.Metode penelitian ini terbagi menjadi 4 tahap yaitu tahap perancangan, tahapkonstruksi alat, tahap instalasi alat dan tahap uji coba terhadap hasil konstruksi alatyang telah dibuat. Pada tahap perancangan dilakukan pemilihan tipe dan perhitungankapasitas dari komponen-komponen alat, seperti jenis dan ukuran tabung evaporator,pengaduk, motor penggerak; serta perkiraan kebutuhan energi teoritis. Pada tahapkonstruksi dan instalasi alat dilakukan pembuatan, pemasangan komponen sertaperbaikan bentuk dan ukuran sehingga alat dapat berjalan baik pada kondisi kosongdan dengan penambahan air. Sedangkan pada tahap uji coba, alat diisi dengan niraaren, lalu dilakukan pengamatan terhadap efisiensi alat serta pengaruh kecepatanpengadukan dan penambahan pengawet pada kualitas gula aren yang dihasilkan.Kesimpulan dari penelitian ini adalah efisiensi aktual alat bervariasi dan masihrendah yaitu 52,96 – 82,47%; penambahan pengawet natrium bisulfit sebesar 10 ppmmengakibatkan proses evaporasi berjalan lebih cepat dibandingkan tanpa bahanpengawet; dan pengambahan pengawet tersebut tidak memberikan perbedaan rasadan aroma yang nyata terhadap gula aren yang dihasilkan. Saran yang dapatdiberikan untuk alat evaporator adalah perlunya penggantian tipe pembakar yangdigunakan, penambahan insulasi di sekitar tabung evaporator, dan penambahantermocouple dan gas flow rate controller untuk meningkatkan efisiensi alat.Sedangkan saran untuk variabel yang diamati pada saat uji coba alat adalah perlunyadilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh penambahan pengawet terhadaplaju evaporasi dan shelflife dari gula aren yang dihasilkan

    EVALUASI PERUBAHAN POLA KONSUMSI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL STAGES OF CHANGE: STUDI KASUS PENGURANGAN PENGGUNAAN KANTUNG PLASTIK BELANJA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses perubahan perilaku konsumen untuk lebih ramah lingkungan. Perubahan perilaku yang diamati adalah perubahan dari penggunaan kantung plastik belanja ke penggunaan tas belanja yang dapat dipakai ulang. Evaluasi dilakukan untuk menilai upaya mahasiswa dalam mengurangi mengurangi sampah plastik. Model Stages of Changes dari Prochasca dan DiClemente (1983) digunakan untuk melihat apakah mahasiswa mengalami tahap-tahap perubahan sesuai dengan model tersebut. Penelitian dilakukan pada kelompok mahasiswa yang memilih secara sukarela untuk menggunakan tas belanja yang dapat dipakai ulang untuk menghindari penggunaan kantung plastik belanja. Sebelum terjadi perubahan perilaku, para mahasiswa mengisi kuesioner untuk menilai tingkat konsumsi mereka. Selama proses perubahan perilaku, dilakukan observasi, wawancara dan kuesioner akhir. Dari seluruh metode ini dilakukan analisis bagaimana perubahan perilaku terjadi termasuk nilai-nilai yang diterima dan diadopsi selama proses tersebut.Kata kunci: konsumsi ramah lingkungan, model stages of change, kantung plasti

    EVALUASI DIRI TOTAL QUALITY MANAGEMENT DI PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNPAR: IMPLEMENTASI ISO 9000:2008

    Get PDF
    Keasadaran akan pentingnya pendidikan di Indonesia semakin tinggi. Masyarakat berlomba-lomba untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Perguruan tinggi sebagai bagian dari jenjang pendidikan di Indonesia juga berlomba-lomba menjaring mahasiswa yang bermutu. Mutu menjadi salah satu faktor kunci bagi institusi pendidikan termasuk perguruan tinggi untuk dapat bertahan dan terus berkembang. Perguruan tinggi harus proaktif dalam meningkatkan mutunya tidak hanya ditujukan untuk memenuhi aturan-aturan yang ditetapkan pemerintah tetapi harus lebih dari itu yakni memberikan kepuasan kepada konsumennya dalam rangka memenangkan persaingan baik di tingkat nasional maupun tingkat internasional. Penerapan total quality management di perguruan tinggi menjadi sangat penting agar dapat selalu memuaskan konsumennya, salah satunya melalui pengelolaan mutu berdasarkan standar ISO 9000

    PERANGKAT LUNAK UJI PERFORMANSI DAN KAPASITAS SITUS WEB TEROTOMASI MULTI AGEN

    Get PDF
    Salah satu rangkaian penting dalam pengembangan perangkat lunak adalah fase uji coba. Agarperangkat lunak yang dikembangkan berkualitas dan handal, maka selain uji fungsional danterintegrasi, diperlukan juga uji performa dan kapasitas. Pada penelitian ini dikembangkan perangkatlunak yang dapat digunakan untuk menguji performa dan kapasitas perangkat lunak berbasis web(situs web). Protokol yang disupport adalah HTTP dan HTTPS dengan operasi GET. Untukmemenuhi kriteria kapasitas koneksi digunakan pendekatan multi agen terdistribusi dengan teknologimulti threading. Agar koordinasi antar agen dapat sinergi, maka dilakukan proses otomasi kontrol danmonitoring. Output yang dapat dihasilkan oleh perangkat lunak ini berupa: halaman web uji, performa(waktu) dan kapasitas (koneksi). Perangkat lunak ini diimplementasikan dengan bahasa Java denganteknologi J2SE sehingga dapat berjalan lintas platform (sistem operasi). Dari hasil pengujian,banyaknya agen uji yang dapat diemulasi tergantung pada prosesor, memori dan kartu jaringan.Kata kunci: perangkat lunak uji, kapasitas, performansi, multi age

    PEMBUATAN BIR JAHE EMPRIT

    Get PDF
    Bir jahe merupakan minuman beralkohol berbahan dasar jahe yang masihbelum meluas di masyarakat. Hal ini kemungkinan disebabkan belum adanyabelum ada data-data yang jelas dan definitif atas pengaruh kadar sukrosa dankadar jahe terhadap kualitas bir jahe. Walaupun begitu bir sendiri merupakanminuman yang cukup digemari di Indonesia, sehingga tidak menutupkemungkinan bahwa bir jahe akan disukai di kalangan masyarakat. Tujuan daripenelitian ini adalah mempelajari pengaruh kadar gula dan kadar jahe yangdigunakan terhadap rasa dan perolehan kadar alkohol bir. Manfaat dari penelitianini adalah dapat diketahuinya kadar sukrosa dan kadar jahe yang dapatmenghasilkan kualitas bir jahe terbaik, selain itu dapat pula mengembangkanminat untuk menggunakan produk yang berasal dari rempah-rempah Indonesia.Pada percobaan kali ini akan digunakan jahe emprit sebagai bahan baku dan yeastSaccharomyces cerevisiae sebagai bakteri dalam proses fermentasi.Metode penelitian yang dilakukan terdiri dari dua kegiatan yaitu preparasidan percobaan utama, yang terlebih dahulu diawali dengan persiapan alat danbahan. Pada tahap preparasi dilakukan pembuatan air jahe, setelah itu dilakukanpercobaan utama yaitu pembuatan bir jahe dengan proses fermentasi, setelahproses fermentasi berlangsung selama 2 minggu lalu dilakukan proses karbonasiyaitu penambahan gas CO2 ke dalam bir jahe. Variasi yang dilakukan padapercobaan ini adalah variasi kadar sukrosa dan kadar jahe. Variasi kadar sukrosaterbagi menjadi 3 yaitu 10% b/v, 20% b/v, 30% b/v sukrosa. Sedangkan untukkadar jahe terbagi menjadi 4 yaitu 12,5%; 25%; 50%; 100%. Bir jahe yang telahdibuat kemudian diuji untuk mengetahui pH, kandungan alkohol, kadar glukosadan sukrosa serta kadar CO2nya.Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar alkohol tertinggi terdapat padasampel ke-12 dengan variasi kadar gula 30% b/v dan kadar jahe 100 % yaitusebesar 5,56%. Semakin tinggi kadar gula dan jahenya maka semakin tinggikadar alkohol yang didapatkan. Selain itu semakin tinggi kadar jahe semakinpedas dan pahit rasa bir jahe tersebut

    EKSTRAKSI ANTIOKSIDAN DARI KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.)

    Get PDF
    Pemanfaatan limbah kulit buah manggis (Garcinia Mangostana L) hingga saat ini masih terbataspada penyamakan kulit, pewarnaan tekstil dan obat tradisional. Namun, kulit buah manggis jugasebenarnya kaya sekali akan senyawa antioksidan yang sangat bermanfaat bagi kesehatanmanusia dan potensi ini belum dimanfaatkan secara luas. Oleh karena itu proses ekstraksiantioksidan dari kulit buah manggis perlu dikaji lebih lanjut. Tujuan penelitian adalah mengetahuipengaruh jenis pelarut, temperatur dan rasio umpan terhadap pelarut (F:S) dalam proses ekstraksiantioksidan yang terdapat pada kulit buah manggis terhadap aktivitas antioksidan. Jenis pelarutyang digunakan antara lain metanol, methanol-air (9:1) dan air. Sedangkan temperaturdivariasikan dari temperatur kamar, 35oC, dan 45oC serta variasi rasio F:S yang dipilih adalah1:7, 1:10, 1:15. Kulit buah manggis dikecilkan ukurannya dan kadar airnya dikurangi hingga ± 8-10%. Setelah itu dilakukan penelitian pendahuluan untuk penentuan waktu proses ekstraksi yangdianggap dapat mewakili lamanya waktu ekstraksi pada penelitian utama. Proses ekstraksipenelitian pendahuluan dilakukan pada temperatur kamar dengan pelarut air dan rasio F:S = 1:7.Karakteristik senyawa antioksidan yang terdapat pada ekstrak diuji lebih lanjut menggunakan ujifitokimia, FTIR, dan GC-MS. Di samping itu aktivitas antioksidan dianalisis menggunakan metoderadikal bebas stabil DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) yang ditunjukkan oleh nilai EC50(konsentrasi antioksidan yang mampu memberikan peredaman radikal bebas sampai 50%).Variabel proses hasil penelitian yang terbaik adalah ekstraksi antioksidan dengan pelarut metanol,temperatur 35oC dan rasio F:S=1:15, dengan nilai rendemen dan EC50 berturut-turut sebesar17,91% dan 8,667. Rancangan faktorial 3 faktor menunjukkan hanya jenis pelarut dan temperaturekstraksi yang berpengaruh terhadap nilai EC50. Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak kulitbuah manggis positif terhadap uji flavonoid dan polifenol, sedangkan hasil uji FTIR menunjukkanadanya gugus C=C, O-H, C-O dan cincin aromatik. Hasil uji GC-MS menunjukkan adanyasenyawa asam heksadekanoat, asam oleat dan katekin pada ekstrak kulit buah manggis. Senyawaxanthone yang merupakan antioksidan terbesar yang terdapat di kulit buah manggis tidakterdeteksi yang kemungkinan besar disebabkan karena bentuknya yang masih berupa senyawakompleks glikosida dan belum terhidrolisis.Kata kunci : kulit buah manggis, ekstraksi, antioksidan, DPPH, FTIR, GC-MS, fitokimi

    261

    full texts

    269

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Research Report - Engineering Science
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇