269 research outputs found
Sort by
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI INVENTORI LABORATORIUM DI JURUSAN TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
Penelitian ini bertujuan untuk membentuk suatu sistem baku di Jurusan Teknik Industri Universitas Katolik Parahyangan pada bagian inventaris laboratorium sehingga inventaris peralatan untuk setiap laboratorium dapat diatur dan dikelola dengan baik. Penelitian akan difokuskan pada bagian sistem informasi inventori laboratorium karena terjadi beberapa gejala masalah pada pelaksanaannya. Pengembangan sistem informasi untuk inventori laboratorium ini dilakukan dengan System Development Life Cycle yang telah dimodifikasi dengan nama Information Engineering. Dengan menggunakan metodologi tersebut, diharapkan inventori laboratorium dikelola menggunakan suatu sistem baku yang dapat selalu diawasi dan memberikan hasil yang optimal. Pada akhirnya, untuk membantu kelancaran sistem tersebut, maka diperlukan suatu perangkat lunak khusus yang memiliki fungsi untuk mengatur kegiatan tersebut dan memberikan hasil yang optimal
Studi Hidrogenasi Minyak Biji Kapok dengan Katalis Pd/C untuk Bahan Baku Biodiesel
Bahan bakar yang saat ini sangat banyak digunakan sebagai sumber energi adalahbahan bakar minyak (BBM). BBM merupakan sumber daya tak terbaharui karena prosespembentukannya yang memakan waktu yang sangat lama. Untuk mengantisipasi terjadinyakrisis bahan bakar, perlu dikembangkan bahan bakar berbasis sumber daya yang dapatdiperbaharui, salah satunya adalah biodiesel. Bahan baku biodiesel yang potensial untukdikembangkan di Indonesia adalah minyak biji kapok (Ceiba pentandra). Namun biodieselyang berasal dari biji kapok ternyata bereaksi positif pada Uji Halphen, karena masihmengandung gugus siklopropenoid. Gugus siklopropenoid bersifat reaktif sehingga membuatbiodiesel menjadi kental (viscous) dan menimbulkan deposit yang menyebabkanpenyumbatan pada nozzle mesin/motor diesel.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi proses hidrogenasi yang cocokuntuk mengkonversi gugus siklopropenoid dalam minyak biji kapok. Penelitian dilakukandengan proses hidrogenasi perpindahan minyak biji kapok menggunakan larutan kaliumformat sebagai pendonor hidrogen. Katalis 5% palladium dengan penyangga karbon dibuatdan digunakan untuk mempercepat dan mendukung terjadinya proses hidrogenasi.Temperatur hidrogenasi dilakukan pada temperatur rendah agar reaksi polimerisasi gugussiklopropenoid tidak terjadi. Jumlah katalis Pd/C ditentukan agar proses hidrogenasi terjadidengan efisien, mengingat harga Palladium yang tinggi. Metode titrasi menggunakan reagenDurbetaki dilakukan untuk mengetahui konsentrasi gugus siklopropenoid sebelum dansetelah proses hidrogenasi.Proses hidrogenasi perpindahan dengan menggunakan larutan kalium format(KCOOH) 10M sebagai sumber hidrogen dapat mengkonversi gugus siklopropenoid yangterkandung dalam minyak kapok. Semakin lama proses hidrogenasi dilakukan, maka semakinbanyak gugus siklopropenoid yang terkonversi. Namun, minyak kapok memiliki suatubatasan dimana minyak tersebut akan berubah strukturnya akibat terjadinya reaksipolimerisasi. Dalam rentang percobaan yang telah dilakukan, proses hidrogenasi lebih baikdilakukan pada temperatur 55oC
PENDAMPINGAN PARTISIPASI PENGHUNI DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN DAN BANGUNAN RUMAH SUSUN SEDERHANA Lokasi Rumah Rumah Susun Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng Jakarta Barat
Pengadaan bangunan rumah susun di kota-kota besar di Indonesia adalah salah satu upaya yang didorong oleh pemerintah untuk memenuhi penyediaan rumah, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Keberadaan rumah susun tersebut juga diharapkan dapat membantu masyarakat meningkatkan kualitas hidupnya dan kualitas fisik tempat tinggalnya.Di sisi lain, arah perkembangan lingkungan perumahan tersebut terlihat kurang berhasil. Kondisi tampilan fisik lingkungan pasca penghunian cenderung tidak teratur, tidak tertib bahkan semrawut.Situasi lingkungan diperparah oleh sikap hidup para penghuni, yang terlihat dari perilaku tidak perduli dengan kondisi yang ada. Cara penghuni tidak sesuai dengan pola yang seharusnya dijalankan di hunian vertikal.Bahkan aturan yang ditetapkan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku tidak diindahkan oleh para penghuni sehingga kondisi fisik lingkungan dan bangunan tidak terawat dengan baik.Pengelola yang seyogyanya berkewajiban mengurus berbagai masalah lingkungan dan bangunan justru tidak berfungsi secara optimal.Rumah Susun Cinta Kasih Cengkareng di Jakarta Barat menjadi lokasi bagi pendampingan masyarakat penghuni dalam kegiatan pengabdian masyarakat, dengan tujuan untuk merumuskan suatu model pengelolaan lingkungan dan bangunan berdasarkan konsep partisipatif
KORELASI BENTUK, STRUKTUR DAN KONSTRUKSI PADA BANGUNAN BENTANG BESAR DENGAN STRUKTUR MEMBRAN (Studi Kasus : Convention Center Yayasan Pendidikan Telkom, Bandung)
Perkembangan bentuk arsitektur akan dipengaruhi dan mempengaruhi teknologistruktur-konstruksi serta materialnya. Material membran pratarik merupakan teknologimaterial tekstil baru yang berpotensi sebagai material struktur bangunan bentang besar.Material ini yang bersifat fleksibel akan mewujudkan bentukan baru dalam arsitektur.Penelitian ini bertujuan mengkaji korelasi-kausal antara variabel bentuk (arsitektural),struktur dan konstruksi.Convention Center Yayasan Pendidikan Telkom merupakan bangunan bentang besarpermanen pertama di kota Bandung yang dirancang dengan menggunakan strukturmembran. Bangunan ini dianggap sebagai objek penelitian yang tepat guna untukmencari korelasi antar variabel.Penelitian ini mengkaji terlebih dahulu perancangan bentuk, struktur dan konstruksimelalui observasi, lalu mengkaji hubungannya. Penelitian ini memperlihatkan bahwahubungan antara bentuk, struktur dan konstruksi yang saling mempengaruhi.Perancangan bentuk arsitektural untuk bangunan bentang besar dengan strukturmembran akan sangat dipengaruhi oleh struktur membran dan konstruksinya. Olehsebab itu perancang/arsitek harus memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenaistruktur membran dan konstruksinya ketika proses merancang bentuk arsitekturalnya.Hal ini bermanfaat untuk mengembangkan keilmuan mengenai struktur bentang besarmembran.Kata kunci: struktur bangunan bentang besar, membran
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH SERAT BAMBU TERHADAP SIFAT-SIFAT MEKANIS CAMPURAN BETON
Keunggulan beton sebagai bahan konstruksi adalah memiliki kekuatan tekan yang tinggi. Namun beton juga memiliki kekurangan terutama dalam kuat tarik dan daktilitas. Salah satu usaha memperbaiki sifat-sifat material beton adalah penambahan serat yang diharapkan dapat meningkatkan kuat tarik dan daktilitas material beton. Dalam kajian ini, serat yang digunakan sebagai bahan campuran adalah serat bambu apus. Bambu sudah sejak lama digunakan sebagai bahan konstruksi, terutama di negara-negara berkembang. Keunggulan bambu sebagai bahan konstruksi adalah memiliki kekuatan tarik yang cukup tinggi namun ringan serta cepat dan mudah dalam pengerjaan. Selain itu, bambu juga merupakan material alam yang dapat tumbuh relatif cepat daripada kayu. Dalam kajian ini, dilakukan penelitian terhadap karekteristik campuran beton dengan serat bambu. Karakteristik yang dievaluasi khususnya adalah besaran-besaran mekanis yang diperoleh melalui pengujian kuat tekan, kuat tarik belah dan kuat lentur. Selain besaran-besaran mekanis tersebut, pengaruh penambahan serat bambu terhadap daktilitas dan hubungan konstitutif material beton juga akan dievaluasi. Untuk memperoleh hasil yang komprehensif, proporsi serat bambu dalam campuran divariasikan menjadi empat jenis yaitu 0%, 0.5%, 0.75%, dan 1.0%. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa penambahan serat bambu pada campuran beton meningkatkan kekuatan geser dan nilai modulus of rupture, fr, dari hasil uji kuat tarik lentur. Selain itu, penambahan serat bambu dalam proporsi tertentu (0.75%) dapat meningkatkan daktilitas yang ditunjukkan oleh perbandingan nilai regangan ultimit, εcu, terhadap regangan puncak, ε0.Kata kunci: beton berserat bambu, kuat tarik, kuat geser, kuat tekan, daktilitas
SIMULASI LUAPAN LUMPUR DI TITIK 42 TANGGUL PENAHAN LUMPUR SIDOARJO
Kejadian Lumpur Sidoarjo atau LUSI yang terjadi sejak tahun 2006 di Porong, Sidoarjo merupakan salah satu fenomena geologi dan geoteknik yang menarik untuk diteliti. Material lumpur memiliki karakteristik unik yaitu merupakan material Non-Newtonian dan mengikuti model reologi Bingham. Aplikasi model ini ditandai dengan adanya yield stress dan viskositas. Lumpur dengan material utama berupa lempung ini memiliki kadar air di atas batas cairnya. Oleh karena itu, nilai yield stress dapat mencapai 2 kPa. Di dalam makalah ini, dibahas penentuan parameter reologi LUSI dengan menggunakan uji laboratorium yaitu Moving Ball Test selain indeks properti lumpur seperti batas-batas Atterberg, kadar air, berat jenis, dan analisis saringan. Sebanyak tiga buah sampel lumpur diambil di lokasi untuk diuji. Dasar teori yang digunakan pada uji tersebut adalah kesetimbangan bola dengan persamaan Navier-Stokes. Kurva yang diperoleh berupa hubungan antara shear stress dan shear strain rate. Dari kurva tersebut dapat diturunkan parameter reologi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai yield stress LUSI berada dalam rentang 145 -450 Pa dan viskositas berada dalam rentang 0.05 –0.13 kPa-s. Simulasi numerik dengan menggunakan program Flo2d dilakukan dengan mengasumsikan terjadi keruntuhan tanggul penahan lumpur pada titik tertentu di sisi Barat Jalan Raya Porong Sidoarjo. Hasil simulasi menunjukkan bahwa luas sebaran dan ketebalan deposisi lumpur sangat dipengaruhi oleh parameter reologi. Oleh karena itu, dapat dikembangkan peta resiko bencana yang tergantung pada parameter reologi.Kata-kata kunci: Bingham, lumpur Sidoarjo, viskositas, yield stres
DINDING GESER PAPAN KAYU TAHAN GEMPA
Di Indonesia kebutuhan perumahan sangat besar, rumah kayu menjadi salah satu solusinya.Teknologi tepat guna dalam pembangunan perumahan khususnya rumah kayu kurangditerapkan dalam upaya pengurangan risiko bencana gempa. Dinding geser merupakanelemen struktural bagian dari komponen rumah yang sangat efektif dalam menahan bebanhorisontal gempa maupun angin. Sampai saat ini penelitian tentang dinding geser kayuumumnya dengan lapisan penutup dinding dari panel gipsum atau plywood. Berbeda denganpenelitian-penelitian yang ada, dinding geser dalam penelitian ini terbuat dari rangka balokkayu dan papan-papan pelapis dari kayu dengan alat penghubung paku yang secara teknismudah dikerjakan. Kayu yang digunakan adalah kayu lokal dan cepat tumbuh, seperti sengondan albasia.Penelitian ini meliputi uji eksperimental elemen struktural dinding geser dengan 3 variasidinding geser penuh tanpa bukaan. Tiga macam lapisan penutup digunakan dalam penelitianini yaitu dengan plywood (PBR-SW) dengan rangka berbresing tulangan baja, papan-papankayu (WP-SW) dan papan kayu laminasi-paku silang (CNLT-SW). Kurva histeresis benda ujiPBR-SW dan WP-SW cenderung cocok dengan Degrading Tri-linear Model, sedangkanpada benda uji CNLT-SW lebih menyerupai Stewart Model. Kurva histeresis berdasarkanhasil uji eksperimental elemen dinding geser yang mewakili model dinding geser dapatdigunakan dalam simulasi numerik dengan komputer.Envelope histeresis dari ke 3 macam jenis dinding geser menunjukkan kurva tri-linierterendah adalah pada dinding geser dengan penutup papan kayu, sedangkan tertinggi adalahdengan dinding geser yang menggunakan dinding penutup plywood
BUDAYA TEKTONIK TAMKESI TIMOR TENGAH, NUSA TENGGARA TIMUR
Dalam dunia arsitektur Indonesia, budaya tektonik belum banyak ditelaah. Kata arsitektur berasal dari kata archi (master atau chief) dan tekton (kata benda), yang berarti tukang kayu (carpenter) atau builder. Sebagai koresponden kata benda tekton adalah kata kerja tektainomai yang mengacu pada the craft of carpentry and the use of axe (Frampton, Kenneth). Dari kata kerja inilah, peran builder berkembang dan muncullah istilah architekton atau master builder. Dengan demikian, kata tektonik terkait tidak hanya pada konstruksi, tetapi juga pada seni: tektonik adalah ‘the art of joining’. Jadi tektonik tidak hanya terkait pada produknya, tetapi juga prosesnya.Oleh karena itu, pada kesempatan ini, penelitian akan terfokus pada proses pembangunan sonaf (istana) kaisar di desa adat Tamkesi yang akan dibangun pada tahun ini. Kejadian ini mungkin hanya terjadi dalam 50 tahun sekali. Desa ini dipilih karena desa ini masih cukup jauh dari pasar terdekat (2 jam memakai mobil). Oleh karena itu, keaslian desa ini masih terjaga. Mereka juga masih mempunyai sistem sosial yang terkait pada sistem pembangunan sonaf tersebut. Di sana, terdapat 2 (dua) suku yang bertanggungjawab untuk membangun sebuah bangunan adat. Dua suku tersebut adalah suku Paisannanu dan Belsikone. Dua suku ini dapat dipandang sebagai tukang atau master builder-nya. Oleh karena itu, penelaahan tektonik sebagai the art of joining dari proses pembangunan istana / sonaf tersebut dipandang tepat.Penelitian ini akan dibagi menjadi tiga bagian: bagian pertama, studi di lapangan yang terdiri dari 2 tahap: dokumentasi proses pembangunan sonaf kaisar di desa Tamkesi dan interview dengan 2 tetua dari suku Paisannanu dan Belsikone yang merupakan 2 suku yang bertugas untuk membangun. Bagian kedua, studi literatur mengenai budaya tektonik, terutama dari buku Kenneth Frampton yang berjudul Studies on Tectonic Culture. Studi literatur ini akan berfungsi sebagai pembanding budaya tektonik yang didapat dari lapangan. Bagian terakhir, analisa dan rumusan budaya tektonik masyarakat Tamkesi.Kata Kunci: budaya tektonik, Tamkesi
STUDI KORELASI TAHANAN UJUNG SONDIR TERHADAP SIFAT TEKNIS TANAH LEMPUNG BANDUNG
Uji Sondir atau Cone Penetrometer Test ( CPT ) dengan kapasitas 2.5 ton merupakan suatu uji lapangan untuk mengetahui tahanan ujung (qc) dan tahanan selimut tanah (fs) sebagai korelasi parameter karakteristik tanah . Berdasarkan pada kemudahan operasional dan hasil ujinya memberikan nilai korelasi yang cukup baik dengan parameter uji laboratorium dari hasil penelitian terdahulu, maka pada penelitian ini akan dilakukan korelasi nilai tahanan ujung sondir dengan karakteristik tanah dari uji laboratorium yaitu parameter kuat geser dan konsolidasi tanah lempung di Indonesia. Korelasi yang dibuat untuk daerah Indonesia mempunyai cakupan yang luas dan memberikan rentang cukup besar sehingga tinjauan penelitian dipersempit untuk tanah lempung daerah Bandung. Lapisan tanah di Bandung didominasi oleh lapisan hasil pelapukan gunung berapi vulkanik dengan jenis tanah yang berbeda yaitu tanah residual dan tanah sedimen. Sesuai teori dari Wesley , tanah residual dan sedimen mempunyai karakteristik yang bebeda yaitu ada atau tidak adanya nilai tekanan prakonsolidasi. Dari Penelitian ini korelasi dilakukan antara nilai tahanan konus ( qc) dengan parameter kuat geser undrained dan nilai OCR ( over consolidated ratio) , nilai qc terhadap indek plastisitas serta nilai koefisien α terhadap nilai qc dan koefisien kemampatan volume. Hasil yang diperoleh memberikan grafik dengan trend yang hampir sama tetapi dengan nilai yang berbeda seperti grafik yang telah dibuat oleh peneliti terdahulu dengan tanah dari luar Indonesia yang mempunyai karakteristik dan pembentukan tanah yang berbeda.Kata Kunci: Tahanan ujung, Tanah Residual, Sedimen, Kuat Geser Tanah Undrained, Prakonsolidas
INDIKASI KEESTETIKAAN LINGKUNGAN PERKOTAAN PADA RUAS KORIDOR JALAN DI TEPIAN SELOKAN MATARAM DAN RUAS KORIDOR JALAN DI KAWASAN NGASEM YOGYAKARTA
Perkara ke-estetika-an lingkungan seringkali menjadi suatu intensi seseorang atausekelompok masyarakat, yang secara umum dianggap sebagai sesuatu ungkapan ekspresikeindahan atas tatanan fisik/spasial dan kultural, sehingga akan menunjukkan eksistensikegiatan dan pola aktivitas lingkungan perkotaan tertentu. Premis mayor ini merupakanlandasan penelitian bertema keestetikaan lingkungan perkotaan yang berbasis kulturalhistoriografis, dengan tujuan memperoleh unsur fisik/spasial dan unsur normatif yangsecara eksistensial maupun arsitektural berpotensi determinatif-indikatif dalam menciptakeestetikaan lingkungan.Lingkungan perkotaan yang di pilih yaitu Koridor Selokan Mataram (SM) KabupatenSleman Yogyakarta dan Koridor Wisata Ngasem (NG) Tamansari Kota Yogyakarta.Kedua lokasi ini merupakan pengembangan tema tipologis dari penelitian sebelumnya diKoridor Jalan Kesambi Kota Cirebon. Kedua koridor perkotaan ini memiliki keterkaitanfungsional masing-masing dan norma simbolik eksistensial atas Karaton NgayogyakartaHadiningrat secara historis dan secara administratif perkotaan berada pada tempat yangberbeda satu sama lain. Koridor SM berada di kawasan Bulaksumur Kampus UGM, Kab.Sleman; sedangkan koridor NG berada di kawasan Jeron Beteng Karaton NgayogyakartaHadiningrat. Saat ini secara fungsional koridor SM pada ruas jalan Pogung-Gejayan inibertumbuh menjadi area kegiatan campuran secara linier, yang tentu akan berdampakpada nilai strategis yang dimilikinya. Sementara pada ruas koridor NG jalan Kauman-Tamansari tetap sebagai fungsi pengendali kesinambungan eksistensi tradisi budaya,walaupun saat ini berkembang menjadi area kepariwisataan. Kondisi kedua lokasi inisecara estetis menjadi unik, oleh karena dalam pertumbuhan dan upaya peningkatankebutuhan masyarakat serta ragam kegiatannya berlangsung melalui proses keselarasanantara nilai-budaya tradisi dan nilai-modernitas kehidupan urban, tetapi tetap dapatmemberikan ekspresi nilai strategis kultural.Metoda kualitatif & kuantitatif serta analisis visual lingkungan, akan didaya-gunakanterhadap tatanan maupun ekspresi rupa ragam elemen fisik/spasial panorama perkotaan(“townscape”) dan disintesis padu-padankan dengan norma kultural strategis, perilakudan pola aktivitas disepanjang kedua koridor. Berbasis metoda tersebut diharapkan dapatmenunjuk berbagai model indikasi positif eksistensi nilai-nilai keestetikaan lingkungan.Praduga yang mengemuka pada observasi awal adalah, bahwa indikasi keestetikaan yangberbasis pada nilai-nilai kultural telah dapat dikelola, sejalan dengan pengendalian citralingkungan kultural strategis atas eksistensi Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat. Olehkarenanya manfaat dari penelitian ini, bisa memberi inspirasi cara pola pikir keestetikaanlingkungan dan memberi alternatif model pertimbangan dalam penyusunan kebijakanpengelolaan estetika lingkungan perkotaan.Penelitian ini dilakukan dalam format multidisiplin keilmuan, yang difokuskan padabidang arsitektur-kota dan bidang seni-rupa lingkungan, melalui proses studi literatur,observasi visual lapangan, pengolahan data, analisis fenomenologis citra kultural kota,diskusi dengan para nara-sumber terkait dan penyimpulan atas praduga awal.Kata kunci : keestetikaan lingkungan, panorama perkotaan, strategis kultural, analisis visual