269 research outputs found
Sort by
Pengembangan Website Formasi Ordo Salib Suci Bandung
Ordo Salib Suci adalah Ordo Kanonik Regulir,ordo yang hidup menurut peraturan atau aturantertentu. Peraturan tersebut didasarkan pada Regula Santo Agustinus dan Konstitusi OrdoSalib Suci.Tantangan Yesus yang mengajak manusia mengikuti-Nya secara total dan radikal masihmenyengat hingga kini. Dalam hal ini OSC menyediakan sarana. Pemuda yang maubergabung sedikitnya harus lulus SMU dan sungguh berhasrat menjadi anggota OSC, sertalulus tes masuk. Jika diterima, selama tahun pertama ia diperkenalkan dengan sejarahmaupun spiritualitas Ordo. Busana lengkap sudah dikenakan pada masa novisiat ini. Sebagainovis pertama ia akan tinggal bersama di Novisiat Mahaslara Andhih Açirwada, tempat yanghening dan inspiratif, namun menantang.Pada kegiatan pengabdian ini, penulis akan merancang dan membuat website untuk mengolahinformasi yang berkaitan dengan formasi OSC. Website ini akan menjadi mediakomunikasi/informasi eksternal , dan bukan sebagai media komunikasi internal Formasi OSCsendiri. Dengan perkataan lain, website ini lebih ditujukan untuk memberikan informasikepada pihak luar tentang Formasi OSC. Diharapkan dengan adanya website ini, masyarakatumum akan lebih mengenal OSC dan khususnya tentang Formasi OSC
TAHAP MONITORING DAN EVALUASI PENGABDIAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN GEREJA KATOLIK SANTO YUSUF KRETEK, PAROKI GANJURAN, DIY
Monitoring dan evaluasi terhadap motivasi, semangat, kekuatan mandiri untuk pemberdayaan dan menumbuhkan sifat kewirausahaan pada masyarakat di lingkungan Gereja Katolik Santo Yusuf Kretek, paroki Ganjuran. Salah satunya dengan membuat tempe yang pro-rakyat miskin. Pada pengabdian kali ini dilakukan pemantauan penggunaan alat dan mesin serta proses pembuatan susu kedelai dan tempe yang baik dan benar. Mendengarkan dan member solusi mengenai kendala-kendala dalam melakukan kiat – kiat analisis usaha susu kedelai dan tempe bagi usaha rumah tangga. Serta mengenalkan kerja sama metode penjualan dan pemasaran produk susu kedelai dan tempe
ANALISIS TEKNIK SEQUENTIAL ELIMINATION BY CONJUNCTIVE CONSTRAINTS DAN TEKNIK SEQUENTIAL ELIMINATION BY LEXICOGRAPHY DALAM METODE PENDUKUNG KEPUTUSAN
Dalam metode pengambilan keputusan untuk masalah semi terstrukturdikenal dua teknik yang menggunakan proses eliminasi secara sekuensial, yaituteknik Sequential Elimination by Conjunctive Constraints dan teknik SequentialElimination by Lexicography. Teknik Sequential Elimination by ConjunctiveConstraints akan mengeliminasi kandidat solusi apabila kandidat tidak memenuhibatas atau konstrain yang telah ditetapkan sebelumnya oleh pengambil keputusan.Teknik Sequential Elimination by Lexicography akan mengeliminasi kandidat solusisesuai skala prioritas yang telah ditetapkan sebelumnya oleh pengambil keputusan.Penelitian bertujuan untuk melakukan analisis terhadap teknik SequentialElimination by Conjunctive Constraints dan teknik Sequential Elimination byLexicography. Kedua teknik ini diuji melalui kasus uji pemilihan sekolah MenengahKejuruan di Bandung, dengan pengambil keputusan para siswa kelas-X SMK di kotaBandung. Sebagai hipotesa, ditetapkan bahwa teknik Sequential Elimination byConjunctive Constraints dan teknik Sequential Elimination by Lexicography optimalbagi kasus uji tersebut. Dengan mengukur kinerja kedua teknik dalam kasus uji,maka hasil pengujian akan diperbandingkan dengan hipotesa
PEMODELAN SUDOKU SEBAGAI BLOCK WORLD PROBLEM
Sudoku adalah sejenis teka-teki logika yang tujuan akhirnya adalah mengisikan angka-angka 1sampai dengan 9 ke dalam suatu kotak berukuran 9×9. Kotak ini memiliki 9 sub-kotak berukuran3 × 3. Syarat teka-teki ini adalah tidak ada angka yang berulang pada setiap baris, kolom,atau sub-kotak. Teka-teki Sudoku termasuk ke dalam permasalahan kombinatorial (NP complete).Solusi untuk teka-teki ini dapat dicari dengan bermacam-macam cara seperti algoritmagenetik [4], heuristik [1], dan sebagainya. Pada penelitian ini, teka-teki Sudoku akan dicobadipecahkan dengan memodelkannya sebagai block-world problem. Pada block-world problem,terdapat sejumlah balok pada meja dengan susunan tertentu. Balok-balok tersebut kemudiandiubah susunannya menjadi susunan balok akhir dengan bantuan dua jenis robot. Hasil daripenelitian ini berupa spesifikasi formal dari model Sudoku sebagai block-world problem yangditulis dalam notasi Temporal Logic of Actions (TLA)
Uji Eksperimental Kuat Lentur Balok dan Pelat Beton Bertulang dengan Agregat Kasar dan Halus Beton Daur Ulang
In this experimental study, recycled concrete was used on cylinder specimens, the reinforcedconcrete beams, and the reinforced concrete slabs. Recycled concrete made of waste material fromlaboratory experiment is used for fine and coarse aggregates in this experiment. Cylinder specimens,beams, and slabs were used to determine the mechanical properties such as compressive strength,shear strength, split tensile strength, and flexural strength. Two mix designs with fc’ = 25 MPa andFc’ = 20 MPa were used in this study.Three different persentage variations of recycled concrete aggregates were used in mixdesign with \u27 c f = 20 MPa. Firstly, it consists of 100% recycled coarse aggregates (RCA) and 0%recycle fine aggregates (RFA). Secondly, it consists of 80% RCA and 20% RFA, and thirdly, it consistsof 60% RCA and 40% RFA. Nine reinforced concrete slabs with three variations of mix design weretested. The test results showed that the mechanical properties such as compressive strength, splittensile strength, shear strength, and flexural strength decreased when using more RFA. The flexuralstrength of reinforced concrete slab showed that the yield and ultimate moment are close to eachother, but ductility decreased when the RFA increased.Three different persentage variations of coarse recycled concrete aggregates (RCA) wereused in mix design with \u27 c f = 25 MPa, which are 0%, 50%, and 100% of RCA. The test results showedthe characteristics of compressive strength values are: fc’=28.7 MPa and fc’=28.4 MPa for each ofthe mixtures of 50% and 100% RCA. The split tensile strength values are: fct= 2.38 MPa, fct= 2.78MPa, and fct= 2.81 MPa for 0%, 50% and 100% RCA. While the shear strength are: Fv= 5,55 MPa, fv=4,28 MPa, and fv= 3.86 MPa for 0%, 50%, and 100% RCA.Keywords: recycled coarse aggregates, recycled fine aggregates, compressive strength, split tensilestrength, shear strength, flexural strength, ductility
EKSTRAKSI, ISOLASI, DAN UJI KEAKTIFAN SENYAWA AKTIF BUAH MAHKOTA DEWA (PHALERIA MACROCARPA) SEBAGAI PENGAWET MAKANAN ALAMI
Indonesia yang sangat kaya dengan keanekaragaman hayati merupakan sumber dan penghasil tanaman rempah-rempah terbesar di dunia, yang berpotensi untuk diolah lalu dimanfaatkan sebagai bahan pangan, kosmetika, dan obat-obatan. Salah satu tanaman asli Indonesia yang memiliki banyak potensi adalah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa), karena dapat dimanfaatkan sebagai zat pewarna alami (merah keunguan), pengawet makanan alami karena memiliki kemampuan antioksidan dan antimikroba (Hendra et al., 2011; Winarni et al., 2012), suplemen makanan karena kandungan antioksidan yang tinggi (Hendra et al., 2011), obat-obatan karena menunjukkan efek anti kanker [Hendig & Ermin, 2009; Maurya et al., 2011], dan bahan kosmetika karena kandungan antioksidan dan efek antimikroba yang dimiliki.Tujuan penelitian untuk mengkaji secara mendalam komponen bioaktif serta potensi mahkota dewa sebagai pengawet makanan alami, disertai dengan kajian-kajian teknis dan optimasi dari mekanisme ekstraksi (khususnya terkait dengan kombinasi perlakuan pelarut dan perlakuan awal bahan), serta penentuan prosedur operasi baku (standard operating procedure) dalam pengeringan, pengecilan ukuran dan perlakuan mekanik bahan baku untuk dapat diaplikasikan dalam industri kecil-menengah. Metode penelitian dengan menggunakan teknik ekstraksi batch dengan variasi temperatur operasi dan variasi rasio umpan terhadap pelarut metanol. Analisis fitokimia dilakukan terhadap ekstrak dan dilengkapi dengan uji antioksidan dengan metode inhibisi radikal bebas DPPH (1, 1-diphenyl-2-picrylhydrazyl).Kesimpulan metode tray drier dan kering angin menghasilkan ekstrak dengan komponen bioaktif terlengkap. Metode pengeringan dengan matahari kehilangan senyawa alkaloid selama pengeringan sedangkan bahan beli selain kehilangan senyawa alkaloid, juga kehilangan senyawa saponin. Proses pengeringan buah mahkota dewa dengan tray drier mampu memberikan aktivitas antioksidan ekstrak tertinggi dengan nilai DPPH ekuivalen sebessar 0,200 μmol DPPH/mg padatan kering. Metode pengeringan lain seperti pengeringan dengan matahari dan kering angin serta pembanding bahan beli dari pasar tradisional menghasilkan nilai DPPH ekuivalen secara berurutan sebesar 0,037, 0,117 dan 0,117 μmol DPPH/mg padatan kering. Tititk maksimum dari penelitian ini tercapai pada T=50 ºC dan rasio F:S= 1:50 (g/mL) dengan perolehan oleoresin maksimum sebesar adalah 0,3034 g oleoresin/g padatan kering dan aktivitas antioksidan maksimum sebesar 0,2925 μmol DPPH/g padatan kering
EMPLOYEE ENGAGEMENT INDEX UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
Employee Engagement adalah bagian yang tidak dapat dilepaskan dari organisasi untuk dapat terciptanya kinerja organisasi secara optimal. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa tingkat engagement karyawan yang tinggi akan memberikan berbagai keuntungan pada perusahaan tempatmereka bekerja, antara lain peningkatan profit, peningkatan pendapatan operasional, serta lebih banyaknya karyawan yang berkinerja baik dibandingkan perusahaan‐perusahaan lain yang memiliki tingkat engagement lebih rendah. Usaha peningkatan level engagement sangat penting pada semua jenis organisasi termasuk organisasi/institusi pendidikan, khususnya pada Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). Sebelum mengetahui usaha apa saja yang dapat dilakukan untuk peningkatanlevel engagement, suatu organisasi perlu terlebih dahulu mengukur tingkat engagement saat ini. Pengukuran employee engagement di Unpar dilakukan melalui pengukuran terhadap 6 faktor yang mempengaruhi employee engagement atau disebut juga sebagai Six Driver Groups, yaitu Job Design, Organizational Health, Managerial Excellence, Extrinsic Rewards, Workplace Readiness, dan Other. Kuesioner yang berisikan 54 item pertanyaan dibagikan ke 511 responden dengan tingkat pengembalian kuesioner dengan jawaban lengkap hanya 45%. Dari hasil pengolahan menggunakan Structural EquationModel, diperoleh employee engagement di Unpar adalah sebesar 75,25 (skala 100). Unit kerja dengan employee engagement tertinggi adalah Unit PPB (85,75). Untuk profesi dosen, dosen 12 jam memiliki employee engagement tertinggi (82,57). Untuk masa kerja, masa kerja 6‐10 tahun memiliki employee engagement tertinggi (79,26). Golongan yang memiliki employee engagement tertinggi adalah golonganIV (79,85)
KONSEP GAGASAN ADAPTASI KOTA SABANG SEBAGAI LINGKUNGAN BINAAN
Sejarah perkembangan kota di Indonesia, biasanya diawali oleh kota-kota kerajaan, kota pedalaman yang agraris, atau kota-kota pantai. Peran dan fungsi kota-kota awal tersebut menarik suku lain untuk tinggal sementara maupun menetap. Dari kondisi inilah kota berikut lingkungannya berkembang, termasuk di dalamnya pola ruang kota sebagai wujud budaya material masyarakat pendukungnya. Dalam satu hal, kotasama seperti manusia, dimana setiap aspek membentuk jati diri suatu kota. Maka bagaimana sebuah kota tetap memiliki identitas yang sama apabila ia terus menerus berada dalam suatu perubahan? Pada dasarnyapembangunan seharusnya dapat melestarikan warisan budaya bangsa, oleh karena itu diperlukan usaha untuk menggali patokan-patokan pembangunan fisik masa lalu untuk dapat digunakan sebagai pengembangan kebudayaan selanjutnya. Selama ini, Sabang hanya dikaji secara ekonomi dan geografis sebagai pintu masuk via perairan laut wilayah Kesultanan Aceh. Pada tahun 1970 pelabuhan Sabang menjadi salah satu pelabuhan terpenting di Indonesia, walaupun akhirnya ditutup pada tahun 1986. Pertanyaan yang kemudian timbul adalah dengan peran sebagai pintu masuk kesultanan Aceh, apa sebenarnya identitas kultural kota Sabang. Sehingga untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai pola perkembangan kota Sabang, maka penelitian ini kemudian dilakukan. Metoda penelitian terdiri atas dua kajian yang saling isi yaitu diakronik melaui historical reading, dan sinkronik melalui tissue analysis.Kata kunci: identitas kultural, warisanbudaya, morfologi, ruang kota, perubahan kultural
EKSTRAKSI OLEORESIN JAHE
Minyak atsiri merupakan produk olahan hasil distilasi rimpang jahe yang telah banyak dimanfaatkan sebagai bahan aditif parfum, antiseptik, obat – obatan, dan kosmetik. Selama ini ampas jahe sisa distilasi tidak diolah lebih lanjut dan langsung dibuang ke lingkungan sebagai limbah. Oleh karena itu pada penelitian ini ampas jahe di diolah sehingga diperoleh oleoresin yang memiliki nilai jual tinggi dengan ekstraksi padat – cair. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh perlakuan awal ampas jahe dan pengaruh rasio massa ampas jahe dengan pelarut etanol (F : S) dalam proses ekstraksi padat-cair terhadap yield oleoresin serta mempelajari apakah ada interaksi antara perlakuan awal ampas jahe dan rasio massa ampas jahe dengan pelarut etanol.Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode ekstraksi padat – cair (leahing) antara ampas jahe sisa distilasi menggunakan pelarut etanol 95 % yang dikontakkan secara perkolasi. Metode penelitian yang dilakukan dibagi dalam beberapa tahap yaitu perlakuan awal, penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Pada perlakuan awal dilakukan pembuatan bubuk jahe dan ampas jahe sisa distilasi. Pada penelitian pendahuluan dilakukan penentuan kadar oleoresin total dalam ampas jahe kering dengan ekstraksi soxhlet dan penentuan waktu kesetimbangan ekstraksi. Sedangkan pada penelitian utama dihitung yield oleoresin pada berbagai variasi perlakuan awal ampas jahe (dioven, dijemur matahari dan tanpa perlakuan) serta variasi rasio massa ampas jahe dengan pelarut etanol (F : S) sebesar 1 : 4, 1 : 6, 1 : 8, dan 1 : 10. Pada penelitian ini dilakukan analisis indeks bias, analisis kadar air, analisis tingkat kepedasan atau SHU (scoville heat unit) serta analisis ekonomi dan kelayakan usaha.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kandungan oleoresin total dalam ampas jahe adalah 31,06% dan waktu kesetimbangan ekstraksi adalah 130 menit. Perlakuan awal ampas jahe dan F : S berpengaruh terhadap yield oleoresin serta terdapat interaksi antara kedua variasi tersebut. Yield oleoresin terbesar (39,33%-berat) diperoleh dari variasi ampas jahe tanpa perlakuan dan F : S sebesar 1 : 10 yang memberikan nilai kepedasan scoville heat unit sebesar 150.000. Namun kualitas oleoresin terbaik (nilai kepedasan SHU tertinggi = 200.000) diperoleh pada yield terendah (18,86%), yaitu pada F : S = 1 : 4 dan perlakuan awal ampas jahe yang dioven. Jadi semakin tinggi yield oleoresin maka kualitas kepedasan yang dihasilkan semakin rendah
ADAPTASI ARSITEKTURAL GEDUNG DE DRIE KLEUR UNTUK BANK BTPN BANDUNG
Gedung De Drie Kleur (Tiga Warna) adalah salah satu bangunan cagar budaya peninggalan kolonial Belanda didirikan tahun 1938 berdasarkan rancangan arsitek AF. Aalbers, bergaya modern “Nieuwe Bouwen”. Selubung bangunan berbentuk bidang-bidang horizontal lurus-lengkung adaptif terhadap bentuk-posisi tapaknya membuat bangunannya sebagai tengeran. Di awal tahun 2011 masih tampak modern dan kokoh, mewadahi fungsi sebuah bank nasional.Tampilan masa kini tersebut dituntut oleh bank BTPN yang diwadahinya, dan tetap mengacu sebagai Bangunan Cagar Budaya. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan arsitektur yang menggunakan Bentuk-fungsi-makna sebagai elemen arsitekturnya. Permasalahannya adalah: (1) Bagaimana cara membaca Bentuk-fungsi-makna sebagai elemen arsitektur? (2) Elemen-elemen Arsitektur apa saja pada gedung De Drie Kleur yang perlu dilestarikan? (3) Bagaimana tindakan pelestarian (adaptasi) yang telah dilakukan pada gedung De Drie Kleur terhadap kebertahanan Nilai-nilai Kulturalnya, dan bagaimana sebaiknya?Tujuan penelitian ini adalah membuat deskripsi Bentuk-fungsi-makna sebagai elemen arsitektur dan Elemen-elemen Arsitektur gedung De Drie Kleur yang perlu dilestarikan, serta evaluasi tindakan pelestarian gedung Drie Kleur, apakah sudah tepat atau perlu diperbaiki. Penelitian ini pada dasarnya ialah membaca realitas arsitektur berupa Gedung De Drie Kleur Bandung yang dilestarikan. Untuk maksud itu dipilih pendekatan paham Strukturalis, yang ‘membaca’ sistem utama arsitektur objek studi dan memahaminya. Berdasarkan teori Capon, arsitektur merupakan struktur dari elemen-elemennya, yaitu Bentuk-fungsi-makna. Bentuk mengacu kepada keberadaan fisik, fungsi kepada kinerja bangunan dan makna pada pesan/arti keberadaannya. Bentuk-fungsi-makna ini merupakan elemen-elemen arsitektur objek studi yang perlu dipahami untuk dilestarikan.Pelestarian dipahami sebagai upaya mempertahankan dan melindungi suatu tempat (bangunan/lingkungan) bersejarah yang masih ada agar nilai-nilai kulturalnya bertahan. Tujuannya untuk memahami masa lalu, memperkaya masa kini, agar bermanfaat bagi perkembangan kota dan generasi masa datang. Pelaksanaannya dengan cara perawatan, disertai tindakan (treatment) pelestarian yang sesuai keadaan, seperti: preservasi, restorasi, rehabilitasi, adaptasi, atau kombinasi beberapa tindakan sekaligus.Metode Penelitian ini ialah kualitatif dengan unit sampel aspek bentuk, fungsi dan makna arsitektur. Analisa Data secara deskriptif, meliputi reduksi data, katagorisasi dan sintesisasi.Tindakan pelestarian Adaptasi yang dilakukan pada gedung De Driekleur pada bidang selubung bangunan, penambahan partisi ruang dalam, perubahan lantai, penambahan elemen aksen berupa kanopi entrance masih dapat dibenarkan, demi keberlangsungan fungsi bank BTPN yang diwadahinya. Penambahan elemen-elemen di atas perlu dapat dikembalikan ke bentuk semula jika dikehendaki, demi menghargai keutuhan dan keaslian bangunan Cagar Budaya.Makna selubung bangunan sebagai bangunan modern perlu dipertahankan, yaitu bentuk yang sederhana tanpa ornamen seperti aslinya. Warna dapat saja berubah asalkan tetap menampilkan makna modern.Kata Kunci: Nieuwe Bouwen, Cagar Budaya, pelestarian, adaptasi, kultural