BIMIPA
Not a member yet
159 research outputs found
Sort by
Pelacakan Benda Bergerak Menggunakan Metode Mean-Shift dengan Perubahan Skala dan Orientasi
Pelacakan benda bergerak atau object tracking merupakan suatu proses mengikuti posisi obyek di dalam suatu citra. Algoritma mean-shift adalah salah satu algoritma pelacakan obyek yang sering digunakan dalam proses pelacakan obyek. Algoritma mean-shift merupakan algoritma non-parametric yang efektif dan cepat akan tetapi belum mampu untuk mengikuti sebuah obyek yang mengalami perubahan ukuran dan perubahan orientasi. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan metode mean-shift klasik yang mampu menangani pelacakan obyek yang mengalami perubahan skala dan orientasi. Dengan bobot gambar yang berasal dari target obyek dan target kandidat obyek dapat merepresentasikan kemungkinan wilayah tersebut merupakan target obyek. Pelacakan obyek menggunakan algoritma mean-shift menggunakan momen orde ke nol dan ke satu dari bobot gambar. Dengan momen orde ke nol dan koefisien Bhattacharyya antara target model dengan target kandidat model dapat digunakan untuk menentukan perubahan ukuran dan orientasi obyek target.Hasil pengujian menunjukkan tingkat keberhasilan obyek tracking dari beberapa sample video di dapatkan. Dari hasil pengujian sistem Untuk parameter input dengan increment area 5 hasil yang di dapatkan adalah 61,53% berhasil, 15,38% berhasil sebagian. Dan 23,07% gagal. Sedangkan untu parameter input dengan increment 10 hasil yang di dapatkan adalah 76,92% berhasil, 7,69% berhasil sebagian dan 23,07% gagal. Tingkat keberhasilan dalam mengenali obyek target menjadi meningkat ketika parameter input increment area dinaikkan akan tetapi terjadi penambahan waktu pelacakan. Semakin besar wilayah target obyek yang dilacak maka waktu yang dibutuhkan untuk pelacakan juga semakin bertambah
Sintesis Cu(II)/Silika dengan Metode Sol-Gel Sebagai Antibakteri Terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus
Telah dilakukan sintesis Cu(II)/silika dengan metode sol-gel sebagai material antibakteri terhadap Esherichia coli (E.coli) dan Staphylococcus aureus (S.aureus). Proses sol-gel dilakukan dengan mereaksikan TEOS, H2O, HCl, etilen glikol dan CuCl2 Konsentrasi CuCl2 divariasi 0,25; 0,5; 0,75; 1; dan 1,25 M. Perlakuan pemanasan pada proses sol-gel dilakukan dengan variasi kombinasi microwave dan oven. Proses aging dilakukan selama 24 jam. Cu(II)/silika dikarakterisasi dengan metode Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), difraksi sinar-X (XRD), dan Transmission Electron Microscopy (TEM). Konsentrasi ion Cu(II) yang lepas dari Cu(II)/silika ditentukan dengan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Kandungan Cu pada Cu(II)/silika ditentukan dengan X-Ray Fluoresence (XRF). Porositas Cu(II)/silika ditentukan melalui adsorpsi monolayer gas N2. Uji antibakteri dilakukan dengan menghitung jumlah bakteri yang masih hidup setelah kontak dengan Cu(II)/silika melalui metode plate count.Hasil analisis XRF menunjukkan bahwa konsentrasi CuCl2 0,25 M memberikan kandungan Cu yang optimum dalam Cu(II)/silika sebesar 38,4%. Cu(II)/silika A yang disintesis dengan pemanasan pada oven 150oC selama 3 jam setelah dikeringkan dengan microwave dan melalui proses aging menghasilkan Cu(II)/silika optimum karena menunjukkan konsentrasi ion Cu(II) yang paling sedikit lepas dari Cu(II)/silika setelah dianalisis dengan AAS yaitu sebesar 10,35%. Cu(II)/silika dengan konsentrasi 163 ppm mampu membunuh E.coli dan S.aureus dari konsentrasi 1,5x106 CFU/mL menjadi 0 CFU/mL dengan waktu kontak selama 2 jam, sedangkan silika dengan konsentrasi yang sama tidak menunjukkan efek antibakteri terhadap E.coli maupun S.aureus
Preparasi Film Elektrolit Gel Kitosan-Ki/I2sebagai Elektrolit Redoks pada Dye-Sensitized Solar Cells(DSSC)
Telah dilakukan preparasi film elektrolit gel polimer kitosan-KI/I2 dengan metode solvent casting. Pada tahap awal, dilakukan kajian waktu pembentukan gel dan pengaruh jumlah KI terhadap sifat redoks dan konduktivitas ionik elektrolit gel kitosan. Elektrolit gel kitosan selanjutnya dibuat film disertai penambahan EG dan gliserol sebagai plasticizer. Waktu pembentukan elektrolit gel optimum adalah 6 jam dengan konduktivitas sebesar 1,73 x 10-4 S. Konduktivitas ionik dan puncak arus oksidasi-reduksi meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah garam KI.Kristalinitas kitosan menurun dengan bertambahnya garam KI. Konduktivitas ionik tertinggi diperoleh dari film elektrolit gel kitosan/EG-KI/I2 yaitu sebesar 1,84 x 10-6 S cm-1
Implementasi Metode Fuzzy-Mamdani untuk Menentukan Jenis Ikan Konsumsi Air Tawar Berdasarkan Karakteristik Lahan Budidaya Perikanan
Pemilihan jenis ikan merupakan langkah pertama yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan usaha budidaya perikanan.Proses penentuan jenis ikan ini dapat dilakukan dengan membandingkan antara karakteristik lahan yang akan digunakan dengan persyaratan karakter ikan.Pemilihan jenis ikan yang tidak sesuai dengan karakteristik lahan itu sendiri dapat menghambat proses budidaya dan pada akhirnya dapat menjadi salah satu penyebab kerugian atau kegagalan.Keberadaan suatu aplikasi pemilihan jenis ikan yang terkomputerisasi dalam bidang perikanan dapat membantu petani untuk membuat keputusan melalui perencanaan yang baik sebelum mulai melakukan apapun terhadap lahan mereka. Dengan menggunakan penalaran Logika Fuzzy Mamdani dalam pemrosesan data input dan output dalam pengambilan keputusan untuk pemilihan jenis ikan konsumsi air tawar
Pengembangan Aplikasi Pencarian Rute Terbaik Pada Sistem Operasi Android (Studi Kasus Rute Trans-Jogja)
Layanan Trans-Jogja memiliki banyak rute perjalanan, dimana setiap rutenya akan melewati banyak tempat pemberhentian (shelter). Pengguna Trans-Jogja hanya dikenakan satu kali pembayaran apabila tidak keluar dari shelter meskipun harus berpindah-pindah jalur. Pengguna akan kesulitan menghitung waktu total perjalanan, total jarak ataupun jumlah pergantian bis dikarenakan tidak adanya informasi ataupun jadwal setiap armada yang lengkap pada setiap shelter.Penelitian ini berhasil membangun aplikasi pencarian rute terbaik (berdasarkan jadwal keberangkatan, jarak terdekat dan jumlah pergantian armada) berbasis Google Map pada sistem operasi Android dengan studi kasus Trans-Jogja. Pengguna dalam aplikasi ini akan dapat menentukan node awal pencarian dan node akhir pencarian dengan beberapa cara, yaitu manual menunjuk shelter, otomatis menunjuk shelter awal berdasarkan posisi saat ini, dan menunjuk shelter terdekat dengan Point Of Interest (POI) tertentu. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa waktu yang diperlukan untuk me
Pemanfaatan Basis Data Mobile dan Teknik Sinkronisasi dalam Model Pembelajaran Mobile
Learning Management System (LMS) merupakan media pembelajaran yang memiliki keterbatasan dalam mengaksesnya dan tergantung pada ketersediaan koneksi internet dan perangkat desktop yang. Untuk itu, diperlukan upaya membangun aplikasi yang khusus untuk perangkat mobile sehingga LMS dapat diakses melalui perangkat mobile dan tidak selalu harus terhubung ke internet.Pengembangan aplikasi perangkat mobile yang dapat mengakses LMS pada sisi server dan mereplikasi data dilakukan melalui middleware untuk menyinkronkan data berdasarkan teknik sinkronisasi SyncML. Data yang telah disinkronisasikan disimpan dalam database lokal SQLite yang telah terintegrasi dalam aplikasi. Proses sinkronisasi dan ketersediaan database mobile memungkinkan aplikasi dapat diakses secara online atau offline tanpa harus koneksi ke internet.Hasil pengujian aplikasi pada berbagai perangkat mobile memberikan kesimpulan di mana spesifikasi yang lebih tinggi perangkat mobile yang digunakan, semakin sedikit waktu untuk melakukan sinkronisasi data. Selain itu, kebutuhan untuk sinkronisasi data juga tergantung pada ukuran data di mana semakin besar ukuran data yang akan disinkronisasi, maka semakin lama waktu untuk menyelesaikan proses sinkronisasi data
Pengukuran Kualitas Sistem Pencitraan Radiografi Digital Sinar-X
Suatu sistem radiografi sinar-X digital beserta software "DRImager" untuk pengolah citranya telah dikembangkan di Universitas Gadjah Mada. Software “DRImager” dapat mengolah dan memperbaiki citra radiografi sinar-X yang langsung dihasilkan dari suatu sistem pencitraan radiografi digital. Dalam penelitian ini, beberapa parameter kualitas citra diukur sebelum dan sesudah proses pengolahan dan perbaikan citra, kemudian saling dibandingkan satu sama lain untuk mengetahui perubahan informasi fisis yang mungkin terjadi pada citra.Tiga jenis parameter kualitas citra diukur. Pertama, resolusi spasial yang dijabarkan dalam tiga besaran fisis yaitu Full Width at Half Maximum (FWHM), Contrast Transfer Function (CTF), dan Modulation Transfer Function (MTF). Kedua, derau yang dijabarkan dalam Noise Power Spectrum (NPS), Signal to Noise Ratio (SNR) dan Contrast to Noise Ratio (CNR). Ketiga, atenuasi yang digambarkan sebagai perubahan koefisien atenuasi. Dari penelitian ini, pengolahan citra yang dilakukan oleh "DRImager" mempertahankan resolusi spasial, sedangkan tingkat derau dapat dikurangi sangat signifikan. NPS yang menunjukkan tingkat derau dapat diturunkan sangat signifikan sehingga SNR dan CNR meningkat. Nilai SNR meningkat menjadi 157,52% dan nilai CNR meningkat menjadi 179,58%. Ketiga, koefisien atenuasi sinar-X untuk bahan aluminium, sebelum dan sesudah proses pengolahan dan perbaikan citra relatif dalam kisaran nilai yang sama yaitu 0,11 mm-1. Jadi, penggunaan "DRImager" yang telah dikembangkan mempertahankan informasi fisis yaitu resolusi spasial dan nilai koefisien atenuasi linear, namun menekan derau
Rancang Bangun Sistem Pendukung Keputusan Kelompok untuk Seleksi Proposal Penelitian Hibah Bersaing (Studi Kasus: UPT P2M Politeknik Negeri Malang)
Unit Pelaksana Teknis Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPT P2M) Politeknik Negeri Malang (Polinema) adalah unit yang berfungsi menyelenggarakan Penelitian Hibah Bersaing (PHB) secara mandiri. Tahapan pelaksanaan didalam pengelolaan PHB meliputi selektif administratif dan penilaian proposal oleh tim evaluator yang telah tersertifikasi oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DP2M) Pendikan Tinggi (Dikti). Keterbatasan UPT P2M Polinema adalah belum tersedianya tim evaluator yang diakui oleh Dikti sehingga membutuhkan model evaluasi yang dapat menghilangkan keterbasan waktu, lokasi serta dapat mengkolaborasikan hasil penilaian tim evaluator.Sistem Pendukung Keputusan Kelompok sebagai solusi permasalahan yang dihadapai oleh UPT P2M Polinema dikembangkan menggunakan metode Fuzzy AHP (FAHP) dan Fuzzy Multi Criteria Decision Making (FMCDM). Metode FAHP diterapkan dalam pemilihan dan penentuan bobot kriteria, sementara FMCDM digunakan dalam penilaian proposal, sintesa bobot dengan nilai proposal untuk setiap kriteria serta penentuan peringkat proposal.Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem pengambilan keputusan dengan menggunakan metode FAHP, dan FMCDM terbukti dapat menghasilkan peringkat alternatif dan kepastian diterima atau ditolaknya proposal PHB yang diajukan oleh peneliti
Penggunaan Model Regresi Linier untuk Menyatakan Hubungan Fungsional Perubahan Konsentrasi Oksigen Terlarut terhadap Parameter Fisika-kimia Air Sungai Secang Kulon Progo
Analisis regresi linier berganda (MLRA) telah dilakukan yang melibatkan variabel dependen DO, dan tiga variabel independen, yaitu T, TSS, dan kedalaman (Dh). Penyusunan kerangka model dilakukan dengan menggunakan Enter (E), Stepwise (S), dan Beckward (B), serta kombinasi dari tiga metode. Jumlah model regresi yang diperoleh adalah sepuluh, delapan model ARLB tahap satu, dan masing-masing model ARLB tahap dua dan tiga. Setelah tes simultan, uji parsial, dan multikolinieritas asumsi klasik untuk penerimaan dan kelayakan model, disimpulkan bahawa model regresi linier berganda dalam tahap dua dan tahap tiga dinyatakan sebagai model regresi linier yang tidak DO Bias. Model ini mencerminkan hubungan fungsional antara variabel yang terlibat dalam bentuk hubungan kausal. Dapat disimpulkan bahwa analisis dan model regresi linier berganda dapat digunakan untuk mengekspresikan suatu perubahan hubungan fungsional dalam konsentrasi oksigen terlarut-DO terhadap perubahan parameter fisiko-kimia dari T, TSS, dan Dh, sungai Secang
Pengaruh Konsentrasi Virgin Coconut Oil (VCO) Terhadap Stabilitas Emulsi Kosmetik dan Nilai Sun Protection Factor (SPF)
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh konsentrasi Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap stabilitas emulsi kosmetik dan nilai Sun Protection Factor (SPF). Emulsi kosmetik dibuat dengan melakukan variasi VCO pada konsentrasi 1-25% dan tanpa VCO sebagai kontrol. Sediaan emulsi kosmetik tersebut, diuji kestabilan emulsinya meliputi uji pH dan viskositas yang dilakukan selama 4 minggu penyimpanan, uji ukuran droplet, uji pemisahan fase dengan sentrifugasi, uji serapan UV dan dihitung nilai Sun Protector Factor (SPF). Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa konsentrasi VCO mempengaruhi stabilitas emulsi kosmetik dan nilai SPF-nya. Semakin tinggi konsentrasi VCO dalam emulsi kosmetik maka pH dan viskositas emulsi cenderung semakin kecil, ukuran droplet semakin besar dan nilai SPF cenderung semakin tinggi. Emulsi kosmetik dengan konsentrasi VCO 7% merupakan emulsi kosmetik terbaik yang memiliki penampakan homogen, pH berkisar 6,94-6,96 dan viskositas 295 poise, sedangkan berdasarkan kriteria SPF, semua emulsi kosmetik yang diperoleh belum memenuhi standar sediaan emulsi kosmetik di Indonesia