BIMIPA
Not a member yet
159 research outputs found
Sort by
ERUPSI GUNUNGAPI KELUD DAN NILAI-B GEMPABUMI DI SEKITARNYA
Kegiatan erupsi Gunungapi Kelud (G. Kelud) di Jawa Timur dengan koordinat 7,9o Lintang Selatan (LS); 112,8o Bujur Timur(BT) tercatat secara baik dari tahun 1000. Sejak tahun 1000 sampai dengan tahun 2007 telah terjadi 31 erupsi dengan 15377 korban jiwa meninggal dunia. Kantung magma tunggal G. Kelud, yang diperkirakan dengan interpretasi data gravitasi, berada pada kedalaman 1 (satu) kilometer di bawah dasar kawahnya. Runtun waktu istirahat erupsi G. Kelud secara statistik mempunyai distribusi eksponensial Poissonian dengan koefisien atenuasi eksponensial λ = 0,0413/tahun atau waktu istirahat erupsi rerata = 24,21 tahun, yang tidak dapat dimaknai bahwa setiap 24,21 tahun selalu terjadi erupsi. Gejala kejadian erupsi G.Kelud yang mempunyai distribusi statistik eksponensial Poissonian pada dasarnya adalah gejala yang bersifat acak (stochastically random) dan ini sesuai dengan dimensi korelasi hasil analisis fraktal yang bernilai mendekati 4,5. Pada tahun 2007 ini G. Kelut telah mempunyai waktu istirahat erupsi selama 17 tahun sejak erupsi dengan V.E.I. (Volcano Explosivity Index) = 4 pada 1990 dan mempunyai kebolehjadian terjadinya erupsi 65,2% dengan aras keyakinan 95%. Nilai-b gempabumi di sekitar G. Kelud dihitung pada kawasan yang dibatasi garis lintang 3LS dan 17LS serta garis bujur 111,8BT dan 112,8BT. Runtun waktu gempabumi dari1973 sampai dengan sebelum erupsi 1990 mempunyai nilai-b = 0,8817, gempabumi setelah erupsi 1990 sampai dengan 2007 mempunyai nilai-b = 1,0147, dan keseluruhan gempabumi 1973-2007 mempunyai nilai-b = 1,0032. Rendahnya nilai-b menjelang erupsi G. Kelud 1990 dapat diterangkan dengan adanya gejala penimbunan tegangan (stress accumulation) yang disertai dengan gejala adanya peningkatan kelajuan retakan atau ketidakstabilan pertumbuhan retakan-retakan baru yang diakhiri dengan erupsi (catastrophic failure). Kenaikan nilai-b setelah terjadinya erupsi G. Kelud 1990 ini juga dapat dimengerti, karena erupsi gunungapi juga merupakan gejala pelepasan tegangan (stress release) yang dikuti dengan lambatnya tingkat pertumbuhan retakan.
Kata kunci: Erupsi, Gunungapi Kelud, Statistik, Fraktal, Gempabumi, Nilai-
ANALISIS SPEKTRA TRANSISI ELEKTRONIK SENYAWA TABIR SURYA MAA’S-GLY PADA KONFIGURASI DIMER DAN KONFIGURASI SOLUT-ETANOL
Telah dilakukan kajian semiempirik pengaruh interaksi ikatan hidrogen terhadap spektra transisi elektronik molekul senyawa Mycosporine Amino Acid’s like turunan Glysin (MAA’s–Gly) yang bertujuan untuk mengkoreksi akurasi pemodelan senyawa tabir surya. Kajian dilakukan dengan membuat model molekul senyawa tabir surya dan dilakukan optimasi geometri menggunakan metode semiempirik PM3 yang dilanjutkan dengan analisis spektra transisi elektronik menggunakan metode ZINDO/s. Interaksi ikatan hidrogen yang menjadi obyek penelitian adalah bentuk dimer molekul senyawa tabir surya dan ikatan hidrogen antara molekul etanol sebagai pelarut dengan molekul MAAs-Gly. Hasil kajian secara umum menunjukkan pengaruh interaksi ikatan hidrogen memberikan kecenderungan pergeseran merah namun ukuran nilai pergeseran tersebut relatif tidak signifikan mendekati nilai hasil eksperimen. Interaksi dimer ikatan hidrogen antara dua molekul MAAs-Gly memberikan pergeseran nilai maks dengan disertai perubahan jumlah transisi UV yang terjadi. Konfigurasi ikatan hidrogen antara senyawa MAAs-Gly dengan etanol menyebabkan terjadinya pergeseran nilai maks namun jumlah transisi UV yang terjadi relatif tidak berubah.
Kata kunci : tabir surya, transisi elektronik, mycosporine, pemodelan molekul, PM
KARAKTERISTIK FILM POLIETILEN TERGRAFTING ASAM AKRILAT DIPEROLEH DENGAN METODA RADIASI GAMMA
In this study, high density polyethylene (PE) film (thickness 80 μm) was modified by grafting of acrilic acid (AA) onto the film using 15 kGy of gamma irradiation as initiator, applied at different exposure times. In addition to irradiation dose, other variables investigated are concentration of AA, the type of solvent, and polymerization time carried out at 60 oC. The succes of the graft copolymerization processes was confirmed by analysing the grafted film using FTIR spectroscoy, which revealed the existence of absorption band at wave number of 1721 cm-1 (assigned to C=O), and that at 3385 cm-1 (assigned to -OH), and the physical endurance of the sample was evaluated by carrying out tensile strength measurement. The percent of grafting was determined according to the gravimetric method. The results indicated that the highest percent of grafting was obtained by application of 2-hour irradiation time, with monomer concentration of 30% in water as a solvent, grafting temperature of 60 oC. Activity of grafted was evaluated by measurement of the absorption capacity toward water and Cu2+ ion, and revealed the increase of the absorption capasity with increased percent of grafting.
Keywords: Graft copolymerization, acrylic acid, low density polyethylene, gamma irradiation, water absorbency, absorption of cupric io
STUDI SPEKTROSKOPI OPTOGALVANIK EKSITASI SATU FOTON ATOM NEON MENGGUNAKAN LASER ZATWARNA RH-B PULSA (570 – 603 NM) PADA VARIASI ARUS LUCUTAN DAN INTENSITAS LASER
Telah diteliti spektroskopi eksitasi satu foton dengan metode optogalvanik pada atom neon menggunakan lampu lucutan katoda berongga Na/Ne komersial dan laser zatwarna Rh-B pulsa tertala. Laser zatwarna ini mempunyai rentang panjang gelombang antara 570 nm - 603 nm dan lebar garis sekitar 0,6 nm. Variasi arus lucutan katoda berongga dan intensitas laser pengeksi-tasi telah menghasilkan 18 transisi yang diidentifikasi sebagai transisi satu foton atom neon sebanyak 16 transisi dan 2 transisi atom sodium bahan katoda.
Kata kunci: Eksitasi satu foton, metoda optogalvanik, atom neon, atom sodiu
SENYAWA BIOAKTIF DARI ERYTHRINA VARIEGATA (LEGUMINOSAE)
Dalam penelitian yang berkelanjutan ini bertujuan untuk menemukan senyawa bioaktif alami dari tanaman Indonesia, diperoleh hasil bahwa ekstrak metanol dari biji Erythrina variegata (Leguminosae) menunjukkan aktivitas paralitik dan daun E. variegata menunjukkan aktivitas antimalaria. Ekstrak metanol dipisahkan komponen-komponennya dengan kombinasi kolom kromatografi diperoleh dua senyawa aktif (1 dan 2). Struktur kimia senyawa aktif (1 dan 2) ditetapkan berdasarkan data-data spektroskopi dan perbandingan data dari senyawa yang berhubungan dari penelitian sebelumnya, dan diidentifikasikan sebagai alkaloid eritrina (1) dan turunan triterpenoid pentasiklik (2). Senyawa (1) memperlihatkan aktivitas paralitik terhadap instar ketiga ulat sutera (Bombyx mori) dengan ED50 15 μg/g diet. Senyawa (2) memperlihatkan aktivitas antimalaria dengan IC50 0,243 μg/mL terhadap pertumbuhan P. falciparum secara in vitro.
Kata kunci: Erythrina variegata, Leguminosae, aktivitas paralitik, antimalari
SIMULASI MAGNETOHIDRODINAMIKA NON-IDEAL PADA INTERAKSI BADAI MATAHARI TERHADAP PLANET VENUS
Dinamika perubahan parameter fisis di sekitar planet Venus pada waktu diterpa badai magnetik dari Matahari dipelajari dengan menggunakan persamaan diferensial parsial bergantung waktu nonideal dua dimensi. Pemecahan persamaan diferensial MHD bergantung waktu secara numerik dilakukan dengan menentukan lebih dulu komputasi suku-suku nonideal sebagai diffusive step, setelah itu hasilnya dihitung sebagai pemecahan persamaan diferensial MHD ideal sebagai convective step. Pada planet Venus yang tidak bermedan magnet parameter fisis akan berubah secara mendadak pada saat terjadi badai magnetik dari Matahari. Salah satunya adalah peningkatan temperatur di ketinggian 20 km dari permukaan planet Venus yang mencapai sekitar 150 oC. Kata kunci: Badai Matahari, simulasi MHD non-ideal, dampak di Venu
BATAS ATAS BILANGAN RAMSEY UNTUK GRAF BINTANG DAN GRAF BIPARTIT LENGKAP
Misal G dan H dua buah graf sebarang, bilangan Ramsey R(G,H) adalah bilangan asli terkecil n sehingga untuk setiap graf F dengan n titik akan memuat G atau komplemen dari F memuat H. Makalah ini akan membahas batas atas dari bilangan Ramsey untuk graf bintang Sn dan graf bipartit lengkap Kp,q. Khususnya, kita akan menunjukkan batas atas dari R(Sn, K2,q) serta batas atas dari R(Sn, Kp,q) untuk n ≥ 5, 3 ≤ p ≤ n-1 dan q ≤ 2.Kata Kunci : Bilangan Ramsey, Graf Bintang dan Biparti
AIR PRESSURE MONITORING TELEMETRY SYSTEM PROTOTIPE BASED ON XBEE PRO IEE.804.15.4
Telah dibuat prototipe sistem telemetri berbasis Xbee Pro sebagai sistem pemantau tekanan udara. Parameter tersebut merupakan parameter penting yang dibutuhkan dalam bidang mitigasi bencana dan pertanian. Sistem telemetri ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan pengukuran jarak jauh di lapangan yang datanya harus direkam ke dalam memori komputer secara waktu nyata secara terus menerus. Untuk maksud tersebut maka dalam penelitian ini diimplementasikan sensor tekanan udara. Sementara itu, sistem telemetrinya menggunakan Xbee Pro IEEE.804.15.4 digunakan sebagai penghubung antara perangkat sensor dengan komputer dan LCD sebagai alat penampil. Perangkat keras yang digunakan dalam rancang bangun ini terdiri dari sensor tekanan udara(MPXV4115V), mikrokontroler, Xbee Pro pengirim dan penerima serta sistem catu daya. Sedangkan untuk sistem penampil pada komputer digunakan program Visual Basic 6.0. Dari pengujian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa Xbee Pro dapat digunakan sebagai penghubung antara sensor tekanan dengan komputer. Besarnya Tekanan udara yang dapat diukur dan ditampilkan pada komputer adalah 99 – 103,03 kPa. dimana saat nilainya 99 kPa menunjukan kondisi tekanan udara rendah dengan keluaran sensor 1,56 V dan saat nilainya 103,03 kPa, kondisi tekanan udara tinggi sekali dengan keluaran sensor 5,0 V. Penggunaan Xbee Pro sebagai pengirim dan penerima data sangat mudah dilakukan walaupun dalam proses transmisi sering terdapat gangguan dari luar khususnya gangguan frekuensi interference. Waktu pengiriman data dari transmitter ke receiver membutuhkan waktu 1 detik dengan jarak antara transmitter dan receiver sejauh 100 m dengan frekuensi span antara 0 - 2 GHz/div.Kata kunci: sensor suhu, sensor kelembaban, sensor tekanan udara, telemetri, Xbee Pro