BIMIPA
Not a member yet
159 research outputs found
Sort by
The Hedging Effectiveness of Mortality and Longevity Risks Mitigation
Hedging is one of alternative method for life insurance companies and annuities providers (pension funds) to manage mortality and longevity risk. Hedging strategy is done by buying a mortality-linked securities from financial intermediaries. The optimal unit of mortality-linked securities that maximize the effectiveness of hedging is derived through the closed form solution of the hedging scheme. Mortality model used in this hedging schemes is Lee-Carter model. Forecasting method of Lee-Carter becomes one of the most well-known and has been successfully applied in many countries to predict the mortality rate of the population. Empirical test was done using Chilean population data. The implementation resulted in a 74% level of hedging effectiveness against mortality risk and 72% to longevity risk
KARAKTERISASI RESERVOAR KARBONAT MENGGUNAKAN EXTENDED ELASTIC IMPEDANCE DI LAPANGAN “VAN HALEN”
Metode inversi seismik dapat digunakan untuk karakterisasi reservoar hidrokarbon (litologi+fluida). Karakterisasi untuk menghasilkan pemisahan litologi dan fluida dapat menggunakan metode inversi elastik. Estimasi sebaran litologi dan fluida pada reservoar karbonat dilakukan menggunakan metode extended elastic impedance. Crossplot antara lambda rho dengan mu rho mampu memisahkan karbonat berisi gas terhadap litologi karbonat. Karbonat Halen porous berisi gas mempunyai cut off lambda rho 20 - 45 Gpa*g/cc dan mu rho 25 - 40 Gpa*g/cc. Sedangkan karbonat Van porous berisi gas mempunyai cut off lambda-rho 20 - 60 Gpa*g/cc dan mu-rho 15 - 44 Gpa*g/cc. Intercept dan Gradient untuk EEI di ekstrak dari seismik Near Angle Stack dan Far Angle Stack. Sudut optimal dari hasil korelasi silang antara log lambda rho dan log mu rho dengan log EEI mendapatkan sudut sensitif 16o (lambda rho) dan -40o (mu rho). Inversi sparse spike volume reflektifitas pada sudut -40o menghasilkan sebaran karbonat porous pada zona Halen-west, Van-north, Van-southeast. Sedangkan inversi pada volume reflektifitas pada sudut 16o menunjukkan sebaran gas di zona karbonat Halen-west, Van-southeast, Van-north. Zona prospek pada karbonat bertipe build up yang bersifat porous berisi gas.
Algoritme Genetika untuk Mengurangi Galat Prediksi Metode Item-based Collaborative Filtering
Sistem rekomendasi adalah suatu teknik dan perangkat lunak yang dapat memberikan suatu anjuran yang bermanfaat bagi pengguna dalam proses pengambilan keputusan. Metode yang banyak digunakan dalam sistem rekomendasi adalah collaborative filtering. Pengembangan dari pendekatan untuk mengurangi kesalahan prediksi sudah menjadi sebuah topik penelitian yang aktif dalam sistem rekomendasi dengan collaborative filtering, karena akurasi dari prediksi memainkan peran yang sangat penting untuk preferensi kepada pengguna. Salah satu permasalahan yang terjadi pada collaborative filtering adalah jika persebaran rating secara keseluruhan jarang, yang menyebabkan sulit untuk mengidentifikasi neighborhood yang benar dan relevan untuk membuat prediksi. Terdapat dua macam metode collaborative filtering yaitu user-based collaborative filtering dan item-based collaborative filtering. Metode item-based memberikan kualitas prediksi yang lebih baik daripada metode user-based.Optimasi metode user-based collaborative filtering dengan algoritme genetika untuk memperbaiki nilai kemiripan user mampu mengurangi galat prediksi. Pada penelitian ini dikembangkan optimasi sistem rekomendasi dengan menerapkan algoritme genetika untuk memperbaiki nilai kemiripan item. Penelitian ini menggunakan dataset movielens dan book-crossing sebagai bahan evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan variasi jumlah neighbors terhadap metode pengukur kemiripan yang digunakan, seperti: cosine similarity, pearson correlation dan adjusted cosine. Usulan pendekatan mampu mengurangi galat prediksi dari sistem rekomendasi secara signifikan. Galat prediksi terendah diperoleh metode adjusted-cosine berevolusi pada kedua dataset
Metode Dynamic Parity Bit Steganografi Berdasarkan Modifikasi Metode Least Significant Bit (LSB)
Pengiriman informasi rahasia dapat dilakukan dengan menyembunyikan informasi ke dalam suatu media dengan teknik steganografi. Salah satu metode steganografi yang paling sering digunakan adalah Least Significant Bit (LSB), namun metode LSB sangat mudah diekstrak. Dalam penelitian ini diusulkan modifikasi metode LSB menjadi metode Dynamic Parity Bit Steganografi pada citra bitmap. Metode ini melakukan penyisipan pesan dengan membuat parity yang besarnya berubah-ubah pada bit terakhir dari beberapa byte dalam cover image. Beberapa pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengujian kapasitas penyimpanan pesan, pengujian kualitas citra, pengujian waktu penyisipan dan ekstraksi pesan, perhitungan kompleksitas algoritma, dan pengujian keamanan pesan. Pengujian kapasitas penyimpanan pesan menghasilkan persamaan . Pengujian kualitas citra hasil penyisipan pesan menghasilkan nilai diatas 70 dB pada saat disisipkan pesan dengan memenuhi seluruh kapasitas pesan yang artinya kualitas citra sangat baik. Waktu penyisipan dan ekstraksi pesan dengan metode ini relatif lebih lama dibandingkan dengan LSB karena kompleksitas algoritma yang dimiliki lebih tinggi. Keamanan pesan dari metode lebih baik dibandingkan dengan metode LSB karena akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk melakukan ekstraksi pesan secara brute force
Computing Greeks by Finite Difference using Monte Carlo Simulation and Variance Reduction Techniques
Makalah ini membahas penggunaan metode Monte Carlo untuk komputasi Greeks. Algoritma metode beda hingga untuk memperkirakan Greeks menggunakan teknik simulasi Monte Carlo dan teknik reduksi varians (yaitu nomor acak umum dan varians antitetis) disajikan. Model Black-Scholes digunakan sebagai model acuan untuk menganalisa dan menguji metode numerik. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah simulasi mempengaruhi kinerja yang paling banyak, dan ada beberapa teknik untuk mengurangi kesalahan. Dalam kasus options dengan payoff diskontinu, metode ini tidak berjalan dengan baik saat waktu sekarang mendekati waktu jatuh tempo.Kata kunci: Options, Greeks, Metode Monte Carlo, Metode Beda Hingga, dan Model Black-Schole
Perbandingan Model Peramalan Singular Spectrum Analysis (SSA) dan Fourier Series Analysis (FSA) pada Data Suhu Udara di Surabaya
Pada dekade terakhir terjadi peningkatan suhu di kota besar tidak terkecuali di Surabaya. Kenaikan suhu juga sangat berkaitan dengan kelembaban udara di suatu wilayah yang juga akan mempengaruhi cuaca. Peramalan yang tepat akan suhu udara sangat dibutuhkan. Dalam penelitian ini akan dibandingkan hasil peramalan dengan menggunakan model Singular Spectrum Analysis (SSA) dengan model Fourier Series Analysis (FSA). Kedua metode ini tidak memerlukan pemenuhan asumsi parametrik dan baik diterapkan pada data musiman. Dari hasil pengujian, data suhu udara yang digunakan dalam penelitian ini memiliki pola musiman. Berdasarkan analisis dengan menggunakan kedua model tersebut, yang memberikan nilai MAPE terkecil adalah FSA sebesar 1,8897 dibandingkan model SSA sebesar 2,00932. Namun, jika dilihat plot data asli dengan hasil rekonstruksi, penghitungan dengan SSA mempunyai plot yang hampir mirip dibandingkan dengan FSA.Kata kunci: peramalan, suhu udara, analisis deret waktu, Singular Spectrum Analysis, Fourier Series Analysi
SINTESIS NANOPARTIKEL DARI PERAK NITRAT DENGAN TIROSIN SEBAGAI REDUKTOR DAN AGEN PENGKAPING UNTUK MEMBENTUK NANOKOMPOSIT FILM AgNPs-POLI ASAM LAKTAT SEBAGAI ANTIBAKTERI
Telah dilakukan sintesis nanopartikel dari perak nitrat dengan asam amino tirosin sebagai reduktor dan agen pengkaping. Reaksi dilakukan pada berbagai pH dan konsentrasi tirosin untuk mengetahui pH dan konsentrasi optimum tirosin dan di analisis dengan instrumen spektrofotometer UV-Vis. Variasi pH tirosin yaitu pada pH 7-13, dan variasi konsentrasi tirosin masing-masing 0,02 mM, 0,1 mM, 0,5 mM, 1 mM, 5 mM, 10 mM, 15 mM, dan 20 mM. Variasi waktu reaksi juga diteliti untuk mengetahui waktu reaksi optimum untuk sintesis AgNPs. Variasi waktu reaksi yang digunakan adalah 15, 30, 45, 60, 75, 90, 105, dan 120 menit. AgNPs disintesis untuk membentuk nanokomposit pada film poli asam laktat (PLA). Nanokomposit film PLA nanopartikel perak (KAgNPs) ini kemudian digunakan sebagai antibakteri. Karakterisasi dilakukan dengan instrumen spektrofotometer UV-Vis, FTIR, TEM, dan SEM EDX.Hasil eksperimen menunjukkan bahwa asam amino tirosin dapat berperan sebagai reduktor dan agen penkaping dalam sintesis AgNPs ditandai dengan perubahan warna dari tidak berwarna menjadi kuning. pH sistem berpengaruh terhadap kemampuan tirosin dalam mereduksi ion perak. AgNPs terbentuk pada keadaan basa dengan pH optimum 11. Konsentrasi optimum tirosin adalah 1 mM dan konsentrasi AgNO3 1 mM, sehingga didapatkan perbandingan konsentrasi asam amino tirosin dan AgNO3 yaitu 1:1. Waktu reaksi optimum untuk mensintesis AgNPs terjadi pada menit ke empat puluh lima pada suhu 100 oC. Hasil karakterisasi AgNPs menggunakan TEM menunjukan bahwa pertikel AgNPs berbentuk bulat. Ukuran partikel rata-rata AgNPs dalam koloidalnya adalah 15,10 nm, sedangkan nanokomposit KAgNPs memiliki ukuran partikel rata-rata yang lebih besar yaitu 15,30 nm.Kata kunci: nanopartikel perak, tirosin, antibakteri
OPTIMASI EKSTRAKSI LIPID DARI Spirulina platensis MENGGUNAKAN TEKANAN OSMOTIK DENGAN BANTUAN GELOMBANG ULTRASONIK DAN PRODUKSI METIL ESTERNYA SECARA ENZIMATIS
Biodiesel merupakan salah satu energi terbarukan yang dapat diproduksi dari mikroalga Spirulina platensis. Lipid dari Spirulina platensis diekstraksi dengan menggunakan cara kimiawi yaitu tekanan osmotik dengan bantuan gelombang ultrasonik yang dapat memecah membran semi permeabel sel. Ekstraksi menggunakan larutan NaCl pada berbagai konsentrasi dan pH larutan dengan bantuan gelombang ultrasonik. Lipid yang diperoleh pada kondisi optimum ekstraksi kemudian dikonversi menjadi biodiesel melalui reaksi transesterifikasi dengan katalis lipase pada aktivitas optimumnya. Enzim lipase diekstraksi dari biji wijen (Sesamum indicum L.) disertai pengukuran aktivitas dan kinetika reaksi esterifikasi berdasarkan variasi perbandingan mol substrat dan persentase penambahan enzim.Hasil penelitian menunjukkan rendemen lipid optimum diperoleh pada kondisi ekstraksi menggunakan konsentrasi NaCl 20% yaitu sebesar 1,49% dan pada larutan dengan pH 2 sebesar 1,64%. Ekstrak lipase dari biji wijen memiliki aktivitas spesifik terukur sebesar 0,1042 U/mg protein dengan perbandingan mol substrat asam palmitat:metanol (1:2) dan penambahan enzim sebanyak 40% dari berat substrat. Nilai Km dan Vmaks terhadap ekstrak lipase tersebut secara berurutan sebesar 1,506 µmol dan 0,02 µmol/menit. Rendemen biodiesel yang diperoleh dari konversi lipid hasil ekstraksi menggunakan larutan NaCl dan asam dengan bantuan ultrasonik masing-masing sebesar 68,61% dan 60,37%.
Klasifikasi Pola Sidik Jari Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation
Penelitian ini membahas tentang klasifikasi sidik jari, yang bertujuan untuk mengklasifikasi sidik jari manusia dalam tiga kelas yaitu: whorl, Arch, dan loop. Tahap yang dilakukan adalah preprocessing, segmentasi, ekstrasi ciri dan klasifikasi. Dalam preprocessing yang dilakukan grayscale, median filter, peregangan kontras, histogram. Segmentasi menggunakan metode otsu thresholding dan ekstrasi ciri menggunakan gray level cooccurence matrix (GLCM). Fitur yang digunakan adalah correlation, contrast, energy, homogeneity, dan entropy. Klasifikasi tersebut menggunakan jaringan syaraf tiruan backpropagation. Hasil penelitian system ini dapat mengklasifikasi sidik jari dengan akurasi 87,5%.Kata kunci: GLCM, backpropagation neural networ
Pemodelan Tiga Dimensi (3D) Lapisan Bawah Permukaan Bumi di Subcekungan Jambi pada Lapangan “Zuhro” Berdasarkan Analisis Data Anomali Gravitasi
Lapangan “Zuhro” berada di Subcekungan Jambi merupakan daerah yang dikenal memiliki sedimen tebal. Sedimen ini prospek untuk sumber daya alam khususnya minyak dan gas bumi. Keberadaan sumber daya alam tersebut berhubungan dengan struktur geologi di bawah permukaan bumi. Studi bawah permukaan di daerah tersebut telah dilakukan dengan menganalisis data gravitasi Anomali Bouguer Lengkap (ABL) yang telah direduksi ke bidang datar. Anomali lokal dan regionalnya dipisahkan dengan metode kontinuasi ke atas. Anomali regional dimodelkan 3D dengan menggunakan software Grablox dan Bloxer, sehingga kondisi lapisan bawah permukaan dapat digambarkan dari nilai densitas batuan sebagai fungsi kedalaman. Anomali rendah (118-130) mgal diduga disebabkan oleh densitas yang sebesar (1,95-2,55) g/cm3 dengan tebal sekitar (5-6) km berupa batuan sedimen Kuarter. Anomali tinggi (132-140) mgal disebabkan oleh densitas batuan Tersier (2,67-2,75) g/cm3 yang berupa batu granit dengan tebal sekitar (5-10) km dan (2,85-2,95) g/cm3 berupa batu andesit dengan tebal lebih dari 10 km. Keduanya diidentifikasi sebagai kerak atas dan kerak bawah yang semakin menebal ke Utara. Sedangan untuk densitas lebih dari 3,00 g/cm3 berupa batu basal di kedalaman lebih dari 25 km diidentifikasi sebagai mantel.Kata kunci: Pemodelan 3D, Subcekungan Jambi, anomali gravitasi, Grablox, Bloxe