159 research outputs found

    Pembuatan Nanopartikel Emas Melalui Proses Desorpsi-Reduktif [AuCl4]– Teradsorpsi Pada Magnetit Mg/Al-NO3 Hidrotalsit dengan Asam Glutamat

    Full text link
    Telah dilakukan pembuatan nanopartikel emas (AuNP) melalui proses desorpsi-reduktif [AuCl4]– yang teradsorpsi pada magnetit Mg/Al-NO3 hidrotalsit (M-Mg/Al-HT) dengan asam glutamat. Magnetit (Fe3O4) disintesis dengan metode kopresipitasi larutan equimolar Fe3+ dan Fe2+ pada pH 11. Sintesis M-Mg/Al-HT dilakukan dengan menitrasi dispersi magnetit dalam air dengan larutan yang berisi Mg2+ dan Al3+, serta NaOH 1 M hingga mencapai pH 10, CM-Mg/Al-HT dengan cara kalsinasi M-Mg/Al-HT pada temperatur 450 °C selama 3 jam. Karakterisasi magnetit, M-Mg/Al-HT dan CM-Mg/Al-HT dilakukan dengan menggunakan FTIR untuk mengetahui gugus-gugus fungsi pada material, karakterisasi menggunakan XRD untuk mengetahui kristalinitas material, SEM mapping dan EDS untuk mengetahui morfologi permukaan. Adsorben M-Mg/Al-HT dan CM-Mg/Al-HT hasil preparasi diuji untuk adsorpsi [AuCl4]– dengan konsentrasi awal 25 mg.L-1 pada pH 3 dan digojok selama 150 dan 180 menit. Ion [AuCl4]– teradsorpsi selanjutnya didesorpsi dengan asam glutamat pada berbagai keasaman medium dan konsentrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa M-Mg/Al-HT mempunyai kemampuan adsorpsi [AuCl4]– yang lebih baik daripada CM-Mg/Al-HT, yakni mampu mengadsorpsi 22 mg.L-1, 30 menit lebih cepat daripada CM-Mg/Al-HT. Desorpsi emas dengan asam glutamat dari M-Mg/Al-HT-Au dan CM-Mg/Al-HT-Au berturut-turut optimun pada pH 3,22 konsentrasi 250 mM dan pH 5 konsentrasi 300 mM. Terbentuk nanopartikel emas dari desorpsi M-Mg/Al-HT-Au ditunjukkan dengan SPR yang muncul pada 523-533 nm, sedangkan dari CM-Mg/Al-HT-Au emas yang terdesorp berada pada spesies [AuCl4]– yang dibuktikan dengan SPR pada panjang gelombang 358 nm

    Perumusan Gerak Stokastik Benda Tegar Dalam Ruang Konfigurasi SE(3)

    Full text link
    Telah dilakukan telaah teoretis perumusan gerak stokastik benda tegar dalam ruang konfigurasi SE(3). Dengan menggunakan aksi ajoin untuk mendapatkan bentuk umum gerak benda tegar yang menggambarkan gerak rotasi dan translasi yang ditentukan oleh persamaan diferensial. Sementara, untuk model di bawah pengaruh usikan acak, gerak benda tegar dapat diperoleh dengan menggunakan persamaan diferensial stokastik Stratanovich. Oleh karena itu, gerak benda tegar di bawah pengaruh usikan acak dapat ditentukan oleh persamaan diferensial stokastik. Selanjutnya, dengan menggunakan analisis stokastik dapat diperoleh kecepatan umum rata-rata gerak benda tegar

    Sintesis Membran Matriks Tercampur Alginat/Zeolit Alam /Kaolin Untuk Pemisahan Gas CO2 dan CH4

    Full text link
    Telah dilakukan sintesis membran matriks tercampur (Mixed Matrix Membranes, MMMs) alginat/zeolit alam/kaolin untuk pemisahan gas CO2 dan CH4. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh variasi konsentrasi kandungan MMMs, ketebalan MMMs serta membandingkan pengisi anorganik multi komponen dengan komponen tunggal terhadap permeabilitas dan selektivitas CO2 dan CH4. Sintesis MMMs alginat/zeolit/kaolin dilakukan dengan mendispersikan zeolit:kaolin berdasarkan rasio berat 3:1 ke dalam larutan alginat dengan berbagai variasi konsentrasi kandungan dan ketebalan MMMs. MMMs alginat/zeolit/kaolin hasil sintesis dikarakterisasi dengan FTIR dan SEM serta dilakukan uji tarik mekanik untuk melihat kuat tarik dan persen perpanjangannya. MMMs alginat/zeolit/kaolin diuji permeabilitas dan selektivitas terhadap gas CO2 dan CH4berdasarkan variasi konsentrasi kandungan MMMs, variasi ketebalan MMMs dan perbandingan pengisi multi komponen dengan komponen tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dispersi zeolit dan kaolin dalam MMMs terjadi secara homogen. Penambahan zeolit dan kaolin dalam membrane alginat menurunkan kuat tarik dari 27,94 MPa menjadi 18,92 MPa dan meningkatkan persen perpanjangan dari 3,07% menjadi 3,67% pada kondisi MMMs optimum. Perbandingan konsentrasi optimum alginat/zeolit/kaolin dalam MMMs adalah 1,50:0,30:0,10 % (b/v) dengan ketebalan efektif adalah 0,07 mm dan menghasilkan nilai permeabilitas CO2   5,15 GPU dan CH41,27 GPU dengan selektivitas 4,06.

    Perbandingan Metode Penilaian Sederhana dan Kombinasi SPK-360 Derajat dalam Penilaian Kinerja Petugas Kebersihan

    Full text link
    Kebersihan di lingkungan RSUD Banyumas merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan. Hal ini karena RSUD Banyumas merupakan salah satu rumah sakit pemerintah di Kabupaten Banyumas yang menerima rujukan dari berbagai daerah di sekitar kabupaten Banyumas. Penilaian kinerja petugas kebersihan yang dilakukan di RSUD Banyumas perlu dikaji ulang, dikarenakan metode penilaian yang digunakan dirasa kurang tepat dan kurang objektif, sehingga diusulkan penelitian yang membandingkan tiga metode penilaian kinerja petugas kebersihan yang mengkombinasikan metode SPK dan metode 3600.Perhitungan cara 1 merupakan perhitungan manual yang merupakan perhitungan yang saat ini digunakan di RSUD Banyumas. Sedangkan cara 2 menggunakan metode 3600 untuk menentukan kriteria yang digunakan dan metode AHP untuk menentukan bobot kriteria dan perhitungan hasil akhir. Cara 3 menggunakan metode 3600 untuk menentukan kriteria, metode AHP untuk pembobotan kriteria serta menggunakan TOPSIS untuk menghitung hasil akhir.Hasil penelitian dan analisis kuesioner menunjukkan bahwa cara 3 yang mengkombinasikan SPK-3600 merupakan cara yang paling tepat dan objektif untuk digunakan di RSUD Banyumas dibandingkan dengan cara sebelumnya berdasarkan pada evaluasi yang dilakukan oleh pihak ISPL di RSUD Banyumas

    Identifikasi Lokasi dan Q Factor Hiposenter Gunungapi Marapi, Sumatera Barat

    Full text link
    Gunungapi Marapi, Sumatera Barat berada pada tingkat aktivitas level II (status Waspada) sejak Agustus 2011 hingga sekarang. Data sinyal gempabumi vulkanik Agustus-September 2013 yang meliputi sinyal gempabumi Vulkano-Tektonik (VT) dan Tornillo telah diolah untuk mengetahui keberadaan lokasi serta nilai faktor kualitas (Q factor) dari titik-titik hiposenter. Lokasi hiposenter diperoleh dengan menggunakan metode Geiger. Nilai faktor kualitas (Q factor) diperoleh dari perkalian nilai frekuensi dominan dengan phi ( ) dan dibagi dengan perkalian koefisien atenuasi terhadap kecepatan perambatan medium oleh gelombang P.Lokasi  hiposenter dari gempabumi VT dengan jumlah data 24 event dari 4 stasiun seismik yang tersebar pada sisi barat laut puncak Gunungapi Marapi yang memiliki kedalaman 1.855 m sampai 4.642 m. Data sinyal Tornillo berjumlah 20 event yang terekam pada satu stasiun seismik, dengan komponen vertikal. Untuk sinyal Tornillo, nilai koefisien atenuasi 0,17-0,73 dB/  dan asumsi kecepatan rambat medium 2,84 km/s. Untuk gempabumi VT, nilai koefisien atenuasi 0,16-0,4 dB/  dan asumsi kecepatan rambat medium berada antara nilai 2,36-2,84 km/s. Nilai Q factor dari gempabumi VT berada pada rentang 14-38 /dB dan dari sinyal Tornillo berada pada rentang 9-40 /dB. Litologi umum yang diperoleh dari nilai Q factor dapat diklasifikasikan sebagai batuan sedimen (Q= 20-200 /dB), batulempung (Q= 20-70 /dB), dan batuan dengan gas dalam rongga (Q= 5-50 /dB).Kata kunci: Gunung Marapi, volcano-tektonik, faktor kualitas, metode Geiger, hiposente

    Perbandingan Akurasi antara Jaringan Saraf Tiruan Backpropagation dan Case-Based Reasoning dalam Diagnosis Penyakit Mata

    Full text link
    AbstrakKlasifikasi merupakan salah satu proses pengelompokkan yang sistemastis dari sejumlah objek ke dalam kelas atau golongan berdasarkan ciri-cirinya. Diagnosis penyakit mata merupakan salah satu contoh klasifikasi, yaitu pengelompokkan kasus penyakit mata ke dalam kelas penyakit mata berdasarkan gejala-gejala nya. Beberapa metode klasifikasi yang sudah terkenal di antaranya adalah jaringan saraf tiruan backpropagation (JST-BP) dan case based reasoning (CBR), yang mana kedua metode tersebut masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan.Penelitian ini melakukan perbandingan tingkat akurasi antara JST-BP dan CBR dalam diagnosis penyakit mata. Tingkat akurasi paling tinggi dari beberapa arsitektur JST-BP yang dibandingkan dengan tingkat akurasi paling tinggi dari beberapa fungsi similaritas CBR. Data penelitian berjumlah 120 kasus penyakit mata yang dibentuk dalam 3-fold, 4-fold dan 5-fold. Pengujian dalam penelitian ini dilakukan dengan beberapa skenario kemudian diambil nilai rata-rata keseluruhan untuk dibandingkan antar kedua metode.Hasil penelitian menunjukkan perbandingan rata-rata tingkat akurasi JST-BP 95.07% dan CBR 94.70%. Hasil tingkat akurasi dipengaruhi oleh bentuk arsitektur jaringan pada JST-BP dan juga fungsi similaritas pada CBR, selain itu juga dipengaruhi oleh nilai k pada k-fold.Kata kunci— Klasifikasi, JST-BP, CBR, Akurasi

    Adsorption of Malachite Green and Methyl Violet 2B with Phthalate-Functionalized Sugarcane Bagasse

    Full text link
    In this study, the adsorption of malachite green and methyl violet 2B by phthalate-functionalized sugarcane bagasse (SPA) was investigated. The chemical modification of sugarcane bagasse (SB) with PA using pyridine as a solvent and the SPA was optimized through the evaluation of the effects of mass ratio of SB-PA and reaction time of reflux on the value of carboxylic acid groups amount on SPA surface. The amount of carboxylic acid groups amount on SPA surface was determined by back titration. SPA was characterized by Fourier transform infrared (FTIR), and scanning electron microscope (SEM) was used to adsorption of malachite green (MG) and methyl violet (MV) 2B. The back titration result showed that mass ratio of SB-PA 0.5:5 and reaction time 6 hours as the optimum conditions with the number of carboxylic groups of 359.36 x 10-2 mmol g-1. The FTIR result showed that SPA has a characteristic peak of carboxylic groups and SPA has the bigger pore size than SB showed by SEM. The optimum adsorption condition of MG with the value 121.94 mg g-1 was achieved at 20 mg SPA, pH 4 for 11 hours. The optimum adsorption condition of MV 2B with the value 71.17 mg g-1 was achieved at 30 mg SPA, pH 5 for 7 hours. The adsorption kinetics followed a pseudo-second-order with the rate constants for MG and MV 2B 1.21 x 10-2 and 0.68 x 10-2 hour-1, respectively. The adsorption behavior fit quite well with Freundlich model with adsorptions energy for MG and MV 2B 32.18 and 32.39 kJ mol-1, respectively. Keywords:   sugarcane bagasse, phthalate anhydride, adsorption, malachite green, methyl violet 2B

    Adsorpsi Zat Warna Kristal Violet Menggunakan Limbah Kulit Singkong (Manihot esculenta)

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan limbah kulit singkong sebagai biosorben untuk mengadsorpsi zat warna kristal violet dengan sistem batch. Penelitian diawali dengan pembuatan biosorben kulit singkong yang dikarakterisasi dengan spektrofotometer Fourier Transform Infrared (FTIR) untuk mengetahui gugus fungsi, Scanning Electron Microscope (SEM) untuk mempelajari morfologi permukaan biosorben dan Surface Area Analyzer (SAA) untuk mengetahui luas permukaan. Uji kemampuan adsorpsi biosorben kulit singkong terhadap zat warna kristal violet dilakukan pada berbagai variasi massa biosorben, pH larutan, waktu kontak dan konsentrasi awal kristal violet. Selanjutnya dilakukan studi kinetika, isoterm dan energi adsorpsi. Hasil karakterisasi FTIR sebelum adsorpsi zat warna kristal violet menunjukkan adanya gugus C-H, O-H, C-O dan C=O dari lignoselulosa yang terkandung dalam kulit singkong. Terdapat pergeseran bilangan gelombang setelah terjadinya adsorpsi pada gugus O-H dan C-O serta munculnya puncak baru gugus C-N dari zat warna kristal violet yang mengindikasikan adanya interaksi antara biosorben dengan zat warna kristal violet. Karakterisasi SEM menunjukkan morfologi permukaan biosorben yang heterogen dan memiliki luas permukaan 0,85 m2 g-1. Pada konsentrasi awal zat warna kristal violet 100 mg L-1 sebanyak 20 mL diperoleh keadaan optimum massa biosorben 0,10 g, pH 7 dan waktu kontak 210 menit dengan kapasitas adsorpsi 19,41 mg g-1. Kinetika adsorpsi zat warna kristal violet pada biosorben kulit singkong mengikuti persamaan kinetika orde dua semu dengan laju reaksi sebesar 2,26 x 10-2 g mg-1 menit-1. Tipe isoterm yang sesuai yaitu tipe isoterm Freundlich dan berlangsung secara kemisorpsi dengan energi adsorpsi sebesar 22,38 kJ mol-1

    PEMANFAATAN MAGNETIT Mg/Al-NO3 HIDROTALSIT (MHt) SEBAGAI ADSORBEN [AuCl4]¯ DALAM LARUTAN HASIL PELINDIAN PRINTED CIRCUIT BOARD (PCB) DENGAN BANTUAN MICROWAVE

    No full text
    Telah dilakukan sintesis magnetit Mg/Al-NO3 hidrotalsit (MHt) dan dipelajari aplikasinya sebagai adsorben [AuCl4]¯. Sintesis dilakukan dengan menambahkan  Mg(NO3)2 dan Al(NO3)3 dengan perbandingan molar Mg2+/Al3+ 2:1, serta NaOH 1 M ke dalam magnetit hingga pH 10. MHt hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer infra merah (FTIR), difraksi sinar-X (XRD) dan Scanning Electron Microscpe-Energy Dispersive X-Ray (SEM-EDX). Sampel emas dipersiapkan dari larutan standar HAuCl4 dan hasil pelindian dari limbah perangkat elektronik printed circuit boards (PCB). Pelindian diawali dengan pelepasan logam Cu menggunakan campuran H2O2 30 %-H2SO4 6 M (3:1 v/v) menggunakan  microwave 800 Watt.Hasil penelitian menunjukkan bahwa MHt bersifat magnetik dan dapat diaplikasikan sebagai adsorben [AuCl4]¯. Jumlah logam Cu yang terlepas sebesar 15,07 x 103 mg/L dalam waktu 5 detik. Tahap selanjutnya dilakukan pelindian logam menggunakan aqua regia dengan waktu pelindian optimum 5 detik menggunakan microwave 800 Watt dan jumlah logam Au yang terlepas sebesar 52,8 mg/L. Kapasitas adsorpsi MHt untuk [AuCl4]¯ dalam larutan hasil pelindian PCB sebesar  6,51 mg/g dan dalam larutan murni sebesar 13,90 mg/g

    Sintesis Senyawa Turunan Khalkon Dan Flavon Berbahan Dasar Vanilin Dan Uji Sitotoksik Terhadap Sel Kanker Serviks (Hela), Sel Kanker Kolon (Widr), Dan Sel Kanker Payudara (T47D) Secara In Vitro

    Full text link
    Telah dilakukan sintesis dan uji sitotoksisitas secara in vitro senyawa turunan khalkon dan flavon dari vanilin. Senyawa turunan khalkon telah disintesis melalui reaksi Claisen- Schmidt dari vanilin dengan 2-hidroksiasetofenon dan 2,4-dihidroksiasetofenon dengan katalis KOH 40% dan KSF montmorilonit dalam metanol yang diaduk selama 24-48 jam dilanjutkan dengan refluks selama 24 jam. Melalui reaksi ini diperoleh senyawa 2’,4- dihidroksi-3-metoksikhalkon (senyawa 1) dan  2’,4’,4-trihidroksi-3-metoksikhalkon (senyawa 2). Melalui reaksi siklisasi oksidatif antara senyawa 1 dan 2 dengan iodin dalam pelarut DMSO akan diperoleh 4’-hidroksi-3’-metoksiflavon (senyawa 3) dan 7,4’-dihidroksi- 3’-metoksiflavon (senyawa 4). Semua produk dilakukan karakterisasi menggunakan spektrometer FT-IR, MS-Direct, 1H-NMR dan 13C-NMR (senyawa 1 dan 2). Uji sitotoksisitas senyawa turunan khalkon dan flavon secara in vitro terhadap sel kanker payudara (T47D), serviks (HeLa), dan kolon (WiDr) dilakukan dengan metode MTT.Senyawa 1 berhasil disintesis dengan rendemen 13,77% berupa padatan berwarna kuning cerah, senyawa 2 berupa padatan berwarna kuning dengan rendemen 6%, senyawa 3 berupa padatan kuning dengan rendemen 53,10% dan senyawa 4 berupa padatan putih kekuningan dengan rendemen 42,25%. Berdasarkan uji aktivitas sitotoksik senyawa 1, 2, 3 dan 4 terhadap ketiga sel kanker dan sel vero secara in vitro menunjukkan nilai IC50 berturut turut sebesar 14,05; 2,09; 79,62; dan 134.58 µg/mL (sel HeLa), 27,34; 38,76; 106,33; dan 122,82µg/mL (sel T47D), 28,53; -52,72; 86,09; dan 109,32 µg/mL (sel WiDr); dan 100,79; 103,26;571,18 dan 122,36 µg/mL (sel Vero). Berdasarkan nilai IC50, senyawa 1 dan 2 memiliki aktivitas sitotoksik tinggi terhadap sel kanker HeLa dan WiDr; dan aktivitas sitotoksik yang sedang terhadap sel kanker T47D dan sel Vero; sedangkan senyawa 3 dan 4 memiliki aktivitas sitotoksik sedang terhadap ketiga sel kanker. Senyawa 3 dan 4 memiliki aktivitas sitotoksik berturut-turut yaitu kategori tidak memiliki aktivitas sitotoksik dan aktivitas sitotoksik sedang terhadap sel Vero.Kata kunci: khalkon, flavon, aktivitas antikanker, sel kanker T47D, HeLa, WiDr, vanili

    150

    full texts

    159

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    BIMIPA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇