Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains
Not a member yet
68 research outputs found
Sort by
Pengaruh Model Pembelajaran Student Active Learning dan Motivasi Berprestasi terhadap Kemampuan Menulis Karya tulis Ilmiah Mahasiswa (Eksperimen pada Mahasiswa Prodi Muamalah IAIN Ponorogo)
The objective of this research is to investigate the effect of the Active learning method and the achievement motivation on the students’ ability to compose scientific Researh (An Experiment on the Students in Prodi Muamalah IAIN Ponorogo). This research used the experimental research method with the factorial design of 2×2. Its population was all of the students of Prodi Muamalah IAIN Ponorogo. The samples of research were taken by using the two-stage random sampling technique. The data of research were collected through test and non-test. They were analyzed by using the two-way analysis of variance. The results of research show that: (1) the students instructed with the active learning method have a better ability to compose scientific Researh than those instructed with the Teacher Centered learning method as indicated by the value of Fh = 8.31which was greater than that of Ft = 4.03 with the numerator DF I and the denominator DF = 50 at the real significance = 0.05; (2) the students with the high achievement motivation have a better ability to compose scientific Researh than those with the low achievement motivation as shown by the value of Fh = 13.53 which was greater than that of Ft = 4.03 with the numerator DF I and the denominator DF = 50 at the real significance = 0.05; and (3) there is an interaction between the learning methods and the achievement motivations on the students’ ability to compose the scientific Researh as pointed out by the value of Fh = 5.82 which was greater than that of Ft = 4.03 with the numerator DF I and the denominator DF = 50 at the real significance of 0.05.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Metode Active Learning dan Motivasi Berprestasi terhadap Kemampuan Menulis Karya Ilmiah Mahasiswa (Eksperimen pada mahasiswa Prodi Muamalah IAIN Ponorogo). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan faktorial 2×2. Populasi penelitian ini adalah semua mahasiswa Prodi Muamalah IAIN Ponorogo. Sampel diambil dengan teknik two stage random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu tes dan nontes.Teknik analisis data yang digunakan adalah ANAVA Dua Jalan. Berdasarkan analisis data disimpulkan, pertama, kemampuan menulis karya ilmiah siswa yang diajar dengan metode Active Learning lebih baik daripada yang diajar dengan metode TCL (Teacher Centered Learning). Dari hasil Fh 8.31 > Ft sebesar 4.03 dengan db pembilang I dan db penyebut 50 pada taraf nyata 0.05. Kedua, kemampuan menulis karya ilmiah siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi lebihbaik daripada kemampuan menulis karya ilmiah siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah. Dari hasil Fhsebesar 13.53 >Ftsebesar 4.03 dengan db pembilang I dan db penyebut 50 pada taraf nyata 0.05. Ketiga, ada interaksi antara metode pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap kemampuan menulis karya ilmiah. Dari hasil Fhsebesar 5.82 > Ft sebesar 4.03 dengan db pembilang I dan db penyebut50 pada taraf nyata 0.05
Identifikasi Miskonsepsi Konsep Fotosintesis Melalui Two-Tier Diagnostic Test dan Wawancara Diagnostik
Oftenly, Elementary School Students have wrong comprehension about Photosynthesis. One of the reason of this is caused by the teacher. As a prospective Elementary School teacher, university students are expected to teach the concept of Photosynthesis properly. This research aims to identify misconceptions about the concept of Photosynthesis occuring in Student of Elementary School Teacher candidates through two-tier diagnostic tests and diagnostic interviews. This study is a qualitative descriptive research, which describes the type of misconceptions that occured. Subjects in this study are students of Elementary School Teacher Education Program, University of Wijaya Kusuma Surabaya 1st semester academic year 2016-2017. The number of the subjects are 22 students. The results obtained are as follows: (1) There are misconceptions experienced by students about the concept of Photosynthesis. Conseption (understanding) of students is lowest on concept of Photosynthetic Process requires light 18,18%, while the highest conceptions is on product concept, results of Photosynthesis process, with percentage of 81,83%. (2) Source or cause misconceptions experienced by student come from student praconceptions and teaching materials. The conclusions of this research are two-tier diagnostic tests and diagnostic interviews can be used as a reference in identifying misconceptions on the concept of Photosynthesis.Pada konsep Fotosintesis, siswa Sekolah Dasar sering memiliki konsepsi (pemahaman) yang salah. Penyebab miskonsepsi ini salah satunya bersumber dari guru. Sebagai calon guru Sekolah Dasar, mahasiswa diharapkan dapat mengajarkan konsep Fotosintesis dengan benar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi miskonsepsi pada konsep Fotosintesis yang terjadi pada mahasiswa calon guru Sekolah Dasar melalui two-tier diagnostic test dan wawancara diagnostik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, yang memaparkan jenis miskonsepsi yang terjadi. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Wijaya Kusuma Surabaya semester 1 tahun akademik 2016-2017, sebanyak 22 mahasiswa. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: (1) Terdapat miskonsepsi yang dialami oleh mahasiswa pada konsep Fotosintesis. Konsepsi (pemahaman) mahasiswa paling rendah pada konsep Proses Fotosintesis membutuhkan cahaya yaitu sebesar 18,18%, sedangkan konsepsi paling tinggi yaitu pada konsep Produk yang dihasilkan dari proses Fotosintesis dengan prosentase sebesar 81,83%. (2) Sumber atau penyebab dari miskonsepsi yang dialami oleh mahasiswa yaitu berasal dari prakonsepsi mahasiswa dan bahan ajar. Simpulan pada penelitian ini yaitu two-tier diagnostic test dan wawancara diagnostik dapat dijadikan sebagai referensi dalam melakukan identifikasi terhadap miskonsepsi pada konsep Fotosintesis
Menanamkan Nilai Pendidikan Karakter Pada Siswa Melalui Pembelajaran Sastra Dengan Model Permainan Gobak Sodor
This study describes literary learning with gobak sodor game model in instilling character education value focused on (1) learning implementation, (2) obstacles encountered during learning, and (3) effort done to overcome the obstacle. This research belongs to qualitative descriptive research. The results of this study indicate that teachers carry out literary learning with gobak sodor game model to instill the value of character education in students. Constraints experienced by teachers that teachers difficult to organize learners during the learning process and the place used as an arena for learning is wide enough. Teachers overcome these obstacles by organizing students strictly during learning and schedule settings with other subject teachers.Penelitian ini mendeskripsikan tentang pembelajaran sastra dengan model permainan gobak sodor dalam menanamkan nilai pendidikan karakter yang terfokus pada (1) pelaksanaan pembelajaran, (2) kendala yang dihadapi selama pembelajaran, dan (3) upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru melaksanakan pembelajaran sastra dengan model permainan gobak sodor untuk menanamkan nilai pendidikan karakter pada siswa. Kendala yang dialami guru yaitu guru susah mengatur peserta didik selama proses pembelajaran dan tempat yang digunakan sebagai arena untuk pembelajaran cukup luas. Guru mengatasi kendala tersebut dengan mengatur peserta didik secara tegas selama pembelajaran dan pengaturan jadwal dengan guru mata pelajaran lain
Efektivitas Model Pembelajaran Fisika “PRODUKSI” terhadap Peningkatan Aspek-aspek Keterampilan Berkomunikasi Sains
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektivan penerapan model pembelajaran PRODUKSI dalam meningkatkan aspek-aspek keterampilan berkomunikasi sains. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain one-group pretest-posttet yang direplikasi pada tiga sekolah. Sampel penelitian dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes yang kemudian dianalisis berdasarkan karakteristik data. Analisis yang digunakan diantarnya secara deskriptif kuantitatif menggunakan analisa N-Gain dan dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran PRODUKSI efektif membantu meningkatkan keterampilan berkomunikasi sains secara signifikan yang meliputi aspek menulis ilmiah, membaca ilmiah, observasi, representasi pengetahuan, dan presentasi informasi siswa pada level sedang.This research to determine the effectiveness of the application of PRODUKSI learning model to improve aspects of scientific communication skills. The research method used was experiment with one-group pretest-posttet design which replicated at three schools. The sample was chosen by purposive sampling. Data were collected by using tests that were then analyzed based on data characteristics. The analysis used is descriptive quantitative using N-Gain analysis and inferential statistics. The results showed that learning model of PRODUKSI efectively and significantly helped to improve the scientific communication skill, including aspects of scientific writing, scientific reading, observation, knowledge representation, and presentation in a moderate level
Asesmen Portofolio dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar
The importance of a scoring system that can measure students' abilities cognitively, affectively and psychomotorically requires an assessment that can measure student learning outcomes that can not only be measured by value through written tests, so that the quality of learning can grow better then a portfolio assessment is required Part of the classroom assessment currently under development. A portfolio is a collection of students' work that requires context-specific performance, as for examples of what students can include in the portfolio are tests, evaluated work for compulsory student tasks, performance tasks, and work projects such as papers or Other tasks created by the students themselves. By applying an alternative assessment that is one of the assessment of the portfolio of students, can be collected evidence of student progress that can actually be used as a consideration to improve the next learning process.In addition, such assessment is felt more just and transparent for students and can increase student motivation To be actively involved in the learning process.Pentingnya sistem penilaian yang dapat mengukur kemampuan siswa secara kognitif, afektif, dan psikomotorik maka diperlukan suatu asesmen yang dapat mengukur hasil belajar siswa yang tidak hanya bisa diukur dengan nilai melalui tes tertulis, jadi agar kualitas pembelajaran dapat berkembang lebih baik maka dibutuhkan asesmen portofolio yang merupakan bagian dari penilaian kelas yang saat ini dikembangkan. Portofolio merupakan kumpulan hasil karya siswa yang membutuhkan kinerja sesuai konteks, adapun contoh-contoh hal apa saja yang dapat dimasukkan siswa ke dalam portofolio adalah tes, hasil karya yang telah dievaluasi untuk tugas wajib siswa, tugas-tugas kinerja, dan proyek kerja seperti makalah atau tugas lainnya yang dibuat oleh siswa sendiri. Dengan menerapkan penilaian alternatif yaitu salah satunya penilaian portofolio terhadap siswa, dapat dikumpulkan bukti-bukti kemajuan siswa secara aktual yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya.Selain itu penilaian seperti ini dirasakan lebih adil dan transparan bagi siswa serta dapat meningkatkan motivasi siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Pada Siswa Kelas IV SDN Kertosari I Kabupaten Madiun
This study used a qualitative descriptive approach. Subjects in this study are students of class IV SDN Kertosari I District Madiun number of 20 students. This type of research is a classroom action research technique of collecting data through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using triangulation and data collection activities using cycles consisting of 2 cycles. Improving student learning outcomes with aspects of the student's ability to solve problems, the ability of students to conduct experiments, cooperation within the group. The completeness of student learning outcomes in cycle pra is 25%, the first cycle is 65% and cycle II reached 90%. The ability of the students in the trials experienced improvement from the first cycle to the second cycle and demonstrate mastery. Conclusions from the study indicate that the material changes in the environment by using model Problem Based Learning (PBL) can improve learning outcomes in grade IV IPA SDN Kertosari I District Madiun School Year 2016/2017.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IV SDN Kertosari I Kabupaten Madiun sejumlah 20 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Triangulasi serta kegiatan pengumpulan data menggunakan siklus yang terdiri dari 2 siklus. Peningkatan hasil belajar siswa dengan aspek kemampuan siswa dalam memecahkan masalah, kemampuan siswa dalam melakukan percobaan, kerjasama dalam kelompok. Ketuntasan hasil belajar siswa pada pra siklus yaitu 25%, siklus I adalah 65% dan siklus II mencapai 90%. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa materi perubahan lingkungan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas IV SDN Kertosari I Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2016/2017
Hifdzil Qur'an dan Kemampuan Membaca Al-Qur'an Mahasiswa Prodi PGMI Jurusan Tarbiyah STAIN Pamekasan
The moslem's student must have capacity to reciting Qur'an as the main capacity. There for the education which maintain that's capacity should be implemented properly, systematically, and planned. This reseact have aim to know the ablitity's student to implement Hifdzil Qur'an Juz 30th in the Teacher Education in Islamic elementary School (PGMI) of Project Tarbiyah Faculty in STAIN Pamekasan. Beside it, this program describe and explore to implement of Hifdzil Qur'an Juz 30th. Generally the capacity reciting qur'an of student PGMI is in good level. Because basically all students can recite al-Qur'an, but there are some students who still have not mastered science of tajwid, and their need special guidance from the lecturer. For the implementation of Hifdzil Qur'annya is quite good, because most students have deposited and completed his memorization. But there are some important notes that must be considered that is related to the laboratory of the Qur'an as a place of student guidance is still not there also cooperation of related parties that have not maximized.Kemampuan membaca al-Qur'an merupakan kemampuan utama yang harus dimiliki oleh peserta didik yang beragama Islam, oleh sebab itu, pendidikan yang mengarahkan kemampuan membaca al-Qur'an haruslah dilaksanakan dengan baik, sistematis dan terencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan membaca al-Qur'an mahasiswa dan implementasi Hifdzil Qur'an Juz 30 di prodi PGMI Jurusan Tarbiyah STAIN Pamekasan, selain itu juga untuk menggambarkan dan mengungkap (to describe and explore) implementasi program Hifdzil Qur'an Juz 30 prodi PGMI Jurusan Tarbiyah STAIN Pamekasan. Adapun tingkat kemampuan membaca al-Qur'an mahasiswa program studi PGMI Jurusan Tarbiyah secara keseluruhan sudah cukup baik, karena pada dasarnya semua mahasiswa bisa membaca al-Qur'an, akan tetapi ada beberapa mahasiswa yang masih belum menguasai ilmu tajwid, dan memerlukan bimbingan khusus dari dosen bimbingan hafalannya. Untuk Implementasi Hifdzil Qur'annya sudah cukup baik, karena sebagian besar mahasiswa sudah menyetor dan menyelesaikan hafalannya. Namun ada beberapa catatan penting yang harus diperhatikan yaitu terkait laboratorium al-Qur'an sebagai tempat mahasiswa bimbingan masih belum ada juga kerjasama pihak-pihak terkait ada yang belum maksimal
Konsep Authentic Happiness pada Remaja dalam Perspektif Teori Myers
The teenage phase is unique in describing themselves. Teenage images of themselves often create emotional complexity and sensitivity in their lives, an expansion of interest in self-portrait and identity search during adolescence makes adolescents vulnerable to personal, interpersonal, and social conflict. This paper tries to explain how the concept of adolescent authentic happiness is viewed from the perspective of Myers theory. The concept of adolescent authentic happiness is measured by four indicators of happiness according to Myers: 1) fully self-esteem, 2) optimism, 3) open attitude and social skills, and 4) full control and self-control. The subjects of this study were IAIN Ponorogo students with age range between 17-21 years. The results showed that 11% (4 people) adolescents have a concept of positive authentic happiness (high) according to Myers' happiness indicator. 30% (11 people) of adolescents have a medium-level authentic happiness concept, while 59% of adolescents have a negative authentic happiness concept. With that percentage, adolescents are still very vulnerable to the threat of problems, both personal, interpersonal, and socialFase remaja memiliki keunikan dalam menggambarkan diri mereka sendiri. Gambaran-gambaran remaja tentang dirinya sendiri kerap menimbulkan kerumitan dan sensitifitas emosional dalam hidup mereka, perluasan minat mengenai potret diri dan pencarian identitas selama masa remaja menjadikan remaja sebagai individu yang rawan mengalami konflik personal, interpersonal, dan sosial. Tulisan ini mencoba untuk menjelaskan bagaimana konsep authentic happiness remaja ditinjau dari perspektif teori Myers. konsep authentic happiness remaja diukur berdasarkan empat indikator kebahagiaan menurut Myers yaitu: 1) mampu menghargai diri sendiri sepenuhnya, 2) sikap optimis, 3) sikap terbuka dan kemampuan bersosialisasi, dan 4)kemampuan mengontrol dan mengendalikan diri sendiri sepenuhnya. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa IAIN Ponorogo dengan rentang usia antara 17-21 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 11% (4 orang) remaja telah memiliki konsep authentic happiness positif (tinggi) sesuai indikator kebahagiaan Myers. 30% (11 orang) remaja telah memiliki konsep authentic happiness tingkat sedang, sementara 59% remaja memiliki konsep authentic happiness negatif. Dengan prosentase tersebut, remaja masih sangat rentan terhadap ancaman permasalahan-permasalahan, baik personal, interpersonal, dan sosial
Pengaruh Kemampuan Membaca Pemahaman Terhadap Prestasi Belajar Matematika Pada Pokok Bahasan Soal Cerita Kelas IV
Membaca, menulis dan berhitung merupakan kesatuan yang menjadi kebiasaan semua orang. Apalagi bagi peserta didik, tiada hari tanpa ketiga kegiatan tersebut. Ketika siswa mengalami hambatan dalam memahami isi soal cerita, maka siswapun sulit untuk menyelesaikan soal dengan baik. Dengan demikian, prestasi belajar siswa akan menurun karena berulang kali melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal. Tujuan dari penelitian adalah untuk membuktikan apakah terdapat pengaruh antara kemampuan membaca pemahaman terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan soal cerita kelas IV SDN 02 Kertosari Kabupaten Madiun tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV SDN 02 Kertosari yang berjumlah 28 siswa dari dua sekolah di kelurahan Kertosari. Teknik sampling yang digunakan dengan teknik sampel jenuh, sehingga yang ada pada populasi digunakan sebagai sampel secara keseluruhan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik tes pilihan ganda pada variabel X dan tes isian pada variabel Y. Uji prasyarat yang dilakukan adalah uji normalitas, uji linearitas, dan uji homogenitas. Analisis data penelitian menggunakan regresi linear sederhana dengan menghitung nilai a, nilai b, dan nilai r, nilai t, serta koefisien determinasi untuk mengetahui seberapa besar kontribusi antar variabel.Berdasarkan hasil penelitian, koefisien determinasi yang didapatkan adalah 0,5254 atau 52,54% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kemampuan membaca pemahaman terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan soal cerita siswa kelas IV SDN 02 Kertosari tahun pelajaran 2016/2017
Komunikasi Orang Tua dan Anak dalam Islam (Tinjauan Pedagogis Komunikasi Nabi Ibrahim dengan Nabi Isma'il dalam Al-Qur'an)
Communication is the process of delivering a message in the form of meaningful symbols as thoughts and feelings in the form of ideas, information, beliefs, hopes, appeals, and as a guide by someone to someone else. Parents and children are the most important component in a family. Parents have an important role in educating their children through the communication process. The Qur'an as the first and main source of Islamic education provides some illustrations of the story of parent and child communication. One such story is the kisan of Prophet Ibrahim and Prophet Isma'il in Q.S. Al-Sha> ffa> t verses 102-107. Based on the verses from the letter can be concluded communication parent and child (based on the story of Prophet Ibrahim and Prophet Ismail) as follows: 1) Communication happens is interactive-Dialogic-humanist communication. It is said interactional because the communication is not unilateral. Prophet Ibrahim and Prophet Isma'il are active, reflective in interpreting and interpreting the message in the dream of Abraham. Dialogical because the communication can open the path of information between Prophet Ibrahim and Prophet Ismail. Dialogic communication also helps to train arguments, patience, toughness, and perseverance to obey God and obey the parents, as happened in the communication of Prophet Ibrahim and Prophet Isma'il. Humanist because of Ibrahim's Education against Ishmael aims to humanize human beings to obey God; 2) Communication made Prophet Ibrahim with Prophet Isma'il gives an idea that the Prophet Ibrahim is a democratic figure and the Prophet Isma'il is a submissive figure. These two traits have an important role in the success of an education; 3) There are two educational materials in communication between Prophet Ibrahim and Prophet Isma'il, ie aspects of faith and emotional. Faith in relation to the test of obedience to the concept of faith that has been given by the Prophet Ibrahim, while the emotional aspect shown ketegaran and patience in receiving the command.Komunikasi merupakan proses penyampaian suatu pesan dalam bentuk lambang bermakna sebagai pikiran dan perasaan berupa ide, informasi, kepercayaan, harapan, himbauan, dan sebagai panduan yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain. Orang tua dan anak adalah komponen yang paling penting dalam sebuah keluarga. Orang tua memiliki peran penting dalam mendidik anak-anaknya melalui proses komunikasi. Al-Qur’an sebagai sumber pertama dan utama pendidikan Islam memberikan beberapa gambaran kisah tentang komunikasi orang tua dan anak. Salah satu kisah tersebut adalah kisan Nabi Ibrahim dan Nabi Isma’il dalam Q.S. al-Sha>ffa>t ayat 102-107. Berdasarkan ayat-ayat dari surat tersebut dapat disimpulkan komunikasi orang tua dan anak (berdasarkan kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail) sebagai berikut: 1) Komunikasi yang terjadi adalah komunikasi interaktif-dialogis-humanis. Dikatakan interaksional karena komunikasi yang dilakukan tidak sepihak. Nabi Ibrahim dan Nabi Isma’il saling aktif, reflektif dalam memaknai dan menafsirkan pesan dalam mimpi Nabi Ibrahim. Dialogis karena komunikasi tersebut dapat membuka jalur informasi antara Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Komunikasi dialogis juga membantu untuk melatih berargumentasi, kesabaran, ketangguhan, dan keteguhan untuk patuh kepada Allah dan taat pada orang tua, seperti yang terjadi pada komunikasi Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Humanis karena Pendidikan Ibrahim terhadap Ismail bertujuan untuk memanusiakan manusia agar patuh kepada Allah; 2) Komunikasi yang dilakukan Nabi Ibrahim dengan Nabi Isma’il memberikan gambaran bahwa Nabi Ibrahim merupakan sosok yang demokratis dan Nabi Isma’il adalah sosok yang patuh. Kedua sifat ini memiliki peran penting dalam kesuksesan sebuah pendidikan; 3) Terdapat dua materi pendidikan dalam komunikasi antara Nabi Ibrahim dan Nabi Isma’il, yaitu aspek keimanan dan emosional. Keimanan kaitannya dengan uji kepatuhan terhadap konsep keimanan yang telah diberikan oleh Nabi Ibrahim, sedangkan aspek emosional ditunjukkan ketegaran dan kesabaran dalam menerima perintah tersebut