Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains
Not a member yet
    68 research outputs found

    Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif dengan Snowball Throwing Terhadap Hasil Belajar IPA Pada Siswa Kelas IV SDN Bondrang Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo

    Get PDF
    In learning science in elementary school requires a new innovation that is able to activate and make the learning process more enjoyable so that students are able to understand the material being studied. This requires teachers to be more creative and innovative in selecting a learning model that will be used. One example of learning model that can be used is a cooperative learning model Snowball Throwing. Throwing Snowball In lessons students will learn in groups and in collaboration with the group of their friends in solving problems. So that students can easily understand the material and also in expressing ideas that can maximize learning outcomes. This study aims to determine whether or not the influence of cooperative learning model with Snowball Throwing on learning outcomes of science in grade IV SDN Bondrang Sawoo District of Ponorogo in the academic year 2016/2017. Subjects in this study were students of class IV SDN 1 Bondrang and fourth grade students of SDN 2 Bondrang. In this study, using a quantitative approach to experimental research methods. Sampling was done by sampling research saturated. While the researchers to collect data using the test method, and documentation. Data analysis techniques used in this research is the prerequisite test and test hypotheses. The results showed that the application of learning models Snowball Throwing can affect learning outcomes IPA grade IV SDN Bondrang Ponorogo, where the result the average value of the experimental class was 83.23 and in control group was 71.47. The conclusions of this research is no effect of the application of cooperative learning model with Snowball Throwing on learning outcomes of science in grade IV SDN Bondrang Sawoo District of Ponorogo in the academic year 2016/2017.Pada pembelajaran IPA di Sekolah Dasar membutuhkan suatu inovasi baru yang mampu untuk mengaktifkan dan membuat proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan agar para siswa mampu untuk memahami materi yang dipelajari. Hal ini menuntut guru untuk dapat menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam memilih model pembelajaran yang akan digunakan. Salah satu contoh model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model pembelajaran kooperatif Snowball Throwing. Dalam pembelajaran Snowball Throwing siswa akan belajar secara berkelompok dan bekerjasama dengan teman sekelompoknya dalam memecahkan masalah. Sehingga siswa akan lebih mudah dalam memahami materi dan juga dalam mengemukakan ide yang dapat memaksimalkan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran kooperatif dengan Snowball Throwing terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas IV SDN Bondrang Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo tahun pelajaran 2016/2017. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 1 Bondrang dan siswa kelas IV SDN 2 Bondrang. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan sampling jenuh. Sedangkan dalam rangka pengumpulan data peneliti menggunakan metode tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji prasyarat dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Snowball Throwing dapat mempengaruhi hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Bondrang Kabupaten Ponorogo, dimana diperoleh hasil nilai rata-rata pada kelas eksperimen adalah 83,23 dan pada kelas kontrol adalah 71,47. Simpulan pada penelitian ini adalah ada pengaruh dari penerapan model pembelajaran kooperatif dengan Snowball Throwing terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas IV SDN Bondrang Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo tahun pelajaran 2016/2017

    Pengaruh Metode Pemberian Tugas (Resitasi) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran PKN Kelas IV SDN Mojoroto Kota Kediri

    Get PDF
    In learning science in elementary school requires a new innovation that is able to activate and make the learning process more enjoyable so that students are able to understand the material being studied. This requires teachers to be more creative and innovative in selecting a learning model that will be used. One example of learning model that can be used is a cooperative learning model Snowball Throwing. Throwing Snowball In lessons students will learn in groups and in collaboration with the group of their friends in solving problems. So that students can easily understand the material and also in expressing ideas that can maximize learning outcomes. This study aims to determine whether or not the influence of cooperative learning model with Snowball Throwing on learning outcomes of science in grade IV SDN Bondrang Sawoo District of Ponorogo in the academic year 2016/2017. Subjects in this study were students of class IV SDN 1 Bondrang and fourth grade students of SDN 2 Bondrang. In this study, using a quantitative approach to experimental research methods. Sampling was done by sampling research saturated. While the researchers to collect data using the test method, and documentation. Data analysis techniques used in this research is the prerequisite test and test hypotheses. The results showed that the application of learning models Snowball Throwing can affect learning outcomes IPA grade IV SDN Bondrang Ponorogo, where the result the average value of the experimental class was 83.23 and in control group was 71.47. The conclusions of this research is no effect of the application of cooperative learning model with Snowball Throwing on learning outcomes of science in grade IV SDN Bondrang Sawoo District of Ponorogo in the academic year 2016/2017.Konsep pembelajaran berakar pada pihak pendidik dan konsep belajar berakar pada pihak peserta didik. Pendidik sebagai pengelola kegiatan belajar mengajar yang efektif. harus mengetahui dan menguasai setiap metode atau model pembelajaran. Guru dapat menggunakan metode tanya jawab, pemberian tugas (resitasi), metode diskusi, dan masih banyak pilihan metode yang dapat digunakan untuk keberhasilan suatu tujuan pendidikan. Oleh karena adanya kesenjangan antara teori dan praktik serta eratnya pemilihan metode pembelajaran yang harus relevan dengan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa maka menjadi penting untuk memilih dan menerapkan metode pembelajaran yang relevan dan efektif.  Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh metode pemberian tugas (resitasi) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran PKn. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan menggunakan Pretest-Postest yang dilaksanakan di SDN 3 Mojoroto Kota Kediri (Kel. Eksperimen) dan SDN 6 Mojoroto Kota Kediri (Kel. Kontrol), dengan sasaran penelitian adalah siswa kelas IV, selanjutnya teknik analisis t-test digunakan untuk menguji hipotesis. Hasil temuan penelitian adalah: pretest rerata nilai pada kelas kontrol yaitu 51, dan rerata nilai pada kelas eksperimen yaitu 54.  Mean pada tabel statistik Pretest kelompok eksperimen adalah 54,38 dengan Std.  deviation 7,497, dan Std.  deviation 7,594. Sedangkan Mean kelompok kontrol pada tabel statistik Pretest adalah 51,94 dengan Std.  Deviation 8,532 dan kelas kontrol pada tabel statistik postest adalah 66,94 dengan Std.  Deviation 8,234. Nilai rerata hasil belajar menggunakan metode pemberian tugas (resitasi) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa untuk menyelesaikan soal PKn tentang globalisasi dengan menggunakan metode resitasi rerata pada kelas kontrol yaitu 66 dan Mean pada kelas eksperimen yaitu 74. Sehingga dapat disimpulkan adanya pengaruh yang signifikan metode pemberian tugas (resitasi) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran PKn kelas IV SDN Mojoroto Kota Kediri

    Penggunaan Model Pembelajaran SAVI Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Pada Siswa Kelas V SD Al Husna Kota Madiun

    Get PDF
    Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti di SD Al Husna (IFDS), diketahui bahwa proses pembelajaran di kelas V masih bersifat konvensional sehingga kurang mengembangkan pola pikir dan kreatifitas siswa. Terdapat beberapa guru khususnya pada mata pelajaran IPS kelas V hanya berceramah dan siswa hanya mendengarkan, mencatat dan menghafalkan materi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya pada mata pelajaran IPS kelas VA dengan menggunakan model pembelajaran SAVI. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), prosedur penelitian yang digunakan berupa siklus yang terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan  refleksi.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes kognitif dan alat pengumpulan data yang digunakan adalah instrumen soal dan lembar observasi. Hasil analisis data yang diperoleh menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada hasil belajar yang berdampak pada prestasi belajar siswa.Hal ini dapat dilihat dari hasil presentase rata-rata pada siklus I yaitu 75% yang artinya ada 15 dari 20 siswa yang tuntas. Terjadi peningkatan pada siklus yang ke II yaitu 80% yang artinya ada 16 dari 20 siswa yang tuntas dalam pembelajaran. Pada siklus terakhir juga mengalami peningkatan yang signifikan dari siklus sebelumnya yaitu 90% yang artinya ada 18 dari 20 siswa yang tuntas pada siklus terkhir ini. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran SAVI dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas V SD Al Husna (IFDS)

    Jenis-jenis Benalu dengan Tanaman Inang Pada Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya

    Get PDF
    Green Open Space serves as a container for human life, both individually and in groups, as well as other creature containers to live and thrive in a sustainable manner. The beauty and value of the benefits of plants in the Green Open Space are often disturbed by the presence of parasites. The presence of parasites often indicates the occurrence of disturbance or damage to host plants that paraded. Benalu has been widely known by the community, but has never received attention in handling it. There has been little research on crop damage or loss caused by parasites. The purpose of this research is to know the presence or absence of parasite in green open space of Surabaya city and to know identification of dominance of parasite with the host plant in green open space of Surabaya city. Observation on the type of parasite with its host in the green open space of Surabaya City, East Java had been conducted in some spots, yield : Center Surabaya area, North Surabaya area, East Surabaya area, South Surabaya area, West Surabaya area. The observation methodology is by cruising (cruise method) by visiting the place where much overgrown vegetation plants at each point there are 500 vegetation plants which allows to be a parent host. The results of the observation obtained 3 types of parasites, 1 type of parasite of the tribe Crypteroniaceae which was parasite 39 species of host plants i.e. Henslowia frutescens .Champ. and 2 types of parasites of the tribe Loranthaceae, i.e. Loranthus Sp and Macrosolen cochinchinensis (Lour.) van Tiegh.Ruang Terbuka Hijau berfungsi sebagai wadah (container) untuk kehidupan manusia, baik secara individu maupun berkelompok, serta wadah makhluk lainnya untuk hidup dan berkembang secara berkelanjutan. Keindahan dan nilai manfaat tanaman di Ruang Terbuka Hijau sering terganggu dengan adanya benalu. Keberadaan benalu sering mengindikasikan terjadinya gangguan ataupun kerusakan tumbuh-tumbuhan inang yang diparasitinya. Benalu sudah banyak diketahui oleh masyarakat, namun belum pernah mendapatkan perhatian dalam penanganannya. Selama ini belum banyak penelitian tentang  kerusakan tanaman atau kerugian yang disebabkan oleh benalu.Pelaksanaan penelitian bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya benalu pada ruang terbuka hijau kota Surabaya dan untuk mengetahui identifikasi dominansi benalu dengan tanaman inang yang ada di ruang terbuka hijau Kota Surabaya. Penelitian tentang jenis-jenis benalu dengan tanaman inangnya pada ruang terbuka hijau Kota Surabaya, Jawa Timur dilakukan di beberapa titik pengamatan, yaitu : Wilayah Surabaya Pusat, Wilayah Surabaya Utara, Wilayah Surabaya Timur, Wilayah Surabaya Selatan, dan Wilayah Surabaya Barat. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode jelajah (cruise method) dengan mendatangi tempat-tempat dimana banyak vegetasi tanaman, pada setiap satu titik terdapat 500 vegetasi tanaman yang memungkinkan menjadi inang benalu. Hasil penelitian didapatkan 3 jenis benalu, 1 jenis benalu dari suku Crypteroniaceae yaitu Henslowia frutescens .Champ. yang memarasiti 39 jenis tanaman inang dan 2 jenis benalu dari suku Loranthaceae, yaitu Loranthus Sp dan Macrosolen cochinchinensis (Lour.) van Tiegh

    Eksistensi Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Dalam Memperkokoh karakter Bangsa Indonesia

    Get PDF
    Pendidikan kewarganegaraan merupakan bagian utuh dari sistem pendidikan nasional.Oleh karena itu proses pendidikan kewarganegaraan perlu diwujukan dalam kurikulum dan pembelajaran pada semua jalur dan jenjang pendidikan. Fungsi dan peran dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan nasional, pendidikan kewarganegaraan dirancang, dikembangkan, dilaksanakan, dan dievaluasi dalam konteks pengejawantahan tujuan pendidikan nasional. Ketiga hal tersebut merupakan landasan dan kerangka pikir untuk memahami serta menerapkan Pendidikan kewarganegaraan.Pendidikan kewarganegaraan merupakan kebutuhan yang sangat mendesak bagi bangsa dalam membangun kehidupan yang aman, nyaman, damai, sejahtera. Dalam membangun demokrasi berkeadaban dibutuhkan generasi bangsa yang cerdas, berkarakter kokoh. Ada beberapa alasan mengapa pendidikan kewarganegaraan sangat dibutuhkan, pertama, meningkatnya gejala dan kecenderungan tidak political literacy atau tidak “melek” politik dan tidak mengetahui cara kerja demokrasidan lembaga-lembaganya; kedua, meningkatnya politichal apatishm yang ditunjukkan dengan sedikitnya keterlibatan warga negara dalam proses-proses politik. Pembentukan warga negara yang cerdas secara intelektual, emosional, sosial, serta spiritual benar-benar merupakan tuntutan dan keniscayaan. Disinilah eksistensi pendidikan kewarganegaraan menjadi sarana yang sangat pentingbagi negara-negara demokrasi termasuk negara Indonesia agar dapat melahirkan generasi bangsa yang mengetahui nilai-nilai kebangsaan berdasarkan Pancasila dan memiliki keterampilan yang diperlukan dalam mentransformasikan, mengaktualisasikan, dan melestarikan segala hal yang dimiliki oleh NKRI.Citizenship education is an integral part of the national education system.Therefore the civic education process needs to be addressed in the curriculum and learning on all paths and levels of education.Functions and roles in the context of achieving national educational objectives, civic education are designed, developed, implemented and evaluated in the context of the embodiment of national education objectives.They are the foundation and frame of mind for understanding and applying civic education.Citizenship education is a very urgent need for the nation in building a safe, comfortable, peaceful, prosperous life.In building a civilized democracy, it needs a generation of intelligent, strong-minded nation.There are several reasons why civic education is urgently needed, firstly, the rise in political literacy and not political literacy and not knowing the workings of democracy and its institutions;Secondly, the increased politichal apathism is demonstrated by the lack of citizen involvement in political processes.The intellectual, emotional, social, and spiritual formation of intelligent citizens is really a demand and necessity.This is where the existence of civic education becomes a very important tool for democratic countries including the state of Indonesia in order to give birth to a generation of nations who know the values of nationality based on Pancasila and have the necessary skills in transforming, actualizing and preserving everything that is owned by NKRI

    Penggunaan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Berbasis Discovery Learning Pada Materi Mendeskripsikan Perubahan Sifat Benda

    Get PDF
    This research is motivated by the observation and experience of researchers, that LKS is often used in Primary School today tend to contain only a summary of material and exercise questions. Students learn the material and evaluation based on the LKS they use in the learning activities. Therefore, it is necessary to develop the LKS based on Discovery Learning which not only contains the summary of the material and questions, but also with the lab that will train the students to think scientifically. This research is used to know the impact of the use of LKS based on Discovery Learning on the material changes the nature of the object. The impact of LKS usage is seen from the teacher and student response to the use of LKS based on Discovery Learning, and how the impact of LKS use on students' ability in describing the change of nature of the object. The result of this research is teacher response to the use of LKS based on Discovery Learning which have been applied in learning get good response. Teacher response questionnaire results are more than 50% of teachers' answers included in the criteria strongly agree. Student response to the use of Discovery Learning based LKS obtained positive response from students. This can be known from the percentage of student answers that is from 10 statements have a good criterion that is the percentage ? 50%. In addition, the impact of the use of LKS based on Discovery Learning on the students' ability in describing the change of the nature of the object that has a positive impact. This can be known from the results of pretest and postes assessment. In the pretester results 2 students can earn values under the KKM. While the value of postes of students has increased only 1 student who get the value under the KKM.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil pengamatan dan pengalaman peneliti, bahwa LKS yang sering digunakan di Sekolah Dasar saat ini cenderung hanya berisikan rangkuman materi dan latihan soal. Siswa mempelajari materi dan evaluasi berdasarkan LKS yang mereka gunakan dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengembangan LKS berbasis Discovery Learning yang tidak hanya berisikan rangkuman materi dan soal, namun juga disertai praktikum yang akan melatih siswa untuk berfikir secara ilmiah. Penelitian ini digunakan untuk mengetahui dampak penggunaan LKS berbasis Discovery Learning pada materi perubahan sifat benda. Dampak penggunaan LKS dilihat dari respon guru dan siswa terhadap penggunaan LKS berbasis Discovery Learning, serta bagaimana dampak penggunaan LKS terhadap kemampuan siswa dalam mendeskripsikan perubahan sifat benda. Hasil penelitian ini yaitu respon guru terhadap penggunaan LKS berbasis Discovery Learning yang telah diterapkan dalam pembelajaran memperoleh respon baik.  Hasil angket respon guru yaitu lebih dari 50 % jawaban guru termasuk dalam kriteria sangat setuju. Respon siswa terhadap penggunaan LKS berbasis Discovery Learning memperoleh respon positif dari siswa. Hal ini dapat diketahui dari presentase jawaban siswa yaitu dari 10 pernyataan memiliki kriteria baik yaitu nilai presentase ? 50 %. Selaini tu, dampak penggunaan LKS berbasis Discovery Learning terhadap kemampuan siswa dalam mendeskripsikan perubahan sifat benda yaitu memiliki dampak positif. Hal ini dapat diketahui dari hasil penilaian pretes dan postes. Pada hasil pretesterdapat 2 siswa yang memperolehnilai di bawah KKM. Sedangkan pada nilai postes siswa mengalami peningkatan yaitu hanya 1 siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM

    Pengembangan Media Audio Visual Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Untuk Sekolah Dasar

    Get PDF
    Bahasa Indonesia is one of the subjects taught in elementary school. One of the language activities is listening. Based on the observation, it is known that the learning of Bahasa Indonesia in listening skill of the story has not run optimally yet. This can be seen from each teacher's learning still using the lecture method. So the students look less enthusiastic and tend to be passive. The use of audio-visual media in learning is expected to increase in the learning process, especially in terms of listening to the story. This development activity is carried out with the aim of producing an audio visual media of Indonesian class 3 semester 2 that is effective, enabling the students to receive learning well. The methods used in this development use the Dick and Carey model. This model has ten procedural steps, only for this development is adapted into nine steps, namely: (1) identify the general objectives of learning (2) learning analysis (3) identify the characteristics of students (4) formulate specific objectives of learning (5) develop assessment instruments (6) developing learning strategies (7) developing and selecting learning materials (8) designing and executing formative evaluations (9) revising learning products. The end result obtained from the development of this audio visual media is developed products included in the criteria valid / eligible to be used in the learning processBahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah dasar. Salah satu kegiatan berbahasa adalah menyimak. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia pada ketrampilan menyimak cerita belum berjalan secara optimal. Hal ini dapat dilihat dari setiap pembelajaran guru masih menggunakan metode ceramah. Sehingga siswa terlihat kurang antusias dan cenderung pasif. Penggunaan media audio visual dalam pembelajaran diharapkan adanya peningkatan dalam proses pembelajaran, terutama dalam hal menyimak cerita. Kegiatan pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan menghasilkan media audio visual mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 3 semester 2 yang efektif, membuat siswa dapat menerima pembelajaran dengan baik. Metode yang digunakan dalam pengembangan ini menggunakan model Dick and Carey. Model ini memiliki sepuluh langkah prosedural, hanya saja untuk pengembangan ini diadaptasi menjadi sembilan langkah, yakni: (1) mengidentifikasi tujuan umum pembelajaran (2) analisis pembelajaran (3) mengidentifikasi karakteristik siswa (4) merumuskan tujuan khusus pembelajaran (5) mengembangkan instrumen penilaian (6) mengembangkan strategi pembelajaran (7) mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran (8) merancang dan melaksanakan evaluasi formatif (9) merevisi produk pembelajaran. Hasil akhir yang diperoleh dari pengembangan media audio visual ini adalah produk yang dikembangkan termasuk dalam kriteria valid/layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran

    Pembelajaran Fisika Dasar Terintegrasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Melalui Diagram Vee

    Get PDF
    Penelitian ini dilatorbelakangi oleh pembelajaran Fisika yang selama ini dilakukan kurang bermakna. Selama ini pembelajaran Fisika yang dilakukan belum pernah diintegrasikan dengan nilai-nilai pendidikan Islam dan kurang melibatkan peserta didik dengan maksimal. Berdasarkan hal tersebut, makapada penelitian ini peneliti ingin mengimplementasikan pembelajaran Fisika dasar terintegrasi nilai-nilai pendidikan Islam melalui diagram Vee dengan tujuan agar tercipta pembelajaran yang bermakna. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama 2 siklus. Materi Fisika yang disampaikan pada penelitian ini adalah kesetimbangan benda tegar, kalor, fluida dan gelombang. Subjek penelitiannya adalah mahasiswa IAIN Ponorogo, Jurusan Tarbiyah Prodi tadris IPA yang berjumlah 38 mahasiswa. Data hasil penelitian berupa hasil angket yang berkaitan dengan pembelajaran yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil angket, terlihat bahwa setiap indikator dari pembelajaran bermakna mengalami peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2. Peningkatan paling kecil terlihat pada indikator kemampuan menemukan jawaban sendiri dari suatu permasalahan yang ada yaitu sebesar 0,6%. Sedangkan peningkatan paling besar terlihat pada indikator kemampuan menghubungkan materi baru yang dipelajari dengan pengetahuan sebelumnya mengalami peningkatan paling besar yaitu sebesar 12,5%. Untuk indikator kemampuan menghubungkan materi yang dipelajari dengan salah satu ayat dalam Al-Qur’an mengalami peningkatan sebesar  9 % dan yang terakhir indikator kemampuan mengaplikasikan materi yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari mengalami peningkatan sebesar 6,5 %. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bermakna dapat tercapai dengan mengintegrasikan materi Fisika dengan ayat Al-Qur’an yang sesuai.Karena dengan begitu peserta didik lebih menghargai dan meyakini keteraturan alam ciptaan Tuhan. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan IPA di Indonesia yaitu agar peserta didik memiliki keyakinan keteraturan alam ciptaan-Nya dan keagungan Tuhan YME.Penelitian ini dilatorbelakangi oleh pembelajaran Fisika yang selama ini dilakukan kurang bermakna. Selama ini pembelajaran Fisika yang dilakukan belum pernah diintegrasikan dengan nilai-nilai pendidikan Islam dan kurang melibatkan peserta didik dengan maksimal. Berdasarkan hal tersebut, makapada penelitian ini peneliti ingin mengimplementasikan pembelajaran Fisika dasar terintegrasi nilai-nilai pendidikan Islam melalui diagram Vee dengan tujuan agar tercipta pembelajaran yang bermakna. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama 2 siklus. Materi Fisika yang disampaikan pada penelitian ini adalah kesetimbangan benda tegar, kalor, fluida dan gelombang. Subjek penelitiannya adalah mahasiswa IAIN Ponorogo, Jurusan Tarbiyah Prodi tadris IPA yang berjumlah 38 mahasiswa. Data hasil penelitian berupa hasil angket yang berkaitan dengan pembelajaran yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil angket, terlihat bahwa setiap indikator dari pembelajaran bermakna mengalami peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2. Peningkatan paling kecil terlihat pada indikator kemampuan menemukan jawaban sendiri dari suatu permasalahan yang ada yaitu sebesar 0,6%. Sedangkan peningkatan paling besar terlihat pada indikator kemampuan menghubungkan materi baru yang dipelajari dengan pengetahuan sebelumnya mengalami peningkatan paling besar yaitu sebesar 12,5%. Untuk indikator kemampuan menghubungkan materi yang dipelajari dengan salah satu ayat dalam Al-Qur’an mengalami peningkatan sebesar  9 % dan yang terakhir indikator kemampuan mengaplikasikan materi yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari mengalami peningkatan sebesar 6,5 %. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bermakna dapat tercapai dengan mengintegrasikan materi Fisika dengan ayat Al-Qur’an yang sesuai.Karena dengan begitu peserta didik lebih menghargai dan meyakini keteraturan alam ciptaan Tuhan. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan IPA di Indonesia yaitu agar peserta didik memiliki keyakinan keteraturan alam ciptaan-Nya dan keagungan Tuhan YME

    Kontribusi Quantum Learning terhadap Perkembangan Kecerdasan Interpersonal Siswa SD

    Get PDF
    Dalam upaya peningkatan hasil pembelajaran, hal ini semakin mendorong upaya guru untuk merancang sebuah pembelajaran yang mampu mengakomodasi segala jenis hasil pembelajaran. Hasil pembelajaran yang tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi, namun juga berkaitan dengan karakter siswa. Karakter-karakter yang bermakna untuk siswa dalam menghadapi kehidupan sosial. Kehidupan sosial siswa tidak hanya dalam lingkungan keluarga dan sekolah. Ketika siswa melakukan kesalahan masih terdapat pihak-pihak yang mampu menegur dengan cara yang baik. Tidak bisa dipungkiri lagi jika kehidupan siswa juga dalam lingkungan masyarakat, yang di dalamnya membutuhkan kecerdasan interpersonal yang lebih baik dalam menghadapinya. Kajian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi pembelajaran yang mampu mewadahi tidak hanya hasil pembelajaran kognitif namun juga afektif. Hasil belajar afektif berupa kemampuan menerima dan memperhatikan suatu objek, menanggapi, menghargai, mengatur atau mengorganisasikan, serta menginternalisasi nilai-nilai menjadi pola hidup. Kajian ini ditujukan pada kemampuan siswa dalam bekerjasama, bergotong royong, dan menjalin hubungan yang baik dalam berbagai macam lingkungan. Dengan bercermin dari pembelajaran yang seringnya berpusat pada guru yang menjadikan siswa cenderung lebih pasif, maka diharapkan selanjutnya pembelajaran mampu menjadikan siswa sebagai pusat pembelajaran agar memberikan hasil pembelajaran yang tidak hanya dalam ranah kognitif.Dalam upaya peningkatan hasil pembelajaran, hal ini semakin mendorong upaya guru untuk merancang sebuah pembelajaran yang mampu mengakomodasi segala jenis hasil pembelajaran. Hasil pembelajaran yang tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi, namun juga berkaitan dengan karakter siswa. Karakter-karakter yang bermakna untuk siswa dalam menghadapi kehidupan sosial. Kehidupan sosial siswa tidak hanya dalam lingkungan keluarga dan sekolah. Ketika siswa melakukan kesalahan masih terdapat pihak-pihak yang mampu menegur dengan cara yang baik. Tidak bisa dipungkiri lagi jika kehidupan siswa juga dalam lingkungan masyarakat, yang di dalamnya membutuhkan kecerdasan interpersonal yang lebih baik dalam menghadapinya. Kajian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi pembelajaran yang mampu mewadahi tidak hanya hasil pembelajaran kognitif namun juga afektif. Hasil belajar afektif berupa kemampuan menerima dan memperhatikan suatu objek, menanggapi, menghargai, mengatur atau mengorganisasikan, serta menginternalisasi nilai-nilai menjadi pola hidup. Kajian ini ditujukan pada kemampuan siswa dalam bekerjasama, bergotong royong, dan menjalin hubungan yang baik dalam berbagai macam lingkungan. Dengan bercermin dari pembelajaran yang seringnya berpusat pada guru yang menjadikan siswa cenderung lebih pasif, maka diharapkan selanjutnya pembelajaran mampu menjadikan siswa sebagai pusat pembelajaran agar memberikan hasil pembelajaran yang tidak hanya dalam ranah kognitif

    Pemanfaatan Media Pembelajaran dan Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas V

    Get PDF
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Guru sekurang-kurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan efisien yang meskipun sederhana merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang bersifat korelasional. Penelitian ini adalah penelitian sampel jenuh, yang berjumlah 33 siswa. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Sedangkan untuk teknis analisis data menggunakan rumus statistik korelasi product moment.Dari analisis data dan penelitian dapat disimpulkan: (1) pemanfaatan media pembelajarankelas V SDN 2 Tonatan Ponorogo tahun pelajaran 2015/2016 dalam kategori cukup. (2) prestasi belajar matematika siswa kelas V SDN 2 Tonatan Ponorogo tahun pelajaran 2015/2016 dalam kategori cukup. (3) terdapat korelasi yang signifikanantara pemanfaatan media pembelajaran dengan prestasi belajar matematika siswa kelas V di SDN 2 Tonatan Ponorogo tahun pelajaran 2015/2016.Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Guru sekurang-kurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan efisien yang meskipun sederhana merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang bersifat korelasional. Penelitian ini adalah penelitian sampel jenuh, yang berjumlah 33 siswa. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Sedangkan untuk teknis analisis data menggunakan rumus statistik korelasi product moment.Dari analisis data dan penelitian dapat disimpulkan: (1) pemanfaatan media pembelajarankelas V SDN 2 Tonatan Ponorogo tahun pelajaran 2015/2016 dalam kategori cukup. (2) prestasi belajar matematika siswa kelas V SDN 2 Tonatan Ponorogo tahun pelajaran 2015/2016 dalam kategori cukup. (3) terdapat korelasi yang signifikanantara pemanfaatan media pembelajaran dengan prestasi belajar matematika siswa kelas V di SDN 2 Tonatan Ponorogo tahun pelajaran 2015/2016

    64

    full texts

    68

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇