Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains
Not a member yet
    68 research outputs found

    Implementasi Penanaman Karakter Melalui Matematika Pada Kurikulum 2013

    Get PDF
    oai:ojs2.ibriez.iainponorogo.ac.id:article/4Budaya dan karakter diyakini menjadi kunci sekaligus solusi pelbagai permasalahan sosial di masyarakat. Karenanya, penanaman nilai budaya dan karakter menjadi prioritas nasional, tidak terkecuali melalui dunia pendidikan. Seiring dengan hal tersebut, frame pendidikan nasional juga mengalami pergeseran dan perbaikan seiring dengan hadirnya kurikulum 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi penanaman nilai budaya dan karakter bangsa pada kurikulum 2013, utamanya melalui mata pelajaran matematika. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode multi kasus. Subjek pada penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan siswa pada tiga sekolah di Kabupaten Pacitan, yakni SDN Ploso I, SMPN 1 Pacitan, maupun di SMAN 1 Pacitan. Data diperoleh dari penelusuran dokumen, observasi, angket, wawancara mendalam, dan focus group discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai budaya dan karakter juga menjadi ruh dalam kurikulum 2013. Secara eksplisit, berbagai muatan nilai budaya dan karakter bangsa tercantum standar kompetensi lulusan, rumusan kompetensi aspek sikap spiritual, dan rumusan kompetensi aspek sikap sosial. Demikian halnya dengan pembelajaran matematika, sangat relevan untuk menanamkan nilai budaya dan karakter bangsa, melalui pembelajaran tidak langsung. Problematikanya bertalian erat dengan problematika kurikulum 2013, yakni keluasan materi, sistematika materi, penilaian, dan proses adaptasi guru.Budaya dan karakter diyakini menjadi kunci sekaligus solusi pelbagai permasalahan sosial di masyarakat. Karenanya, penanaman nilai budaya dan karakter menjadi prioritas nasional, tidak terkecuali melalui dunia pendidikan. Seiring dengan hal tersebut, frame pendidikan nasional juga mengalami pergeseran dan perbaikan seiring dengan hadirnya kurikulum 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi penanaman nilai budaya dan karakter bangsa pada kurikulum 2013, utamanya melalui mata pelajaran matematika. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode multi kasus. Subjek pada penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan siswa pada tiga sekolah di Kabupaten Pacitan, yakni SDN Ploso I, SMPN 1 Pacitan, maupun di SMAN 1 Pacitan. Data diperoleh dari penelusuran dokumen, observasi, angket, wawancara mendalam, dan focus group discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai budaya dan karakter juga menjadi ruh dalam kurikulum 2013. Secara eksplisit, berbagai muatan nilai budaya dan karakter bangsa tercantum standar kompetensi lulusan, rumusan kompetensi aspek sikap spiritual, dan rumusan kompetensi aspek sikap sosial. Demikian halnya dengan pembelajaran matematika, sangat relevan untuk menanamkan nilai budaya dan karakter bangsa, melalui pembelajaran tidak langsung. Problematikanya bertalian erat dengan problematika kurikulum 2013, yakni keluasan materi, sistematika materi, penilaian, dan proses adaptasi guru

    Tujuan dan Metode Pendidikan Anak :Perspektif Abdullah Nashih Ulwan dan Paulo Freire

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini yaitu menjelaskan tujuan dan metode pendidikan anak perspektif Abdullah Nasih Ulwan dan Paulo Freire serta menjelaskan persamaan dan perbedaan konsep pendidikan anak perspektifAbdullah Nashih Ulwan dengan Paulo Freire. Metode dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis kepustakaan (library research)yang bersifat analitis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan dianalisis secara kritis komparatif melalui analisi isi. Hasil penelitian ini menyimpulkan 1) tujuan pendidikan Ulwan adalah untuk melahirkan generasi Islam yang berpedoman pada Al-Qur’an dan Hadist; 2) tujuan pendidikan Freire adalah untuk menciptakan manusia yang sadar (conscitizacao), manusia yang bebas (liberalisasi), dan menciptakan manusia yang memanusiakan manusia (humanisasi). Konsep pendidikan Ulwan dan Freire secara umum memiliki persamaan, yaitu sama-sama mempunyai tujuan untuk melahirkan generasi baru yang berkualitas melalui proses pendidikan. Adapun perbedaannya yaitu metode pendidikan Ulwan adalah metode keteladanan, pembiasaan, nasihat, pengertian, dan hukuman, sedangakan metode pendidikan Freire adalah pendidikan hadap masalah.Tujuan penelitian ini yaitu menjelaskan tujuan dan metode pendidikan anak perspektif Abdullah Nasih Ulwan dan Paulo Freire serta menjelaskan persamaan dan perbedaan konsep pendidikan anak perspektifAbdullah Nashih Ulwan dengan Paulo Freire. Metode dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis kepustakaan (library research)yang bersifat analitis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan dianalisis secara kritis komparatif melalui analisi isi. Hasil penelitian ini menyimpulkan 1) tujuan pendidikan Ulwan adalah untuk melahirkan generasi Islam yang berpedoman pada Al-Qur’an dan Hadist; 2) tujuan pendidikan Freire adalah untuk menciptakan manusia yang sadar (conscitizacao), manusia yang bebas (liberalisasi), dan menciptakan manusia yang memanusiakan manusia (humanisasi). Konsep pendidikan Ulwan dan Freire secara umum memiliki persamaan, yaitu sama-sama mempunyai tujuan untuk melahirkan generasi baru yang berkualitas melalui proses pendidikan. Adapun perbedaannya yaitu metode pendidikan Ulwan adalah metode keteladanan, pembiasaan, nasihat, pengertian, dan hukuman, sedangakan metode pendidikan Freire adalah pendidikan hadap masalah

    Reaktualisasi Kepramukaan sebagai Sarana Pembentukan Moral Peserta Didik

    Get PDF
    Adanya inovasi-inovasi baru dalam pendidikan, sebenarnya bertujuan untuk memberikan output yang semakin baik bagi. Salah satu output yang dimaksud adalah moral. Faktanya, hal ini belum sepenuhnya tercapai. Salah satu hal yang mampu mendorong pencapaian output  pendidikan yang baik adalah ekstrakurikuler kepramukaan. Kajian ini memfokuskan terhadap ekstrakurikuler kepramukaan dengan dua alasan, yaitu adanya Undang-undang nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka; dan Pramuka dinilai mampu mengajarkan banyak nilai, mulai dari kepemimpinan, kebersamaan, sosial, kecintaan alam, hingga kemandirian. Begitu banyak hal yang mampu diambil manfaatnya dari ekstrakurikuler tersebut. Dengan demikian kajian ini mengulas tentang pengaruh latihan kepramukaan terhadap perkembangan moral peserta didik. Tidak hanya pengaruhnya terhadap output pendidikan, namun  tahap perkembangan peserta didik juga tidak luput dari ulasan yang berkaitan dengan ekstrakurikuler ini. Pada akhirnya, latihan kepramukaan memiliki kecenderungan mampu mengembangkan moral peserta didik  yang diketahui berdasarkan permainan yang terdapat di dalamnya. Dengan sebuah permainan yang memiliki aturan yang tegas, maka pesertanya pun akan mematuhinya. Permainan yang dimaksud tentunya yang mampu meningkatkan moral. Moral yang dimaksud berupa kesantunan peserta didik dalam bersikap dan bertingkah laku.Adanya inovasi-inovasi baru dalam pendidikan, sebenarnya bertujuan untuk memberikan output yang semakin baik bagi. Salah satu output yang dimaksud adalah moral. Faktanya, hal ini belum sepenuhnya tercapai. Salah satu hal yang mampu mendorong pencapaian output  pendidikan yang baik adalah ekstrakurikuler kepramukaan. Kajian ini memfokuskan terhadap ekstrakurikuler kepramukaan dengan dua alasan, yaitu adanya Undang-undang nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka; dan Pramuka dinilai mampu mengajarkan banyak nilai, mulai dari kepemimpinan, kebersamaan, sosial, kecintaan alam, hingga kemandirian. Begitu banyak hal yang mampu diambil manfaatnya dari ekstrakurikuler tersebut. Dengan demikian kajian ini mengulas tentang pengaruh latihan kepramukaan terhadap perkembangan moral peserta didik. Tidak hanya pengaruhnya terhadap output pendidikan, namun  tahap perkembangan peserta didik juga tidak luput dari ulasan yang berkaitan dengan ekstrakurikuler ini. Pada akhirnya, latihan kepramukaan memiliki kecenderungan mampu mengembangkan moral peserta didik  yang diketahui berdasarkan permainan yang terdapat di dalamnya. Dengan sebuah permainan yang memiliki aturan yang tegas, maka pesertanya pun akan mematuhinya. Permainan yang dimaksud tentunya yang mampu meningkatkan moral. Moral yang dimaksud berupa kesantunan peserta didik dalam bersikap dan bertingkah laku

    Realistic Mathematic Education (RME) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika

    Get PDF
    Mata pelajaran matematika  khususnya dalam bidang geometri merupakan salah satu mata pelajaran yang mempunyai peran sangat penting dalam penguasaan materi mata pelajaran yang selanjutnya. Tetapi kenyataannya penguasaan siswa kelas VIIIC di SMPN I  Donomulyo  terhadap mata pelajaran geometri ini masih relatif rendah. Akibatnya hasil belajar siswa juga rendah. Berdasarkan hal tersebut maka upaya yang dilakukan untuk memperbaiki pembelajaran adalah dengan menerapkan pembelajaran RME (Realistic Mathematic Education). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran matematika realistik pada materi prisma dan limas yang dapat meningkatkan hasil belajar  siswa kelas VIIIC SMPN I Donomulyo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar matematika pada materi prisma dan limas dapat meningkat melalui pembelajaran matematika realistik. Hasil penelitian menyatakan bahwa persentase hasil tes secara klasikal yang mendapatkan skor minimal 75  meningkat dari siklus I ke siklus II sebesar 16%, persentase hasil observasi aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 14%, persentase hasil observasi aktivitas guru  meningkat sebesar 8% dari siklus I ke siklus II,  persentase hasil angket meningkat sebesar 8% dari siklus I ke siklus II, dan hasil wawancara juga meningkat dari 2 siswa menjadi 3 yang menyatakan memahami materi prisma dan limas.Mata pelajaran matematika  khususnya dalam bidang geometri merupakan salah satu mata pelajaran yang mempunyai peran sangat penting dalam penguasaan materi mata pelajaran yang selanjutnya. Tetapi kenyataannya penguasaan siswa kelas VIIIC di SMPN I  Donomulyo  terhadap mata pelajaran geometri ini masih relatif rendah. Akibatnya hasil belajar siswa juga rendah. Berdasarkan hal tersebut maka upaya yang dilakukan untuk memperbaiki pembelajaran adalah dengan menerapkan pembelajaran RME (Realistic Mathematic Education). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran matematika realistik pada materi prisma dan limas yang dapat meningkatkan hasil belajar  siswa kelas VIIIC SMPN I Donomulyo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar matematika pada materi prisma dan limas dapat meningkat melalui pembelajaran matematika realistik. Hasil penelitian menyatakan bahwa persentase hasil tes secara klasikal yang mendapatkan skor minimal 75  meningkat dari siklus I ke siklus II sebesar 16%, persentase hasil observasi aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 14%, persentase hasil observasi aktivitas guru  meningkat sebesar 8% dari siklus I ke siklus II,  persentase hasil angket meningkat sebesar 8% dari siklus I ke siklus II, dan hasil wawancara juga meningkat dari 2 siswa menjadi 3 yang menyatakan memahami materi prisma dan limas

    Komunikasi Edukatif dalam Perspektif Alquran (Analisis Kisah Musa)

    Get PDF
    Komunikasi merupakan salah satu hal yang sangat diperlukan dalam kehidupan. Komunikasi memiliki banyak fungsi, salah satunya adalah fungsi edukasi atau pendidikan. Nabi Musa merupakan salah satu Rasul Allah yang dapat dijadikan tauladan oleh seorang pendidik dalam melaksanakan pembelajaran. Adapun metode yang digunakan adalah content analysis dan penelitian ini merupakan jenis penelitian library research dengan pendekatan Historis. Adapun hasil dari penelitian ini adalah (1) komunikasi yang terjadi dalam kisah Musa merupakan komunikasi edukatif yang dapat dilihat dari peran Nabi Musa sebagai seorang edukator dan tujuan komunikasi tersebut yaitu mengubah pengetahuan Bani Israil tentang ketauhidan; (2) tahapan-tahapan yang terdapat dalam strategi komu-nikasi edukatif dalam kisah Musa adalah menemukan masalah Bani Israil, menentukan tujuan, merencanakan komunikasi, menyampaikan risalah, Umpan balik, dan evaluasi beru-pa cobaan; (3) tahapan strategi komunikasi edukatif dalam kisah Musa merupakan gabung-an dari tahapan strategi komunikasi Cultid dan Center, Philip Lesly, John Middleton, lima langkah, dan advokasi.Komunikasi merupakan salah satu hal yang sangat diperlukan dalam kehidupan. Komunikasi memiliki banyak fungsi, salah satunya adalah fungsi edukasi atau pendidikan. Nabi Musa merupakan salah satu Rasul Allah yang dapat dijadikan tauladan oleh seorang pendidik dalam melaksanakan pembelajaran. Adapun metode yang digunakan adalah content analysis dan penelitian ini merupakan jenis penelitian library research dengan pendekatan Historis. Adapun hasil dari penelitian ini adalah (1) komunikasi yang terjadi dalam kisah Musa merupakan komunikasi edukatif yang dapat dilihat dari peran Nabi Musa sebagai seorang edukator dan tujuan komunikasi tersebut yaitu mengubah pengetahuan Bani Israil tentang ketauhidan; (2) tahapan-tahapan yang terdapat dalam strategi komu-nikasi edukatif dalam kisah Musa adalah menemukan masalah Bani Israil, menentukan tujuan, merencanakan komunikasi, menyampaikan risalah, Umpan balik, dan evaluasi beru-pa cobaan; (3) tahapan strategi komunikasi edukatif dalam kisah Musa merupakan gabung-an dari tahapan strategi komunikasi Cultid dan Center, Philip Lesly, John Middleton, lima langkah, dan advokasi

    Scaffolding dalam Menyelesaikan Permasalahan KPK dan FPB

    Get PDF
    Pembelajaran dalam kelas berisi siswa yang heterogen pada kemampuan memahami materi, yang memerlukan perlakuan berbeda antara siswa dalam kelas. Siswa yang tidak mampu mengkosntruksi pemahaman materi KPK dan FPB dalam pembelajaran perlu mendapat Scaffolding yang cukup oleh Guru. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif Deskriptif untuk menganalisaScaffolding yang diberikan. Pendekatan Scaffolding menggunakan pendekatan Anghiheleri. Penelitian ini menghasilkanScaffolding bisa dilakukan dengan dua jenis. Pertama dengan penguatan materi, dan kedua dengan penguatan dalam kegiatan pembelajaran.Pembelajaran dalam kelas berisi siswa yang heterogen pada kemampuan memahami materi, yang memerlukan perlakuan berbeda antara siswa dalam kelas. Siswa yang tidak mampu mengkosntruksi pemahaman materi KPK dan FPB dalam pembelajaran perlu mendapat Scaffolding yang cukup oleh Guru. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif Deskriptif untuk menganalisaScaffolding yang diberikan. Pendekatan Scaffolding menggunakan pendekatan Anghiheleri. Penelitian ini menghasilkanScaffolding bisa dilakukan dengan dua jenis. Pertama dengan penguatan materi, dan kedua dengan penguatan dalam kegiatan pembelajaran

    Desain Pedoman Praktikum Kimia yang Berorientasi Keterampilan Proses

    Get PDF
    Pedoman praktikum kimia berbasis eksperimen SMA/MA kelas XI semester genap merupakan perangkat pembelajaran di laboratorium yang sudah divalidasi oleh ahli isi/materi pelajaran kimia dan ahli media/desain pembelajaran. Pengembangan ini bertujuan untuk (1) Untuk mendeskripsikan kelayakan materi/isi buku panduan praktikum berbasis eksperimen yang dikembangkan (2) untuk mendeskripsikan kelayakan kontruksi/desain buku panduan praktikum yang berbasis eksperimen. Rancangan penelitian mengunakan 4-D ( four D Models) yang terdiri dari tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), penyebaran (desseminite). Kriteria  panduan praktikum dinyatakan layak jika penilaian terhadap buku panduan diperoleh ≥ 61 %. Instrument penelitian yang digunakan adalah lembar validasi dan angket, lembar validasi digunakan untuk memberikan tanggapan dan penilaian terhadap panduan praktikum kimia yang dikembangkan. Lembar validasi ini diberikan kepada tim ahli isi/materi pelajaran kimia dan tim ahli media/desain pembelajaran. Sedangkan lembar angket diberikan kepada guru dan siswa pada saat ujicoba terbatas, angket ini digunakan untuk mengetahui respon siswa dan guru tentang buku panduan praktikum yang dikembangkan. Data yang diperoleh diolah berdasarkan skala likert didapatkan bahwa (1) kelayakan panduan praktikum kimia dari segi ahli isi/materi pelajaran diperoleh rata-rata sebesar 78,15 %, yang artinya memenuhi dan layak untuk di ujicobakan (2) kelayakan panduan praktikum kimia dari segi ahli media/desain pembelajaran diperoleh rata-rata sebesar 80,98 % yang artinya memenuhi dan layak untuk di ujicobakan (3) hasil angket respon guru kimia  diperoleh rata-rata sebesar 84 % yang artinya sangat memenuhi dan mudah penggunaannya (4)  hasil angket respon siswa diperoleh rata-rata sebesar 79,3 % yang artinya memenuhi dan menarik dan mudah dipergunakan.Pedoman praktikum kimia berbasis eksperimen SMA/MA kelas XI semester genap merupakan perangkat pembelajaran di laboratorium yang sudah divalidasi oleh ahli isi/materi pelajaran kimia dan ahli media/desain pembelajaran. Pengembangan ini bertujuan untuk (1) Untuk mendeskripsikan kelayakan materi/isi buku panduan praktikum berbasis eksperimen yang dikembangkan (2) untuk mendeskripsikan kelayakan kontruksi/desain buku panduan praktikum yang berbasis eksperimen. Rancangan penelitian mengunakan 4-D ( four D Models) yang terdiri dari tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), penyebaran (desseminite). Kriteria  panduan praktikum dinyatakan layak jika penilaian terhadap buku panduan diperoleh ≥ 61 %. Instrument penelitian yang digunakan adalah lembar validasi dan angket, lembar validasi digunakan untuk memberikan tanggapan dan penilaian terhadap panduan praktikum kimia yang dikembangkan. Lembar validasi ini diberikan kepada tim ahli isi/materi pelajaran kimia dan tim ahli media/desain pembelajaran. Sedangkan lembar angket diberikan kepada guru dan siswa pada saat ujicoba terbatas, angket ini digunakan untuk mengetahui respon siswa dan guru tentang buku panduan praktikum yang dikembangkan. Data yang diperoleh diolah berdasarkan skala likert didapatkan bahwa (1) kelayakan panduan praktikum kimia dari segi ahli isi/materi pelajaran diperoleh rata-rata sebesar 78,15 %, yang artinya memenuhi dan layak untuk di ujicobakan (2) kelayakan panduan praktikum kimia dari segi ahli media/desain pembelajaran diperoleh rata-rata sebesar 80,98 % yang artinya memenuhi dan layak untuk di ujicobakan (3) hasil angket respon guru kimia  diperoleh rata-rata sebesar 84 % yang artinya sangat memenuhi dan mudah penggunaannya (4)  hasil angket respon siswa diperoleh rata-rata sebesar 79,3 % yang artinya memenuhi dan menarik dan mudah dipergunakan

    Desain Materi Ajar Bahasa Arab Berbasis Komputer untuk Meningkatkan Ketrampilan Membaca

    Get PDF
    Sebagai bahasa asing, pembelajaran bahasa Arab di Indonesia seakan tidak pernah surut dari problematika klasik, mulai dari unsur linguistik sampai non linguistik.  Al-mahārāt al-arba’ yang menjadi fokus pembelajaran bahasa, menjadi tolak ukur keberhasilan sebuah pembelajaran bahasa. Masing-masih mahārah (skill) tersebut mempunyai tantangan yang berbeda-beda. Salah satu mahārah yang sulit dikuasai adalah maharoh al-Qirā’ah (reading skills), selain faktor huruf yang berbeda, gramatikal, morfologi, dan kosakata, tidak adanya harokat pada teks juga menjadi tantangan utama bagi para pendidik dan pembelajar bahasa Arab. Maka peneliti tertarik untuk membuat format baru, dengan mendesain materi yang sudah ada (buku) menjadi materi yang berbasis komputer (CD Pembelajaran), dengan harapan pembelajaran semakin menarik dan tujuan pembelajaran bisa tercapai. Penelitian tersebut dilaksanakan di SMP Islam yang notabene siswanya tidak pernah belajar bahasa Arab, tetapi ketrampilan IT-nya sudah baik.  Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif, sedangkan instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah 1. Tes, 2. Interview, dan 3. Angket. Dari penelitian tersebut dapt disimpulkan bahwa desain materi ajar berbasis komputer berdampak signifikan terhadap perkembangan kemampuan membaca siswa, hal tersebut ditunjukkan dengan perubahan rata-rata nilai pretest yang mencapai 57,87 meningkat menjadi 77,40 pada rata-rata nilai posttestnya. Hasil tersebut diperkuat dengan t test yang dilakukan peneliti serta hasil analisa angket dan interviewSebagai bahasa asing, pembelajaran bahasa Arab di Indonesia seakan tidak pernah surut dari problematika klasik, mulai dari unsur linguistik sampai non linguistik.  Al-mahārāt al-arba’ yang menjadi fokus pembelajaran bahasa, menjadi tolak ukur keberhasilan sebuah pembelajaran bahasa. Masing-masih mahārah (skill) tersebut mempunyai tantangan yang berbeda-beda. Salah satu mahārah yang sulit dikuasai adalah maharoh al-Qirā’ah (reading skills), selain faktor huruf yang berbeda, gramatikal, morfologi, dan kosakata, tidak adanya harokat pada teks juga menjadi tantangan utama bagi para pendidik dan pembelajar bahasa Arab. Maka peneliti tertarik untuk membuat format baru, dengan mendesain materi yang sudah ada (buku) menjadi materi yang berbasis komputer (CD Pembelajaran), dengan harapan pembelajaran semakin menarik dan tujuan pembelajaran bisa tercapai. Penelitian tersebut dilaksanakan di SMP Islam yang notabene siswanya tidak pernah belajar bahasa Arab, tetapi ketrampilan IT-nya sudah baik.  Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif, sedangkan instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah 1. Tes, 2. Interview, dan 3. Angket. Dari penelitian tersebut dapt disimpulkan bahwa desain materi ajar berbasis komputer berdampak signifikan terhadap perkembangan kemampuan membaca siswa, hal tersebut ditunjukkan dengan perubahan rata-rata nilai pretest yang mencapai 57,87 meningkat menjadi 77,40 pada rata-rata nilai posttestnya. Hasil tersebut diperkuat dengan t test yang dilakukan peneliti serta hasil analisa angket dan intervie

    64

    full texts

    68

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇