Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains
Not a member yet
    68 research outputs found

    Pendidikan Khusus Peserta Didik Tunagrahita di SDN Inklusi 4 Karang Patihan Kecamatan Balong Dan SDLB Pertiwi Ponorogo

    Get PDF
    The purpose of this research  to know  about  Special Service its  Implication in education process at SDN 4 Karangpatihan and SDLB Pertiwi Ponorogo.  Type  of research  withcase study through observation, interview and documentation techniques. The analysis through reduction, display and verification  data,  tested its validity through triangulation. The result is design of special education service for  SDN 4 Karangpatihan  from cognitive aspect by using the source class as center education for ABK, while as affective and psychomotor support is holding of extracurricular scout and karawitan. Form of Special Service Design in SDLB Pertiwi is one by one educational service,  means through system 1 teacher 1 student, while in enhancing the spirtual aspect through the habituation of dhuha prayer, while the affective and psychomotor aspects through the art of Reog, Batik, Bojay Sports, , and making a flower arrangement. The obstacle is the complexity of students in tunagrahita.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Bentuk Pedidikan Khusus serta strategi pelaksanaan dan hasil pendidikan di SDN 4 Karangpatihan dan SDLB Pertiwi Ponorogo. Hasil Dari Penelitian ini yaitu bentuk desain layanan pendidikan khusus di SDN 4 Karangpatihan dari aspek kognitifnya adalah dengan penggunaan kelas sumber sebagai center education bagi siswa ABK, sedangkan sebagai penunjang afektif dan psikomotornya adalah diselenggarakannya ekstrakurikuler pramuka dan karawitan. Bentuk program pendidikan inklusif di SDN 4 Karangpatihan adalah program pembelajaran  intensif di ruang sumber bagi peserta didik tunagrahita yang dilakukan secara kontinyu dengan memperhatikan kebutuhan individual anak untuk meningkatkan kemampuan dan potensi mereka. Sedangkan di SDLB C Pertiwi Ponorogo bentuk pelayanan pendidikan nya menggunakan pembelajaran intensif 4 hari dan dua 2 dengan kegiatan latih bina diri. Strategi dalam menerapkan program pendidikan inklusif di SDN 4 Karangpatihan yaitu (a) memberikan pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan peserta didik dan kondisi sekolah, (b) pembelajaran ABK  secara terpadu (semua ABK belajar dalam satu kelas dengan suasana pembelajaran yang sama) dan (c) peningkatan kualitas guru. Sedangkan di SDLB Pertiwi Ponorogo dengan mengadakan Gebyar ABK dan strategi pembelajaran person by person. Hasil pelaksanaan program pendidikan inklusif di SDN 4 Karangpatihan yaitu dapat memberikan perubahan positif dan bervariatif sesuai potensi dan kebutuhan anak dengan menekankan pada perkembangan kognitif, sedangkan peningkatan aspek sikap dan pikomotorik belum bisa maksimal. Sedangkan hasil pelaksanaan program di SDLB C pertiwi Ponorogo yaitu mereka mampu membaca walaupun belum memahami arti bacaannya, sedangkan dari aspek latih bina diri mampu menghasilkan kemampuan bina diri dan ketrampilan yang baik

    Komunikasi Eksternal Efektif Sebagai Kunci Keberhasilan Hubungan Masyarakat

    Get PDF
    This journal was written to fulfill one of the tasks of UAS Supervising education at the Tulungagung State Islamic Institute of Religion (IAIN). The purpose of writing this journal to explain about External Communication as the Key of Successful Public Relations. Communication can be done in a simple way to a complex way, but today technological developments have changed the way we communicate drastically. Effective communication is required by all organizations for both profit and non profit organizations. This is important in achieving their goals. Productive organizations are supported by the mastery of communication within the organization (internal) and communication with parties outside the organization (external). External communication of the organization, especially with the community may be tangible providing information or services. The attention of the public to the organization in various forms is evidence of the mutual communication process, ie from the organization to the community and vice versa.Jurnal ini ditulis untuk memenuhi salah satu tugas UAS Supervisi pendidikan diInstitut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung. Tujuan penulisan jurnal ini untuk menjelaskan tentang Komunikasi Eksternal Sebagai Kunci Keberhasilan Humas.Komunikasi dapat dilakukan dengan cara yang sederhana sampaicara yang kompleks, namun sekarang ini perkembangan teknologi telah merubah cara kita berkomunikasi secara drastis. Komunikasi yang efektif diperlukan oleh semua organisasi baik bagi organisasi profit maupun non profit. Hal ini penting dalam upaya mencapai tujuan mereka. Organisasi yang produktif ditunjang oleh penguasaan komunikasi didalam organisasi (internal) maupun komunikasi dengan pihak-pihak di luar organisasi (eksternal). Komunikasi eksternal organisasi, terutama dengan masyarakat dapat berwujud pemberian informasi atau pelayanan. Adanya perhatian masyarakat kepada organisasi dalam berbagai bentuk merupakan bukti terjadinya proses komunikasi secara timbal balik, yaitu dari organisasi kepada masyarakat dan juga sebaliknya

    Menulis Teks Eksplanasi Ilmiah Dengan Menggunakan Media Media Flash Card

    Get PDF
    The writing ability of class VI in elementary school is the ability to write explanatory texts (explanations) using standard vocabulary and effective sentences. But in reality, students of class VI SDN Rejomulyo 1 Kras Kediri still had difficulty writing essays, especially in the form of scientific explanatory texts. Students need media that can facilitate their imagination to develop into an essay. The use of Flash card media aims to improve the skills of writing scientific explanatory texts in class VI students. The ability to develop scientific explanatory texts will affect other basic competencies, especially those directly related to a phenomenon or natural phenomenon. This media can facilitate students in developing their ideas and then pour in effective sentences using standard words, so that students do not experience deadlock in writing sentences. The innovative work of flash card learning media uses classroom action research methods for two cycles and each cycle lasts for two meetings. This class action research assesses the improvement in the ability to write scientific explanatory texts as the main data. At the end of each meeting, students are assessed for their ability to write scientific explanatory texts. At the end of the first cycle there was an increase in the class average of 18.52 to 75.37. The results of cycle one have not fulfilled the determined success indicators because they have not reached ? 77.78% of the number of students who have completed. The second cycle shows that there is an increase in class average of 10.74 from cycle one to 86.11. So that the use of used cardboard flash card media is able to increase scientific explanation writing skills by 29.26.Kemampuan menulis kelas VI sekolah dasar adalah kemampuan menulis teks penjelasan (eksplanasi) dengan menggunakan kosa kata baku dan kalimat efektif. Namun pada kenyataannya, siswa kelas VI SDN Rejomulyo 1 Kras Kediri masih kesulitan menulis karangan, apalagi berupa teks eksplanasi ilmiah. Siswa membutuhkan media yang dapat   memfasilitasi daya imajinasinya untuk mengembangkan menjadi sebuah karangan. Penggunaan media flash card ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan menulis teks eksplanasi ilmiah pada siswa kelas VI. Kemampuan mengembangkan teks eksplanasi ilmiah ini akan berpengaruh kepada kompetensi dasar yang lain, terutama yang berkaitan langsung dengan suatu gejala atau fenomena alam. Media ini dapat memfasilitasi siswa dalam  mengembangkan gagasannya kemudian menuangkan dalam kalimat efektif dengan  menggunakan kata-kata baku, sehingga siswa tidak mengalami kebuntuan dalam menulis kalimat. Karya inovasi media pembelajaran flash card ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas selama dua siklus dan masing-masing siklus berlangsung selama dua pertemuan. Penelitian tindakan kelas ini menilai peningkatan kemampuan menulis teks ekplanasi ilmiah sebagai data utama. Setiap akhir pertemuan, siswa dinilai kemampuannya menulis teks eksplanasi ilmiah. Pada akhir siklus satu terjadi peningkatan rata-rata kelas sebesar 18,52 menjadi 75,37. Hasil siklus satu belum memenuhi indikator keberhasilan yang ditentukan karena belum mencapai ? 77,78 % jumlah siswa yang mengalami ketuntasan. Siklus kedua menunjukkan hasil bahwa terjadi peningkatan rata- rata kelas sebesar 10,74 dari siklus satu menjadi 86,11. Sehingga penggunaan media flash card kardus bekas ini mampu menaikkan ketrampilan menulis teks eksplanasi ilmiah sebesar 29,26

    Supervisi Akademik Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Candisari Windusari Magelang

    Get PDF
    This study aims to determine the methods, applications, inhibiting factors, and supporting the academic supervision of principals in improving the learning process of PAI. This study uses a phenomenological qualitative approach. The technique of data collection through documentation and interviews. While the data analysis of this study uses qualitative, inductive. The results of the study concluded that first, the academic supervision of principals used a collaborative approach. The supervision technique used uses two techniques, namely individual and group techniques. Individual techniques include class visits, observations and individual meetings. Group techniques by holding teacher meetings and training to improve teacher competency. Second, the application of academic supervision is applied to all teachers. Conducted at the beginning of the new school year, every month on a scheduled and unscheduled basis. Third, inhibiting factors include: (a) the time of implementation is not following the schedule, (b) the health factor of the teacher and supervisor, (c) the social factors of the teacher supervised by the age of the supervisor. Supporting factors include (a) the teacher's openness factor, (b) the principal can control, guide and develop the skills of the teacher, (c) the principal is motivated to worship to improve the quality of faithful and devoted human resources.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode, penerapan, faktor penghambat dan pendukung supervisi akademik kepala sekolah dalam meningkatkan proses pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif jenis fenomenologi. Tenik pengambilan data melalui dokumentasi dan wawancara. Sedangkan analisis data penelitian ini menggunakan  kualitatif yang bersifat induktif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pertama, Supervisi akademik kepala sekolah menggunakan metode pendekatan kolaboratif. Teknik supervisi yang digunakan, menggunakan dua teknik yaitu teknik individu dan kelompok. Teknik individu meliputi: kujungan kelas, observasi dan pertemuan individu.  Teknik kelompok dengan mengadakan rapat dan pelatihan guru untuk meningkatkan kompetensi guru. Kedua, Penerapan supervisi akademik diterapkan kepada semua guru. Dilaksanakan pada awal tahun ajaran baru, setiap bulan secara terjadwal dan tidak terjadwal (insidental). Ketiga, faktor penghambat meliputi: (a) waktu pelaksanaannya tidak sesuai dengan jadwal, (b) faktor kesehatan guru dan supervisor, (c) faktor sosial guru yang disupervisi usianya lebih tua dari supervisor. Faktor pendukung meliputi: (a) faktor keterbukaan guru, (b) kepala sekolah dapat mengontrol, membimbing dan mengembangkan keterampilan guru, (c) kepala sekolah termotivasi untuk beribadah meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang beriman dan bertaqwa

    Identifikasi Problematika Mahasiswa Calon Guru SD/MI dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Dasar

    Get PDF
    The The importance of existence and role of mathematics in all lines of life requires to be understood and mastered well. Especially for teachers or prospective elementary school/madrasah ibtidaiyah (Islamic school) teachers who will instill the basic mathematical concepts for students. This research is intended to identify the main problems faced by prospective students of primary school/Islamic elementary school in solving basic math problems. This research is a qualitative descriptive study with research subjects as students of PGMI IAIN Ponorogo. Generally, the results of the study show that there are two main problems faced by prospective students of elementary school teachers or madrasah ibtidaiyah (Islamic school) at IAIN Ponorogo. First, there is still a low understanding of the basic concepts of mathematics. Mathematical logic is the material with the highest number of incomprehension than other materials. The conceptual misunderstandings occur evenly in each group of students, both from MA (Islamic school), Senior High School and Vocational School. However, the number of misunderstanding of vocational students tends to be higher. Second, there is a misconception. The highest misconception occurs in material numbers and algebraic operations. Even though in limited numbers, misconceptions were found in other basic mathematical concepts. Misconceptions tend to occur in students from Senior High School and MA (Islamic school).Pentingnya keberadaan dan peran matematika dalam segala lini kehidupan menuntut untuk dipahami dan dikuasai dengan baik. Terlebih bagi guru atau calon guru sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah yang akan menanamkan konsep matematika dasar pada para peserta didik. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi permasalahan utama yang dihadapi oleh mahasiswa calon guru sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah dalam menyelesaikan masalah matematika dasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian mahasiswa Prodi PGMI IAIN Ponorogo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, terdapat dua problematika utama yang dihadapi mahasiswa calon guru sekolah dasar atau madrasah ibtidaiyah di IAIN Ponorogo. Pertama, masih rendahnya pemahaman terhadap konsep dasar matematika. Logika matematika merupakan materi dengan angka ketidakpahaman tertinggi dibandingkan materi lain. Ketidakpahaman konsep terjadi secara merata pada masing-masing kelompok mahasiswa, baik yang berasal dari MA, SMA, maupun SMK. Namun, angka ketidakpahaman konsep pada mahasiswa yang berasal dari SMK cenderung lebih tinggi. Kedua, terjadinya miskonsepsi. Miskonsepsi tertinggi terjadi pada materi bilangan dan operasi aljabar. Namun demikian, meskipun dalam jumlah terbatas, ditemukan juga miskonsepsi pada konsep matematika dasar lainnya. Miskonsepsi cenderung terjadi pada mahasiswa yang berasal dari SMA dan MA

    Implementasi Pendidikan Karakter Religius Melalui Pembelajaran Akidah Akhlak Di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Yaqin Kota Bogor

    Get PDF
    The objectives of this study are as follows: (1.) To find out the scope of the material of the Aqeedah in MI Nurul Yaqin Bogor City, (2). To find out what ways can improve the values ??of a religious character among MI Nurul Yaqin Bogor City, (3). To find out the obstacles faced by teachers in teaching the moral code in fostering the religious character of students in MI Nurul Yaqin, Bogor City, (4). To find out what methods can apply Character education in Moral Learning, (5). To find out what media can be used in learning the moral code, (6) To find out how to apply character education through learning the moral code in MI Nurul Yaqin, Bogor City. The type of research used is field research in MI Nurul Yaqin-Bogor City. The research method uses qualitative. Data collection techniques with participatory observation, interviews and documentation. The results showed that: 1). The scope of the material morality includes the sentence Thayyibah, the attributes of Asmaul Husna, faith in the books of God, laudable morals and despicable morals. 2). Ways to improve the value of religious character, (3) find out the obstacles faced by teachers, namely reducing and solving problems or obstacles in learning both from students, teachers (internal) or outside students (external), (4) The method used when learning Akidah Akhlak including lectures, discussions, drama or role-playing, direct practice or demonstrations and questions and answers. (5). Media that can be used in the study of moral code is visual media such as pictures or slides and audiovisual in the form of film or video (6) How to get character education in learning moral code can through daily examples, linking character values ??with stories and demonstrations of character values ??or direct practice by students themselves.Tujuan Penelitian ini adalah sebagai berikut : (1. ) Untuk mengetahui ruang lingkup materi Akidah Akhlak di MI Nurul Yaqin Kota Bogor,  (2). Untuk mengetahui cara apa saja yang dapat meningkatkan nilai-nilai karakter religius dikalangan MI Nurul Yaqin Kota Bogor, (3). Untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi guru  dalam mengajarkan Akidah Akhlak dalam membina karakter religius siswa di MI Nurul Yaqin Kota Bogor, (4). Untuk mengetahui metode apa saja yang bisa  menerapkan pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Akidah Akhlak, (5). Untuk mengetahui media apa saja yang bisa digunakan dalam pembelajaran Akidah Akhlak, (6) Untuk mengetahui cara  penerapan pendidikan karakter melalui pembelajaran Akidah Akhlak di MI Nurul yaqin Kota Bogor. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitiaan lapangan (field research) di MI Nurul Yaqin-Kota Bogor. Metode penelitiannya menggunakan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi partisipatif, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1). Ruang lingkup materi Akidah Akhlak meliputi kalimat Thayyibah, sifat-sifat Asmaul Husna, beriman kepada kitab-kitab Allah, akhlak terpuji dan akhlak tercela. 2). Cara-cara meningkatkan nilai karakter reigius, (3) mengetahui hambatan yang dihadapi guru yaitu mengurangi dan memecahkan permasaahan atau hambatan dalam belajar baik dari siswa, guru (internal) ataupun luar peserta didik (eksternal), (4) Metode yang digunakan saat pembelajaran Akidah Akhlak diantaranya yaitu ceramah, diskusi, drama atau role playing, praktek langsung atau demonstrasi dan tanya jawab. (5). Media yang dapat digunakan dalam pembelajaran Akidah Akhlak adalah media visual seperti gambar atau slide dan audio visual berupa film atau video (6) Cara penerapan pendidikan  Karakter dalam pembelajaran Akidah Akhlak dapat melalui contoh sehari-hari, mengaitkan nilai karakter dengan cerita dan demonstrasi nilai karakter atau praktek langsung oleh siswa sendiri

    Metode Creative Problem Solving (CPS) dengan Media Berbasis Information Communication Technology (ICT) untuk Meningkatkan Prestasi Belajar

    Get PDF
    Increasing student learning achievement is one of the successes of the teaching-learning process, where the better the student's effort in learning, the better the student's learning achievement. However, the problem is that not all students have an increase in learning achievement. The problem of not increasing student achievement becomes a problem in the teaching and learning process to find a solution immediately. In Surakarta I State Vocational School Office Administration Department in subjects understanding the principles of office administration running into problems in learning achievement given in class X AP 1 and X AP 2. This type of research used by researchers in this study is classroom action research where data collection using interviews, observation, documentation, teaching and learning outcomes tests. While the validity of the data used in this study is a triangulation technique, then the data analysis used is to collect data, reduce data, present data, and draw conclusions. The results of research using the Creative Problem Solving learning method with Information Communication Technology (ICT) based media carried out in two cycles. Each cycle carried out in 4 meetings, where each meeting lasts for 90 minutes. The application of the Creative Problem Solving learning method with Information Communication Technology (ICT) based media has been able to improve student achievement. Where in applying the Creative Problem Solving learning method with Information Communication Technology (ICT) based media, students are invited to participate in all learning processes, not only mentally but also physically. With a variety of learning consisting of group discussions and presentations, it makes students feel a more pleasant learning atmosphere and the material presented in the form of slides becomes easier to understand.Peningkatan prestasi belajar siswa menjadi salah satu keberhasilan proses belajar-mengajar, dimana semakin baik usaha siswa dalam belajar, maka semakin baik prestasi belajar siswa. akan tetapi persoalannya tidak semua siswa memiliki peningkatan prestasi belajar. Persoalan tidak adanya peningkatan prestasi belajar siswa menjadi persoalan dalam proses belajar mengajar untuk segera dicarikan solusinya. Hal ini juga terjadi di SMK Negeri I Surakarta Jurusan Administrasi Perkantoran pada mata pelajaran memahami prinsip-prinsip penyelenggaraan administrasi perkantoran mengalami persoalan dalam prestasi belajar yang diberikan dikelas X AP 1 dan X AP 2. Jenis penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini ialah penelitian tindakan kelas dimana pengambilan data menggunakan wawancara, obesrvasi, dokumentasi, tes hasil belajar mengajar. Sedangkan validitas data yang digunakan dalam penelitian ini ialah teknik trianggulasi, selanjutnya analisis data yang digunakan yaitu melakukan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dengan metode pembelajaran Creative Problem Solving dengan media berbasis Information Communication Technology (ICT) ini dilakukan dalam dua siklus. Tiap siklus dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan, dimana masing-masing pertemuan berlangsung selama 90 menit. Penerapan Metode pembelajaran Creative Problem Solving dengan media berbasis Information Communication Technology (ICT) telah dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Dimana pada penerapan metode pembelajaran Creative Problem Solving dengan media berbasis Information Communication Technology (ICT), siswa diajak untuk serta dalam semua proses pembelajaran, tidak hanya mental tetapi juga melibatkan fisik. Dengan variasi pembelajaran yang terdiri dari diskusi kelompok dan presentasi membuat siswa merasakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan materi yang disajikan dalam bentuk slide menjadi lebih mudah dipahami

    Penerapan Pembelajaran CLIS dengan Menggunakan Alat Peraga Sederhana Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Pemecahan Masalah

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir pemecahan masalah mata pelajaran IPA siswa kelas V di SDN Tawangsari. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V Tawangsari Taman-Sidoarjo. Dengan jumlah siswa 46 orang, terdiri dari 25 orang laki-laki dan 21 orang perempuan.  Penelitian tindakan kelas ini akan dilakukan di SD Tawangsari Taman-Sidoarjo. Pada siklus I, rata-rata keterampilan berpikir pemecahan masalah siswa adalah 68,47. Nilai rata-rata untuk Penilaian Harian proses (LKS) adalah 80,67 dengan kriteria sangat baik, dan untuk Penilaian Harian produk (evaluasi) adalah 68,02 dengan kriteria cukup. Pada siklus II, nilai rata-rata keterampilan berpikir pemecahan masalah siswa adalah 76,8. Nilai rata-rata untuk Penilaian Harian proses (LKS) dan produk (evaluasi) adalah 94,35 dan 76,49. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa respon siswa dalam belajar IPA dengan menerapkan pembelajaran CLIS dengan menggunakan alat peraga sederhana dapat meningkatkan keterampilan berpikir pemecahan masalah dan meningkatkan ketuntasan hasil belajar siswa baik proses maupun produk. Kata kunci: Pembelajaran CLIS, Alat Peraga Sederhana, Keterampilan Berpikir Pemecahan MasalahABSTRACT This study aims to improve thinking skills in solving problems of science subjects in fifth grade students at Tawangsari Elementary School. This study uses Classroom Action Research. The research subjects in this study were all students of V Tawangsari Taman-Sidoarjo class. With a total of 46 students, consisting of 25 men and 21 women. This class action research will be conducted at Tawangsari Elementary School Taman-Sidoarjo. In the first cycle, the average thinking problem solving skills of students is 68.47. The average value for the Daily Evaluation process (LKS) is 80.67 with very good criteria, and for Daily Evaluation the product (evaluation) is 68.02 with sufficient criteria. In the second cycle, the average value of students' problem solving thinking skills was 76.8. The average value for the process Daily Evaluation (LKS) and product (evaluation) is 94.35 and 76.49. Thus, it can be concluded that the response of students in learning science by applying CLIS learning by using simple teaching aids can improve thinking skills of problem solving and improve the completeness of student learning outcomes both in process and product. Keywords: CLIS Learning, Simple Props, Problem Solving Thinking Skill

    Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning pada Mata Kuliah Kewirausahan dalam Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa

    Get PDF
    The purpose of this study is to find out the differences in student learning outcomes both before and after the application of project based learning models in entrepreneurship courses. The type of research used is classroom action research which aims to determine the improvement of student learning outcomes through the application of project based learning learning models in entrepreneurship courses. The subject of this research is Nusantara PGRI Kediri Primary School Teacher Education Study Program at level IV class E which amounts to 33 students, while the objects in this study are the learning outcomes of PGSD students in entrepreneurship courses. The analysis techniques used are descriptive analysis to determine the differences before and after the application of project based learning models in entrepreneurship courses. The results of data processing using SPSS software there is an increase in student learning outcomes and from the results of the significance test data obtained the value of Sig. (2-tailed) is 0,000 <0,05, so it can be concluded that the application of project based learning models in entrepreneurship courses there is a significant difference. Furthermore, the results of student learning completeness also increased from cycle 1 with an average value of 68%, increasing in cycle 2 with an average value of 85.7%.Tujuan dari penelitian ini yaitu ingin mengetahui perbedaan hasil belajar mahasiswa baik sebelum maupun sesudah penerapan model pembelajaran project based learning pada mata kuliah kewirausahaan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas yang memiliki tujuan  untuk mengetahui peningkatan hasil belajar mahasiswa melalui penerapan model pembelajaran project based learning pada mata kuliah kewirausahaan. Yang menjadi subjek penelitian ini yaitu Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Nusantara PGRI Kediri tingkat IV kelas E yang berjumlah 33 mahasiswa, sedangkan objek dalam penelitian ini yaitu hasil belajar mahasiswa PGSD mata kuliah kewirausahaan. Teknik analisis data yang dipakai yaitu analisi deskriptif untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran project based learning pada mata kuliah kewirausahaan. Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan software SPSS terdapat peningkatan hasil belajar mahasiswa, serta dari hasil uji signifikansi didapatkan data nilai Sig.(2-tailed) adalah 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran project based learning pada mata kuliah kewirausahaan ada perbedaan yang signifikan. Selanjutnya dari hasil ketuntasan belajar mahasiswa juga mengalami peningkatan dari siklus 1 dengan nilai rata-rata sebesar 68%, meningkat pada siklus 2 dengan nilai rata-rata sebesar 85,7%

    64

    full texts

    68

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇