Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam
Not a member yet
    1823 research outputs found

    PERAN GREEN FINANCING DALAM EKONOMI SYARIAH SEBAGAI RESPON ADAPTIF TERHADAP VOLATILITAS EKONOMI DAN KRISIS IKLIM GLOBAL: Indonesia

    Full text link
    Perubahan iklim global dan volatilitas ekonomi yang meningkat menuntut pendekatan pembiayaan yang adaptif dan berkelanjutan. Dalam konteks ekonomi syariah, green financing (pembiayaan hijau) muncul sebagai instrumen strategis untuk menjawab tantangan lingkungan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran green financing dalam ekonomi syariah sebagai respon adaptif terhadap krisis iklim dan ketidakstabilan ekonomi global. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan dan analisis data sekunder dari laporan keuangan, kebijakan lembaga keuangan syariah, dan regulasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green financing berbasis prinsip syariah seperti mudharabah dan musyarakah dapat mendorong investasi pada sektor ramah lingkungan seperti energi terbarukan, pertanian berkelanjutan, dan pengelolaan limbah, sekaligus meningkatkan inklusi keuangan syariah. Kebaharuan dari penelitian ini terletak pada integrasi antara prinsip maqashid syariah dengan agenda keberlanjutan global, yang belum banyak dieksplorasi dalam studi sebelumnya. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan kerangka konseptual dan praktis bagi pengembangan produk keuangan syariah berbasis lingkungan yang mampu meningkatkan ketahanan ekonomi umat dalam menghadapi krisis multidimensi

    TRANSFORMASI PEMASARAN PRODUK HALAL: STRATEGI DIGITAL BERBASIS PRINSIP EKONOMI ISLAM BAGI UMKM DI SIDOARJO

    Full text link
    This study aims to analyze the transformation of halal product marketing among Micro, Small, and Medium Enterprises (UMKM) in Sidoarjo Regency through the implementation of digital strategies based on Islamic economic principles. The background of this research lies in the rapid growth of the halal industry in Indonesia and the crucial role of UMKM in supporting local economic development. However, the adoption of sharia-compliant digital marketing still faces several obstacles, including limited digital literacy and a lack of understanding of Islamic principles in marketing practices. This research employs a qualitative descriptive approach with purposive sampling to determine informants, specifically halal UMKM actors who have utilized digital media for at least six months. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation of digital marketing activities. The data were analyzed using qualitative descriptive techniques, consisting of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The validity of the data was ensured through triangulation and the application of trustworthiness criteria. The findings reveal that most halal UMKM in Sidoarjo have used social media and marketplaces as their main promotional tools. The application of Islamic economic principles such as honesty, trustworthiness, and transparency has begun to be integrated, although not yet systematically structured within digital strategies. The main challenges include limited knowledge of sharia-based digital marketing, human resource constraints, and the lack of training and mentoring. Nevertheless, digital marketing has proven to increase sales, expand market reach, and strengthen the halal image of products. This study proposes a halal digital marketing strategy model emphasizing trading as an act of worship, product information transparency, Islamic content, halal payment systems, and consistent service.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pemasaran produk halal pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sidoarjo melalui penerapan strategi digital berbasis prinsip ekonomi Islam. Latar belakang penelitian ini berangkat dari tingginya pertumbuhan industri halal di Indonesia dan peran penting UMKM dalam mendorong perekonomian lokal. Namun, adopsi pemasaran digital syariah masih menghadapi berbagai hambatan, baik dari sisi keterbatasan literasi digital maupun pemahaman prinsip syariah dalam praktik pemasaran. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling dalam menentukan informan, yaitu pelaku UMKM halal yang telah menggunakan media digital minimal enam bulan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta dokumentasi aktivitas pemasaran digital yang dilakukan pelaku UMKM. Analisis data dilakukan secara kualitatif deskriptif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi dan kriteria trustworthiness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM halal di Sidoarjo telah memanfaatkan media sosial dan marketplace sebagai sarana utama promosi. Penerapan prinsip ekonomi Islam seperti kejujuran, amanah, dan transparansi mulai diintegrasikan, meskipun belum terstruktur secara sistematis dalam strategi digital. Tantangan utama yang dihadapi meliputi rendahnya pemahaman digital marketing berbasis syariah, keterbatasan sumber daya manusia, serta kurangnya pelatihan dan pendampingan. Meski demikian, penggunaan digital marketing terbukti meningkatkan pesanan, memperluas jangkauan pasar, serta memperkuat citra halal produk. Penelitian ini menghasilkan model strategi pemasaran digital halal yang menekankan niat berdagang sebagai ibadah, transparansi informasi, penggunaan konten Islami, sistem pembayaran halal, serta konsistensi pelayanan

    Tinjauan Sistematis Tentang Integrasi Keuangan Digital dalam Pasar Keuangan Syariah: Risiko dan Tantangan

    Full text link
    This study aims to identify and analyze the challenges and risks faced in the integration of digital finance in the Islamic financial market. The phenomena studied focus on regulatory uncertainty, limited digital infrastructure, and the difficulty of ensuring sharia compliance in the development of Islamic fintech products. The research approach used is the Systematic Literature Review (SLR) by following the PRISMA protocol to ensure the accuracy of literature selection. Data were collected from the Scopus and Web of Science databases, with publication criteria in the last eight years (2017–2025). A total of 23 selected articles were analyzed using thematic and narrative techniques. The results of the study indicate that the main challenges in the development of Islamic digital finance include regulatory asynchronous, limited public literacy, digital infrastructure gaps, and limited DPS (Sharia Supervisory Board) competence in technology supervision. The identified risks include the risk of sharia non-compliance, the risk of losing market trust, data security risks, and the risk of innovation stagnation due to delays in technology adaptation.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tantangan serta risiko yang dihadapi dalam integrasi keuangan digital pada pasar keuangan syariah. Fenomena yang dikaji berfokus pada ketidakpastian regulasi, keterbatasan infrastruktur digital, serta kesulitan memastikan kepatuhan syariah dalam pengembangan produk fintech syariah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti protokol PRISMA untuk memastikan akurasi seleksi literatur. Data dikumpulkan dari database Scopus dan Web of Science, dengan kriteria publikasi dalam delapan tahun terakhir (2017–2025). Sebanyak 23 artikel terpilih dianalisis dengan teknik tematik dan naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam pengembangan keuangan digital syariah meliputi ketidaksinkronan regulasi, keterbatasan literasi masyarakat, kesenjangan infrastruktur digital, serta keterbatasan kompetensi DPS (Dewan Pengawas Syariah) dalam pengawasan teknologi. Risiko yang teridentifikasi antara lain risiko ketidakpatuhan syariah, risiko kehilangan kepercayaan pasar, risiko keamanan data, serta risiko stagnasi inovasi akibat keterlambatan adaptasi teknologi

    the Persepsi Internal Masyarakat Muslim Kalimantan Barat Terhadap Minat Bertransaksi Cryptocurrency Dalam Perspektif Bisnis Syariah : Internal Perception of West Kalimantan Muslim Society Towards Interest in Cryptocurrency Transactions from a Sharia Business Perspective

    No full text
    Penelitian ini menganalisis pengaruh pengetahuan agama, literasi keuangan, sikap pribadi, faktor biologis, dan pengalaman pribadi terhadap minat umat Islam Kalimantan Barat dalam bertransaksi mata uang kripto. Fenomena ini relevan mengingat semakin populernya mata uang kripto di Indonesia, meskipun adopsinya terhambat oleh regulasi yang ketat dan persepsi kehalalan yang terkait dengan unsur gharar, maysir, dan riba. Dengan menggunakan metode survei kuantitatif dan pengambilan sampel secara aksidental, data dari 70 responden menunjukkan bahwa pengetahuan agama merupakan faktor dominan (koefisien jalur 0,450), diikuti oleh sikap pribadi (0,375), literasi keuangan (0,369), faktor biologis (0,300), dan pengalaman pribadi (0,175). Pengetahuan agama yang terkait dengan prinsip syariah sangat mempengaruhi keputusan bertransaksi, sedangkan literasi keuangan dan sikap terhadap inovasi teknologi memperkuat kepercayaan terhadap mata uang kripto. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan mengontekstualisasikan mata uang kripto dalam perspektif syariah di Kalimantan Barat dan merekomendasikan pengembangan literasi keuangan berbasis syariah untuk mendukung adopsi teknologi keuangan yang lebih inklusif dan Islami.Penelitian ini menganalisis pengaruh pengetahuan agama, literasi keuangan, sikap pribadi, faktor biologis, dan pengalaman pribadi terhadap minat umat Islam Kalimantan Barat dalam bertransaksi mata uang kripto. Fenomena ini relevan mengingat semakin populernya mata uang kripto di Indonesia, meskipun adopsinya terhambat oleh regulasi yang ketat dan persepsi kehalalan yang terkait dengan unsur gharar, maysir, dan riba. Dengan menggunakan metode survei kuantitatif dan pengambilan sampel secara aksidental, data dari 70 responden menunjukkan bahwa pengetahuan agama merupakan faktor dominan (koefisien jalur 0,450), diikuti oleh sikap pribadi (0,375), literasi keuangan (0,369), faktor biologis (0,300), dan pengalaman pribadi (0,175). Pengetahuan agama yang terkait dengan prinsip syariah sangat mempengaruhi keputusan bertransaksi, sedangkan literasi keuangan dan sikap terhadap inovasi teknologi memperkuat kepercayaan terhadap mata uang kripto. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan mengontekstualisasikan mata uang kripto dalam perspektif syariah di Kalimantan Barat dan merekomendasikan pengembangan literasi keuangan berbasis syariah untuk mendukung adopsi teknologi keuangan yang lebih inklusif dan Islami.   Keywords : Biologis, Cryptocurrency, Faktor Pengalaman, Literasi Keuangan, Pengetahuaan Agama, Sikap Pribad

    Pengaruh Pembiayaan Syariah dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Provinsi Aceh: Analisis Data Panel

    Full text link
    Poverty is a significant problem faced by developing countries, including Indonesia. Islam teaches its people to fight poverty because poverty is closer to kufr. Aceh is famous for applying Islamic law, but Aceh is the poorest province on the island of Sumatra in 2020. Meanwhile, in terms of Sharia financing, Aceh Province ranks 4th, and the Human Development Index (IPM) ranks 11th highest nationally. This panel aims to determine the effect of Islamic financing and the Human Development Index (HDI) on poverty levels in Aceh Province. Data analysis was carried out using panel data regression by choosing the best regression model, namely the Fixed Effect Model, by combining cross-section data of 21 districts/cities in Aceh Province during the 2016-2020 period. The study results, both partially and simultaneously, Islamic financing and HDI have a negative and significant effect on the poverty level in Aceh Province

    Analisis Implementasi Produk Cicil Emas (Cilem): Tinjauan Investasi Syariah Di Bank Syariah Indonesia KCP Karanganyar

    Full text link
    Penelitian ini membahas tentang akad murabahah dan investasi syariah pada produk cicil emas BSI Karanganyar apakah sudah terealisasi, sudah sesuaikah penggunaan akad itu seperti halnya pada teorinya, serta apakah dalam pengoperasinalannya bank mengalami kendala yang mengakibatkan kerugian atau terhambatnya aktivitas dalam perbankan. Penelitian ini akan menggali sejauh mana lembaga keuangan syariah memberikan penjelasan yang jelas mengenai biaya dan margin keuntungan yang dikenakan kepada nasabah, dan apakah hal ini memenuhi prinsip keadilan dalam ekonomi syariah. Pendekatan untuk penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dan untuk mengupayakan pengolahan data menggunakan metode triangulasi untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber. Penelitian ini membahas tentang Implementasi Produk Cicil Emas ditinjau dari segi Akad Murabahah  dan Investasi Syariah dalam pelaksanaannya sudah memenuhi standar hukum syariah dan dinilai cukup menguntungkan dari segi investasi syariahPenelitian ini membahas tentang akad murabahah dan investasi syariah pada produk cicil emas BSI Karanganyar apakah sudah terealisasi, sudah sesuaikah penggunaan akad itu seperti pada teorinya, serta apakah dalam pengoperasinalannya bank mengalami kendala yang mengakibatkan kerugian atau terhambatnya aktivitas dalam perbankan. Penelitian ini akan menggali sejauh mana lembaga keuangan syariah memberikan penjelasan yang jelas mengenai biaya dan margin keuntungan yang dikenakan kepada nasabah, dan apakah hal ini memenuhi prinsip keadilan dalam ekonomi syariah. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dan untuk mengupayakan pengolahan data menggunakan metode triangulasi untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber. Penelitian ini membahas tentang Implementasi Produk Cicil Emas ditinjau dari segi Akad Murabahah  dan Investasi Syariah dalam pelaksanaannya sudah memenuhi standar hukum syariah dan dinilai cukup menguntungkan dari segi investasi syaria

    THE INFLUENCE OF CUSTOMER RELIGIOSITY COMMITMENT ON CONTINUANCE INTENTION OF SHARIA MOBILE BANKING WITH TRUST IN MOBILE BANKING AS A MEDIATOR AMONG MILLENNIAL GENERATION IN KLATEN REGENCY

    No full text
    Abstract This study aims to analyze the influence of Consumer Religiosity Commitment on Sharia Mobile Banking Continuance Intention with Trust in Sharia Mobile Banking as a mediating variable. A quantitative approach was employed, with data collected through questionnaires from users of Sharia mobile banking services. The results of the analysis reveal that Consumer Religiosity Commitment has a positive and significant effect on Sharia Mobile Banking Continuance Intention (coefficient 0.672; t = 12.758; p < 0.001) and on Trust in Sharia Mobile Banking (coefficient 0.657; t = 11.891; p < 0.001). Furthermore, Trust in Sharia Mobile Banking also has a significant positive effect on Sharia Mobile Banking Continuance Intention (coefficient 0.695; t = 12.879; p < 0.001) and mediates the relationship between Consumer Religiosity Commitment and Sharia Mobile Banking Continuance Intention (mediation coefficient 0.456; t = 8.383; p < 0.001). The findings indicate that trust plays a pivotal role as a mediator in linking religiosity commitment with the intention to continue using Sharia mobile banking. Consumer trust in secure, reliable services aligned with Sharia principles strengthens the impact of religiosity on consumer loyalty. Managerial implications of this study highlight the importance for Islamic banks to enhance trust through features such as security, service transparency, and adherence to Sharia values. Additionally, marketing strategies emphasizing the alignment of services with religiosity values can foster loyalty and the sustained use of Sharia mobile banking services. &nbsp

    Internalisasi Etos Kerja Islam : Perspektif Aktualisasi Iman

    Full text link
    The phenomenon of the weak implementation of Islamic work ethics among Muslims—despite being the largest religious group in Indonesia—deserves serious attention. Building a strong national economy requires a society of high quality and strong work ethics. However, the concept of Islamic work ethics remains unfamiliar or underapplied by many Muslims themselves. There is even a misconception that Islamic work ethics is separate from acts of worship and not part of one’s obligation to serve Allah. In practice, Islamic work ethics is often not integrated with ritual worship and is neglected in everyday work life. This study recommends strengthening Islamic work ethics by raising awareness of faith and religiosity in the professional sphere. Thus, Islamic work ethics becomes part of righteous deeds (amal shalih) that Muslims strive to carry out as a manifestation of their faith in Allah. Using a qualitative approach and literature review method, this study finds that in Islam, work ethics is not merely a social necessity but an integral part of faith and righteous action that must be internalized and actualized. Islamic work ethics is born from the awareness that work is a form of worship with deep spiritual value. Therefore, faith that is actualized through Islamic work ethics plays a strategic role in shaping a productive, ethical, and socially responsible society—becoming a cultural force that promotes national progress.   Keywords: Faith actualization, Internalization, Islamic work ethics, Righteous deeds,Fenomena lemahnya implementasi etos kerja Islami di kalangan umat Islam—yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia—menjadi isu penting yang perlu mendapatkan perhatian serius. Pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia, termasuk pada integritas dan semangat kerja masyarakatnya. Namun, konsep etos kerja dalam Islam kerap belum dipahami secara mendalam oleh sebagian besar umat Islam sendiri. Bahkan, tidak sedikit yang menganggap bahwa etos kerja Islami terpisah dari ibadah dan tidak terkait langsung dengan pengabdian kepada Allah SWT. Padahal, dalam ajaran Islam, etos kerja sejatinya merupakan bagian integral dari iman dan amal shalih. Sayangnya, nilai-nilai tersebut belum sepenuhnya terefleksi dalam praktik kehidupan sehari-hari, dan masih dipisahkan dari aspek ibadah ritual. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pentingnya penguatan etos kerja Islami melalui peningkatan kesadaran spiritual, khususnya terkait keimanan yang teraktualisasi dalam kehidupan profesional. Dengan menjadikan kerja sebagai bentuk amal shalih, umat Islam diharapkan mampu memaknai aktivitas duniawi sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode kepustakaan untuk menggali keterkaitan antara keimanan dan etos kerja Islami. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam perspektif Islam, bekerja bukan hanya tanggung jawab sosial, melainkan bagian dari ibadah yang bernilai tinggi di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, etos kerja yang dibangun atas dasar keimanan berperan penting dalam membentuk individu yang jujur, disiplin, produktif, dan berorientasi pada kemaslahatan. Apabila nilai-nilai ini terinternalisasi secara kolektif, maka akan tercipta budaya kerja Islami yang unggul dan berkontribusi pada kemajuan bangsa secara menyeluruh. Kata kunci: aktualisasi iman, amal shalih, etos kerja Islam, internalisas

    Tafsir Ekonomi: Pencegahan Kecurangan dengan Pendekatan Teori Fraud Triangle dalam Perspektif Tafsir Jalalain

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep Teori Segitiga Kecurangan (Fraud Triangle Theory) dari perspektif Tafsir Jalalain guna memahami pencegahan kecurangan melalui pendekatan multidimensional yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, mengkaji teori modern Fraud Triangle yang mencakup tekanan (pressure), peluang (opportunity), dan rasionalisasi (rationalization), serta penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan, khususnya dari Tafsir Jalalain. Temuan menunjukkan bahwa kecurangan tidak hanya berakar pada kelemahan sistemik dan lingkungan, tetapi juga pada moralitas dan spiritualitas individu. Nilai sabr (sabar) dan tawakal (percaya kepada Allah) membantu mengurangi tekanan, sementara prinsip amanah (dapat dipercaya) memperkuat pengawasan untuk meminimalkan peluang. Dalam elemen rasionalisasi, nilai ‘adl (keadilan) dan tanggung jawab moral mencegah pembenaran terhadap perilaku curang. Pendekatan ini menciptakan strategi pencegahan kecurangan yang holistik dengan menggabungkan penguatan sistem teknis, pendidikan etika berbasis iman, dan pengendalian internal modern seperti blockchain. Integrasi Teori Fraud Triangle dengan Tafsir Jalalain memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk individu yang berintegritas dan memperkuat upaya pencegahan kecurangan di berbagai tingkat.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep Fraud Triangle Theory dari perspektif Tafsir Jalalain guna memahami upaya pencegahan kecurangan melalui pendekatan multidimensional yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, dengan mengkaji teori Fraud Triangle modern yang mencakup unsur tekanan (pressure), kesempatan (opportunity), dan rasionalisasi (rationalization), serta penafsiran ayat-ayat Al-Qur'an yang relevan, khususnya melalui Tafsir Jalalain. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kecurangan tidak hanya berakar pada kelemahan sistemik dan lingkungan, tetapi juga pada aspek moralitas dan spiritualitas individu. Nilai sabar (ṣabr) dan tawakal (kepercayaan kepada Allah) berperan dalam mereduksi tekanan, sementara prinsip amanah (dapat dipercaya) memperkuat pengawasan untuk meminimalkan peluang terjadinya kecurangan. Dalam elemen rasionalisasi, nilai keadilan (‘adl) dan tanggung jawab moral mencegah pembenaran terhadap perilaku curang. Pendekatan ini membentuk strategi pencegahan kecurangan yang holistik dengan mengombinasikan penguatan sistem teknis, pendidikan etika berbasis iman, serta pengendalian internal modern seperti penggunaan teknologi blockchain. Integrasi Fraud Triangle Theory dengan Tafsir Jalalain memberikan kontribusi yang signifikan dalam membangun individu yang berintegritas serta memperkuat upaya pencegahan kecurangan di berbagai level

    Pengaruh Akad Syariah, Tingkat Margin dan Nilai Jaminan terhadap Keputusan Pengambilan Pembiayaan di Bank Syariah (Studi Pengusaha Bisnis Property yang Tergabung REI Komisariat Solo Raya)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh akad syariah, tingkat margin, dan nilai jaminan terhadap keputusan pengambilan pembiayaan pada bank syariah bagi pengusaha bisnis properti yang tergabung dalam komisariat REI Solo Raya. Penelitian ini menggunakan data primer dengan kuesioner, mengambil sampel sebanyak 41 responden, dan menganalisisnya dengan regresi linier berganda. Pertama, data diuji dengan uji validitas, uji reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akad syariah dan nilai jaminan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pengambilan pembiayaan pada bank syariah, sedangkan variabel tingkat margin tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pengambilan pembiayaan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh akad syariah, tingkat margin, dan nilai jaminan terhadap keputusan pengambilan pembiayaan pada bank syariah bagi pengusaha bisnis properti yang tergabung dalam komisariat REI Solo Raya. Penelitian ini menggunakan data primer dengan kuesioner, mengambil sampel sebanyak 41 responden, dan menganalisisnya dengan regresi linier berganda. Pertama, data diuji dengan uji validitas, uji reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akad syariah dan nilai jaminan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pengambilan pembiayaan pada bank syariah, sedangkan variabel tingkat margin tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pengambilan pembiayaan

    1,681

    full texts

    1,823

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇