Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam
Not a member yet
1823 research outputs found
Sort by
Peran Etika Ekonomi Islam dalam Perdagangan Internasional: Telaah Kritis atas Pemikiran Imam Al-Ghazali
International trade is a global phenomenon that cannot be avoided by any country. In Islamic economics, trade activities are regulated based on the principles of justice, welfare, and prohibition of exploitation. This article aims to examine Imam Al-Ghazali's views on the principles and role of the state in international trade and its impact on the economic independence of the people. Al-Ghazali views that the state must play an active role in maintaining market stability, supporting local businesses, and avoiding dependence on other countries. This article uses a literature study approach to the main works of Al-Ghazali and other Islamic economic thinkers. The findings show that international trade from an Islamic perspective is not just an economic tool, but a moral and social instrument that requires ethical control from the state and market players.Perdagangan internasional merupakan fenomena global yang tidak dapat dihindari oleh negara manapun. Dalam ekonomi Islam, kegiatan perdagangan diatur berdasarkan prinsip keadilan, kemaslahatan, dan larangan eksploitasi. Artikel ini bertujuan untuk menelaah pandangan Imam Al-Ghazali terhadap prinsip dan peran negara dalam perdagangan internasional serta dampaknya terhadap kemandirian ekonomi umat. Al-Ghazali memandang bahwa negara harus berperan aktif dalam menjaga stabilitas pasar, mendukung usaha lokal, dan menghindari ketergantungan terhadap negara lain. Artikel ini menggunakan pendekatan studi literatur terhadap karya-karya utama Al-Ghazali dan para pemikir ekonomi Islam lainnya. Temuan menunjukkan bahwa perdagangan internasional dalam perspektif Islam bukan sekadar alat ekonomi, melainkan instrumen moral dan sosial yang memerlukan kontrol etis dari negara dan pelaku pasar
Analisis Dampak Kecerdasan Buatan (AI) terhadap Kepuasan dan Kepercayaan Pelanggan Asuransi Syariah di Era Digital: Peran Moderasi Literasi Digital
This study aims to analyze the impact of Artificial Intelligence (AI) implementation on customer satisfaction and trust in the Islamic insurance industry in the digital era, while also examining the moderating role of digital literacy. Using a quantitative approach with an explanatory and cross-sectional survey design, the research involved 200 Islamic insurance customers in the Greater Jakarta area selected through purposive sampling. The study focused on evaluating the influence of AI features such as chatbots, automated claim processes, and service personalization on customer perceptions. Data were collected through an online questionnaire and analyzed using SPSS version 25 with multiple linear regression and moderated regression analysis (MRA). The results indicate that AI has a positive and significant impact on both customer satisfaction and trust. Furthermore, digital literacy significantly moderates these relationships. These findings highlight that the effectiveness of AI implementation is greatly influenced by customers’ digital literacy and alignment with Sharia principles. This research contributes empirically to filling the gap in literature on Islamic financial technology and offers practical implications for developing ethical and inclusive AI-driven digital service strategies.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak implementasi Kecerdasan Buatan (AI) terhadap kepuasan dan kepercayaan pelanggan dalam industri asuransi syariah di era digital, serta mengkaji peran literasi digital sebagai variabel moderator. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori dan cross-sectional, penelitian ini melibatkan 200 responden pelanggan asuransi syariah di wilayah Jabodetabek yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Fokus utama terletak pada evaluasi pengaruh fitur AI seperti chatbot, otomatisasi proses klaim, dan personalisasi layanan terhadap persepsi pelanggan. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan SPSS versi 25 dengan metode regresi linear berganda serta analisis regresi moderasi (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan dan kepercayaan pelanggan. Selain itu, literasi digital terbukti memoderasi hubungan tersebut secara signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas implementasi AI sangat dipengaruhi oleh tingkat literasi digital dan keselarasan terhadap prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam mengisi kesenjangan literatur terkait teknologi finansial syariah serta memberikan implikasi praktis bagi pengembangan strategi layanan digital berbasis AI yang beretika dan inklusif
Zakat Fitrah untuk Investasi Ternak Sapi: Tinjauan Hukum Islam dan Maqashid Syariah : Zakat al-Fitr for Cattle Farming Investment: A Review of Islamic Law and Maqashid Sharia
This study critically examines the distribution of zakat al-fitr as business capital for cattle farming from the perspective of Islamic law and maqashid shariah. The main focus lies in the potential misalignment between the long-term productive use of zakat and the immediate, consumptive nature of zakat al-fitr, which must be distributed before the Eid prayer. Using a qualitative approach, this research applies textual analysis of Islamic legal sources and comparative fiqh to evaluate the practice. The findings reveal that while productive zakat may be valid for zakat mal, its application to zakat al-fitr contradicts the objective of thum’atan lil masakin (feeding the poor) and the principle of taʿjil (prompt distribution). Investment schemes like cattle farming require time to yield benefits, making them incompatible with the urgent spiritual and social function of zakat al-fitr. Therefore, the study concludes that such practice diverges from its maqashid and recommends zakat al-fitr be distributed in a consumable form to the needy on Eid day. This distinction is crucial for ensuring that zakat al-fitr fulfills its intended socio-spiritual role while empowering communities through other Islamic philanthropic instruments.Penelitian ini mengkaji secara kritis praktik pendistribusian zakat fitrah dalam bentuk modal usaha ternak sapi dari perspektif hukum Islam dan maqashid syariah. Fokus utama adalah potensi ketidaksesuaian antara bentuk penyaluran produktif jangka panjang dengan prinsip dasar zakat fitrah yang bersifat konsumtif dan harus disalurkan segera sebelum salat Idul Fitri. Dengan pendekatan kualitatif, analisis tekstual terhadap dalil syar’i serta komparasi fikih klasik dan kontemporer digunakan untuk menilai kesesuaian praktik ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun zakat produktif dapat diterapkan pada zakat mal, penerapannya pada zakat fitrah bertentangan dengan tujuan thum’atan lil masakin (pemberian makanan langsung bagi fakir miskin) dan prinsip taʿjil (penyegeraan). Proses investasi seperti ternak sapi memerlukan waktu untuk menghasilkan manfaat, sehingga tidak sesuai dengan esensi zakat fitrah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik tersebut tidak sejalan dengan maqashid syariah zakat fitrah dan menyarankan agar zakat fitrah disalurkan dalam bentuk yang langsung dapat dikonsumsi oleh mustahik pada Hari Raya Idul Fitri
MODEL CASH BACK JUAL BELI PAKET LEBARAN PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH
This study examines the mechanism and consumer perception of the Ceria Eid Savings Package program conducted by a business owner in Village Cigasong. The program offers basic needs and children’s gift packages (My Baby) that can be paid daily over a 300-day period, with a cashback incentive as an added appeal. The research method used is interviews with three sources: the business owner (Mrs. Lina Marlina) and two consumers (Mrs. Eni Rohaeni and Mrs. Titing). The findings indicate that while some consumers feel helped by the program due to reduced Eid expenses and cashback benefits, others express concerns regarding package transparency, potential misuse of funds, and the risk of price increases closer to Eid. Therefore, transparency, clear legality, and proper oversight are required to build trust and ensure the sustainability of such a savings scheme.Penelitian ini membahas tentang mekanisme dan persepsi konsumen terhadap program Tabungan Paket Lebaran Ceria yang dijalankan oleh pemilik usaha di Desa Cigasong. Program ini menawarkan paket sembako dan paket anak (My Baby) yang dapat dicicil setiap hari selama 300 hari, dengan sistem cashback sebagai daya tarik tambahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara kepada tiga narasumber, yaitu pemilik usaha. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian konsumen merasa terbantu dengan adanya tabungan ini karena meringankan pengeluaran saat Lebaran dan mendapatkan keuntungan berupa cashback. Terdapat juga kekhawatiran dari konsumen mengenai ketidakjelasan isi paket, kemungkinan penyalahgunaan dana, serta risiko harga barang yang naik menjelang hari raya itu dibutuhkan transparansi, legalitas yang jelas, dan pengawasan dalam pelaksanaan program ini agar dapat dipercaya dan berkelanjutan
Potensi Pengembangan Wakaf Uang Di Lembaga Wakaf Mutiara Tarbiyah Kota Palangka Raya
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pengembanga Lembaga Wakaf Mutiara Tarbiyah (LWMT) dalam mengelola wakaf uang secara produktif dan berkelanjutan di Kalimantan Tengah, khususnya di Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi lembaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LWMT memiliki potensi yang besar dengan fondasi kelembagaan yang kuat, antara lain legalitas sebagai nazhir resmi dari BWI, struktur organisasi yang jelas, SDM yang tersertifikasi, serta sistem pelaporan berbasis PSAK 112. Dukungan dari Yayasan Mutiara Tarbiyah, jaringan wali murid aktif, serta kemitraan strategis dengan berbagai pihak, seperti Bank Indonesia, FEBI IAIN Palangka Raya, dan MES, menjadi kekuatan utama lembaga ini. Di sisi lain, tantangan internal meliputi belum adanya SOP khusus pengelolaan wakaf uang, keterbatasan SDM yang fokus di bidang wakaf, serta masih rendahnya literasi masyarakat terhadap wakaf uang. Untuk itu, penelitian ini merumuskan strategi pengembangan berdasarkan pendekatan SWOT Matching, yang menghasilkan empat strategi utama: strategi SO (Strength–Opportunity), WO (Weakness–Opportunity), ST (Strength–Threat), dan WT (Weakness–Threat). Strategi tersebut menjadi panduan adaptif bagi LWMT dalam memaksimalkan potensi dan memperkuat daya saing kelembagaan di tengah tantangan. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa LWMT layak dikembangkan sebagai model pengelolaan wakaf uang yang profesional, kredibel, dan berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional, serta mampu berkontribusi dalam memperkuat filantropi Islam dan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi instrumen wakaf uang.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pengembanga Lembaga Wakaf Mutiara Tarbiyah (LWMT) dalam mengelola wakaf uang secara produktif dan berkelanjutan di Kalimantan Tengah, khususnya di Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi lembaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LWMT memiliki potensi yang besar dengan fondasi kelembagaan yang kuat, antara lain legalitas sebagai nazhir resmi dari BWI, struktur organisasi yang jelas, SDM yang tersertifikasi, serta sistem pelaporan berbasis PSAK 112. Dukungan dari Yayasan Mutiara Tarbiyah, jaringan wali murid aktif, serta kemitraan strategis dengan berbagai pihak, seperti Bank Indonesia, FEBI IAIN Palangka Raya, dan MES, menjadi kekuatan utama lembaga ini. Di sisi lain, tantangan internal meliputi belum adanya SOP khusus pengelolaan wakaf uang, keterbatasan SDM yang fokus di bidang wakaf, serta masih rendahnya literasi masyarakat terhadap wakaf uang. Untuk itu, penelitian ini merumuskan strategi pengembangan berdasarkan pendekatan SWOT Matching, yang menghasilkan empat strategi utama: strategi SO (Strength–Opportunity), WO (Weakness–Opportunity), ST (Strength–Threat), dan WT (Weakness–Threat). Strategi tersebut menjadi panduan adaptif bagi LWMT dalam memaksimalkan potensi dan memperkuat daya saing kelembagaan di tengah tantangan. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa LWMT layak dikembangkan sebagai model pengelolaan wakaf uang yang profesional, kredibel, dan berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional, serta mampu berkontribusi dalam memperkuat filantropi Islam dan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi instrumen wakaf uang.
Kata Kunci: Wakaf Uang, Lembaga Wakaf, Pengembangan Wakaf, Potensi Wakaf
 
PENGANTAR HUKUM PERBANKAN SYARIAH: PERKEMBANGAN, TANTANGAN, DAN PROSPEKNYA DI ERA DIGITAL
This study aims to analyze the development, challenges, and prospects of Islamic banking law in the digital era with a focus on legal certainty, data security, and Islamic digital literacy. This study uses a qualitative design with a case study approach on Islamic banks in Indonesia. The research setting was conducted in Jakarta as the center of Islamic banking regulation and practice. The research population included Islamic banking practitioners, regulators, and customers, while the sample was selected purposively. Data were obtained through in-depth interviews, document studies, and observations. The results show that Islamic banking regulations have undergone positive developments through the support of the OJK and DSN-MUI for the digitization of services. However, there are still major challenges in the form of unclear regulations on digital contracts, high cybercrime risks with an average of 120 attacks per month, and low Islamic digital literacy. On the other hand, the prospects for digital Islamic banking are very promising, supported by more than 196 million internet users in Indonesia. Thus, the success of the transformation of Islamic banking law in the digital era is highly dependent on the synergy of regulations, literacy, and the strengthening of security infrastructure.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan, tantangan, dan prospek hukum perbankan Islam di era digital dengan fokus pada kepastian hukum, keamanan data, dan literasi digital Islam. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada bank-bank Islam di Indonesia. Lokasi penelitian dilakukan di Jakarta sebagai pusat regulasi dan praktik perbankan Islam. Populasi penelitian meliputi praktisi perbankan Islam, regulator, dan pelanggan, sementara sampel dipilih secara purposif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, studi dokumen, dan observasi. Hasil menunjukkan bahwa regulasi perbankan Islam telah mengalami perkembangan positif berkat dukungan OJK dan DSN-MUI dalam digitalisasi layanan. Namun, masih terdapat tantangan besar berupa ketidakjelasan regulasi kontrak digital, risiko kejahatan siber yang tinggi dengan rata-rata 120 serangan per bulan, dan literasi digital Islam yang rendah. Di sisi lain, prospek perbankan Islam digital sangat menjanjikan, didukung oleh lebih dari 196 juta pengguna internet di Indonesia. Oleh karena itu, kesuksesan transformasi peraturan perbankan Islam di era digital sangat bergantung pada sinergi antara peraturan, literasi, dan penguatan infrastruktur keamanan
The Influence of Digital Media, Halal Literacy, and Halal Culinary on Halal Tourism Interest among Gen-Z Muslims: Beach Case Study in Mataram.
 Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh media digital, literasi halal, dan kuliner halal terhadap minat wisata muslim Generasi Z di Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, melibatkan 89 responden muslim berusia 15-26 tahun yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang berisi 20 pernyataan yang mengukur variabel media digital, literasi halal, kuliner halal, dan minat wisata halal, kemudian dianalisis menggunakan regresi berganda dengan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital memiliki pengaruh signifikan dan positif sebesar 77,7% sehingga menjadi faktor dominan dalam meningkatkan minat wisata halal. Literasi halal juga memiliki pengaruh signifikan sebesar 17,7% untuk memperkuat kepercayaan konsumen terhadap destinasi halal. Sementara itu, kuliner halal tidak memiliki pengaruh signifikan sebesar 67%. Secara simultan, ketiga variabel tersebut memberikan kontribusi sebesar 65,8%. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan dan pelaku industri wisata halal harus mengutamakan penguatan literasi halal dan optimalisasi media digital dalam mempromosikan destinasi halal. Strategi berbasis media sosial dan kolaborasi dengan influencer dapat menjadi langkah efektif untuk menarik perhatian wisatawan muslim Gen-Z. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain seperti kualitas layanan, aspek budaya, dan keamanan destinasi, serta melakukan analisis komparatif antar kelompok usia atau wilayah
Analisis Program Revitalisasi Pasar Tradisional Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Pedagang Muslim Di Pasar Besar Ngawi : Pendahuluan, Metode Penelitian, Tinjauan Pustaka, Hasil dan Pembahasan, Kesimpulan, Ucapan Terimakasih, Referensi
Perkembangan pasar modern dan sistem digitalisasi telah secara signifikan mengubah gaya hidup masyarakat. Perubahan ini berdampak negatif terhadap pasar tradisional, sehingga diperlukan perbaikan untuk mengatasi tantangan tersebut. Pemerintah telah melaksanakan program revitalisasi pasar konvensional guna meningkatkan daya saingnya terhadap pasar modern dan sistem digital. Namun, dampak dari inisiatif ini terhadap pedagang Muslim dari perspektif ekonomi Islam masih belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model revitalisasi di Pasar Besar Ngawi dan menilai bagaimana program tersebut meningkatkan kesejahteraan pedagang Muslim. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan memanfaatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memperoleh data mendalam mengenai pelaksanaan revitalisasi dan dampaknya terhadap para pedagang. Temuan menunjukkan bahwa revitalisasi memberikan hasil positif, termasuk peningkatan kualitas fasilitas, sistem manajemen yang lebih profesional, serta integrasi digitalisasi dalam transaksi dan administrasi pasar. Namun, masih terdapat tantangan seperti akses yang terbatas bagi pedagang lanjut usia, kesulitan beradaptasi dengan sistem digital, dan perlunya alokasi ruang dagang yang lebih baik sesuai kebutuhan pedagang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun revitalisasi membawa banyak manfaat, masih ada aspek-aspek yang perlu diperbaiki untuk memastikan pelaksanaan program yang optimal dan manfaat yang merata bagi seluruh pedagang di Pasar Besar Ngawi.Perkembangan pasar modern dan sistem digitalisasi telah mengubah sebagian besar pola hidup masyarakat. Hal ini dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi pasar tradisional. Sehingga dibutuhkan perbaikan untuk mengatasi hal tersebut. Pemerintah mengupayakan program revitalisasi untuk pasar tradisional agar dapat bersaing dengan pasar modern dan sistem digital ini, namun dampaknya terhadap pedagang Muslim dalam perspektif ekonomi Islam masih minim dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model revitalisasi di Pasar Besar Ngawi serta bagaimana program ini meningkatkan kesejahteraan pedagang Muslim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk mendapatkan data yang mendalam mengenai implementasi revitalisasi serta dampaknya terhadap pedagang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi memberikan dampak positif berupa peningkatan kualitas fasilitas, sistem pengelolaan yang lebih profesional, serta penerapan sistem digitalisasi dalam transaksi dan manajemen pasar. Namun, masih terdapat tantangan dalam pelaksanaannya, seperti keterbatasan akses bagi pedagang lanjut usia, kesulitan adaptasi terhadap sistem digital, serta distribusi ruang usaha yang masih perlu disesuaikan dengan kebutuhan pedagang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun revitalisasi telah membawa banyak manfaat positif, masih ada aspek yang perlu diperbaiki agar implementasi program ini dapat berjalan lebih optimal dan benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh pedagang di Pasar Besar Ngawi
PENGARUH PENGARUH RGEC (RISK PROFILE, GOOD CORPORATE GOVERNANCE, EARNING, CAPITAL) TERHADAP FINANCIAL DISSTRES PADA BANK MUAMALAT INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh RGEC (Risk Profile, Good CorporateGovernance, Earning, Capital) terhadap Financial Distress pada Bank Muamalat Indonesia. Penelitianini mengunakan metode kuantitatif dengan menggunakan data sekunder berupa laporan keuangantriwulan Bank Muamalat Indonesia dari tahun 2018-2022 yang telah dipublikasikan. Metode analisisyang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan menggunakan alat analisis SPSS 25.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel NPF, ROA, ROE, BOPO, dan CAR tidakberpengaruh signifikan terhadap financial distress, kemudian variabel FDR dan GCG berpengaruhsignifikan terhadap financial distress. Selanjunya secara simultan RGEC (risk profile, good corporategovernance, earning dan capital) berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Kinerja keuanganmempunyaii implikaisi luais terhaidaip Finainciail distress dimana daipait meningkaitkain risikooperaisionail, menciptaikain tekainain paidai pendaipaitain yang mengaikibaitkain penurunain laibaisecara signifikain sehingga menjaidi indikaitor aiwail maisailaih keuaingain. Untuk itu integraisimainaijemen risiko, straitegi keuaingain yaing haiti-haiti dain peneraipain prinsip-prinsip GCG yaingbaiik daipait membaintu perusaihaiain mengelolai hubungain kompleks ini secairai efektif untukmenjaigai kesehaitain keuaingain dain reputaisi.enelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh RGEC (Risk Profile, Good CorporateGovernance, Earning, Capital) terhadap Financial Distress pada Bank Muamalat Indonesia. Penelitianini mengunakan metode kuantitatif dengan menggunakan data sekunder berupa laporan keuangantriwulan Bank Muamalat Indonesia dari tahun 2018-2022 yang telah dipublikasikan. Metode analisisyang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan menggunakan alat analisis SPSS 25.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel NPF, ROA, ROE, BOPO, dan CAR tidakberpengaruh signifikan terhadap financial distress, kemudian variabel FDR dan GCG berpengaruhsignifikan terhadap financial distress. Selanjunya secara simultan RGEC (risk profile, good corporategovernance, earning dan capital) berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Kinerja keuanganmempunyaii implikaisi luais terhaidaip Finainciail distress dimana daipait meningkaitkain risiko operaisionail,i.menciptaikain tekainain paidai pendaipaitain yang mengaikibaitkain penurunain laibai secara signifikain sehinggamenjaidi indikaitor aiwail maisailaih keuaingain. Untuk itu integraisi mainaijemen risiko, straitegi keuaingainyaing haiti-haiti dain peneraipain prinsip-prinsip GCG yaing baiik daipait membaintu perusaihaiain mengelolaihubungain kompleks ini secairai efektif untuk menjaigai kesehaitain keuaingain dain reputaisi
Brand Experience Terhadap Repurchase Intention Kosmetik Halal pada Masyarakat Muslim di Kota Singkawang
Consumer behavior in general is described as a form of process from searching, selecting to the stage of deciding to buy a product or service in order to provide for their needs. Brand Experience is the sensation, feeling, cognition and response or consumer response to the brand. In Islam, a Muslim in the practice of buying and selling must pay attention to whether the goods sold are halal and free from usury elements, both sellers and consumers and must be based on mutual consent or mutual need. The goods sold do not contain elements of fraud and consumers know the quality and specifications of the product clearly. If these things are met, of course consumers can get a positive experience from the products they buy such as satisfaction, feelings of pleasure or happiness when buying and wanting to buy again so that they can create a Brand Experience or experience felt by consumers towards the brands they consume. Therefore, researchers are interested in conducting research to determine the effect of Branding Experience on Repurchase Intention of halal cosmetics in the community in Singkawang. This research is a quantitative field research by distributing questionnaires and analyzed using a simple linear regression analysis method using the SPSS test tool. The test results prove that Branding Experience on Repurchase Intention of halal cosmetics in the community in Singkawang.Perilaku konsumen umumnya dapat dipahami sebagai proses yang melibatkan pencarian, seleksi dan keputusan saat membeli produk atau layanan untuk memenuhi kebutuhan kehidupan. Brand Experience mengacu pada pengertian, emosi, kognisi, respons dari konsumen kepada merek. Dari perspektif Islam, praktik pembelian dan penjualan harus memperhatikan prinsip -prinsip produk halal dan menghindari unsur riba baik dari penjual dan pembeli. Selain itu, transaksi harus didasarkan pada prinsip -prinsip kesenangan dan transparansi dalam kualitas dan spesifikasi produk, sehingga tidak mengandung unsur penipuan.
Jika prinsip-prinsip tersebut terpenuhi, konsumen cenderung akan merasakan pengalaman positif selama proses pembelian, seperti kepuasan, kebahagiaan, atau keinginan untuk melakukan pembelian kembali. Pengalaman ini memiliki potensi untuk membangun Brand Experience yang kuat, yang pada gilirannya dapat mendorong niat untuk membeli kembali (Repurchase Intention) produk tersebut.
Berdasarkan hal ini, peneliti tertarik untuk mengeksplorasi pengaruh Brand Experience terhadap Repurchase Intention produk kosmetik halal di kalangan masyarakat Muslim di Kota Singkawang. Penelitian ini dilakukan secara lapangan dengan pendekatan kuantitatif, di mana data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode regresi linear sederhana dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa Brand Experience memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Repurchase Intention kosmetik halal di masyarakat Singkawang