Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan (JIPTEK)
Not a member yet
199 research outputs found
Sort by
Pengembangan E-module Interaktif pada Materi Pengolahan Hasil Samping Hewani untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMK PPN Tanjungsari
Di SMK PPN Tanjungsari, pembelajaran pada materi Pengolahan Hasil Samping Hewani belum didukung buku fisik atau modul, sementara praktikum yang dilakukan tidak sesuai dengan Capaian Pembelajaran (CP). Kondisi ini mendorong pengembangan E-module interaktif untuk menunjang proses pembelajaran. e-module interaktif adalah media digital yang membantu peserta didik memahami materi secara mandiri maupun terintegrasi dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan e-module interaktif serta dampaknya terhadap hasil belajar peserta didik pada aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif. Pengembangan E-module menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-module interaktif dinyatakan “sangat layak” oleh ahli media, materi, bahasa, serta peserta didik. Penerapannya melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dua siklus dengan model Project Based Learning (PjBL) menunjukkan peningkatan aspek kognitif dari kategori “rendah” menjadi “tinggi,” aspek psikomotorik dalam kategori “sangat terampil,” dan aspek afektif dengan nilai rata-rata “sangat baik.” e-module ini efektif mendukung pembelajaran
Penerapan Model Project-based Learning Blended Tutor Sebaya untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Konsentrasi Keahlian Siswa Kelas XI SMK Ganesha Tama Boyolali
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Capaian Nilai Siswa sebelum diterapkan PjBL Blended Tutor Sebaya di kelas XI (2) Penerapan PjBL Blended Tutor Sebaya di kelas XI. (3) Capaian Nilai Siswa Setelah Penerapan BjBL Blended Tutor Sebaya pada kelas XI (4) Perbedaan Nilai siswa sebelum dan setelah penerapan PjBL Blended Tutor Sebaya kelas XI DPIB SMK Ganesha Tama Boyolali. Penelitian menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan seluruh populasi sebagai sampel. Data diperoleh melalui observasi dan tes hasil belajar, mencakup tiga aspek: pengetahuan, keterampilan, dan sikap, yang dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai awal siswa: aspek pengetahuan 57, keterampilan 59, dan sikap 58. Setelah perlakuan, rata-rata meningkat menjadi 82 untuk pengetahuan, 77 untuk keterampilan, dan 75 untuk sikap. Model ini memiliki delapan sintak, termasuk pre-test, penentuan kelompok, pelaksanaan proyek, hingga evaluasi. Peningkatan rata-rata pada aspek pengetahuan sebesar 20%, keterampilan 17%, dan sikap 18%, dibuktikan dengan nilai signifikan (2-tailed) sebesar 0,000 (<0,05), menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara nilai sebelum dan sesudah penerapan model PjBL Blended Tutor Sebaya
Why students fail, and how they can succeed – a case study focusing on repeating students in a module on technology management
Students in higher education are allowed to exceed the alotted time of a given qualification by a set value as stipulated by an institution. This accounts for repetition where a student may fail a module and then re-register for it. The purpose of this article is to explore why electrical engineering students failed a compulsory second-year module in a BEngTech qualification, and what contributed to their academic success during their second (or even fourth) attempt. An exploratory case study is used focusing on a single module, called Technology Management III, offered at the Central University of Technology, Free State in South Africa. The results indicate that in 2024, one student was repeating the module for the fourth time, while 21 students were attempting it for a second time. A semi-structurd interview was used were three specific questions were asked. Firstly, many of the students indicated that they had originally failed the module because they did not attend class or had faced personal challenges or did not understand how to answer the theory-based questions. Secondly, many students then noted that their current success could be attributed to dedicating more time to the module, attending class and joining a study group. Finally, many students provided the following advice to future students: Attend, participate and take notes in class and then dedicate time to the module through self-reflection. It is recommended to share the results of this study with future students as part of vital academic student support
Implementasi Job Sheet Table Set Up untuk Peningkatan Hasil Praktik Food and Beverage Service di SMK Negeri 15 Bandung
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan pembelajaran daring menjadi luring, yang mengharuskan peserta didik menyesuaikan diri. Peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kini kembali melaksanakan praktik di sekolah setelah sebelumnya dilakukan di tempat tinggal masing-masing. Oleh karena itu, dibutuhkan bahan ajar praktik yang mampu mendukung peserta didik dalam memaksimalkan capaian praktik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan peserta didik dalam praktik table set up dan tanggapan mereka terhadap penggunaan job sheet. Metode yang digunakan adalah Kuasi-Eksperimen dengan desain Non Equivalent Control Group Design. Data diperoleh melalui observasi langsung pada praktik di SMK Perhotelan dan angket mengenai pengalaman peserta didik menggunakan job sheet. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS 23 for Windows, dengan pengujian normalitas metode Kolmogorov-Smirnov dan homogenitas metode Levene’s Test sebagai prasyarat uji N-Gain. Hasil implementasi menunjukkan peserta didik yang menggunakan job sheet mengalami peningkatan hasil praktik. Penggunaan job sheet mempermudah peserta didik dalam praktik, dengan uji N-Gain menunjukkan nilai 56,9%, yang mengindikasikan job sheet cukup efektif meningkatkan capaian praktik
Perancangan Penyiraman Toilet Otomatis untuk Menjaga Kebersihan di Sekolah
Siswa di sekolah pada umumnya memiliki berbagai aktivitas seperti belajar, olahraga, dan bermain. Saat melakukan aktivitas tersebut, beberapa siswa kadang ingin buang air kecil atau besar. Namun, mereka sering enggan menggunakan toilet sekolah karena kondisinya kotor, bau, pintu rusak, lampu tidak ada atau rusak, serta lantai yang berkerak. Banyak siswa memilih menahan buang air kecil atau besar daripada menggunakan toilet tersebut. Penyebab utama toilet yang kotor adalah perilaku siswa yang tidak menyiram setelah menggunakannya. Untuk mengatasi masalah ini, dirancang penyiram kloset otomatis berbasis sensor dengan sistem kerja praktis dan modern menggunakan mikrokontroler Arduino. Proses desain rekayasa dilakukan dengan pendekatan yang memperhatikan kebutuhan pengguna sebagai prioritas, menggunakan observasi etnografis untuk menghasilkan solusi berbasis teknologi yang sesuai kebutuhan. Stanford Design School memperkenalkan Design Thinking dalam proses inovasi, yang dimulai dengan observasi sosial, brainstorming, hingga menemukan inovasi teknologi yang tepat. Perakitan prototipe dan uji fungsi bersama calon perngguna adalah bagian akhir dari proses
Analisis Persepsi Pihak Industri terhadap Kompetensi Mahasiswa PTM pada Program Magang Industri
⚠️Notice: This article has been identified as a duplicate publication of the following article published in another journal:Persepsi Pihak Industri Terhadap Kompetensi Mahasiswa PTM pada Program Magang Industri Nozel : Jurnal Pendididikan Teknik Mesin (https://jurnal.uns.ac.id/nozel/article/view/90595)Based on internal verification, the authors did not request withdrawal and did not notify the JIPTEK Editorial Office that the manuscript had been submitted to another journal. This constitutes a violation of publication ethics, particularly regarding simultaneous submission and redundant publication, as outlined by the Committee on Publication Ethics (COPE) and JIPTEK’s editorial policy.Accordingly, the Editorial Board declares this article as a duplicate publication. The article will remain available on the JIPTEK website to maintain the transparency and integrity of the scholarly record, accompanied by this official notice.The Editorial Board of JIPTEK reaffirms its commitment to upholding academic integrity and strongly urges all authors to adhere to ethical publication standards at all stages of the submission and publication process
Pengembangan E-Module Pembelajaran Sistem Kelistrikan Bodi Otomotif di Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret
Era revolusi industri 4.0 memberikan banyak perkembangan teknologi di semua bidang termasuk dalam dunia pendidikan. Salah satu perkembangannya adalah terciptanya modul elektronik sebagai media pembelajaran. Melalui penelitian ini, akan dikembangkan modul pembelajaran elektronik yang layak dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran kelistrikan bodi otomotif di Prodi Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret. Berdasarkan survei menyatakan bahwa pembelajaran kelistrikan bodi otomotif bersifat monoton dan kurang menarik karena media yang digunakan tidak interaktif serta tidak ada video penunjang pembelajaran sehingga materi yang diajarkan lebih susah untuk dipahami mahasiswa. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Modul yang dikembangkan kemudian divalidasi oleh ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media. Setelah dinyatakan layak untuk digunakan, kemudian modul diujicobakan kepada dosen pengampu mata kuliah dan mahasiswa. Berdasarkan validasi dan uji coba yang dilakukan e-module pembelajaran dinyatakan layak dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran kelistrikan bodi otomotif di Prodi Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta
Analisis Keefektifan Pembelajaran Microlearning Berbasis Multimedia Interaktif untuk Meningkatkan High Order Thingking Skill (HOTS) pada Siswa SMK 1 Muhammadiyah Cepu
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pembelajaran microlearning berbasis multimedia interaktif dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher-Order Thinking Skills/HOTS) siswa di SMK Muhammadiyah 1 Cepu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi-eksperimen. Analisis data dilakukan melalui uji prasyarat dan uji hipotesis dengan membandingkan nilai pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran microlearning berbasis multimedia interaktif cukup efektif, dengan nilai N-Gain sebesar 58%. Model pembelajaran ini berhasil meningkatkan HOTS siswa, di mana rata-rata nilai siswa meningkat dari 56,40 menjadi 82,16, dengan persentase peningkatan sebesar 25%. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis multimedia interaktif dapat menjadi alat yang efektif dan menarik dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa di sekolah kejuruan. Selain itu, pendekatan ini tidak hanya mendukung keterlibatan siswa dalam pembelajaran tetapi juga sejalan dengan tujuan pendidikan untuk mengembangkan kemampuan kognitif tingkat tinggi. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi model pembelajaran inovatif dalam pendidikan kejuruan untuk mempersiapkan siswa dengan keterampilan abad ke-21
Student Performance as Social Worker inside Child Care Services Practice at Vocational Social Work Department
The research entitled "Students' Performance as Social Worker in the Practice of Child Support Services at Vocational Schools, Department of Social Work" aims to determine the performance of students as a social worker in the practice of child support services as well as to obtain data on student performance as a social worker in the practice of mentoring services which include cognitive, psychomotor and affective aspects. This research applies a descriptive method with a quantitative approach, using data collection techniques through interview techniques, observation, and the distribution of performance assessment tools. The population in this study consisted of one productive teacher majoring in Social Work who taught Child Care and Advocacy subjects in class XI Social Work 3, totalling 35 people. The results of this research show that students have a social worker role as companion, facilitator, and educator in accompanying, facilitating, and teaching child clients about fine motor skills, gross motor skills, and child socialization. This analysis focuses on three aspects of assessment, namely cognitive, psychomotor and affective assessment
Pengembangan Media Pembelajaran dengan E-module Shielded Metal Arc Welding (SMAW) Siswa Kelas 11 SMK Ganesha Tama Boyolali
Penelitian ini bertujuan mengembangkan e-module yang layak untuk mata pelajaran pengelasan di jurusan Teknik Pemesinan dan Teknik Mekanik Industri SMK Ganesha Tama Boyolali. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model 4D, meliputi tahap Define, Design, Development, dan Dissemination. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar validasi untuk menguji kelayakan e-module. Penilaian kelayakan dilakukan oleh ahli media, ahli materi, ahli bahasa, serta siswa jurusan terkait. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif untuk mendeskripsikan hasil penelitian secara sistematis, terukur, dan objektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-module yang dikembangkan dinyatakan sangat layak digunakan dalam pembelajaran. Nilai kelayakan diberikan oleh ahli media dengan skor rata-rata 3,8, ahli materi 3,9, ahli bahasa 3,3, dan siswa 3,3. Berdasarkan hasil tersebut, e-module ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran pengelasan. Pengembangan e-module ini diharapkan mampu mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif, efisien, fleksibel, dan interaktif di jurusan Teknik Pemesinan dan Teknik Mekanik Industri