Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan (JIPTEK)
Not a member yet
199 research outputs found
Sort by
PENGARUH TERAK SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT TEKAN DAN BERAT JENIS PADA BETON NORMAL
Metode yang di gunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen, yaitu mengadakan suatu percobaan untuk mendapatkan suatu hasil yang menegaskan hubungan antara variabel-variabel yang di selidiki. Variabel yang mempengaruhi langsung dalam penelitian ini adalah Variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah variasi terak yang digunakan sebagai pengganti agregat kasar yaitu dengan variasi prosentase sebesar 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 60%, 80% dan 100% dengan rencana campuran menggunakan Mix Design berdasarkan pada SK SNI 03-2847-2002, sedangkan variabel terikatnya adalah berat jenis dan kuat tekan beton. Berdasarkan hasil penelitian dapat di peroleh prosentase penggantian terak yang optimal sebesar 39,986 % dengan kekuatan tekan maksimal sebesar 22,626 MPa. Pengaruh terak sebagai pengganti agregat kasar berpengaruh secara signifikan terhadap kuat tekan beton. Dimana dapat dilihat pada hasil analisis regresi dengan Curve Estimation model Linier, Quadratic diperoleh nilai probabilitas 0,001 (< 0,05) pada taraf signifikansi 5%. Penggantian terak sebagai pengganti agregat kasar berpengaruh sangat kuat terhadap berat jenis beton. Pada hasil uji berat jenis menunjukkan bahwa semakin banyak penggunaan terak, mengakibatkan semakin tinggi nilai berat jenis beton. Variasi terak sebagai pengganti agregat kasar menghasilkan berat jenis beton normal pada prosentase 0%, 10%, 20%, sedangkan pada prosentase 30%, 40%, 60%, 80%, 100% menghasilkan berat jenis yang tidak masuk dalam kriteria berat jenis beton normal (> 2400kg/m³). Berat jenis beton normal 2300 kg/m³ - 2400 kg/m³ (Tjokrodimuljo, 2004). Simpulan penelitian ini adalah variasi terak sebagai pengganti agregat kasar berpengaruh secara signifikan terhadap kuat tekan beton dan berpengaruh sangat kuat terhadap berat jenis beton sehingga dapat digunakan dalam struktur bangunan.Kata Kunci: terak, kuat tekan, berat jenis, beto
PERBANDINGAN KEKUATAN SAMBUNGAN BAMBU MENGGUNAKAN PENGISI MORTAR DENGAN ISIAN UJUNG DAN ISIAN SAMPING
This research about strength of bamboo connection using mortar filler to its tension strength using 1bolt with 12 mm diameter. Mortar filler has ratio of cement to sand 1 : 3 with water cement ratio 0,6. Testing ofconnection strength conducted with angle of pulling 0°, 30°, 60°, and 90° to bamboo fiber direction. In addition,to identify effect of clamp usage and filler hole position. The testing conducted with hydraulic jack that installedto loading frame. Result of this research showed that clamp usage lead to strength increase 13,82%. Connectionstrength decrease happened as the angle of pulling more and more. The lowest strength with angle 90° is 8,34KN for side filler connection and 9,81 KN for edge filler connection. The highest of connection strength with angle0° is 25,51 KN for side filler connection and 28,45 KN for edge filler connection. The mortar filler hole positiondid not influence connection strength. Comparison between theory and experiment was adjacent, thereforeproposed equation can be used
ALTERNATIF MODEL PENGGUNAAN BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK (BSE) BERBASIS PROJECT BASED LEARNING SEBAGAI SALAH SATU SUMBER BELAJAR DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
Penggunaan buku sekolah elektronik di SMK disinyalir belum maksimal dan belum dipadukan dengan berbagai model pembelajaran di SMK. Mengingat uji kompetensi di SMK dilaksanakan dengan model berbasis proyek, maka diperlukan suatu model penggunaan buku sekolah elektronik berbasis project based learning sebagai salah satu sumber belajar di SMK. Penelitian ini akan mengungkap dan menemukan tentang kondisi penggunaan buku sekolah elektronik di SMK, kondisi pelaksanaan pembelajaran dengan project based learning di SMK, dan model penggunaan buku sekolah elektronik berbasis project based learning sebagai salah satu sumber belajar di SMK.Penelitian ini menggunakan metode survey deskriptif dan Focus Group Discussion (FGD) dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menjawab tujuan yang diukur dengan prosentase,yaitu kondisi tentang penggunaan BSE dan Model PBL, sedangkan pendekatan kualitatif digunakan untuk menjawab tujuan yang diukur berdasarkan fenomena/gejala, yaitu model penggunaan BSE berbasis PBL.Populasi dalam penelitian ini adalah guru-guru pada program studi keahlian Teknik Bangunan di SMK Negeri 2 dan SMK Negeri 5 Surakarta. Sampel penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling.Hasil penelitian yang didapatkan adalah; (1) Kesepadanan antara konsep dengan penggunaan Buku Sekolah elektronik (BSE) dalam proses belajar, didapatkan hasil rata-rata secara keseluruhan adalah 53,4%. Hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan BSE dalam proses belajar mengajar baru 53,4% sesuai dengan konsep diadakannya BSE tersebut, (2) Kesepadanan antara konsep dengan penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PBL) dalam proses belajar, didapatkan hasil rata-rata secara keseluruhan adalah 74%. Hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL dalam proses belajar mengajar 74% sesuai dengan konsep dari ketentuan di dalam pelaksaan PBL, dan (3) Alternatif model penggunaan BSE berbasis PBL sebagai salah satu sumber belajar ditinjau dari 4 (empat) aspek, yaitu; (a) Aspek bentuk: berbasis internet, (b) Aspek materi dasar kejuruan: penguasaan konsep dan prinsip dasar, berbentuk uraian singkat (teori), produk berupa hasil telaah, perhitungan/desain, (c) Aspek materi keahlian kejuruan: pengembangan keterampilan pemecahan masalah kompleks, berbentuk laporan kegiatan (perencanaan dan proses kerja), produk berupa benda nyata, dan (d) Aspek sistem evaluasi: berbasis proses dan produk
MANAJEMEN KULTUR SEKOLAH (Konsep, Operasional, dan Temuan-Temuan Penelitian)
Kultur (budaya) organisasi melekat pada oganisasi. Kultur merupakan pandangan hidup yang diakui bersama oleh suatu kelompok masyarakat yang mencakup cara berfikir, perilaku, sikap, nilai yang tercermin baik dalam ujud fisik maupun abstrak. Kultur sekolah dalam suatu lingkungan pendidikan sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala sekolah. Perwujudan kultur sekolah perlu diusahakan kondisi yang mendukungnya, yaitu: kepemimpinan/keteladanan, dan bimbingan terhadap setiap anggota agar mampu meningkatkan semangat kerja dan rasa bangga akan korpnya. Nilai, moral, sikap dan perilaku siswa tumbuh berkembang selama waktu di sekolah, dan perkembangan mereka tidak dapat dihindarkan dipengaruhi oleh struktur dan kultur sekolah serta oleh interaksi mereka dengan aspek/komponen di sekolah
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN CAD SEBAGAI PENUNJANG PERKULIAHAN PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN DAN PEMBELAJARAN SMK JURUSAN BANGUNAN
The objectives of this study are; (1) designing instructional media Computer Aided Design (CAD) for Pendidikan Teknik Bangunan (PTB) PTK FKIP UNS and Vocational High School (SMK) Building Construction Department, (2) to produce a viable medium of learning CAD, (3) determine whether the CAD design of learning media can improve the competence of students in PTB and vocational students Building Construction Department.The designing of instructional Media is made at Vocational High School (SMKN 5 Surakarta) given in the form of video instructional media learning is needed. The method used in this research is the development of research methods. Criteria for success of this study refers to the successful implementation of product testing. The success include process and outcome indicators: (1) it is compliance with aspects of the substance of learning, aspects of media and instructional aspects, (2) It fits for use as a medium of learning, (3) vocational students receive as an innovative product in the learning, (4) it can help Vocational High School students (SMK) in learning more effective and efficient.The conclusion of this study include: (1) CAD design of instructional media for PTB and SMK is carried out in accordance with the procedures, (2) media products of CAD Learning Media is worth to use in PTB FKIP UNS and SMK Building Construction Department, (3) CAD instructional media products can increase the competence of student at PTB and vocational students Building Construction Department
PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH AFEKTIF MELALUI PEMBELAJARAN MODEL MOTIVASIONAL
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran model motivasional terhadap peningkatan hasil belajar ranah afektif siswa.Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental yaitu quasi experimental (eksperimental semu). Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Pretest-Posttest Yang Tidak Ekuivalen (The Non Equivalent Pretest-Posttest Design). Sample penelitian ini adalah dua kelas mahasiswa yang mengambil mata kuliah Mekanika Tanah di Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, JPTK, FKIP, UNS. Satu kelas sebagai kelompok eksperimen dan satu kelas sebagai kelompok kontrol.Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pembelajaran model motivasional terhadap peningkatan hasil belajar ranah afektif siswa
PENINGKATAN INTERAKSI DAN PRESTASI SISWA SMK MELALUI APLIKASI PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING
The purpose of this research improves activeness and learning outcomes of student XI TO B class on learning theory at automotive electrical lesson SMK Negeri 5 Surakarta for academic year 2012/2013. This data the research were activeness and learning outcomes of student. The Collecting of the data by using four ways, there was interview, observation, test, and questionaire. The observation sheet use six indicators of activeness : asking, argue, listening, reading, writing, and discussion. The data of the research was analyzed with descriptive analyse techniques. The research includes action research in education, namely classroom action research (PTK). This research was by one meeting activities before the cycle. PTK was carried out with two cycle’s, each cycle two meeting’s with one test in last of second meeting. Based on the result, result of research was concluded that application of Problem Solving Learning Method improved 9,25% activeness of student XI TO B class on learning theory at automotive electrical lesson SMK Negeri 5 Surakarta for academic year 2012/ 2013. Beside that application of Problem Solving Learning Method improved learning outcome of student XI TO B class on learning theory at automotive electrical lesson SMK Negeri 5 Surakarta for academic year 2012/2013
PENINGKATAN KUALITAS BELAJAR DENGAN PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA MATA KULIAH TEKNIK GEMPA
Lulusan perguruan tinggi kini dituntut dengan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang timbul di lapangan pekerjaan (case) atau di sebuah perusahaan. Jika mahasiswa lulus dengan menempuh waktu 4-5 tahun, ia tentu dibekali dengan sebuah teori yang diharapkan dapat diaplikasikan di dunia kerja, tetapi perlu diingat, di lapangan pekerjaan selama masa studi 4-5 tahun tersebut, tentu sangatlah dinamis, ia berpacu dengan kebutuhan, permasalah yang muncul serta perkembangan jaman. Untuk itu, harus ada perubahan paradigma bagi mahasiswa dan dosen dalam melakukan pembelajaran agar ketika lulus mereka siap menghadapi masalah yang timbul dilapangan. Dengan penerapan metode pembelajaran berbasis proyek maka diharapkan para mahasiswa bisa memahami kondisi lapangan lebih riil dan bisa menjadi bagian penyelesai di lapangan sesungguhnya.Pendekatan penelitian dengan penelitian tindakan (action research), karena penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran dengan memberikan tindakan alternative, subyek penelitian adalah mahasiswa pada mata kuliah teknik gempa, pengumpulan data dengan rubrik penilaian dan angket. Pengujian validitas dengan uji validitas konstruksi, analisis data kuantitatif digunakan statistik deskriptifAdapun hasil penelitian adalah penerapan metode pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan kualitas pembelajaran terlihat dari peningkatan kualitas hasil pembelajaran berupa prestasi dan peningkatan kualitas proses pembelajaraan dari pencapaian indikator yaitu antara lain: Perilaku pengajar, Perilaku dan dampak belajar mahasiswa, Iklim pembelajaran, Materi pembelajaran, Sistim pembelajaran, didapat nilai rata-rata mean 408,9 yang artinya meningkat
PEMANFAATAN SOCIAL LEARNING NETWORK ”EDMODO” DALAM MEMBANTU PERKULIAHAN TEORI BODI OTOMOTIF DI PRODI PTM JPTK FKIP UNS
This research aims to implement social learning network "Edmodo" in the lecture . Specifically, It aims to kmow the contribution of Edmodo in learning activity , to know student perceptions of the completeness of the features and theme of Edmodo , and to know the level of satisfaction with the Edmodo service.This research used descriptive methods . The data were taken using the questionnaire and interview . Data obtained from PTM students who take courses in automotive body with the number of 34person. This research used s a descriptive data analysis .The results shows that : 1 ) There are a significant increase in the contribution of Edmodo in lecture. From the data it can be seen 52.94 % are high , and 38.24 % in the very high category . 2 ) Edmodo feature strongly supports the management of teaching and learning . It appears there are 44.12 % of respondents expressed a very high category , and 35.29 % in the very high category , 3 ) Edmodo theme is very userfriendly , so easy in use . There are 67.65 % of the data is known to the high category , and 14.71 % in the very high category . 4 ) Students feel a high level of satisfaction with the Edmodo service. . From the data it can be seen very high category 61.76 % , and 35.29 % are high