JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
Not a member yet
    176 research outputs found

    Hubungan Minat Baca dan Penguasaan Kosa Kata terhadap Kemampuan Menulis Eksposisi Siswa Kelas VI SDN 24 Macanang

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan minat baca dan penguasaan kosakata terhadap kemampuan menulis eksposisi. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI di SDN 24 Macanang Kabupaten Bone yang berjumlah 34 orang sehingga keseluruhan populasi adalah sampel. Pengumpulan data menggunakan teknik angket dan tes. Data dianalisis dengan teknik statistik correlation pearson product moment. Hasil penelitian yang dilakukan membuktikan bahwa; (1) Siswa kelas VI SDN 24 Macanang Kabupaten Bone sebanyak 35,3 persen dikatagorikan berminat dalam membaca, sisanya 64,7 persen dengan katagori cukup berminat. (2) 44,1 persen menguasai kosakata bahasa Indonesia, dan siswanya 55,9 persen dengan katagori cukup menguasai. Hasil uji hipotesis pertama menunjukkan bahwa nilai rhitung untuk variabel minat baca terhadap kemampuan menulis eksposisi siswa sebesar 0,44. Jadi, nilai rhitung lebih besar daripada nilai rtabel (0,44>0,34) sehingga hipotesis alternatif (Ha) yang berbunyi “Ada hubungan antara minat baca terhadap kemampuan menulis eksposisi siswa kelas VI SDN 24 Macanang Kabupaten Bone” diterima. Sedangkan hasil uji hipotesis kedua menunjukkan nilai rhitung untuk variabel penguasaan kosakata terhadap kemampuan menulis eksposisi siswa sebesar 0,12. Jadi, nilai rhitung lebih kecil daripada nilai rtabel (0,12>0,34) sehingga hipotesis alternatif (Ha) yang berbunyi “Ada hubungan antara penguasaan kosakata terhadap kemampuan menulis eksposisi siswa kelas VI SDN 24 Macanang Kabupaten Bone” ditolak

    Pengaruh Strategi Pembelajaran Critical Incident dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi pada Kelas VIII SMP Negeri 1 Polewali Mandar

    Full text link
    Penelitian ini mendeskripsikan pengaruh strategi pembelajaran critical incident terhadap peningkatan keterampilan menulis puisi di kelas VIII SMP Negeri 1 Polewali Mandar. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimental yaitu penelitian eksperimental semu (quasi eksperimental design). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penerapan strategi critical incident terhadap keterampilan menulis puisi terhadap hasil belajar siswa. Subjek penelitian ini adalah kelas VIII. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan strategi pembelajaran critical incident pada kelas eksperimen diperoleh nilai rata-rata hasil belajar kemampuan menulis puisi sebesar 1.93 dan mengalami peningkatan yang signifikan setelah diterapkannya strategi pembelajaran critical incident dengan memperoleh rata-rata. nilai hasil belajar untuk kemampuan menulis puisi sebesar 2.75. Hal ini berbanding terbalik dengan kelas kontrol yang menerapkan strategi pembelajaran konvensional dengan perolehan nilai rata-rata, sebelum diberikan tindakan 1.97 dan mengalami peningkatan yang kurang signifikan dibandingkan dengan kelas eksperimen yaitu 2.17. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,0001 <0,05 dan nilai t_hitung pada equal variances diasumsikan = 4,331 df = 57, sehingga t hitung sebesar 4,331> t tabel = 2.04, maka berdasarkan uji independent sample t di atas dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diterima adalah; H1, artinya penerapan strategi pembelajaran critical incident berpengaruh terhadap kemampuan menulis puisi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Polewali

    Rekonstruksi Cerita Rakyat Pulau Jawa Berdasarkan Perspektif Kesetaraan Gender

    Full text link
    Ada isu stereotip gender yang secara halus membaur dalam cerita rakyat  Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan merekonstruksi  cerita rakyat Jawa dari perspektif kesetaraan gender. Metode penelitian yang digunakan berdasarkan paradigma kualitatif dengan model deskriptif. Data dikumpulkan melalui metode simak yang dilanjutkan dengan teknik catat. Teknik analisis data dilakukan dengan  menganalisis citra perempuan  dalam cerita rakyat yang ada, merekonstruksi cerita rakyat dengan sudut pandang kesetaraan gender, dan  merancang narasi dan visual cerita rakyat. Rekonstruksi cerita rakyat menghasilkan cerita yang tidak melemahkan figur perempuan. Penelitian ini menunjukkan bahwa  ideologi cerita rakyat dapat disesuaikan dengan nilai-nilai yang ingin diajarkan kepada generasi muda tanpa mengubah alur cerita, tetapi dengan mengambil sudut pandang sebaliknya

    Gender dan Seksualitas dalam Karya Sastra Perempuan Kerajaan Melayu Riau Lingga pada Abad ke-19

    Full text link
    Pada abad ke-19 di Kerajaan Melayu Riau Lingga, sastra berkembang pesat. Ini dibuktikan dengan karya sastra 137 dari 70 penulis. Di antaranya penulis perempuan, yakni Aisyah Sulaiman dan Khatijah Terung. Tulisan Aisyah Sulaiman bertajuk "Syair Khaddamudin" sarat akan pemikiran terkait gender, sedangkan Khatijah Terung membuat kitab Kamasutra Melayu berdasarkan sudut pandang perempuan berjudul "Perhimpunan Gunawan bagi Laki-Laki dan Perempuan". Mereka adalah perempuan Melayu Riau Lingga yang disebut sebagai sosok yang paling awal berbicara tentang gender dan seksualitas. Sejarah lokal di Indonesia belum memperkenalkan Aisyah Sulaiman dan Khatijah Terung, sehingga kehebatan pengarang dan kekhususan karya perempuan tersebut belum banyak diketahui. Peneliti menemukan persamaan pada kedua pengarang ini yakni memiliki hubungan antara kehidupan asli dengan karya sastra yang dibuat. Karya-karyanya sarat akan peran perempuan yang tak kalah penting dalam status sosial bahkan hingga urusan ranjang. Keterkaitan antara Penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan pada karya sastra daerah khususnya sastra Melayu. Sesuai dengan penelitian kualitatif, hasil analisis data berupa kata-kata. Penelitian ini mengumpulkan data dengan dua cara yaitu teknik membaca dan wawancara

    Pendekatan Kedwibahasaan dalam Pengajaran Bahasa Indonesia pada Siswa Kelas Rendah

    Full text link
    The purpose of this study is to describe the application bilingual approach in teaching Indonesian subjects to lower elementary school  of SDN 15 Sempalai Tebas. This research is focus on field research using sociolinguistic studies. The object of this research is teachers and low-grade elementary school students. The data collection techniques used in this study were direct observation techniques, free listening and in-depth interviews. Tools used in data collection are: a. observation guide and field notes, b. Audio visual recording equipment, and c. Interview guide. The data were analyzed by using interactive analysis of the Milles and Huberman model. The results showed that the bilingual approach was used by the teacher in the learning process. The teacher applies a bilingual approach in the learning process by using the Malay Language with Sambas dialect Dialect, alternately with Indonesian Language. In teaching and learning activities when the teacher explains the subject matter to students, Indonesian language uses in speech of simple vocabulary, while the Malay Language with Sambas Dialect is used in the complex vocabulary in the learning process at the classroom

    Aspek Pendukung dan Proses Pewarisan Mantra Makan Dalam Kelambu Masyarakat Bugis Dendreng Kecamatan Segedong Mempawah

    Full text link
    Masalah umum dari penelitian ini adalan aspek pendukung dan proses pewarisan mantra Mantra Makan Dalam Kelambu Masyarakat Bugis Dendreng Kecamatan Segedong  Kabupaten Mempawah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan bentuk penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi serta alat pengumpulan data yaitu lembar observasi, pedoman wawancara, perekam suara  dan kamera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mantra makan dalam kelambu adalah mantra yang digunakan untuk memperlancar pelaksanaan pesta perkawinan dari awal sampai akhir. Ada beberapa cara pewarisan mantra makan dalam kelambu diantaranya 1) mantra makan dalam kelambu diwariskan oleh orang yang memiliki mantra tersebut dengan memberikan secara langsung mantra kepada seseorang yang dianggap berhak dan pantas untuk menerimanya, Pewarisan dengan cara ini biasanya diberikan kepada orang yang masih memiliki hubungan darah, karena orang yang memberikan mantra makan dalam kelambu tersebut memandang orang yang menerimanya. Kelayakan ini biasanya berupa kedewasaan dan orang yang menerima mantra bisa menggunakan dan mengamalkan ilmu yang berupa mantra makan dalam kelambu untuk menolong orang yang membutuhkannya terutama pada saat pesta perkawinan. Syarat yang harus dimiliki oleh orang yang menerima mantra makan dalam kelambu yaitu memiliki kemampuan berpikir, dan bisa menjaga mantra sebagai sesuatu yang diwariskan oleh nenek moyang.  2) mantra makan dalam kelambu diwariskan jika dituntut untuk diamalkan, Artinya mantra diwariskan jika dituntut untuk diamalkan. Dengan cara ini biasanya orang yang menginginkan mantra mendatangi orang yang memiliki kemampuan dalam membantu kelancaran pesta perkawinan. Tidak semua orang yang datang dengan maksud menuntut mantra bisa mendapatkannya

    Fabel Penumbuh Sensitivitas Moral

    Full text link
    Fabel dipahami sebagai teks yang sangat penuh pelajaran moral, tetapi pada kenyataanya ia tidak dipahami sebagai teks moral. Padahal fabel adalah sarana yang cukup efektif dalam mengajarkan moral pada anak usia dini. Sensitivitas moral tersebut yang harus ditumbuhkan semenjak dini. Sensitivitas moral adalah kepekaan menyimpulkan sebuah kejadian memiliki nilai-nilai moral, bagaimanapun kejadiannya. Fabel bisa disesuaikan agar mampu menumbuhkan sensitivitas tersebut. Permasalahan penelitian ini adalah fabel seperti apa yang bisa menumbuhkan sensitivitas moral. Metode penelitian menggunakan desain sinkronisasi antara telaah pustaka dan hasil angket. Berdasarkan hasil penelitian, fabel yang mampu menumbuhkan sensitivitas moral yaitu (1) adanya sinkronisasi antara tokoh, latar tempat, latar waktu, konflik, dan solusi yang berdasar pada kemampuan aspek tersebut memanggil ingatan tentang amanat/pesan fabel. (2) Solusi yang disampaikan harus berdasarkan kebijaksanaan. (3) Koda berbentuk kalimat pertanyaan yang mampu mengarahkan anak mencapai amanat/pesan yang diharapkan. Intinya adalah, makin sering anak teringat amanat/pesan fabel, makin cepat pula tumbuh sensitivitas moral pada sang anak

    Kontribusi Pendidikan Karakter terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Era Revolusi Industri 4.0

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kontribusi pendidikan karakter terhadap pembelajaran bahasa Indonesia pada era revolusi industri 4.0. Metode yang digunakan dalam penelitan ini adalah metode deskriptif kualitatif melalui kajian teoretis. Berdasarkan  hasil penelitian ini dapat disimpulkan  bahwa pendidikan karakter mempunyai kontribusi yang sangat besar terhadap pembelajaran bahasa Indonesia yang dapat dirinci berdasarkan empat pembelajaran keterampilan berbahasa  yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Adapun nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung di dalam keempat keterampilan tersebut adalah jujur, perhatian, berani, percaya diri, disiplin, kerja keras, rasa ingn tahu, analitis, komitmen, peka, kontrol diri, teliti, beretos kerja tinggi, dinamis, produktif, ulet, gotong royong, toleransi, demokratis, tanggung jawab, bereksplorasi, antusias, aktif, kreatif, kritis, inisiatif, problem solving, produktif, cekatan,  berani mengambil risiko, visioner, perhatian, bersungguh-sungguh, berorientasi pada prestasi, rapi, tegas, luwes, hati-hati, bangga pada diri sendiri/kelompok. Era revolusi industri 4.0  memberikan tantangan dan peluang tersendiri bagi dunia pendidikan. Perubahan perilaku pada generasi milenial sekaligus perubahan-perubahan lain yang terjadi secara cepat, masif, dan berdampak besar juga turut memengaruhi perkembangan pendidikan pada masa depan. Guru sebagai aktor utama dalam dunia pendidikan harus segera berbenah dan selalu berupaya meningkatkan kompetensinya

    Makian Bagian Tubuh dalam Bahasa Melayu Jambi di Muara Bungo:Kajian Sosiolinguistik

    Full text link
    Jambi merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia. Jambi memiliki 11 kabupaten, salah satunya adalah Muara Bungo. Masyarakat Muara Bungo menggunakan bahasa Melayu Jambi dalam berinteraksi satu sama lain. Artikel ini membahas tentang makian dalam bahasa Melayu Jambi di Muara Bungo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, menggambarkan, dan menjelaskan makian dalam bahasa Melayu Jambi. Peneliti melakukan observasi lapangan dan kemudian melakukan penelitian. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode simak dan cakap. Teknik mengumpulkan data yaitu teknik simak libat bebas cakap dan teknik cakap/wawancara. Penelitian ini juga menggunakan teknik lanjutan, yaitu rekam dan catat. Teknik analisis data menggunakan metode padan dan mentedo agih.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil analisis disajikan dalam bentuk deskriptif informal. Penemuan hasil penelitian menunjukkan bahwa makian dalam bahasa Melayu Jambi memiliki perbedaan antara bahasa daerah lainnya dari segi bentuk, karakteristik, dan fungsi makian

    Pembelajaran Menulis Karangan Narasi Menggunakan Pemetaan Alur Pikir Siswa SMAN 9 Kota Kupang

    Full text link
    This study refers to the low interest of students in writing narrative essays, students prefer to work on the questions in the Student Worksheet (LKS) compared to writing assignments, learning to write essays, especially teacher narrative essays only explain the material and assign students to write essays freely without guidance from the teacher, in writing narrative essays students struggle to arrange essays chronologically. In fact, writing learning itself has been applied in schools, especially in Class X2 students of SMA Negeri 9 Kupang City, but there are still many students who do not understand how to write essays, especially writing narrative essays. Based on that the solution applied is the researchers chose to use the Mind Mapping model which aims to explore information from both inside and outside the brain in order to obtain new ideas, new concepts according to students' understanding and prove the effectiveness of learning to write narrative essays. This research uses Pre Experimental in the form of Pretest-Posttest Design. The research data were obtained from observations, questionnaires, test results and field notes. The results showed that in the pretest, the average value of students was 51.73 or less categorized. The scores on the pretest have not yet reached the KKM that has been set. While the posttest increased by 29.63 or 57.27% to 81.36 and was in the good category. The expected benefit of this research is the development of educational theory theory, specifically the problem of the effectiveness of mind-mapping technique to develop students' writing potential, can improve and provide a more varied choice of learning techniques in the learning process and can create a fun learning activity, to improve skills student writing

    176

    full texts

    176

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇