JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
Not a member yet
176 research outputs found
Sort by
Peningkatan Keterampilan Menulis Naskah Pidato melalui Model Problem Based Learning
Penelitian tindakan ini bertujuan meningkatkan keterampilan peserta didik dalam menulis naskah pidato melalui model Problem Based Learning. Latar belakang penelitian berawal dari peserta didik yang memperoleh nilai rendah dalam keterampilan menulis, lemahnya penguasaan kosakata, dan kurang tepatnya model pembelajaran yang diterapkan. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IX Mts Sirojul Athfal Ciawi, Bogor pada tahun pelajaran 2019/2020. Desain penelitian ini menggunakan penelitian tindakan yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc. Metode penelitian yang digunakan penelitian kualitatif. Data yang digunakan melalui beberapa cara yakni : Observasi, tes awal, postes, catatan kolabolator dan tes akhir. Berdasarkan tes awal peneliti membuat rencana tindakan sesuai dengan model Problem Based Learning yang kemudian diimplementasikan melalui dua siklus untuk meningkatkan keterampilan menulis naskah pidato. Instrumen dari penelitian tindakan ini adalah berupa tes, beberapa aspek yang dinilain diantaranya idea atau contents, organization, word choice, sentence fluency, dan convention. Data yang dianalisis data kualitatif dan kuantitatif. hasil penelitian menunjukan ketuntasan belajar menulis pada pra observasi 66,25%, siklus satu 72,05% dan siklus dua 83,78%. Peningkatan kemampuan menulis Naskah Pidato melalui model PBL mengalami peningkatan
Keberpihakan Host dalam Talk Show Mata Najwa dengan Tema “Jokowi Atau Prabowo?”
Penelitian ini fokus membahas mengenai tindak tutur dalam sebuah dengan menggunakan teori pragmatik. Peneliti menemukan ada tiga jenis tindak tutur yaitu representatif, direktif dan deklarasi. Penelitian ini berjenis metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan adalah tuturan talk show Mata Najwa. Hasil analisis data, peneliti menemukan tujuh bentuk tindak representatif, dua bentuk tindak direktif, dan satu bentuk tindak deklarasi. Teori tindak tutur yang digunakan berhasil mengungkapkan tiga jenis fungsi tindak tutur dengan jelas
Traditional theater Mendu of West Kalimantan as a Medium for Public Education
Traditional theater has various functions in society, a part from being an entertainment also as an education media, an explication, communication, social integration, aesthetic expression, and artistic expression. Even in the early days of its appearrance, traditional theater mendu performances were precisely as a religious facilities. Therefore, it can be said that traditional performances are able to become archives for storing the noble values of local wisdom. This research aims to describe the function of the traditional theater mendu of West Kalimantan especially as an educational medium for the supporting community. This function could be in the form of scenes or dialogs during the show, either to the form of advices, religion advices, or inserted in jokes played by Khadam (Adam) and Mak Miskin from the common people. For the people of West Kalimantan, especially Mempawah district which is undergoing transition to modern society, the function of the performing arts should still be very dominant in influencing the community. Therefore, the traditional theater of mendu deserves to be maintained from the threat of extinction
Personifikasi dalam Novel Nyai Gowok Karya Budi Sardjono
Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan majas personifikasi dan fungsi majas personifikasi dalam Nyai Gowok karya Budi Sardjono. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskripsi kualitatif. Subjek penelitian yang digunakan yaitu novel yang berjudul Nyai Gowok karya Budi Sardjono. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode simak catat. Sumber data dalam penelitian ini yaitu Nyai Gowok karya Budi Sardjono. Instrumen data dalam penelitian ini yaitu kartu data. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu baca dan catat. Adapun penyajian hasil analisis data menggunakan penyajian informal yaitu teknik penyajian dengan kata-kata biasa. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, majas personifikasi dalam novel Nyai Gowok karya Budi Sardjono ditemukan 21 bentuk penggunaan majas personifikasi. Kedua, fungsi majas personifikasi dalam novel Nyai Gowok karya Budi Sardjono yaitu berfungsi untuk menggambarkan latar cerita supaya cerita menjadi lebih nyata dengan persentase 47,61%,, menggambarkan suasana cerita supaya cerita lebih hidup dengan persentase 38,09%, dan menggambarkan sifat dan perilaku tokoh cerita supaya menjadi lebih hidup dengan persentase 14,28%
Kritik Ekologis dalam Buku Puisi Air Mata Manggar Karya Arif Hidayat: Kajian Ekologi Sastra
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kritik ekologis dalam buku puisi Air Mata Manggar karya Arif Hidayat. Tujuannya adalah untuk mengetahui perihal bentuk-bentuk kritik ekologis dalam buku puisi Air Mata Manggar. Sumber data penelitian adalah buku puisi Air Mata Manggar karya Arif Hidayat yang bertemakan lingkungan hidup. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode mendeskripsikan data secara mendalam. Data dikumpulkan melalui tahapan pembacaan teks puisi secara seksama, mengklasifikasikan data, menafsirkan hasil analisis data, mengkonfirmasi hasil analisis, dan menyimpulkan hasil analisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat tiga bentuk kritik ekologis dalam buku puisi Air Mata Manggar meliputi: kritik persoalan alih fungsi lahan, kritik persoalan pencemaran lingkungan, dan kritik persoalan perubahan iklim
Campur Kode dalam Bahasa Tionghoa Dialek Khek di Kalangan Pelajar Kabupaten Kubu Raya
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang campur kode dalam Bahasa Tionghoa Dialek Khek (BTDK) di kalangan pelajar Kubu Raya Kalimantan Barat yang digunakan siswa di lingkungan SMA Taruna Bumi Khatulistiwa Kubu Raya Kalimantan Barat. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian lapangan (field reseach) menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan sosiolinguistik. Data dalam penelitian ini berupa tuturan siswa secara lisan dalam proses pembelajaran di kelas, serta tuturan siswa di luar kelas. Subjek dalam penelitian ini bersifat purpose sampling, data dikumpulkan dengan menggunakan observasi secara langsung dan wawancara mendalam, selanjutnya dianalisis menggunakan metode padan. Hasil penelitian menyatakan bahwa terjadinya campur kode dalam Bahasa Tionghoa Dialek Khek disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya settings, participants, ends, act sequences, keys, instrumentalities, norms, dan genre. Hasil analisis menunjukkan terjadinya campur kode berbentuk kata, frasa, klausa, kata ulang, bentuk campur kode ke dalam (intern), dan bentuk campur kode keluar (ekstern)
Moralitas, Keberterimaan, Pendidikan Karakter, HOTS, dan Kelayakan Bahan dalam Pembelajaran Sastra
Artikel ini bertujuan membahas beberapa isu dalam pembelajaran sastra yang terkait dengan moralitas, keberterimaan, pendidikan atau pembentukan karakter, HOTS, dan kelayakan karya sastra. Metode penelitian kajian literatur dipergunakan di dalam membandingkan dan mengintegrasikan teori, hasil penelitian, dan pendapat ahli berkenaan dengan pembelajaran sastra dan isu yang relevan di dalam tujuan penelitian. Sumber data berasal dari buku, artikel penelitian, dan tulisan ahli di dalam pembelajaran sastra. Dari pembahasan dan analisis, ditemukan bahwa keterkaitan moralitas dan karya sastra di dalam pembelajaran sastra adalah unik. Ia menempatkan guru sebagai penanggung jawab dengan segala risikonya. Karya sastra memiliki potensi di dalam pendidikan karakter dan HOTS dengan kehadiran guru sebagai fasilitator dan pendamping. Hal lainnya yang menjadi bahasan di dalam artikel ini adalah mengenai isu kelayakan sebuah karya sastra sebagai bahan pembelajaran sastra yang tidak bisa melepaskan diri dari isu penjenjangan karya sastra menurut tahapan usia pebelajar dan kelayakan karya sastra di dalam memenuhi ekspektasi kurikulum dan diskursus kesastraan nasional
Nilai Pendidikan dalam Syair Kesenian Tundang Mayang Karya Eddy Ibrahim
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan nilai-nilai pendidikan dalam syair kesenian Tundang Mayang karya Eddy Ibrahim. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah syair kesenian Tundang Mayang yang berjudul Pesparawi Bangun Kebersamaan, Pancasila itu Sakti dan Formula Tepat Mendidik Anak Menjadi Cerdas. Sumber data dalam penelitian ini adalah video pementasan Tundang Mayang dalam acara Beleter di TVRI Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data simak-catat dan wawancara. Validitas data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data dengan analisis interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai pendidikan yang terdapat dalam syair Tundang Mayang adalah nilai pendidikan moral, nilai pendidikan religi, nilai pendidikan sosial, dan nilai pendidikan budaya
Representasi Budaya Multikultural dalam Meme di Media Sosial
This study aims to describe the various types of multicultural culture represented in uploading memes on Instagram social media. This research is a qualitative descriptive study. The analysis was carried out using Barthes' semiotic theory. The research data is in the form of meme uploads on Instagram social media with the account names @ mrci.id and @ memecomic.id. Data collection was carried out from May to August 2020. Based on data collection conducted from May to August 2020, nine data were found from the @ mrci.id and @ memecomic.id accounts that represent multicultural culture. Cultural multiculturalism found is cultural representation of (a) Javanese, (b) Padang, (c) Sundanese, (d) with regard to religious holidays, and (e) regarding cycling culture
Fenomenologi Gegar Budaya Pemelajar BIPA Asal Negara Afrika Selatan di Malang
Tujuan dalam penelitian ini yakni untuk mengindentikfikasi serta mendeskripsi fenomenologi gegar budaya yang dialami pemelajar BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing) yang berada di Malang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggambarkan secara utuh fenomenologi bentuk gegar budaya, dampak gegar budaya, dan cara mengatasi gegar budaya yang dialami pemelajar BIPA asal Afrika Selatan di Malang. Sybjek dalam penelitian ini yakni pemelajar BIPA asal Afrika Selatan yang berada di Malang. Data dalam peneitian ini yakni deskripsi tentang gegar budaya yang dialami mahasiswa asal negara Afrika Selatan dalam bentuk kalimat, uraian-uraian, dan cerita.Langkah pengumpulan data dalam penelitian ini yakni dengan menggunakan metode wawancara. Analisis dan pembahasan data menunjukkan bahwa : 1) bentuk gegar buadaya yang dialami pemelajaPertama, sulitnya menemukan penjual minuman beralkohol yang dapat pemelajar kunjungi dengan mudah. Kedua, kebiasaan merekok bukan pada tempatnya. Ketiga, sensitifnya isu tentang ras, suku, dan agama. 2) Dampak Gegar Budaya Terhadap Proses Pembelajaran BIPA. Pertama, dampak dari gegar budaya tersebut menimbulkan kondisi yang memengaruhi fisik pemelajar yakni merasa lelah dikarenakan banyaknya pikiran yang dialami untuk penyesuain terhadap gegar budaya yang dialami. Kedua, dari dampak gegar budaya tersebut juga menimbulkan tingkat stres yang variatif terhadap pemelajar BIPA asal Afrika Selatan. 3) Adaptasi Budaya untuk Minimalisir Dampak Gegar Budaya. Pertama, bertemu dengan teman yang berasal dari satu negara dan melakukan kegiatan yang biasa dilakukan di negaranya. Kedua, membaca beberapa literatur terkait kegaiatan buadaya yang ada di Idnonesia khususnya Malang baik yang dialami maupun yang belum dialami. Ketiga, berbincang dengan teman yang bersal dari daerah asli tempat pemelajar tinggal