JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
Not a member yet
176 research outputs found
Sort by
Hubungan Sikap Bahasa dan Minat Baca
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sikap bahasa dan minat baca mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muslim Indonesia (UMI), serta untuk mengetahui tingkat hubungannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasi. Jumlah sampel sebanyak 117 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner sikap bahasa dan minat baca. Sebelum dianalisis, data penelitian diuji normalitas dan linearitas. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis product moment pearson correlation program IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan: (i) sikap bahasa mahasiswa berada pada kategori sangat positif, yakni 79,5% dan 20,5% berkategori positif; (ii) minat baca mahasiswa berada pada kategori tinggi, yakni sebesar 56,4%, 17,1% berkategori sangat tinggi, dan 26,5% berkategori sedang; (iii) hasil analisis korelasi menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,680, yang menunjukkan interpretasi tingkat hubungan yang kuat. Nilai koefisien korelasi yang positif juga menandakan adanya hubungan yang positif antara kedua variabel, artinya semakin tinggi sikap bahasa mahasiswa, maka semakin tinggi pula minat baca mahasiswa. Jadi, terdapat hubungan yang positif antara sikap bahasa dengan minat baca mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muslim Indonesia, Makassar
Inovasi Media Lagu untuk Pembelajaran Sastra Indonesia di Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa inovasi media lagu dapat memudahkan siswa dalam mengingat materi. Sebab, tanpa disadari siswa belajar sambil menyanyikan lagu yang liriknya diganti dengan isian materi yang berhubungan dengan materi pelajaran.Penelitian ini menghasilkan media pembelajaran sastra inovatif berupa lagu dengan keunggulan yang easy listening.Media lagu tidak hanya bermanfaat untuk siswa, tetapi juga dapat dimanfaakan oleh guru dan stakeholder terkaitsebagai referensi yang memperkaya inovasi pembelajaran sastra Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengembangan (R&D). Hasil uji instrumen penelitian menunjukkan bahwa rumusan soal dan media layak untuk digunakan serta hasil posttest siswa setelah diaplikasikannya media sudah melewati batas KKM (75) yaitu dengan rata-rata pada materi pantun yaitu 83,81, materi puisi yaitu 87,62, materi fabel yaitu 80,00, dan materi cerpen, yaitu 75,24
Makna Leksikal, Gramatikal dan Kontekstual pada Slogan Kementerian Kelautan dan Perikanan (Studi Makna dan Relevansinya sebagai Bahan Ajar Linguistik)
Slogan yang berada di satuan kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dari tingkat pusat hingga ke daerah-daerah memiliki variasi diksi yang berbeda-beda dan menarik untuk dikaji. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengkaji aspek makna slogan yang digunakan oleh satuan kerja satuan kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dan relevansinya sebagai bahan ajar Linguistik di Perguruan Tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif yang melalui metode analisis deskriptif. Sumber data yang dikaji dalam penelitian ini yakni dokumen-dokumen yang berkenaan dengan slogan-slogan yang berada di satuan kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Penelitian ini menghasilkan suatu temuan bahwa (1) setiap satuan kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan RI memiliki slogan yang berbeda-beda dan memiliki makna yang berbeda; (2) slogan yang digunakan di setiap satuan kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan RI memiliki kekhasan masing-masing; dan (3) slogan yang digunakan di satuan kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dapat dijadikan sebagai pendukung bahan ajar Linguistik di perguruan tinggi
Maksim Ketidaksantunan Berbahasa Mahasiswa dalam Diskusi Kelas IKIP PGRI Pontianak
Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk “Mendeskripsikan maksim ketidaksantunan berbahasa mahasiswa dalam diskusi kelas IKIP PGRI Pontianak”. Penelitian ini masuk ke dalam jenis penelitian kualitatif yang menggunakan kajian sosiopragmatik. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah teknik observasi dan simak bebas libat cakap. Alat pengumpul data yang digunakan adalah peneliti sendiri sebagai instrument utama yang di bantu alat-alat berupa alat rekam dan catatan lapangan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan ketekunan atau keajegan pengamatan, trianggulasi sumber dan teori. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif Miles dan Hiberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 maksim ketidaksantunan yang dituturkan oleh mahasiswa selama proses diskusi berlangsung, yaitu maksim ketidaksantunan yang berbentuk kearifan, maksim ketidaksantunan yang berbentuk kerendahan hati, dan maksim ketidaksantunan yang berbentuk pujian. Maksim ketidaksantunan yang berbentuk kedermawanan, maksim ketidaksantunan yang berbentuk kesepakatan, dan maksim ketidaksantunan yang berbentuk simpati belum ditemukan berdasarkan data yang peneliti miliki
A Pragmatic Study of Family-Theme Swearing Used in Compliments on Twitter
Swearing is deemed as improper to use in certain settings. However, it can be used to convey positive emotions too, including complimenting something or someone. This research article aims to investigate the linguistic forms, pragmatic meanings, and pragmatic functions of family-theme swearing used in compliments on Twitter. Kreidler (2002), Ramlan (2005), and Ljung (2011)’s opinions were utilized in this research. Observational method was used to collect the data. Distributional and identity method were used to analyze the data. The results of this study demonstrate that: (1) linguistic forms of family-theme swearing are word and phrase, (2) the pragmatic meaning of the family-theme swearing is as utterance meaning, and (3) the pragmatic functions of the family-theme swearing are as Adjectival Intensifier and Anaphoric Use of Epithets. This research is hopefully able to assist EFL (English as a Foreign Language) students to communicate in English better with other English speakers on Twitter
Analisis Komponen Makna Verba “Menyakiti” dalam Bahasa Melayu Dialek Sambas (Kajian Semantik)
Masalah umum dalam penelitian ini adalah analisis komponen makna verba “menyakiti” dalam bahasa Melayu dialek Sambas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan klasifikasi komponen makna, makna leksikal, dan peran semantik yang dapat dilihat dengan menggunakan tangan, alat dan kaki. Kajian teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah kajian semantik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini yaitu masayarakat yang bertempat tinggal di Dusun Kokban Rt 012/Rw 006 Desa Bentunai Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata yang mengandung verba “menyakiti” dalam bahasa Melayu dialek Sambas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik cakap semuka, teknik rekaman dan teknik catat. Berdasarkan analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa verba “menyakiti” dalam bahasa Melayu dialek Sambas terdapat 53 leksem yang berkenaan dengan verba “menyakiti” dalam bahasa Melayu dialek Sambas yang diklasifikasikan menjadi verba menyakiti menggunakan tangan 28 leksem, alat 18 leksem dan kaki 7 leksem. Verba “menyakiti” menggunakan tangan dikelompokkan menjadi lima diantaranya; menekan 9 leksem. menarik 3 leksem, memelintir 3 leksem, memukul 9 leksem, dan mendorong 3 leksem. Verba menyakiti menggunakan alat dikelompokkan menjadi tiga diantaranya; melempar 4 leksem, menusuk 3 leksem, dan memukul 11 leksem
Gaya Bahasa Novel Assalamualaikum Beijing Karya Asma Nadia (Kajian Stilistika)
Dalam penelitian ini menggunakan metode deskripstif analisis. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan stilistika. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata, kalimat, maupun ungkapan-ungkapan yang berhubungan dengan bentuk-bentuk gaya bahasa retoris maupun gaya bahasa kiasan pada novel Assalamualaikum Beijing karya Asma Nadia. Teknik pengumpulan data yang digunakan teknik pustaka. Alat pengumpul data dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri sebagai instrumen kunci. Teknik pengecekan keabsahan data yang digunakan berupa ketekunan pembacaan, triangulasi data dan kecukupan referensi. Berdasarkan analisis dan pembahasan, ditemukan 47 kutipan gaya bahasa retoris dengan lima belas macam gaya bahasa. Serta, 64 kutipan gaya bahasa kiasan dengan dua belas macam gaya bahasa. Implementasi pembelajaran dilakukan pada sekolah tingkat SMA kelas XI semester satu, pada standar kompetensi: Membaca, memahami berbagai hikayat novel Indonesia/terjemahan. Kompetensi dasar 7.2 menganalisis unsur intrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia/terjemahan
Kesantunan Berbahasa Mahasiswa pada Dosen dalam Wacana Komunikasi Whatsapp di STABN Sriwijaya
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesantunan berbahasa mahasiswa pada dosen melalui Whatsapp. Metodologi penelitian yang dipakai adalah kualitatif deskriptif dengan fokus penelitian yaitu gaya bahasa dan pematuhan prinsip kesantunan berbahasa WhatsApp. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan teknik analisis datanya menggunakan metode normatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya bahasa komunikasi mahasiswa terhadap dosen berbasis jejaring sosial WhatsApp cenderung mengabaikan kaidah tata bahasa yang benar. Dari aspek gramatikal ditemukan gejala elipsis dan kata depan unik. Pada aspek leksikal ditemukan gaya language mixing dan bahasa gaul. Pada aspek grafologi ditemukan clipping, sound addition, dan coinage. Sementara itu, dalam wacana komunikasi berbasis jejaring sosial WhatsApp mahasiswa mampu mematuhi prinsip kesantunan berbahasa meliputi prinsip kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kesederhanaan, kecocokan, dan kesimpatian. Meskipun demikian, juga ditemukan pelanggaran-pelanggaran terhadap prinsip kesantunan berbahasa komunikasi berbasis jejaring sosial WhatsApp
Pelanggaran Maksim pada Tuturan Remaja Perempuan Yatim: Kajian Psikopragmatik
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk pelanggaran maksim yang dilakukan seorang remaja perempuan yatim dan faktor-faktor yang memengaruhi tuturannya. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif yang berbentuk studi kasus. Pemaparan data dilakukan secara deskriptif. Objek penelitian (OP) adalah seorang remaja perempuan yatim berusia 21 tahun. Data utama penelitian adalah tuturan dalam kegiatan tindak tutur sehari-hari dari OP. Sedangkan data sekunder berupa identitas diri OP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran maksim yang dilakukan OP, yaitu (a) maksim kearifan, (b) maksim kedermawanan, (c) maksim pujian, (d) maksim kerendahan hati, dan (e) maksim kesepakatan. Adapun faktor yang memengaruhi cara berbahasa OP, yaitu (a) kurang mendapat perhatian menyebabkan bentuk tuturan OP condong kasar, (b) posisi sebagai anak sulung dalam keluarga disiplin rendah menyebabkan OP berani mengungkapkan gagasan secara bebas, dan (c) kehilangan sosok teman diskusi menyebabkan OP selalu berusaha mencari teman diskusi untuk mengetahui suatu hal ataupun menyelesaikan masalah
Penerapan Model Berpikir, Berbicara, dan Menulis dengan Media Foto Jurnalistik dalam Pembelajaran Menulis Teks Berita
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui aktivitas siswa saat pembelajaran menulis teks berita, (2) profil hasil siswa menulis teks berita, dan (3) efektivitas model pembelajaran Berpikir, Berbicara, dan Menulis dengan media foto jurnalistik yang diterapkan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jatiwangi dari tanggal 7 hingga 9 Agustus 2018. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas VIII H sebagai kelas eksperimen dan VIII J sebagai kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 29 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan sebagai tes hasil pembelajaran menulis teks berita berbentuk 1 butir soal isian. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan uji-t untuk menguji hipotesis. Penerapan model Berpikir, Berbicara, dan Menulis dengan media foto jurnalistik dalam pembelajaran menulis teks berita pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jatiwangi efektif. Hal tersebut terbukti dari hasil uji t bahwa thitung = 4,817 dengan derajat keberhasilan (df)(n1=n2-2)=56, diperoleh ttabel = 2,00 dengan α = 0,05. Oleh karena itu thitung 4,817 > ttabel 2,00 dan diperoleh nilai Sig.2-tailed 0,000 < 0,05, sesuai dengan pengambilan keputusan dalam uji Independent Sample T-Tes dapat disimpulkan bahwa penerapan model Berpikir, Berbicara, dan Menulis dengan media foto jurnalistik dalam pembelajaran menulis teks berita pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jatiwangi efektif