JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
Not a member yet
176 research outputs found
Sort by
Analisis Pesan Moral Berdasarkan Stratifikasi Sosial Tokoh Dalam Film Animasi Soul (2020)
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pesan moral hubungan antara manusia dengan entitas lain yang disebut Soul atau Jiwa berdasarkan stratifikasi sosial tokoh yang terjadi dalam film Soul. Sumber data pada penelitian ini adalah film animasi berjudul Soul yang disutradarai oleh Pete Docter yang tayang pada akhir tahun 2020. Data penelitian ini adalah kata, frasa, klausa, kalimat, maupun paragraf yang berkenaan dengan pesan moral hubungan manusia dengan entitas lain yang disebut Soul berdasarkan stratifikasi sosial tokoh tersebut dari film Soul. Data penelitian dikumpulkan menggunakan teknik studi pustaka. Hasil temuan pada artikel ini adalah bahwa dalam film yang disutradarai Pete Docter yang diteliti untuk jenis pesan moral hubungan manusia dengan entitas lain yaitu Jiwa yang paling mendominasi adalah mawas diri dan menikmati hidup setiap menitnya. Kesimpulan tersebut diperoleh berdasarkan analisis yang dilakukan beserta kutipan yang diambil dalam film tersebut karya Pete Docter
Aspek Moral Novel Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu Karya Boy Candra: Suatu Tinjauan Sosiologi Sastra
Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan aspek moral individu dalam novel Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu Karya Boy Candra, Mendeskripsikan aspek moral sosial dalam novel Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu Karya Boy Candra, Mendeskripsikan aspek moral religi dalam novel Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu Karya Boy Candra. Jenis penelitian ini adalah deksriptif. Penelitian deskriptif merupakan jenis penelitian yang berusaha menggambarkan realitas atau fenomena secara apa adanya (objektif) berdasarkan data temuan yang dimiliki. Berdasarkan penjelasan tersebut, deskripsi novel “Sepasang Kekasih yang Belum Bertemua” karya Boy Candra dalam penelitian ini diekplorasi dengan sistematis untuk menemukan data atau fakta terkait aspek moral yang ada di dalamnya dengan menggunakan pisau bedah sosiologi sastra. Hasil dari Penelitian ini adalah tentang kutipan dalam Novel Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu karya Boy Candra dengan pembahasan aspek moral individu, moral sosial, dan moral religi. Moral individu dalam penelitian ini diartikan sebagai persepsi diri seorang pribadi dalam menginterpretasi moral dalam diri dan perilakunnya. Sedangkan moral sosial mengajarkan tentang relasi sosial yang berlandaskan pada moral. dan moral religi meletakkan dasar pemikiran dan perilakunya di atas kaidah atau aturan agama. Untuk itu, konsep ketuhanan, ajaran kebaikan, serta larangan tentang keburukan mejadi dasar aspek moral religi yang terdapat dalam novel “Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu” karya Boy Candra. Temuan tiga ragam moral tersebut diperoleh dengan menggunakan pendekatan kajian sosiologi sastra
Sekolah Literasi: Mengembangkan Pembelajaran Berorientasi Kemahiran Berbahasa
Pengembangan Sekolah Literasi (SL) yang mampu menyelenggarakan kegiatan pembelajaran yang berorientasi pada kemahiran berbahasa membaca dan menulis bertumpu pada empat pondasi penting. Pertama, Sekolah Literasi memberikan akses ilmu pengetahuan dengan baik melalui kegiatan yang disebut dengan membaca. Sekolah Literasi memiliki peranan penting dalam meningkatkan budaya membaca peserta didik. Kedua, Sekolah Literasi harus bisa mengembangkan ilmu pengetahuan untuk berfikir di dalam menyelesaikan peersoalan persoalan, baik itu persoalan yang ada di dalam pelajaran pada dirinya sendiri, di sekolah, maupun di luar sekolah. Ini artinya, pembelajaran dalam konteks literasi harus bisa mengembangkan kemampuan berfikir siswa. Ketiga, Sekolah Literasi bisa menyelenggarakan pembelajara yang mampu menciptakan peserta didik yang trampil di dalam kegiatan menulis dan apabila peserta didik sudah memiliki budaya membaca yang bagus, peserta didik sudah mampu mengembangkan kemampuan berpikir yang bagus dan siswa sudah terampil di dalam menulis. Keempat, Sekolah Literasi memapu mengembangkan karakter baik. Melalui literasi peserta didik akan bisa mengembangkan karakter baiknya, akhlaknya yang baik. Kata Kunci: Sekolah Literasi, Pembelajaran, dan Pembelajaran, dan Kemahiran Berbahasa
Struktur Argumen Paragraf Argumentatif: Studi Kasus Lima Jurnal Terindeks Sinta Rumpun Pendidikan Noneksata di LLDIKTI VIII
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur argumen paragraf argumentatif pada artikel jurnal terindeks Sinta rumpun pendidikan noneksakta. Kerangka teori yang digunakan adalah konsep argumen Douglas Walton. Sumber data penelitian ini kasuistik, dikumpulkan dari 5 (lima) jurnal terindeks Sinta rumpun pendidikan noneksakta di wilayah LLDIKTI VIII. Wujud data penelitian ini ialah paragraf-paragraf argumentatif yang diidentifikasi dari sumber data berdasarkan konsep dasar paragraf argumentatif. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan metode simak, teknik baca dan catat. Teknik analisis data penelitian ini adalah teknik analisis konten. Dalam menerapkan teknik itu, peneliti melakukan inventarisasi, identifikasi, dan klasifikasi data. Data-data yang telah dianalisis kemudian disajikan, diinterpretasi, dan dibahas secara informal. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa struktur argumen paragraf argumentatif pada jurnal terindeks Sinta rumpun pendidikan nonesakta terdiri atas dua jenis, yaitu (1) struktur tunggal dan (2) struktur dua lapis. Dalam struktur tunggal, argumen yang dikonstruksi penulis terdiri atas argumen AS (APA) dan AKV (AP). Sementara itu, dalam struktur dua lapis argumen yang dibangun penulis terdiri atas AKV (AP)-AS (APH), AA (AHP)-AS (APP), dan AS (AFH)-AA (ATT)
Proses Morfologis Reduplikasi pada Buku Kumpulan Sajak Hujan Bulan Juni Karya Sapardi Djoko Damono
Penelitian berfokus pada salah satu cabang linguistik yaitu morfologi atau ilmu yang mempelajari pembentukan kata. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah tenik simak dan catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah menurut Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman yang terbagi tiga yaitu reduksi data, display data atau penyajian data, serta kesimpulan dan veriikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis reduplikasi pada buku kumpulan sajak Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono yang berjumlah 102 sajak, yaitu reduplikasi seluruh yang berjumlah 218 kata, reduplikasi sebagian berjumlah 14 kata dan reduplikasi perubahan fonem yang juga berjumlah 14 kata. Bentuk dasar yang mengalami proses morfologis redupliksi seluruh yaitu; jarum menjadi jarum-jarum, celah menjadi celah-celah, kapal menjadi kapal-kapal, orang menjadi orang-orang, pengembara menjadi pengembara-pengembara dan sebagainya. Bentuk dasar yang mengalami proses morfologis reduplikasi sebagian yaitu; bentuk dasar yang mengalami proses pengulangan bunyi pada suku awal kata dan mengalami pelemahan bunyi, misalnya kata tetapi yang berasal dari bentuk dasar tapi dan mengalami proses reduplikasi pengulangan bunyi pada suku awal kata sehingga ta /a/ mengalami pelemahan bunyi menjadi te /e/ dan kata lelaki dari bentuk dasar laki terjadi perubahan bunyi pada suku awal kata la /a/ dan mengalami pelemahan bunyi menjadi le /e/. Bentuk dasar yang mengalami proses morfologis reduplikasi perubahan fonem yaitu; bentuk dasar yang mengalami proses perubahan bunyi vokal dan konsonan, pada unsur kedua, misalnya kata warna-warni yang berasal dari bentuk dasar warna dan mengalami proses reduplikasi perubahan fonem sehingga terjadi perubahan bunyi vokal /a/ menjadi /i/ dan kata seluk beluk dari bentuk dasar seluk kemudian terjadi perubahan bunyi konsonan sehingga vokal /s/ menjadi /b/
Analisis Fungsi Kutipan F6 (Menilai Secara Negatif Pendapat atau Hasil Penelitian Sebelumnya) dalam Artikel Jurnal Berbahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Papua dan Papua Barat Tahun 2019
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang peranan fungsi kutipan F-6 (menilai secara negatif pendapat atau hasil penelitian sebelumnya) pada artikel jurnal terakreditasi yang ada di Perguruan Tinggi Papua dan Papua Barat tahun 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis teks yang dilakukan berdasarkan tujuan fungi kutipan pada kalimat atau kelompok kalimat dalam artikel jurnal penelitian yang terakredutasi di perguruan tinggi Papua dan Papua Barat Tahun 2019. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara membaca secara keseluruhan bagian artikel yang ada pada jurnal terakreditasi di perguruan tinggi Papua dan Papua Barat tahun 2019, menandai bagian-bagian fungsi komunikatif F-6 pada artikel, menganalisis fungsi komunikatif F-6 pada artikel dan menarik kesimpulan dari hasil analisis untuk mengetahui fungsi komunikatif F-6 pada artikel dalam jurnal terakreditasi di perguruan tinggi Papua dan Papua Barat tahun 2019. Sementara teknik analisis dilakukan dengan menandai bagian kalimat yang mengandung fungsi komunikatif F-6 pada artikel, mengumpulkan fungsi komunikatif F-6) pada artikel ke daftar tabel, selanjutnya memberikan kesimpulan fungsi komunikatif F-6 (pada artikel dalam jurnal terakreditasi di perguruan tinggi Papua dan Papua Barat tahun 2019. Dari hasil analisis data yang telah dilakukan, hasil penelitian menunjukkan 4% artikel yang dipublikasikan di jurnal terakreditasi di perguruan tinggi Papua dan Papua Barat yang yeng menggunakan fungsi kutipan F-6 (menilai secara negatif hasil penelitian orang lain). Untuk menunjang keberlangsungan dan meningkatkan jumlah publikasi, diharapkan para peneliti menerapkan fungsi F-6 dalam menemukan cela penelitian baru dari hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya
Keragaman Alat Evaluasi dalam Buku Teks Bahasa Indonesia Ditinjau dari Aspek HOTS
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan keragaman soal alat evaluasi pada buku teks Bahasa Indonesia Kelas XI SMA Kurikulum 2013 yang berstandar HOTS yang terdiri dari C4 (analisis), C5 (mengevaluasi), dan C6 (mencipta). Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif, sumber data yang digunakan yaitu buku teks Bahasa Indonesia Cerdas Berbahasa Indonesia Kelas XI SMA Kurikulum 2013,data yang digunakan adalah alat evaluasi pilihan ganda sebanyak 10 bab materi menggunakan teknik dokumentasi. Peneliti menemukan hasil dari seratus soal alat evaluasi yang dianalisis soal alat evaluasi berstandar HOTS hanya sebanyak 34 soal yang terdiri dari kategori C4 (analisis) pada kata kerja operasional membedakan sebanyak 13 alat evaluasi, kata kerja operasional mengorganisasi sebanyak 12 alat evaluasi, dan kata kerja operasional mengatribusikan sebanyak 6 alat evaluasi. Jumlah total keseluruhan sebanyak 31 alat evaluasi dengan persentase yaitu 91,18% . kategori C5 (mengevaluasi) pada kata kerja operasional memeriksa sebanyak 3 alat evaluasi, kata kerja operasional mengkritik sebanyak 0 alat evaluasi atau tidak ditemukan, dan jumlah keseluruhan sebanyak 3 alat evaluasi dengan persentase yaitu 8,82%. kategori C6 (mencipta) pada ketiga kata kerja operasinal merumuskan, merencanakan, dan memproduksi sebanyak 0 alat evaluasi atau tidak ditemukan dengan jumlah persentase 0 %. Hasil uraian di atas temuan tiap-tiap kategori standar HOTS maka dapat diketahui bahwa persentase kategori C4 (analisis), C5 (mengevaluasi), dan C6 (mencipta) belum didistribusikan secara merata terlihat dari temuan sebaran alat evaluasi yang berstandar HOTS setiap bab pada tes formatif hanya ditemukan sedikit dan terbatas
Masalah Sosial Dalam Novel "Kami Bukan Sarjana Kertas" Karya J. S. Khairen
Tujuan penelitian untuk 1) Pendeskripsian masalah kemiskinan dalam novel Kami Bukan Sarjana Kertas karya J. S Khaireen 2) Pendeskripsian masalah pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat dalam novel Kami Bukan Sarjana Kertas karya J. S Khaireen 3) Pendeskripsian masalah disorganisasi keluarga dalam novel Kami Bukan Sarjana Kertas karya J. S Khaireen 4) Pendeskripsian masalah kejahatan dalam novel Kami Bukan Sarjana Kertas karya J. S Khaireen 5) Implementasi masalah sosial terhadap pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia dengan mengajarkan siswa menyelesaikan masalah yang terjadi di lingkungan. Peneliti menggunakan metode deskriptif yakni penggambaran pada subjek dan objek yang diteliti menggunakan kata-kata. Bentuk penelitian yang digunakan peneliti adalah bentuk penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Adapun hasil dari penelitian ini berupa masalah kemiskinan 11 data, pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat 13 data, disorganisasi keluarga 7 data, dan kejahatan 8 data. Seluruh masalah yang didapatkan sebanyak 39 data.
Penerapan Model Kooperatif Tipe Roundtable untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Drama Siswa Kelas VIII F SMPN 11 Pontianak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan model roundtable dalam pembelajaran menulis drama di kelas VIII F SMPN 11 POntianak. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII F SMPN 11 Pontianak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, studi dokumenter, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik kuantitaf dan kualitatif dengan perhitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model roundtable efektif digunakan dalam pembelajaran menulis drama karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini ditandai dengan peningkatan hasil belajar siswa pada tiap siklus. Siklus I 68,2 atau 42% dan siklus II 85,2 atau 90%
Analisis Struktural dalam Cerita Rakyat Mandar dengan Pendekatan Robert Stanton Pada Aspek Sarana Sastra
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis analisis struktural Cerita Rakyat Mandar dengan pendekatan Robert Stanton pada aspek sarana sastra. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kumpulan cerita dari Lomba Karya Tulis Opy untuk Cerita Rakyat Mandar. Sumber data lainnya berasal dari jurnal, dokumentasi dan lain-lain. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik mencatat. Data yang terkumpul kemudian dideskripsikan berdasarkan struktur aspek sarana kesusastraan. Langkah-langkah yang dilakukan adalah memilih dan menentukan objek penelitian, mengidentifikasi, membatasi materi pelajaran, mengumpulkan data, menganalisis data, dan menemukan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam judulnya, masyarakat meyakini bahwa siapapun yang melewati jalan jika tidak meninggalkan batu kecil dianggap mengundang hal-hal buruk atau musibah dalam hidup. Sudut pandang yang digunakan terbatas pada orang ketiga, yaitu karakter dia. Gaya bahasanya adalah fiksi, sedangkan nada yang ditunjukkan oleh pengarang dalam cerita rakyat bersifat misterius. Naong Batu di Tande merupakan simbol dalam Cerita Rakyat Mandar dan menunjukkan ironi yang dramatis