JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
Not a member yet
    176 research outputs found

    Analisis Nilai Sosial dalam Cerita Rakyat Situ Gede sebagai Alternatif Bahan Ajar Bahasa Indonesia: Kajian Sosiologi Sastra

    Full text link
    Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana nilai sosial yang ada pada cerita rakyat Situ Gede dan implementasinya sebagai bahan ajar mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP. Pisau bedah yang digunakan yaitu sosiologi sastra. Sumber data yang peneliti pilih berdasarkan informasi dari pihak pemerintah setempat yaitu kasepuhan dari masyarakat setempat selain itu peneliti juga crosscek dengan cerita rakyat yang tersebar di internet. Penelitian ini berurut mulai dari tataran nontekstual dan tekstual berupa data dalam cerita rakyat yang disajikan. Selanjutnya peneliti tampilkan data berupa sejarah sosial masyarakat Situ Gede, terakhir peneliti mengidentifikasi nilai-nilai sosial yang dapat dijadikan acuan sebagai arahan, masukan, dan bahan introspeksi pada generasi saat ini. Hasil analisis selanjutnya penulis sesuaikan dengan kebutuhan bahan ajar mata pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Pertama berdasarkan kriteria bahan ajar sastra. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cerita rakyat Situ Gede memiliki nilai religi, nilai kepercayaan, dan nilai pendidikan moral. Nilai religi yang terdapat dalam cerita Situ Gede yaitu adanya kebiasaan Prabu Ardilaya dalam mencari ilmu yaitu berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Nilai kepercayaan terdapat dalam cerita Situ Gede karena adanya kepercayaan terhadap hal-hal yang dianggap kekuatan gaib yaitu adanya ilmu batin yang dipercaya sebagai sesuatu hal yang dapat menjaga diri dan nilai pendidikan moral dalam cerita Situ Gede yaitu pantang menyerah, bertanggung jawab, bekerja keras, berhati-hati dan penolong

    Pengaruh Kegiatan Literasi Dasar dan Media Buku Dongeng terhadap Minat Baca Siswa Kelas III SDN 3 Rantepao

    Full text link
    Keterampilan literasi adalah keterampilan yang dibutuhkan untuk membaca dan menulis seperti kesadaran akan suara bahasa, kesadaran akan cetakan, dan hubungan antara huruf dan suara. Penelitian bertujuan mengkaji tentang Pengaruh Kegiatan Literasi Dasar dan Media Buku Dongeng terhadap Minat Baca Siswa Kelas III Sekolah Dasar Negeri 3 Rantepao.  Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan populasi berjumlah 152 siswa dan sampel berjumlah 30 siswa pada kelas IIIA dan 30 siswa pada kelas IIIB.  Penelitian ini menggunakan cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi,  kuesioner, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik persentase dan regresi berbasis IBM SPSS Persi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan literasi dasar sebesar 96%. Aktivitas literasi dasar 91.67%,  respon siswa dengan media buku dongeng sebesar 90.00%. Hasil pre-test pada kelas eksperimen sebesar 53.33 dan hasil post-test pada kelas kontrol sebesar 60.00 hal ini berarti terdapat kenaikan 6,67%.  Adapun hasil uji regresi linear sederhana antara literasi dasar dengan minat baca berpengaruh signifikan, yakni koefisien korelasinya sebesar 0.764, kemudian antara penggunaan media buku dongeng dengan minat baca berpengaruh signifikan, yakni koefisien korelasinya sebesar  0.553, sedangkan pengaruh secara bersama-sama antara kegiatan literasi dasar dan penggunaan media buku dongeng dengan minat baca berpengaruh signifikan

    Syntactical Error Analysis on Fieldwork Report Made by the Vocational High School Students

    Full text link
    The study aimed to describe syntactical error on fieldwork report made by the students of SMK Semesta Bumiayu. It was descriptive qualitative research. The data were fieldwork report arranged by the students of SMK Semesta Bumiayu as many as 38 documents. Those were taken by reading and note-taking techniques, validated by content validation, and analyzed by agih method. The result showed that there were 97 syntactical errors coming from the fieldwork report like (1) inappropriate preposition of 7.21%, (2) redudancy of 13.40%, (3) double plural of 15.46%, (4) superlative form of 9.30%, (5) polysyndeton of 24.74%, (6) asyndeton of 11.34%, (7) foreign terms of 18.55%

    Tindak Tutur Direktif Tokoh Khodijah dalam Film Merindu Cahaya De Amstel

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindak tutur dalam sebuah film, tindak tutur ini merupakan bagian dari kajian pragmatik. Film merupakan salah satu karya sastra yang dipertontonkan dengan tujuan mengantarkan pesan tersirat kepada penonton. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif peneliti mendeskripsikan secara utuh dan mendalam data-data yang diperoleh dari serangkaian proses penelitian. Teknik pengumpulan data dengan teknik simak dan catat, untuk menyimpulkan dengan teknik tersebut peneliti perlu melalui beberapa hal, seperti menyimak video, mencatat data-data penting yang dibutuhkan, mengidentifikasi data, menyajikan data lalu menarik kesimpulan akhirnya. Untuk Sumber datanya didapatkan dari film berjudul Merindu Cahaya De Amstel . Teknik analisis data melalui 5 tahapan mulai dari menyimak vidio hingga memberikan kesimpulan terhadap hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya jenis tindak tutur direktif meliputi: tindak tutur permintaan (23%), pertanyaan (46%), perintah (18%), dan menasehati (13%)

    Pengembangan Cerita Rakyat Melayu dalam Bentuk E-Book sebagai Upaya Meningkatkan Literasi Digital

    Full text link
    This research aims to develop reading materials in the form of e-books that can help in improving the digital literacy movement in universities. The e-book used for this research is a collection of Malay folklore in Mempawah Regency. This research is a type of development research known as Research and Development or R and D. This research uses a development model in the form of the Alensi and Trollip models. The population in this study was students of the Indonesian Language and Literature Education study program IKIP PGRI Pontianak. The sample in this study was 2nd semester students of the IKIP PGRI Pontianak Indonesian Education study program. Data analysis techniques in this study are in the form of validity and student response in an effort to increase digital literacy. This research produced Malay folklore in Mempawah regency in the form of an e-book as an effort to improve digital literacy in students of the Indonesian language and literature education study program. The development of Malay folklore in Mempawah Regency in the form of e-books as an effort to improve digital literacy in students of the Indonesian Language and Literature Education Study Program IKIP PGRI Pontianak achieved very valid and very effective criteria as an effort to increase student digital literacy

    Tindak Tutur Perlokusi dalam Novel Tentang Kamu Karya Tere Liye

    Full text link
    Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tindak tutur perlokusi verbal dan nonverbal yang terdapat dalam novel Tentang Kamu karya Tere Liye. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode penelitian deskriptif. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan kata-kata tentang tindak tutur perlokusi yang terdapat dalam novel. Subjek penelitian ini adalah novel Tentang Kamu Karya Tere Liye. Sedangkan teknik yang digunakan adalah teknik catat, teknik ini untuk melihat munculnya tuturan para tokoh terutama yang melibatkan tokoh utama dalam novel. Adapun langkah- Langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah membaca dengan teliti setiap percakapan yang terjadi di dalam novel Tentang Kamu, menandai, dan mencatat tindak tutur yang terdapat dalam novel tersebut, mengelompokkan tindak tutur yang ditemukan berdasarkan lokusi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pragmatik. Hasil penelitian ini ditemukan tuturan perlokusi verbal yaitu, menyangkal, melarang, tidak mengizinkan, meminta maaf, dan bunyi dejakan mulut. Sedangkan tuturan perlokusi nonverbal yaitu mengangguk, menggeleng, tertawa, dan senyuman

    Peran Bahasa dan Kearifan Lokal dalam Mengembangkan Kampung Wisata Caping

    Full text link
    Tujuan dalam penelitian ini peneliti pertama peneliti dapat mendeskripsikan peran suatu bahasa dalam mengembangkan tempat wisata, kedua dapat mendeskripsikan bentuk dari kearifan lokal yang dijadikan paket wisata ketiga mendeskripsikan partisipasi masyarakat lokal dalam membangun atau mengembangkan Kampung Wisata Caping Pontianak.   Data dalam penelitian ini adalah yaitu data primer yang diperoleh peneliti secara langsung dan data sekunder dari dokumentasi yang sudah ada dan relevan. Teknik pengumpulan data yaitu teknik wawancara dan observasi, serta catatan lapangan. Hasil penelitian yaitu bahasa memiliki peran yang sangat penting dalam dunia wisata sehingga dalam mengembang tempat wisata bahasa yang masyarakat gunakan pertama adalah bahasa ibu (Melayu Pontianak). Kedua Bahasa Indonesia yang merupakan bahasa nasional dan jati diri bangsa dan ketiga bahasa Inggris yang merupakan bahasa internasional dan saat ini pemerintah dan pengelola sedang mempersiapkan pramuwisata dengan mengadakan pelatihan bahasa Inggris. Bentuk kearifan lokal yang dikelola sebagai paket wisata saat ini ada enam bentuk kearifan lokal yang sudah dapat dinikmati oleh pengunjung yang dikelompokan kedalam tiga atraksi yaitu atraksi alam, budaya dan buatan. Atraksi alam dengan paket wisata bersampan, susur Sungai Kapuas, dan menjala ikan.  Kedua atraksi budaya yaitu ada kesenian melayu dan saprahan. Ketiga atraksi buatan yaitu atraksi pembuatan topi caping dengan paket wisata hias caping. Paket wisata yang ada saat ini belum terorganisir dengan baik. Masyarakat  sebagian besar  sudah berpartisipasi aktif,peduli dan sudah menyadari bahwa mereka sebagai pelaku tetapi masih ada yang belum peduli dengan pengelolan tempat wisata tersebut sehingga lingkungan Kampug Wisata Caping saat ini belum seratus persen terlihat bersih dan nyaman karena masih dalam tahap pengelolaan.pengelolaan Kampung Wisata Caping ini terus dilakukan dan dikembangkan dan dari hasil pengelolaan yang sudah dilakukan sudah ada peningkatan disektor ekonomi bagi masyarakat setempat

    Implementasi Nilai-Nilai Karakter Anak dalam Lagu Menidurkan Anak pada Mayarakat Tolaki

    Full text link
    Penelitian ini membahas tentang nilai karakter anak dalam lagu menidurkan anak pada masyarakat Tolaki. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi karakter terhadap anak melalui lagu saat menidurkan anak. Seperti yang kita ketahui penanaman pendidikan karakter pada anak sejak usia dini sangat penting mengingat di kalangan anak–anak nilai karakter sekarang mulai luntur. Data penelitian ini berupa kata, frase, klausa, dan kalimat yang terdapat dalam lirik lagu Ulele Sanggula dan Mombakani yang mengaitkan penerapan pendidikan karakter pada anak melalui pembiasaan mendengarkan lagu anak saat sejak dini, di saat ibu menidurkan anak. Data penelitian dikumpulkan menggunakan teknik studi pustaka. Hasil temuan dalam penelitian ini bahwa dalam lirik-lirik lagu daerah, mengandung makna yang dapat digunakan untuk membentuk karakter anak. Metode pengembangan karakter dapat dilakukan dengan memberikan pembiasaan-pembiasaan kepada anak dalam mendengarkan lagu daerah. Salah satunya adalah metode nyanyian lagu menidurkan anak. Hal ini dapat diwujudkan melalui keteladanan seperti memahami akan nilai karakter religious, memiliki nilai toleransi, disiplin, peduli akan nilai sosial, dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi

    Penggunaan Majas dalam Kumpulan Puisi Konde Penyair Han Karya Hanna Fransisca

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsian penggunaan majas perbandingan dalam kumpulan puisi Konde Penyair Han karya Hanna Fransisca, mendeskripsian penggunaan majas sindiran dalam kumpulan puisi Konde Penyair Han karya Hanna Fransisca, mendeskripsian penggunaan majas pertentangan dalam kumpulan puisi Konde Penyair Han karya Hanna Fransisca, mendeskripsian penggunaan majas penegasan dalam kumpulan puisi Konde Penyair Han karya Hanna Fransisca, mendeskripsian implementasi hasil penelitian pada rencana pembelajaran di sekolah. Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah puisi Konde Penyair Han karya Hanna Fransisca dan data dalam penelitian ini berupa larik-larik puisi, kata, frasa, kalimat yang mengacu pada penggunaan majas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumenter serta catat dan alat yang digunakan adalah peneliti sendiri sebagai instrumen kunci. Data dalam penelitian ini adalah larik-larik puisi konde penyair han karya Hanna Fransisca. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh majas yang dibagi menjadi 4 meliputi Majas Perbandingan yaitu alegori 3, metafora 7, simbolik 8, personifikasi 4, hiperbola 9, sinestesia 3, litotes 2, antonomasia 1, totum pro parte 1.  Majas sindiran yaitu ironi 10, sinisme 2, satire 3, inneundo 1. Majas pertentangan yaitu anakronisme 1, hipalase 1 data. Majas penegasan yaitu repetisi 3, pararima 4, aliterasi 4, paralelisme 4, tautologi 1, anafora 3, epistrofa 1, mesodiplosis 1, anadipolesis 3, epizeukis 1, retoris 2, asonansi 4,  epanalepsis 1, ekskalamasio 2

    Speaking dalam Berita Daring Kompas.Com Mengenai Covid-19 Selama Kurun Waktu Februari 2020-Februari 2021

    Full text link
    Salah satu topik hangat yang diberitakan hampir seluruh media massa, tak terkecuali portal berita daring kompas.com adalah berita mengenai virus corona atau covid-19. Peristiwa-peristiwa mengenai virus corona dikemas menjadi berbagai wacana sehingga orang ‘percaya’ dengan berita yang disajikan. Analisis wacana terhadap berita-berita tersebut diperlukan, karena dapat mempertimbangkan konteks dari wacana, seperti peristiwa, kondisi, latar, dan situasi wacana. Konteks tersebut dikenal dengan akronim speaking Dell Hymes. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konteks speaking Dell Hymes yang terdapat dalam portal berita daring kompas.com mengenai covid-19 selama kurun waktu Februari 2020-Februari 2021. Berikut hasil penelitian: kesatu, pengambilan berita dari beberapa waktu terjadinya tuturan dimaksudkan untuk memberikan informasi perkembangan mengenai covid-19. Kedua, para penutur ke-38 berita tersebut sebagian banyak berasal dari pemerintahan atau pihak berwenang dan atau ahli di bidangnya masing-masing. Ketiga, hasil yang diharapkan oleh penutur dan pesan yang ingin disampaikan penutur tersampaikan dengan jelas di dalam setiap isi berita. Keempat, cara penyampaian penutur didominasi dengan cara serius. Kelima, sarana atau instrumen penyampaian informasi ke-38 berita tersebut dengan media tulis. Keenam, norma penyampaiannya yang paling banyak digunakan yaitu secara singkat. Ketujuh, jenis atau bentuk wacana yang disampaikan, lebih banyak berbentuk wacana eksposisi

    176

    full texts

    176

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇