JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
Not a member yet
    176 research outputs found

    Peningkatan Keterampilan Membaca Ekstensif Menggunakan Model Pembelajaran Reciprocal Teaching pada Siswa Kelas VIII D MTs Negeri Singkawang Tahun Ajaran 2016/2017

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya nilai membaca siswa. Hal ini terjadi karena minat belajar siswa yang masih rendah dalam pembelajaran membaca dan siswa kesulitan dalam memahami materi dikarenakan guru masih kurang terampil dalam memilih model pembelajaran. Penelitian ini difokuskan pada materi membaca ekstensif menggunakan model pembelajaran reciprocal teaching. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah perencanaan, pelaksanaan, dan hasil membaca ekstensif menggunakan model pembelajaran reciprocal teaching. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil membaca ekstensif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Rancangan penelitian berupa penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri 4 tahapan yaitu, perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Perencanaan pada setiap siklusnya mengalami peningkatan yang cukup baik yaitu siklus I 60,93% dan siklus II 78,12%. Sama halnya pelaksanaan pembelajaran pada setiap siklusnya mengalami peningkatan yang cukup baik yaitu siklus I 68,75% dan siklus II 85,71%. Berdasarkan analisis data pada tindakan kelas ini sebelum ada tindakan nilai rata-rata 46,42% setelah tindakan siklus I adanya peningkatan menjadi 57,14% dan pada siklus II menjadi 76,03%. Peningkatan yang terjadi antar kedua siklus tersebut sebanyak 9,5%. Berdasarkan penelitian ini guru diharapkan dapat menerapkan model pembelajaran reciprocal teaching untuk meningkatkan keterampilan membaca ekstensif

    Representasi Perempuan Bali dalam Novel-Novel Karya Oka Rusmini

    Get PDF
    Representasi perempuan Bali dalam novel-novel karya Oka Rusmini menjadi sebuah kajian menarik dalam sebuah telaah novel, dalam penelitian ini dikaji gambaran perempuan Bali melalui watak tokoh utama perempuan Bali dalam novel-novel karya Oka Rusmini. Sumber data dalam penelitian ini adalah tiga buah novel karya Oka Rusmini, yaitu novel Kenanga, novel Tarian Bumi, dan novel Tempurung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan  pendekatan pendekatan strukturalisme dan sosiologi sastra. Hasil dari penelitian ini adalah tokoh utama perempuan dalam novel-novel karya Oka Rusmini digambarkan sebagai perempuan berwatak 1) berani, 2) sarkastis, 3) apatis, dan 4) sabar

    Pemajasan dalam Kumpulan Cerpen Rectoverso Karya Dewi Lestari

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan majas yang terdapat dalam kumpulan cerpen Rectoverso Karya Dewi Lestari (2008). Metode yang digunakan adalah metode deskriftif dan bentuk penelitiannya kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan stilistika. Berdasarkan hasil analisis yang terdapat dalam cerpen disimpulkan sebagai berikut: 1) Majas perbandingan yang terdapat dalam kumpulan cerpen Rectoverso yaitu gaya bahasa perumpamaan 35 kutipan, metafora 11 kutipan, personifikasi 12 kutipan, dan antitesis 7 kutipan. 2) Majas pertentangan yang terdapat dalam Rectoverso yaitu gaya bahasa hiperbola terdapat 17 kutipan, gaya bahasa klimaks 11 kutipan, antiklimaks 1 kutipan, dan hipalase 1 kutipan. 3) Majas pertautan yang terdapat dalam Rectoverso yaitu gaya bahasa sinekdoke terdapat 1 kutipan, dan gaya bahasa eufemisme 2 kutipan. 4) Majas perulangan yang terdapat dalam Rectoverso yaitu gaya bahasa tautotes 2 kutipan, anafora 7 kutipan, epistropa 2 kutipan, dan anadiplosis 1 kutipan. Berdasarkan hasil analisis terhadap kumpulan cerpen Rectoverso karya Dewi Lestari, maka dapat disimpulkan: (1) Majas perbandingan yang digunakan Dewi Lestari dalam kumpulan cerpen Rectoverso. (2) Majas pertentangan yang digunakan Dewi Lestari dalam kumpulan cerpen Rectoverso. (3) Majas pertautan yang digunakan Dewi Lestari dalam kumpulan cerpen Rectoverso. (4) Majas perulangan yang digunakan Dewi Lestari dalam kumpulan cerpen Rectoverso. (5) Implementasi dalam bentuk (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, yang akan di gunakan dalam proses pembelajaran

    Sikap Bahasa Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris terhadap Bahasa Indonesia

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap bahasa terhadap bahasa Indonesia di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris IKIP-PGRI Pontianak. Sebuah penelitian survei dengan menggunakan bentuk penelitian deskritif  kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi bahasa Inggris IKIP PGRI Pontianak dengan sampel berjumlah 40 mahasiswa. Metode dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengumpulan data menggunakan observasi langsung dan wawancara mendalam, selanjutnya data dianalisis menggunakan teknik survei dengan alat pengumpul data berupa angket semi tertutup. Interpretasi data disajikan dengan mengggunakan metode informal (a natural language). Hasil penelitian ini menunjukkan data skor kebanggaan menggunakan bahasa Indonesia rata-rata mahasiswa tergolong tinggi dengan skor 34.90 atau 77,56%. Hasil analisis data skor kesetiaan menggunakan bahasa Indonesia rata-rata mahasiswa tergolong tinggi dengan skor 25,88 atau 73,93%. Hasil analisis data skor kesadaran akan norma bahasa rata-rata mahasiswa tergolong tinggi dengan skor 26,90 atau 76,86%. Hasil analisis data skor sikap bahasa dilihat dari keseluruhan aspek rata-rata mahasiswa tergolong tinggi dengan skor 87,68 atau 76,24%. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris IKIP PGRI Pontianak memiliki sikap positif terhadap bahasa Indonesia

    Kefektifan Bahan Ajar Berbasis Pendidikan Karakter untuk Meningkatkan Kesantunan Tindak Tutur Imperatif

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan bahan ajar berbasis pendidikan karakter untuk meningkatkan kesantunan tindak tutur imperatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripstif dengan bentuk penelitian Research and Development (R dan D). Subjek yang dipilih mahasiswa kelas C Sore dengan jumlah 33. Instrumen pengumpul data adalah tes kesantunan berbahasa, wawancara, dan observasi. Untuk menganalisis keefektifan dari bahan ajar berbasis pendidikan karakter berbahasa untuk meningkatkan kesantunan berbahasa menggunakan desain pre eksperimental:one group pretest - posttest design. Berdasarkan output Test Statistics di atas, diketahui Asymp.Sig. (2-tailed) bernilai 0,000. Karena nilai 0,000 lebih kecil dari < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa “Ha diterima”. Artinya terdapat perbedaan antara hasil kesantunan berbahasa mahasiswa sebelum dan setelah menggunakan bahan ajar berbasis pendidikan karakter berbahasa, sehingga dapat disimpulkan bahwa “ada pengaruh penggunaan bahan ajar berbasis pendidikan karakter berbahasa melayu dialek Pontianak pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP PGRI Pontianak

    Analisis Sosio-Ekono-Ekolinguistik terhadap Pemertahanan Leksikon Tanaman Tradisonal untuk Bumbu Masak bagi Mahasiswi di Kota Semarang

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah (i) untuk menemukan dan menjelaskan pemeliharaan leksikon tanaman tradisional untuk memasak rempah-rempah oleh siswa perempuan di Kota Semarang, (ii) untuk menemukan dan menjelaskan alasan mereka untuk mempertahankan leksikon tanaman tradisional untuk memasak rempah-rempah, dan (iii ) untuk menemukan dan menjelaskan signifikansi sosial-ekono-ekologisnya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode keterampilan dengan teknik dasar memprovokasi dan dilanjutkan dengan teknik pengujian. Teknik analisis data adalah prosentase deskriptif-analitik. Metode penyajian hasil tersebut menggunakan metode informal dan penerapan metode informal ini sekaligus memanfaatkan teknik informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dari Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) masih mempertahankan 24 leksikon (75,00%) dari 32 leksikon yang diuji. Selanjutnya, Universitas Negeri Semarang (UNNES) merupakan peringkat ke-2, yang masih mempertahankan 14 leksikon (43,75%). Rangking 3 dan 4 ditempati oleh responden Universitas Katolik (UNIKA) Soegijapranata dan Universitas Negeri Diponegara (UNDIP), masing-masing masih mempertahankan hanya 6 leksikon (18,75%). Dengan demikian, rata-rata pemeliharaan leksikon tanaman tradisional untuk bumbu masak (bumbon) untuk siswa perempuan di Kota Semarang hanya mencapai 54,94% (24 + 14 + 6 + 6/91). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemeliharaan leksikon tanaman tradisional untuk memasak rempah-rempah siswa Semarang rendah. Hal ini bisa diartikan bahwa memasak instan telah menggeser bumbu masak tradisional menjadi sekitar 45%. Arti tanaman "bumbon" oleh responden memiliki beberapa kesamaan, misalnya secara sosial, tanaman ditafsirkan sebagai pembentukan hubungan sosial antara responden dan masyarakat (tetangga, petani, penjual, dan keluarga mereka sendiri). Secara ekonomi, tanaman "bumbon" dimaksudkan untuk menghemat pengeluaran keluarga dan dapat membantu meningkatkan taraf hidup petani dan penjual "bumbon". Secara ekologis tanaman "bumbon" ini dipahami sebagai pelestarian lingkungan dan lingkungan menjadi indah, alami, indah, sejuk, teduh, sehat, cantik, bersih, ramah lingkungan. Selain itu, responden memberi arti lain, seperti memelihara dan memelihara rempah-rempah yang mewarisi rempah-rempah Indonesia, hidup sehat, membuat tanah subur, dan sebagainya

    A Critical Analysis of Teaching Language Learning Strategies to University in Indonesia

    Get PDF
    Over the last 40 years, plenty research has extensively examined the role of learning strategies on the language acquisition/learning. In Indonesia, unfortunately, this issue seemingly receives less attention at least until 2000’s.  Perhaps, Setiyadi’s (2001; 2004) and Mistar’s (2001) work which both studied students’ learning strategies in a university degree could be declared as the first batch of strategies-oriented research, and followed by  Subekti& Lawson (2007) and Mistar&Umamah (2014). Generally, the studies were descriptive or correlational in which depicting the types of strategies that the learners employed, or sought a relationship between learning strategies and the learners’ academic achievements. Strikingly, none elucidated strategy-instruction as the key priority. In fact, this is vital to ensure whether these strategies really could help poor language learners in practice

    Peningkatan Keterampilan Menyimak Cerita Pendek dengan Model Cooperativesomatic Auditory Visualization Intellectualy (SAVI) pada Siswa Kelas VII F SMP Negeri 3 Singkawang Tahun Pelajaran 2015/2016

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan menyimak siswa karena minat belajar siswa masih rendah.Hasil belajar siswa kelas VII f pada aspek menyimak masih rendah dengan persentase ketuntasan 50% dari 32 siswa. Peneliti mencoba melakukan suatu pembaharuan untuk meningkatkan keterampilan menyimak cerita pendek dengan model cooperative somatic auditory visualization intellectualy. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimanakah perencanaan, pelaksanaan, dan hasil materi menyimak cerita pendek dengan model Cooperative Somatic Auditory Visualization Intellectualy (SAVI). Tujuan penelitian ini adalah pendeskripsian perencanaan, pelaksanaan, dan hasil materi menyimak cerita pendek dengan model Cooperative Somatic Auditory Visualization Intellectualy (SAVI). Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan bentuk kualitatif.Prosedur pelaksanaan penelitian ini terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.Perencanaan pembelajaran siklus I dan II terdiri atas merumuskan bahan pembelajaran dan tujuan, merencanakan langkah-langkah pembelajaran, pemilihan sumber dan penggunaan media pembelajaran serta merencanakan evaluasi pembelajaran.Pelaksanaan pembelajaran disesuaikan dengan perencanaan yang telah disusun.Perencanaan siklus I memiliki kendala pada guru masih kurang mengembangkan materi pembelajaran, masih kurang dalam menentukan alokasi waktu, dan guru masih kurang dalam menentukan sumber belajar.Perencanaan siklus II berjalan dengan baik semua aspek dalam perencanaan sudah dilaksanakan oleh guru.Hasil penelitian tindakan kelas ini sebelum adanya tindakan, persentase ketuntasan belajar siswa yaitu siswa 50%. Setelah tindakan siklus I dengan persentase ketuntasan belajar siswa sebesar 50% dan meningkat lagi pada siklus ke II menjadi 93,75%. Berdasarkan penelitian ini disarankan agar guru dapat menerapkan model Cooperative Somatic Auditory Visualization Intellectualy (SAVI) untuk meningkatkan kemampuan menyimak siswa.

    Pengaruh Model Pembelajaran Reciprocal Learning Terhadap Hasil Belajar Keterampilan Menulis pada Siswa Kelas VIII B SMP Negeri 16 Singkawang Tahun Ajaran 2016/2017

    Get PDF
    Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  pengaruh  model pembelajaran reciprocal learning terhadap keterampilan menulis rangkuman pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 16 Singkawang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksprimen, dengan bentuk penelitian pre eksprimental design dan rancangan penelitian one-group posttes-pretes design. Teknik pengumpul data, yang digunakan adalah teknik observasi langsung, teknik komunikasi tidak langsung. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah tes dan dokumentasi. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis data dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan secara umum terdapat pengaruh model pembelajaran reciprocal learning terhadap hasil belajar keterampilan menulis rangkuman pada siswa SMP Negeri 16 Singkawang. Sedangkan secara khusus dapat disimpulkan (1) hasil belajar siswa dalam menulis rangkuman pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 16 Singkawang sebelum menggunakan model reciprocal learning terdapat perbedaan yang signifikan pada skor pretes, hal ini dapat dilihat pada mean pretes sebesar 55,62 dan hasil diperoleh dari analisis data pretes masih dalam katagori cukup; (2) Hasil belajar siswa dalam menulis rangkuman pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 16 Singkawang sesudah menggunakan model reciprocal learning terdapat perbedaan yang signifikan pada skor postes hal ini dapat dilihat pada mean posttes sebesar 80,22 tergolong dalam katagori baik; dan (3) dengan diketahuinya ada pengaruh yang signifikan maka dalam hal ini pengaruh model reciprocal learning terhadap hasil belajar siswa menulis rangkuman pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 16 Singkawang dinyatakan berpengaruh hal ini di buktikan dengan hasil uji effect size dengan hasil 3,08 kategori tinggi

    Wujud Peralihan Kode dalam Peristiwa Tutur Informal Masyarakat Multietnis di STKIP Singkawang Kalimantan Barat

    Get PDF
    Keberagaman etnis pada masyarakat multilingual di STKIP Singkawang dapat mengakibatkan adanya kontak bahasa. Masing-masing etnis yang berada di lingkungan sekolah tinggi tersebut memiliki kode tutur yang berbeda-beda. Perbedaan kode tutur tersebut akan dapat memengaruhi jalannya proses pertuturan. Hal inilah yang terjadi pada masyarakat multilingual di STKIP Singkawang Kalimantan Barat. Masyarakat multilingual di STKIP Singkawang terdiri dari dua etnis besar, yaitu etnis Melayu Sambas dan etis Dayak Kanayatn dan dua etnis kecil, yaitu etnis Jawa dan Madura. Tujuan penelitian ini adalah menemukan dan menjelaskan wujud alih kode dan menemukan dan menjelaskan faktor-faktor alih kode. Data dalam penelitian ini adalah penggalan tuturan pada tuturan informal masyarakat multilingual di STKIP Singkawang. Data dikumpulkan melalui dua metode yaitu, metode simak dan metode cakap. Metode simak menggunakan teknik dasar yaitu teknik sadap. Teknik lanjutan dari metode simak dalam penelitian ini adalah simak bebas libat cakap, teknik rekan dan teknik catat. Selanjutnya, untuk metode cakap menggunakan teknik dasar yaitu teknik pancing. Teknik lanjutan dari metode cakap yaitu, teknik cakap semuka, teknik rekam dan teknik catat. Untuk menganalisis data dalam penelitian ini menggunakan metode padan dengan alat penentu adalah bahasa lain. Simpulan dari penelitian mengenai alih kode dan campur kode pada tuturan informal masyarakat multilingual di STKIP Singkawang adalah sebagai berikut. Wujud alih kode yaitu alih kode internal. Alih kode internal yang terjadi adalah alih kode dari kode tutur Melayu Sambas ke kode tutur Indonesia, alih kode dari kode tutur Dayak Kanayatn ke kode tutur Indonesia, dari kode tutur Indonesia ke kode tutur Melayu Sambas, dan dari kode tutur Indonesia ke kode tutur Dayak Kanayatn. Kemudian untuk faktor-faktor penyebab alih kode terdiri dari lima faktor yang menjadi penyebab timbulya alih kode. Adapun kelima faktor tersebut meliputi (1) penutur, (2) mitra tutur, (3) hadirnya orang ketiga dalam pertuturan, (4) pokok pembicaraan, dan (5) untuk membangkitkan rasa humor

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇