Agriekonomika
Not a member yet
    186 research outputs found

    Analisis Kelayakan Usaha Peternakan Broiler di Kabupaten Malang

    No full text
    Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang dengantujuan untuk mengetahui besarnya biaya produksi, penerimaan, pendapatandan kelayakan usaha peternakan broiler. Metode yang digunakan adalah metodesurvey. Pengambilan sampel secara purposive random sampling terhadap 69 peternak berdasarkan jumlah kepemilikan ternak. Pengumpulan data diperoleh dengan wawancara dan penyebaran kuisioner terstruktur. Data dianalisis menggunakan analisis biaya dan R/C ratio. Hasil analisis menunjukkan bahwa biaya tetap sebesar Rp. 3.167.031, biaya variabel sebesar Rp. 161.697.460, penerimaan total sebesar Rp. 183.335.616, keuntungan sebesar Rp. 18.471.124. Usaha peternakan broiler di Kecamatan Bululawang layak untuk dikembangkan, dengan nilai analisa R/C ratio yaitu sebesar 1 (rata-rata 1,11)

    Dinamika Generasi Muda Pertanian dalam Pemilihan Usahatani Tanaman Pangan

    No full text
    Saat ini semakin sedikit orang (generasi muda) yang tertarik untuk bekerja di sektor pertanian, sehingga perlu ada perubahan paradigma melalui penyadaran generasi muda pertanian tentang ketahanan pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh faktor-faktor internal dan eksternal terhadap persepsi generasi muda pertanian tentang ketahanan pangan dan pemilihan usahatani tanaman pangan. Sampel ditentukan dengan teknik stratified random sampling sebesar 100 orang generasi muda pertanian di Kecamatan Pakis Kabupaten Malang, yang terdiri dari 30 taruna bumi, 30 taruna tani dan 40 petani muda. Data dianalisis dengan Structural Equation Modelling teknik Partial Least Squares. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor eksternal generasi muda pertanian berpengaruh siginifikan terhadap persepsi generasi muda pertanian tentang ketahanan pangan. Persepsi generasi muda ini berpengaruh signifikan terhadap pemilihan usahatani tanaman pangan

    Back Cover

    No full text

    Dukungan Penyuluhan dan Lingkungan Ekternal terhadap Adopsi Inovasi dan Keberlanjutan Usaha Pertanian Padi Organik

    No full text
    The implementation of organic rice farming requires farmers who have different behaviors from the knowledge, attitudes and skills of farming that has been built up so far. The purpose of this research was to analyze the agriculture extension support, analyze the external support, and analyze the factors that influence adoption of innovation and the sustainability of organic rice farming. Research locations in Bondowoso District and Banyuwangi District, East Java Province. The sample of this study amounted to 224 respondents from 670 populations of organic rice farmers. The research method used surveys to get quantitative data and deepened with qualitative data. Analysis techniques with descriptive analysis and Structural Equition Model. The results showed that agricultural extension support in the low category. The indicators of extension subject, capability of extension advisor and intensity of agricultural extension in the high category. The indicator  of variable external support such as policy support, farmers group support, and  information access in th high category. The level of  implementation  organic rice farming in the indicators of economy, social, and environment aspect was in the high category.  The factor that influence the adoption of innovation was agricultural extension support. The factors that influence the implementation of sustainability  of organic rice farming systems were (1) innovation adoption,  (2) agricultural extension support, and (3) external support

    Dampak Skema Relasi Kopi Sebagai Pengembangan Perekonomian Petani Kopi di Pedesaan

    No full text
    Perkembangan segmentasi permintaan kopi melalui relasi kopi membuat petani kopi memiliki peluang yang besar untuk mendapatkan perbaikan penghidupan. Relasi kopi menyederhanakan rantai distribusi kopi sehingga petani kopi memperoleh peluang pendapatan dan pengembangan kapasitas yang lebih baik. Relasi kopi juga mendorong terbentuknya perantara yang bisa memenuhi kualitas kopi yang sesuai dengan permintaan pasar. Perantara tersebut diantaranya bisa berupa organisasi petani seperti koperasi. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan melibatkan pelaku ekonomi kopi diantaranya, petani dan pengelola koperasi.  Hasil identifikasi menunjukkan bahwa skema relasi kopi mampu meningkatkan perekonomian petani kopi dan memberikan nilai tambah yang lebih tinggi. Selain itu, petani kopi mampu meningkatkan kapasitas yang dibutuhkannya untuk dapat menghasilkan kopi berkualitas sesuai dengan permintaan pasar. Hal yang perlu dibenahi dalam implementasi model relasi kopi adalah pengelolaan dan penguatan organisasi petani kopi

    Kelayakan Finansial Agroindustri Kopi Lengkuas di Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep

    No full text
    Kopi lengkuas merupakan kopi jamu dengan cita rasa yang khas akan lengkuas, serta bermanfaat baik untuk kesehatan. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) menganalisis tingkat kelayakan finansial agroindustri kopi lengkuas, 2) mengetahui pengaruh sensitivitas perubahan harga bahan baku kopi dan lengkuas serta jumlah penjualan kopi lengkuas terhadap kelayakan usaha agroindustri kopi lengkuas. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis kuantitatif (kriteria investasi serta analisis sensitivitas dengan metode switching value) dan analisis deskriptif. Hasil perhitungan analisis kelayakan diperoleh nilai NPV sebesar Rp. 241.604.291,70,- ; Pay Back Periode dengan jangka waktu 1,53 tahun (1 tahun 6 bulan 10 hari) ; nilai IRR yaitu 58,80%, Net B/C sebesar 2,35, sehingga disimpulkan bahwa agroindustri kopi lengkuas menguntungkan dan layak dikembangkan. Sedangkan hasil analisis sensitivitas switching value menunjukkan agroindustri kopi lengkuas tetap layak sampai terjadi perubahan kenaikan harga bahan baku lengkuas pada 1777,1%, kenaikan harga bahan baku kopi sebesar 206,64%, serta penurunan penjualan pada tingkat 25,223%

    ANALISIS BIOEKONOMI SUMBER DAYA UDANG DOGOL (Metapenaeus monoceros, Fab) DI PERAIRAN SAMBOJA KUALA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA KALIMANTAN TIMUR

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai rekomendasi jumlah produksi (catch) dan upaya penangkapan (effort) sumber daya udang dogol (Metapenaeus monoceros, Fab) yang optimal dengan Model Bioekonomi Gordon-Schaefer dengan estimasi parameter biologi melalui Algoritma Fox serta mengetahui status tingkat pemanfaatan aktual sumber daya udang dogol di Perairan Samboja. Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan sumber daya udang dogol di perairan samboja dapat dilakukan dengan dua kondisi pengelolaan optimal yaitu Maximum Sustainable Yield (MSY) dan Maximum Economic Yield (MEY) dengan jumlah masing-masing hasil tangkapan (catch) per tahun sebesar 372,99 ton, dan 364,72 ton dan jumlah masing-masing upaya penangkapan (effort) per tahun sebesar 5.445 trip dan 4.634 trip dan rente ekonomi per tahun yang dihasilkan masing-masing sebesar Rp 6.910.514.530 dan Rp 7.128.936.618. Status tingkat pemanfaatan aktual sumber daya udang dogol di Perairan Samboja telah mengalami overfishing secara biologi

    Gambaran Krisis Petani Muda Indonesia

    No full text
    Permasalahan utama mengenai ketenagakerjaan pertanian kita yaitu terjadinya perubahan struktur demografi yang kurang menguntungkan bagi sektor pertanian yang mengarah pada penuaan petani. Petani berusia tua (lebih dari 55 tahun) jumlahnya semakin meningkat, akan tetapi tenaga kerja berusia muda semakin berkurang. Semakin tingginya tingkat pendidikan pemuda di perdesaan, maka mereka semakin selektif dalam memilih pekerjaan. Mereka enggan untuk bekerja di pedesaan karena adanya ketidakcocokan antara ketrampilan dan tingkat pendidikan yang dimiliki dengan ketersediaan pekerjaan di perdesaan. Padahal Indonesia membutuhkan petani-petani yang produktif untuk memaksimalkan produksi pangan. Tujuan makalah ini adalah menjelaskan perubahan struktural tenaga kerja pertanian dilihat dari fenomena aging farmer dan menurunnya jumlah tenaga kerja usia muda sektor pertanian di Indonesia , menjelaskan berbagai faktor penyebab perubahan struktural tenaga kerja pertanian dan keengganan tenaga kerja usia muda masuk ke sektor pertanian, menjelaskan kebijakan yang diperlukan untuk mendukung tenaga kerja muda masuk ke sektor pertanian. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan deskriptif. Hasilnya adalah masalah krisis petani muda harus segera ditanggulangi supaya tidak mengancam ketahanan pangan di Indonesia

    Leading Commodities of Food Crops and Plantation Subsector in Pinrang District

    No full text
    This study aims to determine the food crop and plantation subsectors which are the leading subsectors in Pinrang District. The determination analyzed using the Location Quotient method which produces commodities classified as a base or non-base commodities which can contribute to increasing farmer income and regional income. The data sources used are primary data from interviews with farmers while secondary data on food crop and plantation production in Pinrang District for five years (2013-2017) were obtained from the Agriculture Service and BPS of Pinrang District. The results show thatthe food crop subsector is a base commodity and is very potential, namely wetland paddy and maize which have a base area in five sub-districts in Pinrang District. Whereas in the plantation sub-sector which is the basis, namely coconut, coffee, and cocoa, although the highest LQ value is in coffee commodities in Lembang subdistrict. Thus, commodities in the food crops and plantation sub-sectors are basic commodities that are worth developing. Pinrang District is one of the rice barns in South Sulawesi, which holds the position of Pinrang District as a potential producer of food crops. In addition to wetland paddy, other food crops produced are maize and beans. The most dominant plantation crops in Pinrang District are coconut, coffee, and cocoa, which are excellent crops

    Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Garam Fortifikasi Kelor

    No full text
    Garam fortifikasi kelor merupakan garam baru, dilakukan penambahan ekstrak kelor sebagai fortifikan. Tujuan penelitian: 1) mengetahui atribut yang menjadi preferensi konsumen terhadap garam fortifikasi kelor. 2) mengetahui urutan kepentingan atribut yang menjadi pertimbangan konsumen dalam melakukan pembelian. Metode yang digunakan adalah analisis chi square dan multiatribut fishbein. Hasilnya bahwa yang menjadi preferensi konsumen terhadap garam fortifikasi kelor dilihat dari produknya adalah rasa berbeda dengan garam iodium, warna hijau manarik, tekstur kasar, harga garam murah, dan masa simpan lebih lama. Sedangkan dari kemasan garam fortifikasi kelor preferensi konsumen adalah bahan kemasan yang sesuai keinginan konsumen, desain menarik, informasi lengkap, kemasan tidak mudah rusak/ tahan lama dan dicantumkan berat bersih sesuai isinya. Atribut yang paling dipertimbangkan dalam melakukan pembelian terhadap garam fortifikasi kelor dari produk garam fortifikasi kelor adalah masa simpan, harga, rasa, tekstur dan warna. Sedangkan dari kemasan garam fortifikasi adalah berat bersih, kelengkapan informasi, bahan kemasan, desain dan ketahanan kemasan

    0

    full texts

    186

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Agriekonomika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇