Agriekonomika
Not a member yet
    186 research outputs found

    Factors Affecting Technology Adoption of Geoisolator on Solar Saltworks in East Java Province

    No full text
    Large quantity and high-quality salt are demanded in Indonesia, yet the quality of salt produced by farmers is still low. Increasing salt quantity and quality is possibly done through the implementation of geoisolator technology. This study aimed to investigate factors affecting the decision of salt farmers to adopt geoisolator technology. The study was conducted at the salt production center in Madura Island. A survey on salt farmer was carried out during August-September 2018. A total of 190 respondents consisted of 131 salt farmers who adopted geoisolator technology and 59 traditional salt farmers were selected as a sample in this study. Factors affecting farmer decision to adopt geoisolator technology was analyzed using logit (logistic regression) model. The result of this study showed that the decision of salt farmer to adopt geoisolator technology was affected by the number of productive-age family members and the number of dependent family members, land area, farmer participation in the group, farmer participation in extension. Enhancement in the adoption of geoisolator technology needs synergy between extension agent and salt farmer group so that the mentoring process and knowledge transfer will be achieved

    Table of Content

    No full text

    Pengaruh Kompetensi Kewirausahaan Terhadap Kinerja Usahatani Petani Kakao di Wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia Pulau Sebatik

    No full text
    Pembangunan pertanian dengan pendekatan kewirausahaan menjadi solusi yang komprehenshif dan berkelanjutan bagi pembangunan sumber daya manusia dan ekonomi sosial di wilayah perbatasan Indonesia.  Penelitian ini bertujuan mengetahui 1) pengaruh modal sosial terhadap kompetensi kewirausahaan dan kinerja usahatani, 2) pengaruh karakteristik kewirausahaan terhadap kompetensi kewirausahaan dan kinerja usahatani, dan 3) pengaruh kompetensi kewirausahaan terhadap kinerja usahatani. Populasi dalam penelitian ini adalah petani kakao dengan sampel 250 petani yang ditentukan melalui metode purposive sampling. Pengujian model analisis data yang dikembangkan menggunakan Structural Equation Model (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial dan karakteristik kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap kompetensi kewirausahaan dan kompetensi kewirausahaan berpengaruh  signifikan terhadap kinerja usahatani

    Pengaruh Keputusan Petani Kopi Rakyat dalam Pemilihan Sistem Kopi Organik dan Non Organik di Jawa Timur

    No full text
    Petani kopi rakyat organik mulai berkembang di Jawa Timur. Tujuan penelitian ini yaitU: mengetahui tingkat dan  perbedaan karakteritik petani kopi organik dan non organik dan dukungan penyuluhan, menganalisis faktor-faktor pengaruh keputusan petani kopi dalam menerapkan sistem organik dan non organik. Penelitian dilaksanakan di di Kabupaten Bondowoso dan Malang, Jawa Timur. Sampel penelitian berjumlah 376 petani kopi (120 organik dan 256 non organik). Penelitian menggunakan metode survai. Data dianalisis dengan metode  deskriptif, Uji-t dan Regresi Binary Logistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan non formal, skala usaha, penguasaan lahan, kekosmopolitan, dukungan penyuluhan pemerintah dan swasta kategori rendah, sedangkan  umur petani, pendidikan formal, motivasi, pengalaman, dukungan penyuluh swadaya pada kategori sedang. Terdapat perbedaan signifikan pada peran penyuluhan sebagai fasilitator, motivator dan mediator, pemanfaatan teknologi informasi, umur, pengalaman, motivasi dan kekosmopolitan. Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani menerapkan sistem kopi organik yaitu: pendidikan formal dan non formal, motivasi, kekosmopolitan, penyuluh swadaya dan swasta

    Dinamika Perkembangan Perkebunan Kakao Rakyat di Indonesia

    No full text
    Produksi kakao di Indonesia mengalami penurunan setiap tahunnya yang dipengaruhi oleh luas areal dan produktivitasnya dan perkebunan rakyat memiliki kontribusi tertinggi daripada perkebunan kakao lainnya. Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu provinsi penghasil kakao rakyat di Indonesia dan terdapat isu peralihan komoditas kakao pada beberapa lokasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis trend peramalan luas areal dan produktivitas kakao pada perkebunan rakyat di Indonesia dan Jawa Timur serta untuk mengetahui alasan petani kakao dalam melakukan peralihan komoditas. Metode yang digunakan adalah ARIMA (Box-Jenkins) dan deskriptif. Hasil analisis menggunakan ARIMA (Box-Jenkins) menunjukkan trend peramalan luas areal dan produktivitas kakao rakyat di Indonesia mengalami penurunan menjadi 1.248.963,32 ha untuk luas areal dan produktivitasnya meningkat menjadi 0,43 ton/ha. Sedangkan trend peramalan luas areal dan produktivitas kakao rakyat di Jawa Timur mengalami peningkatan yaitu menjadi 49.653,48 ha dan 0,67 ton/ha pada tahun 2030. Alasan utama petani kakao beralih usahatani yaitu mudahnya budidaya komoditas lain sebanyak 46,67%

    Permintaan Kopi Biji Indonesia di Pasar Internasional

    No full text
    Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan perkebunan Indonesia setelah kelapa sawit, karet dan kakao dengan jumlah ekspor kopi yang lebih tinggi dibandingkan dengan konsumsi domestik. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi permintaan kopi biji Indonesia di pasar Internasional. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah model Linear Approximate Almost Ideal Demand System (LA/AIDS) dengan menggunakan data time series dari tahun 1995 hingga 2017 dengan HS 090111. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi permintaan kopi biji Indonesia di Amerika Serikat adalah harga kopi row, Carea NTM, di Jepang adalah harga kopi Vietnam, populasi Jepang dan NTR Jepang terhadap Dollar, di Jerman adalah harga row dan Carea NTM. Kopi Indonesia bersifat elastis di negara importir utama Amerika Serikat, Jepang dan Jerman. Berdasarkan nilai elastisitas silang kopi Indonesia bersifat inelastis, kopi Indonesia bersifat komplementer dengan kopi  Vietnam di pasar Amerika Serikat, sementara di pasar Jepang dan Jerman bersifat substitusi

    Produktivitas Usaha Mikro dan Kecil Industri Makanan di Indonesia

    No full text
    Micro and small enterprises (SMEs) has a contributes to economic growth.  Labour contributions in SMEs even more than ninety percent of the total labour. While most of the SMEs is in the processing industry. The objectives of this research is to measure labour productivity and to know factors that affecting technical efficiency on SMEs in the food industry. Samples collected from the survey then were continued with cleaning data until 2250 unit of samples were taken. Technical efficiency and factors that affecting were described by quantitative analysis method Stochastic Frontier Analysis. Results showed that more than half of enterprises has a efficient. About seventeen percent of business that have below average in technical effficiency values. While small enterprises more technically efficient than micro enterprises. Level of education, working hours and working day, market alocation and variabel of percentage of own capital had a significant on technical efficiency

    Front Cover

    No full text

    Beef Cattle Large Commodity Chain: Market Structure And Performance Analysis

    No full text
    Industri sapi potong masih didominasi oleh peternak kecil (98%) sedangkan sisanya adalah kontribusi dari peternak besar. Sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan nasional. Meskipun kecil, peran peternak besar cukup signifikan terutama dalam memenuhi kebutuhan daging berkualitas tinggi. Oleh karena kajian terhadap peran peternak besar sangat dibutuhkan. Tujuan dari kajian ini adalah menganalisis struktur pasar dan kinerja peternak besar sapi potong di Jawa Timur yang merupakan lumbung daging nasional. Metode analisis yang digunakan adalah analisis Rasio Konsentrasi, Gini Koefisien dan Hambatan masuk dan keluar pasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa: 1. Struktur pasar sapi bakalan dan jagal adalah oligopoli lemah sedangkan struktur pasar peternak dan pedagang adalah oligopoli kuat; 2) Analisis kinerja rantai komoditas sapi potong di tingkat penyedia bakalan, peternak, pedagang dan jagal adalah menguntungkan dan efisien; 3) Terdapat hubungan antara struktur pasar dan kinerja usaha sapi potong yaitu semakin tinggi tingkat konsentrasi pasar maka semakin tinggi pula tingkat keuntungan dan efisiensinya

    Analisis Hubungan Pertumbuhan Pertanian Terhadap Pengangguran di Indonesia

    No full text
    Sektor pertanian mempunyai kontribusi terhadap perekonomian Indonesia yang cenderung menurun dari tahun ke tahun. Namun, sektor ini masih berperan penting dalam menyerap lapangan pekerjaan di Indonesia. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis korelasi antara pertumbuhan sektor pertanian dengan tingkat pengangguran. Data time series digunakan dengan bantuan alat uji kausalitas granger dan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan pertanian Indonesia memiliki hubungan negatif dengan pengangguran pedesaan dan pengangguran nasional. Peningkatan pertumbuhan pertanian akan mengurangi tingkat pengangguran di pedesaan dan berdampak pada menurunnya angka pengangguran nasional. Konsekuensinya, penelitian ini menaruh harapan akan pertumbuhan sektor pertanian dalam mengatasi permasalahan pengangguran

    0

    full texts

    186

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Agriekonomika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇