PARAMETER: Jurnal Pendidikan Universitas Negeri Jakarta
Not a member yet
134 research outputs found
Sort by
TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIK TENTANG KESEHATAN MENTAL SISWA DI SEKOLAH DASAR
Kesehatan mental di sekolah dasar merupakan hal penting untuk diketahui. Penelitian ini bertujuan 1) mengidentifikasi kesehatan mental di sekolah dasar; 2) mengidentifikasi faktor-faktor kesehatan mental di sekolah dasar; serta 3) menganalisis artikel publikasi (tujuan, metode dan hasil penelitian) dalam jurnal ilmiah periode tahun 2010-2022 yang relevan dengan kesehatan mental di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan seluruh artikel yang ditemukan yang selanjutnya diseleksi sesuai kriteria inklusi, eksklusi dan quality assessment. Dihasilkan 36 artikel ilmiah yang dapat dianalisis sesuai dengan pertanyaan penelitian yang telah ditetapkan. Hasil penelitian berupa gambaran kesehatan mental di sekolah dasar yang selama ini masih belum banyak dibahas oleh penelitian terdahulu termasuk faktor-faktor yang berpengaruh didalamnya, metode atau teknik yang digunakan dan kecenderungan penelitian selama kurun waktu tahun 2010 – 2022. Penelitian ini berimplikasi pada ditemukannya penelitian berikutnya yang dapat dijadikan sebagai pijakan awal para peneliti berikutnya yang memiliki ketertarikan dalam tema penelitian tentang kesehatan mental di sekolah dasar
Hubungan Kecerdasan Sosial dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
Abstrak. Kurikulum 2013 menekankan pada proses pembelajaran yang berpusat pada siswa yang lebih menekankan pada keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Hal ini juga didukung oleh kecerdasan sosial yang dimiliki oleh siswa itu sendiri. Di mana kecerdasan sosial akan menentukan seseorang dalam besikap, terutama berinteraksi dengan orang lain, dan dapat berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, serta bertindak secara cerdas dalam kehidupan sehari-hari. Kecerdasan sosial dapat dilihat dari siswa berinteraksi dengan orang lain dan siswa dapat membawa dirinya dengan baik dalam kehidupan bermasyarakat. Kemampuan siswa dalam berinteraksi dengan teman-temannya akan menjadi suatu motivasi dalam belajar. Oleh sebab itu siswa yang memiliki kecerdasan sosial yang tinggi, maka siswa akan memperoleh hasil belajar yangm aksimal. Tujuan penelitian untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kecerdasan social dengan hasil belajar siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode survey bertempat di SDN 18 Duren Sawit Jakarta Timur. Penelitian dilaksanakan selama dua bulan, yaitu mulai bulan September sampai dengan bulan Oktober pada tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini berhasil menguji hipotesis yang menyatakan terdapat hubungan antara kecerdasan sosial dan hasil belajar sangat signifikan baik pada taraf signifikansi α = 0,05 maupun α = 0,01, dengan koefisien korelasi sebesar 0,969. Oleh karena koefisien korelasi yang dihasilkan bernilai positif, maka dapat disimpulkan terdapat hubungan positif antara kecerdasan social dan hasil belajar siswa. Artinya, semakin tinggi kecerdasan sosial seorang anak maka akan semakin tinggi pula hasil belajarnya, dan sebaliknya semakin rendah kecerdasan sosial seorang anak, maka akan semakin rendah pula hasil belajaranya. Keberhasilan belajar inilah wujud dari kecerdasan social yang dimiliki oleh siswa tersebut. Oleh karena itu diharapkan setiap siswa dapat meningkatkan kecerdasan sosialnya.
Kata kunci: Kecerdasan sosial, interaksi siswa, hasil belajar
Abstract . Curriculum 2013 places emphasis on the learning process based on students who put more emphasis on active students in the learning process. It is also supported by the social intelligence which is owned by the students themselves. Where social intelligence will determine someone in attitude, especially interacting with others, and are able to participate actively and responsibly, as well as acting intelligently in a everyday life. Social intelligence can be seen of the students interact with other people and students can carry himself well in the life of society. Students ability in interacting with his peers will be a motivation in learning. Therefore, students who have high social intelligence, then the student will obtain the results of the study are maximum. The goal of this research is to find out whether or not there is a relationship between social intelligence by learning outcomes grade IV elementary school. This research used a survey method is housed in SDN 18 Duren Sawit in East Jakarta. The research was carried out over the past two months, that began in September and ended last October in the lesson 2016/2017. This research managed to test the hypothesis that States there is a connection between learning outcomes and social intelligence very significant at both the significance level α = 0.05 or α = 0.01, the correlation coefficient of 0.969. Based on the results correlation coefficient is positive, then it can be inferred, there is a positive relationship between the social intelligence and results of student learning. That is, the higher the social intelligence of a child it will be increasingly higher results of their learning, and instead the lower the social intelligence of a child, then it will be getting lower also the results of his studies. The success of learning this is a manifestation of social intelligence that is owned by the student. It is therefore expected that every student can improve his social intelligence.
Keywords : Social Intelligence, student interactions, the results of the stud
LATAR BELAKANG PENDIDIKAN ORANG TUA DAN HELICOPTER PARENTING DI JAKARTA
Tujuan penelitian untuk memperoleh gambaran tentang hubungan antara kondisi sosial ekonomi keluarga dengan helicopter parenting. Kondisi sosial ekonomi pada artikel ini antara lain: pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan. Metode penelitian menggunakan metode survei. Populasi penelitian sebesar 4872 mahasiswa dengan menggunakan simple random sampling maka jumlah sampel penelitian sebanyak 356 responden. Hasil uji hipotesis data dengan menggunakan koefisien korelasi eta (Ƞ) menunjukkan bahwa secara keseluruhan signifikan positif. Penelitian ini berimplikasi agar para orang tua tidak terlalu terlibat pada kehidupan anak. Anak dengan pola asuh seperti itu dapat menyebabkan anak menjadi tidak mandiri, tidak dapat bersosialisasi dengan baik, bahkan dapat terjerumus dalam obat-obatan terlarang
A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: THE ROLE OF CIVIC EDUCATION IN INCREASING HONESTY BEHAVIOR OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS
Honesty behavior must be instilled through civic education learning and can be started from elementary school. This study aims to 1) identify the honest attitude of elementary school students; 2) identify civic education learning in elementary school students; 3) the application of civic education learning in developing the honest attitude of elementary school students. This study used a systematic literature review method in which all articles were processed based on inclusion, exclusion, and quality assessment criteria. It resulted in 14 primary articles analyzed with predetermined research questions. The results of the research in the form of the role of civic education in the development of honest attitudes have been widely studied by leading researchers from 2010 – to 2022. This research has implications for the discovery of subsequent research that can be used as a starting point for the following researchers interested in the theme of research regarding honesty in students
A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW OF DAMPAK RENDAHNYA LITERASI BACA-TULIS PADA SISWA SEKOLAH DASAR
Masyarakat pada umumnya beranggapan bahwa sebuah membaca literasi membaca sudah digantikan oleh tren literasi digital karena masa kini sudah berubah menjadi revolusi industri 4.0. tetapi di negara-negara berkembang sampai negara terbelakang, masalah literasi masih menjadi masalah yang harus diselesaikan untuk memajukan kualitas pendidikan di negara tersebut. Rendahnya literasi baca dan tulis membawa dampak buruk di masyarakat maupun bagi orang yang memiliki tingkat literasi yang rendah
MODEL KONSEPTUAL MEDIA MOTION GRAPHIC INTERAKTIF MATEMATIKA UNTUK SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
Abstract: The purpose of this research is to find a conceptual model as a basic in developing a learning media Mathematics of Scale material using motion graphic media. The development model used in this research is Hannapin and Peck's model which is consists of three stages, namely requirements analysis, design, and development or implementation. This research was conducted at SDN Karanggan 01 Gunung Putri, Bogor towards fifth grade students of elementary schools. The results of the product feasibility trial show that interactive motion graphic media is very feasible to use by obtaining an average expert review rating of 95.14% with the category "Very Good". Based on an analysis of previous research findings the conceptual model of interactive motion graphic media that researchers found to be effectively used in schools with problems that researchers found in the field.
Keyword : Motion graphic, Interactive, Mathematic, Scale
Abstrak : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan model konseptual sebagai dasar dalam mengembangkan suatu media pembelajaran Matematika materi Skala menggunakan media motion graphic. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah model Hannapin dan Peck yang terdiri dari tiga tahapan yaitu analisis kebutuhan, desain, dan pengembangan atau implementasi. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Karanggan 01 Gunung Putri, Bogor terhadap siswa kelas V sekolah dasar. Hasil uji coba kelayakan produk menunjukkan bahwa media motion graphic interaktif sangat layak digunakan dengan mendapat penilaian expert review rata-rata sebesar 95,14% dengan kategori “Sangat Baik”. Berdasarkan analisis terhadap temuan penelitian sebelumnya model konseptual media motion graphic interaktif yang peneliti temukan efektif digunakan pada sekolah dengan permasalahan yang peneliti temukan di lapangan.
Kata Kunci : Motion graphic, Interaktif, Matematika, Skal
EVALUASI PROGRAM PELATIHAN PENGOLAHAN BAHAN PUSTAKA DI PUSDIKLAT PERPUSTAKAAN NASIONAL RI
This research was intended to see how the Kirkpatrick four level evaluation model is applied in the Library Material Processing training program organized by the Education and Training center of National Library of Indonesia. This evaluation research uses the Kirkpatrick evaluation model (Reaction, Learning, Behavior, Result). The subject of this research is training organizers, training instructors and training participants in the processing of library materials. Data collection techniques in this study used observation, documentation and interviews. Data validity test is done using triangulation of sources and methods.
The results of this study show that the implementation of the Library Material Processing Training program has not gone well based on the aspect that being evaluated. 1) In the Reaction evaluation aspect, the implementation of training at this stage goes well. It can be seen from the results of the evaluator's last evaluation score which has a score of 93.88 or very satisfied and the last evaluation score of the instructor who has a score of 90.66 or very satisfied. 2) In the aspect of learning evaluation, the training process goes well according to the plan that was made before. This can be seen from the final score of all participants who have a score above the least limit. 3) in the Behavior aspect, the training organizers have not carried out observations of the participants' behavior after the training. 4) Then in the Result aspect, the training organizers also have not carried out observations on the participants' contributions or the use of participant's knowledge of the library performance
ANALISIS PROFIL KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA DI PERGURUAN TINGGI
ABSTRAK
Mahasiswa memiliki pola pembelajaran yang seyogyanya berbeda dengan siswa di level sekolah. Untuk itu, kemandirian belajar perlu tumbuh dalam diri mahasiswa agar dapat mengembangkan ide-ide kreatif tanpa bantuan dosen secara penuh. Kemandirian belajar sangat menentukan media maupun model pembelajaran yang dapat diterapkan. Untuk itu, perlu dilakukan analisis profil kemandirian belajar mahasiswa di perguruan tinggi sebagai landasan dalam mempertimbangkan penggunaan model atau media pembelajaran tertentu. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner. Penelitian dilaksanakan di Kampus E PGSD FIP UNJ selama tahun 2019. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif sederhana dan analisis kualitatif. Hasil penelitian berupa profil kemandirian belajar yang dimiliki oleh mahasiswa PGSD FIP UNJ angkatan tahun 2017. Rekomendasi untuk penelitian masa depan diperlukan model pembelajaran yang melibatkan unsur teknologi di dalamnya sehingga dapat meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa melalui pola pembelajaran yang mengaktifkan mahasiswa di perguruan tinggi.
Kata-kata kunci: kemandirian belajar, mahasiswa, pembelajaran
ABSTRACT
Students at the university have learning patterns that should be different from students at the school level. For this reason, learning independence needs to grow within students at the university in order to develop creative ideas without the full assistance of lecturers. Learning independence determines the media and instructional models that can be applied. For this reason, it is necessary to analyze the profile of students' learning independence in higher education as a basis for considering the use of certain instructional models or media. Data collection techniques used were questionnaires. The study was conducted at Campus E PGSD FIP UNJ during 2019. Data analysis techniques used simple descriptive statistics and qualitative analysis. The results of the study are in the form of learning independence that is owned by PGSD FIP UNJ students in 2017. Recommendations for future research require learning models that involve elements of technology in order to increase student learning independence through learning patterns that enable students in higher education.
Key words: learning independence, students, learnin
Praktek Kuliah Lapangan/Kuliah Kerja Lapangan di Perguruan Tinggi (Survey Pendapat di UNJ dan UPI)
ABSTRACT
This study aims to survey PKL / KKL activities in Universities. Descriptive method to look for similarities and differences in the implementation of PKL / KKL, while the survey is to ask for opinions about the implementation of PKL / KKL. The study population was all students of the Geography Study Program FIS UNJ and UPI. The sample was used by 120 students with quota sampling technique. Preliminary survey to collect data on PKL / KKL implementation in five universities (UNJ, UPI, UNY, UNES, UNESA). After the documents are arranged, students will submit whether they are in accordance with conditions in their field and their expectations.
Document the search results at five universities and the survey results show similarities and differences. Differences in PKL / KKL differ in aspects of SKS burden. The ratio of supervisors and participants varies between 1:15 and 1:20. The products produced vary in the form of reports, articles, leaflets, standing baners, papers, brochures. The results of the research can be suggested to make a balanced process and product assessment instruments from pre-activity and post-activity. Give weight to every aspect of the assessment both process and product.
Keyword : Praktek Kuliah Lapangan (PKL), Kuliah Kerja Lapangan (KKL), Comparison
ABSTRAK
Penelitian bertujuan untuk mensurvey kegiatan PKL/KKL di Universitas. Metode deskriptif untuk mencari persamaan dan perbedaan pelaksanaan PKL/KKL, sedangakn survey untuk menjaring pendapat tentang pelaksanaan PKL/KKL. Populasi penelitian semua mahasiswa prodi pendidikan Geografi FIS UNJ dan UPI. Sampel yang digunakan dengan 120 mahasiswa dengan teknik kuota sampling. Survey pendahuluan untuk menjaring data pelaksanaan PKL/KKL di lima perguruan tinggi (UNJ, UPI, UNY, UNES, UNESA). Setelah tersusun dokumen, disampaikan kemahasiswa apakah sudah cocok atau belum sesuai dengan kondisi dilapangan dan harapannya. Hasil penelusuran dokumen di lima universitas dan hasil survey menunjukan adanya persamaan dan perbedaan. Perbedaan fieldstudy berbeda pada aspek beban SKS. Rasio dosen pembimbing dengan pesertapun bervariasi antara 1: 15 dengan 1:20. Produk yang dihasilkanpun bervariasi berupa laporan, artikel, leaflet, standing baner, makalah, brosur. Hasil dari penelitian dapat disarankan membuat instrument penilaian proses dan produk yang seimbang dari pra kegiatan–kegiatan dan pasca kegiatan. Memberikan bobot untuk masing-masing aspek penilaian baik proses dan produk.
Kata Kunci : Praktek Kuliah Lapangan (PKL) , Kuliah Kerja Lapangan (KKL), perbandingan
 
MODEL PENDAMPINGAN KELUARGA BERBASIS ASESMEN, KONSELING, HOME VISIT DAN INTERVENSI SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK JALANAN DI YAYASAN RUMAH KITA (eRKa) CIPINANG JAKARTA
Abstrak
This study aims to obtain in-depth data and information based on facts and data regarding the family assistance model based on assessment, counseling, home visit and intervention to reconstruct street children's learning motivation organized by Rumah Kita Foundation (eRKa) in Cipinang, DKI Jakarta. This research method is qualitative with a case study approach. Data collection uses field notes, observations, interviews, and documentation. Interviews were conducted with 3 street children, 3 street child parents and 2 street child companions from Rumah Kita Foundation (eRKa) in Cipinang. The results of data processing showed that the implementation of assessment activities, counseling and home visits, as well as interventions, carried out as a model of assistance to the family. Showed good results, namely the emergence of motivation to learn street children so that there is a desire to learn. The conclusion from the results of this study is the process of family assistance based on assessment, counseling and home visits and interventions has been carried out well by facilitators from the Rumah Kita Foundation (eRKa). This family assistance starts after the assistant conducts an assessment to examine the background of street children and their families. The companion can guide the role of parents as primary educators, exemplary examples of worship and obedience to God, good lifestyle, good attitudes and behavior, good relationships with others, and the importance of good education for the future. The counselor also counseled the importance of providing the right motivation, so that the motivation to learn of street children can grow and develop properly. Counseling conducted by eRKa has also helped the learning difficulties of street children. Likewise, home visits and interventions have been carried out well by the facilitator so that optimal learning outcomes can be achieved by street children.
Keywords: assessment, counseling, home visit, intervention, assistance.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi yang mendalam berdasarkan fakta dan data mengenai model pendampingan keluarga berbasis asesmen, konseling, home visit dan intervensi untuk melakukan rekonstruksi motivasi belajar anak jalanan yang diselenggarakan oleh Yayasan Rumah Kita (eRKa) di Cipinang, DKI Jakarta. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data menggunakan catatan lapangan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada 3 orang anak jalanan, 3 orang tua anak jalanan dan 2 orang pendamping anak jalanan dari Yayasan Rumah Kita (eRKa) di Cipinang. Hasil pengolahan data menunjukan bahwa implementasi aktivitas asesmen, konseling dan home visit serta intervensi yang dilakukan sebagai model pendampingan terhadap keluarga.menunjukan hasil yang baik, yakni munculnya motivasi belajar anak jalanan sehingga terdapat keinginan untuk belajar. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah proses pendampingan keluarga berbasis asesmen, konseling dan home visit dan intervensi telah dilakukan dengan baik oleh pendamping dari Yayasan Rumah Kita (eRKa). Pendampingan keluarga ini dimulai setelah pendamping melakukan asesmen untuk mencermati latar belakang anak jalanan dan keluarganya. Pendamping telah terbukti mampu memberi arahan tentang peran orang tua sebagai pendidik utama, pemberi contoh teladan tentang ibadah dan ketaatan pada Allah, pola hidup yang baik, sikap dan perilaku yang baik, hubungan pergaulan yang baik dengan sesama, dan pentingnya pendidikan yang baik untuk masa depan mereka. Pendamping juga melakukan konseling tentang pentingnya memberikan motivasi yang baik, sehingga motivasi belajar anak jalanan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Konseling yang dilakukan eRKa juga telah membantu kesulitan belajar anak-anak jalanan. Demikian pula home visit dan intervensi telah dilakukan dengan baik oleh pendamping sehingga hasil belajar yang optimal dapat dicapai oleh anak-anak jalanan.
Key word : asesmen, konseling, visit home, intervensi, pendampingan