PARAMETER: Jurnal Pendidikan Universitas Negeri Jakarta
Not a member yet
    134 research outputs found

    Pengembangan E-Modul Interaktif pada Materi Gelombang Bunyi Berbasis Problem Based Learning

    Full text link
    This study aims to develop an interactive e-module based on problem-based learning for teaching physics, specifically focusing on sound waves. The research method employed is Research and Development (R&D) utilizing a modified 4D development model, consisting of three stages: Define, Design, and Develop. This e-module is equipped with text, images, videos, animations, and interactive features such as quizzes, exercises, and navigation to facilitate user interaction with the learning materials. The problem-based learning model is applied to focus learning on problem-solving. Needs analysis conducted with 40 eleventh-grade students revealed that 60 percent chose sound waves as the preferred topic, hence it was selected as the research focus. Small and large-scale trials showed increased average scores, and students' response to this e-module was excellent. Validation by four experts yielded an average percentage of 91.5 percent, indicating that this problem-based learning interactive e-module is appropriate for use as a physics learning tool.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul interaktif berbasis problem-based learning pada materi gelombang bunyi yang layak digunakan dalam pembelajaran fisika. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang dimodifikasi menjadi tiga tahapan: Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), dan Develop (Pengembangan). E-modul ini dilengkapi dengan teks, gambar, video, animasi, serta fitur interaktif seperti kuis, latihan soal, dan navigasi untuk memudahkan interaksi pengguna dengan materi pembelajaran. Model pembelajaran problem-based learning diterapkan untuk memfokuskan pembelajaran pada pemecahan masalah. Analisis kebutuhan dilakukan terhadap 40 peserta didik kelas XI, menunjukkan bahwa 60 persen memilih materi gelombang bunyi, sehingga dipilih sebagai fokus penelitian. Uji coba skala kecil dan skala besar menunjukkan peningkatan skor rata-rata, dan respon peserta didik terhadap e-modul ini adalah sangat baik. Validasi oleh empat ahli memberikan persentase rata-rata sebesar 91,5 persen, yang mengindikasikan bahwa e-modul interaktif berbasis problem-based learning ini layak digunakan sebagai media pembelajaran fisika

    Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Video Edukatif pada Materi Bahan Finishing Desain Interior di SMKN 2 Garut

    Full text link
    This research aims to develop educational media-based educational videos (learning videos and educational games) on the APLPIG class XI concentration of DPIB expertise in SMKN 2 Garut. This type of research is D&D (design and development) with the ADDIE development model. Product validation measurements are carried out by media validators and material experts. Then the learning media product was tested on the students of class XI with a concentration of DPIB expertise in SMKN 2 Garut. The media created is called BFDI Educational Video Learning Media (Bahan Finishing Desain Interior). The results of the study showed that: (1) the level of media validity based on the validation of media experts and material experts both belonged to highly qualified categories; (2) the response of learners to media based on elevated response results of students included in highly qualifying categories. It can be concluded that the use of educational video-based learning media is highly worthy of being used in the learning of students in the 11th grade DPIB at SMKN 2 Garut.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis video edukatif (video pembelajaran dan permainan edukatif) pada mata pembelajaran APLPIG kelas XI konsentrasi keahlian DPIB di SMKN 2 Garut. Jenis penelitian ini adalah D&D (design and development) dengan model pengembangan ADDIE Pengukuran validasi produk dilakukan oleh validator ahli media dan ahli materi. Kemudian produk media pembelajaran diuji cobakan kepada peserta didik kelas XI konsentrasi keahlian DPIB di SMKN 2 Garut. Media yang dibuat ini dinamakan Media pembelajaran video edukatif BFDI (Bahan Finishing Desain Interior). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat validitas media berdasarkan validasi ahli media dan ahli material keduanya termasuk kategori yang sangat layak; (2) tanggapan peserta didik terhadap media berdasarkan hasil angket respon peserta didik termasuk dalam kategori sangat layak. Seingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis video edukatif sangat layak digunakan dalam pembelajaran peserta didik kelas XI DPIB di SMKN 2 Garut

    Analisis Kelayakan dan Efektivitas : Penerapan Video Pembelajaran pada Pembelajaran Desain Busana Secara Digital

    Full text link
    Moodboard material is a fundamental component of learning in fashion design and production skills. This research aims to evaluate the impact of using video media on learning activities and student outcomes in moodboard material. The study involved 21 students as both the population and sample. A mixed-method approach was utilized, with a One Group Pretest - Posttest research design. Data collection was conducted through observation and tests (both written and performance-based). Analysis was performed descriptively and statistically using the chi-square test. The findings indicate that the implementation of video media was highly effective in enhancing student activities. Attitude assessments revealed that students consistently demonstrated responsibility, cooperation, mutual respect, discipline, honesty, and self-confidence during the learning process. Overall, assessing student attitudes will show whether the use of videos in learning fashion design supports the research objectives, namely creating a learning process that is more effective, innovative and related to technological developments. The increase in student learning outcomes in this research can be seen in increased understanding, increased technical skills, and more creative and innovative mood board quality after using videos in the learning process of making moodboards. The chi-square value was 0.674 ≥ 0.05, leading to the acceptance of the alternative hypothesis (Ha) and the rejection of the null hypothesis (Ho), indicating a significant improvement in student learning outcomes after the introduction of video media. Consequently, the use of video media resulted in better learning outcomes for moodboard material. The research concluded that the application of video media in moodboard lessons can enhance learning outcomes and creativity in both cognitive and psychomotor domains.   Abstrak Materi moodboard merupakan salah satu topik dalam pelajaran dasar-dasar keahlian desain dan produksi busana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran video terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi moodboard. Penelitian melibatkan 21 siswa sebagai populasi dan sampel. Penelitian ini menggunakan desain penelitian One Group Pretest - Posttest. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes (tes tulis dan tes kinerja) dan dianalisis secara deskriptif serta menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media video pembelajaran berhasil dilaksanakan dengan sangat baik. Penilaian sikap siswa menunjukkan bahwa mereka telah menerapkan sikap bertanggung jawab, bekerja sama, saling menghargai, disiplin, jujur, dan percaya diri dengan baik selama proses pembelajaran. Secara keseluruhan, menilai sikap siswa akan menunjukkan apakah penggunaan video dalam pembelajaran desain busana mendukung tujuan penelitian yaitu menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif, inovatif dan berkaitan dengan perkembangan teknologi. Peningkatan hasil belajar siswa pada penelitian ini terlihat pada peningkatan pemahaman, peningkatan keterampilan teknis, dan kualitas moodboard yang lebih kreatif dan inovatif setelah  menggunakan video dalam proses pembelajaran pembuatan moodboard. Nilai chi square sebesar 0,674 ≥ 0,05 mengindikasikan bahwa hipotesis alternatif diterima dan hipotesis nol ditolak, sehingga terdapat peningkatan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diterapkannya media video pembelajaran pada materi moodboard. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media video dalam pembelajaran moodboard dapat hasil belajar dan kreativitas siswa dalam ranah kognitif dan psikomotorik

    Pengaruh Media Pembelajaran 3 Dimensi Diorama Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas 3 Materi Perubahan Cuaca SDN Ranuklindungan II Kabupaten Pasuruan

    Full text link
    This research is caused by the large number of teachers who still rely on oral communication learning methods between teachers and students who only focus on book material. The aim of this research is to determine the effect of 3-dimensional diorama learning media on the learning outcomes of grade 3 students. This research uses quantitative research methods. For this type of research, it is pre-experimental, with the design used being One Group Pretest-Posttest Design. The subjects used in this research were grade 3 students at SDN Ranuklindungan II, Pasuruan Regency. The instrument used in this research is the test. The results of the research carried out obtained the results of the hypothesis which was tested using the t statistical test (t test) in both groups, with the result t count 17.077 while the t table value with degrees of freedom (df) 29 at a significance level of 0.05 is 1.6991. In this context, t_count > t_table (17.077  1.6991) which means the alternative hypothesis (H) in this study is acceptable. This is proven by the average value of the posttest learning results (86.23) which is higher than the pretest results (53.30), so that the results of hypothesis testing with SPSS 25 for Windows have proven that there is a significant influence between 3-dimensional diorama learning media on Class 3 students learning outcomes on weather changes at SDN Ranuklindungan II, Pasuruan Regency.   Abstrak Penelitian ini dipicu oleh banyaknya guru yang masih mengandalkan metode pembelajaran komunikasi lisan antara guru dengan anak didik yang hanya memusatkan perhatian pada materi buku saja. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh media pembelajaran 3 dimensi diorama terhadap hasil belajar siswa kelas 3. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Untuk jenis penelitiannya pre-eksperimen dengan desain yang digunakan adalah One Grup Pretest-Posttest Design.  Subjek yang digunakan pada penelitian ini adalah siswa kelas 3 SDN Ranuklindungan II Kabupaten Pasuruan. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu tesHasil penelitian yang dilakukan memperoleh hasil hipotesis yang diuji menggunakan uji statistik t (uji t) pada kedua kelompok, dengan hasil  17,077 sedangkan nilai  dengan derajat kebebasan (df) 29 pada tingkat signifikansi 0.05 adalah 1.6991. Dalam konteks ini,    (17.077 lebih dari 1.6991) yang berarti hipotesis alternatif  dalam penelitian ini dapat diterima. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata hasil belajar posttest (86.23) yang lebih tinggi daripada hasil pretest (53.30), sehingga hasil pengujian hipotesis dengan SPSS 25 for windows telah membuktikan terdapat pengaruh yang signifikan antara media pembelajaran 3 dimensi diorama terhadap hasil belajar siswa kelas 3 materi perubahan cuaca di SDN Ranuklindungan II Kabupaten Pasuruan

    Optimalisasi Pembelajaran Bahasa di SD: Peran RPP dan Modul Ajar dalam Pembelajaran Sastra

    Full text link
    This study aims to analyze the implementation of the Lesson Implementation Plan (RPP) and Teaching Module in literature learning in Elementary Schools (SD), and its impact on students' language skills. This study uses a qualitative approach with a literature analysis method to examine the implementation of RPP and Teaching Module in literature learning. Data were collected through a systematic review of various relevant literature, such as journal articles, books, research reports, and other documents that discuss the learning process in elementary school classes that have implemented RPP and Teaching Module. The data collection process was carried out by identifying literature sources based on topic relevance, publication quality, and relevance to the implementation of RPP and Teaching Module. Document analysis was conducted to explore the use of RPP and Teaching Module in literature learning, with a focus on implementation strategies, effectiveness, and challenges faced. The results of the study indicate that RPP plays an important role in providing a clear framework for teachers, while Teaching Module is effective in increasing students' interest and language skills. The combination of the two creates a varied and interesting learning environment, enriches students' language skills, and fosters appreciation for literature. Recommendations proposed include ongoing teacher training and the development of more contextual learning materials and the use of technology to improve the quality of language learning in elementary schools.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Modul Ajar dalam pembelajaran sastra di Sekolah Dasar (SD), serta dampaknya terhadap keterampilan berbahasa siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis literatur untuk mengkaji penerapan RPP dan Modul Ajar dalam pembelajaran sastra. Data dikumpulkan melalui tinjauan sistematis terhadap berbagai literatur yang relevan, seperti artikel jurnal, buku, laporan penelitian, dan dokumen lainnya yang membahas proses pembelajaran di kelas SD yang telah menerapkan RPP dan Modul Ajar. Proses pengumpulan data dilakukan dengan mengidentifikasi sumber literatur berdasarkan relevansi topik, kualitas publikasi, dan keterkaitan dengan implementasi RPP dan Modul Ajar. Analisis dokumen dilakukan untuk mengeksplorasi penggunaan RPP dan Modul Ajar dalam pembelajaran sastra, dengan fokus pada strategi implementasi, efektivitas, dan tantangan yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RPP berperan penting dalam memberikan kerangka kerja yang jelas bagi guru, sementara Modul Ajar efektif dalam meningkatkan minat dan keterampilan bahasa siswa. Kombinasi keduanya menciptakan lingkungan pembelajaran yang variatif dan menarik, memperkaya keterampilan berbahasa siswa, serta menumbuhkan apresiasi terhadap sastra. Rekomendasi yang diajukan meliputi pelatihan guru berkelanjutan dan pengembangan materi pembelajaran yang lebih kontekstual serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa di SD

    Pengintegrasian Nilai Gotong Royong Melalui Model Teams Games Tournament pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di Sekolah Menengah Pertama

    Full text link
    The purpose of this study was to determine the implementation process and the cultivation of the value of gotong royong through collaborative learning type Teams Games Tournament (TGT) in the subject of Pancasila Education in junior high school. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. Primary data sources were obtained through six student informants in class VIII, one key informant of Pancasila Education teacher. While secondary data were obtained through literature study and documentation. The data collection procedures carried out in this study were observation, interviews, and documentation. The findings in this study show that Pancasila Education teachers use Teams Games Tournament (TGT) type collaborative learning to instil the value of gotong royong to students. Then, when collaborative learning of Teams Games Tournament (TGT) type takes place, learners in their groups show: Firstly, caring for group members who have difficulties. Second, learners are aware of their abilities. Third, learners are able to interact and discuss well. Fourth, group members are able to co-operate well. Fifth, responsibility for the division of tasks obtained from the learning group.   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pelaksanaan dan penanaman nilai gotong royong melalui pembelajaran kolaboratif tipe Teams Games Tournament (TGT) pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data primer didapatkan melalui enam informan peserta didik kelas VIII, satu key informan guru Pendidikan Pancasila. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan dan dokumentasi. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa guru Pendidikan Pancasila menggunakan pembelajaran kolaboratif tipe Teams Games Tournament (TGT) guna menanamkan nilai gotong royong kepada peserta didik. Kemudian, ketika pembelajaran kolaboratif tipe Teams Games Tournament (TGT) berlangsung, peserta didik di dalam kelompoknya menunjukkan: Pertama, peduli terhadap anggota kelompok yang mengalami kesulitan. Kedua, peserta didik sadar akan kemampuan yang dimilikinya. Ketiga, peserta didik mampu berinteraksi dan berdiskusi dengan baik. Keempat, anggota kelompok mampu melakukan kerjasama dengan baik. Kelima, tanggung jawab terhadap pembagian tugas yang didapatkannya dari kelompok belajar

    Development of School Principals Strategic Planning in Realizing Performance Productive School

    Full text link
    The development of strategic planning in the education system is important in realizing productive school performance, namely schools that have work processes that are consistent with planning elements, achieving optimal work according to its goals. Strategic planning is planning that focuses on achieving the school's vision, mission and goals. In an effort to optimize strategic planning, a management system is needed that is sensitive to needs, changes and challenges, and respects work risks, has a solid, creative, proactive work team, responds to problem solving creatively and innovatively, and has high dedication to achieving goals. This research was carried out using a qualitative approach and exploratory descriptive methods to reveal the required data phenomena, through interview, observation and documentation techniques, which were then analyzed data through phenomenological analysis. Based on the focus of the study in this research, a strategic model of the strategic planning development process was produced which includes 5 components that must be considered in school management, namely: (a) Strategy for achieving vision, mission and goals; (b) Strength of planning consistency; (c) Strengthening team collaboration; (4) Risk Management; and (5) the effectiveness of monitoring and evaluating the achievement of goals and the realization of productive schools

    Literasi Kesehatan Mental, Strategi Coping terhadap Perilaku Mencari Bantuan pada Remaja

    Full text link
    There are many problems that adolescents experience with mental health, but unfortunately these are foten not addressed by professionals. This is due to adolescents' lack of mental health literacy, fear of stigma, and feeling that professional help is not important. The prupose of this study is to examine the influence of mental health literacy, Coping  srategies, and help-seeking behavior in adolescents. Several previous studies have examined that the relationship between mental health literacy with help-seeking behavior and Coping  strategies with help-seeking behavior. The result explain that there is a relationship between mental health literacy with help-seeking behavior and Coping  strategies with help seeking behavior. No research has been found that examines the role of mental health literacy and Coping  strategies on help-seeking behavior in adolescents. This study used a quantitative method with a questionnaire for a data collection. The measuring instruments used were the Mental Health Knowledge Questionnaire (MHKQ) by Jung et al., (2016), the Coping  Stress Scale developed by Akhtar and Helmi (2014), and the Help Seeking Behavior Scale created by Mackenzie, et al. (2004). All three measuring instruments have been adapted and pilot tested. The findings showed that mental health literacy and Coping  strategies have a positive and significant effect on adolescent help-seeking behavior.   Abstrak Banyaknya permasalahan yang dialami remaja terkait kesehatan mental, namun sayangnya hal ini sering tidak mendapatkan penanganan oleh professional. Hal ini terjadi karena kurangnya literasi kesehatan mental yang dimiliki remaja, kekhawatiran akan stigma dan perasaan bahwa bantuan professional tidak penting. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat pengaruh literasi kesehatan mental, strategi Coping  terhadap perilaku mencari bantuan pada remaja. Beberapa penelitian terdahulu telah mengkaji hubungan antara literasi kesehatan mental dengan perilaku mencari bantuan serta strategi Coping  dengan perilaku mencari bantuan. Hasilnya menjelaskan bahwa terdapat hubungan antara literasi kesehatan mental dengan perilaku mencari bantuan dan strategi Coping  dengan perilaku mencari bantuan. Belum ditemukan penelitian yang mengkaji peran literasi kesehatan mental dan strategi Coping  terhadap perilaku mencari bantuan pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan kuesioner untuk pengambilan data. Alat ukur yang digunakan adalah Mental Health Knowledge Questionnaire (MHKQ) oleh Jung dkk. (2016), Coping  Stress Scale yang dikembangkan oleh Akhtar dan Helmi (2014), dan Help Seeking Behavior Scale yang dibuat oleh Mackenzie, dkk. (2004). Ketiga alat ukur telah diadaptasi dan diuji coba. Temuan penelitian menunjukkan bahwa literasi kesehatan mental dan strategi Coping  berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku mencari bantuan pada remaja

    Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Mendukung Tugas Guru di SMA Negeri 1 Bodeh

    Full text link
    The development of information and communication technology (ICT) in the era of the Industrial Revolution 4.0 has brought significant changes in various aspects of life, especially in education. One of the technologies that has gained attention in education is Artificial Intelligence (AI). In education, AI has great potential to revolutionize teaching and learning methods. AI can support tasks that humans previously could only do, such as creating teaching materials and evaluating learning. SMA Negeri 1 Bodeh is one educational institution committed to improving education quality through technology integration. However, based on initial observations, it was found that teachers' skills in utilizing AI technology to support teaching tasks were still limited. Therefore, a “Workshop on Utilisation of Artificial Intelligence to Support Teachers' Tasks at SMA Negeri 1 Bodeh” was held. In this workshop, teachers were given training on how to use AI platforms such as ChatGPT and Google Gemini to support teachers' tasks. This activity involved 28 teachers and used presentation, practicum, and discussion methods. The results of the workshop showed a significant improvement in teachers' skills in using AI, this can be seen from the results of the Pre-Test and Post-Test questionnaires, which showed an average increase of  12 teachers who previously stated that they could not, become able to use AI to support their duties as teachers, such as in creating teaching materials and exam questions. This increase shows that the workshop successfully achieved its goal of improving teachers' competence in utilizing AI to support their duties. The suggestion for the future is that the school is expected to provide support in the form of further training and support the use of AI on an ongoing basis.   Abstrak Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pada era Revolusi Industri 4.0 telah membawa perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, khususnya dalam bidang pendidikan. Salah satu teknologi yang mendapatkan perhatian dalam dunia pendidikan adalah Artificial Intelligence (AI). Dalam konteks pendidikan, AI memiliki potensi besar untuk merevolusi metode pengajaran dan pembelajaran. AI mampu mendukung tugas-tugas yang sebelumnya hanya bisa dilakukan manusia, seperti pembuatan materi ajar dan evaluasi pembelajaran. SMA Negeri 1 Bodeh, merupakan salah satu institusi pendidikan yang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui integrasi teknologi. Namun, berdasarkan observasi awal, ditemukan bahwa keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung tugas-tugas mengajar masih terbatas. Oleh karena itu diadakan “Workshop Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Mendukung Tugas Guru di SMA Negeri 1 Bodeh”, pada workshop ini para guru diberikan pelatihan untuk menggunakan platform AI seperti ChatGPT dan Google Gemini untuk mendukung tugas guru. Kegiatan ini melibatkan 28 guru dan menggunakan metode presentasi, praktikum, dan diskusi. Hasil workshop menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan guru menggunakan AI, hal ini terlihat dari hasil kuesioner Pre-Test dan Post-Test yang menunjukkan peningkatan rata-rata sebanyak 12 guru yang sebelumnya menyatakan tidak bisa, menjadi bisa menggunakan AI untuk mendukung tugas mereka sebagai guru, seperti dalam membuat materi ajar dan soal ujian. Peningkatan ini menunjukkan bahwa workshop berhasil mencapai tujuannya dalam meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan AI untuk mendukung tugas mereka. Saran untuk masa depan adalah pihak sekolah diharap dapat memberikan dukungan berupa pelatihan lanjutan dan mendukung penggunaan AI secara berkelanjutan

    Pengukuran Komitmen, Berpikir Kritis, dan Kemandirian Melalui Program Magang Kampus Mengajar

    Full text link
    The campus teaching program was present during the COVID-19 pandemic. This program aims to help with learning activities during a pandemic. This paper examines and analyzes how commitment, independence, and creative thinking emerge after students join the teaching campus program. This study adopts a quantitative approach to understand the relationship between existing variables based on a questionnaire given a sample according to predetermined criteria. The sample of this study was students who took part in the campus teaching program until the program was finished. We use SEM-PLS to analyze data and understand the phenomena being studied with the help of SmartPLS software. Data collection using. The findings show that the campus teaching program has a positive effect on creative thinking but has no effect on independence. While the commitment variable is used as a moderating variable, the results obtained show that commitment can moderate the relationship between the campus teaching program and creative thinking but is unable to moderate the relationship between the campus teaching program and independence. Abstrak Program pengajaran kampus hadir di masa pandemi COVID-19. Program ini bertujuan untuk membantu kegiatan pembelajaran di masa pandemi. Tulisan ini mengkaji dan menganalisis bagaimana komitmen, kemandirian, dan pemikiran kreatif muncul setelah mahasiswa mengikuti program kampus mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk memahami hubungan antar variabel yang ada berdasarkan kuesioner yang diberikan sampel sesuai kriteria yang telah ditentukan. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa yang mengikuti program mengajar di kampus sampai program selesai. Kami menggunakan SEM-PLS untuk menganalisis data dan memahami fenomena yang dipelajari dengan bantuan software SmartPLS. Pengumpulan data menggunakan. Temuan menunjukkan bahwa program pengajaran di kampus berpengaruh positif terhadap berpikir kreatif tetapi tidak berpengaruh terhadap kemandirian. Sedangkan variabel komitmen digunakan sebagai variabel moderasi, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa komitmen mampu memoderasi hubungan antara program mengajar di kampus dengan berpikir kreatif namun tidak mampu memoderasi hubungan antara program mengajar di kampus dengan kemandirian

    126

    full texts

    134

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    PARAMETER: Jurnal Pendidikan Universitas Negeri Jakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇