Jurnal Peternakan Indonesia
Not a member yet
495 research outputs found
Sort by
Efektivitas Pupuk Kompos Pelepah Sawit terhadap Kandungan Potein Kasar, Serat Kasar, dan Abu Rumput Kumpai (Hymenachne amplexicaulis (Rudge) Nees.) di Tanah Podzolik Merah Kuning
Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari penggunaan pupuk kompos terhadap hasil komulatif bahan kering, kandungan protein kasar, serat kasar, dan abu rumput Kumpai (Hymenachne amplixicaulis (Rudge) Nees.) ditanah Podzolik Merah Kuning (PMK). Penelitian dilaksanakan selama ± 4 bulan dari persiapan bahan sampai dengan analisis di Laboratorium Budidaya Ternak dan Hijaun Fakultas Peternakan Universitas Jambi. Penelitian ini dilakukan dalam rancangan acak kelompok (RAK), dengan 4 perlakauan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari K0 = 0 ton/ha, K1 = 50 ton/ha, K2 = 100 ton/ha, K3 = 150 ton/ha. Peubah yang diamati adalah hasil komulatif bahan kering, protein kasar, serat kasar, dan abu. Dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan hasil penambahan pupuk kompos berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap hasil komulatif bahan kering, kadar abu dan kandungan protein kasar, dan berpengaruh tidak nyata (P<0,05) terhadap serat kasar. Dari Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan pemberian pupuk kompos pelepah sawit K3 12,00 kg/petak menghasilkan hasil komulatif bahan kering terbaik (70,58 kg/petak), abu (24,89%), dan protein kasar 15,17%.Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari penggunaan pupuk kompos terhadap hasil komulatif bahan kering, kandungan protein kasar, serat kasar, dan abu rumput Kumpai (Hymenachne amplixicaulis (Rudge) Nees.) ditanah Podzolik Merah Kuning (PMK). Penelitian dilaksanakan selama ± 4 bulan dari persiapan bahan sampai dengan analisis di Laboratorium Budidaya Ternak dan Hijaun Fakultas Peternakan Universitas Jambi. Penelitian ini dilakukan dalam rancangan acak kelompok (RAK), dengan 4 perlakauan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari K0 = 0 ton/ha, K1 = 50 ton/ha, K2 = 100 ton/ha, K3 = 150 ton/ha. Peubah yang diamati adalah hasil komulatif bahan kering, protein kasar, serat kasar, dan abu. Dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan hasil penambahan pupuk kompos berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap hasil komulatif bahan kering, kadar abu dan kandungan protein kasar, dan berpengaruh tidak nyata (P<0,05) terhadap serat kasar. Dari Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan pemberian pupuk kompos pelepah sawit K3 12,00 kg/petak menghasilkan hasil komulatif bahan kering terbaik (70,58 kg/petak), abu (24,89%), dan protein kasar 15,17%
Partisipasi Peternak dalam Pengelolaan Limbah Sapi Perah untuk Mendukung Program Desa Wisata Gunungsari Kota Batu
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan partisipasi petani dalam pengelolaan limbah ternak sapi perah sebagai pupuk organik untuk mendukung program desa wisata Gunungsari, Bumiaji, Kota Batu. Melalui penelitian ini, diharapkan partisipasi petani meningkat dan mencapai tingkat kategori tinggi dalam mendukung program desa wisata. Metode penelitian menggunakan survey dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian berlokasi di Desa Gunungsari dengan metode purposive random sampling dan populasinya sebanyak 474 petani. Metode pengambilan sampel dengan purposive random sampling dengan hasil 76 responden. Faktor yang mempengaruhi partisipasi dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi petani dalam pengelolaan limbah ternak sapi perah sebagai pupuk organik untuk mendukung program desa wisata termasuk dalam kategori sedang sebanyak 48 jiwa atau 63,16%. Identifikasi faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi peternak dalam pengelolaan limbah ternak sapi perah yaitu Status Sosial Ekonomi Peternak (X1), Tingkat Kebutuhan Petani (X2), Pengalaman Belajar (X3), Intensitas Peran Pihak Luar (X4), Tingkat Dukungan Penyuluhan (X5) berpengaruh secara simultan terhadap Tingkat Partisipasi (Y). Namun secara parsial yaitu variabel X1, X3, X4 dan X5 yang berpengaruh secara nyata terhadap variabel Y sedangkan variabel X2 tidak berpengaruh terhadap variabel Y
Efektivitas Penggunaan Nanomineral pada Pakan terhadap Peningkatan Performa Ayam: Review
Penelitian dalam bidang pakan ternak terus banyak dilakukan untuk semakin meningkatkan efisiensi penggunaan pakan, salah satunya melalui penerapan nanoteknologi. Mineral berpartisipasi dalam beberapa proses biokimia dan merupakan bagian dari banyak enzim yang diperlukan untuk reaksi biokimia normal. Tujuan dari penulisan review ini adalah untuk mengulas aplikasi penggunaan nano mineral pada pakan ayam dan hubungannya terhadap performa ternak ayam. Hasil kajian menunjukkan bahwa salah satu permasalahan utama penggunaan bahan pakan sumber mineral konvensional adalah rendahnya bioavalabilitasnya, sehingga mineral dalam pakan masih cukup tinggi yang tidak dapat dicerna dan diserap dalam saluran pencernaan ternak ayam, yang menyebabkan mineral yang tidak dicerna tersebut kemudian dibuang melalui eksreta, sehingga menimbulkan polusi bagi lingkungan. Nanomineral mencoba menjadi solusi hal tersebut. Nanomineral memiliki bioavalabilitas yang tinggi, sehingga penggunaan dosisnya jauh lebih rendah dan lebih efisien dalam pakan. Hasil pengujian beberapa jenis mineral (Ca, Zn, Se, Cr, Fe, Ag, Cu) dalam bentuk nanopartikel dalam pakan ayam memberikan dampak positif bagi peningkatan produktivitas dan efisiensi penggunaan pakan untuk ternak ayam. Nanomineral menyebabkan penggunaan mineral lebih efisien dalam pakan serta menekan terjadinya pembuangan mineral melalui eksreta, sehingga dapat menekan polusi lingkungan. Hasil review ini disimpulkan bahwa pada dosis yang tepat nanomineral memberikan dampak positif bagi peningkatan produktivitas ternak ayam
Performa Produksi Ayam Ras Petelur yang Diberi Azolla microphylla Terfermentasi dengan Lentinus edodes dalam Ransum
Azolla microphylla berpotensi sebagai pakan alternatif sumber protein bagi ternak unggas namun terkendala serat kasarnya yang tergolong tinggi. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini untuk mendapatkan level optimum dan untuk mempelajari bagaimana pengaruh penggunaan Azolla microphylla yang terfermentasi dengan Lentinus edodes didalam ransum terhadap performa produksi ayam ras petelur. Ternak percoban yang digunakan pada penelitian ini yaitu ayam ras petelur strain Isa Brown yang berumur 48 minggu dengan produksi telur 80% sebanyak 200 ekor. Penelitian dilakukan selama 6 minggu yang menggunakan metode eksperimen dengan rancangan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan (A: 0%, B: 10%, C: 15%, D: 20%, dan E: 25% Azolla microphylla terfermentasi dengan Lentinus edodes) empat kali pengulangan (10 ekor ayam ras petelur setiap ulangannya). Peubah yang diamati yaitu performa produksi ayam ras petelur. Penelitian ini memperlihatkan bahwa penggunaan Azolla microphylla terfermentasi dengan Lentinus edodes berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, produksi telur harian, produksi massa telur, berat telur, dan konversi ransum. Penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa Azolla microphylla yang terfermentasi dengan Lentinus edodes dapat ditambahkan dalam ransum sampai tingkat 25% dengan konsumsi ransum 105,28 g/ekor/hari, produksi telur harian 85,63%, berat telur 60,28 g/butir, produksi massa telur 51,27 g/ekor/hari, dan konversi ransum 2,05
Karakteristik Kompos dengan Penambahan Effective Microorganism4 (EM4) untuk Pupuk Tanaman Pakan
Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik kompos dengan penambahan EM4 untuk pupuk tanaman pakan.. Penelitian berlangsung selama dua bulan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari: A0: feses sapi 50 % + pelepah sawit 47% + urea 1 % + dedak 2 % + EM4 0 %; A1: feses sapi 50 % + pelepah sawit 47 % + urea 1 % + dedak 2 % + EM4 1 %; A2: feses sapi 50 % + pelepah sawit 47 % + urea 1 % + dedak 2 % EM4 2 %; A3: feses sapi 50 % + pelepah sawit 47 % + urea 1 % + dedak 2 % + EM4 3 %. Peubah diamati meliputi warna, bau, tekstur, pH, suhu, persentase penyusutan dan C/N kompos. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perlakuan A3 menghasilkan karakteristik kompos lebih baik dibanding lainnya, karena menghasilkan 100 % berwarna coklat kehitaman, bau tanah, tekstur remah, suhu 29,3oC, pH 7,52, penyusutan kompos 19,15%, dan C/N 13,25%
Pengaruh Level Inokulum Jamur Tiram Putih Terhadap Kandungan Fraksi Serat Pelepah Nipah
Pelapah nipah merupakan salah satu pakan alternatif yang belum dimanfaatkan secara luas oleh petani sebagai pakan ruminansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan serat pelapah nipah yang difermentasi dengan jamur tiram putih. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah inokulum jamur tiram putih dengan 5 level yaitu 0g (tanpa inokulum), 5g, 10g, 15g, 20g/kg substrat. Variabel yang diteliti adalah kandungan serat detergent neutral (NDF), serat detergent asam (ADF), dan hemiselulosa pelepah nipah hasil fermentasi. Penelitian ini memberi gambaran yang berbeda nyata (P<0,05) kandungan detergent neutral (NDF), kandungan detergent asam (ADF), tetapi tidak berbeda nyata (P>0,05) kandungan hemiselulosa pelepah nipah yang difermentasi. Hasil Biofermentasi terbaik diperoleh pada jamur tiram putih 15g/kg substrat yaitu 78,40% untuk kandungan NDF 63,32% untuk ADF dan 15,08% untuk kandungan hemiselulosa
Pertumbuhan dan Kandungan Nutrien Fodder Jagung (Zea mays) dengan Penyiraman Biourine Sapi
Fodder merupakan pakan ternak yang ditanam dengan teknologi tanpa tanah melainkan memanfaatkan air dan juga nutrisi sebagai media tumbuh, dalam proses produksinya pakan fodder mengurangi penggunaan peralatan yang digunakan dalam menanam, memanen, mengangkut serta menyimpan pakan. selain itu fodder juga dapat mendukung kemandirian bahan pakan hijauan oleh peternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas pertumbuhan dan kandungan nutrien fodder jagung pada umur panen yang berbeda dengan penyiraman larutan biourine sapi 5%. Digunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan umur panen dan 5 kelompok ulangan P1: 8 (HST); P2: 10 (HST); P3: 12 (HST); P4: 14 (HST). Kemudian dianalisis menggunakan analisis ragam dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf signifikansi 5%. Pengamatan dilakukan terhadap variabel diantaranya: tinggi tanaman, berat biomassa dan kandungan nutien dari fodder jagung. Hasil penelitian menunjukkan penyiraman fodder jagung dengan penyiraman biourine sapi sebanyak 5% yang dipanen pada umur yang berbeda menunjukkan hasil yang berbeda nyata dimana tinggi tanaman, produksi biomassa dan protein kasar terbaik pada umur pemanenan 14 HST
Profil Leukosit Burung Puyuh yang Mengalami Cekaman Panas setelah Pemberian Aspirin
Beternak burung puyuh di Indonesia rentan terhadap cekaman panas karena kerap berhadapan dengan ancaman yang berasal dari tingginya suhu lingkungan sebagai akibat fenomena iklim tropis, Equinox, dan perubahan iklim. Sebagian besar tubuh puyuh dipenuhi oleh bulu dan puyuh juga tidak memiliki kelenjar keringat sehingga mekanisme pembuangan panas tubuh ke lingkungan hanya melalui proses evaporasi pernafasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari potensi pemberian aspirin untuk mengatasi cekaman panas pada burung puyuh. Sebanyak 16 ekor burung puyuh dibagi dalam 4 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4 ekor. Sediaan aspirin diberikan secara oral sekali setiap hari dengan dosis yang berbeda untuk setiap kelompok. Dosis aspirin yang digunakan sebesar 2.52 mg/kg BB untuk Kelompok I, 5.04 mg/kg BB untuk Kelompok II, 10.08 mg/kg BB untuk Kelompok III, dan 0 mg/kg BB untuk Kelompok IV sebagai kontrol negatif. Cekaman panas dengan suhu ruangan sebesar 35°C diberikan selama 8 hari. Analisis profil leukosit dilakukan dengan menghitung jumlah leukosit, diferensial leukosit dan indeks stres H:L. Penelitian ini menunjukkan bahwa indeks stres, sebagi acuan untuk mengamati dampak cekaman panas, dapat diturunkan dengan pemberian aspirin secara nyata (P<0.05) dari 0.91 ± 0.03 pada Kelompok IV menjadi 0.56 ± 0.01 pada Kelompok I, 0.52 ± 0.04 pada Kelompok II, dan 0.49 ± 0.01 pada Kelompok III berdasarkan uji ANOVA. Selain itu, jumlah leukosit pada burung puyuh yang mengalami cekaman panas mampu diturunkan dengan pemberian aspirin dari 9.92 ± 0.37 pada Kelompok IV menjadi 7.65 ± 0.19 pada Kelompok I, 7.15 ± 0.19 pada Kelompok II, 6.92 ± 0.15 pada Kelompok III. Pemberian aspirin juga mampu memperbaiki diferensial leukosit yang ditandai dengan penurunan persentase heterofil dan peningkatan persentase limfosit, namun tidak merubah persentase monosit, eosinofil, dan basofil. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pemberian aspirin berpotensi untuk mengatasi cekaman panas pada burung puyuh
Respon Broiler terhadap Penggunaan Ampas Susu Kedelai Fermentasi dengan Aspergillus ficuum dalam Ransum
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan ampas susu kedelai yang difermentasi dengan Aspergillus ficuum (ASKF) pada ransum broiler. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan ransum dan 4 ulangan. Ransum perlakuan adalah R1 0%, R2 15%, R3 20%, R4 25%, dan R5 30% ASKF dalam ransum broiler. Variabel yang diamati adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, bobot hidup, persentase karkas, persentase lemak abdomen, retensi nitrogen, dan kecernaan serat kasar. Berdasarkan hasil analisis ragam, ASKF dengan Aspergillus ficuum dalam ransum memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, bobot hidup, persentase karkas, retensi nitrogen, kecernaan serat kasar, namun berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap persentase lemak abdomen broiler. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan ampas susu kedelai yang difermentasi dengan Aspergillus ficuum hanya dapat digunakan dalam ransum broiler sebanyak 25%. Pada kondisi tersebut, konsumsi ransum 400,79 g/ekor/minggu, pertambahan bobot badan 205,49 g/ekor/minggu, konversi ransum 1,97, bobot hidup 1195,75 g/ekor, persentase karkas 72,72%, persentase lemak abdomen 1,75%, retensi nitrogen 53,91% dan kecernaan serat kasar 46,97%
Halaman Depan JPI Vol 24 No 3 Oktober 2022
EDITORIALPuji syukur kita haturkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas izin-Nya Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) dapat kembali terbit menjumpai pembaca sekalian. Tim redaksi dan penelaah telah menyeleksi naskah-naskah pada edisi ini, Volume 24 Nomor 3 Tahun 2022. Naskah-naskah tersebut meliputi bidang atau topik-topik sebagai berikut: Pemberian Level Konsentrat berbasis daun Sengon, Lamtoro, dan Gamal terhadap Performa Kambing Peranakan Etawa; Efektivitas Penggunaan Nanomineral pada Pakan terhadap Peningkatan Performa Ayam: Review; Path Data in Marketing: A Case Study of Broiler Chickens’ Partnership System in Kediri Regency, Indonesia; Performa Produksi Ayam Ras Petelur yang Diberi Azolla microphylla Terfermentasi dengan Lentinus edodes dalam Ransum; Peningkatan Pertumbuhan, Efisiensi Pakan, dan Pendapatan dalam Penggemukan Domba Menggunakan Pakan Debu Sawit Terfermentasi; Karakteristik Kompos dengan Penambahan Effective Microorganism4 (EM4) untuk Pupuk Tanaman Pakan; Pengaruh Penambahan Ampas Kelapa (Cocos nucifera L) Fermentasi pada Pakan terhadap Persentase Karkas dan Kadar Lemak Ayam Broiler; Pengaruh Level Inokulum Jamur Tiram Putih Terhadap Kandungan Fraksi Serat Pelepah Nipah; Review: Faktor Resiko yang Mempengaruhi Respon Termoregulasi Ternak Ruminansia; Profil Hematologis Broiler yang Diberi Campuran Probiotik Lactobacillus dari Sumber Berbeda; dan Respon Broiler terhadap Penggunaan Ampas Susu Kedelai Fermentasi dengan Aspergillus ficuum dalam Ransum.Redaksi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu penerbitan jurnal ini. Semoga dengan terbitnya jurnal ini dapat bermanfaat sebagai sarana komunikasi bagi masyarakat ilmiah, khususnya masyarakat peternakan dan umumnya bagi masyarakat luas.Padang, Oktober 2022 Edito