Jurnal Peternakan Indonesia
Not a member yet
495 research outputs found
Sort by
Studi Karakteristik Warna Tubuh dan Morfometrik Kuda di Pasar Kuda Jeneponto
Pasar Kuda Jeneponto merupakan pasar khusus kuda tempat diperjualbelikan kuda yang berasal dari berbagai daerah yang merupakan jenis kuda lokal seperti kuda Sumbawa dan kuda Sandel/Sandelwood, kuda Timor, kuda Bima, maupun persilangan antar kuda lokal.Variasi tersebut diduga menyebabkan keragaman fenotipe warna tubuh dan morfometrik kuda. Perlu penelitian mengenai keragaman kuda di Pasar Kuda Jeneponto guna mengidentifikasi karakteristik kuda dan menjadi informasi dinamika populasi ternak di Pasar Kuda Jeneponto. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2022 di Pasar Kuda Kabupaten Jeneponto. Sifat kualitatif diamati pada 128 ekor kuda sedangkan pengukuran morfometrik pada 32 ekor kuda secara purposive sampling. Morfometrik yang diukur adalah lingkar dada dan panjang badan. Hasil penelitian menunjukkan warna tubuh yang teridentifikasi yakni bay, roan, splash white, dun, tobiano, yellow dun, bay roans, black bay, liver chestnut, dan grey. Warna tubuh kuda yang dominan adalah bay yakni 46,875%, chestnut 15,625%, splash white 9,325%, dan red dun sebesar 6,25%. Sisanya variasi warna lain masing-masing 3,125%. Ukuran morfometrik lingkar dada dan panjang badan kuda secara berurutan adalah 132,64 cm dan 123,33 cm. Tingkat keseragaman morfometrik ukuran lingkar dada dan panjang badan kuda dinilai relatif tinggi. Keseluruhan karakteristik warna dan morfometrik kuda di Pasar Kuda Jeneponto menunjukkan kesamaan dengan cirri kuda lokal
Produksi Sorgum Manis (Sorghum bicolor L. Moench) Tanaman Primer dan Ratun I Varietas Numbu dan CTY-33 di Tanah Ultisol
Tanaman sorgum dapat diratun atau tumbuh dan berbuah kembali setelah dipanen. Penelitian bertujuan untuk mengobservasi produksi tanaman ratun sorgum manis varietas Numbu dan CTY-33 sebagai penghasil hijauan, biji dan brix gula tinggi serta interaksinya di tanah ultisol. Penelitian dilaksanakan secara eksperimen di Kebun Percobaaan Fakultas Peternakan Universitas Andalas Padang, menggunakan rancangan acak kelompok fola faktorial 4 ulangan. Faktor pertama adalah varietas sorgum manis varietas CTY-33 dan Numbu, faktor kedua tanaman primer dan tanaman ratun I. Tanaman primer adalah tanaman yang berasal dari biji yang dipanen umur 100 hari. Tanaman ratun I adalah tanaman yang tumbuh dari pangkal batang primer yang telah dipanen (84 hari setelah ratun/HSR). Pemanenan dilakukan pada fase masak fisiologi. Hasil penelitian terdapat interaksi sangat nyata (P<0.01) varietas dan peratunan terhadap tinggi tanaman, diameter batang dan lebar daun. Varietas Numbu mengasilkan tinggi tanaman tertinggi pada tanaman primer 218.12 cm sedangkan diameter batang dan lebar daun CTY-33 pada tanaman primer mengungguli Numbu dengan nilai berturut-turut 17.27 mm dan 9.07 cm. Produksi segar dan bahan kering (BK) lebih dipengaruhi oleh faktor Varietas.  Varietas Numbu menghasilkan produksi berbeda sangat nyata (P<0.01) lebih tinggi berturut-turut 58.57 ton/ha dan 18.40 ton/ha. Terdapat interaksi sangat nyata (P<0.01) antara varietas dan peratunan terhadap Brix gula. Penurunan kadar Brix gula pada CTY-33 dan Numbu mencapai 87,36% dan 71,24%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan dalam budidaya ratun varietas Numbu menghasilkan pertumbuhan yang lebih tinggi cocok untuk tujuan produksi biomasa segar dan BK, sedangkan CTY-33 lebih cocok untuk tujuan penghasil biji. Budidaya ratun menyebabkan kandungan Brix kedua varietas menurun
Identifikasi Ayam Hutan (Gallus-gallus) Berdasarkan Karakteristik Kuantitatif di Kecamatan Alu, Campalagian dan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar
ABSTRAKAyam hutan merupakan ayam leluhur dari ayam kampung yang populasinya semakin menurun. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengidentifikasi ayam hutan yang ada di pegunungan sebelah timur Kabupaten Polewal Mandar berdasarkan sifat kuantitatif yang diturunkan. Ayam hutan diambil sampelnya sebanyak 30 ekor jantan dan 10 ekor betina di setiap kecamatan dengan teknik acsidental dan pengambilan sampel dimulai dari bulan Juli - Agustus 2022. Parameter yang diamati adalah sifat kuantitatif meliputi bobot badan, panjang badan, lingkar dada, panjang shank, berat telur, jumlah telur, jumlah bulu ekor dan panjang tulang pubis. Hasil penelitian ayam hutan di Kecamatan Alu, memiliki keragaman yang tinggi, di Kecamatan Campalagian memiliki keragaman yang sedang dan di Kecamatan Luyo memiliki keseragaman yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sifat kuantitatif ayam hutan di kecamatan Alu dan Luyo memiliki keseragaman tinggi sedangkan di Kecamatan Campalagian memiliki keseragaman sedang. Â
Suplementasi Zn dalam Ransum Mengandung Ampas Teh terhadap Kecernaan Nutrien dan Absorpsi Zn Kelinci Laktasi
Mineral mikro Seng (Zn) berperan penting dalam proses reproduksi ternak. Namun demikian, penggunaan pakan mengandung serat tinggi dapat mempengaruhi absorbsi Zn. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh level suplementasi Zn pada ransum yang mengandung ampas teh 30% terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik, serta absorpsi mineral Zn pada kelinci periode laktasi. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan menggunakan rancangan acak lengkap pola searah. Dua puluh ekor kelinci dara New Zealand White siap kawin (BB 1,85 ± 0,03 kg) dibagi ke dalam 4 perlakuan pakan, yaitu: R1: ransum komersial (control), R2: ransum ampas the 30%, R3: R2 + Zn 50 ppm, R4: R2 + Zn 100 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level suplementasi dalam ransum mengandung 30% ampas teh sangat nyata meningkatkan (P<0,01) konsumsi Zn dan kadar Zn dalam feses, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) pada kecernaan bahan kering, bahan organik, dan absorpsi Zn kelinci periode laktasi. Dapat disimpulkan bahwa level suplementasi Zn dalam ransum mengandung ampas teh 30% tidak mempengaruhi kecernaan bahan kering dan bahan organik, serta absorpsi Zn pada kelinci periode laktasi sehingga dapat digunakan sebagai pengganti ransum komersial.Â
Perbandingan Bacitracin Zinc, Ekstrak Daun Ketapang, dan Ekstrak Rimpang Temulawak dalam Pakan terhadap Performa, Karkas, dan Organ Dalam Ayam Broiler
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menganalisis pengaruh pemberian aditif pakan yang berbeda terhadap perfoma, karkas, dan organ dalam ayam broiler. Penelitian ini menggunakan 160 ekor ayam broiler yang ditempatkan dalam petakan kandang litter ukuran 100x100 cm sebanyak 16 unit. Ayam broiler diberi pakan starter (CP11) dan selanjutnya diberi pakan finisher (CP12) sampai umur 28 hari. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan terdiri dari P0 (kontrol), P1 (Penambahan 0,003 gram bacitracin zinc/kg pakan), P2 (Penambahan 25 mL ekstrak rebus daun ketapang/kg pakan) dan P3 (Penambahan 25 mL ekstrak rebus rimpang temulawak/kg pakan). Peubah yang diamati yaitu konsumsi pakan, bobot hidup, pertambahan bobot badan, konversi pakan, karkas, serta organ dalam berupa ampela, hati dan jantung. Data dianalisa dengan analisis ragam (ANOVA). Apabila terdapat perbedaan yang nyata pada perlakuan, maka dilakukan uji lanjut Duncant’s Multiple Range Test pada α=0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap bobot hidup minggu ke-3 dan 4 (P<0,05), pertambahan bobot badan minggu ke-2, 3 dan 4 (P<0,05), rasio konversi pakan (P<0,05) dan bobot karkas (P<0,05). Namun, perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap konsumsi pakan (P>0,05) serta bobot organ dalam berupa ampela, hati, dan jantung ayam broiler (P>0,05). Ekstrak daun ketapang dan rimpang temulawak pada dosis 2,5% dapat digunakan sebagai pengganti bacitracin zin
Substitusi Rumput Lapangan dengan Jerami Bengkuang terhadap Kecernaan Zat Makanan Secara In Vitro
Penelitian ini mengkaji tentang potensi jerami bengkuang (Pachyrhizus erosus) sebagai pakan serat alternatif pengganti rumput. Tujuan percobaan untuk mendapatkan taraf optimal penggunaan jerami bengkuang sebagai pengganti rumput dalam ransum ternak ruminansia berdasarkan parameter kecernaan ransum secara in vitro. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 4 macam perlakuan dan 4 kali pengambilan cairan rumen sebagai kelompok. Perlakuan yaitu P0=30% rumput lapangan + 30% jerami bengkuang + 40% konsentrat, P1= 20% rumput lapangan + 40% jerami bengkuang + 40% konsentrat , P2= 10% rumput lapangan + 50% jerami bengkuang + 40% konsentrat, P3= 60% jerami bengkuang + 40% konsentrat. Konsentrat terdiri dari ampas tahu, dedak padi dan mineral. Peubah yang diamati adalah kecernaan bahan kering, bahan organik, protein kasar dan fraksi serat (NDF, ADF, selulosa dan hemiselulosa). Analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh berbeda tidak nyata (P>0.05) terhadap kecernaan zat makanan. Hasil penelitian disimpulkan bahwa jerami bengkuang dapat digunakan sebagai pakan hijauan alternatif pengganti rumput lapangan sampai 60% dalam ransum atau 100% pengganti rumput lapangan dengan rataan kecernaan bahan kering 59,64%, bahan organik 61,72%, protein kasar 67,07%, NDF 55,72%, ADF 53.12%, selulosa 53,73%, dan hemiselulosa 58,19%. Â
Kombinasi Media Tanam Berbeda Terhadap Pertumbuhan Indigofera zollingeriana
Indigofera zollingeriana salah satu tanaman pakan leguminosa yang memiliki kandungan nutrisi dan produksi tinggi yang berpotensi sebagai sumber hijauan pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis media tanam terbaik bagi pertumbuhan Indigofera zollingeriana. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 5 ulangan, yaitu tanah (A0), tanah + pasir (A1), tanah + arang sekam (A2), tanah + pupuk kandang (A3), tanah + pasir + pupuk kandang (A4), tanah + arang sekam + pupuk kandang (A5), dan tanah + pasir + arang sekam + pupuk kandang (A6). Data pertumbuhan diantaranya tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang dan diameter batang, dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan jika berpengaruh nyata maka dilakukan uji jarak Duncan Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh nyata terhadap jenis media tanam terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, namun berpengaruh nyata terhadap diameter batang Indigofera zollingeriana. Media tanam terbaik terdapat pada perlakuan A5 (tanah + arang sekam + pupuk kandang) terhadap pertumbuhan Indigofera zollingeriana
Analisis Kepuasan Peternak terhadap Program Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) di Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro: Pendekatan CSI dan IPA
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik peternak yang mengikuti program Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) dan menganalisis tingkat kepuasan peternak terhadap program SPR Maju Bersama di Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, dilaksanakan pada bulan Februari - Maret 2023. Metode penelitian menggunakan survei dengan pengamatan langsung di lapang dan interview berdasarkan kuesioner terstruktur dengan skala likert skor 1-5. Variabel penelitian meliputi 5 dimensi: tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty. Sampel penelitian ditentukan secara total sampling sebanyak 50 peternak yang aktif tergabung dalam Program SPR. Data selanjutnya dianalisis menggunakan analisis Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia di atas 50 tahun dengan tingkat pendidikan SMA, memiliki ternak kurang dari 5 ekor dengan lama pengalaman beternak antara 5-10 tahun. Mayoritas peternak telah bergabung dengan Program SPR selama 7-9 tahun (70%). Berdasarkan perhitungan analisis CSI diperoleh skor 79,09% yang berarti bahwa peternak puas terhadap implementasi program SPR. Hasil analisis IPA menunjukkan bahwa Program SPR di Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro telah terlaksana dengan baik sesuai dengan harapan anggota SPR tetapi ada beberapa atribut pada Kuadran I yang menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan kinerjanya meliputi atribut kelengkapan fasilitas SPR, atribut keakuratan petugas dalam memberikan solusi kepada peternak, atribut ketepatan dalam melakukan recording ternak, serta pelaksanaan edukasi melalui sosialisasi dan praktik langsung
Kualitas Ampas Sagu yang Difermentasi Menggunakan EM4 untuk Pakan Ternak terhadap pH, Populasi BAL, dan Total Bakteri
Ampas padat dari pengolahan tepung sagu, dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak. Tetapi secara ilmiah, pengaruh teknologi fermentasi pada ampas sagu terhadap kualitas mikrobiologinya belum banyak ditemui, untuk itu perlu menguji kandungan pH, populasi BAL, dan total bakteri ampas sagu akibat teknologi fermentasi. Penelitian ini menggunakan perlakuan berupa persentase (%) komposisi EM4 yang ditambahkan kepada ampas sagu yang difermentasi, yaitu: P: ampas sagu sebelum fermentasi, P0: ampas sagu fementasi tanpa larutan EM4(kontrol), P1: ampas sagu fermentasi + 5% larutan EM4, P2: ampas sagu fermentasi+ 10% larutan EM4, P3: ampas sagu fermentasi + 15% larutan EM4. Desain penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Parameter berupa pH, populasi BAL, dan total bakteri. Pengolahan data menggunakan analisis ragam (ANOVA), apabila ada pengaruh diuji dengan Duncant. Secara statistik ampas sagu sebelum dan setelah difermentasi menggunakan EM4 selama 14 hari sangat nyata (P<0,01) mempengaruhi pH. Namun, terhadap populasi BAL dan total bakteri tidak berpengaruh (P>0,05). Nilai rataan pada pH 3,37-6,20, populasi BAL dan total bakteri setelah konversi log10 yaitu populasi BAL 6,85-7,25, sedangkan total bakteri 7,30-7,59. Kesimpulannya penambahan EM4 pada proses fermentasi ampas sagu menggunakan beberapa komposisi tidak efektif memperbaiki kualitas hasil fermentasi
Penggunaan Produk Fermentasi Daun Indigofera (Indigofera zollingeriana) dengan Bakteri Bacillus amyloliquefaciens dalam Ransum terhadap Performa Ayam Broiler
Penelitian dilakukan untuk mengetahui level penggunaan produk campuran Daun Indigofera dan Ampas Tahu Fermentasi (DIATF) menggunakan Bacillus amyloliquefaciens dalam ransum dan pengaruhnya terhadap performa ayam broiler. Sebanyak 100 ekor DOC broiler strain New Lohmann (MB-202 Platinum) digunakan dan diberi ransum perlakuan selama 5 minggu. Perlakuan adalah penggunaan DIATF dalam ransum. Ransum disusun dengan isoprotein 22% dan isoenergi 3000 kkal/kg. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan ransum dan 4 kali ulangan. Perlakukan terdiri dari R0 (kontrol, tanpa penggunaan DIATF), R1 (menggunakan 5% DIATF), R2 (menggunakan 10% DIATF), R3 (menggunakan 15% DIATF), R4 (menggunakan 20% DIATF). Peubah yang diamati adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, dan persentase karkas. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan, persentase karkas serta memberikan pengaruh berbeda nyata (P<0,05) terhadap konversi ransum. Kesimpulan dari penelitian ini adalah daun Indigofera dan ampas tahu yang difermentasikan dengan inokulum Bacillus amyloliquefaciens (DIATF) dapat digunakan sampai level 15% dalam ransum dan dapat mempertahankan performa broiler dengan konsumsi ransum 600,83 g/ekor/minggu, pertambahan bobot badan 304,51 g/ekor/minggu dan konversi ransum 1,98 serta persentase karkas 77,04%