Jurnal Peternakan Indonesia
Not a member yet
    495 research outputs found

    Potensi Antelmintik Ekstrak Daun Sembung (Blumea balsamifera) pada Cacing Ascaridia galli secara In Vitro

    Full text link
    Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan konsentrasi ekstrak daun sembung (Blumea balsamifera) yang memiliki daya antelmintik terhadap cacing Ascaridia galli. Penelitian dilakukan secara eksperimental terhadap ekstrak daun sembung yang dibuat dengan 4 konsentrasi yaitu 2 mg/ml, 1 mg/ml, 0,5 mg/ml dan 0,25 mg/ml, kontrol negatif larutan NaCl 0,9% dan kontrol positif Mebendazol 1 mg/ml. Analisis data diawali dengan uji normalitas, uji homogenitas, kemudian uji Kruskal Wallis dan uji lanjut Mann-Whitney untuk melihat signifikansi perbedaan konsentrasi (p<0,05). Uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun sembung mengandung senyawa metabolit sekunder di antaranya alkaloid, flavonoid, tanin, fenol dan terpenoid. Hasil percobaan in vitro menunjukkan bahwa seri konsentrasi ekstrak 1 mg/ml, 0,5 mg/ml dan 0,25 mg/ml memiliki waktu kematian yang tidak berbeda nyata dengan kontrol negatif (p>0,05). Ekstrak 2 mg/ml memiliki waktu kematian berbeda bermakna dengan kontrol negatif (p<0,05). Selain itu, ekstrak 2 mg/ml memiliki waktu kematian tidak berbeda nyata dengan Mebendazol 1 mg/ml. Ekstrak daun sembung dengan konsentrasi ekstrak minimum 2 mg/ml memiliki daya antelmintik terhadap cacing Ascaridia galli karena memiliki efek setara dengan Mebendazol 1 mg/ml

    Uji Efektivitas Antelmintik Seduhan Jamu Ternak pada Paramphistomum sp. secara In Vitro

    Full text link
    Paramphistomiasis berdampak pada penurunan produktivitas dan harga jual ternak. Jamu ternak “X†memiliki klaim untuk mengatasi berbagai cacingan pada ternak, namun studi pada paramphistomiasis belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas jamu ternak “X†terhadap indeks ketahanan hidup dan pergerakan relatif pada Paramphistomum sp. Paramphistomum diambil dari RPH majeluk kemudian diidentifikasi menggunakan metode preparat awetan. Sejumlah 15 cacing dimasukkan ke dalam 5 cawan petri yang berisi Albendazol 10% b/v sebagai kontrol positif, NaCl 0,9% b/v sebagai kontrol negatif dan perlakuan jamu konsentrasi 40%, 20%, dan 10% b/v. Indeks ketahanan hidup dan pergerakan relatif dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis, Mann-Whitney dan Post Hoc dengan SPSS 25. Hasil uji rerata indeks ketahanan hidup dan pergerakan relatif cacing tiap konsentrasi seduhan jamu ternak “X†berbeda signifikan dengan NaCl 0,9% b/v (p<0,05). Seduhan jamu ternak konsentrasi 40% b/v efektif sebagai anti paramphistomiasis dengan rerata indeks ketahanan hidup dan pergerakan relatif yang sebanding dengan Albendazol 10% b/v (p>0,05)

    Keragaman Karakter Kualitatif dan Morfometrik Itik Bayang sebagai Plasma Nuftah Ternak Unggas Sumatera Barat

    Full text link
    Itik Bayang merupakan salah satu plasma nutfah ternak unggas Sumatera barat yang telah ditetapkan berdasarkan Kepmentan 2012, No 2835/Ktsp/Lb. 430. Penelitian ini dilakukan untuk mengindetifikasi keragaman karakter kualitatif dan morfometrik itik Bayang sebagai dasar untuk pengembanngan dan pelestariannya. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini untuk morfometrik 130 itik Bayang yang sudah dewasa kelamin yang terdiri dari 100 ekor itik betina dan 30 ekor itik jantan. Sedangkan untuk karakter kualitatif sebanyak 617 ekor itik Bayang dewasa kelamin yang terdiri dari 576 ekor itik betina dan 41 ekor itik jantan. Data penelitian diambil dari 19 peternak di Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan. Peubah yang diamati untuk karakter kualitatif yang sesuai dengan Kepmentan dan morfometrik. Analisis data yang dilakukan adalah analisis statistik deskriptif dengan menghitung rataan, standar deviasi dan koefisien keragaman dan persentase. Hasil penelitian menunujjan karakter kualitatif itik Bayang memiliki persentase fenotipe berkisar antara 43,90-93,23%. Karakter kualitatif yang dapat di klasifikasikan sesuai dengan Kepmentan 2012 adalah pada itik jantan warna bulu bagian kepala, warna bulu dada dan warna bulu punggung coklat tua. Itik Bayang betina memiliki frekuensi fenotipe kualitatif yang sesuai >75%. Keragaman morfometrik itik Bayang berkisar antara rendah dan tinggi Koefisien keragaman yang tertinggi pada bobot badan itik betina sebesar 15,17%. Sedangkan itik Bayang jantan panjang punggung sebesar 14,12 %

    Kajian Penerapan Aspek Teknis Pemeliharaan Kerbau Gayo di Kabupaten Bener Meriah

    Full text link
    Kerbau Gayo menjadi sumber daya ternak lokal Aceh yang harus dilindungi, dilestarikan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan dengan dilaksanakan aspek pemeliharaan yang sesuai dengan ketetapan Direktorat Jenderal Peternakan (1992) tentang aspek teknis pemeliharaan ternak kerbau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek teknis pemeliharaan kerbau Gayo di Kabupaten Bener Meriah berdasarkan ketetapan Direktorat Jenderal Peternakan (1992). Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 1 Agustus 2022 sampai dengan 31 Agustus 2022 di Kabupaten Bener Meriah yang meliputi Kecamatan Bukit dan Kecamatan Mesidah. Pemilihan daerah penelitian karena tempatnya berjauhan, kepadatan penduduk dan jumlah ternak. Metode yang digunakan adalah survei dengan pengamatan langsung di lapangan, berdasarkan kuesioner yang telah disiapkan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan rata-rata, frekuensi dan persentase dengan bantuan perangkat lunak Mircrosoft Excel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aspek teknis pemeliharaan kerbau Gayo di Kabupaten Bener Meriah sebesar 58% belum sesuai dengan ketetapan Direktorat Jenderal Peternakan tahun 1992 dengan rincian nilai rataan aspek pemuliaan dan reproduksi 226,67 (65%), nilai rataan aspek makanan 107,58 (36%), nilai rataan tatalaksana pemeliharaan 118,14 (68%), nilai rataan kesehatan 76,53 (77%), serta nilai rataan kandang dan perlengkapan 48,28 (64%)

    Kendala Pengembangan Ternak Sapi Potong di Kenagarian Batang Gasan Kecamatan Batang Gasan Kabupaten Padang Pariaman

    Full text link
    Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi kendala pengembangan ternak sapi potong di Kenagarian Batang Gasan Kecamatan Batang Gasan Kabupaten Padang Pariaman. Metode penelitian dilakukan dengan metode survey. Responden penelitian ini adalah peternak sapi potong yang berada di Kenagarian Batang Gasan, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman, sebanyak 74 orang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan pembahasan secara desktiptif. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada beberapa kendala dalam penggembangan ternak sapi potong di Kenagarian Batang Gasan Kecamatan Batang Gasan Kabupaten Padang Pariaman yaitu ketersediaan lahan hijauan (peternak hanya mengandalkan rumput liar), keterbatasan sarana dan prasarana seperti mesin potong rumput dan chopper, belum menerapkan formulasi ransum berdasarkan kebutuhan ternak, pakan yang diberikan tidak sesuai fisiologis ternak dan minimnya penerapan IPTEK terutama teknologi pakan seperti silase dan fermentasi hijauan

    Korelasi Tingkah Laku Makan dengan Performa Kambing Marica Jantan yang Diberi Pakan Berbeda

    Full text link
    Kambing Marica adalah plasma nutfah endemik di Indonesia yang mempunyai kemampuan daya adaptasi yang cukup baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkah laku makan dari kambing Marica yang diberi pakan berbeda serta korelasinya terhadap pertambahan bobot badan harian dan tingkat konsumsi. Penelitian ini menggunakan delapan ekor kambing Marica jantan yang dipelihara pada kandang individu selama delapan minggu. Perlakuan pakan yang diberikan adalah pakan komplit berupa konsentrat dan pakan hijauan (Indigofera sp. dan Pennisetum purpureum). Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan (P<0,05) antara tingkah laku deglutisi terhadap PBBH kambing Marica yang diberi pakan komplit dengan nilai korelasi Pearson yaitu 0,979. Semakin tinggi frekuensi deglutisi yang terjadi maka pertambahan bobot badan harian dari kambing Marica yang diberi pakan komplit akan semakin meningkat. Selain itu, juga terdapat hubungan signifikan (P<0,05) antara tingkah laku deglutisi dan lama ruminasi terhadap konsumsi kambing Marica yang diberi pakan hijauan dengan nilai korelasi Pearson masing-masing yaitu 0,953 dan 0,970, serta periode ruminasi terhadap konsumsi kambing Marica yang diberi pakan komplit dengan nilai korelasi Pearson -0,970. Semakin tinggi frekuensi deglutisi dan waktu yang dibutuhkan kambing Marica dalam proses ruminasi maka tingkat konsumsi pakan akan semakin meningkat

    Halaman Depan JPI Vol 25 No 1 Februari 2023

    No full text
    EDITORIALPuji syukur kita haturkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas izin-Nya Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) dapat kembali terbit menjumpai pembaca sekalian. Tim redaksi dan penelaah telah menyeleksi naskah-naskah pada edisi ini, Volume 25 Nomor 1 Tahun 2023. Naskah-naskah tersebut meliputi bidang atau topik-topik sebagai berikut: Produksi Sorgum Manis (Sorghum bicolor L. Moench) Tanaman Primer dan Ratun I Varietas Numbu dan CTY-33 di Tanah Ultisol; Pengaruh Pemberian Produk Fermentasi Rumput Laut (Turbinaria murayana) dalam Ransum terhadap Performa Produksi Puyuh Petelur (Coturnix coturnix japonica); Review: Autentikasi Kehalalan Daging dengan Pendekatan Proteomik Berbasis LC-MS; Identifikasi Penyebab Penyakit Kulit pada Domba di Peternakan Kandangku Bogor; Studi Performa dan Analisis Usaha Ayam KUB Periode Starter yang Diberi Perlakuan Pakan Berbasis Sumberdaya Lokal; Pengaruh Penambahan Ekstrak Herbal Fermentasi dalam Air Minum terhadap Penampilan Produksi Ayam Broiler; Potensi dan Karakteristik Bubuk Cangkang Telur yang Dibuat dengan Perendaman Asam Alami; Studi Bioakustik: Karakteristik Suara Kicau Burung Murai Batu Jantan Domestikasi; Karakteristik Fisikokimia Yoghurt dengan Penambahan Carboxy Methyl Cellulose pada Jenis Susu yang Berbeda; Kinerja Reproduksi Ternak Kerbau (Bubalus bubalis) pada Usaha Peternakan Rakyat di Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah; Isolasi dan Identifikasi Bakteri Gram Positif Staphylococcus aureus dan Micrococcus pada Peternakan Sapi yang Terindikasi Mastitis; Kompos Kotoran Ayam: Analisis Kualitas dan Biaya Produksi Kompos dari Peternakan Ayam di Kecamatan Ampel, Jawa Tengah; dan Korelasi Antara Ukuran Tubuh dengan Bobot Badan Kambing Kejobong Betina di Kabupaten Purbalingga.Redaksi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu penerbitan jurnal ini. Semoga dengan terbitnya jurnal ini dapat bermanfaat sebagai sarana komunikasi bagi masyarakat ilmiah, khususnya masyarakat peternakan dan umumnya bagi masyarakat luas.Padang, Februari 2023EditorEDITORIALPuji syukur kita haturkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas izin-Nya Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) dapat kembali terbit menjumpai pembaca sekalian. Tim redaksi dan penelaah telah menyeleksi naskah-naskah pada edisi ini, Volume 25 Nomor 1 Tahun 2023. Naskah-naskah tersebut meliputi bidang atau topik-topik sebagai berikut: Produksi Sorgum Manis (Sorghum bicolor L. Moench) Tanaman Primer dan Ratun I Varietas Numbu dan CTY-33 di Tanah Ultisol; Pengaruh Pemberian Produk Fermentasi Rumput Laut (Turbinaria murayana) dalam Ransum terhadap Performa Produksi Puyuh Petelur (Coturnix coturnix japonica); Review: Autentikasi Kehalalan Daging dengan Pendekatan Proteomik Berbasis LC-MS; Identifikasi Penyebab Penyakit Kulit pada Domba di Peternakan Kandangku Bogor; Studi Performa dan Analisis Usaha Ayam KUB Periode Starter yang Diberi Perlakuan Pakan Berbasis Sumberdaya Lokal; Pengaruh Penambahan Ekstrak Herbal Fermentasi dalam Air Minum terhadap Penampilan Produksi Ayam Broiler; Potensi dan Karakteristik Bubuk Cangkang Telur yang Dibuat dengan Perendaman Asam Alami; Studi Bioakustik: Karakteristik Suara Kicau Burung Murai Batu Jantan Domestikasi; Karakteristik Fisikokimia Yoghurt dengan Penambahan Carboxy Methyl Cellulose pada Jenis Susu yang Berbeda; Kinerja Reproduksi Ternak Kerbau (Bubalus bubalis) pada Usaha Peternakan Rakyat di Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah; Isolasi dan Identifikasi Bakteri Gram Positif Staphylococcus aureus dan Micrococcus pada Peternakan Sapi yang Terindikasi Mastitis; Kompos Kotoran Ayam: Analisis Kualitas dan Biaya Produksi Kompos dari Peternakan Ayam di Kecamatan Ampel, Jawa Tengah; dan Korelasi Antara Ukuran Tubuh dengan Bobot Badan Kambing Kejobong Betina di Kabupaten Purbalingga.Redaksi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu penerbitan jurnal ini. Semoga dengan terbitnya jurnal ini dapat bermanfaat sebagai sarana komunikasi bagi masyarakat ilmiah, khususnya masyarakat peternakan dan umumnya bagi masyarakat luas.Padang, Februari 2023 Edito

    Pengaruh Penambahan Urea dan Perlakuan Autoclaf terhadap Degradasi Nutrient Pelepah Sawit

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh autoklaf dan kombinasi perlakuan urea dan autoklaf terhadap kandungan nutrisi dan degradasi bahan kering (DBK), bahan organik (DBO), serat kasar (DSK), keambaan dan produksi gas pelepah sawit (PS). Percobaan dilakukan dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, dimana P1: PS, P2: PS + autoklaf, P3: PS + 2,5% urea + autoklaf, P4: PS + 5% urea + autoklaf, P5: PS + 7,5% urea + autoklaf. Sampel dari masing-masing perlakuan dianalisis kandungan bahan kering (BK), bahan organik (BO) dan serat kasar (SK), serta pengukuran keambaan. Sebanyak 1 g dari setiap perlakuan diinkubasi dalam cairan rumen+buffer pada suhu 39áµ’C selama 72 jam. Produksi gas tercatat pada periode inkubasi 2, 4, 6, 8, 10, 12, 16, 24, 36, 48, 60, 72 jam. Pada akhir masa inkubasi, fermentasi dihentikan dengan menambahkan 1-2 tetes HgCl2 dan residu diambil dan digunakan untuk mengukur DBK, DBO dan DSK. Data dianalisis secara statistic dengan ANOVA diikuti dengan analisis kontras orthogonal dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan autoklaf menurunkan SK, sedangkan perlakuan kombinasi gagal menurunkan SK. Analisis ragam menunjukkan perlakuan mempengaruhi (p<0,01) DBK, DBO, DSK, keambaan dan produksi gas PS. Analisis kontras orthogonal menunjukkan perlakuan autoklaf meningkatkan (p<0,01) DBK, DBO, DSK dan keambaan. Analisis regresi menunjukkan hubungan linier positif antara kadar urea pada perlakuan autoklaf untuk DSK dan keambaan, tetapi hubungan linier negative untuk DBK dan DBO. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan autoklaf menurunkan SK dan keambaan tetapi meningkatkan DBK, DBO dan DSK. Keambaan dan DSK dari PS dengan perlakuan autoklaf meningkat seiring dengan peningkatan kadar urea, sedangkan DBK dan DBO menurun. Kombinasi autoklaf dan 2,5%-7,5% urea belum dapat meningkatkan produksi gas secara signifikan

    Pengaruh Umur Panen Berbeda terhadap Kandungan Nutrisi dan Analisa Kelayakan Usaha Jangkrik Alam Budidaya di Kalimantan Selatan

    Full text link
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui umur panen optimal dilihat dari kandungan nutrisi (bahan kering, protein kasar, lemak kasar, serat kasar dan total abu) dan analisa kelayakan usaha jangkrik alam di Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan jangkrik alam yang dipelihara dari telur sebanyak 500 gram/kotak pemeliharaan sampai umur 35 hari. Kotak pemeliharan jangkrik alam pada penelitian ini berukuran 180 x 112 x 56 cm yang terbuat dari triplek dan berjumlah 4 buah. Pakan yang digunakan adalah BR 1 Wonokoyo, batang pisang dan daun singkong. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu: A = Pemanenan jangkrik alam hari ke-31, B = Pemanenan jangkrik alam hari ke-32, C = Pemanenan jangkrik alam hari ke-33, D = Pemanenan jangkrik alam hari ke-34, E = Pemanenan jangkrik alam hari ke-35 dengan 4 kali ulangan. Parameter yang diamati adalah kandungan bahan kering, protein kasar, lemak kasar, serat kasar, abu total dan analisa kelayakan usaha jangkrik alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur panen jangkrik alam memberikan pengaruh berbeda nyata (P≤0,05) terhadap kandungan bahan kering dan lemak kasar serta berbeda sangat nyata (P<0.01) terhadap protein kasar, namun berbeda tidak nyata (P≥0,05) terhadap kandungan serat kasar dan total abu. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa umur pemanenan jangkrik alam yang optimal dilihat dari kandungan nutrisi yaitu hari ke-35 dengan kandungan nutrisi yaitu bahan kering 92,61%, protein kasar 60,99%BK, lemak kasar 17,99 %BK, serat kasar 5,18 %BK dan total abu 5,70 %BK

    Ukuran Anatomi dan Histomorfometri Oviduk Puyuh Periode Produksi setelah Pemberian Aditif Pakan Tepung Daun Kelor

    Full text link
    Kelor (Moringa oleifera) diketahui memiliki kandungan nutrien lengkap dan kaya antioksidan serta memiliki potensi sebagai aditif pakan untuk memperbaiki kinerja reproduksi puyuh. Ukuran anatomi, histomorfometri, dan profil histologi oviduk merupakan indikator yang digunakan untuk mengetahui kinerja reproduksi puyuh periode produksi. Riset ini dilakukan dengan tujuan untuk memberi analisis ukuran anatomi, histomorfometri, dan profil histologi oviduk puyuh periode produksi setelah diberi imbuhan aditif pakan tepung daun kelor. Desain riset ini dilakukan dengan acak lengkap yang meliputi 5 perlakuan, masing-masing perlakuan diulang 9 kali. Hewan uji yang digunakan adalah puyuh betina umur 20 hari yang berjumlah 45 ekor. Perlakuan terdiri atas P0 (kontrol) berupa pakan standar tidak diberi aditif pakan tepung kelor dan perlakuan aditif pakan tepung daun kelor dalam pakan standar, masing-masing dengan kadar 2,5% (P1); 5% (P2); 7,5% (P3) 10% (P4) per bobot pakan. Variabel penelitian yang diukur meliputi ukuran oviduk, antara lain bobot total oviduk, panjang oviduk, infundibulum, magnum, isthmus, uterus, vagina. Variabel histomorfometri, meliputi tebal lapisan muskularis, tinggi, dan lebar kelenjar mukosa magnum. Profil histologi oviduk meliputi gambaran lapisan muskularis dan mukosa magnum. Data hasil riset selanjutnya diolah dengan analisis variansi satu arah pada signifikansi 5% dan deskriptif kualitatif. Hasil riset yang diperoleh menyatakan imbuhan tepung M. oleifera tidak signifikan dalam mempengaruhi ukuran anatomo serta histomorfometri oviduk. Profil histologi oviduk menunjukkan aditif pakan Tepung daun M. oleifera dengan kadar 2,5% serta 5% berpotensi meningkatkan proliferasi sel, sedangkan pada kadar 7,5%, dan 10% berpotensi mempertahankan integritas seluler lapisan muskularis dan mukosa magnum. Riset ini mendapatkan kesimpulan bahwa aditif pakan tepung daun M. oleifera dapat digunakan sebagai aditif pakan untuk mempertahankan ukuran anatomi dan histomorfometri oviduk serta berpotensi meningkatkan proliferasi sel dan mempertahankan integritas seluler pada puyuh periode produksi

    432

    full texts

    495

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Peternakan Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇