Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
334 research outputs found
Sort by
Sistem Kendali Otomatis Mesin Penggiling dan Pengayak Kayu Gaharu Berbasis Smart Relay
ABSTRACT Sistem Kendali Otomatis Mesin Penggiling dan Pengayak Kayu Gaharu Berbasis Smart RelayPaulina Iskandar, Mira. 2016. Sistem Kendali Otomatis Mesin Penggiling dan Pengayak Kayu Gaharu Berbasis Smart Relay. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro, Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Dwi Prihanto, S. S.T., M. Pd.Kata Kunci : Sistem Kendali Otomatis, Mesin Penggiling dan Pengayak, Smart Relay.Sistem kendali otomatis merupakan proses pengaturan atau pengendalian proses kerja tanpa adanya campur tangan manusia (otomatis). Di era teknologi yang semakin berkembang saat ini sistem kendali otomatis sangat diperlukan untuk mempermudah suatu proses perindustrian. Dalam dunia industri sistem kendali otomatis sangat membantu dalam proses kelancaran operasional, agar berjalan secara efektif dan efisien.Pada alat sistem kendali otomatis mesin penggiling dan pengayak kayu gaharu ini, smart relay digunakan sebagai kendali utama dalam sistem kerja proses penggilingan dan pengayakan kayu gaharu. Smart relay juga digunakan sebagai pengendali otomatis dengan menggantikan logika dan pengerjaan sirkuit kontrol relay yang merupakan instalasi langsung. Alat sistem kendali otomatis mesin penggiling dan pengayak kayu gaharu berbasis smart relay ini adalah suatu alat yang yang didesain untuk mempermudah industri rumahan melakukan proses kerja secara otomatis. Dalam pembuatan alat ini terdiri dari: 1) Perancangan dan pembuatan, yang meliputi: a) perancangan alat, rancangan mekanik didesain dengan dimensi 46 cm x 46 cm x 60 cm, b) perancangan hardware meliputi rancangan sensor photodioda dan rancangan driver motor, c) perancangan software pemrograman alat, d) persiapan pembuatan mekanik alat, e) pembuatan alat dilakukan berdasarkan desain yang telah dibuat sebelumnya. 2) Pengujian dan hasilnya meliputi: a) hasil bentuk perancangan desain alat, b) pengujiang rangkaian tiap blok, c) pengujian alat secara keseluruhan. Hasil pengujian dari kelayakan alat sistem kendali otomatis mesin penggiling dan pengayak kayu gaharu berbasis smart relay diketahui bahwa rangkaian sensor photodioda, rangkaian driver motor, dan smart relay yang digunakan dapat berjalan dengan baik. Selanjutnya, dari proses pengujian sistem secara keseluruhan dihasilkan program dan sistem berjalan dengan baik sesuai dengan perencanaan. Dengan demikian Sistem Kendali Otomatis Mesin Penggiling dan Pengayakan Kayu Gaharu Berbasis Smart Relay yang dibuat dapat berfungsi dengan baik dan sesuai dengan perancangan. Untuk pengembangan alat di kalangan masyarakat perlu adanya pembelajaran mengenai smart relay agar mempermudah penggunaan alat. Kemudian dalam jangka panjang, alat dapat di produksi industri rumahan yang bergerak dalam pembutan dupa, agar alat bisa bermanfaat dalam pengefisiensian waktu penggilingan dan pengayakan kayu gaharu
Sistem Kendali Otomatis Mesin Pencetak dan Pengeringan Dupa Gaharu Berbasis Smart Relay
ABSTRACT Sistem Kendali Otomatis Mesin Pencetak dan Pengeringan Dupa Gaharu Berbasis Smart RelayYuniarti, Ani. 2016. Sistem Kendali Otomatis Pencetak dan Pengeringan Dupa Gaharu Berbasis Smart Relay. Tugas Akhir, D3 Teknik ELektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd.Kata Kunci: Sistem Kendali, Pencetak dan Pengeringan, Smart Relay Peningkatan permintaan dupa gaharu di pasaran semakin meningkat baik di Indonesia sendiri maupun negara lain. Sehingga menyebabkan setiap industri dupa selalu berupaya untuk efektif dan efisien dalam menjalankan produksinya. Salah satunya dengan melakukan otomatis produksi karena kelebihan dari sistem otomasi adalah menghemat tenaga manusia. Sebagai contoh, pecetak dan pengeringan dupa gaharu secara otomatis. Dalam sistem pencetaknya menggunakan prinsip pengepresan dan untuk pengeringannya menggunakan hair dryer sebagai pengeringan awal. Dengan memanfaatkan timer yang ada di dalam PLC (programmable logic controller) untuk perhitungan waktu kerja alat. Karena kebutuhan sistem kendali ini digunakan untuk industri menengah (home industry) maka untuk menghemat biaya PLC yang digunakan adalah jenis smart relay dengan tipe SR2B201JD. Program smart relay yang digunakan adalah ladder diagram. Dalam alat ini komponen utama yang digunakan sebagai perintah masukan dan pemicu program adalah tombol tekan Start, Stop, Reload, dan Limit Switch. Sedangkan untuk keluaran yang digunakan sebagai perintah lanjutan bagi masukan smart relay adalah driver relay sebagai pemicu kerja motor DC. Pembuatan alat ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah sistem kendali otomatis pencetak dupa yang berbentuk bulat dan pengeringan awal dupa
Prototipe Loker Penyimpanan Berbasis Arduino dan RFID
ABSTRACT Wicaksono, Wahyu Adi. 2016. Prototipe Loker Penyimpanan Berbasis Arduino dan RFID. Tugas Akhir, Program Studi D3 Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pebimbing: Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom.Kata Kunci: Loker, RFID, Arduino.Dewasa ini, mikrokontroller mulai sering digunakan untuk membuat suatu prototype dalam dunia teknologi. Dimana salah satu keluarga mikrokontroler yang sering digunakan adalah arduino. Arduino merupakan mikrokontroler yang bersifat open source dengan prosesor Atmel AVR yang memiliki software pemrograman dan bahasa pemrograman sendiri. Dengan sifat open source tersebut, arduino menjadi mudah digunakan karena arduino dapat dikembangkan tanpa batasan apapun. Mulai dari memadukan arduino dengan LCD, motor servo, hingga RFID. Dalam penggunaan RFID terdapat berbagai reader dan kartu yang memiliki frekuensi berbeda. Pada pembuatan prototipe loker penyimpanan ini akan digunakan reader/writer MFRC522 dan kartu berfrekuensi 13,56 MHz. Kedua komponen tersebut dipilih karena MFRC522 selain dapat membaca kartu RFID juga dapat menulis data pada kartu RFID, sedangkan pemilihan kartu tersebut berdasarkan fungsinya yang lengkap yaitu dapat dibaca dan ditulis serta kapasitas memori yang besar. Loker penyimpanan ini mengkombinasikan password dan RFID untuk membuka loker. RFID digunakan sebagai pemilih loker yang digunakan dan password sebagai kunci loker untuk membuka pintu loker yang dipilih tersebut. Dari pengujian yang telah dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut: (1) MFRC522 dapat membedakan data transponder yang ditandai dengan perbedaan kedipan LED ketika transponder yang berbeda dibaca serta dapat bekerja dengan jarak 0-2,5 cm; (2) pada pengujian keypad 4x3 dan LCD diketahui bahwa karakter atau tombol 0-9 digunakan sebagai karakter password, tombol “*” digunakan untuk memasukkan password yang ditulis, dan tombol “#” digunakan untuk mereset password; (3) pada pengujian servo, kedua servo akan menguci loker ketika berputar 0° dan membuka loker ketika servo 1 berputar 70° untuk loker 1 dan servo 2 berputar 105° untuk loker 2. Sehingga pengujian keseluruhan sistem prototipe loker penyimpanan berbasis arduino dan RFID bekerja sesuai perencanaan (100%)
ALAT PERINGATAN DINI BAHAYA BANJIR BERBASIS ARDUINO MENGGUNAKAN SIM900
ABSTRAK Abdul M, Doni. 2016. Alat Peringatan Dini Bahaya Banjir Berbasis Arduino Menggunakan SIM900. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dyah Lestari, S.T., M.Eng. Kata Kunci: Arduino, SIM900, Sensor ultrasonik. Banjir merupakan bencana alam yang sering menimpa daerah – daerah di Indonesia. Peringatan dini adanya bahaya banjir diperlukan bagi orang-orang penghuni bantaran sungai maupun daerah – daerah rawan banjir agar bisa cepat mengevakuasi barang – barang berharganya dan meminimalisir terjadinya korban jiwa. Untuk itu diperlukan alat yang dapat medeteksi ketinggian air dengan cepat dan memberikan informasi peringatan bahaya akan potensi terjadinya banjir. Alat Peringatan Dini Bahaya Banjir Berbasis Arduino Menggunakan SIM900 mengukur tinggi permukaan air melalui sensor ultrasonik. Sensor ultrasonik berfungsi sebagai penginput data ketinggian air. Lalu data mengenai tinggi air akan diproses oleh Arduino. Kemudian data yang telah diolah oleh Arduino akan ditampilkan LCD dan dikirim menuju handphone menggunakan SIM900. Cara kerja sensor ultrasonik meliputi : (1) Pemancar ultrasonik (Transmitter) memancarkan gelombang ultrasonik menuju permukaan air, (2) Penerima ultrasonik (Receiver) menerima pantulan gelombang ultrasonik, (3) Sensor ultrasonik akan mengkonversi waktu yang dibutuhkan dari pemancaran gelombang sampai penerimaan pantulan gelombang menjadi satuan jarak antara sensor terhadap permukaan air dan (4) Tinggi level air bisa diperoleh melalui rumus pada program Arduino. Sedangkan langkah menginformasikan data menggunakan SIM900 meliputi: (1) Data mengenai tinggi level air dari sensor ultrasonik diproses oleh Arduino, (2) Saat tinggi level air memenuhi batas status banjir yang ditetapkan berupa normal, waspada, awas, dan darurat maka Arduino memerintahkan SIM900 untuk mengirim sms, dan (3) Sms akan ditampilkan pada layar handphone. Evaluasi kinerja pembuatan Alat Peringatan Dini Bahaya Banjir Berbasis Arduino Menggunakan SIM900 dilakukan pada tiap titik yang telah ditentukan. Hasil pengujian trainer ini meliputi: (1) Pengujian Sensor ultrasonik dan LCD untuk mengukur dan menampilkan jarak benda, (2) Pengujian SIM900 untuk mengirimkan pesan, dan (3) Pengujian keseluruhan komponen untuk mengukur tinggi permukaan air dan mengirimkan sms. Seluruh hasil pengujian tersebut telah sesuai dengan rancangan yang telah ditentukan dan berfungsi dengan baik. Guna menunjang pengembangan dari Alat Peringatan Dini Bahaya Banjir Berbasis Arduino Menggunakan SIM900 bisa menggunakan panel surya sebagai supply utama untuk meningkatkan efisien dan juga realtime monitoring tanpa adanya gangguan mati listrik.
Rancang Bangun Alat Penggulung Trafo Otomatis Berbasis Arduino
ABSTRAK Khilfan. A. Tsalis. 2016. Rancang Bangun Alat Penggulung Trafo Otomatis Berbasis Arduino. Tugas Akhir, jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dyah Lestari, ST,.M.Eng. Kata Kunci : Rancang Bangun, Alat Penggulung Trafo otomatis, Berbasis Arduino Dalam era globalisasi sekarang ini hampir semua aktivitas dan kegiatan dilakukan dengan teknologi canggih sehingga dapat mempermudah manusia dalam melaksanakan pekerjaan. Di dalam dunia elektronika kontrol, sering digunakan kendali mikrokontroler untuk mengontrol sebuah alat sehingga dapat bekerja secara otomatis. Pada alat penggulung trafo otomatis, Arduino digunakan sebagai kendali sistem kerja alat untuk proses penggulungan trafo. Alat penggulung trafo otomatis berbasis Arduino ini adalah suatu alat bantu untuk mempermudah proses penggulungan lilitan kawat tembaga pada trafo yang bekerja secara otomatis. Dalam pembuatan alat ini terdiri dari: (1) Perancangan dan pembuatan, yang meliputi: (a) perancangan alat, rancang mekanik didesain dengan dimensi 38 cm x 35 cm x 33 cm, alat ini bekerja untuk menggulung koker trafo kotak, (b) persiapan pembuatan alat, (c) pembuatan alat dilakukan berdasarkan oleh desan alat yang sebelumnya dilakukan (2) Pengujian dan hasil yang meliputi: (a) hasil bentuk desain perancangan alat, (b) pengujian rangkaian tiap blok, (c) dan pengujian rangkaian keseluruhan. Hasil pengujian kinerja alat diketahui bahwa: (1) Desain alat terbentuk sesuai dengan perancangan, (2) Seluruh rangkaian bekerja dengan baik dan sesuai dengan fungsinya, (3) Operasional kerja alat bekerja secara otomatis dalam menghitung jumlah lilitan, jumlah lilitan 50 maka sistem akan menghitung 50, dan seterusnya. Alat Penggulung trafo otomatis berbasis Arduino ini dapat menggulung koker dengan panjang maksimal 10 cm, ukuran keliling maksimal 7 x 6 cm, minimal 3 x 3 cm dan dapat menggunakan kawat dengan diameter 0.2 sampai 0.5 mm. Untuk selanjutnya dalam pembuatan alat penggulung trafo sebaiknya menggunakan desain 3D agar lebih mempermudah dalam pembuatan alat dan perangkat yang digunakan direncanakan terlebih dahulu agar sesuai dengan yang dibutuhkan. Pengembangan alat penggulung trafo dapat dilakukan dengan memasukkan rumus perencanaan trafo ke dalam program alat. Untuk jangka panjang diharapkan dapat diproduksi secara masal untuk memmudahkan manusia dalam penggulungan trafo
Penyortir Buah Apel Malang Berdasarkan Ukuran (Dimensi) dan Jumlah Berbasis Arduino
ABSTRAK Fauziyyah. N. Anisa. 2016. Penyortir Buah Apel Malang Berdasarkan Ukuran (Dimensi) dan Jumlah Berbasis Arduino. Tugas Akhir, Program Studi D3 Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dyah Lestari, S.T., M.Eng. Kata Kunci : Penyortir, Buah Apel Malang, Ukuran (Dimensi) dan Jumlah, Arduino. Perkembangan teknologi saat ini sudah semakin maju dan semakin akrab dengan kehidupan sehari-hari manusia, khususnya pada dunia industri, terutama pada sistem kontrol otomatis yang dapat dikendalikan dan dikontrol jarak dekat maupun jarak jauh. Perkembangan teknologi ini dapat membantu efisiensi proses produksi pada suatu pabrik/industri, serta mengurangi biaya produksi. Sistem kontrol otomatis banyak diaplikasikan pada suatu industri karena pemakaiannya yang lebih praktis dan efisien. Konveyor salah satu contohnya, konveyor diminati karena sangat efisien digunakan sebagai penyortir sebuah benda pada industri. Penyortir buah apel Malang berdasarkan ukuran (dimensi) dan jumlah berbasis Arduino ini adalah suatu alat bantu untuk mempermudah proses penyortiran (pengelompokan) buah apel Malang yang bekerja secara otomatis. Dalam pembuatan alat ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu: (A) Proses perancangan dan pembuatan alat, (B) Pembuatan alat, (C) Hasil pengujian alat. Alat penyortir dikembangkan menggunakan mikrokontroler Arduino Uno Atmega328P sebagai pemrosesan sebuah Input/ Output, konveyor berfungsi sebagai penyortir buah apel, sensor fotodioda berfungsi sebagai pendeteksi ukuran setiap apel termasuk kecil sedang maupun besar serta menjumlah setiap buah apel yang telah dibedakan berdasarkan ukuran, motor servo metal gear digunakan untuk menggerakkan palang pintu yang digunakan sebagai pemisah apel yang telah disortir berdasarkan ukuran (dimensi). Uji kinerja setiap blok rangkaian diketahui bahwa: (a) sensor fotodioda, (b) Arduino Uno Atmega328P, (c) motor power window, (d) modul relay, (e) motor servo dan (f)LCD berfungsi dengan baik. Serta pengujian keseluruhan alat dapat disimpulkan bahwa penyortir buah apel Malang berdasarkan ukuran (dimensi) dan jumlah dapat berfungsi dan berjalan dengan baik, serta hasil sesuai dengan yang diinginkan yaitu servo 1 on saat apel besar terdeteksi. Servo 2 on saat apel sedang terdeteksi, serta servo 1 dan 2 on saat apel kecil terdeteksi
SISTEM CERDAS PEMILAH TOMAT BERDASARKAN DIAMETER BERBASIS SMART RELAY
ABSTRACT SISTEM CERDAS PEMILAH TOMAT BERDASARKAN DIAMETER BERBASIS SMART RELAYPerkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut setiap orang bekerja secara efektif dan efisien, termasuk dalam proses atau pasca panen buah tomat. Agar memiliki nilai jual yang tinggi, buah tomat harus dijaga kondisinya tetap baik dan dipilah dengan kelompok yang seragam. Pemilahan tersebut perlu dilakukan untuk menentukan tujuan pengiriman pada konsumen. Buah tomat dengan diameter yang besar dapat dikirim pada pasar luar negeri, buah tomat dengan diameter sedang dapat dikirim pada pasar swalayan, sedangkan buah tomat dengan diameter kecil dapat dipasarkan pada pasar tradisional. Dengan adanya pemilahan berdasarkan diameter ini,dapat meningkatkan hasil secara maksimal. Karena pentingnya fungsi pemilahan tersebut, dibutuhkan sebuah sistem yang dapat melakukan proses pemilahan secara otomatis dan teliti agar dapat menghemat waktu dan lebih cepat. Salah satu sistem kontrol yang dapat diterapkan pada bidang teknologi pertaniana dalah Smart Relay. Alat ini akan sangat berguna sekali, karena mudah dalam hal pengoperasian, efektivitas yang tinggi, dan efisien pada penerapan otomatisasi.Perencanaan dan pembuatan konveyor pemilah tomat ini dilengkapi dengan sensor LDR yang berfungsi sebagai indikator ukuran yang akan dipilah. Pada keseluruhan sistem pada konveyor ini menggunakan motor sebagai penggerak utama, penggerak grapper tomat, dan aktuator pemilah. Pengontrolan kerja sistem dilakukan oleh Zelio Smart Relay yang diprogram menggunakan software Zeliosoft2. Berdasarkan pengujian, sistem pemilah tomat berbasis Smart Relay dapat disampaikan bahwa: (1) Pengujian motor utama penggerak konveyor sesuai rencana dan dapat dinyatakan baik; (2) Pengujian motor penggerak grapper sesuai rencana dan dapat berputar untuk mengantarkan tomat pada konveyor; (3) Pengujian sensor LDR sebagai indikator ukuran tomat sesuai rencana dan dapat membedakan 3 macam ukuran; (4) Pengujian sensor micro switch sesuai rencana dan aktif apabila ujung sensor tertekan; (5) Pengujian aktuator pemilah tomat sesuai rencana dan dapat bekerja dengan perintah 2 arah.; (6) Pengujian program ladder sabagai kontrol utama berjalan dengan baik sesuai perancangan
Peredaan Hasil Belajar Siswa yang Dibelajarkan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif TGT dan STAD dengan Dikontrol Melalui Motivasi Tentang Pembelajaran Istalasi Penerangan Listrik di SMK Negeri 1 Singosari
ABSTRAK Fajri, Muhammad Nur. 2015. Peredaan Hasil Belajar Siswa yang Dibelajarkan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif TGT dan STAD dengan Dikontrol Melalui Motivasi Tentang Pembelajaran Istalasi Penerangan Listrik di SMK Negeri 1 Singosari.. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Setiadi C.P., M.T., M.Pd., (2) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd. Kata Kunci : motivasi, variasi metode pembelajaran, Team Game Tournament, Student Team Achievement Divisions, hasil belajar Instalasi Penerangan Listrik Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap perbedaan rata-rata hasil belajar Instalasi Penerangan Listrik antara: (1) kelompok siswa tingkat motivasi tinggi mengikuti pembelajaran Team Game Tournament (XT1),dengan (2) kelompok siswa tingkat motivasi rendah mengikuti pembelajaran Team Game Tournament (XT2), dengan (3) kelompok siswa tingkat motivasi tinggi mengikuti pembelajaran Student Team Achievement Divisions (XS1), dan dengan (4) kelompok siswa tingkat motivasi rendah mengikuti pembelajaran Student Team Achievement Divisions(XS2). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan faktorial 2x2. Uji hipotesis dilakukan dengan ANOVA dua jalur untuk mengungkap signifikansi interaksi antara motivasi dan metode pembelajaran, serta mengungkap signifikansi perbedaan hasil belajar berdasarkan tingkat motivasi dan metode pembelajaran. Guna mengungkap hasil belajar yang paling berbeda diantara XT1, XT2, XS1, XS2, maka dilakukan uji hipotesis dengan bantuan SPSS 16. Hasil penelitian pada kelas XI TIPTL di SMK Negeri 1 Singosari, menunjukkan signifikansi bahwa: (1) ada interaksi antara faktor motivasi dan faktor metode pembelajaran (p = 0,002 0,05) tidak ada perbedaan; (b) antara XT2 dan XS2 (p = 0,000 < 0,05) ada perbedaan; (c) antara XT1 dan XT2 (p = 0,004 < 0,05) ada perbedaan; dan (d) antara XS1 dan XS2 (p = 0,000 < 0,05) ada perbedaan. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian mengenai cara meningkatkan motivasi siswa, dengan membuat range yang lebih halus, misalnya dengan taraf tingkat motivasi tinggi, sedang dan rendah, serta melakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang dapat berinteraksi positif dengan metode pembelajaran. Abstrak Fajri, Muhammad Nur. 2015. The Difference of Students Achievement between Those who were Taught with Cooperative Learning Model TGT and STAD which Controled Motivation on Light Electrical Instalaition at SMK Negeri 1 singosari. Thesis. Electrical Engineering Departement , Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisor (I) Drs. Setiadi C.P., M.T., M.Pd., (2) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd. Kata Kunci : motivates, Learning Method Variation, Team Game Tournament, Student Team Achievement Divisions, Base of Light Electrical Instalation The purpose of this research is to find out of differences of Base of Light Electrical Instalation student's achievement between students with high level motivates which followed a learning by using team game tournament group (XT1), students with low level motivates which followed a learning by using Team Game Tournament group (XT2), students with high level motivates which followed a learning by using students team achievement divisions group (XS1), and students with high level motivates which followed a learning by using students team achievement divisions group (XS2). This research used program experiment research by using design used factorial 2 x 2. The hypothesis test was analyzed using to way ANOVA test to recognize the differences of student's achievement significant level based on motivates and learning method, and also to recognize the interaction significant level between motivates and learning method, to recognize the difference between XT1, XT2, XS1, XS2, and the most difference of X between that four groups was done with SPSS 16 software. This research result showed that: (1) there was an interaction between the student's motivatelevel and learning method (p = 0,002 < 0,05); (2) there was significant differences on experiment group; (3) the differences of student's achievement significant level based on: (a)there was no significant differences on XT1 with XS1(p = 0,002 < 0,05); (b) there was significant differences on XT2 with XS2(p = 0,000 < 0,05); (c) there was significant differences on XT1 with XT2(p = 0,004 < 0,05); and (d) there was significant differences on XS1 with XS2 (p = 0,000 < 0,05). Based on this research result, it is suggested to the next researched to the next researcher to do the research about the way for increasing student motivates, to do the research by using software range, for instance for high level motivates, medium level motivates, and low level motivates, also doing the research about which can interact positively by using learning method
Rancang Bangun Pengaturan Kecepatan Putaran Motor AC Satu Fasa Berbasis Mikrokontroler
ABSTRAK Setiawan, Gesti. 2015. Rancang Bangun Pengaturan Kecepatan Putaran Motor AC Satu Fasa Berbasis Mikrokontroler. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Arif Nur Afandi, S.T., M.T., MIAEng, MIEEE, Ph. D (II) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd. Kata kunci: Motor AC satu fasa, mikrokontroler ATmega16, pengaturan tegangan. Motor AC satu fasa banyak digunakan sebagai tenaga penggerak pada peralatan listrik, pada tugas akhir ini motor yang digunakan yaitu motor AC jenis motor universal. Motor universal digunakan untuk menggerakan peralatan listrik seperti mesin jahit, gerinda, mixer, blender, dan peralatan lainnya. Pengaturan kecepatan pada umumnya memiliki jangka yang terbatas dan tidak halus. Pada alat ini mengembangkan sistem pengaturan kecepatan motor universal yang mampu memberikan jangka pengaturan kecepatan, mampu memberikan jangka pengaturan yang lebih halus. Pengaturan motor universal dilakukan dengan cara mengatur tegangan jala, dengan mengguanakan bantuan komponen elektronika. Tujuan didalam Tugas Akhir ini adalah; (1) Merencanakan pengaturan kecepatan putaran motor AC satu fasa, (2) Membuat pengaturan kecepatan putaran motor AC satu fasa, dan (3) Menguji kinerja alat pengaturan kecepatan putaran motor AC satu fasa. Berdasarkan uji alat diketahui bahwa (1) Rangkaian LCD dapat menampilkan karakter sesuai dengan program yang telah direncanakan; (2) Rangkaian push button dapat memberikan input untuk pengaturan kecepatan yang berbeda pada motor AC; (3) Rangkaian motor servo dapat mengatur sudut penyalaan. Sehingga nilai kecepatan pada motor AC dapat bervariasi; (4) Rangkaian minimum sistem ATmega16 dapat menerjemahkan perintah program; dan (5) Rangkaian driver motor dapat menerjemahkan perintah yang dikeluarkan oleh mikrokontroler sebagai pengatur kecepatan putaran motor AC
Implementasi Driver Motor MC33887APVW dalam Sistem Kendali Robot Pemadam Api Beroda
ABSTRACT Implementasi Driver Motor MC33887APVW dalam Sistem Kendali Robot Pemadam Api Beroda Setiawan, Joseph Dwi. 2016. Implementasi Driver Motor MC33887APVW dalam Sistem Kendali Robot Pemadam Api Beroda. Tugas Akhir, D3 Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Eng. Siti Sendari, S.T., M.T. Kata Kunci: robot pemadam api beroda, driver motor, IC MC33887APVW Robot adalah salah satu dari sekian banyak produk kemajuan teknologi yang salah satu fungsinya adalah meringankan beban kerja manusia atau melakukan pekerjaan yang berbahaya untuk manusia lakukan. Berbagai macam inovasi dibidang robotik telah banyak bermunculan salah satunya adalah robot pemadam api, yaitu jenis robot yang juga dilombakan pada tingkat Perguruan Tinggi (PT) se-Indonesia. Kontes Robot Pemadam Api (KRPAI) adalah salah satu divisi yang dilombakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI). Terdapat dua divisi pada KRPAI yaitu divisi robot berkaki dan divisi robot beroda. Divisi robot beroda adalah divisi robot yang menggunakan motor DC dan roda sebagai alat penggeraknya. Pengendalian motor DC tidak lepas dari peranan rangkaian pengedali motor atau disebut driver motor, pada sistem kendali ini perancangan driver motor DC menggunakan IC MC33887APVW. IC driver motor ini memiliki keunggulan yaitu terdapat sensor arus yang memungkinkan membentuk sistem close loop. Tujuan dari pembuatan driver motor ini adalah: (1) untuk menjelaskan driver motor DC gearbox dengan menggunakan IC MC33887APVW; (2) untuk menjelaskan dan menguji cara kerja dan peran feedback arus MC33887APVW terhadap navigasi robot. Hasil uji coba yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut: (1) uji coba driver motor secara manual dengan menggunakan Arduino Mega 2560 telah mampu mengendalikan motor DC; (2) uji coba implementasi driver motor dalam proses navigasi robot telah berhasil disinkronkan dengan sensor ultrasonik dan sensor infrared; (3) uji coba memanfaatkan feedback arus driver motor untuk membantu proses navigasi robot telah berhasil membantu robot bernavigasi dengan baik. Dengan demikian driver motor MC33887APVW telah teruji dan mampu memaksimalkan kinerja robot dalam proses navigasi pada arena, serta telah mampu menghindarkan robot dari kondisi menabrak dinding dengan jangka waktu kurang dari 3 detik. Agar produk yang dihasilkan dapat bermanfaat secara optimal, maka pemanfaatan feedback arus perlu lebih dimaksimalkan. Hal ini dapat digunakan sebagai pengawasan terhadap penurunan daya baterai dan pengaman terhadap kondisi gangguan motor DC agar tidak terlalu berpengaruh besar pada proses navigasi